NovelToon NovelToon

ISTRI SIMPANAN CEO

Pengumuman

Maaf ya kak, di bab ini, banyak yang bingung, yang benar adalah di bab selanjutnya, saya mohon maaf yang sebesar besarnya, karena telah membuat semua nya bingung, awal nya saya membuat di bab ini dan saya masih bingung harus bagaimana untuk mengembangkan nya, jangan lupa untuk like, vote. terima kasih

1

Prolog Revisi!!

Usaha orang tua kalian sudah lama mengalami ke bangkrutan dan rumah ini menjadi jaminannya Karen tidak ada yang membayar kerugiannya, sehingga rumah ini akan di sita oleh pihak Bank" ucap Pak Budi selaku pengacara papaku.

Deg!

Jantungku sudah tidak karuan lagi setelah mendengar rumah ini akan di sita, bagaimana dengan nasib adik-adikku sedangkan aku sendiri masih duduk di bangku SMA dan kedua adik kembarku masih duduk di bangku SD, oh Tuhan cobaan apalagi ini.

Orang tua ku baru satu bulan yang lalu engkau panggil, dan kini aku harus menerima ujian seberat ini, aku rasanya sangat tidak sanggup.

Kecelakaan yang menimpa orang tuaku saja masih ku ingat jelas di pikiranku, lalu apa sekarang dan bagaimana nasibku serta adik-adikku.

"Tapi pak, kami harus ke mana?" tanya ku pada Pak Budi

Ku langkah kan kaki ku beserta kedua adikku, kemana kita harus pergi setelah keluar dari rumah ini masih belum terpikirkan olehku.

Kedua adikku sempat bertanya kita mau kemana dan mengeluh kalau perut mereka lapar, lalu akhirnya kita bertiga berhenti di sebuah warteg yang berada di pinggir jalan.

Setelah makan kita melanjutkan perjalanan hingga sampailah di daerah yang lumayan bersih. Bermodalkan uang tabungan yang aku punya dari uang saku yang dulu pernah diberikan orang tuaku padaku, ku langkahkan kakiku mencari kontrakan rumah yang akan kami tinggali.

Disaat kaki kami sudah capek kami pun berhenti di pos kamling dan secara tidak sengaja aku membaca tulisan yang tidak jauh dari tempatku duduk ada sebuah rumah yang bertuliskan DIKONTRAKAN betapa senang hatinya hatiku, lalu langsung ku ajak kedua adikku ke rumah tersebut.

Setelah bertemu dengan pemilik rumah kontrakan, aku pun membayar langsung untuk 2 bulan ke depan.

Lalu aku mengajak kedua adikku untuk masuk.

Kehidupan kami yang sekarang tentunya sangat berbeda jauh dengan kehidupan kami yang dulu, sekarang kami harus sebisa mungkin menghemat agar kami bisa makan untuk hari esok.

Aku tidak pernah mengetahui apa-apa tentang permasalahan orang tua ku, yang aku tau setiap apa yang aku inginkan selalu aku dapatkan. Jangankan untuk memasak sayur, memasak air pun aku tidak tau bagaimana caranya.

Kehidupan kami yang dulu penuh dengan kemewahan namun kini sudah berubah dalam sekejap, aku tidak mengerti mengapa cobaan datang bertubi-tubi pada kami.

Disinilah awal perjuanganku, aku harus menjadi orang tua sekaligus tulang punggung demi menghidupi kedua adikku yang masih berusia sepuluh tahun itu.

"Ghaffar.. Ghani.. sekarang kan sudah malam, kalian tidur ya" ucapku pada kedua adikku.

"Kakak kenapa kita sekarang tinggal di sini?" Tanya Ghaffar

"Iya kak, kenapa rumah ini jelek banget" imbuh Ghani.

Aku menarik napas dan menghembuskannya dengan kasar, aku sudah berjanji di depan makam kedua orang tuaku jika aku akan menggantikan peran orang tuaku. Sehingga aku harus bisa menjadi orang tua di usiaku yang masih tujuh belas tahun ini.

"Sayang, mulai sekarang kita bertiga tinggal di rumah ini ya. Nanti kalau kakak sudah punya uang yang banyak, kakak bakalan beli rumah kita lagi buat kalian"

Aku berusaha menjawab pertanyaan kedua adikku, padahal aku saja bingung mau cari kerja dimana agar kedua adikku masih tetap bisa bersekolah.

...To Be Continue...

...🍀🍀🍀🍀🍀...

