Deburan ombak terdengar berirama ditelinga Hembusan angin terus menyapa wajahku "Aku memejamkan kan mata dan menatap samudera lepas, biru nan indah. terpancar sinar mentari dan warna biru langit memantul kan keindahan Yang tak pernah ku nikmati sebelumnya.
Saat Aku merentangkan tangan ku di depan Kapal pesiar Tiba tiba saja Ada seseorang Yang menarik tangan ku"Hentikan Apa kamu sudah gila Ingin melompat dari ketinggian kapal ini" Ucap seorang pria Tampan yang merengkuh tubuhku ke pangkuannya.
Kemudian aku melepaskan pelukannya sambil mengumpat" Kamu Yang gila ,kau fikir aku akan mengakhiri Hidupku Disini Maaf ya tuan saya bukan perempuan bodoh yang seperti ada di fikiran anda,saya hanya sedang menikmati keindahan Samudera ini"
Aku memandang pria yang kini tengah terkejut mendengar umpat an ku.
"Maaf aku kira kamu wanita gila yang patah hati karena cinta" ucapnya Yang malah membuat darahku mendidih.
"Apa kamu bilang ...! saya wanita gila" ucapku.
"Tidak_tidak maksud saya tidak seperti itu" Tutur pria tampan berusaha menjelaskan kesalahan nya dalam berbicara.
"Terus maksud anda apa berbicara seperti itu,Denger ya .Jadi orang itu jangan sok tau urusan orang,enak saja kamu ngatain saya wanita gila"
Aku mengumpat dan pergi dari hadapan pria yang merusak mood ku di pagi itu"Ayunda Kamu darimana saja Mamah cari kamu dari tadi pagi Tau nya kamu disini" ucap ARTITHA ibu ku.
"Iya maafkan Yunda mah ,pergi gak bilang bilang " ucapku terhadap ibuku.
"Siapa pria itu ? " Tanya ibuku terhadapku.
"Ayunda juga gak kenal,mungkin orang gila kali" ucapku membalas pertanyaan ibuku.
sementara ibuku hanya menggelengkan kepalanya Karena sikapku memang seperti ini sama orang asing yang sok akrab.
"Nak kamu jangan bersikap seperti itu ah,gak sopan itu namanya" timpal ibuku yang mengikuti langkah kakiku diantara Banyaknya orang yang ikut serta berlayar menikmati indahnya pesona kapal pesiar milih Ayahku yang baru diluncurkan.
"Lagian orang itu ngira Yunda mau loncat dari kapal,kan aneh aneh aja " Ucapku.
"Iya mamah ngerti ,tapikan maksud pemuda itu baik mau menolong kamu" Ucap ibuku terhadapku.
"Orang kaya gitu mam ,sebut baik,dia kaya nya cuman mau Modus aja deh" Aku membalas ucapan ibuku.
"Yasudah kalau begitu kamu cepet mandi dan Mamah tunggu di VIP Room ,Ada seseorang yang ingin mamah sama papa kenalkan ke kamu" Tutur ibuku.
"Hemmmm kebiasaan deh kayak nya papa,nyuruh aku cepet-cepet nikah lagi" gumamku dalam hati.
"Yasudah mam,Aku ke kamar duluan ya"
kemudian mamahku tersenyum dan aku berjalan menuju kamar khusus Alias kamar yang dirancang khusus untuk para tamu elite Rekan kerja dari papa ku.
"Gemercik air terjatuh membasuh badanku Yang tengah memainkan busa sabun Nan wangi di bawah guyuran Air shower"
Beberapa saat kemudian Akhirnya aku menuntaskan mandi ku.
kini aku tengah berdiri di Depan lemari baju yang dilengkapi dengan gaun_gaun yang indah dan super mahal.
Namun saat aku mengitarkan pandangan Aku melihat satu kotak yang bertuliskan "Gaun untuk Nona muda"
Dalam fikiran ku langsung terbesit Ini adalah kado spesial dari Papa,Aku langsung membukanya "saat aku membukanya Betapa bahagianya aku ini adalah gaun yang sangat aku inginkan selama ini"
Aku langsung memakai gaun Yang berwarna soft pink ini dan dipadu padankan dengan sepatu kaca ku , Kemudian aku merias wajahku di depan cermin.
saat aku telah selesai berdandan Aku menaruh kembali kotak gaun Yang berkilau dihiasi berlian di situ aku menemukan surat kecil Yang ditujukan untuk ku.
