Zodiak : Leo
Kata kunci: Tirai
Peserta:
1. ✨Chiyuan (Jeon)°⚡🐊[JK®]🔮🌨️
2. ᶠˡᵃ•ʟɪꜱᴀᴀ♚᭄🍋🐾
[✨Chiyuan (Jeon)°⚡🐊[JK®]🔮🌨️]
Aku Sheila seorang mahasiswi, aku baru pindah rumah karena tidak dapat melunasi rumah sewa tempat tinggalku itu. Aku tinggal sendiri karena kedua orang tua ku telah meninggal sejak lama.
Aku pergi mencari tempat tinggal, namun tak menemukannya karena aku tak mempunyai uang untuk membayarnya di muka. Hari semakin gelap namun aku belum menemukan tempat tinggal.
"Aku Sheila tak kenal kata menyerah, aku akan tetap berjuang untuk mencari tempat tinggal walaupun hari sudah gelap."
"Permisi Paman, apakah ada tempat tinggal di dekat sini?" tanya ku kepada Paman itu. "Kau sedang mencari tempat tinggal yahh? Hmm, ada di dekat sini, mari ku antar." jawab Paman itu sambil mengantarku ke sebuah rumah.
"Nah, di sini rumah nya, silahkan masuk" ucap paman itu sambil mempersilahkan ku masuk. "Baik, Paman... Paman berapa harga sewa rumah ini? Apakah harus membayar dulu?" tanya ku dengan heran karena ia tiba-tiba mempersilahkan ku masuk.
"Tidak perlu membayarnya dulu, nanti kalau kau sudah punya uang baru bayar yahh," jawab paman itu dan pergi.
Akhirnya aku menemukan tempat yang menerima ku untuk tinggal disitu. "Aku merasa senang telah menemukan tempat tinggal, namun aku juga merasa heran dengan paman itu kok dia begitu baik dengan orang yg baru dia kenal..
Orang lain yg menyewa rumah pasti harus ada uang muka untuk jaminan nya. Hah, lupakan saja yang terpenting sudah mendapatkan rumah untuk tinggal. Aku lelah, lebih baik beres-beres dulu baru bisa tidur" gumam ku.
***
Sepulang dari kampus, baru ku sadari bahwa rumah yang aku tinggali ini ternyata sudah tua, dilihat dari luarnya saja sudah mengerikan.
"Huh! Bisa-bisanya ada rumah tua seperti ini disini. Kira-kira ini rumahnya sudah berapa lama" pikirku dalam hati.
Aku pergi ke lantai atas untuk membersihkan dan sekalian melihat-lihat apa yang ada di sana.
"Ishh, berdebu banget, kayaknya udah lama nggak tinggali" ucap ku dalam hati. Aku mulai membersihkan masing-masing ruangan yang ada di atas. Pada ruangan paling ujung, aku menemukan sebuah kotak, ku buka lemari itu. Aku menemukan sebuah kotak besar saat ku buka kotak itu, terdapat tirai berwarna merah dan sangat bersih.
"Wow, ternyata dirumah ini masih ada barang yang sangat bersih, dan ini seperti tak pernah digunakan" guman ku.
***
Ku pegang dan ku raba² tirai merah itu, tiba-tiba terdengar suara ketukan dari pintu depan. Aku menaruh tirai merah itu dan pergi ke lantai bawah. Namun anehnya tidak ada orang diluar.
Aku kembali ke atas dan mengambil tirai merah itu untuk kujadikan gorden jendelaku. Saat selesai memasangnya, aku pun pergi mandi. Setelah selesai mandi, terdengar suara bel berbunyi dan aku menemukan sebuah kotak makan di depan pintu.
Aku pun mengambil nya dan membuka nya. Aku terkejut, ternyata di dalam nya ada tikus mati dengan darah yang menetes dan bau busuk yang menyengat, aku pun membuangnya dan cepat-cepat tidur. karena tak terbiasa dengan hal-hal seperti ini, aku sangat ketakutan kenapa hal seperti ini terjadi padaku.
[ᶠˡᵃ•ʟɪꜱᴀᴀ♚᭄🍋🐾]
Aku pun memutuskan untuk turun ke bawah. Mungkin secangkir susu coklat dapat menenangkan ku dan membuatku tidur dengan nyenyak. Aku duduk terdiam di meja makan sembari berpikir keras. "Siapa yang meletakkan kotak makan berisi bangkai tikus itu?" guman ku.
TOKK!! TOKK!! TOKK!!
"Siapa yang dapat kesini malam malam gini?" Aku meletakkan susu coklat ku dan datang menghampiri pintu depan. Clekk!! Ku buka perlahan-lahan, ku intip dan ku lihat kiri kanan. Udara yang dingin serta suara angin yang menghembuskan pohon menambah kesan horor bagiku.
