NovelToon NovelToon

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Perkenalan

Ardiyan Pramana pemuda tampan yang berumur 27 tahun yang memiliki sifat yang arogan dengan hobinya berbalapan liar dan suka main wanita, dia seperti itu di karenakan kemarahannya dengan takdir yang merenggut keluarganya orang tua berserta dua saudaranya yang meninggal karena kecelakaan. Hingga dia hidup hanya bersama kakeknya yang sering meninggalkannya karena bisnis keluarganya

Malam ini Ardyan bersama ketiga sahabatnya nongkrong di sebuah club malam tempat biasa mereka berkumpul seperti biasa,,

"Dim gue denger hari Sabtu akan ada balapan benar nggak?" ucap Dika pada Dimas yang lagi asik minum. lalu meletakkan gelas di meja sambil menjawab pertanyaan Dika,,

" Iya gue denger sih gitu, Lo ikutkan Ar?" tanyanya pada Ardiyan yang sedang sibuk memainkan game online nya,,

"Taruhannya Apa?" jawabnya dengan mata masih ke layar hpnya,,

"kata Jordy motor dia taruhannya" jawab Dimas

"Hmm boleh tuh oke gw ikut" ucap Ardyan dengan antusias

"Ok.. nanti gue atur, Lo siapkan aja motor Lo biar si black menang lagi" timpal Dimas.

"Gampang kalau si black sudah bertarung dia nggak akan pernah kecewakan gue deh " jawab Ardiyan

"iya iya gue percaya itu" bales Andi ikutan nimbrung.

tak lama dari jauh nampak seorang wanita seksi dengan baju berwarna merah marun menuju ke meja batender dan duduk sambil memesan minuman.

Dimas yang tak sengaja melihat langsung memberi tahu sahabatnya.

" Hai bro?, lihat tuh ada yang bening nggak ngiler lo? " ucap Dimas teman sejawat Ardiyan yang selalu bersama dengannya. ya Ardiyan memiliki 3 teman akrab dari masa dia duduk di bangku SMP hingga kuliah pun mereka bersama,,

" Woow.. iya bro bening ngiler gue" kata Andi yang duduk di samping Ardiyan. di sebuah club malam tempat biasa mereka nongkrong,,

Ardiyan melihat sekilas ke arah yang di tunjuk temannya,,

"Mau lo?.. biar que Bawak ke tempat biasa, gimana bro?" ucap Dika ikut bicara,,

"Ya udah Lo atur aja entar gue kesana" jawab Ardiyan dan berlalu meninggalkan mereka,,

Ardiyan memasuki sebuah kamar hotel yg biasa dia lewati untuk bersenang-senang kemudian berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu dengan hanya memakai handuk kimono putih yang ada di kamar mandi tersebut ia berjalan menuju ranjang yang beralaskan seprai berwarna putih,, tak lama pintu hotel terbuka,,

Ckellek.

Muncul seorang wanita bertubuh seksi menghampiri Ardiyan yang sedang duduk di tepi ranjang dengan posisi kaki lurus dan menyender kedipan ranjang sambil memainkan hp androidnya,, matanya melirik sebentar ke wanita tersebut lalu memalingkan kembali ke handphone

"Udah siap nona?" Tanyanya dengan mata masih menatap hpnya

"Oke aku siap tuan" bales wanita tersebut sambil berjalan ke arah tempat Ardiyan berada

"Stop!! sebaiknya anda bersihkan badan anda dulu karena gue suka yang wangi" wanita itu akhirnya pun langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah ia selesai, ia langsung menghampiri Ardiyan yang sudah menunggunya, dan tak menunggu waktu lama pemainan pun di mulai. Namun ketika permainan sedang berjalan pintu hotel tiba-tiba terbuka,,

Ckellek!!

"ARDIYAAAAAAAN!!!!" suara lantang seseorang Lelaki yang sudah memiliki umur yang tua dan berdiri di depan pintu dengan sorotan mata tajam yang memerah karna kemarahan yang luar biasa,,

Siapakah dia,,???

Hai guys, jangang lupa tinggalkan jejaknya ya.

