Zodiak : ♍ Virgo
Kata Kunci: Tengah Malam
Peserta : @SpongeRick
@zien
Dengan menggunakan mobil minivans-nya, Risky dan keempat temanya Doni, Queen, Elsa, dan Lusi. Berangkat dari Ibukota menuju ke Hotellays yaitu sebuah perkampungan kecil dekat dengan Ibukota. Mereka semua berencana menghabiskan libur semester duanya untuk berlibur sejenak.
Di tengah perjalan mobil yang mereka kendarai tiba-tiba mengalami masalah, Risky pun segera menghentikan laju kendaraanya. Mereka pun segera turun untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
"Ya ampun bannya bocor. Ambilin ban serep cepet!" seru Risky sambil memegang kepalanya. Namun, sialnya ban serepnya juga bocor.
"Terus gimana ni?" Tanya Queen, akhirnya salah satu di antara mereka mengusulkan untuk mencari tempat penginapan karena hari sudah larut malam.
Mereka pun mengiyakan usalan salah satu temanya. Jalanan yang sepi dan belum lagi tertimbun salju membuat mereka sedikit kesulitan untuk berjalan.
"Ehh ... itu ada penginapan," ucap Doni sambil menunjuk ke arah rumah bercat biru toska. Mereka pun segera menghampiri rumah itu, kemudian Risky segera memecet bel yang berada di dinding rumah itu.
Ting Tong Ting Tong
Setelah beberapa detik menunggu pintu itupun terbuka, dan terlihat wanita setengah baya berdiri di hadapan mereka berlima.
"Permisi Bu, apakah benar ini tempat penginapan?" Tanya Elsa seraya terseyum,
"Iya..."
Ibu itupun segera mempersilahkan mereka berlima untuk masuk. Rumah yang sederhana tapi nyaman ditinggali itulah yang mereka rasakan sekarang.
"Maafnya, rumahnya kecil disini hanya terdapat dua kamar kosong," ujar Ibu itu sambil menyodorkan teh hangat yang di buatnya.
Setelah berbincang cukup lama mereka pun
segera beristirahat di kamar yang sudah disediakan. Pukul 00.00 Lusi terbangun dari tidurnya karena ingin ke kamar mandi tapi, karena ia sedikit penakut.
Ia pun membangunkan salah satu temanya. Namun, tidak ada yang ingin menemaninya karena tak kuasa lagi menahan ia pun memberanikan diri.
...
"Akhirnya selesai juga," ucapnya ia pun segera berjalan kembali ke kamarnya namun ia menemukan satu ruangan yang aneh. Ia pun mencoba masuk ke dalam dan terdapat sebuah lemari tua.
"Ah, apa itu? Seperti ada sinar dari dalam lemari itu," gumam Lusi. Karena penasaran Lusi pun membuka pintu lemari itu. Terlihatlah... pemandangan luar biasa.
Seperti hamparan salju! Karena penasaran, Lusi pun masuk kedalam lemari, walau dengan posisi badan menunduk pada awalnya.
Tapi tiga langkah kemudian, terlihatlah pemandangan indah penuh salju. Yang menakjubkan, adanya pohon-pohon yang berbuah permen dan bunga-bunga indah dari permen.
"Hai siapa kamu? Kamu pasti seorang pencuri!" teriak seseorang dari belakang Lusi.
Lusi pun berbalik. Terlihatlah seekor kelinci berukuran besar. Lusi melangkah mundur.
"A-aku Lusi ... aku bukan pencuri! Aku seorang teman," kata Lusi dengan sedikit takut.
"Aku Bensi si kelinci imut dan manis... aku adalah penjaga dunia permen. Maafkan aku yang telah menuduhmu sebagai pencuri. Akhir-akhir ini kami sering kecurian permen-permen, sehingga stok permen kami benar-benar menipis," kata kelinci itu.
"Duniamu sungguh indah, Bensi," kata Lusi.
"Ikutlah ke rumahku. Dirumahku banyak permen. Jadilah temanku. Aku suka teman... aku suka teman," kata Bensi sambil melompat-lompat. Hidungnya bergerak-gerak terus ketika ia berbicara.
"Kamu lucu sekali Bensi. Aku senang sekali menjadi temanmu, tapi aku harus kembali ke duniaku. Nanti teman-temanku mencariku," kata Lusi.
"Aku suka teman... aku suka teman. Teman-temanmu pasti baik sepertimu. Bawalah mereka kemari!" kata Bensi.
"Aku tidak janji. Tapi akan kucoba mengajak mereka kesini," kata Lusi sambil berbalik mencari pintu tempat ia masuk tadi.
"Aku akan mengantarmu," kata Bensi.
Tiba-tiba, di kejauhan... Lusi melihat sebuah bangunan indah seperti sebuah kastil kerajaan, yang hanya ia lihat dalam film saja. Tapi ia tak bertanya pada Bensi. Lusi segera bergegas masuk kedalam pintu begitu ia menemukannya.
"Bye Bensi," kata Lusi sebelum menutup lemari.
