Sumenep - pamekasan
'' aku mencintaimu bagai air mengalir aku membutuhkanmu seperti aku butuh darah rasa itu takkan rampung dan usai ''.
Begitulah perasaan seorang gadis berkulit hitam manis yang memperjuangkan cintanya .Lama sudah mereka bersama dan akhirnya mereka berpisah tempat karena pemahaman yang berbeda, sebut saja gadis itu bernama Arika dengan nama panjangnya anandi Arika.
Arika sangat mencintai seorang lelaki tampan yang sering ia panggil dengan sebutan Bangfa, namanya adalah Ardika Fairus. Mereka menjalin hubungan kurang lebih 3 tahun . Arika sedang menempuh pendidikan di SMKN 1 SUMENEP sedangkan Fairus di MA NOERFADHILAH tepatnya di Pamekasan ,mereka jarang sekali untuk bertemu.
Di suatu ketika Arika jatuh sakit ia terkena cacar air lalu ia pulang kerumah sedangkan Arika tidak memberi tahu Fairus bahwa ia pulang , tanpa berfikir Fairus bergegas pulang setelah mendapat telfon dari teman Arika bahwa ia sedang sakit
Langsung saja ia kerumah Arika setibanya di sana Arika bergelut di tempat tidur ia sedang tidur .
'' cha, bangun aku di sini ''
Ia memanggil kekasihnya dengan panggilan cha
Wajah tampak terkejut arika bangun
'' bangfa, kapan kamu datang ,untuk apa kamu di sini ''
'' aku tau kamu sakit jadi aku pulang''
'' sudahlah ,sana pulang kamu pasti jijik melihat wajahku yang seperti ini''
''kata siapa ? Sudahlah cha aku dulu juga pernah seperti kamu malah lebih parah dari ini ''
''gak pokoknya kamu pulang sana kamu pasti malu punya pacar sepertiku dengan kondisi wajah buruk rupa seperti saat ini''
Arika sangat berontak tetapi fairus berupaya menenangkannya tapi tetap saja Arika marah, Fairuspun mengajak Arika jalan-jalan keesokan paginya. Merekapun menikmati jalan-jalannya di perujung waktu tiba-tiba arika menampar Fairus dan Fairuspun agak marah ia bertanya-tanya mengapa Arika melakukan itu Fairus terbawa suasana kacau ia langsung memarahi Arika , tanpa menjelaskan menjelaskan mengapa ia menampar Fairus tanpa sebab . Suasanapun tak seperti biasanya rasa berkecimpung di dalam hatinya sangatlah berontak .
Dua hari berlalu Arika dan Fairus sama-sama kembali ke asramanya , Fairus menghubungi Arika namun tak ada respon dan sering kali ia mengirim pesan singkat tapi tak di baca oleh Arika .
Putri , teman seperjuangan sekaligus sahabat Arika tempat meluapnya segala perasaan ia sahabat yang mengerti ,ia meceritakan bahwasanya dia menampar Fairus hanya ingin membuat Fairus marah dengan sengaja agar Fairus dengan wanita lain yang lebih sempurna darinya ujarnya jelas karna ia malu dan kasian dengan Fairus mempunya pacar berwajah begitu .
Tanpa sepengetahuan Arika , putri menulis pesan singkat yang tertuju kepada Fairus ia menceritakan apa yang Arika rasakan dan alasan mengapa Arika menampar Fairus, akhirnya Fairus tau yang sebenarnya tanpa kata fairus mengungkapkan apa yang ia rasakan lewat story whatshappnya dengan caption yang ia ambil dari kutiban buku boy candra (senja, hujan, dan cerita yang telah usai)
'' Aku hanya ingin kamu memahami jikapun masih harus berjalan lagi kakiku akan lebih kuat jika kamu ada di sisi. Jikapun harus berjuang lagi tubuhku akan lebih tabah jika kamu yang menemani, jangan kemana-mana sebab bagiku kamu begitu istimewa. Jangan pergi meninggalkan hati meski tanpamu aku tetap berusaha tidak mati , dekaplah aku dan mendekatlah dalam semua hal yang aku rindu ,aku ingin kamu tetap menjadi seseorang yang setia bersamaku apapun nanti yang kita jalani bersamamu akan terasa tidak pernah hampa , bersamamu segalanya menjadi hal-hal yang ingin kubuat nyata”.
