NovelToon NovelToon

Arcella Queenzie

Bab 1

Gue Arcella Queenzie Ivander, Gue adalah anak yang tidak di harapkan oleh bokap gue, Bokap gue bernama Marchell Haiden Ivander salah satu pengusaha sukses dari negara A, namun di balik kesuksesan nya itu ada cerita kelam yang mana hanya Keluarga nya dan keluarga bokap gue yang tau.

Nyokap gue bukan dari kalangan orang kaya maupun orang susah dia di tengah-tengah kalangan itu, Saat nyokap SMA dia bertemu dengan Bokap mereka saling sayang dan cinta saat itu bokap lebih tua beberapa tahun dari nyokap, dan nyokap sedang duduk di bangku SMA kelas 12 atau bisa di bilang kelas 3,

Mereka sudah berpacaran sejak dua tahun yang dimana saat itu bokap adalah kakak kelas nyokap, keduanya berencana untuk menikah saat lulus sekolah,

kelulusan sekolah nyokap di lamar langsung oleh bokap di hadapan guru-guru dan teman-teman mereka, beberapa bulan setelah menikah akhirnya nyokap hamil gue.

di usia kandungan 7bulan, bokap berubah sering kasar ke nyokap sampai titik dimana bokap nuduh kalau anak yang di kandungan nyokap itu adalah anak hasil perselingkuhan,entah dimana bokap mendapat kabar atau berita bohong itu sampai-sampai mengajukan perceraian ke pengadilan,

perselisihan antara keduanya tak bisa di selesaikan secara baik-baik, bokap yang menunggu tanda tangan persetujuan cerai dari nyokap pun kesal karna terlalu lama menunggu, bokap main tangan menampar wajah nyokap yang mana saat itu gue masih dalam kandungan, Akhirnya keduanya bercerai setelah hampir satu tahun pernikahan.

Nyokap is the strongest woman bagi gue, beberapa kemudian gue lahir. di situ keluarga dari bokap berusaha untuk rebut gue dari nyokap, sampai saat usia gue 3 tahun keluarga bokap datang kerumah dan saking takutnya Oma kalau gue bakal di bawa pergi ,

gue pun di minta untuk sembunyi di dalam lemari sampai keluarga bokap pergi dari rumah, keluarga bokap dan nyokap bertemu selalu saja adu mulut sampai ketika bokap gue ngajak nyokap ketemu,

"Aku mau minta hak asuh Arcella" ucap Tuan Marchell atau bisa kita bilang bokap gue.

"are you kidding? Lo siapa seenak jidat minta hak asuh anak gue!"

"Fara!! jangan sampai kesabaran ku habis, selama ini aku dan keluarga ku selalu sabar melihat tingkah mu terhadap kami "

"JANGAN SEBUT NAMA FARA DARI MULUT KOTOR LO ITU TUAN MARCHELL!!"

"SAMPAI KAPANPUN ARCELL LO GAK BAKAL DAPAT HAK ASUH ANAK GUE!! INGATT ITU!!" Nyokap gue selalu emosi saat bertemu dengan Bokap.

Nyokap karyawan di kantor pemerintahan dengan jabatan sekertaris keuangan, Setiap pulang kerja nyokap selalu menyempatkan waktu nemanin gue bermain walau hanya sebentar,

Jadi single parent itu sangat sulit apalagi bukan dari kalangan orang kaya mengandalkan gajih yang di terima walau banyak namun itu tidak cukup , walau melelahkan nyokap selalu bersyukur karena semua hasil kerja kerasnya sendiri untuk menghidupi keluarga kecil kami.

"Cell"

"apa mom?"

"Gapapa, hari ini ngapain aja kamu sama Oma dan opa?"

"Tadi Acel mancing trus main air sama opa"

"dapet gak ikannya?" Arcella menggeleng

"Kasian, udah ayo tidur besok mommy harus berangkat kerja"

Malam begitu melelahkan bagi nyokap, setelah pembicaraan terkahir nyokap dan bokap saat itu, bokap maupun keluarga nya tidak pernah lagi datang ke rumah Oma,

Reuni SMA nyokap,

Teman kelas nyokap berkumpul walau tidak semuanya , tapi nyokap tidak terlalu mempermasalahkan hal itu yang pasti di tunggu nyokap adalah sahabat baiknya yang bernama Emma ,

"Apa kabar Ra?" Sapa Tante Emma,

"Baik, Lo gimana?" sapa nyokap balik

"Baik"

Kumpul reuni semua berjalan lancar, sampai di ujung acara Tante Emma menanyakan keberadaan bokap gue dan nyokap hanya bilang ada gitu aja,

"Eh gue lupa dulu tiga taun yang lalu kalo gak salah, gue ketemu laki lo"

"trus?"

