seorang gadis miskin bernama Tias iya masih duduk di bangku sekolah menengah pertama dia gadis yg cukup malang Karana tidak memiliki dukungan dari keluarga walaupun memiliki ayah dan ibu yg masih hidup tapi hidupnya bak anak yatim piatu orang tua nya bercerai saat usia nya 2 tahun Tias tinggal bersama ayah nya dan ibu tirinya sedangkan ibu kandung nya telah menikah lagi dan tak mengakui Tias sebagai anak nya pernah suatu hari Tias datang menemui ibu kandung nya tapi ibunya menolak dan tidak boleh memanggil nya ibu
setiap pagi Tias bangun pagi sekali sebelum pergi sekolah iya harus mengumpulkan air untuk ibu tirinya setelah air tersebut telah cukup Tias cepat bergegas sekolah kara di sekolah lah iya mendapat kan kebahagian hidup Tias berangkat pagi pagi ke sekolah pukul 06.00pagi karna Tias harus berjalan kaki ke sekolah nya walaupun jarak sekolah cukup jauh kira kira 1jm berjlan kaki Tias berjalan kaki bukan tidak ada kendaran umum namun iya tak memiliki uang untuk menaiki angkutan umum karena ibu tirinya sangat pelit jarang memberi uang kadang ibu tirinya hanya memberi uang seribu rupiah jalankan untuk menaiki angkot untuk membeli air mineral pun tidak.cukup.
setiba nya di sekolah " Hay....selamat pagi" Tias menyapa teman teman kelas nya dan di sambut sahabat nya Desy pelajaran di mulai tak terasa bel sekolah pun berbunyi tanda sekolah telah usai Tias bergegas untuk bekerja di rumah sahabat nya tsara sebagai tukang cuci orang tua tsarah sangat baik memperkerjan Tias bekerja paruh waktu untuk membiayai sekolah nya. Tias dan tsarah pulang pulang bersama karna memang satu tujuan setiba nya di rumah tsarah Tias langsung bergegas bekerja mencuci baju mencuci piring sapu sapu watu menunjukan pukul 16 .15 karna pekerjaan sudah selesai Tias pun bergegas menemui pemilik rumah " Bu semua nya udah selesai saya ijin mau pulang " ucap Tias
ibu nya tsarah menjawab " iya tii pulanglah jika semua su dah selesai dan hati hati dijalan " sambil tersenyum " Ra aku pulang sampai besok " Tias berpamitan tsarah pun melambai kan tangan
Tias berjalan dengan buru Karan hari hari sudah sore saat di tengah jlan Tias tidak sengaja menubruk seseorang laki laki yg sedang duduk di motor sampai terjungkal "Bruk , ..aduuuh" laki laki itu terhuyung " maaf .... maaf saya tidak sengaja " ucap Tias mersa bersalah . dan semua teman dari lelaki itu menertawakan laki laki yang trjatuh itu
laki laki itu bangun dan "hey... kamu ga punya mata apah " saat laki laki itu memandang Tias iya sontak kaget , karna Tias menangis dan tubuh nya bergetar ketakutan . laki laki tu memandang Tias yg menunduk kan wajah nya " gadis ini kan yang suka bersama anak jalanan dan dia sering membagikan makanan untuk anak jlanan" laki laki itu bergumam . tawa teman nya menyadar kan lamunan nya " oh... iya gak apah " kawak laki laki itu . Tias mersa lega sedikit ," untung lah dia memaafkan ku " guman Tias.
" Hay .... gue Revan " ucap laki laki itu mengulurkan tangan .
" aku Tias" menerima uluran tangan Revan
Tias berhenti menangis dan merasa lega karna laki laki yg iya tabrak baik hati . tiba tiba " gue Evan " sambil mengulurkan tangannya . Tias kaget melihat laki laki trsebut mirip dengan Revan Tias pun melirik Revan bingung " ga usah kaget kami kembar " ucap Evan.
Tias pun tersenyum dan mengulurkan tangannya menyalami tangan Evan . Tias terperanjat dan ingat harus pulang cepat kalo tidak ibu tirinya akan mengadu yg tidak tidak pada ayah nya. Tias berpamitan untuk pulang kepada Revan , Evan dan teman temanya . saat akan pergi Evan menghentikan langkahnya " tunggu " "Evan menaiki motornya dan menghampiri Tias " aku anter pulang ini udah sore, gak baik gadis pulang sendiri jalan kaki" ucap Evan Tias tediam tanpa menjawab. " ayo ... jangan takut di bawa kabur aku tau siapa kamu aku udah kenal kamu lama ," ucap Evan
Tias di paksa naik motor Evan dantias pun mengikuti ke inginan Evan sesampai nya di depan gang kecil jalan menuju rumah Tias Evan pun mematikan mootor nya " kita sudah sampai " ucap Evan . Tias kebingungan dari mana Evan tahu tempat tinggal Tias " dari mana kakak tau tempat tinggal saya. " ucap Tias mersa heran .