Lalu Putri memberikan handponenya pada Arika dan memberi tahu bahwa Fairus Membuat story whatsapp akhirnya Arika membacanya waktu itu juga perasaan Arika berkecamuk dengan bersalahnya kepada Fairus dan saat itu juga Arika sangat merasa beruntung mempunyai kekasih seperti Fairus yang bisa menerima segala kekurangan Arika sejak itu juga Arika mengetahui tetek bengek Fairus. Tak menunda waktu lagi Arika langsung menghubungi Fairus ia meminta maaf karena kesalahan yang ia perbuat.
Hubungan mereka bai-baik saja tanpa ada perubahan mereka sering menyempatkan waktu untuk bertemu ketika pulang meski hanya beberapa jam bertemu mereka cukup senang, waktu itu tectona menjadi saksi mereka mengambil foto berdua dengan tema baju warna hitam putih abu-abu . Hal-hal yang mereka sulit lupakan iyalah pada saat semua moment mereka bertemu , menurut mereka adalah hal yang sulit untuk di lupakan .
Satu bulan berlalu Fairus dan Arika jarang berkomunikasi lantaran sikap Fairus yang berubah drastis tidak seperti biasanya , Fairus yang biasanya selalu memberi kabar iapun perlahan hilang, Arika sangat mengkhawatirkan Fairus, rasanyapun ia bercampur aduk dengan pemikiran negatif tentang Fairus, Arika berfikiram bahwasanya Fairus mencintai wanita selain Arika.
Ketika Arika menelfon Fairus, seolah-olah Arika bukan siapa-siapa di hidup Fairus, namun Arika berfikir mungkin Fairus bosan dengan hubungan seperti ini lalu Arika memposting foto Fairus di akun facebooknya dengan caption '' dia berubah ya, dulu dan sekarang beda banget'' ,tapi postingan itu mendapat tanggapan yang negatif dari pihak keluarga Fairus yaitu ayah Fairus.
Arika berusaha menjelaskan kesalah pahaman itu tetapi ayahnya bersikeras dan saat itu juga ayah Fairus tidak menyukai Arika.
Fairus marah kepada Arika karena persoalan itu, tanpa menunggu lagi ketika Arika mengangkat telfon dari Fairus .
'' maaf, kita tidak bisa melanjutkan hubungan ini, aku tidak bisa memperjuangkanmu karena untuk apa di perjuangkan jika orang tuaku saja tidak merestui hubungan kita '' ujarnya perjelas.
'' bangfa , coba saja kamu tidak merubah sikapmu aku tidak akan memberontak dan satu lagi orang tuamu salah fahan tentang masalah ini '' .
terdengar jelas isakan lirih tangis dari Arika , bibirnya keluh untuk banyak membahas tentang itu, tetapi tetap saja Fairus mengeluarkan semua emosinya pada Arika. Arika merasa hatinya hancur lalu langsung mematikan telfonnya tanpa merespon apa yang Fairus katakan ,terlihat jelas wajah dan matanya memerah perasaannya ikut runyam. Setelah kejadian itu Fairus dan Arika semakin hilang komunikasi ,jarang terlihat postingan dari keduanya , Arika hanya bisa berharap bahwa ia bisa kembali lagi seperti sebelumnya.
Fairus adalah sosok lelaki yang puitis semenjak kejadian itu ia banyak menciptakan sebuah puisi seraya untuk mencurahkan perasaannya melalui puisi yang di buatnya, yang paling menyentuh dari puisinya yang ia buat yaitu berjudulkan '' Rasa cinta hanya membuat resah'' yang bertitimangsa sumenep-pamekasan 05 mei 2018 yang berkutipan seperti d bawah ini .
