NovelToon NovelToon

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Muda Sombong 2

Part 1

Namaku Mutiara, umurku 20thn Aku biasa di panggil Tiara, Aku terlahir dari keluarga yang sederhana

Ayahku seorang bodyguard di keluarga kaya,

dia Bernama Roy BG, tapi ayahku meninggal saat aku berumur 7thn.

Sedangkan ibuku adalah seorang dokter yang sangat terkenal di dunia medis, dia bernama Dr Angelista, namun setelah kematian ayahku, ibuku membawa ku pergi dari kota.

Kami tinggal di Desa, didesa ibuku masih setia dengan profesi nya yaitu seorang dokter, aku di didik untuk menjadi seperti dirinya.

Sampai akhirnya ibuku memutuskan kembali ke kota, dan memasukan ku ke Universitas kedokteran disana,

Saat ini seharusnya aku sudah hampir menyelesaikan kuliahku, namun di tengah perjalanan aku harus mengambil cuti, karena ibuku mengalami kecelakaan

Ibuku hanya terbaring koma di rumah sakit,

dan aku harus bekerja untuk membayar tagihan rumah sakit ibuku...

Aku memiliki dua pekerjaan

pagi hari sampai siang hari aku bekerja sebagai Office girl di sebuah cabang kantor ternama dan siang sampai sore menjelang malam aku bekerja sebagai Cleaning servis di hotel berbintang...

Siang ini..

Seperti biasa aku berangkat kerja jalan kaki, karena kantor dan Hotel tempatku bekerja berjarak tidak jauh, setiap hari aku akan berjalan menuju tempatku bekerja.

"Tiara kau baru sampai" Tegur Tina teman kerjaku

"Iya maaf "

"Untung saja belum telat hari ini, pemilik hotel akan datang untuk inspeksi" Ucapan Tina

"Benarkah"

"Itu benar, dia akan memperkenalkan Tuan Muda yang akan menggantikannya mengurus hotel ini"

"Em, aku mengerti"

"Baiklah segera ganti bajumu, dan datang secepatnya ke ruang pertemuan para karyawan" Ucap Tina

"Baiklah" Ucap Tiara sekenanya

Di lorong menuju ruang pertemuan tidak sengaja seorang pemuda menabrak Tiara hingga terjatuh

"Em maaf" Ucapan Tiara sopan

"Harusnya aku yang minta maaf Nona" Ucap pemuda itu

"Tuan, tuan jangan panggil Nona saya hanya Cleaning servis disini, maaf Tuan saya sedang terburu-buru, saya permisi" Ucapan Tiara tersenyum ramah

"Baiklah" Ucap laki-laki itu

"Gadis yang baik" Ucap pemuda itu

Di ruang pertemuan semua staff sudah hadir di ruangan itu, semua berdiri menyambut kedatangan sang pemilik yaitu Tuan Dimas Saputra

"Selamat siang semuanya" Ucap Tuan Dimas

"Hari ini, saya akan mengenalkan menejer baru hotel ini, perkenalkan ini anak saya

Dekka Saputra, untuk kedepannya dia yang akan menghendel semuanya" Ucap Tuan Dimas di barengi dengan kedatangan Dekka melangkah mendekat kepada sang Ayah

"Siang semuanya perkenalkan nama saya Dekka Saputra, untuk kedepan nya saya mohon kerjasama nya" Ucap Dekka sopan

Wajah Dekka yang tampan dan gaya bicaranya yang lembut membuat semua hati setiap staff wanita menjadi meleleh..

pertemuan itu selesai dengan sempurna, sekarang mereka kembali mengerjakan tugasnya masing-masing..

Tiara kini sedang membersihkan salah satu kamar hotel yang telah di tinggal oleh sang penyewa.

Tiara adalah gadis yang periang, dia selalu mengerjakan pekerjaannya dengan senang hati, setelah dia selesai merapikan kamar itu dia keluar dan ingin mengunci pintu itu tiba-tiba badannya tertabrak oleh pria paruh baya yang badannya terdapat luka benda tajam

Tidak bisa di pungkiri jiwa dokter nya terpanggil dengan sigap Tiara membantu pria tersebut.

