NovelToon NovelToon

Another VR World Accident

Chapter 1, Kecelakaan VR & Reingkarnasi

"Akh...!!! Sakiiit, kepalaku sakit,.."

"Apa-apaan ini?"

"Hah-hah-hah..."

"Eh sakitnya sudah hilang"

"Apa-apaan itu tadi?"

[PPEMBERITAHUAN, Tubuh didunia nyata mengalami kecelakaan, jiwa secara otomatis dipindahkan ketubuh baru yang diciptakan oleh Dewa Hermes di......]

"Ha..? Apa ini? Tubuhku,.. aku bisa merasakan tubuhku.. sebenarnya apa yang terjadi?"

| 3 Jam sebelumnya |

"Huh.. untung saja masih tidak terlambat, aku sungguh berterima kasih buat agen yang merekomendasikan aku dipekerjaan ini, tapi kalau tidak salah seharusnya ini tentang percobaan Teknologi terbaru, agar semua orang bisa merasakan dunia virtual, yah walaupun jadi kelinci percobaan juga nggak apa-apa yang penting tetep digaji sih" David berjalan memasuki gedung perusahaan VR setelah memarkir sepedanya.

David adalah yatim piatu dengan seorang adik perempuan bernama Rina yang masih disekolah SMP sedangkan David sendiri adalah seorang siswa SMA 16 tahun, David harus bekerja sambil sekolah untuk tetap hidup, untuk sehati harinya dipekerja disebuah Cafe milik paman temannya tapi seseorang merekomendasikan nya untuk bekerja sementara di perusahaan VR dengan gaji yang besar, David yang memang selalu membutuhkan uang langsung menyetujuinya dengan alasan gaji tinggi.

"Permisi kak saya David yang dipekerjakan sebagai tes uji coba paket baru perusahaan ini" David menyapa resepsionis setelah masuk kegedung untuk menferifikasi pekerjaannya.

"Sebentar saya cek dulu... ah iyah betul disini memang bernama David, slahkan menuju kelantai dua bawah seseorang akan menjemput anda" kata resepsionis sambil menunjuk kearah lift nomor tiga.

"Baiklah.. terima kasih" David pun menanggapinya dengan senyum canggung karena resepsionisnya tidak tersenyum sama sekali walau nada bicaranya agak ramah.

"David cepatlah profesor sudah menunggu dari tadi" sapa seseorang yang menyambut David setelah keluar lift.

"O-oh baiklah" David hanya mengikuti orang tersebut dari belakang walau sebenarnya dia agak terkejut karena gedung tersebut ternyata memiliki lantai bawah.

"Prof David sudah datang" ucap orang yang diikuti David setelah memasuki salah satu ruangan yang memiliki banyak layar monitor.

"Baiklah langsung saja, semuanya sudah siap yah?" Kata profesur tersebut sambil bertanya kerekan timnya

"Siap prof" ucap para timnya dengan serentak walau masih ada yang sibuk ngotak-atik komputer.

"Maaf, saya hatus ngapain yah?" David hanya angkat tangan dan bertanya karena dia bingung sendiri dengan apa yang harus ia lakukan.

"Baiklah begini David, ukhum.. biar saya jelaskan, kami akan mengirimi kesadaranmu ke dunia virtual yang telah kami kembangkan selama 5 tahun ini, tapi tenang saja kami akan mengirimmu kekota pertama untuk mengecek performa game dan bug nya, kami akan mengawasimu dari luar, dan untuk sementara kami akan melakukan perbandingan waktu 1:2 dinuia nyata dan dunia virtual, jadi tenang saja kamu akan puas menjelajah disana dan masalah tubuhmu disini kami akan menjaganya jadi kamu bisa tenang .....@#@€×:€@;@..." perjelas? perofesor tersebut.

"Baiklah pak" ucap David sambil berbaring disebuah Virtual kabin.

[Silahkan ucapkan kalimat perintah]

Sebuah suara dari sistem menggema didikepala David.