Hari ini
Tak ada lagi senda gurau
Tak ada lagi belaian manja
Semua hanya menyisakan luka
Hilang tanpa jejak
Kenapa harus bertemu
Bumi ini luas ....kenapa ?
Sebuah rasa cinta hanya membuat resah
Hari ini
Waktu tak menjadi biasa
Kunci suatu kisah kasih merah muda telah hilang
Dan warna biru menjanjikan sesuatu telah pudar lantas kemana aku akan mencari kunci itu
Dan kepada siapa lagi aku bisa mendapatkan warna biru itu
Hari ini
Semua terlihat suram namun terang
Langit menangis
Dan mentari memancarkan keagungan
Semua sperti singkat.
Terungkap jelas Fairus merasa kehilangan dan ia merasa perjalanan cintanya begitu cepat iapun bingung kebahagiaan seperti saat-saat ia bersama Arika. Teringat semua keadaan mereka lewati bersama, susah senang hujan dan terik matahari ia tak perduli meski ada saja yang menghalangi hubungan mereka, merekapun tetap bertahan tapi entahlah hubungan mereka pupus karena satu kesalahan . Fairus memutuskan Arika begitu saja meski pada dasarnya Fairus dan Arika mempunyai rasa yang sama. Salahnya, Fairus langsung memutuskan Arika tanpa banyak kata tanpa menjelaskan semuanya, dalam hal ini Fairuslah yang harus di salahkan karena perubahannya, Arika langsung memberontak. Dan hari itu tak seperti biasanya dua perasaan saling terluka satu sama lain, hanya karna kesalahan kecil berakibat fatal .
Berbulan-bulanpun berlalu pada akhirnya Fairus mengabari Arika lewat pesan whatsappnya .
'' apa kabar ? Aku minta maaf telah bersikap kurang baik, aku tidak berniat berkata kasar padamu ,lagi pula aku masih mencintai kamu''
'' iya aku baik, dan sebaiknya sesuatu yang sudah berlalu biarkan berlalu tak perlu untuk di bahas'' ujarnya
''cha, andai kamu tau di posisiku ini sulit harus memilih antara kamu dan orang tuaku, aku berfikir beribu-ribu kali dan sudah aku putuskan aku memilih kamu cha, aku akan memperjuangkan kamu cha''.
'' sudahlah bangfa aku tidak mau kamu lebih memilih aku di bandingkan orang tuamu , aku sudah cukup ikhlas dengan keputusanku kamu harus menuruti apa yang orang tuamu mau ''
''tapi cha dari perpisahan kemarin aku masih mencintai kamu ,aku tidak mau meninggalkanmu karena masalah ini ,jadi aku harap kita bisa kembali dengan sebuah cerita baru tentang ARIFA''.
Akhirnya Arika mau kembali setelah Fairus memaksa Arika untuk kembali seraya bergumam di hati Arika bagaimana cara melanjutkan cintanya jika saja hubungan tidak mendapat restu orang tua. Fairus sering kali sibuk sampai tidak mempunyai waktu untuk mengabari Arika , ia jarang sekali untuk memberi kabar untuk Arika .
Arika sering kali mengatakan setiap Fairus memberi kabar ia selalu bertanya tentang wanita yang sering kali menandai postingan di akun facebook milik Fairus, jawabnya dia hanya adik kelas yang lagi pula aku hanya berteman dengannya. Arika tak percaya berkali-kali menanyakan hal yang sama tapi Fairus mengatakan “hubungan kita sampai di sini saja karena orang tuaku tidak merestui hubungan kita dan itu adalah alasanku jarang memberi kabar dan tidak menghiraukanmu”. Spontan jawab Arika ujarnya, sudahlah aku akan melupakanmu, sambung kata.
Tiga hari berlalu ternyata Fairus memposting foto wanita itu dan dari situlah Arika mengetahui segalanya tentang Fairus, perasaan Arika berkecamuk tapi tak ia hiraukan karena Arika tahu seorang lelaki yang mencintainya dengan tulus tidak akan meninggalkannya karena situasi apapun.
Membuang mutiara hanya demi sebuah batu kerikil.