NovelToon NovelToon

Reinkarnasi Sang Pahlawan

Ch.1 - Pertarungan Terakhir (Revisi)

Benua Stary, adalah benua yang memiliki berbagai macam ras tinggal didalamnya. Benua yang luas dan terbagi menjadi beberapa wilayah kekuasaan berdasarkan ras.

Ras paling kuat di Benua Stary adalah ras manusia, ras Elf, ras demi-human, ras dwarf. Ada juga banyak ras lainnya namun mereka hanyalah ras kecil yang tinggal di pelosok atau hutan-hutan di wilayah 4 ras utama.

Benua Stary awalnya damai namun semua kedamaian itu hancur setelah gerbang kegelapan yang entah datang dari mana muncul di wilayah ras Dwarf. Gerbang kegelapan itu mengeluarkan banyak sekali makhluk menyeramkan, dimana penduduk Benua Stary menyebut makhluk itu sebagai iblis.

Kerajaan Dwarf awalnya melawan para iblis itu sendiri karena berpikir akan bisa menang, namun seiring waktu iblis yang keluar dari gerbang kegelapan semakin banyak dan akhirnya memaksa ras Dwarf untuk meminta bantuan pada ras lainnya.

Semua ras pun bersatu untuk mengalahkan ras iblis itu.

Gerbang kegelapan terbuka selama beberapa bulan, namun itu sudah mengeluarkan banyak sekali iblis ganas.

Semua ras bersatu untuk menghadapi para iblis, sudah banyak sekali korban yang berjatuhan dari semua ras.

Perang melawan ras iblis berlangsung selama ratusan tahun, dan akhirnya sekarang perang sudah menuju puncaknya.

Awalnya persatuan ras terdesak melawan para iblis, namun setelah seorang dari ras manusia yang bernama Raizen lahir, semuanya mulai berbalik. Raizen memiliki bakat tinggi dan sekarang setelah usia 30 tahun, Raizen menjadi orang terkuat diantara persatuan ras.

Dengan dirinya yang memimpin pasukan semua ras bersama teman-temannya, Raizen berhasil memukul mundur para iblis.

Hingga sekarang akhirnya perang sudah hampir mencapai puncaknya, pasukan dari persatuan ras sudah menggempur markas utama para iblis, mengepung dari segala arah, tidak berniat membiarkan satu pun iblis meloloskan diri.

*Booommm...!

*Booommm...!

*Booommm...!

Suara ledakan terus terdengar akibat dari pertarungan pasukan persatuan ras melawan para iblis yang sekarang sudah terdesak.

Bagian luar dari kastil Raja Iblis sudah sangat kacau, pertarungan terjadi dimana-mana, mayat-mayat bergelimpangan dengan darah mengalir bagaikan sungai, namun kebanyakan mayat itu adalah para iblis, hanya sedikit yang mati dari persatuan ras.

***

Di dalam aula utama kasti Raja Iblis.

Sang Raja Iblis sedang duduk di kursi kebesarannya, singgasana megah dengan hiasan tulang-tulang dan bagian lengan singgasana yang berhiaskan tengkorak manusia.

Raja Iblis memiliki penampilan menyeramkan, memiliki 6 mata, kulit hitam legam, gigi-gigi tajam dan runcing, serta dua tanduk di kepalanya.

Raja Iblis masih duduk dengan tenang dan mata terpejam, sampai kemudian dia membuka matanya, bersamaan dengan pintu aula utama yang meledak keras.

Debu mengepul karena ledakan tadi, terlihat dibalik kepulan debu, 3 sosok bayangan melangkah kedelapan.

"Kalian akhirnya datang!" Raja Iblis menyeringai lebar.

Sesaat kemudian 3 sosok bayangan itu akhirnya terlihat jelas setelah mereka bertiga melangkah keluar dari kepulan debu.

Terlihat salah satu dari ketiga orang itu adalah seorang pria tampan dan gagah, memakai baju zirah perak lengkap dengan pedang panjang ditangannya, menatap dengan mata penuh ketajaman kearah Raja Iblis, jelas sekali itu adalah tatapan kebencian.

Pria itu tidak lain adalah Raizen, meskipun usianya sudah 30 tahun, namun dia masih terlihat berusia 25 tahun, masih terlihat sangat muda.

Satu lagi adalah seorang Elf cantik dengan kulit putih mulus tanpa cacat, rambut pirang panjang dengan ujung bergelombang, menggunakan topi penyihir dengan satu tongkat sihir dengan ujungnya yang terpasang sebuah kristal.

Gadis Elf itu meskipun masih terlihat berusia 20 tahun, namun jelas usianya sudah 100 tahun lebih, karena memang Elf dikenal dengan umurnya yang panjang, gadis Elf itu bernama Floryn.

Sementara yang terakhir adalah seorang pria berbadan besar setinggi 2 meter, terlihat berusia 30-an, memakai baju zirah lengkap seperti Raizen dan pedang besar sebagai senjatanya dan juga sebuah tameng baja.

Pria itu bernama Carol yang berasal dari ras demi-human, hal itu bisa diketahui dari dua telinga serigala di kepalanya dan juga ekor serigala di bagian belakang.

Mereka bertiga menatap Raja Iblis dengan tajam penuh kebencian dan nafsu membunuh, jelas sekali mereka sangat membenci sosok Raja Iblis itu.