"Link start...!" perintah David kepada sistem.

````````````````

"Wow... inikah dunia Virtual, keren sumpah" David cukup kagum setelah memasuki dunia virtual dan langsung disugukan oleh pemandangan abad pertengahan zaman Romawi.

[David segera keluar dari kota dan cobalah berburu monster mengunakan pedang di infertorimu]

Belum sempat David keliling kota merasakan keindahan kota, sudah mendapat pesan dari Game master untuk keluar berburu.

"Haih.. padahal aku masih ingin melihat kota tapi yah sudahlah, aku coba periksa status deh, hm.. penjelasan dari perofesor tadi cukup katakan satatus sambil memikirkannya dengan dalam bukan? Baiklah biar aku coba..."

"Wah ada"

[Satatus

Nama:David

Exp:0/10

Level:1

Hp:100/100

Mp:100/100

Job:Warior

Class:___

Title:___

Skill poin:

Str : 2

Agi : 2

Int : 2

Dex : 2

Perlawanan Elemen

Api :-

Air :-

Udara :-

Tanah :-

Petir :-

Es :- ]

>Skill<

(Swordman)

>Invertori <

-Sword ×1

-Mp potion ×2

-Hp potion ×2

-Emas ×5

-Perak ×10

-Tembaga ×10

-...

-...

-...

-...

"Aku punya pedang plus skil, ini sepertinya cukup untuk berburu" gumam David sambil berlari keluar dari gerbang kota.

"Cek skill dulu"

>Skill <

[Sword Slash (Lv 0)

Damage : 50

Mana Cost : 10

Coldown : 8 detik

Upgrade Cost : 0 Exp. (+)

Menbas target dengan pedang.]

"Ini lumayan..."

-25

"ah..! ada Slime" David terkejut karena tiba tiba diserang oleh slime setelah baru memasuki hutan.

[Slime, (Normal)

Level 3

Hp 300]

"Baiklah akan kujadikan kamu sebagai percobaan dari karakterku ini!!!" Teriak David sambil mengayungkan pedangnya kearah Slime tersebut.

Slash...

-15

"Ha..? Apa-apaan ini seranganku bahkan lebih lemah dari slime, tapi ini memang sudah seharusnya baiklah gunakan skill" ucap David sambil melompat tiga meter kebelakang untuk

menghindari serangan dari slime tersebut.

"Baiklah terima ini slime, Swordman!!!" teriak David sambil mentyerang slime tersebut.

Slash...

-25

"Coldown 8 detik, sepertinya aku harus lah terus menghindari serangan slime ini selama 8 detik sedangkan serangannya akan muncul setiap 2 detik" gumam David sambil terus bertukar serangan dengan slime.

^Exp:15

^Level up

^1 Core slime

^1 Tembaga

^Pure Liquid

[Pure Liquid (1)

Cairan murni dari tubuh slime yang dapat diminum dan memulihkan satu persen mana setiap detiknnya, selama 20 detik. penggunaan berlebihan akan memasuki kondisi Bloated.]

Setelah menyerang dan menghindar selama 1 menit akhirnya david memenangkan pertempuran pertamannya.

"Baiklah Status"

>Satatus<

Nama:David

Exp:5/20

Level:2

Hp:75/200

Mp:10/200

Job:Warior

Class:___

Title:___

Skill poin:3

"Ok sepertinya aku hanya harus nunggu pesan dari GM untuk apa yang akan kulakukan selanjutnya"ucap David sambil berdiri dan membersihkan tubuhnnya dari debu.

"Eh apa ini?"

"Akh... Aaa...!!!" David berteriak dengan keras setelah merasakan seluru tubuhnya seperti terbakar.

|Sementara itu didunia nyata,

Ruangan percobaan VR.|

"Apa yang terjadi?"

"Terjadi kebocoran kabel!!!"

"Semuanya keluar!!! Terjadi kebakaran"

Api berhasil dipadamkan setelah 5 jam, 1 korban jiwa yaitu David yang akhirnya jiwanya dikirim kedunia lain oleh dewa Hermes.

[PPEMBERITAHUAN, Tubuh didunia nyata mengalami kecelakaan, jiwa secara otomatis dipindahkan ketubuh baru yang diciptakan oleh Dewa Hermes di World RPG.]

"Ha..? Apa ini? Tubuhku,.. aku bisa merasakan tubuhku.. sebenarnya apa yang terjadi?"

"Ini dimana? Hutan ini berbeda dari yang tadi"

"Sepertinya aku bereingkarnasi kedunia lain, tapi sistem Virtual Room masih ikut, apakah didunia ini mirip dengan dunia virtual?"

