NovelToon NovelToon

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

prolog

Ze adalah seorang gadis kecil yang ceria. Dia diculik untuk kemudian menjalani pelatihan dan didikan hingga menjadi mesin pembunuh yang kejam berdarah dingin namun tetap harus berpenampilan menarik dengan paras yang cantik.

Ze dan beberapa anak lain menjalani pelatihan dan didikan oleh beberapa orang suruhan seorang pengusaha bernama Robert Alexander.

Robert ini sangat terobsesi menjadi pemimpin tertinggi dalam dunia bawah atau dunia gelap dunia di mana perputaran uang dengan usaha ilegal berlangsung.

Seperti kelompok mafia, perdagangan dan pembuatan senjata kimia dan senjata api ilegal, penjualan dan pembuatan obat-obatan terlarang, perdagangan manusia dan banyak hal ilegal yang sejenisnya.

Ze dan anak-anak gadis yang lain yang juga terpaksa harus berpisah dari keluarganya, mereka semua dengan terpaksa harus menjalani beragam jenis pelatihan yang sangat berat. Pelatihan berat itu bertujuan untuk menciptakan sosok anak buah andalan yang dapat berguna dalam segala hal.

Di tempat pelatihan ze dan yang lain belajar teori dan langsung mempraktikkan tentang bagaimana cara berlaku hukum rimba. Di mana yang berlaku di sana adalah jika yang kuat akan memakan yang lemah.

Peraturan di tempat itu mengharuskan mereka semua untuk saling menyerang dan menghabisi di dalam pelatihan yang sedang berlangsung itu. Hanya ada 2 pilihan di dalam sana jika kau tak memb***h, maka kau akan m*ti dibu*uh oleh peserta pelatihan lain yang juga menjalani pelatihan yang membentuk diri mereka agar menjadi pemb*nuh.

Setelah melalui serangkaian pelatihan dan melalui seleksi ketat dengan eliminasi hidup atau m*ti, para bawahan Robert itu mengirim Ze dan ke 9 rekannya yang masih mampu bertahan hidup itu menuju sebuah hutan untuk kembali menjalani proses eliminasi dengan cara saling menyerang hingga tersisa hanya 3 orang yang terbaik saja dari yang lain.

kemudian Setelah melalui pelatihan yang sangat berat Ze, le dan Mo keluar dari hutan menjadi yang terbaik dari 100 orang anak yang masuk dalam pelatihan berat itu.

Beberapa anak buah dari Robert datang menyambut keberhasilan mereka bertiga dengan bermodalkan walkie talkie. Suara dari Robert yang terdengar dari walkie talkie itu menyambut mereka.

Ya memang suara Robert karena, mereka hanya akan mendengarkan perintah dari Robert bagai bin*tang peliharaan yang hanya mendengarkan perintah dari tuannya saja.

Setelah masuk mereka dalam markas besar dari kelompok milik Robert, orang Robert di sana memberikan seragam yang menampilkan sisi garang namun seksi dari diri mereka.

Walau wajah mereka cantik tapi mereka tak mengenal belas kasih dan ampun. Karena semenjak mereka semua terpisah dengan cara paksa dari keluarga terkasih mereka, mereka semua harus terima saat ada yang menyuntikkan obat penghapus ingatan dan merubah mereka menjadi mesin pembunuh yang hidup.

Sebenarnya tidak semua tanpa ingatan karena ternyata entah kenapa Ze dan beberapa anak lain tidak mempan dengan pengaruh obat penghapus ingatan tersebut.

Tapi, demi bertahan hidup ze berpura-pura mendapat efek dari obat tersebut. karena, setiap anak yang menunjukkan gejala kebal akan pengaruh obat tersebut mereka akan langsung menghabisi anak-anak itu atau menjadikan anak-anak itu bahan untuk tes lab dari profesor ilmuan yang adalah seorang penggila uji coba reaksi obat pada tubuh manusia hidup.