***
Keesokan harinya, Lusi segera membangunkan teman-temannya. Ia bercerita dengan penuh semangat tentang kejadian semalam.
"Ah kamu mimpi kali..." kata Queen.
"Tak mungkin itu mimpi! Aku betul-betul dalam keadaan sadar,"kata Lusi.
"Bagaimana kalau kita coba masuk ke dunia yang kamu ceritakan itu?!" kata Risky.
"Kita harus mencobanya tengah malam tepat pukul 00.00," kata Lusi.
"Aku setuju," Risky, Doni, Elsa dan Queen berkata dengan serempak.
***
Tepat tengah malam, pukul 00.00. Lusi dan keempat kawannya, kembali ke dalam ruangan dimana lemari tua yang diceritakan Lusi itu berada.
Benar saja... Dari dalam lemari tampak ada cahaya yang keluar. Lusi segera masuk kedalam lemari dengan diikuti teman-temannya.
"Bensi... Bensi... Lihatlah aku membawa teman-temanku," Lusi memanggil-manggil Bensi.
"Hai apakah kamu Lusi temannya Bensi?" ada suara kecil yang bertanya pada Lusi.
Ternyata suara itu berasal dari makhluk kecil bersayap dengan tubuh seorang gadis cantik. Ah, dia seperti Tinkerbell, pikir Lusi.
"Siapa kau? Kenapa kau tahu namaku?" tanya Lusi pada makhluk seperti Tinkerbell itu.
"Aku Azalea... aku sahabat Bensi. Bensilah yang telah bercerita tentang kamu padaku... Aku punya kabar buruk untukmu Lusi, Bensi sudah diculik oleh ratu jahat penguasa dunia permen ini," kata Azalea.
"Kenapa Bensi diculik?" tanya Lusi lagi.
"Karena telah datang ramalan bahwa ada 5 orang ksatria yang berasal dari dunia lain yang akan menggulingkan kekuasaan ratu jahat itu," jawab Azalea. "Dan Bensi diduga telah tahu siapa saja para ksatria itu," lanjut Azalea.
"Kalau begitu bagaimana kalau kita pergi ke istana Ratu Permen dan membebaskan Bensi," Lusi bertanya pada keempat temannya.
"Baiklah kita berusaha bebaskan Bensi," kata keempat temannya sepakat.
***
Istana Ratu Permen sangatlah indah. Didepan istana berjejer penjaga bertubuh tinggi besar dengan wajah yang terlihat kejam.
"Bagaimana ini? Hanya kau Doni yang juara karate.. Kami semua tak bisa berkelahi," kata Elsa.
"Mungkin aku bisa membantu kalian. Aku punya serbuk ajaib yang bisa membuat yang terkena serbuk tersebut menjadi tertidur," kata Azalea.
Azalea yang bisa bergerak secepat kilat, dengan cekatan menaburkan serbuk ajaib diatas kepala para penjaga. Benar saja.... tak lama kemudian para penjaga itu jatuh terkulai, tertidur dan mendengkur.
"Cepatlah kalian ambil pedang dan tamengnya para penjaga itu untuk alat pertahanan diri kita," seru Risky.
Dengan mengendap-ngendap Lusi dan teman-temannya masuk ke dalam istana. Dan setiap ada penjaga istana, Azalea segera menaburkan bubuk ajaibnya, sehingga tak lama kemudian sang penjaga itu akan jatuh tertidur.
"Nah itu ada penjara, mungkin Bensi ada didalam nya," kata Lusi.
"Oh Bensi... aku ada disini untuk membebaskanmu," kata Lusi ketika melihat Bensi didalam salah satu penjara, kedua tangan dan kedua kakinya terikat rantai besi.
"Ini bagianku," kata Azalea. Dengan menggunakan sihirnya, dia dengan mudah melepaskan ikatan rantai itu.
"Ayo cepatlah kita keluar dari istana ini, sebelum Ratu Permen mengetahuinya," kata Bensi.
Tapi....
"Ha ha ha ha .... Tidak secepat itu kalian bisa meninggalkan istanaku dalam keadaan hidup-hidup!" Ratu Permen datang sambil mengayun-ayunkan tongkat sihirnya kearah Lusi dan teman-temannya.
Dari tongkat sihir sang Ratu Permen itu, keluarlah kilatan-kilatan cahaya.
Lusi dan teman-temannya terus berusaha berkelit-kelit menghindari kilatan cahaya tersebut.
Risky melihat cermin yang tergantung di dinding. Ia mengambilnya dan memakai cermin itu untuk menangkis kilatan cahaya yang berasal dari tongkat sihir Ratu Permen.
Tak pelak lagi kilatan cahaya itu berbalik arah pada Ratu Permen.
Triiing.....
Seketika Ratu Permen berubah wujud menjadi patung es.
"Ternyata benar ramalan itu... Akan datang 5 orang ksatria yang yang akan menggulingkan Ratu Permen. Kalianlah para ksatria itu," kata Bensi kepada Lusi, Risky, Doni, Queen dan Elsa.
End