[Ini adalah World RPG yang diciptakan oleh dewa Hermes berdasarkan sebuah game yang ada dibumi yaitu MMORPG]

Dari pesan itu sudah cukup untuk menjelaskan keseluruhan situasi David untuk saat ini walaupun David masih bingung tentang apa yang sebenarnya terjadi pada tubuhnnya didunia nyata, yang ia tau hanyalah ia meninggal dan bereingkarnasi.

Chapter 2, Green Luck City

Hutan.

"Ini cukup berat untuk mati di usia muda dan bereinkarnasi meninggalkan bumi seperti ini apalagi adikku masih 14 tahun, tapi semoga beasiswa adikku cukup untuk dia sekolah hingga lulus SMA dan aku tau adikku itu kuat" David hanya pasrah dengan keadaan yang terjadi dan mulai menyesuaikan diri agar ia bisa bertahan hidup.

"Untuk sekarang aku harus mencari pemukiman manusia" ucap David berjalan mengikuti jalan setapak yang ada didepannya.

"Gawat banyak sekali slime nya!!!" Ucap David setelah melihat ada lebih dari 10 slime.

"Sepertinya aku harus membersihkan mereka dulu" David mengeluarkan pedangnya dan mula menebas dan membunuh slime tersebut.

Level up^

Level up^

Level up^

David terus berjalan menyusuri jalan tersebut dan kadang kadang menemukan sekelompok slime hingga akhirnya slime yang ia bantai mencapai seratus slime, meskipun banyak tapi David tidak terlalu kesulitan karena sudah terbiasa melawan slime tersebut hingga akhirnya David kehabisan Mp potion dan Hp potion sehingga david memilih istirahat.

"Biar aku periksa apa saja yang aku dapat tadi 'Status' eh sepertinya memang mirip game yah" David memeriksa statusnya sambil besandar disebuah pohon yang rindang nan sejuk.

[Satatus

Nama:David

Exp:170/180

Level:17

Hp:300/1.170

Mp:110/1.170

Job:Warior

Class:___

Title:(Slime slayer)

Skill poin:51

Str : 2

Agi : 2

Int : 2

Dex : 2

Perlawanan Elemen

Api :-

Air :-

Udara :-

Tanah :-

Petir :-

Es :-

-Slime slayer:

Meningkatkan 30% serangan terhadap monster bertipe slime.]

"Levelku naik banyak tapi apa ini? Slime slayer? Title yang memalukan... baiklah cek dulu apa saja yang aku dapatkan, tapi semuanya otomatis masuk keinvertori, apa semua orang didunia ini seperti aku juga yah, ah nanti aku pikirkan untuk sekarang cek 'Invertori'.." David merasa ada yang janggal karena seluruh item yang ada otomatis masuk ke invertorinya.

On/Off

>Invertori<

-Core slime (105)

-pure liquid (105)

-Emas (5)

-Perak (10)

-Perunggu (10)

"Oh sepertinya ada cara untuk tidak langsung memasukkannya ke infertori tinggal tekan off aja mungkin" sekarang David sedikit mengerti mengenai cara kerja infertoriniya yang mana bisa otomatis masuk bisa juga tidak tapi David memilih untuk tidak karena akan mudah dicuriga nantinya.

David kembali berjalan sampai dia tidak sengaja menemukan sekelompok serigala yang berjumlah enam.

[Silver Fang Wolf (Normal)

Level 15

Hp 1.500]

"Sekarang levelku sudah mencapai 17 sepetinya bisa tapi ini akan sulit karena serigala berkelompok lebih susah ditangani" gumam David sambil mengeluarkan Pedanngnya yang sudah mulai usang karena harus bertarung dengan 100 ekor slime.

David berlari dengan cepat stelah melihat sekelompok serigala itu berjalan menjauh posisinnya, ia langsung melompat dan menebas leher serigala paling belakang menggunakan skill berpedangnya sehingga satu ekor serigala paling belakang langsung tumbang.

Coldown:6 detik.

"Eh sepertinya waktu coldownnya semakin sedikit seiring meningkatnya levelku, kalau begitu" David terus menghindar dai cakaran serigala maupun gigitannya juga ia berhasil melukai kaki serigala bila Daving mendapatkan kesempatan.

+Exp25

+Exp25

+Exp25