Maaf ya kalau ada perkataan yang tidak sesuai. maka dari itu mohon bantuannya 🙏🙏

Visual cocok dengan umurnya 😉 karena visual adalah teman Author loh di dunia nyata 😁😁

Kemarahan Kakek

"ARDIYAAAAN!!!" Teriak seorang lelaki tua yang berbadan tegap dengan rambut yang mulai di tumbuhi rambut putih namun masih jelas kegagahannya. Dialah Kakek Ardiyan Pramana yaitu Rusdi Prayoga Pramana.

Dengan tatapan yang mata yang merah menggambarkan kemarahan yang luar biasa.

"Kakek?" ucap Ardiyan dengan mata terbelalak karena dengan keterkejutannya. dengan tangan cepat menarik selimut yang berada dekat kakinya. Kakek Rusdi membalikkan dengan kedua tangannya kebelakang seraya berkata.

"TEMUI AKU CEPAT!!!" Katanya sambil berlalu tanpa menunggu jawaban dari Ardiyan

Ardiyan pun bergegas cepat untuk membersihkan dirinya dan memakai pakaiannya dengan cepat dan tak lupa juga di memberikan uang kepada wanita yang menemaninya tanpa berkata apapun dan berlalu dengan jalan di percepat olehnya.

Hingga sampailah dia di depan sebuah pintu yang tertutup ia pun segera mengetuk pintu tersebut.

"Masuk!" Suara seseorang di balik pintu Ardiyan pun masuk dan melihat seorang pria yang sedang duduk di kursi kebesarannya.

setelah melihat wajah pria itu Ardiyan menundukkan wajahnya.

" Kakek? Maaf " suara lirih dari Ardiyan.

"Duduk!!" suara tegas dari sang kakek.

"Gimana sudah merasa puas dengan kelakuan mu selama ini?" suara kakek yang sedikit tertahan karena emosinya.

Ardiyan hanya diam tanpa berani menatap wajah sang kakek dia menunduk wajahnya karna memang dia salah.

"Sampai Kapan kamu akan terus begini haa !!"

suara kakek makin mengeras.

"Atau memang kau berkeinginan agar aku mencoret nama mu atas perwarisku IYA !!"

Ardiyan hanya menggelengkan kepalanya saja tanpa berniat untuk menjawab perkataan sang kakek.

"JAWAB ARDIYAAN !!" emosi kakek semakin memanas.

"Tidak kek " jawab Ardiyan dengan wajah yang masih tertunduk.

"Bagus!! apakah kau masih berkeinginan untuk terus menjadi cucu ku?" ucap kakek dengan suara agak melunak dari yang tadi,,

"Iya kek. karena hanya kakeklah keluarga Diyan satu-satunya " jawab Ardiyan dengan wajah sendu nya.

"Syukurlah kau mengingat itu" ucapnya seraya berdiri menghampiri Ardiyan yang duduk di hadapannya yang terhalang oleh meja kerjanya. lalu menepuk lembut pundak sang cucu kesayangan.

"Maafkan diyan kek" ucapnya dengan wajah yang masih tertunduk.

"Baiklah aku akan memaafkan mu dengan syarat kau akan selalu memenuhi segala permintaan ku?. bagaimana Ardiyan?" tanya kakek Rusdi kenapa sang cucu.

"Baiklah kek Diyan akan memenuhi keinginan kakek" jawabnya sambil memandang wajah tua sang kakek.

"Kau mau berjanji padaku nak?" ucap kakek sambil memegang tangan sang cucu.

"Diyan janji kek apapun keinginan mu diyan akan penuhi asal kakek bahagia di hari tua kakek" jawabnya seraya berdiri di hadapan sang kakek.

Kakek tersenyum dan memeluk erat sang cucu kesayangan dengan penuh kebahagiaan. dan sambil berkata.

"Bagus nak dan tunggulah karena keinginan itu belum saatnya kakek minta tapi persiapkanlah diri mu oke" sambil melepaskan pelukannya pada sang cucu dan mengedipkan matanya kanannya untuk menggoda sang cucu.

mata Ardiyan membulat.

"Apaan sih kek. kenapa sekarang kakek genit begitu" perkataan polosnya membuat sang kakek tergelak. melihat wajah sang cucu yang polos.

"Hahaha cucuku sudah dewasa tapi kelakuan haha " perkataan kakek yang tergantung karna gelak tawanya dan kembali ketempat duduknya.

Ardiyan hanya memandang sang kakek karena selama ini dia sudah tidak pernah melihat sang kakek tertawa. dia pun tersenyum.