Suatu hari karena sebuah insident Ze ketahuan jika dia bukan boneka yang dapat Robert dengan mudah kendalikan hingga akhirnya harus meregang nyawa di tangan Le dan Mo.

Ze tidak pernah menyangka jika saat dia membuka matanya, dia malah mendapati jika ternyata dirinya telah berpindah dimensi dalam dunia yang berbeda seperti berada pada jaman kuno dan harus menggantikan posisi seorang putri yang tertindas selama hidupnya.

Putri An ze lan namanya. Ayahnya mengabaikan dirinya karena banyak orang yang mengenalnya sebagai gadis yang tidak memiliki bakat dan kemampuan apapun untuk bisa membanggakan keluarga mereka.

Karena pada jaman itu bakat dan tingkat kultivasilah yang akan menjadi penentu orang akan menghargai atau mengabaikan dan bahkan menindas kalian.

Hanya sang ibu yang selalu menyayangi dan melindunginya, tapi apa daya sang ibu tidak memiliki kuasa apa-apa untuk mencegah perlakuan tidak menyenangkan dari selir dan gun*ik suaminya pada ze.

Karena semua orang yang tinggal di kediaman suaminya mengabaikan dirinya. Bahkan para pelayan yang bekerja di kediaman itu berani bersikap tidak hormat dan mengabaikan dirinya.

Walaupun dirinya adalah seorang istri sah di kediaman itu, dia tidak memiliki kuasa sebab tidak mampu memberi putra lagi setelah putra pertamanya meninggal.

Dia hanya mampu melahirkan seorang putri yang banyak orang menganggap dirinya tidak berguna yang hanya bisa mencoreng nama baik keluarga.

Hal itu membuat banyak orang yang tak sekelas dengan tuan An suaminya juga berani mengolok-olok suaminya itu.

Sedangkan selir dari suaminya memberikan suaminya itu 2 orang anak perempuan yang menurut suaminya mereka itu bisa membanggakan dirinya dan keluarganya. Karena, mereka berdua itu memiliki bakat dalam berkultivasi.

Satu-satunya yang membuat dirinya masih berguna menurut suaminya itu karena dia memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga kerajaan. Sehingga keluarganya yang ingin memasuki lingkungan istana untuk bekerja memiliki akses masuk hingga lebih mudah dalam melalui seleksi awal.

Tidak hanya itu ibu dari ze lan itu juga bersahabat dengan istri dari seorang mentri kepercayaan raja dan sudah bukan rahasia lagi kalau sang mentri sangat memanjakan istrinya terbukti dari dia yang tidak mengangkat 1 pun selir atau gu*dik di dalam kediamannya. padahal, pada masa itu pria yang memiliki lebih dari 1 wanita adalah sah hukumnya.

Istri dari mentri menginginkan putri Ze lan untuk menjadi menantunya sehingga mau tidak mau mentri menyetujuinya dan akhirnya mau tidak mau pula putri Ze lan dan putra mentri wei yang bernama Wei tian mo itu menarima perjodohan dan pada akhirnya mereka bertunangan.

Tidak lama kemudian setelah putri ze lan dan Tian mo bertunangan sang putri m*ti karena selir dari ayahnya meracuni dirinya. Semua itu karena putri dari selir menjalin kasih dengan tunangan sang putri secara diam-diam.

karena saat perjodohan berlangsung Tian mo secara tidak sengaja bertemu dengan Wei lan yang merupakan putri dari selir ayahnya. Dia lantas tertarik lalu menjalin hubungan secara diam-diam karena status pertunangannya dengan Ze.

Agar keluarga Tian mo bisa menerima hubungan gelap mereka satu-satunya jalan adalah dengan menghabisi sang putri untuk selamanya, setelah itu baru mereka memikirkan bagaimana cara untuk menyingkirkan sang ibu dari putri Ze lan agar selir Hui bisa menjadi istri sah di kediaman An.

Karena, meski berbakat Wei lan tetap hanya putri dari seorang selir dan keluarga dari sang pria yang notabenenya adalah pejabat istana tidak akan sudi menerima putri dari seorang selir menjadi istri sah dari putra mereka.

