NovelToon NovelToon

Elang Dan Emila

Mirip wanita penghibur

Pengenalan

Perusahaan Elang Group, yang hanya memiliki satu putra tunggal mereka, yang kini tengah sibuk mengurus perusahaan seorang diri yaitu Elang Suryo Kusuma. Harus rela menerima perjodohan karena hubungannya dengan pacarnya yang sudah 5 tahun tidak direstui orang tuanya.

Sementara dari perusahaan Mawardi Utama, yang kini telah diambang kebangkrutan , juga terpaksa menjodohkan putri nya dengan Elang yaitu Emila Mawardi Utama . Sebenarnya Mila tidak pernah ikut campur di perusahaan karena ia memiliki usaha sendiri yaitu 2 butik ternama di kota A .

Karena keluarganya mengancamnya, kalo ia tidak mau di jodohkan terpaksa dia harus membantu kakaknya Erfan Mawardi Utama yang kini menduduki posisi sebagai Direktur utama.

Pertemuan pertama

Kedua keluarga telah memesan hotel bintang lima untuk pertemuan keluarga.

tak..tak..

Suara gesekan hels tinggi begitu menggems disana. Perempuan yang memakai dress hitam diatas lutut, tubuhnya bak gitar spanyol, memasuki ruang pertemuan keluarga.

Elang terus menatap ke arah gadis yang baru datang yaitu Mila, sebenarnya ia tak cuma cantik tapi juga sangat seksi, lekuk tubuhnya sungguh sangat sempurna.

"Maaf sebelumnya membuat kalian menunggu," ucap Mila dengan sopan.

Elang berbisik pada Mamah nya "penampilannya mirip wanita penghibur mah".

Mamah nya langsung memukul paha Elang, agar anaknya semata wayang itu diam.

"Jadi ini yang namanya Mila, cantik sekali" ucap Oma elang tersenyum bangga karena bukan hanya cantik, tapi sebenarnya Mila juga wanita yang cemerlang.

Mila hanya tersenyum dan duduk di kursi yang kosong, yaitu disamping Elang.

Papah Elang mulai berbicara "Jadi kami dari pihak laki-laki ingin memberitahukan bahwa Minggu depan ingin melamar putri bapak Mawardi".

Seketika Elang dan Mila tercengang dan saling berpandangan, menatap satu sama lain.

Papah Mila mulai menjawab "Iya pak, niat yang baik harus disegerakan, jadi kami dari pihak wanita menyetujui bulan depan untuk acara pernikahannya."

.

.

.

Satu bulan kemudian.

Setelah pesta pernikahan mereka memutuskan untuk pulang dan tinggal di rumah Elang karena Elang memang anak semata wayang dari keluarga Kusuma.

"Mila anggap rumah ini seperti rumah sendiri ya," ucap mamah Elang sambil mengantar Mila ke kamar nya di lantai atas .

Rumahnya tidak jauh berbeda dari rumah Mila, besar, mewah, dan begitu banyak ART.

Di kamar.

Elang dan Mila tidak mengucapkan sepatah kata pun sebelum mereka dijodohkan.

Mila duduk di tepi ranjang, dan Elang yang berdiri di depan jendela.

"Alasan kamu menerima pernikahan ini bukan karena kamu suka sama aku kan." Elang sambil menatap ke luar jendela, ia menyilangkan kedua tangannya.

"Memangnya kenapa kalo aku suka kamu, kamu tinggi putih otot mu juga lumayan lah ya, jadi menurut mu. Aku tidak ada alasan untuk menolak," ucap Mila sambil tersenyum kecil.

"Jangan bohong, kamu pasti hanya ingin menyelamatkan perusahaan mu kan" ucap Elang tidak suka.

"Aku tidak pernah bekerja di perusahaan , seperti yang kamu tahu aku punya usaha sendiri". ucap Mila tersenyum mengejek.

Elang terdiam dan merasa apa yang dikatakan gadis itu benar adanya .

Mila berdiri disamping Elang, "kamu nggak usah khawatir , cukup membuat mereka percaya kalau kita saling mencintai dan jangan pernah melarang ku dalam hal apapun".

"Dan kamu jangan pernah menganggu pacarku" mereka pun bersalaman tersenyum licik satu sama lain.

Malam pun datang, gelap sudah menyelimuti seisi bumi dan sekitar nya, alunan suara yang jangkrik yang terdengar begitu menyeramkan merdu menenangkan jiwa.

Mila merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang nyaman itu, sedangkan Elang baru saja keluar dari kamar mandi .

"biar aku tidur di kamar tamu" ucap Elang.

Mila langsung bangun dan duduk. "Kamu ingin membuat mereka curiga, mereka tidak akan mengijinkan kita keluar dari rumah ini kalo kamu nekat".