Raja Iblis menyeringai melihat tatapan mereka bertiga lalu bangkit berdiri dari singgasananya. Meskipun sekarang pasukannya sudah terdesak, dimana kemungkinan besar akan tersapu habis, namun dia sama setiap tidak peduli akan hal itu.

Raja Iblis mengibaskan tangannya, seketika sebuah pedang langsung muncul ditangannya, bersamaan dengan aura kegelapan yang langsung keluar dari tubuh Raja Iblis.

"Raja Iblis! Hari ini adalah hari kematian mu! Bersiaplah untuk pergi ke neraka!" Raizen juga langsung bersiap bersama dengan kedua rekannya.

"Ho, neraka memanglah tempat asal ku, tidak akan buruk jika kau mengirim ku untuk pulang ke rumah ku!" Ucap Raja Iblis, masih menyeringai lebar, mulai berjalan kedepan.

Raizen dan yang lainnya langsung bersiap, kali ini mereka akan menuntaskan misi dan tugas terpenting mereka, yaitu membunuh sang Raja Iblis.

"Carol! Floryn! Bersiap!" Raizen memasang kuda-kuda siap tempur dengan auranya yang langsung keluar.

"Baik!" Jawab Carol dan Floryn bersamaan.

"HAHA! MAJU!" Raja Iblis langsung melesat kedepan sambil menebaskan pedangnya.

"Tebasan Kegelapan!" Satu gelombang kegelapan langsung melesat kearah mereka bertiga.

Melihat itu, Carol maju kedepan kemudian memasang tameng bajanya.

*Booommm...!!

Ledakan keras terjadi saat tebasan kegelapan menghantam tameng baja milik Carol. Bisa dilihat tameng Carol sama sekali tidak mendapatkan goresan.

Raizen tidak membuang waktu, melesat kedepan dengan kecepatan tinggi. Floryn juga tidak diam saja, dia merapatkan mantra sihir kemudian mengangkat tongkatnya keatas.

Sebuah lingkaran sihir tercipta diatasnya yang seketika menembakkan gelombang api, mengarah pada Raizen.

Raizen memarik pedagang kebelakang, ujung mata pedangnya seketika menyentuh gelombang api sihir milik Floryn, yang kemudian terserap masuk ke pedangnya, membuat pedang Raizen bercahaya merah dan diselimuti kobaran api.

"Hyaaa!!" Raizen berteriak seketika dia dan Raja Iblis sudah saling berhadapan kemudian menebaskan pedangnya.

Raja Iblis menahan tebasan Raizen menggunakan pedangnya.

Namun tebasan pedang Raizen yang sudah diperkuat dengan sihir api milik Floryn, membuat Raja Iblis terpental keras kebelakang.

Raja Iblis sama sekali tidak merasa terkejut, dia justru tersenyum lebar "Lumayan!"

Raja Iblis mengatur posisi tubuhnya diudara, berbeda saat kemudian kakinya menapak dinding ruangan, lalu dengan satu tolakan kuat yang membuat dinding ruangan retak, Raja Iblis kembali melesat kearah Raizen dengan kecepatan yang lebih cepat.

Raja Iblis belum mencapai tempat Raizen, sebelum Carol tiba-tiba muncul menghadang Raja Iblis dengan tamengnya.

*Deeeng...!!

Pedang Raja Iblis menebas tameng Carol dengan keras, membuat Carol mundur beberapa langkah.

Sesaat kemudian Raja Iblis melihat Raizen sudah berada diatas Carol dengan menebaskan pedangnya, mengeluarkan kilatan cahaya kuning kearah Raja Iblis.

Raja Iblis langsung melompat kesamping menghindari serangan Raizen.

*Baaaam...!!

Kilatan cahaya kuning akhirnya menghantam lantai ruangan membuat garis memanjang hingga tembok ruangan dengan kedalaman setengah meter.

Saat masih diudara setelah melompat, sebuah bola api melesat cepat kearah Raja Iblis.

"Sial!" Raja Iblis mengarahkan tangan kedepan membuat perisai kegelapan.

*Boooommmm...!!

Ledakan keras terhajadi, meskipun Raja Iblis telah membuat perisai pelindung, namun itu tidak terlalu kuat karena dibentuk dalam waktu singkat hingga tidak terlalu padat.

Membuat Raja Iblis terpental hingga menghantam singgasananya sampai hancur lebur berantakan.

Tidak ingin membuang waktu, Raizen melompat dengan pedangnya yang bercahaya terang, melesat kearah Raja Iblis.

"MATILAH!!" Raizen menebaskan pedangnya saat setelah mencapai jarak dekat dengan Raja Iblis.

Namun Raja Iblis tiba-tiba menghilang membuat tebasan Raizen mengenai lantai, gelombang angin dari tebasan Raizen memotong lantai.

Sesaat kemudian Raja Iblis muncul didepan Raizen lalu dengan keras menendang wajah Raizen hingga terpental jauh kebelakang.

Sebelum tubuh Raizen menghantam tanah, gelombang angin tiba-tiba muncul membuat lesatan tubuh Raizen berhenti.

"Kau tidak apa-apa Raizen?" Floryn mendekati Raizen dengan wajah khawatir, dialah yang menolong Raizen dengan sihir angin miliknya.