Setelah bangkit dari kem*tian semua ingatan tentang kehidupan putri Ze lan dan kemampuan tersembunyi putri Ze lan masuk dalam memori ingatan dari Ze.

Karena telah mendapat kesempatan menjalani hidup yang kedua Ze berjanji akan membalas semua orang yang telah menindas sang putri.

Sebagai wujud rasa terima kasih telah memperoleh kehidupan yang baru.

Lalu dia akan menjalani hidup sesuka dan semaunya untuk menikmati hidupnya setelah sebelum ini dia telah hidup dalam kekangan dari para anak buah Robert.

Akankah dia berhasil dalam misi balas dendamnya?

Akankah hidup yang dia jalani sekarang lebih baik dari kehidupan sebelumnya?

Akankah dia mendapat kebahagiaan nantinya?

Itu merupakan tanda tanya besar dalam benaknya. Tapi, dia sudah bertekat akan meraih sukses di jaman kuno ini meski tanpa dukungan dari keluarga sang putri.

Dia akan membuat mereka semua yang telah memandang rendah pemilik asli dari tubuh itu jadi menyesal. Lalu kemudian berubah jadi memuja dan menginginkan dirinya.

Tapi, saat hal itu terjadi, dia yang akan menolak dan menghukum berat mereka semua.

Setidaknya yang ze inginkan adalah Mereka harus bisa merasakan juga penderitaan yang selama ini pemilik tubuh asli itu telah alami.

Kalau perlu Ze akan membuat mereka menderita melebihi penderitaan yang pemilik tubuh yang asli itu alami baru dia akan mempertimbangkan melepaskan mereka.

Terima kasih banyak bagi yang sudah mampir dan telah mendukung author dengan vote like dan komentnya. Author jadi tambah semangat menulisnya.

Perampokan

Di kediaman keluarga Gilbert yang tentram dan damai tiba-tiba menjadi kacau dan menegangkan.

Karena, tiba-tiba sekelompok orang asing yang ternyata adalah sekelompok perampok menerobos masuk ke dalam kediaman mereka dan menyekap semua penghuni rumah yang telah berhasil mereka temukan dan tangkap.

Mike gilbert sang kepala keluarga segera menghalau mereka agar anak-anak dan istri terkasihnya dapat memiliki waktu yang cukup untuk bersembunyi agar dapat mengamankan diri.

"Siapa kalian semua? Apa yang kalian inginkan?" tanya Mike.

"Tidak perlu banyak tanya serahkan saja semua harta berharga yang ada di dalam rumah ini dengan suka rela kepada kami jika kau masih ingin dirimu dan seluruh keluarga serta pekerjamu itu selamat." kata salah satu perampok.

"Kalian boleh mengambil semua, apapun itu yang kalian mau ambil silahkan ambil. Tapi, tolong lepaskan kami setelah kalian mengambilnya." tawar Mike.

"Tidak perlu banyak bicara lagi segera tunjukkan saja kepada kami letak dari brangkas utama di dalam rumah ini." Serunya mendorong tubuh Mike dengan ujung senjata yang dia bawa agar melangkah maju.

"Kalian berdua jangan lupa untuk mengikat mereka semua jangan sampai ada yang kabur hingga keluar dan minta bantuan dari luar apa lagi menghubungi polisi. Karena, itu akan sangat merepotkan kita." Perintah pria yang men**ong Mike pada rekannya agar mengamankan para asisten rumah tangga yang ada.

Mike berjalan menuju brangkas yang berada di ruang kerja dan di belakangnya ada 4 orang dari para perampok itu mengikuti sambil men***ngkan sen*ata.

sedang sang istri Astrid saat ini segera membawa putra putrinya menuju lemari tersembunyi di dalam rumahnya. Astrid memberikan hp pada Ze dan memberi instruksi kepada mereka berdua.