"Gue nanya lo udah berapa bulan, trus suami Lo bilang 7 atau 6 bulan lupa gue. bincang-bincang sebentar kan sekalian nunggu suami gue"

"Lalu??" nyokap penasaran dengan cerita Tante Emma,

"Gue keceplosan bilang ke suami Lo" nyokap mengerutkan keningnya

"kata gue Ternyata Fara emang berhasil buat hati Lo Luluh ya Den, soalnya dulu gue sama Fara taruhan kalau dia bisa dapetin Lo gue bakal kasih dia 5jt, si Fara terima tantangan gue, dapetin Aiden mah kecil bagi gue ucap Fara gitu, lucu ya padahal niat bercanda doang eh beneran cinta lu berdua"

"Lo sama Aiden emang coc--" ucapan Tante Emma terhenti,

PLAKKK

Nyokap nampar wajah Tante Emma, teman-teman mereka yang tadinya asik berkumpul dan berbincang masing-masing tiba-tiba terfokus ke nyokap dan Tante Emma.

"Lo berdua apa-apaan!"

"Lo gapapa Em?"

"Ternyata elo ya biang kerok semua ini, Apa lagi yang mulut Lo ucapin ke Aiden hah!" Kesal nyokap

"Maksud Lo apa Far!!"

"Gara-gara Lo ngomong gitu! gue sama Aiden pisah! dia nuduh gue selingkuh manfaatin dia demi harta!! anj Lo !"

"Oh Lo udah cerai? kasian" ejek Tante Emma

"Gue gak suka sama Lo! Lo selalu dapetin yang gue mau termasuk Aiden!"

"apa yang Lo iri in dari gue ? gue dari kalangan bawah gak kaya Lo! Lo itu dari kalangan berada bisa-bisa nya Lo iri sama idup gue yang pas-pasan gini lucu!!"

"Persahabatan! pertemuan! apapun itu cukup sampai di sini Em! gue kecewa sama Lo!!"

Nyokap pergi dari caffe itu memilih untuk segera pulang karna hari sudah menunjukkan pukul 8 malam,

"Mommy Pulang"

"Mah? Arcell mana?"

"Dia udah tidur, Udah makan malam far?"

"udah ma, Fara masuk kamar dulu ngantuk"

Nyokap nyusul gue tidur, walau gue masih umur 3tahun setengah gue udah paham dan tau kalau nyokap gue lagi sedih, nyokap tiap malam sering nangis tanpa suara,

darimana gue tau? gue orangnya muda terbangun saat merasa ada orang datang ataupun natap gue walau sekilas, walau begitu gue memilih untuk tetap menutup mata sampai gue kembali tidur dan nyokap gak tau itu.

empat tahun berlalu,

Umur gue saat ini 7thn, selama tujuh tahun gue hidup, gue gak pernah tau wajah bokap gue karna nyokap sangat merahasiakan semuanya yang bersangkutan dengan Bokap gue, Gue pun gak mempermasalahkan hal itu, toh gue juga udah anggep orang itu mati.

Di usia 7tahun ini, Nyokap di lamar oleh salah satu pengusaha tersukses di Negara A yang bernama Nicolas Gibson seorang duda punya 2 anak kembar, gue gak tau dan gak paham apapun hanya mengikuti saja alur orang dewasa,

setelah menikah Arcella dan Mommy ikut Daddy Nico pulang ke Mansion nya dimana pertama kalinya Arcell jauh keluar dari rumah, datang ke rumah mewah besar dan megah milik keluarga Gibson atau Daddy Arcell sekarang,

Arcella dan Mommy nya yang baru saja melangkah masuk tiba-tiba dikagetkan dengan suara ledakkan dan kertas-kertas warna warni terbang berhamburan ke sana sini.

"welcome Mommy and little sister " Ya si twins menyambut kedatangan Arcella dan Fara Mommy sambung keduanya, Twins sudah dekat dengan Fara sangat lama mereka juga setuju Daddy nya menikah lagi .

apalagi saat tau kalau Fara memiliki anak perempuan mereka langsung memaksa Daddy segera menikahi Fara karna mereka sangat ingin mempunyai adik perempuan seperti teman-teman mereka, dan keduanya berjanji akan menjaga Arcella dan menyayangi sepenuhnya hati.