Setelah beberama menit pertarungan, David akhirnya memenangkan pertarungan walupun dia juga memiliki beberapa luka ditubuhnya dan pedanngnya pun sudah patah dan masih menancap di kepala serigala tersebut.

[Satatus

Nama:David

Exp:170/180

Level:17

Hp:300/1.170

Mp:110/1.170

Job:Warior

Class:___

Title:(Slime slayer)

Skill poin:51

Str : 2

Agi : 2

Int : 2

Dex : 2

Perlawanan Elemen

Api :-

Air :-

Udara :-

Tanah :-

Petir :-

Es :- ]

"Sepertinya semakin tinggi level juga semakin susah mendapatkan exp, levelku aja nggak naik"

"Hah... aku pikir ini akan mudah, ternyata serigala memang adalah makhluk yang mengerikan saat berkelompok, tapi aku beruntung karena level mereka tidak lebih tinggi dari levelku, untuk sekarang masukkan mereka keinfertori dulu termasuk pedang rusak ini siapa tau nanti bisa berguna" David menghela nafas panjang setelah berhasil mengalahkan sekelompok serigala tersebut.

David kembali melanjutkan perjalanannya mengikuti jalan setapak yang ia temui dan setelah satu jam perjalanan akhirnya David sampai disebuah kota yang memiliki tembok besar dan gerbang diujung jalan setapak yang iya pijaki, diatas gerbang tersebut tertulis nama kota yang ada didalamnya "Green Luck City".

"Sesuai dengan namanya gerbangnya pun berwarnah hijau" ucap David melangkah menuju gerbang kota.

David melangkah ingin masuk kekota tapi segera dicegat oleh seorang prajurit berzirah yang sepertinya sedang bertugas.

"Oi bocah.. aku belum pernah melihatmu, apa kau punya tanda pengenal kalau tidak segera bayar satu koin perak" walaupun nada bicaranya agak kasar tapi David hanya memaklumi karena sepertinya mereka sudah berkerja mulai dari pagi hingga sore ini 'mungkin'.

"Maaf pak saya tidak punya tanda pengenal apa anda bisa menunjukkan kesaya dimana saya bisa mendapatkan tanda pengenal?" David mengeluarkan dua keping perak dari kantong celananya yang sebenarnya berasal dari infertorinya untuk perajurit tersebut berharap agar dia bisa mendapatkan sedikit informasi.

"Hmph... pergi saja sendiri cepatlah hari sudah mulai malam gerbang akan segera ditutup, kalau kau ingin tanda pengenal pergilah ke guild tapi kusarankan kau untuk pergi kepenginapan termurah digang itu" perajurit itu mengambil dua keping perak dan menunjuk kearah sebuah gang yang bisa terlihat dari gerbang kota.

"Mungkin prajurit itu kira aku miskin yah tapi emang seperti itulah sekarang aku hanya memiliki 5 keping emas 8 keping perak dan 10 keping tembaga, huh.. tapi setidaknnya ini cukup untuk mencari pekerjaan baru, dan untuk sekarang kepenginapan dulu" David bergumam sendiri setelah agak jauh dari gerbang kota dan ia melihat sebuah penginapan setelah memasuki gang tersebut.

"Penginapan matahari? Eee... namanya mirip penginapan dibumi yah, Ah...! siapa peduli yang penting istirahat dulu" ucap David melangkah masuk kepenginpan tersebut,

"Haih perasaan aku dari gerban tadi sudah menemukan banyak hal klise kenapa sekarang juga agak klise? Ternyata disini banyak orang" David sedikit terkejut karena banyak petualang yang istirahat disana dan lagi semuanya bau arak, mungkin semuannya sedang istirahat setelah mereka menjalankan misi.

[Herly

Lv 45

40 thn]

"Permisi apa masih ada kamar kosong?" David berjalan menghampiri seorang pria yang terlihat berumur 40 an dan sepertinya dia adalah pemilik penginapan ini.

"Haha maaf nak semua kamar disini sudah penuh, selama seminggu ini banyak sekali petualang yang masuk kekota karena akan ada perburuan wildbos tapi sepertinya kamu cukup kelelahan kalau kamu ingin, kamu bisa beristirahat di loteng kamu cukup bayar 8 tembaga untuk satu malamnya lengkap dengan makan malam dan sarapan pagimu" pemilik penginapan memilih untuk merekomendasikan lotengnya karena Seluruh kamar sudah penuh.