"Sayang kalian tenang ya di dalam sini jangan sampai bersuara apapun yang kalian dengar dan apapun yang terjadi jangan keluar dari dalam lemari ini. Oke?" tanya Astrid pada anaknya.

"Ze ingat untuk tetap menjaga dan menemani adikmu Jo. Oke? Kalau kalian sudah tidak mendengar ada suara lagi segera hubungi polisi agar segera kemari dan menolong kalian." Ze dan Jo mengangguk Astrid memeluk dan mencium kening dan pipi kedua anaknya itu untuk yang terakhir kalinya lalu segera menutup pintu lemari dan menyusun kembali beberapa buku di depan pintu masuk lemari itu. Astrid lalu segera menyusul sang suami.

Di depan brangkas yang sudah terbuka lebar itu para perampok segera memindahkan uang dan perhiasan ke dalam tas yang mereka bawa.

Setelah berhasil menguras habis semua uang dan perhiasan dari dalam brangkas milik Mike itu mereka lantas men**bak dada dan perut mike.

Astrid yang menyaksikan dengan matanya sendiri saat sang suami yang dia cintai itu tert**bak sen*ata api dan tersungkur sontak berteriak dan berlari memeluk tubuh sang suami.

"papa...!" serunya.

"hiks hiks jangan meninggalkan mama pa hiks hiks" tangisnya pecah melihat kondisi saminya yang lemah dengan tubuh penuh darah.

"Cantik juga istrinya ini. Boleh juga kita nikmati sebelum kita meng**bisinya hitung-hitung sebagai bonus he he" bisik perampok satu pada rekan di sampingnya.

"Tidak perlu kau banyak bicara lagi ayo kita nikmati segera" ucap perampok satunya sambil menarik tangan Astrid. Mike yang berusaha meraih istrinya diten**ng hingga tersungkur di atas lantai.

"Papa... jangan aku mohon hiks lepaskan aku hiks." pinta Astrid sambil menangis.

Astrid meng**git keras tangan orang yang menariknya agar terlepas dari genggaman tangan pria itu.

"Akh dasar ja****g kurang ajar, plak," perampok itu memaki dan menampar pipi Asrid hingga dia tersungkur ke atas lantai dia menarik rambut Astrid lalu men**ret tubuh Astrid hingga masuk ke dalam kamar.

Astrit terus berteriak minta tolong tapi tak ada yang bisa menolongnya.

"Akh tolong....! jangan aku mohon jangan aku hm mmm" mulutnya kini telah dibungkam dengan mulut salah satu perampok itu.

"srek" baju Astrid di buka paksa hingga sobek.

Mereka berenam bergiliran meng****hi Astrid sehingga di dalam kamar itu hanya terdengar suara teriakan pilu Astrid bersahutan dengan de**han dan er**gan para pria yang meng****hinya itu.

setelah selesai dengan urusan di rumah itu mereka segera meng**bisi semua penghuni rumah termasuk pekerja yang ada di sana.

Dengan tertatih-tatih Astrit bangkit dan bejalan menuju suaminya sambil memegang perutnya yang ber**rah terkena te*bak.

Sampai dia jatuh tersungkur di dekat suaminya dia dan Mike merayap perlahan berusaha saling menggapai hingga menghembuskan napas terakhir dengan jari tangan saling bertaut.

Di dalam tempat persembunyiannya Ze sudah tidak tahan lagi mendengar teriakan ibunya lalu menginstruksikan pada Jo adiknya untuk tetap diam.

"Jo dengarkan kakak!" Bisik Ze pelan.

"Jangan keluar dan jangan bersuara oke?" tanya Ze diangguki oleh adiknya.

"Kakak mau pelgi kemana?" Tanya Jo meraih tangan Ze segera kala Ze akan keluar dari lemari itu.

"Jangan pelgi kak Ze, Jo takut" pintar Jo.

"Kakak hanya sebentar saja oke? Kakak hanya ingin melihat mama sama papa saja. Jo di sini saja kalau sudah tenang telfon nomor ini". ucap Ze sambil menekan nomer di hp yang dipegangnya lalu dia berikan pada Jo. Jo mengangguk, setelah Ze keluar dia memeluk lututnya dan menangis tanpa suara.

