Didalam kelas yang begitu ramai dengan banyak nya percakapan
Wanita bernama Tian , terlihat menyendiri dari banyak orang dikelas .
Dia bukan dikucilkan oleh orang orang dikelas
Tian hanya saja memiliki dunia yang berbeda dari mereka yang ada dikelas
Disebelah Tian duduk , ada seorang lelaki
Yang begitu lumayan tampan dan dikenal sebagai orang yang mudah bergaul
Berkebalikan dengan sifat Tian yang selalu ingin menyendiri dikelas .
Tian sendiri belum lama ini mulai menyukai lelaki itu .Tian yang selalu menutup dirinya mulai mencoba membuka diri kepada hal yang disekitar nya , dia mencoba untuk menarik perhatian si lelaki .
Dari mengubah model rambut yang acak acakan , menjadi lebih kekinian . Selalu memakai minyak wangi , bahkan mulai mencoba memake up wajah nya .
"Wahh Tian kamu udah banyak berubah ya , jadi terlihat lebih cantik "
"Ehhh... Benarkah !?"
Tian begitu senang dengan pujian ia dapatkan dari si pria itu .
"Iya bener lahh masa gua bohong sih , eh Tian lu udah ngerjain tugas pa Dudi belom ? "
"Udah jar , mau liat ?"
"Hehehehe tau aja Tian , minjem ya "
Hubungan mereka sebenarnya tidak terlalu jauh maupun dekat , rasa yang dimiliki Tian tak lebih dari suka satu sisi saja ...
Jam pulang sekolah sudah berbunyi
Tian langsung pulang kerumah nya .
Dikamar Tian , ia langsung membuka sebuah buku diary , menuliskan beberapa hal yang terjadi pada hari itu
"10 feb ,fajar masuk telat pukul 09.00 , dia setrap oleh guru sialan Endri , tapi muka fajar yang kelelahan begitu menawan ,terimakasih pada pak guru Endri walaupun seharusssnyaaa dia tidak memarahi fajar berlebihan , pada jam 10.00 fajar memuji ku karena perubahan yang aku buat ,AKU DIPUJI LEBIH CANTIK OLEH ANDRI ..."
Muka Tian memerah saat menulis buku itu ,Isi buku yang semulanya diary sekarang hanya berisi fajar dan fajar ...
"Wuihh kesemsem banget deh lu Tian "
"Apasih "
Tidak ada seorang pun diruangan itu melainkan hanya Tian sendiri .
Ini sendiri hal yang biasa bagi dia
Teman nya yang selalu ada didekat nya .
"Mumpung saya lagi baik , mau ga Tian ,aku bantu biar lelaki yang kamu suka itu menjadi suka kepadamu ?"
Tian mengabaikan kata kata teman nya .
Melanjutkan tulisan dibuku itu
"Nyesel lohh nanti kalau saya diabaikan terus, hey Tian mau tidakk?"
"..."
Tian terus mengabaikan nya
Tapi temannya itu terus mencoba merayu dan mengganggu Dia . Sampai beberapa saat Tian membentak teman nya itu .
"Bisa diem dulu sebentar ga sih lohh !!!, Gua ini lagi nulis , Nulis Cinta saya kepada dia apa kamu ga tahuuuu hahh seberepa penting nya kejadian hari ini , aku tidak inginnn melupakan nya akui ingin setiap kejadian itu ditulis dan akan terasa aku ingat ,dan suatu waktu aku ingin .... Aku ingin .... Menunjukan nya kepada dia BETAPPAAAA CINTA NYA DIRIKU INI KEPADA DIAAA ... HAHHH..."
Tian begitu terengah-engah dengan kata kata yang ia lontarkan kepada teman nya itu ,napas yang panjang ia ambil setelah menyelesaikan ucapan nya .
"Lah kok marah , yasudah kalau tidak mau"
Teman nya pun pada akhirnya menyerah berbicara pada Tian .
Besok disekolah , Seperti biasa Tian mencoba menarik perhatian dari si lelaki itu . Sampai pada pulang sekolah ia menemukan hal begitu mencengangkan ...
Salah satu wanita dikelas nya ditembak oleh pria yang Tian sukai , kejadian nya begitu ramai , pria itu menembaknya wanita didepan kelas.