"Baiklah paman terimah kasih, kalau begitu saya akan menginap selama satu bulan dan untuk biyayannya ini" David menyerhakan 2 keping emas dan 4 koin perak.

Chapter 3, Green Luck City

"Ini cukup, Merly!!! Kesini dulu.." pemilik penginapan itu memanggil seorang gadis pelayan yang kelihatannya masih berumur 14 tahun dan.

[Merly

Lv 4

14 thn]

"Dia cantik" David tidak sadar bergumam setelah melihat Merly memiliki kecantikan dan wajahnya pun agak mirip dengan adiknya.

"Oi bocah kalau kamu berani macam-macam dengan anakku kesembeli kau!" Paman Herly pun sudah menarik lengan bajunya.

"Ha...? Paman salah paham saya hanya agak teringat dengan adik saya" David dengan cepat menjelaskan karena walau bagaimanapun juga dia tetap membutuhkan penginapan untuk malam ini.

"Oh begitu yah, dan juga aku bukan pamanmu bocah" paman Herly yang tadinya ramah berubah menjadi galak setelah bersingungan dengan putri nya, sungguh ayah yang baik, good job paman.

"Ha? Maaf"

"Sudahlah tidak usah terlalu dipikirkan, Merly kamu aik bersihkan loteng untuk tamu kita ini dan kamu bocah duduk disana akan segera kuantar makan malam untukmu" paman Herly tidak mau ambil pusing dan segera dia menyiapkan makanan untuk David.

"Oh iyyah paman, kamar mandi dimana?" David agak sedikit tidak nyaman dengan keringatnya dan ingin segera dibersihkan.

"Oi bocah, jangan-jangan kamu dari gunung yah, mana ada penginapan 8 perunggu yang ada kamar mandinya, kalau mau mandi disana dipermandian, tapi sudahlah kamu bisa pakai kamar mandi dibelakang untuk malam ini tapi besok tidak" Paman Herly memang memiliki tampang garang yaitu botak dan berotot tapi David menganggap bahwa paman Herly adalah orang baik.

"Terima kasih paman" David langsung berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinnya.

20 menit kemudian

"Ini makananmu" ucap paman Herly menyimpan sepring roti sayuran dan daging diatas meja David.

"Terima kasi paman" David langsung memakannya karena memang dia sudah lapar sejak tadi.

"Makanlah dengan pelan-pelan, Ah.. Merly!! Apa kamarnya sudah siap?" Tanya paman Herly ke Merly setelah melihatnya trusun dari lantai dua.

"Sudah ayah"

"Baiklah kamu antar tamunya ke atas nanti yah" ucap Paman Herly memberikan segelas air putih dan menunjuk kearah meja David.

"Baik ayah" Merliy pun bergegas mengambil air tersebut dan mengantarnya kemeja David.

"Silahkan minumnya" Merly memberikan minum kepada David setelah melihatnya menghabiskan Rotinya.

"Ah terima kasih ini enak" ucap David mengambil air dan segera memonumnya.

"Sama-sama" Merly hanya tersenyum dan mulai membereskan piring David.

"Oh iyyah tokoh pakaian disini, dimana yah?" David mulai meras tidak nyaman karena walaupun iya sudah mandi tapi tetap saja bajunya masih berkeringat.

"Hmm... ada pasar didekat sini, kamu bisa membeli pakaian disana, juga ada pakaian sihir" Merly menjawab sambil memandangi baju dan luka David yang sudah memiliki banya sobekan akibat serigala.

"Baju sihir? Apa itu?" David meras bingung tentang perbedaan baju sihir dan baju biasa.

"Oh kamu tidak tau yah baju sihir memiliki bermacam kegunaan ada yang tidak bisa kotor dan ada juga yang memiliki peetahanan fisik. Tapi harganya yang sangat mahal membuat banyak orang yang tidak bisa membelinya" perjelas Merly.

"Oh begitu yah sepertinya aku harus cari baju dulu sebelum cari pekerjaan" gumam David.

"Mencari pekerjaan? Ah aku kira kakak adalah petualang?" Tanya Merly yang merasa bingung dengan penampilan David.