"Halloo nama aku Aldebara Pradipta Gibson, aku Abang pertama kamu dan ini Aldebara Pradipta Gibson Abang kedua kamu"

Arcell tersenyum kikuk "Halo aku Arcella Queenzie Ivan--" belum selesai Acel berucap Daddy Nico langsung memotong pembicaraan

"Namu kamu sekarang Arcella Queenzie Gibson ya sayang?" Acel mengangguk

"Ayo masuk! aku udah beli banyak mainan buat kamu" Arcella di tarik masuk dan ketiganya berlarian menuju ruang tengah untuk mengambil mainan yang tadi Aldo ucapkan.

...**🤚🤚🤚🤚🤚...

Hallo Reader❤️❤️❤️❤️

Selamat datang di novel kedua aku, semoga senang dan betah baca novel yang aku buat🙏 maaf kalau banyak yang typo atau penulisan tidak jelas 🙏

Novel ini 70% aku ambil dari real life ku sendiri huhu😂🙈 Jangan sampe bosan ya dengan cerita aku 😭😭😭

...✨jangan lupa like dan vote ya✨**...

Bab 2

"Rumah Ade sama Ado gede" Acel berucap seraya di tarik masuk ke dalam oleh kedua Abangnya

"Ini rumah Acel juga" Mata Acel berbinar senang.

Besok nya,

hari ini, hari Senin Arcella akan di daftar di sekolah yang sama dengan abang-abang nya namun tak jadi karna Oma nya.

"udah bagus Acel sekolah di tempatnya yang lama kenapa harus di pindah? lagian dekat juga sama rumah jadi bisa nunggu di sini" ucap Oma,

Oma yang sangat sayang ke cucu perempuan nya ini pun tak ingin merasa jauh, maka itu dirinya minta Acel tak usah di pindahkan sekolahnya.

Sang mommy dan Daddy pun tak bisa membantah permintaan orang tua, maka tak jadi Acel di pindahkan.

"Baik ma"

Di sekolah Acel adalah murid yang mood tergantung suasana ,walau begitu Acel adalah murid yang pintar dan baik ke guru maupun murid lainnya,

walau terkadang ada saja anak murid lainnya yang suka mengejek Acel karna tak punya ayah,

Arcell baru saja tiba di sekolah dan hari ini adalah hari dimana dilakukannya kegiatan imunisasi , Acel yang baru saja tiba itu berjalan bersama teman laki-laki dan perempuan nya bersama menuju kelas.

baru saja di depan pintu hendak masuk Acel melihat di meja terdapat kotak sampah yang mana , tempat sampah itu bergambarkan suntikan lalu ada api , Acel kira dirinya akan dia suntik menggunakan jarum yang di bakar terlebih dahulu.

"Acel gak mau di suntik!"

"Acel mau pulang!"

Teman-teman nya pun ikut gelisah melihat kota tersebut, Acel berlari menuju samping sekolah dimana gerbang samping biasa di gunakan para ibu-ibu menjemput anaknya,

"Cel mau kemana?" tanya teman cowo Acel yang lari mengejar Acel

"Acel mau pulang! Acel gak mau di suntik , itu suntikan api" teriak Acel

"Raga ikut" ucap anak laki-laki itu,

ya namanya Raga Alarick Eston sahabat Arcella sedari masuk sekolah dasar, Keluarga Eston adalah salah satu pengusaha kayu yang sangat terkenal di negara A, namun mereka tidak terlalu memanjakan anak-anaknya maka itu di sekolahkan lah Rega di sekolah dasar biasa itupun sesuai permintaan Raga nya sendiri.

"Cel jangan lari-lari" teriak Raga memperingati,

keduanya sedang berada di pinggir jalan raya, Raga berlari menyusul Acel akhirnya setelah sekuat tenaga berlari Raga bisa menggapai Acel,

"Stop dulu Acel cape" terengah-engah Acel di pinggir jalan,

"Minta jemput papa aja ya cel? Raga cape"

"Gak mau!" Acel tak ingin mommy nya memarahi dirinya karna bolos sekolah, karna jelas pasti papa Raga akan memberitahu mommy nya karna membawa Raga bolos

Jarak sekolah ke rumah Oma tidak terlalu jauh tapi walau begitu tetap saja kalau berjalan kaki jauh, Saat Acel dan Raga sedang beristirahat tiba-tiba mobil berhenti di dekat mereka.