"Aku tidak apa-apa, jangan terlalu dipikirkan, sekarang kita harus fokus untuk membunuh makhluk itu!" Tatapan tajam Raizen masih mengarah pada Raja Iblis.

Floryn mengangguk, paham dengan perkataan Shin lalu kembali fokus kearah Raja Iblis.

Tidak lama kemudian pertarungan kbali terjadi, masing-masing dari mereka mengeluarkan kekuatan penuh, tidak ada yang menahan diri.

Ledakan-ledakan keras terus terjadi akibat dari serangan mereka, tidak ingin mengalah pada lawan, menyerang dengan sekuat tenaga.

Hingga akhirnya, kini pertarungan sudah menuju puncaknya, kedua belah pihak sudah mendapatkan luka disekujur tubuh, hanya Floryn saya yang hanya mendapatkan luka ringan namun dia sudah kelelahan karena kehabisan sebagai besar Mana nya.

"Hahaha! Manusia, kalian mememang memiliki kekuatan! Aku mengakui jika kalian ini kuat! Banggalah karena mendapatkan pengakuan dari Raja Iblis ini!" Raja Iblis menyeringai lebar, meskipun tubuhnya sudah bersimbah darah hitam yang kental.

Raizen masih menatap Raja Iblis dengan tajam, sampai sesaat kemudian, Raizen tiba-tiba menyeringai lebar, seringai yang penuhb dengan kelicikan.

"Floryn! Sekarang!" Ucap Raizen.

"Baik!" Floryn dengan cepat melakukan gerakan dengan tingkat sihirnya sambil merapatkan mantra sihir.

Tiba-tiba sebuah lingkaran sihir dengan diameter puluhan meter terbentuk tepat di bawah kaki Raja Iblis.

Raja Iblis terkejut, dia akhirnya sadar telah masuk ke dalam perangkap para manusia itu. Belum sempat Raja Iblis melompat keluar dari lingkaran sihir, rantai-rantai cahaya tiba-tiba menyeruak keluar dari lingkaran sihir, membelenggu seluruh tubuh Raja Iblis hingga membuatnya tidak bisa bergerak.

"SIALAN!!" Raja Iblis mengerahkan seluruh kekuatannya, namun masih tidak bisa lepas dari rantai-rantai itu.

Jika dia berada dalam kondisi prima maka dia bisa menghancurkan rantai-rantai itu dengan mudah, namun sekarang Raja Iblis sudah kehabisan sebagai besar energinya, ditambah tubuhnya yang penuh luka membuatnya tidak bisa melepaskan diri.

"Apa kau kira kami melompat kesana-kemari tanpa alasan? Aku menebarkan kristal sihir tanpa kau sadari hingga kauasuk dalam perangkap kami!" Shin menyeringai lebar.

Kristal sihir yang Shin tebarkan itulah yang membentuk lingkaran sihir itu. Rencana ini sudah di persiapkan matang-matang, jadi tidak mungkin gagal.

Raizen berjalan mendekati Raja Iblis dengan pedang ditangannya yang mengeluarkan cahaya.

Hingga mencapai jarak satu langkah "Selamat tinggal! Ini adalah akhir untuk mu!"

Raizen menusukkan pedangnya pada dada Raja Iblis, tepat pada jantungnya hingga tembus ke punggung Raja Iblis.

Raja Iblis langsung memuntahkan darah segar yang berwarna hitam kental.

Tiba-tiba Raja Iblis tersenyum kecil, Raizen yang melihat hal itu langsung berniat melompat mundur, namun tiba-tiba tentakel kegelapan keluar dari da*da Raja Iblis, tepat pada bagian yang tertusuk, mengikat tangan Raizen membuatnya tidak bisa kabur.

"Meskipun aku mati setidaknya aku akan membawa mu bersama ku!" Raja Iblis menyeringai lebar.

"Raizen! Menjauh!" Carol dan Floryn berteriak dengan khawatir.

*BOOOMMM...!!

Namun sudah terlambat, tubuh Raja Iblis tiba-tiba meledak keras, menghancurkan ruangan itu, membuat Carol dan Floryn terpental jauh akibat gelombang ledakan.

*******

Ch.2 - Permulaan Setelah Akhir (Revisi)

Carol dan Floryn terpental jauh karena Raja Iblis yang meledakkan tubuhnya.

Carol mengatur posisi tubuhnya diudara, hingga kakinya menapak tanah, namun terus mundur membuat garis memanjang.

Sementara Floryn dengan cepat menggunakan sihir angin agar tubuhnya tidak terlempar terlalu jauh.

"RAIZEN!!" Mereka berdua meneriaki nama Raizen.

Mereka berdua sangat khawatir karena Raizen berjarak sangat dekat dengan Raja Iblis yang meledakkan tubuhnya.

Sesaat kemudian sosok tubuh terlempar dari arah ledakan, Carol yang melihat itu langsung melompat dan menyambar tubuh yang tidak lain adalah Raizen.

Raizen terluka parah, lengan kanannya sudah hancur, luka bakar dimana-mana, jelas sekali jika dia sudah diambang Kematian.

Mereka berdua sangat terkejut melihat keadaan Raizen, Carol dengan hati-hati meletakkan Raizen ditanah "Floryn, cepat sembuhkan Raizen!"

"Baik!" Floryn langsung menggunakan sihir penyembuhan.