Secara perlahan Ze membuka pintu lemari lalu menutup kembali dan merapikan kembali buku di depan pintu lemari itu.

Ze melangkah perlahan ke arah ruang kerja sang ayah.

"Papa... Mama..." teriak Ze syok melihat kondisi papa dan mamanya yang sudah tidak lagi bernyawa.

Dengan segera dia berlari duduk terkulai lemas di sebelah ma**t kedua orang tuanya yang telah terbujur kaku penuh dengan darah.

"Hiks papa... mama... bangun hiks hiks

bangun pa ma hiks Ze takut hiks hiks" tangisnya pecah memanggil manggil mama dan papanya sambil tangannya terus menggocang-goncangkan tubuh orang tuanya.

Ze menangis meraung raung begitu pilu. bagai mana tidak seorang anak usia 11 tahun harus menyaksikan orang tuanya terbujur kaku tak bernyawa dengan darah di mana mana.

"Hap" tiba-tiba saja ada yang mangangkat tubuhnya.

"Lepas.... tolong... lepaskan saya" teriaknya

"Papa mama hiks tolong hiks"

"Diam" bentak pria yang mengangkat Ze lalu memukul tengkuk Ze hingga Ze tidak sadarkan diri.

"Apa yang kau inginkan dari anak sekecil itu huh?" tanya rekannya.

"Lumayan anak ini sangat cantik dan kulitnya putih mulus pasti laku mahal jika kita menjual anak ini." jawabnya.

"Boleh juga idemu itu lumayan untuk jadi tambah-tambah penghasilan kita saat ini." kata temannya lagi.

"Maka dari itu aku menangkapnya bisa laku mahal anak secantik ini " ucapnya penuh semangat.

Setelah itu mereka pergi membawa semua barang hasil rampokan dari rumah Mike beserta Ze yang sudah tidak sadarkan diri dan meninggalkan semua penghuni rumah yang sudah tidak bernyawa lagi kecuali Jo yang bersembunyi di dalam lemari rahasia.

Setelah lama tidak ada suara suara terdengar, sesuai instruksi Ze, Jo segera mendial nomer yang telah diketikkan oleh kakaknya tadi sebelum kakaknya keluar dari dalam lemari meninggalkannya sendiri.

"Halo dengan kantor polisi ada yang bisa kami bantu?" tanya seseorang di seberang sana.

"Halo hiks tolong hiks hiks" tangis Jo mulai pecah.

"Halo nak ada apa mana mamanya nak boleh om bicara sama mamanya?" tanya si penerima telefon di seberang sana.

"Om tolong hiks banyak olang jahat hiks hiks di sini telus ada suala dol dol dol semua olang teliak teliak hiks hiks Jo takut." Jo semakin menangis Jo memang cadel tak bisa menyebut huruf r meski begitu dia anak yang terbilang sangat pandai.

"Di mana alamatnya sayang?" tanya polisi itu berusaha tetap tenang walau sesungguhnya dia kaget mendengar penuturan dari Jo.

"Di lumah kelualga Gilbert om." jawab Jo.

"Keluarga Gilbert? Kamu di mana sayang?" tanya polisi itu lagi.

"Sembunyi di lemali om" jawab Jo sesegukan.

"Oke dengarkan om ya Jo, Jo tenang dulu jangan kemana-mana om segera kesana oke?"

"Iya om"

Setelah itu beberapa mobil polisi datang. Mereka masuk kedalam mencari keberadaan Jo dan mengurus semua jenasah yang ada.

Sindikat penjualan anak

Di sebuah ruangan yang cukup besar benuansa abu-abu dengan cahaya remang remang dan ada banyak wajah -wajah dari beberapa orang anak seusianya itu yang sedang mengelilingi Ze dan menatap polos ke arah Ze yang sedang terbaring, perlahan Ze mulai mengerjapkan matanya.