(mobil penculik pada jamannya dulu)

Acel yang selalu di wanti-wanti Oma dan opa nya untuk tidak keluyuran sendiri di jalan raya, juga di beritahukan kalau para penculik biasa menggunakan mobil seperti di gambar,

"Ingat cel pesan opa, mobil kaya gini bisa culik kamu jadi jangan keluar sendiri bisa-bisa nanti leher kamu di potong" Acel hanya mengangguk paham,

Acel dan Raga yang baru saja istirahat mengatur nafas tiba-tiba di datangi mobil seperti itu sontak saja Acel menarik lengan Raga dan berlari menuju gang kecil yang di dekat mereka.

"Ada penculik kita harus lari" ucap Acel di sela larinya

"Acel gak bohong kan?" mereka berlari terus menerus sampai di rasa cukup jauh, masih harus melewati dua gang lagi untuk tiba di rumah Oma nya .

Mereka berdua sembunyi karna mencurigai salah satu pengendara motor yang berbadan gendut sedang memutar-mutar jalan yang mereka lewati tadi seraya celingak-celinguk Seperti mencari seseorang.

"Aga Acel takut" Acel pun menangis sejadinya

"sudah ayo pulang, Aga liat udah gak ada om gendutnya" mereka kembali berlari

sampai di rumah Oma,

Oma yang sedang memasak di dapur sontak kaget saat mendengar teriakkan serta sesegukkan sang cucu.

"Loh bukannya tadi di antar mommy sekolah ya?"

"Raga sama Acel kenapa gak sekolah?"

"Ada suntik api Oma" lapor Acel di sela sesegukkan nya.

"Suntik api?"

"Itu Oma di kotak suntikan ada gambar api nya" jelas Rega sambil ngos-ngosan

Oma langsung mengerti apa yang di maksud cucu nya ini, Oma dan Opa hanya membiarkan cucu nya ijin hari ini tak mungkin lagi keduanya di antar ke sekolah karna sudah pasti mereka terlambat.

Arcell rebahan di ruang keluarga bersama Rega karna kelelahan, Oma mengirimkan SMS ke Fara memberitahu kalau anaknya sudah pulang sekolah. anak-anak melupakan tentang penculikan tadi karena sudah kelelahan.

...Fara (Chat)...

^^^"Fara, Acel dan Raga udah pulang,^^^

^^^katanya di sekolahan ada^^^

^^^imunisasi Acel gak berani jadi^^^

^^^pulang sendiri trus Raga ikut"^^^

"Astaga anak itu,

awas aja nanti kalau

Fara pulang! Raga ikut pulang?"

^^^"Biarin la far masih kecil^^^

^^^mereka mah di maklumin,^^^

^^^iya Raga ikut pulang"^^^

"Yaudah, nanti aku telpon

orang tuanya Raga biar jemput

dirumah Mamah"

^^^"oke sayang"^^^

Oma membawakan cemilan ke Anak-anak yang sedang asik nonton kartun .

"Acel ganti baju dulu" perintah sang Oma

"Aga tunggu sini ya?" Raga mengangguk

Skip jam 10.25 siang,

Sudah saatnya jam pulang sekolah, orang tua Raga yang sudah di kabari kalau Raga berada di rumah Oma nya Acel langsung menuju ke sana.

"Assalamualaikum" ucap Mami Raga

"Waalaikumsalam, masuk nak"

"Di sini aja, Raga ada?" Raga yang tau mami nya datang langsung bergegas keluar rumah menghampiri sang mami.

"Mami" panggil Raga

"ayo pulang sayang"

"Acel, Oma aga pulang"

"Dahh aga"

Raga pulang bersama maminya.

Sore hari nya Acel baru di jemput oleh Mommy dan Daddy nya karna kedua orang tuanya baru saja pulang bekerja.

"Assalamualaikum Mah" ucap Tuan Nicolas / Daddy Acel

"Waalaikumsalam"

"Acel mana mah?" Tanya Fara

"Di dalam"

"Papa mana?" tanya Tuan Nicolas / Daddy Acel

"Daddy lagi di kolam belakang nak"

"Nico ke tempat papa dulu mah" Mertuanya mengangguk

Fara mendapati sang Anak tertidur pulas di depan tv, dirinya menunggu sang suami nya karna kunci mobil di tempat sang suami.

"Mas Acel tidur" sang suami pun langsung menggendong Acel ke dalam mobil,

"Mah Pah kita pulang dulu"

"Hati-hati"

Kedua nya pun langsung berangkat pergi karna mengejar waktu untuk makan malam bersama, apalagi Alde dan Aldo sedang menunggu mereka pulang.