"Sudahlah... Floryn... itu percuma saja... aku sudah tidak ada harapan lagi!" Shin berkata dengan lirih.

"Diamlah! Aku sedang menyembuhkan mu!!" Floryn berkata dengan nada keras, air matanya sudah mengalir, tidak ingin kehilangan Raizen.

Raizen tersenyum "Kalian adalah sahabat terbaikku... sebelum semuanya terlambat... aku ingin mendengar pesan terakhir dari kalian... agar aku bisa tenang... di alam sana"

Floryn menangis, dia sadar tidak akan bisa menyelamatkan Shin dengan kondisinya yang sudah separah itu.

Carol menghela nafas lalu mengatakan "Kawan! Sampai kapan pun aku tidak akan melupakan mu, kau telah banyak membantu ku selama ini, aku sudah menganggap mu sebagai saudara kandung ku sendiri!"

Tidak memiliki banyak waktu, Carol hanya menyampaikan kalimat seadanya meskipun masih ingin menyampaikan banyak hal.

Raizen menoleh kearah Floryn.

"Aku... aku..." Floryn masih terisak, sedikit sulit menyampaikan apa yang dia inginkan, namun sudah tidak ada waktu, Floryn harus mengatakannya sebelum semuanya terlambat "Selama ini aku sangat mencintaimu Raizen!"

Raizen tersenyum mendengar pengakuan Floryn, matanya sudah setengah tertutup, berusaha mempertahankan kesadarannya. Raizen membuka mulutnya, namun belum sempat mengatakan satu kata pun, Raizen telah menghembuskan nafas terakhirnya.

Floryn pun menangis keras mengetahui kepergian Raizen, Carol juga sudah menitikkan air mata yang sudah dia tahan.

Raizen yang merupakan seorang pahlawan yang menyelamatkan semua ras, kini telah gugur di pertarungan terakhir setelah menyelesaikan misinya.

Kehidupan di Benua Stary pun damai setelah kekalahan pasukan iblis dan kematian Raja Iblis. Carol hidup bahagia bersama keluarganya, sementara Floryn memilih untuk tetap sendiri, tidak memilih pasangan hidup, karena dalam hatinya hanya ada Raizen seorang.

Sebelumnya Floryn pernah berjanji pada dirinya sendiri untuk memberikan saat pertamanya hanya kepada Raizen, meskipun sekarang Raizen telah mati namun dia tidak akan pernah melepas janjinya itu.

Meskipun banyak sekali pria yang melamar Floryn, namun tidak ada yang dia terima, karena tidak ada tempat untuk pria lain selain Raizen dihatinya.

Hingga ajal menjemput, Floryn tidak pernah melanggar janjinya.

***

Raizen menemukan dirinya kini berada di tempat yang sangat gelap gulita, tidak ada apa-apa sejauh mata memandang, dia tidak lagi bisa merasakan anggota tubuhnya, berada dalam kegelapan tanpa batas.

"Jadi... seperti inilah kematian?" Gumam Raizen dalam hati "Aku awalnya mengira akan masuk surga setelah kematian karena selalu berbuat kebaikan! Tapi sepertinya aku salah, tidak ada surga di dunia ini!"

Raizen terus berada di kegelapan abadi, entah sudah berapa lama, Raizen tidak mengetahuinya, dia tidak menghitung waktu, namun dia yakin waktu sudah berlalu sangat lama.

Puluhan tahun, ratusan tahun, atau bahkan mungkin ribuan tahun, Raizen tidak mengetahuinya, yang pasti ini sudah sangat lama.

Sampai pada beberapa saat kemudian, setitik cahaya muncul di tengah pengelihatan Raizen.

"Setelah sekian lama aku akhirnya dapat melihat cahaya kembali" dalam hati Raizen merasa sangat senang dapat melihat cahaya setelah sekian lama, meskipun cahaya itu hanya setitik saja.

Beberapa saat kemudian setitik cahaya itu semakin terang hingga akhirnya menutupi seluruh pengelihatan Raizen.

Raizen bingung dengan apa yang terjadi, namun dia tidak peduli dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, dia hanya pasrah saja.

Sesaat kemudian Raizen dapat kembali merasakan anggota tubuhnya, semua inderanya perlahan kembali lagi hingga cahaya terang itu tiba-tiba menghilang dalam sekejap.

Perlahan Raizen membuka matanya, dia menemukan dirinya tergeletak dilantai sebuah ruangan dengan desain interior yang cukup unik namun asing di mata Raizen.

"Dimana ini?" Gumam Raizen lalu mencoba menggerakkan tubuhnya yang terasa kaku "Apa yang terjadi sebenarnya?"

Setelah beberapa saat, Raizen mulai terbiasa dengan tubuhnya, dia lalu melihat kedua tangannya "Apakah aku... dihidupkan kembali"

Raizen sedikit ragu dengan dugaannya itu, namun melihat tubuhnya sekarang lebih kecil dari sebelumnya, bahkan terlihat cukup kurus membuktikan jika Raizen hidup kembali, namun di tubuh yang berbeda.

Raizen sebenarnya masih belum yakin dengan hal itu, sampai kemudian kepalanya tiba-tiba terasa sakit.

"Aaarrrggghhh!" Raizen berteriak kesakitan.

Setiap detik berlalu kepalanya terasa seperti ditusuk ratusan jarum, bersamaan dengan ingatan orang lain yang muncul di kepala Raizen.

