dalam kehidupan ku tidak seberuntung kalian kenapa? kadang aku iri dengan semua kejadian yang bisa aku lihat di dalam perbandingan hidup antara yang aku alami dan yang ku lihat di antara kalian aku di lahiran dengan situasi yang ayah posisinya tidak serumah kondisi ini juga mendapatkan pasangan yang harus di terimanya karna beranak banyak dari istrinterdahulunya betapa susah ibuku setiap hari di gelap nya subuh dengan kondisi kaki yang mengalami sakit eksim karena seringnya kena limbah kotoran sampah pasar tapi dia paksakan setiap harinya jualan bermodalkan kaki keliling membawa tampah dan bakul ketiap lorong perumahan yang ada di sekitaran desa kami srlalu itu dan itu yang aku saksikan di setiap harinya mungkin paktor ekonominya Ng sangat minim dan tidak sesuai yang harus di hadapi ibuku aku tidak tega melihatnya tapi aku mandiri sekali walaupun SD sekolah ku dah di biasa aku kerjaan rumah bahkan sambil menganyam aku selesaikan di malam hari supaya aku bisa punya sekedar jajan dan beli sesuatu keperluan sekolah walau itu ngk sebatas aku bertingkah bukan layak nya wanita yang bisa mendapatkan lipstik bedak riasan wajah dan aksesoris aku minder bahkan aku bergaul kebanyakan anak laki laki yang mana temen sekolah ku ketika aku selesai sekolh hanya mencari ranting pohon manjat adalah hal biasa bagiku nyari daun sekedar bisa di tukar dengan tempe atau tahu di warung kadang tetanggaku berbaik hati kasih kerjaan nya gosok nyuci dan berbenah selesai SD aku sakit dan tanpa melanjutkan sekolah di tahun itu tahun berikutnya dengan tidak sengaja aku menemukan teman berpakaian seragam SMP aku coba bicara ke ortu aku bisa dengan ikhtiar segala cara menyelesaikan sekolah dan lulus SMP sementara teman yang lain sibuk daftar selanjut nya sekolah mereka aku hanya termangu dan bersedih kurus kerontang tubuh ku begini rasanya kalau ortu terpisah di sisi ibu ada suami yang tanpa kerjaan tetap dan anak nya yg banyak dari istri terdahulunya di sisi ayah juga ada Adek ku bnyak dari istri keduanya mungkin jalan nya dari Allah SWT kenapa pas aku jalan di lapangan perbatasan msuk kampung ayah ku aku ketemu temen SMP aku tertegun sesaat dan iri rasanya dia jln mau berangkat sekolah dan mengenakan seragam sekolah yang menurut ku sangat pantas di kenakan nya aku mendekat dan menyapa dia bertanya gimna cara nya aku mau seperti dia mungkin aku ada kedekatan dengan dia karna posisi rumah nya dan rumah ayahku berdekatan entah kenapa aku nginep di rumah dia mungkin karna ada rada nyaman dari seragam srkolh aku bertekad minjam dan dia setuju aku daptar sekolah sendiri semua sendiri aku sekolah tidak mau putus dan aku terpaksa melibatkan budek ku yang suaminya tidak Laen kakak ibuku aku tinggal di dalanm setahun dan menyelesaikan kerjaan rumah semampuku setelah naik ke kelas berikutnya aku mendapatkan kepahitan sekolah ku gagal buka murid baru karna posisi di tengah desa harus ada kendaraan atau berjalan kaki yang lumayan jauh aku bingung kemana ini ? tapi di antra teman laki laki ku mengajak aku ada sekolah di kota berbeda aku telusuri inpormasi dengan sesama teman aku membawa kardus di mana isi hanya pakaian dan buku a aku kebingungan karna aku tidak berbekal apapun bahkan uang pun kurang buat ongkos kendaraan aku jalan dalam keadaan hujan di kota orang dan bersama teman ku aku numpang di kos an teman nya teman ku aku berjejer di depan pintu kamar karna kondisi penuh saat itu singkat cerita aku mendapatkan teman sekamar baik hati dan ortunya pun mendukung ku cuma dia bilang titip anak ku kamu kerjakan kerjaan mu dengan memaksakan dan mencucikan juga nya termasuk setrika aku sangat senang dan aku setuju beras bahkan makan pun aku dapatkan dari itu selesai sekolah ku dan aku mendapatkan teman baru mungkin usia saat itu 6 th lebih tua dari Kun ternyata temen ku adalah yang menjadi duami ku sekarang t teman ku sekolahku banyak juga mereka mendukung ak bdah mohon sebelum perpisahan sekolah kami harus menikah dan kami pun melaksanakan pernikahan waktu itu saat pemilu jadi sangat sederhana i dengan modal kepenghuluan dan bayar riasan Pengan Ten sisa uang jajan ku dan alkhamdulillah walaupun ijab kabul telat di karenakan suami hrus meminjam uang tetanggan buat sekedar seserahan karna uang dia ada di Bank dan tanpa ada waktu untuk di ambil nya selesai menikah 6 bulan baru aku mandiri aku ngerantau ke daerah yang aku sekarang tinggal di sanh bermodalkan inpormasi.sku msuk kerja alkhdulillah aku utamakan makan dan bayar kontrakan ekonomiku ad peningkatan dengan aku kerja hanya sendiri karna suami 5 th berikutnya bru beketja aku tidak menyerah walau cukup nempel kan papan selatan saat itu tidur beralaskan tikar yang sebagian si saan terbakar dan aku dengan nyaman nya karna lelah seharian dalam serba kekurangan dan kesederhanaan yang aku punya aku bisa beli susu anaku dan berbagi dengan ortu aku targetkan haus punya rumah dan kos kosan alhmdulillah Allah menjawab doa aku pindah rumah dan satu samp 10 sudah ku miliki walau hasilnya aku puter dengan cicilan ke Bank dan sampai aku korbankan kerjaan dengan mutasian yang aku tidak ambil hanya agar keluar uang pesangon guna selesaikan biaya semua yang saat itu harus di bayar itulah teman 2 ceritaku bagai mana respon kalian aku hanya berpesan kalian syukur dengan kondisi ortu utuh itu jangan buang kesempatan selagi bisa banyaknya doa dan ikhtiar insya Allah dengan perjuangan dan doa segalanya lambat lain pasti Allah kabulkan terima kasih dan selamat salam dari saya sekeluarga anaku dua ban suami ku tentunya satu dan mudah 2 an Allah sayang kita semua Aamiin ya robal allamiin wassalam Zizi sekeluarga