[Pov seora]
Satu tahun lima bulan.Sebuah alunan waktu yang tidak singkat diikuti detak jam permenit, menit perdetik, yang tak pernah berhenti membangunkan matahari serta membiarkannya bergantian dengan bulan untuk menerangi bumi.
Satu tahun lima bulan.Bukanlah waktu yang singkat dijalani tanpa dirinya, dia singgah tapi tak tinggal dan dia pergi tapi tak kembali.Kalimat yang dulunya mempunyai makna kini tak berarti, sebentar lagi dia akan hilang dan dilupakan.
Satu tahun lima bulan.Dia pergi meninggalkan seribu satu janji, tapi sampai sekarang entah terbang kemana janjinya itu.Jangankan menepati janjinya bahkan sampai detik ini aku tidak tau dia masih bernyawa atau sudah tiada.
Iya dia sudah tiada, dia mati diantara seribu satu janji yang tak pernah ia tepati.Mulai detik ini aku bukan hanya akan berusaha tapi aku benar benar akan melupakanmu, aku membenci waktu yang telah mengizinkanku bertemu serta bertukar perasaan denganmu.Aku membenci semua hal yang pernah kita lakukan bersama, semua halusinasi yang kita bangun hancur dalam hitungan jari.
Bodohnya aku pernah mengenal dirimu, seperti kata mereka itu normal! orang yang sedang dimabuk cinta akan lupa akan segala hal terutama diri mereka.Hah!! cukup sudah cinta palsu yang kau berikan, "i really love and miss you" kalimat itu keluar dengan manis melalui bibir tapi bibir itu berdusta pada hati.Benar atau tidak mungkin seseorang menyadarinya, iya aku menyadari hal tersebut bahwa "Cinta itu buta, dia tidak bisa melihat maupun mendengar. dia tidak datang dari hati sembarangan orang dia hanya ada dihati orang orang yang benar benar membutuhkannya.
Kini aku berdiri ditepi apartemen tempat aku tinggal selama satu tahun lima bulan,aku berdiri bukan dengan sejuta harapan atau mimpi.Aku berdiri hanya dengan satu harapan yaitu
"i hope i get death now!"
"Sudah selesai aku meratapi kebodohanku, sudah selesai aku berlaku seperti orang buta yang tak bisa melihat.Selesai! semuanya selesai semuanya berakhir!!" teriakku
"Terimakasi Tuhan udah pernah mengizinkanku menghirup oksigen, makasih buat semuanya yang telah Tuhan kasi buat aku.Makasih makasih..." sambungku lagi
Setelah selesai berteriak meneriakkan semua yang ingin kuteriakkan, Aku terjun dari apartemen paling atas yaitu lantai 105.Aku tak mempedulikan apa yang sedang terjadi disekitar ku, yang penting aku akan terjun dan tetap terjun.
[Pov author]
"Seoraaaa!!!" teriak seorang pria sambil berlari secepat mungkin untuk menghampiri seora.
Seojun han nama pria tersebut, pria yang selalu ada diwaktu satu tahun lima bulan Seora.
Bilur makin terhampar dalam rangkuman asa
Kalimat hilang makna logika tak berdaya
Di tepian nestapa hasrat terbungkam sunyi
Entah aku pengecut entah kau tidak peka
Kumendambakanmu mendambakanku
Bila kau butuh telinga tuk mendengar
Bahu tuk bersandar raga tuk berlindung
Pasti kau temukanku di garis terdepan
Bertepuk dengan sebelah tangan
Kau membuatku yakin malaikat tak selalu bersayap
Biar saja menanti tanpa batas tanpa balas
Tetap menjelma cahaya di angkasa
Yang sulit tertampik dan sukar tergapai
Kumendambakanmu mendambakanku
Bila kau butuh telinga tuk mendengar
Bahu tuk bersandar raga tuk berlindung
Akulah orang yang selalu ada untukmu
Meski hanya sebatas teman
Yakin kau temukanku di garis terdepan
Bertepuk dengan sebelah tangan.
Seojun berlari secepat mungkin, serta ikut terjun demi menyelamatkan seora.Pria itu menggapai seora dengan cepat dan memeluknya dengan sangat erat.Beberapa yang orang dibawah apartemen tersebut, sempat merekam aksi gila mereka.Beberapa juga mencoba menghubungi petugas kepolisian dan Rumah sakit terdekat untuk berjaga jaga jika terjadi sesuatu pada mereka.
"BRAKK!!" Seora dan Seojun terjatuh ketanah, dalam keadaan yang tidak sadar lagi.Bukan hanya memar yang ada dibagian tubuh mereka, darah darah pun bermunculan dari beberapa organ yang rusak akibat terjatuh dari ketinggian yang tidak normal.
"Dasar anak muda zaman sekarang"
"Apa mereka mati?! semoga saja tidak"
"Astaga begitu pasangan yang serasi, mereka sehidup semati.Aku iri sekali pada mereka"
Gosip orang orang yang sedang mengerumuni mereka berdua.Tak berapa lama kemudia sirina mobil ambulance dan mobil petugas keamanan mulai terdengar dari kejauhan.
Petugas keamanan mengamankan situasi disana, sedangkan Petugas kesehatan mengangkat mereka berdua kemobil ambulance.Sesegera mungkin mereka dibawa keRumah sakit terdekat, Petugas keamanan berusaha mencari akar dari masalah ini.
--------
"Seoraaa!!! hah...hah" teriak Seojun terbangun dari tidurnya, dia melirik kesegala arah.Dan dia menemukan Seora disebelah kirinya.
"Seora!" teriaknya lagi, sambil mencabut selang infus yang tadi dipasang di tangannya serta berlari kearah bangsal tempat seora tidur.
"Seora, hiks..hiks" ujarnya
"Tuan muda anda belum pulih sepenuhnya, mari kembalilah kebangsal anda" ucap seorang perawat yang masuk keruang rawat mereka tanpa mengetuk pintu
"Tidak! aku akan tetap disini bersamanya, aku akan menunggu dia terbangun" jawab Seojun
"Tuan muda kau sudah tertidur selama lebih dari seminggu, dan ada kabar buruk tentang nona ini"
"Apa! kabar buruk apa?! cepat beritahu aku"
"Mari kita keruangan doker yang menangani nona ini."
Seojun pun mengikuti perawat tersebut keruang dokter yang menangani seora.
"Nona seora mengalamu gegar otak, kemungkinan besar dia kehilangan banyak ingatannya tentang orang orang sekitar.Dia juga kehilangan banyak darah, tapi untungnya ada yang mau mendonorkan darah untuknya mungkin kau mengenalnya Tuan muda" Jelas dokter pada Seojun
"Aku mengenalnya? siapa dia??" tanya seojun
"Merry Chasion" jawab dokter
"Ah oh, baiklah terimakasi dokter"
"Beristirahatlah dengan baik Tuan, keluargamu sudah melunasi biaya pengobatan kalian berdua" tambah dokter.