Setelah beberapa menit, Raizen akhirnya berhenti berteriak karena kepalanya sudah tidak lagi merasakan sakit, dia kini juga paham dengan apa yang terjadi.

Raizen saat ini menempati tubuh seorang anak yang bernama Xiang Yang.

Xiang Yang merupakan seorang anak dari Xiang Han yang merupakan Tetua Ke-7 dari Keluarga Xiang.

Keluarga Xiang sendiri merupakan salah satu keluarga besar yang menguasai Kota Batu Hitam.

Ada 3 keluarga yang menjadi penguasa Kota Batu Hitam selain Keluarga Xiang, yaitu Keluarga Li dan Keluarga Chen.

Ke 3 keluarga ini selalu bersaing untuk menjadi yang terkuat diantara yang lainnya, meskipun begitu tidak pernah terjadi pertarungan di dalam kota, walau cukup sering terjadi konflik kecil antara anggota keluarga, namun tidak pernah terjadi pertarungan besar.

Lain cerita jika itu di luar kota, jangankan bertarung bahkan para anggota dari 3 keluarga sering kali saling membunuh jika terjadi konflik. Biasanya konflik terjadi karena memperebutkan sumber daya ataupun saling sindir dan semacamnya.

"Haaah! Anak ini sungguh tidak berguna!" Gumam Raizen.

Dalam ingatannya, Xiang Yang susah berumur 13 tahun, dianggap sebagai sampah karena tidak bisa berkultivasi, selain itu Xiang Yang juga hanya memiliki akar spiritual yang sangat lemah.

Akar spiritual adalah sesuatu yang menentukan masa depan seorang kultivator berdasarkan jenis dan kemurnian akar spiritual tersebut.

Akar spiritual memiliki berbagaiacam jenis seperti akar spiritual api atau berbagai macam jenis elemen lainnya.

Semakin murni akar spiritual maka akan semakin tinggi masa depan seorang kultivator. Sementara Xiang Yang sendiri tidak diketahui jenis apa akar spiritual yang dia miliki, karena akar spiritualnya sangatlah lemah sampai-sampai tidak bisa diidentifikasi.

Entah kenapa Xiang Yang juga tidak bisa berkultivasi, dia sudah mencoba berbagai macam manual teknik kultivasi namun tidak ada yang cocok, dirinya sama sekali tidak bisa menyerap energi alam menjadi Qi sejati miliknya.

Seorang kultivator akan memiliki akar spiritual setelah berusia 8 tahun dan saat itulah mereka bisa memulai kultivasi.

Di dunia ini ada 4 tingkatan kultivasi dan masing-masing tingkatan memiliki 5 tahapan.

- Body Tempering

- True Fondation

- Earth Spiritual

- Sky Spiritual

Di Kota Batu Hitam sendiri kultivator terkuat hanya berada ditingkat True Fondation tahap 5 atau akhir.

Itu karena Kota Batu Hitam hanyalah kota kecil di Kekaisaran Han. Untuk tingkatan Earth Spiritual dan Sky Spiritual hanya ada pada kota-kota besar atau Sekte-Sekte besar.

Dunia ini memiliki konsep hukum rimba, dimana yang kuat berkuasa dan yang lemah selalu di yindas, hanya orang-orang yang memiliki kekuatan saja yang di hormati.

Ya...tidak jauh berbeda dengan dunia Raizen sebelumnya.

Sedangkan Xiang Yang yang tidak bisa berkultivasi hanya selalu di bully oleh teman sebayanya, hal ini membuat Xiang Yang selalu bersedih dan tertekan.

Sudah 5 tahun Xiang Yang menerima semua ejekan dari teman sebayanya hingga akhirnya, Xiang Yang yang sudah tidak tahan lagi memilih untuk bunuh diri menggunakan racun.

"Memunuh diri untuk kabur dari kenyataan adalah sesuatu yang sangat konyol, ya... meskipun begitu aku tetap berterima kasih karena dengan kematian mu, aku jadi bisa hidup kembali" ucap Raizen "Karena sekarang aku berada di tubuh mu, memakai identitas mu sebagai Xiang Yang, aku akan memulai hidup baru sebagai diri mu, namun aku tidak akan pernah mau seperti diri mu yang cengeng dan lembek!"

Xiang Yang mengubah posisinya, duduk bersila lalu memejamkan mata "Mari kita mulai menghimpun mana... Maksud ku energi alam!"

Xiang Yang mencoba menyerap energi alam disekitar, namun saat baru saja energi alam masuk kedalam tubuhnya, energi alam itu langsung menghilang membuat Xiang Yang menghela nafas.

"Aku tidak paham kenapa hal ini terjadi, namun karena aku tidak bisa menghimpun energi alam, maka mungkin aku harus melatih tubuh ku saja menjadi lebih kuat!"

Xiang Yang mengingat Carol yang memiliki energi sihir lemah namun karena memiliki fisik yang kuat, dia bisa memiliki kekuatan yang setara dengan dirinya dulu. Sekarang Xiang Yang mungkin harus mengambil jalan yang sama dengan Carol.

Melatih fisik hingga batasnya.

Xiang Yang membayangkan jika dirinya memiliki tubuh seperti Carol nanti, dimana memiliki otot yang sangat besar terkesan berlebihan, itu membuatnya jadi merinding, dia tidak ingin memiliki fisik seperti itu, hanya menginginkan kekuatannya saja.