"Tuan tidak apa-apa" Ucap Tiara

"Nak bisakah kau menolongku untuk menghentikan pendarahan ini" Ucap laki-laki itu

"Tentu tuan " Dengan cepat Tiara membawa laki-laki itu masuk kedalam ruangan yang baru saja selesai dia bereskan, Tiara dengan cekatan merobek sprai disana, dia membalut luka laki-laki itu untuk menghentikan darah yang keluar, untung lukanya tidak dalam dan hanya mengenai lengannya saja

"Bagaimana Tuan bisa terluka" Ucap Tiara

"Nak kau tak perlu tau, kau hanya perlu memanggil menejer mu kesini" Ucap laki-laki itu

"Baiklah Tuan" Tiara kemudian meninggalkan Laki-laki itu

dan mencari keberadaan Dekka

"Aku harus segera ke ruang menejer" Ucap Tiara

sampai di depan pintu Tiara malah merasa ragu

"Ketuk, tidak , ketuk, tidak, " Ucap Tiara

"Akhhhh sudah lah ketuk saja, kasian paman tadi" Ucap tiara

Tok.... Tok.. Tok..

"Masuk" Ucap Dekka

"Tu... Tuan.. muda Sa... saya mau melaporkan kalau di kamar 201, Ada laki-laki paruh baya yang sedang terluka, lalu dia menyuruhku memanggil anda" Ucap tiara takut-takut

"Oh baiklah, antarkan aku kesana" Ucap Dekka

Sampai di sana Dekka mendekati dan mendapati sang paman yang terluka

"Om Miko?? kenapa om bisa terluka"

"Dekka?? kupikir Dimas yang disini, ceritanya panjang lebih baik kau antarkan aku pulang"

"Ok om"

Episode 1

Setelah kepergian Dekka dan Tuan Miko

Tiara dengan cepat membersihkan kembali kamar itu.

Kini wajah Tiara berubah menjadi sedih saat melihat spray bagus yang iya robek.

"Bagaimana ini?? Kau sangat ceroboh Tiara, bagaimana bisa kau merobek spray tempatmu bekerja jika menejer tau apakah dia akan memotong gajiku Atau dia akan memecat ku, oh Tuhan jika aku di pecat bagaimana caraku membayar biaya pengobatan ibu dan juga biaya hidupku" Ucap Tiara merutuki kebodohan nya

"Ah sudah lah Mau bagaimana lagi, ibuku adalah dokter dan aku juga mahal kedokteran wajar saja jika jiwa penolong ku tinggi" Ucap Tiara mencoba menenangkan hatinya

Di rumah Tuan Miko

"Pa kau kenapa?? " Ucap Nyonya Shina panik

"Biasa ma, seperti nya orang yang menyerang kita waktu itu datang kembali" Ucap Miko

"Ya Tuhan bagaimana bisa!! " Ucap Nyonya Shina khawatir

"Aku tidak tau honey, untuk saat ini lebih baik kau jangan keluar" Ucap Miko

"Baiklah honey, tapi bagaimana dengan Derrel dan Rayyan mereka sudah tidak tinggal beraaama kita" Ucap Nyonya Shina panik

"Tante jangan khawatir, biar Derrel dan Rayyan aku yang peringatkan" Ucap Dekka

"Baiklah, Terimakasih Dekka kau memang bisa di andalkan seperti ayahmu" Ucap Miko

"Tentu saja om, aku dan ayah adalah pinang di belah dua" Ucap Dekka

"Kau benar" Ucap Tuan Miko sembari menepuk pundak Dekka

"Om Dekka pulang dulu ya"

"Dekka, ucapkan terimakasih pada gadis pegawai mu tadi, berkat dia aku bisa menghentikan pendarahan ku, bila perlu berikan dia bonus" Ucap Tuan Miko

"Beres om"

"

..........

Setelah kepulangan Dekka, Nyonya Shina mengobati Tuan Miko

"Pa apa kau sudah menemukan keberadaan Angel" Ucap Nyonya Shina

"Sudah ma, Bernei menemukan jejaknya dia kembali ke kota ini 3 tahun lalu, dan sekarang Bernei menemukan jejaknya terakhir nya di rumah sakit"

"Rumah sakit?? Apa dia kembali bekerja di rumah sakit keluarga Aditama"

"Sayangnya tidak honey, jejaknya Angel berada di rumah sakit kecil"

"Apa?? Sia-sia sekali bakatnya, jika dia harus bekerja di rumah sakit kecil, seandainya 13thn lalu tidak terjadi hal itu.. aku yakin Angel tidak harus meninggalkan keluarga Aditama" Ucap Nyonya Shina lesu

