LDR pun dijalani seperti hubungan mereka biasanya. Masa kritis hubungan mereka terjadi ketika Nia dan Tomi menemukan calon belahan hati lain di saat yang hampir bersamaan. Keduanya saling terbuka satu sama lain mengenai keadaan hubungan mereka. Nia sudah mengatakan bahwa ia siap untuk melepas Tomi. Lalu, mereka sepakat untuk “rehat sejenak” di awal tahun 2008, namun setuju untuk tetap berkomunikasi.
Hingga akhirnya pada weekend ulang tahun Nia di bulan Juni 2008, Tomi memutuskan untuk hadir di depan pintu rumah Nia sambil membawa mug dengan gambar foto mereka yang iseng mereka buat bersama 1 tahun sebelumnya. Ketika Nia bercerita pada Makin Dekat, ia berkata bahwa ia tidak terkejut melihat Tomi dan Tomi juga tidak tampak kecewa dengan reaksi Nia yang “biasa aja”, mengingat pengorbanannya untuk sampai di rumah itu. Tanpa aba-aba, Tomi langsung berkata pada Nia, “Ni, aku maunya sama kamu aja boleh ga?” Nia tertawa sambil menangis di saat itu juga, dan langsung memeluk Tomi tanpa menjawab pertanyaannya.
Setelah proses curhat panjang lebar antara keduanya, mereka memutuskan untuk serius menjalani LDR, meskipun sama-sama sadar usaha yang dibutuhkan tidak mudah. Alhasil, mereka berdua telah berencana menikah pada bulan Juni 2008, bertepatan dengan hari ulang tahun Nia.
Bagaimana perasaan Anda setelah membaca kisah Nia dan Tomi