"Kakak?"

"Tidak boleh yah"

"Terserahlah, oh iyah itu tadi petualang, bagaimana cara menjadi petualang?" Tanya David.

"Kakak hanya perlu mendaftar di guild petualang dipusat kota sih kak, ah iyah kak besok aku antar saja" Merly langsung mengajukan diri untuk mengantar David walaupun terlihat dia masih memiliki niat lain selain mengantar David berkeliling.

"O-oh baiklah" David hanya bisa mengiyakan karena iya merasa memiliki pemandu didunia baru memang agak dibutuhkan walaupun iya tahu bahwa Merly memiliki niat lain.

"Ok, ayah besok aku akan keluar mengantar Kak David untuk membeli pakaian!!!" teriak Merly sambil mengantar David keloteng.

"Baiklah" ayahnya pun langsung menyetujui.

'Aku memiliki firasat buruk' itulah yang dipikirkan David tapi mau bagaimana lagi dia sudah setuju.

Stelah sampai diloteng.

"Kakak tunggulah disini, aku akan segera mengambilkan perban untuk luka kakan" Merly segera berbalik dan berjalan menjauh.

"Oh bailah terima kasih" David menerima kebaikan Merly karena ia pun merasa terganggu dengan lukannya walaupun darahnya sudah terhenti.

Keesokan harinya.

"Hoaam... istirahat yang cukup badan kembali segar" David meregangkan seluruh badannya setelah bangun pagi.

"Tapi semua lukaku sudah sembuh, sepertinya perban didunia ini memiliki efek penyembuhan yang cepat untuk luka luar" David cukup terkejut karena melihat seluruh lukanya telah sembuh setelah dia membuka perbannya.

"Baiklah... waktunya untuk menenangkan hati" David terdiam cukup lama untuk menenangkan hatinya setelah mengambil nafas dalam dalam.

"Pertama ini dunia lain bukan bumi, kedua disini banyak bahaya yang aku tidak tau, katiga ini BUKAN GAME, aku diharuskan bertahan hidup disini bukan bermain. Baiklah itu pembekalan yang cukup, sekarang waktunya untuk bertahan hidup!" Ucap David sambil menepuk nepuk pipinya menggunakan kedua tangannya.

Tok tok tok...

"Kak David apa sudah bangun?!" Ucap Merly dari balik pintu.

Tok tok tok...

"Ah iyah aku sudah bangun tunggulah sebentar aku akan segera keluar!" Balas David agak mebesarkan suarannya.

"Baiklah" cukup mengerti Merly dan akhirnya berhenti mengetuk pintu.

"Aih sepertinya Merly memiliki rencana lain sehingga dia tidak cukup sabar untuk jalan-jalan hari ini" itulah yang David pikirkan.

Pasar kota

"Kak David, pakaian seperti apa yang ingin kakak beli?" Tanya Merly sambil melihat sekeliling pasar.

"Aku ingin baju yang biasa aja terus kalau bisa baju untuk bertualang dan bebas bergerak mungkin yah?" David agak bingung untuk menjelaskan baju seperti apa yang dia inginkan karena dia yakin baju disini tidak mirip dengan bumi.

"Oh baiklah aku akan membawa kak David ketokoh temanku" Merly langsung menarik tangan David dan berjalan dengan cepat.

Sesampainya ditoko Merly dan David langsung masuk dan langsung disambut oleh seroang wanita berusia 15 an.

[Sina

Lv 6

15 thn]

'Apa semua orang didunia ini memiliki level rendah? ataukah kecepatan peningkatan exp ku yang lebih cepat? Ah nanti akan keselidiki' pikir David yang tenggelam dalam lamunanya.

"Kak David?" Ucap Merly sambil menarik narik lengan baju David.

"Ah maaf aku melamun tadi, jadi ada apa?" Tanya David seketika setalah bangun dari lamunanya.

"Kak Sina tanya, kak David mau pakaian yang bagaimana?" Tanya Merly memperjelas.

"Ah aku sih maunya yang nggak terlalu ribet kalau ada yang warna hitam yang itu aja" David memilih warna hitam karena merasa akan tidak sulit untuk mencucinya.

"Oh mungkin yang seperti ini" Sina pun menunjukkan salah satu pakaian terbaik tokohnnya.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!