"Makasih mas"

"untuk apa de?"

"untuk semuanya, terimakasih udah Nerima aku dan Acel"

"Aku yang harusnya terimakasih karna kamu mau Nerima kami bertiga" Tuan Nico mencium telapak tangan Fara

...🖤***JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤...

story from my life🙏***

Bab 3

Sesampainya di rumah,

Arcell yang tadinya tertidur sudah terbangun karna mereka akan makan malam bersama,

keluarga Gibson sudah berkumpul di meja makan,

Twins yang sangat menyayangi adik perempuannya sangat menjaga dan memperhatikan tindakan Arcell ,

Makan malam berjalan dengan santai, anak-anak sedang berada di kamar twins, sedangkan kedua orang tua mereka berada di kamar, Arcell bercerita tentang kejadian yang di alaminya tadi siang,

Merasa aman dan nyaman bersama kedua abangnya Seperti sodara kandung, begitu pun yang di rasakan twins kepada Arcell.

Kedua abangnya mendengarkan cerita dari Arcell sambil manggut-manggut saja, Arcell juga menceritakan kalau dirinya punya sahabat bernama Raga.

"Bang Alde Arcell boleh main ponsel/Hp gak?" Aldebara menoleh ke arah Arcell,

"Arcell masih kelas 2 gak boleh main ponsel dulu" Arcell mengerutkan bibirnya

"Tapi Arcell cuman mau nonton YouTube, di tempat Oma Arcell boleh nonton YouTube" rengek Arcell

"Kasih aja bang" pinta Aldo , Alde pun mengangguk

"Tapi nontonnya sama-sama" Arcell mengembangkan tersenyum seraya mengangguk.

Sampai pukul 9 malam,

ketiganya sudah tertidur pulas Arcell yang tidur di tempat tidur Alde yang mana ponsel milik abangnya masih menayangkan kartun Doraemon,

Selasa pagi,

Kedua orang tua mereka datang ke kamar twins sedikit terkejut pasalnya mereka kira Arcell tidur di kamarnya sendiri karna ternyata tidur di kamar twins,

"Anak-anak bangun"

"Aldebara"

"Aldobara"

"Arcella"

Absen Sang Daddy, anak-anak itu langsung bangun , Twins langsung menuju kamar mandi sedangkan Arcella masih mengumpulkan nyawanya.

sudah siap untuk berangkat sekolah kecuali Arcella yang tak ingin berangkat ke sekolah karna takut kalau dirinya akan di suntik ketika sampai di sekolah.

mommy dan Daddy nya sedari tadi membujuk dan meyakinkan kalau tidak akan ada yang berani melakukan hal seperti itu ke Putri mereka.

"Bang Ade , bang Ado Acel gak mau sekolah" adu nya kepada kedua abangnya

"Daddy" ucap twins seraya menunjukkan wajah memohon

"sayang mommy gak pernah ngajarin kamu kaya gitu ya, ayo sekolah" titah Fara sang mommy,

Aldebara dan Aldobara bingung harus bagaimana lagi, mereka juga sudah terlambat ke sekolah namun tak bisa meninggalkan adik mereka yang menangis.

"Cel sekolah!" titah sang Mommy lagi yang sudah hampir kehabisan kesabaran karna sedari tadi Arcell tak dapat di bujuk.

"Acell gak mau mom!!!" tangis Arcell semakin keras,

Fara yang sudah habis kesabaran membawa Arcell paksa ke dalam kamar nya, Nico sang suami mengikuti Fara ke dalam kamar Arcell.

"Arcell kalo kata mommy sekolah berati kamu harus sekolah!" dengan nada marah

"Sayang sudah jangan terlalu keras dengan anak-anak" Nico mencoba menenangkan sang istri. Arcell terus saja menangis sesenggukan,

"Arcell gak usah sekolah dulu hari ini, nanti Daddy hubungin guru kamu ya jadi jangan nangis lagi" Nico memeluk Arcell agar tidak menangis lagi,

di rasa nafas Arcell yang sudah teratur di lihat Nico Ternyata Arcell tertidur, merebahkan putrinya agar lebih nyenyak.