"Jika aku hidup kembali, apakah mereka berdua juga sama?" Xiang Yang mengingat Carol, sahabatnya itu.

Semua percaya diri dan selalu menyebalkan, namun Xiang Yang tidak membencinya, malah sekarang dia merindukan orang itu.

Setelah itu Xiang Yang teringat pada Floryn, gadis Elf yang sangat cantik. Mengingat dimana Floryn menyatakan perasaannya di saat terakhir membuat Xiang Yang tersebut pahit.

"Aku belum membalas perasaan Floryn waktu itu" Xiang Yang sebenarnya juga mencintai Floryn, namun tidak mengungkapkan perasaannya karena fokus pada perang.

"Aku yakin setelah kematian ku, Floryn bisa mendapatkan pria yang lebih baik! Semoga saja dia hidup bahagia dengan pria pilihannya!" Membayangkan Floryn hidup bersama pria lain membuat hati Xiang Yang sedikit tersakiti.

"Yah...aku juga tidak bisa melakukan apa-apa!" Xiang Yang kemudian berdiri "Sekarang lebih baik memulai dari awal setelah akhir yang aku alami!"

Ch.3 - Pengganggu

Setelah keluar dari kamar, Xiang Yang mulai latihan di halaman depan rumah. Xiang Yang hanya melakukan latihan sederhana saja untuk meningkatkan stamina, seperti pus up dan berlari keliling halaman.

Saat ini Xiang Han yang merupakan ayah Xiang Yang sedang tidak ada di kediamannya karena sedang menjalankan misi di luar. Sebelumnya Xiang Han mengatakan jika dirinya mungkin tidak akan pulang sampai setidaknya 2 bulan karena menjalankan misi di tempat yang jauh.

Untuk ibu Xiang Yang sendiri, ayahnya dulu mengatakan jika ibunya telah meninggal setelah melahirkannya.

Jadi sekarang Xiang Yang hanya sendiri di kediamannya, itu pun jika tidak ada beberapa pelayan yang memang bertugas di kediaman Tetua Ke-7.

Xiang Yang melakukan latihan sederhana itu dengan sangat giat dan keras, tidak ingin bermalas-malasan.

Setelah 4 minggu kini Xiang Yang sudah mulai latihan bermain pedang untuk membiasakan dirinya dengan tubuh baru yang dia miliki. Sekarang tubuh Xiang Yang sudah mulai berisi, tidak terlalu kurus seperti sebelumnya, otot-ototnya mulai terbentuk.

Xiang Yang menggunakan pedang kayu untuk latihan, dia melakukan gerakan mengayun, menebas dan menusuk dengan pedang kayu ditangannya.

Meskipun dulu Xiang Yang sangat ahli dalam berpedang, namun sekarang dia berada pada tubuh baru, dimana tubuh pemuda yang sangat lemah, kaku dan lebih kecil dari sebelumnya, jadi tentu saja Xiang Yang harus membiasakan diri.

Xiang Yang sekarang sudah menghabiskan waktu 2 hari penuh untuk berlatih pedang, sehingga genap sudah 1 bulan Xiang Yang berada di dunia baru ini.

Dalam 1 bulan ini, selain melatih tubuh, Xiang Yang juga menyempatkan menghimpun energi alam kedalam tubuhnya, namun hasilnya sia-sia, sama sekali tidak ada hasil.

Siang hari ini, Xiang Yang seperti biasa menghabiskan waktunya berlatih pedang, dia sama sekali tidak menyia-nyiakan waktunya hanya untuk bersantai atau semacamnya.

Xiang Yang masih berlatih, sampai kemudian suara teriakan terdengar dari luar gerbang kediaman.

"SAMPAH KELUAR KAU!"

Xiang Yang menoleh kearah gerbang kediaman, dia sudah tau siapa yang akan datang. Namun Xiang Yang hanya diam saja dengan ekspresi tenang.

Beberapa saat kemudian, terlihat 3 pemuda seusia Xiang Yang berjalan memasuki kediaman.

Mereka bertiga memasang wajah angkuh dengan senyum meremehkan dan tatapan merendahkan kearah Xiang Yang.

Mereka bertiga adalah pemuda yang sering mengganggu Xiang Yang.

Yang berjalan paling tengah dan paling depan adalah Xiang Zu, putra Tetua Ke-2, memiliki kultivasi Body Tempering tahap 2 puncak. Untuk anak seusianya, Xiang Zu sudah bisa dibilang jenius.

Sementara di kiri dan kanannya adalah pengikut Xiang Zu, bernama Xiang Jun dan Xiang Ba, keduanya memiliki kultivasi tingkat Body Tempering tahap 1 puncak. Cukup jenius.

"Aku kira sampah ini sudah mati karena 1 bulan tidak keluar dari kediamannya!" Ucap Xiang Jun.

"Aku juga berpikir begitu, namun ternyata sampah ini hanya melakukan latihan yang sia-sia! Sampah akan tetap menjadi sampah!" Balas Xiang Ba.

"Xiang Zu, untuk apa kau datang kemari, aku sama sekali tidak memiliki waktu untuk meladeni mu!" Xiang Yang berkata dengan acuh tak acuh.