"Tidur bersama bukan hal yang sulit, ingat hanya tidur tidak lebih" ucap Mila mengancam.

Elang menghela nafasnya, "siapa juga yang nafsu sama kamu".

Mila membuka selimut nya dia memakai pakaian tidur yang seksi dan menerawang.

lalu menutupnya kembali.

"Awas aja kalo berani sentuh aku," ucap Mila tersenyum licik sambil membalikkan badannya membelakangi elang.

Elang yang melihatnya langsung menelan Saliva nya...

Wanita licik

Mila sedang di depan kaca menyisir rambut panjangnya, sedangkan elang yang baru keluar dari kamar mandi memakai handuk yang hanya melingkar pada pinggang nya saja.

Mila langsung memalingkan pandangannya sambil menutup mata , ini adalah pemandangan yang sangat indah sebenarnya badan yang kekar, perutnya yang kotak-kotak membuat Mila sedikit ngiler, ia membayangkan yang tidak-tidak. kemudian menggeleng kan kepalanya.

tanpa ia sadari laki-laki itu sedang berada dibelakangnya dan mengibaskan rambutnya yang basah.

"pasti lagi mikir yang enggak-enggak kan, dasar mesum".

Mila melongo "a apa aku mikir gituan sama kamu , ih kamu bukan level aku, lihat perutmu yang buncit itu". seketika Mila langsung berdiri .

Elang menarik tangan Mila kemudian ia mengamati leher Mila yang terdapat tanda merah disana.

"loh lehermu".

"udah nggak usah cerewet cepetan pakek baju" sentak Mila.

mereka pun menuruni tangga untuk sarapan pagi. Elang menggandeng Mila , mereka tersenyum dengan sangat terpaksa.

lalu duduk diruang makan keluarga.

Oma terus memandangi pengantin baru itu "gimana tadi malam Lang sukses kan?".

Elang sedikit bingung dan melongo mendengar nya.

"Oma sudah tahu jawabannya , kenapa kamu membuat semua semakin jelas" ucap Oma sambil melihat leher Mila yang merah-merah lalu papah dan mamah nya elang pun ikut tersenyum melihatnya.

Elang pun baru menyadarinya ia melirik Mila lalu berbisik di kupingnya "dasar perempuan licik".

Mila tertawa bahagia sambil menginjak kaki Elang.

Papah elang "senang nya sebentar lagi papah punya cucu".

Elang hanya tersenyum terpaksa.

Hari ini Elang dan Mila masih cuti tapi mereka berdua tidak mau berbulan madu seperti apa yang diperintahkan orang tuanya.

Terlihat mamah Elang sedang menyirami bunga di halaman belakang, Mila mendekati nya.

"ehmmm Tante biar sini Mila bantu". tawar Mila

"Mila sayang kok masih Tante sih" ucap ibu Elang dengan lembut.

"eh iya mah , biar Mila yang siram ya". ucap Mila

"Elang dimana ?" tanya ibu nya

"itu mah". jawab Mila sambil menghadap ke arah Elang yang sedang asyik nonton tv.

"kamu panggil suami kamu suruh kesini".

Mila sedikit bingung kalo mau panggil nama saja, terdengar tidak sopan.

"mass...mass...mas Elang" seru Mila

Elang yang sedang duduk santai tolah toleh ke arah suara yang memanggil nya , ia sedikit bingung karena ini baru pertama kali nya Mila memanggilnya mas.

Elang berjalan kearah suara itu.

"Lang kamu ini gimana sih masa istrinya di anggurin". ucap mamah Elang.

"emang mau ngapain mah ,ini juga masih siang kan" ucap Elang sambil menatap Mila dengan licik

"kamu yang sabar ya Mila , kebanyakan laki-laki memang tidak peka " ucap mamah Elang pada menantunya.

Elang mencebikkan bibirnya "belain aja terus mantu mamah yang tersayang ini , Elang mah apa". mamah Elang dan Mila tertawa terkekeh mendengarnya.

"Lang ajak Mila ke rumah Bu RT Anter kue , sekalian kenalan". ucap mamah Elang.

"enggak ah mah , mamah kan tau gimana anak nya Bu RT , bayangin aja udah males aku". jawab Elang.

"justru itu , kalo dia udah lihat kamu punya istri dia nggak akan ganggu kamu lagi" ucap mamah Elang.

Elang pun mengangguk, ia mengambil jaket dan kunci mobil lalu turun dari tangga , sedangkan Mila masih memakai pakaian yang sama.

"kamu yakin mau pakai baju itu?" ucap elang sambil melihat nya karena baju Mila terlalu seksi ia memakai rok jeans diatas lutut dan kaos putih nya yang menempel pas ditubuhnya.