"Mas kamu terlalu memanjakan Arcell" ucap Fara

"Sudah lah jangan di bahas ya? aku akan berangkat kerja sekalian mengantar twins" keduanya berjalan keluar kamar Arcell,

"Arcell mana dad?" tanya keduanya bersamaan

"Arcell nya tidur, ayo kita berangkat kalian sudah terlambat"

Skip di Public Alementary Cchool (Sekolah dasar negeri)

"Assalamualaikum, hati-hati di jalan dad"

"Iya boy, belajar yang baik"

Keduanya masuk ke dalam sekolah, paras yang tampan membuat mereka sangat populer di sekolah,

"WOY DE DO TUNGGU" teriak anak laki-laki dari belakang mereka, Keduanya langsung menoleh karna merasa nama mereka di panggil.

Keduanya langsung berbalik dan melanjutkan langkah mereka menuju koridor sekolah, anak laki-laki yang memanggil mereka tadi pun sudah sampai di samping mereka,

"Di bilang tunggu malah jalan terus Lo" keduanya tak memperdulikan ocehan temannya ini.

kenalin dia Bagas Saputra, dari keluarga Putra yang terkenal dengan bisnis jual beli mobil-mobil mewah, pewaris utama perusahaan milik papa nya.

"Brisik Gas" ucap Alde

mereka sudah berada di dalam kelas, karna mereka bertiga terlambat namun tetap saja tak ada yang berani menghukum mereka karna pemilik sekolah ini adalah grandpa dari Twins itu sendiri,

Skip istirahat terlahir,

"Jesika" panggil Bagas,

"Apa Si gas" ucap Jesika,

Jesika Anara Kiasa namanya sahabat perempuan twins, putri dari keluarga Kiasa yang mana pemilik perusahaan di bidang perhotelan dan pariwisata , siapa yang tak mengenal keluarga Kiasa ini,

"Gak jadi deh" Jesi langsung memutar bola matanya malas dan melanjutkan pekerjaannya yang sedang menyalin tugas di papan tulis.

"Barkem kantin yuk" ajak Bagas ke twins

"Gak gas Lo aja" jawab Alde,

"Ayo gue mau beli burger" Aldo dan Bagas pun menuju kantin sekolah,

Sifat Aldebara dan Aldobara berbeda, kalau Aldebara terlihat bersifat dingin dan cuek kecuali dengan keluarga atau sahabat nya itupun kalau dia mood saja, kalau Aldobara kebalikan dari Aldebara bersifat blak-blakan dan mudah bergaul kadang-kadang.

"Hay Do mau kemana?" tanya anak perempuan beda kelas dari nya, Namun Aldo tak memperdulikan perempuan itu dan langsung melanjutkan langkahnya menuju kantin.

"gaya Lo do, cewe cantik di kacangin"

(masih SD woy udah jadi bibit playboy aja lu gas)

"Cantikan Ade gue" gumam Aldo

"perasaan lo gak punya Ade deh" Bagas menaruh telunjuk nya di dahi bergaya seperti sedang mengingat sesuatu.

"yang gue tau Lo Sama Alde aja deh gak punya Ade Lo"

"Aish bacot Lo gas, gue punya nanti gue kasih liat fotonya atau Lo kerumah gue"

"ok nanti gue minta ijin ke bokap dulu buat main kerumah Lo"

"Ambilin gas burgernya" titah Aldo, Bagas langsung berdiri mengambil burger yang mereka pesan.

Di Rumah/Mansion Keluarga Gibson,

hanya ada Arcella kedua orang tuanya bekerja, tadi pagi selepas Daddy dan abangnya berangkat ke sekolah Mommy juga akan berangkat Sebelum berangkat sang mommy ingin mengantar Arcell ke tempat Oma namun Arcell tak ingin, maka itu Arcella berada di rumah sendiri walau ada maid dan satpam.

Arcell yang mudah akrab dan membuat orang-orang nyaman berteman dengannya mau itu sepantaran dengannya maupun orang dewasa,

"Nona muda mau kemana?" tanya maid yang melihat Arcell yang hendak keluar rumah

"Arcell mau ke taman itu" tunjuk Arcell yang berada di ambang pintu ,

"jangan jauh-jauh ya nona muda" Arcell mengangguk.

saat Arcell berada di depan pintu sopir yang biasa antar jemput abangnya itu sedang bersiap.

"om mau kemana?"

"Eh nona muda, Mau jemput Tuan muda Aldebara dan Aldobara" Arcell diam tak menjawab.

"Acell mau ikut"

"Boleh, tapi ijin dulu sama bibi di dalam" Arcell mengangguk lalu berlari kembali ke dalam .

...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤...

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!