"Semoga kamu menyukai gaun Rancangan ku ini,Aku ingin melihat Yang memakai gaun ini Adalah benar_benar wanita yang seperti Puteri Melayu yang lahir di Tanah Malaka"
from DANIEL.
"setelah aku membaca isi surat ini Aku sungguh tidak menyangka bahwa Designer nya langsung yang menulis surat dan merancang gaun khusus untuk ku,Aku sudah bahagia padahal aku belum tau Seperti apa dan sebaik apa orang yang bernama Daniel ini"
"Nona muda sudah siap"ucap salah seorang pelayan yang kini berdiri di ambang pintu kamarku.
"Tentu saja aku siap,Ayo Antarkan aku ke acara jamuan makan siang" ucapku sambil mengulurkan tangan ke pelayan.
Karena aku agak kesusahan berjalan dengan mengenakan gaun ini.
"Sebelah sini nona "ucap si pelayan mempersilahkan aku masuk ke VIP Room.
"Saat aku membuka pintu " pandangan ku tertuju pada sosok pria yang tadi sempat mengira aku akan meloncat dari kanopi kapal.
Pria itu berambut cokelat,Matanya biru hidung mancung dan sedap untuk di pandang"Namun ketika aku mengingat kejadian tadi Aku sangat sebal terhadap orang itu.
Tapi setelah aku meneliti ke kanan dan ke kiri disana terlihat juga papa dan mama,dan dua orang sebaya dengan papa dan mama.
"siapa sebenarnya orang ini" Tanyaku dalam hati.
kemudian Mamah ku menghampiri ku"Ayo sayang sini mamah kenalkan dengan teman papa kamu"
Aku pun Terduduk di samping Papa dan mama, sementara di depan ku Ada pria yang berambut coklat dan kedua orang tua , seperti nya adalah orang tua dari pria
berambut coklat ini.
"Gak nyangka ya jeng,Ayunda sudah sebesar dan secantik ini" ucap wanita paruh baya yang masih terlihat cantik yang kini duduk berhadapan denganku.
"Apa...Mereka tau namaku,siapa sebenarnya mereka" tanyaku dalam hati.
kemudian pria berambut coklat itu mengulurkan tangannya terhadap ku" Hay kita ketemu lagi,Maaf kan kejadian yang tadi ya Sungguh aku tidak bermaksud kurang ajar,karena telah mengatai kamu"
"tidak apa-apa kok,lagian saya juga yang salah karena mengakibatkan Anda berfikir seperti itu" ucapku gugup dan berusaha seramah Mungkin .
"Oya Yunda kamu masih ingat om kan" ucap pria paruh baya yang wajahnya sangat mirip dengan pria berambut coklat itu.
Aku terdiam dan berusaha mengingat "Maaf om apa kita pernah bertemu sebelumnya ya" tanyaku Ragu .
kemudian semuanya Terkekeh terlebih lagi pria berambut cokelat itu" Kenapa semua nya ketawa sih " umpatku.
"Kamu memang dari dulu sangat lucu ya' o iya dulu kan kamu masih sangat kecil ya Kamu tidak ingat sama aku" ucap pria berambut coklat itu.
"Tidak memang nya siapa ya" Tanyaku yang semakin penasaran.
"Kamu Tau designer Rancangan gaun yang kamu pakai tidak" Ucapnya.
"Ya Taulah" ucapku jutex.
"Oyah kamu pernah lihat wajahnya " ucap pria berambut coklat.
"Kemudian aku hanya menggeleng kan kepala"Aku belum pernah bertemu dan kamu memangnya siapa?.
"Aku teman masa kecil kamu" ucap pria berambut coklat itu"coba kamu ingat ingat lagi.
sementara Para orang tua itu terkekeh melihat Anaknya saling mengobrol dan melontarkan pertanyaan.
"Yasudah kalau kamu tidak ingat biar aku saja yang kenalkan namaku duluan"Nama ku Putera Daniella Ramadhan.
Kemudian aku ingat kenangan masa kecil"Kamu putera ya ya sekarang aku ingat ,terus apa hubungannya dengan designer bernama Daniel fans berat ku.
"Aku Daniel calon suami mu , Ayunda" ucapnya. seketika aku terkejut "Apa aku tidak salah denger dengan apa yang kamu ucapkan Putra.
"Tidak Ayunda, coba saja kamu tanyakan kepada kedua orang tua kita mumpung lagi pada duduk disini" ucap Daniel kepadaku.
Bersambung....
Title : senja Diteluk Malaka
Author: Agus Irawan