Dia segera bangkit dan mulai memperhatikan keadaan sekitar yang tampak sangat begitu asing bagi indra penglihatannya itu.

Ze lalu melihat satu persatu wajah anak-anak yang juga tengah menatap dirinya. Anak-anak berwajah sedih di sekelilingnya yang berjumlah lebih dari sepuluh orang itu tengah menatap dirinya. Diapun menatap mereka dengan bingung lalu mencoba bertanya pada mereka.

"Siapa kalian semua, di mana sebenarnya aku sekarang ini dan kenapa aku bisa berada di tempat ini bersama kalian?" tanyanya beruntun pada mereka sambil melihat wajah mereka dan setiap sudut kamar tersebut bergantian.

"Aku perkirakan jika anak buah meraka telah menculikmu langsung atau juga ada seseorang yang telah menjualmu pada bos di tempat ini. Hanya itu alasan kita semua bisa ada di tempat ini." jelas salah satu gadis kecil berusia sekitar 11 tahun yang tampak cantik dan cerdas.

"Aku bisa ada di sini itu karena pamanku menjualku pada bos tempat ini. Bagaimana dengan kamu bagaimana bisa kamu ada di tempat ini?" tanyanya pada Ze.

"Aku juga tidak tau bagaimana aku bisa sampai ke tempat ini. Aku hanya ingat jika sebelumnya telah terjadi perampokan di dalam rumahku semua orang di sana kecuali aku dan adikku telah tewas terb***h. Setelah itu aku melihat kedua orang tua aku m**i dengan banyak darah di tubuhnya.

Aku menangis berusaha membangunkan mereka lalu tiba-tiba saja ada seseorang yang mengangkat tubuhku.

setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi karena aku sudah pingsan dan saat aku terbangun aku sudah berada di tempat ini bersama kalian semua." jelas Ze saat mengingat kenapa dia ada di tempat tersebut.

"Dari ceritamu itu berarti mereka yang merampok rumahmu itu telah menculikmu lalu menjualmu pada bos di tempat ini." jelas anak itu.

"Siapa namamu? Oh iya aku lupa menyebutkan nama aku lebih dulu sebelum bertanya pekenalkan namaku Leilah tapi aku lebih suka jika orang memanggilku dengan sebutan Le saja." ucapnya sambil mengulurkan tangan tersenyum pada Ze.

Ze heran menatap Le, dalam hati dia bertanya-tanya kenapa anak ini malah bisa tersenyum disaat yang lain bersedih dan terlihat ketakutan berada di tempat ini.

"Namaku Zenetta kau bisa memanggil aku Ze. Kenapa kau masih bisa tersenyum seolah tidak terjadi sesuatu yang buruk padamu padahal kau tau saat ini kita sedang diculik entah untuk tujuan apa?" tanya Ze penasaran.

"Aku bisa senang karena di sini aku sekarang ada kawan baru yang bisa diajak bicara yaitu kamu Ze.

Karena mereka semua yang di sini hanya bisa menangis saja terus seharian lalu diam saja terus saat sudah lelah menangis, sungguh sangat membosankan huh." jawabnya sedikit mengerucutkan bibirnya.

"Kamu tidak merasa sedih berada di tempat seperti ini? Tidakkah kau merindukan keberadaan dari orang tuamu? Tidakkah kau merasa takut juga" tanya Ze penasaran.

"Rindu kau bilang huh? Untuk apa rindu kalau mereka memang hampir tidak pernah memiliki waktu untuk bersama-sama menemani aku? Mereka hanya bisa sibuk dan sibuk untuk mencari uang saja tanpa perduli dengan perasaanku.

Aku tidak boleh keluar bermain karena harus selalu belajar. Sedangkan mereka sendiri selalu saja sibuk dengan pekerjaan mereka yang menumpuk.