Tak ada seorang pun diluar, sepi, senyap, bahkan hewan sekalipun. Aku mencoba untuk tak memikirkan hal-hal yang aneh itu. Ku tutup pintunya, dan kembali ke meja makan.
"Hah?!" Aku terkejut melihat cangkir susu ku kosong. Seingatku aku belum menghabiskannya, tapi kenapa jadi habis gini. "Kayaknya ada tikus, deh. Maklum rumah tua" ujarku melihat cangkir susu itu kosong.
Aku pun kembali ke atas untuk tidur di kamarku. Ku buka pintu kamar. "Ahh, gordennya bagus juga, ya. Jadi serasi sama warna catnya" ujarku sembari menatap tirai merah yang baru saja ku pasang tadi siang.
Aku pun membaringkan tubuhku diatas kasur. Perlahan-lahan aku mulai mengantuk dan tertidur lelap.
BRAKKK!!
Aku terkejut dan seketika terbangun dari tidurku. Bagaimana tidak, jendela kamarku tiba-tiab terbuka lebar. "Aduh, anginnya kencang lagi" keluhku sembari menutup kembali jendela kamarku.
Aku kembali tidur, rasanya mataku tak tahan untuk tetap terjaga. Tokk!! Tokk!! Tokk!! Aku kembali terbangun mendengar suara ketukan. Bukan ketukan pintu, melainkan ketukan dari jendela kamarku. Ku buka tirainya dengar segera.
SRETT!!
Deg!! Deg!!
Sesosok kepala wanita muncul di depan jendela kamarku. Kukunya yang tajam, serta bola matanya yang tak ada membuatku langsung berpikiran bahwa ia adalah hantu.
"AAAHHH!!"
Aku berteriak kencang dan terjatuh ke lantai. Sosok wanita itu masih berada di liar di jendela. Kukunya yang panjang dan runcing itu mengetuk-ngetuk jendelaku tak henti-henti.
"Tiraiku, tiraiku, siapa yang mengambilnya?" Sosok itu mengucapkan kata itu berkali-kali, tak henti henti. Sepertinya ia tak dapat melihatku.
Aku ketakutan, pikiranku kacau, aku tak dapat berpikir jernih. Ingin ku lari, tapi rasanya kaki ku tak mampu menopang berat tubuhku. Bulu kudukku berdiri, seketika aku bermandikan keringat dingin.
"Pergi, pergi, pergi!!" teriakku berkali-kali berharap hantu itu pergi. Rasanya aku ingin menangis dan pergi dari rumah itu. Namun entah mengapa aku tak dapat menggerakkan tubuhku.
"Aku ingin pulang, mama tolong aku" Aku menangis histeris sembari menundukkan kepalaku.
Ku lihat ke arah jendela, untungnya sosok wanita itu telah pergi. Meski begitu rasa takut tetap menghantuiku.
Aku menutup gordennya, naik ke kasurku dan menarik selimut. Aku tak bisa tidur, sekarang aku hanya bisa diam dibalik selimut berharap pagi cepat datang. Mataku terasa berat, namun ku coba untuk tak tertidur.
TOKK!! TOKK!! TOKK!!
Terdengar suara ketukan dari luar jendela. Aku tak mau membukanya, aku takut, aku tak mau bertemu sosok itu lagi.
TOKK!! TOKK!! TOKK!!
Ia masih tak henti-hentinya mengetuk jendela kamar. Aku hanya terdiam ketakutan dibalik selimut.
"Sheila... Sheila... Sheila..."
"Bagaimana ia tau namaku?" Aku terkejut mendengar suara seorang wanita memanggil namaku. "Sheila..." Ia kembali memanggil namaku. Suaranya terdengar semakin dekat.
SRETTT!!
"AAAHHH!!"
Aku terjatuh dari ranjang tidurku ketika melihat sosok wanita berbaju merah membuka selimutku. Aku merangkak mundur hingga menabrak tembok. Sedangkan sosok wanita itu semakin berjalan ke arahku.
"Pergi, pergi, pergi!!"
"Siapa yang memintamu untuk mengambil tirai itu?" tanya wanita dengan nada berat. Ku rasa ia sangat marah besar.
"Siapa?"
"A-aku tidak sengaja" jawabku sembari ketakutan.
"Hihihi"
SRETTT!!
Sosok wanita itu menarik tubuhku dan melempar kearah jendela, lebih tepatnya tirai merah itu. Tubuhku serasa di lilit oleh tirai merah itu. Lilitannya yang semakin lama semakin kencang serasa akan membunuhku.
"To-tolong"
"Hihihi, matilah kamu!"
***
"Catharina, semoga kamu senang dengan gadis itu" ujar sosok pria tua yang sedang berdiri didepan rumah itu.
_[End]_