" anggap aja aku penggemar rahasia kamu, cepat pulang kalo tidak ibu mu akan mengadu yg tidak tidak pada ayah mu ." ucap Evan sambil tersenyum . Tias melongo sambil turun dari motor ,
" terima kasih kak sudah mengantarkn pulang , " ucap Tias .
Evan hanya tersenyum dan berlalu pergi .
sesampai nya di rumah Tias di sambut ibu tirinya dengan pekerjaan yang menumpuk.
" cepat ganti baju selelah itu cuci semua baju dan piring kotor , " ucap ibu tiri nya , setelah itu Tias masuk ke kamar nya lebih tepatnya dapur Tias tidur didapur dan tida di ijinkan tidur di kamar di lalam rumah . Tias menerima semua dengan ikhlas karena iya berpikir iya masih beruntung ada yang masih bisa menerima nya di bandingkan anak anak jalanan di luar sana..
ketika Tias sedang mengganti bajunya tiba tiba ." ini makan cepat habiskan setelah itu kerjakan semua nya dengan cepat " ucap ibu tiri nya sambil membawa sepiring nasi dan lauk nya dan segelas air , Tias cepat mengambil makanan tersebut dan memakan nya . yang Tias terima bukan lah makanan layak lebih tepat nya makanan sisa Tias di perlakuan seperti binatang di rumah nya dimana segala hal di atur oleh ibu tirinya dimana Tias harus membayar makanan dan tempat tinggal nya dengan mengerjakan semua perintah ibu tirinya yang kadang tidak masuk akal seperti Tias di perintah kan untukk mencuci genteng rumah satu persatu.
setelah makan Tias bergegas mencuci pakaian tetelah itu mencuci piring mengepel dan menyetrika pakaian . tak terasa jam menunjukan JM 10 malam Tias pun bergegas untuk tidur karna Tias harus bangun pagi tanpa sengaja Tias melihat adik tirinya di balik pintu sedang memakan makanan seperti puding, coklat,susu, dan banyak lagi Tias menelan ludahnya "gek,.. semoga apa yg di makan adik ada sisa nya agar aku bisa merasakan apa rasa makanan itu . " ucap Tias yg mengharap kan makanan sisa dari adik tirinya sambil memegang perutnya yang lapar karena makanan yang di berikan ibu tirinya nya sangat sedikit jadi Tias merasa lapar kembali setelah bekerja .
Tias kembali ke dapur untuk beristirahat Tias mengambil kasur lantai dan membaringkan tubuhnya yang pegal semua karna bekerja seharian
iya pun terlelap dengan menahan lapar
dan berlinang air mata meratapi nasibny
Tias bangun pagi-pagi sekali seperti Biasa menimba air untuk ibu tirinya setelah itu bersiap untuk pergi sekolah Tias Tampa sengaja melihat ayah nya namun ayah nya acuh tak peduli menganggap Tias tidak ada
Tias berjalan menyusuri gang kecil rumah nya setiba nya di ujung gang Tias melihat Evan di atas motor menunggu sese orang.
" kak Evan lagi apa disini " ucap Tias
" nungguin kamu " ucap Evan sambil tersenyum
" nunggu aku tapi kenapa " Tias merasa bingung
" mulai hari ini aku akan jemput dan antar kamu pulang setiap hari " ucap Evan dengan percaya diri
"dan jangan ada penolakan mulai kekarang aku pacar kamu" ucap nya lagih
Tias menganga dan membuka mulut nya kaget
" apa kakak saadar apa yang kakak , ucap kan." ucap Tias
" tentu dengan sadar dan sehat jasmani dan rohani"
uap Evan. " ayo... berangkat ucap nya lagih
merekapun berangkat kesekolah tias .