...Maaf ya kak, ceritanya aku rubah sedikit❤️...

2

Aku berusaha menjawab pertanyaan kedua adikku, padahal aku saja bingung mau cari kerja dimana agar kedua adikku masih tetap bisa bersekolah.

Kedua adikku kini sudah tertidur, sepertinya mereka mulai mengerti keadaan kami saat ini. Ya memang sejak orang tuaku meninggal aku selalu memberikan penjelasan pada mereka kalau mereka harus terbiasa tanpa orang tua dan belajar mandiri dalam mengerjakan sesuatu.

Kalau yang biasanya mama yang mengerjakan seperti mengganti baju, kini mereka mulai terbiasa melakukannya sendiri.

Setelah menemani kedua adikku, aku keluar untuk duduk-duduk di teras rumah dan merasakan dinginnya angin malam.

"Ma.. Pa.. waktu ngga terasa ya, ternyata secepat ini kalian ninggalin kami yang disini. Tapi gapapa aku janji bakal jagain mereka terus, bahagiain mereka terus dan bakal jadi orang tua bagi mereka meskipun aku harus tetap sekolah dan bekerja keras" ucap ku saat melamun dan memikirkan nasibku beserta kedua adikku.

"Kak Devi" panggilku pada tetangga sebelah kontrakanku, kontrakan kami berdekatan hanya dinding saja yang memisahkan bahkan pintunya saja berdekatan.

"Hey" jawab Devi.

"Kak Devi mau kemana? tanyaku bingung ini sudah pukul sembilan malam kenapa dia keluar dengan memakai baju terbuka malam malam begini, jiwa kepoku mulai meronta-ronta.

"Sekarang kakak buru-buru nanti kapan-kapan kakak ceritain ya" ucap Kak Devi lalu ia berlalu begitu saja namun aku masih melihat ke arah mana ia berjalan, ya di depan jalan sana aku melihat mobil mewah terparkir dan Kak Devi masuk ke dalam mobil tersebut.

Aku semakin bingung, ah mungkin pacarnya pikirku. Kak Devi memang seorang janda, ia tinggal di kontrakannya bersama ibu dan anaknya yang masih sangat kecil.

🍃🍃🍃🍃🍃

Satu minggu sudah berlalu, kami mulai terbiasa hidup di kontrakan kecil itu. Kedua adikku pun kini sudah mulai mengerti keadaan kami, pagi kami berangkat sekolah lalu siangnya mereka di rumah untuk membantuku membereskan rumah. Mereka belajar tanpa aku suruh, sepertinya mereka memang mulai mengerti hidup kami yang sekarang.

Sedangkan aku sepulang sekolah bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran yang kebetulan tidak jauh dari kontrakanku, sepuluh menit berjalan saja sudah sampai dan begitu juga sampai seterusnya.

Restoran tersebut mau menerimaku yang masih SMA karena kasihan padaku. Meskipun begitu gajiku dari restoran tersebut hanya cukup untuk makanku dan adikku sehari-hari saja, tapi aku tetap merasa sangat bersyukur karena masih mau ada yang menerimaku dan masih bisa untuk bertahan hidup.

*Saat di restoran

"Yas, ada yang nyari kamu tuh didepan" ucap teman sesama karyawan restoran

"Siapa?" tanyaku

"Ngga tau deh, coba kamu samperin aja" jawabnya

Aku pun langsung ke depan dan menemui seseorang yang mencari ku.

"Sayang" ucap seseorang yang tak jauh dariku

"Loh kamu"

Iya dia, dia adalah Erza. Erza adalah kekasihku, dia seorang mahasiswa semester 5.

"Aku kesini mau antar kamu pulang sekalian ketemu kamu, kita kan udah lama ngga ketemu" ucap Erza

"Eh iya bentar ya kak, aku siap siap dulu"

"Iya sayang, aku tunggu di mobil ya"

Erza adalah anak tunggal dari seorang pengusaha yang kaya raya di kota tersebut. Dulu sebelum keluarga Yasmin bangkrut, Erza dan Yasmin adalah sepasang kekasih yang tidak bisa terpisahkan bahkan banyak orang yang memandang iri kepada mereka berdua. meskipun kini kondisi Yasmin berbeda sangat jauh namun Erza tetap setia disisi Yasmin dan selalu memberi suport.

(Namanya juga cinta sejati, yeahhh~)

......**🌷🌷🌷......

......Happy Reading. ......

...Jangan lupa like dan vote**...

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!