Mendengar perkataan Xiang Yang membuat urat kemarahan muncul di kening Xiang Zu "Ho! Sepertinya kau sekarang sudah berani melawan, apa kau pikir setelah mengurung diri selama 1 bulan kau akan menjadi lebih kuat?"

Xiang Zu berjalan mendekati Xiang Yang "Baru-baru ini aku telah mencapai puncak Body Tempering tahap 2, kau akan menjadi samsak tinju untuk menguji kekuatan ku!"

"Lebih baik kalian bertiga keluar saja, aku tidak berminat meladeni para bocah seperti kalian!" Ucap Xiang Yang dengan mada datar, sama sekali tidak peduli dengan mereka.

"Sampah kurang ajar!!" Xiang Ba yang sudah tidak tahan mendengar bacotan Xiang Yang, langsung melompat menyerang dengan kepalan tangan yang sudah dilapisi energi Qi. Memukul kearah wajah Xiang Yang.

Dengan santai, Xiang Yang melakukan satu langkah kebelakang bersamaan dengan memiringkan badannya.

*Baaam!

Pukulan Xiang Ba pun menghantam tanah.

Melihat celah yang sangat jelas, Xiang Yang langsung mengayunkan pedang kayu ditangannya, menebas belakang leher Xiang Zu.

Karena itu hanya pedang kayu, jelas tidak membuat Xiang Ba terluka, namun Xiang Ba langsung pingsan ditempat.

Melihat itu membuat Xiang Zu dan Xiang Jun cukup terkejut, biasanya hanya dengan Xiang Ba saja sudah cukup untuk membuat Xiang Yang tidak berdaya, namun sekarang Xiang Ba dikalahkan hanya dalam satu gerakan.

"Bocah tetaplah bocah, memang tidak memiliki pengalaman bertarung" Xiang Yang menggeleng pelan lalu menoleh kearah Xiang Zu.

"Jangan pikir hanya karena mengalahkan Xiang Ba kau bisa besar kepala! Karena kau telah melukai Xiang Ba maka sampah seperti mu harus dihukum!" Xiang Zu berlari dengan cepat kearah Xiang Yang.

"Tinju Besi!" Xiang Zu langsung memeluk wajah Xiang Yang, namun itu semua santai dihindari olehnya.

Meskipun memang Xiang Yang tidak memiliki kultivasi, serta kekuatan fisik dan staminanya masih bisa dibilang dibawah anak seusianya, namun Xiang Yang susah berpengalaman dalam medan pertempuran, mengalahkan bahkan membunuh banyak lawan. Tidak mungkin seorang bocah yang hanya tau cara melakukan gerakan asal dapat mengalahkan Xiang Yan.

"HORAAAA!" Xiang Zu terus memukul dan menendang namun sama sekali tidak ada serangannya yang mengenai Xiang Yang, membuat Xiang Zu semakin marah sehingga setiap gerakannya menjadi penuh celah.

"Menyerang secara membabi-buta terus menerus akan membuat stamina mu cepat terkuras! Gerakan penuh celah, saat bergerak perhatikan langkah mu, kuda-kuda mu terlalu lebar akan membuat keseimbangan mu kurang!" Xiang Yang terus menghindari serangan Xiang Zu sambil mengkritik pergerakan pemuda itu.

Xiang Zu sendiri semakin marah namun dia mengikuti apa yang Xiang Yang katakan. Itu membuatnya terkejut karena setelah mengikuti perkataan Xiang Yang membuatnya menjadi bergerak lebih cepat dan lincah, setiap pijakan kakinya juga semakin kokoh.

Xiang Yang tersenyum kecil "Bakat anak ini cukup bagus, dia dengan cepat mengerti apa yang aku katakan" gumamnya.

Setelah setengah jam terus menyerang tanpa hasil, Xiang Zu akhirnya berhenti menyerang. Kedua tangan Xiang Zu bertumpu pada kedua lututnya sambil terengah-engah dengan keringat bercucuran.

Xiang Zu melihat kearah Xiang Yang dengan wajah marah, dia cukup terkesan karena Xiang Yang hanya terlihat sedikit kelelahan.

Setelah beberapa saat, Xiang Zu kembali berdiri tegak "Sampah, ingat ini belum berakhir!" Dia berbalik lalu berjalan kearah pintu keluar "Xiang Jun, bawa Xiang Ba keluar!"

Xiang Jun yang tadinya hanya diam menonton terkesima, langsung menjalankan perintah Xiang Zu, membawa Xiang Ba yang masih pingsan keluar dari kediaman Xiang Yang.

Sementara Xiang Yang sendiri hanya tersenyum tipis melihat kepergian mereka, sama sekali tidak berniat menghentikan mereka.

***

Hari-hari berikutnya pun berlalu.

Kali ini Xiang Yang tidak hanya melakukan latihan, itu karena setiap 2 hari sekali, Xiang Zu akan selalu datang untuk menantangnya bertarung dengan alasan membalas perbuatan Xiang Yang sebelumnya.

Xiang Yang terus melayani Xiang Zu bertarung setiap kali pemuda itu datang, sambil terus memberikan arahan atau menjelaskan kekurangan ilmu bela diri Xiang Zu ditengah pertarungan.

Akhir pertarungan tidak pernah berubah, Xiang Zu selalu dikalahkan.

