Karlina Putri itulah namaku. Orang-orang mengenalku dengan sebutan Karlin si gadis cantik, periang, perhatian,baik,dan ramah tamah. Kalau dari fisik aku memiliki kulit yang seperti buah sawo dan aku juga memiliki lensung pipi dikedua pipiku itu lah yang menjadi salah satu daya tarik yang ada di dalam dirinya.
Dia menjalin sebuah hubungan dengan seorang pria yang bernama Karan. Semua orang termasuk teman-temannya memanggil mereka dengan sebutan pasangan KK.
konyol sih ya, seperti yang kalian tau KK itu adalah kartu keluargakan. Nah kalau mereka beda KK itu adalah Karan dan Karlina wkwkwkw🤣
Hubungannya sudah terjalin selama 10 tahun lamanya. Kita berpacaran sejak SMP sampai kita kuliah. Aku dan dia kuliah di satu universitas namun beda jurusan. Walau pun kita waktu itu sempat berpisah waktu tamat SMA, tapi aku yakin kita akan bertemu lagi. Dan benar saja kita bertemu lagi di universitas yang sama.
****
sehingga beberapa tahun kemudian, kita berdua wisuda dengan hasil yang sangat memuaskan. Aku dan dia tidak ingin melewatkan momen bahagia itu, maka kita berdua mengabadikan momen itu dengan berfoto bersama sambil melempar topi wisuda dan saling berpelukkan dengan senyuman kebahagian yang terpancar di wajah kita berdua.
Kita memiliki rencana jika kita akan menikah pada saat kita berdua sudah sukses dan sudah bisa membahagiakan kedua orangtua kita masing².
tapi tuhan berkendak lain. Hubungan kita berakhir karena orangtua ku tidak merestui hubungan kita karena alasan beda agama.
Aku yang merasa sedih,kecewa dan marah. Marah pada orangtuaku tapi aku lebih marah dan kecewa pada Karan. Karena dia tidak ingin berjuang untuk mendapatkan restu dari orangtua ku. Aku sudah berusaha untuk membujuk orangtua ku tapi dia malah berkata.
"Baiklah jika ini keputusan bapak dan ibu, maka saya akan pergi dari kehidupan anak bapak".
bagikan tertusuk ribuan duri. Hati ini hancur berkeping² saat mendengar ucapan Karan tadi dan dengan tega nya dia pergi begitu saja.
Aku terpuruk dalam kesedihan, aku kecewa, aku marah! Aku melihat momen dimana saat kita saat pacaran dulu, dan semua itu hanya sebuah kenangan yang pahit.
coba bayangkan gimana sakit nya jika kita sudah berpacaran selama 10 tahun dan berakhir karena beda agama, sedih banget tapi apa lah daya ku.
-----
aku tidak mendapatkan kabar dari Karan lagi, dia tidak pernah mengirim ku pesan atau menelfon ku.
sehingga suatu hari aku mendapatkan sebuah undangan pernikahan, yang bikin aku terluka kembali adalah nama yang tertera di undangan itu atas nama Karan dan Loviani. Aku langsung merobek undangan itu dengan hati yang teramat kecewa dan sakit.
Aku memutuskan jika aku tidak akan datang kepernikahan nya tapi mama ku menyuruhku untuk datang, untuk membuktikan bahwa aku bisa bangkit dari kesedihan ku. Awal nya aku menolak tapi rasa kecewa ku lebih besar daripada rasa cinta ku padanya.
aku pun memutuskan untuk datang ke hari pernikahan nya.
*****
H-1. Aku datang kepernikahannya, aku merasa sakit melihat dekorasi pernikahan itu dan foto wedding yang terpajang di depan pintu masuk yang membuat butiran benih jatuh kepipi ku saat melihat keromantisan dan kebahagiaan yang terpancar di kedua wajah mereka. Aku langsung mengusap air mata ku dan langsung masuk kedalam.
Aku pun berjalan kedepan dan duduk di antara para tamu undangan yang lain. Beberapa menit kemudia kedua pengantin datang dengan salah satu tangan Loviani menggandeng tangan Karan dan satu nya lagi membawa bungket bunga putih sepadan dengan gaun nya. Gaun pengantin yang aku impikan saat aku ingin menikah dengan Karan tapi sekarang semua itu hanya mimpi.
sakit sangat sakit hati ini, melihat orang yang kita cintai berjalan dengan seorang wanita menuju kepelaminan. Tapi aku langsung menyangkal nya dan menguatkan diriku walau hati ini kecilku berkata.
"Harusnya Aku Yang Disana, Berdampingan dengan nya"
Aku menyangkal air mata ku supaya tidak jatuh, saat mereka melewati ku. Pandangan ku dan Karan sempet bertemu dan aku langsung mengalih kan pandangan ku supaya aku tidak terlihat lemah di mata nya.
beberapa jam kemudian, momen dimana yang sejak tadi ku tunggu² adalah para tamu memberikan ucapan selamat kepada kedua pengantin. Dan giliran ku pun sudah tiba, aku berjalan dengan anggun kearah mereka dengan senyuman yang ku pancar kan walau hati ini menangis tapi aku tidak ingin air mata ini keluar. Setelah aku memberikan selamat kepada mereka, aku pun langsung berlari keluar sambil menangis.
karena aku sudah tidak bisa membendung nya lagi, air mata ini lolos begitu saja. Aku nangis di sebuah taman aku menangis takdir cinta dan kehidupan ku yang pahit.
tapi aku yakin, jika tuhan akan memberikan ku sebuah kejutan untuk ku di masa depan dan tuhan tidak akan menguji umat nya jika beliau tidak memiliki rencana untuk kedepan nya.
TAMAT.