takterasa waktu cepat berlalu di balik kesedihan Tias Evan selalu ada sebagai pengobat rasasakit dan kepedihan Tias mereka menjalin hubungan sudah 9 bulan dan tidak lama lagi Tias akan naik kelas ke kelas 3 SMP
seperti biasa Evan menjemput Tias sepulang Tias bekerja " as... " pangil Evan
"ya.... ada apa kak" jawab Tias
" besok lusa aku akan pergi ke Jakarta ada urusan keluarga aku janji akan cepat kembali kamu mau apa aku akan beliin kamu hadiah " ucap Evan
" aku ingin kakak cepet kembali aja dengan selamat tanpa kurang apapun " ucap Tias.
dan mereka pun berpamitan dan berpisah di gang ituh.
satu Minggu telah berlalu tak ada kabar ataupun surat dari Evan Tias menjalani semua seperti biasa ketika Evan belum hadir di hidup nya menjala
ni semua dengan hampa tanpa obat hati nya
pagi seperti biasa Tias berjalan kaki kesekolah namun tiba-tiba " Tias yang sabar ya gue yakin Lo... kuatt..." ucap Desy
Tias bingung dengan ucapan dari Desy
tiba-tiba Revan dan teman teman nya datang bersaman " Tias maaf adik gue Evan gak bisa balik lagi ke kamu " ucap Revan
" aku gak apa-apa kak kalo memang kak Evan ga biasa kembali ke aku aku ikhlas kalo ada wanita yg lebih baik di banding aku." ucap Tias tersenyum
namun hatinya trasa sakit
" kamu dan Desy ikut aku sekarang aku udah minta izin kesekolah kalian gak masuk sekolah , " ucap Revan .
Tias masih mersa bingung dengan apa yang terjadi Tias hanya mengikuti perintah Revan .
setelah 30 menit Tias dan Desy sampai di sebuah rumah . tapi rumah trsebut banyak sekali orang yg sedang menangis dan bersedih kebingungan menghampiri Tias hati Tias trus bertanya ada apa ini sebenarnya. tiba-tiba ambulans datang dan berhenti di depan Tias Revan datang meng hampiri Tias Reva memegang tangan Tias kamu harus kuat. Tias menatap Revan dengan lekat.
mobil ambulans di buka dan ada zenajah yg di keluarkan tiba-tiba Sura teriakan memecah ketegangan suara Seong ibu histeris memanggil nama Evan seketika Tias trjatuh tanpa tenaga bagi di sambar petir disiang bolong tanpa airmata dan Tampa kata kata Tias tida percaya dengan apa yang terjadi saat itu
Evan selesai di makamkan Tias tidak menangis atau berbicara Tias menahan rasa sakit yang tida Tara dimana harus kehilangan penyemangat hidup nya kekasih yang datang secara tiba-tiba dan perginya pun tiba-tiba bagai raga kehilangan nyawa nya seperti itu yg Tias rasakan .
tiga hari telah berlalu semenjak Evan meninggal dunia Tias masih seperti itu tak menangis atau berbicara sudah seperti mayat hidup. Tias sedang belajar di kelas tiba-tiba Desy memanggil" Tias ..,ti...asas....." ucap Desy menghampiri .
Tias hanya melirik tnpa menjawab " Tias .... ada Revan di luar mencari kami " ucap Desy . Tias pun bergegas menuju ke arah Revan berada dan Revan memberi sebuah kalo pada nya dan sebuah surat Tias membuka kado tersebut dan di dalam nya ada sebuah HP di dalam hadiah tersebut lalu Tias membuka surat itu dan membaca nya
to : Tias
hy.....aku bingung mau nulis apa tapi yang jelas ini surat cinta pertama ku jangan tertawa .. Tias sudah lama aku ingin memberikan sesuatu untuk mu jangan dilihat dari apa yg aku beri padamu tapi liat niat di balik itu aku menyayangi mu saat pertama kali aku melihat mu aku merasa kamu sepesial gadis kecil yang baik hati juga tegar selalu tersenyum dalam ke Adan apapun .
Tias..... apa kamu mau menjadi pacar ku ,,, maaf aku mengatakan nya sekarang bukan saat aku mengantar kamu pulang untuk pertama kalinya Karana aku takut kamu menjauhi ku jadi aku langsung mengatakan aku pacar kamu dasar konyol tapi kamu juga aneh langsung menerima semua yang aku katakan mungkin kamu terlalu baik hati tiak ingin orang lain kecewa . terima kasih atas pengalaman yang sangat berharga bersama mu aku mengerti arti hidup dan cinta pertama itu apa I LOVE YOU TIAS
from: Evan
Tias menangis dan ambruk di lantai Tias menangis sejadi jadinya dan di peluk Desy dan Revan