Terlihat wajah yang begitu merona dimiliki si wanita itu , berbanding terbalik dengan muka lesuh yang ditampilkan oleh Tian.
Dirumah ,ia Tian menangis begitu tersedu sedu
"Bag..ai..mana mung..kinn ,Cintaaa ku cinta kuu direbut oleh oleh Wanita itu... "
"Uhh Tian , kalau saja kamu menerima bantuan dariku mungkin saja ini tidak akan terjadi "
Teman nya tiba tiba muncul dalam telinga nya
Tian yang menangis meminta maaf pada teman nya itu .
"Sudah Tian tidak apa apa , ini belum terlambat biarkan aku membantu mu ."
Mata Tian melebar dengan harapan nya yang tiba tiba datang , teman nya mulai menjelaskan kepada tian
Yang pada intinya , Tian akan melakukan pelet kepada si pria yang ia sukai itu .
Besok nya disekolah ,Tian kini mulai menguji keefektifan dari pelet yang ia lakukan kemarin ...
"Tidak berhasill !!! , kamu tukang tipu , aku susah susah mengumpulkan semua hal yang kamu mintaa tapi hasil nya , tidak ada sama sekali !!! "
Kemarahan meluap dari Tian kepada teman nya itu .
"Tenang tiann ,ini bukan karena pelet itu yang tidak berhasil , tapii ini akibat ulah dari wanita itu, seharusnya aku menyadarinya dari awal "
Muka Tian yang Memerah seperti api kini mulai padam , menunjukan wajah bertanya tanya kepada temanya itu .
Teman nya mulai menjelaskan kepada tian apa yang sebenarnya terjadi ...
"Sial.... Sial ....Sial , Sudah kuduga tidak mungkin cinta ku ,cinta yang murni ini akan kalah oleh wanita sialan itu!!! ,
Terus apa yang harus kulakukan agar melepas pelet dari wanita itu ?"
"Bunuh dia "
Kata kata bijak dari teman Tian , langsung ia terima dengan mata yang penuh bercahaya ....
Tian membunuh wanita itu sepulang sekolah , jasad wanita itu dikubur didekat halaman sekolah tempat kejadian perkara ...
Disekolah , teman-teman dan guru guru bahkan orang tua menayangkan keberadaan Wanita itu , polisi pun sudah turut campur tangan dalam kasus itu , tapi wanita itu pun saat ini belum ditemukan keberadaan nya
Setidaknya butuh 3 Minggu untuk kasus itu mulai dingin . Dan Tian mencoba menahan diri selama 3 Minggu itu untuk melakukan suatu yang mencolok ,atas saran teman nya.
"Sudah saatnya kamu coba kembali Tian"
Mulai Tian mencoba lagi menarik perhatian si lelaki
"Tian lama lama ko kamu makin menawan banget sih heheheh "
"Ehhh "
Muka Tian memerah
"Tian kamu kan rajin banget , boleh ga aku liat tadi catatan yang disuruh pak Eko "
Tian tentu saja langsung mengiyakan pria itu .
Melihat itu Teman nya Tian tiba tiba muncul didalam kepala , menyarankan agar segera untuk ditembak saja pria itu mumpung sedang hari valentine ...
Sepulang sekolah pria itu langsung ditembak oleh Tian , tapi sayang nya
Pria itu tidak menerima cinta dari Tian ,
Tian jadi begitu sedih hampir hampir ia menangis didepan pria itu.
Tapi teman nya langsung berbisik kepada Tian
"Tian malang nya dirimu kamu benar benar terlambat... , Jiwa nya sudah kotor akibat pelet dari wanita itu , ia tidak akan menerima wanita manapun... "
Teman Tian menyuruh membunuh pria itu agar pria itu bersih dari pelet si wanita sebelumnya, Tian menolak saran teman nya untuk membunuh pria itu .
Tetapi
"kamu membunuh nya bukan hanya memebersihkan jiwa si pria itu ... Bila ia mati ia akan bersamamu selamanya Tian , dua jiwa akan saling menyatu bukann Tian ..."
pada dakwaan terakhir ditetapkan bahwa wanita mengalami sakit jiwa.
Tamat
cinta berlebih itu tidak sehat , apapun yang berlebihan itu tidak baik .
daripada mencintai seseorang lebih baik cintai diri sendiri terlebih dahulu
Semoga terhibur