"emangnya kenapa , ingat ya tuan Elang, ini hak saya". ucap Mila sambil keluar menuju garasi.

Elang hanya pasrah mengikuti Mila yang sudah berjalan mendahului nya. . .

Anak Bu RT

tok.. tok..

"eh mas Elang silahkan masuk". ucap Bu RT membuka pintu.

kemudian mereka masuk dan dipersilahkan duduk.

"Bu RT kenalin ini istri saya, Mila" ucap Elang. mereka pun bersalaman dan Mila menyerahkan kue yang dititipkan mamahnya Elang.

"duh cantiknya istri mas Elang" puji Bu RT.

Tiba-tiba keluar sosok perempuan yang bertubuh tinggi dan cantik seperti model, yaitu Elena anak Bu RT yang dari dulu mendekati elang.

Elang spontan langsung merangkul Mila , Mila pun langsung kaget. tapi setelah mengingat perkataan ibu Elang Mila paham.

"El ini ada mas elang sama istri nya". seru Bu RT

Elena tersenyum dengan terpaksa "mas elang udah dari tadi".

ia malah tak menghiraukan adanya Mila, dan malah pergi begitu saja sebelum Elang menjawab..

.

Perjalanan pulang

di mobil.

"kamu kenapa nggak sama anaknya Bu RT aja dari dulu, wajahnya lumayan lah ya meskipun kerempeng" kata Mila

"bukan urusan elo" sahut Elang.

"dihhh emang dasar cowo ngeselin, siapa juga yang mau". ucap Mila kesal.

hening. .

hening. .

hening. .

Tiba-tiba Elang melihat sosok yang dikenalnya duduk di bangku taman yaitu Sasa pacar Elang selama 5 tahun ini, Elang tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Sasa saat tau dirinya menikah.

Elang memberhentikan mobilnya.

Mila yang sedang asik main ponselnya lalu menoleh ke Elang"kenapa berhenti?"

"kamu tau jalan pulang kan" ucap Elang sambil melepas sabuk pengamannya.

Mila kebingungan Elang turun dari mobil , Mila hanya memandangi Elang sampai ia tidak kelihatan lagi.

Lalu Mila keluar dari mobil mengganti posisi nya ke arah setir mobil Terrios nya itu.

"dasar cowok nggak jelas" . dumel Mila.

.

.

.

Sementara itu di taman.

"Sasa" teriak Elang

.

Sasa mengalihkan pandangannya ia berbicara tanpa melihat ke sisi elang "kamu ngapain kesini, nanti istri kamu marah lagi".

Elang mencoba menjelaskan panjang lebar bagaimana hubungannya dengan Mila. bahwa ia hanyalah dijodohkan dan ia dan Mila tidak ada perasaan apapun.

Sasa yang bermuka polos itu hanya mengangguk dan menuruti kata-kata Elang. karena semenjak mereka berpacaran nasib keluarga nya bergantung pada Sasa yang bekerja di perusahaan Elang.

Sementara itu Mila baru sampai dirumah ia mengendap-endap agar tidak ada yang tahu kalo ia tidak pulang bersama suaminya.

Oma yang duduk santai di sofa mengamati Mila yang ketakutan masuk rumah.

"Mila , kamu kenapa?" tanya Oma.

"e enggak papa Oma cuma belum terbiasa aja di di rumah ini" Mila gugup bisa bisa nya ia bertingkah seperti maling.

"Mila nggak usah gitu, sekarang ini rumah kami juga . kamu kan istrinya elang " tutur oma

"jadi gini Oma rencananya Mila sama mas Elang pengen punya rumah sendiri, biar Mila bisa mandiri dan belajar jadi istri yang baik buat mas Elang"

"kalo itu emang maunya kalian berdua nggak masalah , kalian diskusikan saja berdua " jawab Oma

Elang yang baru sampai dirumah dan langsung duduk bersama Oma dan mila.

"Elang kalo kamu sama Mila emang pengen hidup berdua, dan punya rumah sendiri , Oma nggak masalah . cari yang deket-deket sini aja" kata Oma

Elang masih bingung apa yang dibicarakan Oma nya kemudian ia menatap Mila , Mila segera memberi isyarat dengan mengangguk ke arah Elang.

"ehmmm iya Oma" jawab elang sambil menuntun tangan Mila kemudian mereka menaiki tangga dan menuju kamarnya.

"maksud kamu apaan , rumah sendiri ? hah". sentak Elang tak terima.

"bisa nggak sih ngomongnya biasa aja, seharusnya kamu seneng kalo kita punya rumah sendiri bisa bebas , nggak usah drama lagi kaya dirumah ini".

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!