Sebenarnya Xiang Zu datang bukan untuk membalas perbuatan Xiang Yang, tapi untuk mendapatkan pelajaran dari Xiang Yang. Xiang Zu yang memiliki harga diri tinggi tidak mungkin mengatakan jika dia ingin dilatih oleh Xiang Yang yang selalu menjadi samsak tinjunya sebelumnya.

Setiap kali Xiang Zu datang, Xiang Yang akan memberikan pelatihan yang lebih keras.

Hingga satu bulan berlalu, saat ini di halaman depan rumah Xiang Yang, terjadi pertarungan antara Xiang Yang melawan Xiang Zu.

Sebagaimana biasanya terjadi, Xiang Zu terus menyerang sementara Xiang Yang kebanyakan menghindar dan sesekali menangkis atau memberikan pukulan balasan yang tidak pernah bisa dihindari oleh Xiang Zu.

Selama satu minggu ini setiap kali Xiang Zu datang, dia selalu pulang dengan keadaan babak belur yang membuatnya kesal dengan Xiang Yang.

Ya, hanya kesal saja, dia tidak marah. Ini menunjukkan jika Xiang Zu sudah menganggap Xiang Yang sebagai temannya, namun harga dirinya tidak mengijinkan pemuda itu untuk mengungkapkan hal itu.

Xiang Yang juga bukan tidak mendapatkan manfaat dari pertarungan melawan Xiang Zu. Dengan melakukan pertarungan langsung membuatnya jadi semakin menguasai tubuh barunya.

"Gerakan mu sudah mulai semakin bagus, Xiang Zu, kau memang berbakat! Aku mengakuinya" Xiang Yang terus menghindar, kemudian senyum tipis Xiang Yang semakin lebar membuat Xiang Zu mendapatkan firasat tidak enak.

"Tapi itu masih kurang untuk mengalahkan ku" Xiang Yang memusatkan kekuatan pada kepalan tangan kanannya.

Ini merupakan salah satu teknik milik Carol yang sebelumnya pernah diajarkan padanya. Teknik ini memungkinkan seseorang untuk memusatkan kekuatan fisik pada salah satu anggota tubuh mereka untuk memperkuat serangan. Energi Qi sama sekali tidak terlibat dalam teknik ini.

"Peningkatan Tubuh Fisik : Pukulan Batu!" Xiang Yang melesatkan pukulannya mengenai tepat di wajah Xiang Zu.

Xiang Zu langsung terpental beberapa meter, berguling-guling ditanah kemudian berhenti dalam posisi terlentang.

"Haaah...haaah...haaah!" Xiang Zu mengatur nafasnya, masih tidur di tanah dengan wajah babak belur, tubuhnya terasa sakit di berbagai bagian.

"Hahaha! Aku memang lagi bocah, jadi kau bisa datang lagi lain kali!" Xiang Yang berjalan mendekati Xiang Zu.

"Sudah ku bilang jangan panggil aku bocah! Apa kau tidak sadar aku lebih tua 1 tahun dari mu!" Xiang Yang berteriak kesal karena selalu dipanggil bocah oleh Xiang Yang.

"Terserah kau saja" Xiang Yang mengulurkan tangannya "Apa kau akan terus tiduran ditanah kawan?"

"Huh! Memangnya siapa yang berkawan dengan mu" meskipun mengatakan demikian, Xiang Zu tetap menyambut tangan Xiang Yang untuk berdiri.

"Ya, setidaknya kau sudah tidak memanggil ku sampah lagi" Xiang Yang tersenyum tipis.

Xiang Zu tertegun, dia baru menyadari hal itu. Memang seiring waktu, Xiang Zu tidak lagi memanggil Xiang Yang dengan sebutan sampah.

Xiang Zu kemudian mendengus lalu membalik badan "Ingat ini Xiang Yang, di pertarungan selanjutnya, aku pasti akan mengalahkan mu!" Xiang Zu langsung berjalan pergi meninggalkan kediaman Xing Yang.

Xiang Yang hanya menggeleng melihat kepergian Xiang Zu. Yah...dia sama sekali tidak memasukkan perbuatan Xiang Zu sebelumnya kedalam hatinya.

Sebelumnya Xiang Zu memang sering menghajar Xiang Yang, namun sekarang yang ada didalam tubuh Xiang Yang adalah Raizen yang berasal dari dunia lain, jadi dia sama sekali tidak peduli.

***

Sementara itu, Xiang Han, ayah Xiang Yang sekarang sedang berjalan menuju kediamannya. Dia baru saja pulang dari misi yang dia jalani.

Xiang Yang memiliki tubuh tinggi yang proporsional, tidak terlalu berlebihan, begitu juga dengan otot tubuhnya, meskipun usianya sudah 35 tahun, namun pria itu terlihat 5 tahun lebih muda.

Sesaat kemudian kening Xiang Han sedikit berkerut saat melihat Xiang Zu keluar dari kediamannya dengan wajah babak belur. Dia cukup terkejut melihat hal itu dan bertanya-tanya apa yang terjadi.

Tidak mungkin yang membuat Xiang Zu babak belur adalah Xiang Yang, karena dia tau putranya itu adalah seorang yang cacat dan tidak memiliki kultivasi.

\=\=\=

**Haaah, entah kenapa Author malah balik nulis di platform ini.

Entah apa yang Author pikiran.

Yah... author mungkin bakalan lanjutin nih novel sampe tamat**

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!