Kenalkan namaku Karindia Anastia. kalian bisa panggil aku Karin. Aku hanya gadis sederhana yang hanya tinggal dengan kakak perempuanku bernama Adira. Seorang kakak yang hebat, karena dia yang memenuhi semua kebutuhan ku. Dia bekerja banting tulang untukku, kakak ku bekerja di sebuah perusahaan menjadi seorang pegawai. kakak lulusan di sebuah universitas yang cukup bagus dengan beasiswa. makanya itu aku menganggapnya hebat. Aku juga memiliki 2 sahabat disekolah bernama Nara dan Mesa. Merekalah yang selalu menyemangati ku selama ini setelah kakakku tercinta itu. kami bertiga hanyalah gadis 3 SMA yang dapat sekolah di sekolah yang cukup elit itu dengan beasiswa.
Pagi itu aku bersiap siap untuk berangkat sekolah. aku keluar kamar saat aku siap, aku disitu melihat kakakku yang sedang menyiapkan makanan dan juga sudah siap berangkat kerja juga. Aku memyapanya.
" Pagi, kakakku tersayang, udah siap saja nih mau berangkat kerjanya". kataku kepada kakaku.
"Pagi juga adekku tersayang, kamu udah siap untuk berangkat sekolah" kata Adira kepada ku.
"Seperti yang kakak lihat" kataku kepada kakakku.
" Yaudah sekarang cepat makan sarapanyaya setelah itu berangkat sekolah" kata Adira.
"Oke" jawab ku sambil melingkarkan jari telinjuk dan ibu jariku membentuk huruf O.
Setelah itu hening dan tidak ada percakapan lagi antara kami berdua. Aku yang fokus sama sarapan ku, dan kakakku yang sibuk dengan berkas berkas yang dipegangnya dan sarapannya. Aku pun berpamit dengan kakakku untuk pergi berangkat sekolah.
Saat aku sampai sekolahan aku telah disambut oleh kedua sahabatku. Siapa lagi kalau bukan Nara dan Mesa.
" Selamat pagi pagi sahabat sahabatku yang ter the best" kata ku kepada mereka berdua.
" Pagi juga Rin" jawab mereka berdua.
Kami pun menuju ke kelas. Kami bertiga selalu saja di tatap oleh banyak siswa di sana. Ada yang menatap sinis karena kami bertiga disebut juaranya sekolah, karena kami selalu menjadi juara umum di sekolahan ini. Ada juga yang merendahkan karena kami disini karena kami bertiga berasal dari keluarga kalangan menengah kebawah. Dan banyak lagi.
Hari hari kami bertiga lalu bersama, asam.
manis pahit nya menjalani ini semua
Kami bertiga sering mendapatkan bully an. Tapi kami tak pernah menganggap semua bully an itu serius. Kami hanya menganggapnya sebagai rintangan rintangan untuk mencapai ke suksesan saja.
Semau kami lalui bersama. Hingga kami bertiga harus berpisah untuk sementara karena tujuan cinta cita yang berbeda. Aku yang mengejar impian ku untik menjadi Arsitek yang handal. Kami terkadang meluangkan waktu untuk bertemu walaupun tak bisa sebanyak dulu saat saat masih SMA.
Aku diterima di universitas yang sudah mdnjadi impian ku selama ini. aku diterima melalu jalur beasiswa bahkan aku juga mendapatkan uang saku dari pemerintah.
Aku bahagia karena bisa membanggakan kakakku. Dan setelah itu aku tak akan merepotkan kakakku lagi. Dan membahagiakan kakakku. kakakku juga bahagai karena aku bisa menggapai cita cita ku.
6 tahun telah berlalu.
Dan selama itu juga aku dan kedua sahabat ku mengejar mimpi mimpi kami. Dan kamu berhasil bersama. Aku yang menjadi Arsitek handal dan terkenal, lalu Nara yang telah menjadi Desainer yang handal dan terkenal pula, dan Mesa menjadi Pengacara yang handal dan terkenal pula. Dan aku juga telah membahagiakan kakakku, dengan membiayai kakakku untuk belajar lagi, ya kakakku melanjutkan S2 Akuntansinya. Aku bahagia sekali karena semua perjuangan ku tidak sia sia walaupun asa rintanga banyak yang harus ku lalui ditemani kakakku dan kedua sahabatku, aku berharap kedua orang tuaku bisa bangga melihat anak anaknya sukses semua.
Bahkan aku Nara dan Mesa mengisi mengisi acara di televisi untuk menjadi bintang tau untuk menjadi motivator.
Ternyata benar kata orang bahwa usaha tak akan mengkhianati hasil. Dan sesuatu yang didapat dengan usaha sendiri lebih manis dari pada usaha yang di campur tangani oleh orang lain.
Dan aku sadar semua kesuksesan itu butuh proses yang cukup panjang dan melelahkan. Seperti membuat kerajinan tangan. Harus ada struktur atau gambaran, lalu pembuatan, percobaan, penyempurnaan barang. Dan harus seteliti dan sehati hati dalam mengerjakan soal Matematika. karena salah saja sedikit akan berubah yang lain jawaban atau tujuannya