Kalau mereka tidak sedang sibuk dengan pekerjaan bukannya meluangkan waktu untuk aku mereka lebih suka pergi mencari hiburan sendiri-sendiri. Lebih baik aku di sini ada banyak anak-anak." jawabnya ketus ada tersirat kekecewaan dari nada bicaranya.

"Tapi di sini juga tidak akan lebih baik dari keadaan di sana karena bisa saja kita dijual pada orang jahat dan kita disiksa!" ucap Ze mengingatkan.

"Kau memang benar. Tapi, apa boleh buat kita tidak bisa melakukan apa -apa saat ini.

Kau tahu mereka semua itu sidikat penjualan anak yang tidak bisa kita lawan.

Lebih baik jika kita berusaha menghibur diri saja selagi kita masih bisa melakukannya. Siapa yang akan tau jika nanti kita tidak bisa lagi tersenyum." jelasnya seraya tersenyum kecut.

Tidak lama mulai terdengar suara langkah kaki mendekat dan suara orang seperti dua orang pria yang sedang berbicara.

"Ada berapa orang anak perempuan yang sudah tersedia saat ini?" tanya salah satunya yang seperti seorang bos.

"sekitar 25 orang kalau tidak salah sebagian aku taruh di kamar depan." jawab rekannya itu.

"Kalau begitu siapkan segera karena bos Robert akan datang membeli beberapa anak perempuan sebentar lagi." ucap sang bos.

"Lagi? kenapa orang itu selalu datang membeli banyak anak dari kita dan kenapa harus anak perempuan?" tanya pria satunya heran.

"Aku dengar-dengar itu untuk uji coba obat-obatan ciptaan dari para ilmuan miliknya dan mengkarantina mereka untuk dijadikan bawahan yang cantik dan jago serta setia tentunya.

Sudahlah itu bukan urusan kita. Tugas kita hanya mencari anak-anak sesuai pesanan klien kita dan dapat uang itu saja beres." jelas temannya.

"Baiklah sebaiknya aku siapkan anak-anak itu terlebih dulu. Kapan tuan Robert datang?" tanyanya lagi.

"Sekitar setengah jam lagi mungkin. Segera kumpulkan anak-anak itu di ruang belakang dan perketat penjagaan aku tidak mau ada yang salah bisa-bisa nyawa kita melayang." ucapnya mengingat Robert adalah orang tanpa ampun dalam menghadapi kesalahan.

"Baiklah." jawabnya sambil berjalan ke arah kamar Ze dan yang lain berada.

Setelah itu pintu kamar tempat Ze, Le dan lainnya mulai terbuka lebar. Seorang berbadan tegap, tinggi, besar dan berwajah sangar masuk sambil memandang mereka semua.

Semua anak di sana kecuali Ze dan Le mulai saling berpelukan dan menangis takut. Sementara itu Ze dan Le hanya berpegangan tangan saling menguatkan dalam diamnya.

"Diam kalian semua jangan hanya menangis terus!" bentaknya membuat anak-anak itu tidak berani bersuara lagi.

"Sebentar lagi kalian keluar dari kamar ini. Tapi, awas saja kalau ada yang berani macam- macam akan aku patahkan kaki kalian. Segera kalian berbaris yang rapih cukup anak perempuan saja yang keluar. Anak laki- laki tetap tinggal di dalam sini." ucapnya lalu menyuruh mereka keluar satu persatu.

Mereka semua berbaris dengan sangat rapih di dalam ruang yang lebih luas dari kamar yang mereka tempati tadi dan tidak lama setelah mereka berkumpul datang sekelompok orang berpakaian rapih yang masuk lalu berbaris dengan rapih.

Setelah mereka rapih lalu kemudian terlihat ada seorang pria yang berjalan di depan mereka.

Mereka semua mulai tertunduk menghormati pria itu. Orang itu berwajah tampan dan berpakaian elegant.

Tapi, dari tatapan dan wajahnya ada aura yang menyeramkan. Serta ada aura memb***h yang terpancar kuat dari tatapan matanya itu.

Hal itu akan mampu membuat ciut nyali orang hanya dengan menatap matanya itu.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!