"Terimakasih kek kau selalu ada di dekatku"

ucapnya di dalam hatinya

____

Undangan

Kakek Rusdi dan Ardiyan kembali bersantai sambil berbincang mengenai keinginan sang kakek agar si cucu mau berkerja di perusahaan mereka,,

"Ardiyan kakek minta kamu besok datanglah ke kantor kakek ingin kamu bekerja di sana sebagai karyawan biasa dahulu sambil memantau para karyawan di sana. apakah kau bersedia?" ucap sang kakek.

"Tapi kek..."Ardiyan yang ingin menjawab langsung di potong oleh sang kakek.

" Apakah kamu tidak terima kakek menjadikan karyawan biasa di sana?"

"Bukan begitu kek tapi apa kata mereka nanti? bukankah aku adalah cucu ku?"

jawab Ardiyan seperti tidak terima keputusan kakeknya.

"Kenapa? mereka juga tidak pernah melihat kamu karena setiap kakek ingin memperkenalkan mu. kau selalu tidak mau?" jawab kakek dan membuat Ardiyan tidak bisa membantah lagi dan ia pun hanya terdiam.

"Bagaimana kau setuju? kau juga akan di temani seseorang" ucap kakek seraya memencet tombol dan berkata.

" Suruh dia masuk!"

tak lama pintu pun di ketuk

tok tok tok

muncul seorang laki-laki yang berwajah tampan dan juga di kenal oleh Ardiyan.

"Dimas!" Ardiyan kaget melihat temannya datang,

"Ya Dimas akan membantu mu selama kau bekerja di perusahaan. kakek percaya sama dia. jadi berusahalah dan tunjukkan bahwa kau pantas menjadi penerus kakek"

" Baiklah kalau itu keinginan kakek Diyan akan berusaha untuk menunjukkan kemampuan Diyan" jawabnya mantap membuat sang Kakek tersenyum bangga.

"Baiklah kalau begitu sebaiknya kalian istirahat dulu. besok baru kalian tunjukkan kemampuan kalian" ucap kakek

" Kalau begitu kakek mau pergi dahulu untuk memenuhi undangan kepondok pesantren. sampai jumpa besok Ardiyan" kata kakek dan berlalu meninggalkan Ardiyan dan juga Dimas.

"Ceritakan pada gw?" kata Ardiyan menatap Dimas yang di hadapannya.

"Sebenarnya bokap gw adalah Asisten kakek Rusdi" jawab Dimas

yaa memang Ardiyan tidak pernah tahu karena selain dia harus menimbah pendidikan di luar negeri dia juga tidak pernah ingin tahu apapun tentang kakeknya karena dia merasa sang Kakek selalu memisahkan dia pada keluarganya.

tapi dia tidak sadar seandainya waktu itu dia ikut pergi bersama keluarganya otomatis ia mungkin juga hanya tinggal nama saja seperti ayah, ibu dan kedua saudaranya.

Dimas menceritakan segalanya pada Ardiyan semuanya termasuk tentang dirinya yang memang di persiapkan untuk membantu Ardiyan. hingga Ardiyan kini mengerti kalau sebenarnya kakeknya sangat menyayanginya.

dia merasa sangat bersalah karena selama ini mengira kakeknya tidak pernah perduli padanya, hingga dia menjadi brutal sebagai bentuk protesnya pada sang kakek. tapi sang Kakek malah sering meninggalkannya dan membiarkan Ardiyan dengan kesenangannya.

 

Pondok pesantren

Di sebuah Aula tampak para tamu memenuhi aula tersebut untuk menghadiri acara pengukuhan untuk para Hafidzah yang telah khatam Al-Qur'an. Betapa bahagianya para orang tua santriwati yang menyaksikan anak-anak mereka menjadi seorang hafidzoh Al-Qur'an. dan selain para orang tua santriwati pemilik yayasan juga mengundang para donatur yang ikut andil membesarkan pondok pesantren Darul Qur'an An-Nur. Termasuk kakek Ardiyan (Rusdi Prayoga Pramana)

acara demi acara pengukuhan tersebut berjalan penuh dengan hitmat. tangisan haru para orang tua menyaksikan para anak-anak mereka yang resmi menjadi seorang hafidzoh

Alunan demi alunan para santri membuat para yang mendengar terkesima dan haru.

Termasuk kakek Rusdi.

💚💚💚

Bersambung.....🙏😉

 

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!