"Yang harus terjadi biar terjadi, sekarang kita harus membawa angel kembali ke keluarga Aditama, dan menepati janji kita kepada Roy" Ucap Tuan Miko yang memeluk istrinya

"Kau benar honey, kita harus membalas budi Mang Roy, dan menepati janji kita kepadanya" Ucap nyonya Shina

"Pasti honey, kita pasti akan menepatinya" Ucap Tuan Miko

Jam bekerja Tiara telah usai, Tiara bersiap-siap untuk pulang namun Tina teman kerjanya mengatakan bahwa menejer ingin bertemu dengannya

"Tiara kau di panggil Tuan Muda Dekka" Ucap Tina

"Baiklah aku akan segera kesana"

Tiara berjalan dengan perlahan dia terus berfikir

*Bagaimana jika aku di pecat?? Bagaimana ini??? " Tiara terus berdialog dengan dirinya sendiri sampai tidak terasa dia sudah sampai di depan pintu ruangan Dekka

"Ya Tuhan, kenapa cepat sekali aku berada di depan pintu ruangan menejer astaga"

"Bagaimana ini, masuk tidak ya?? Kalau aku di pecat bagaimana, huuu hhhh, Tiara kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu, toh kau melakukannya karena keadaan mendesak" Ucap Tiara meyakinkan dirinya untuk mengetuk

Tiara mengangkat tangan nya dan ingin mengetuk pintu namun Dekka lebih dulu membuka pintu membuat Tiara terdorong dan malah jatuh tepat di atas Dekka

"Aduh" Ucap Tiara sambil memejamkan matanya

"Eh aku jatuh kenapa tidak sakit ya" Ucap Tiara sambil membuka matanya dan terlihat Dekka yang menahan sakit di bawah tubuhnya

"Eh, em, eh, Tu... Tuan Muda ma.. ma.. maafkan saya" Ucap Tiara gugup dan langsung berdiri

Sedangkan Dekka hanya tertawa melihat tingkah lucu Tiara

Dekka kemudian bangun dan berjalan menuju kursi kebanggaan nya

"Nona Tiara silahkan duduk" Ucap Dekka yang mempersilahkan Tiara untuk duduk

"Ti.. Tidak usah Tuan saya berdiri saja" Ucap Tiara

"Duduk!! " Ucap Dekka tiba-tiba terpancar aura kepemimpinan nya membuat Tiara patuh dan duduk

Episode 2

"Apa kau tau kenapa aku, memanggilmu kemari?? " Ucap dekat dengan wajah seriusnya

"Tentu saja tau Tuan Muda, Tuan ingin memarahi saya, karena telah merobek sprei yang ada di kamar hotel kan Tuan" Ucap Polos Tiara

Mendengar ucapan tiara Dekka menahan tawanya

"Kau ini!! siapa yang akan memarahimu, aku malah akan memberikanmu bonus karena telah menyelamatkan om ku" Ucap Dekka

"Ah benarkah jadi Tuan tidak akan memecat saya, syukur lah" Ucap Tiara lega

"Ini ambilah"

"Ini apa Tuan"

"Bukankah sudah ku bilang aku akan memberikanmu bonus" Ucap Dekka

"Eh?? Aku tidak mendengar kan nya Tuan, tidak perlu Tuan, saya tidak perlu bonus, saya tulus menolong om Tuan"

"Tapi ini amanah dari om saya"

"Tidak apa Tuan saya benar-benar tulus membantu om Tuan, saya tidak di pecat saja saya sudah bersyukur Tuan" Ucap Tiara tulus

"Baiklah kalau , aku simpan kembali bonus kuota, tapi jika kau butuh, kau bisa mengambilnya" Ucap Dekka

"Terimakasih Tuan, kalau begitu saya pamit, permisi"

Setelah kepergian Tiara Dekka nama pak tersenyum

"Tiara kau gadis yang menarik" Ucap Dekka

Di Bar milik Derrel

Derrel sedang menunggu kedatangan Dekka dan Bimo, derrel menunggu dengan kekasihnya Rebecca

"Kemana si Dekka dan Bimo jam segini belum nongol, dasar tidak bisa tepat waktu" Ucap Derrel

"Biarkan saja sayang, toh kalau dia datang cuma akan jadi pengganggu"

"Kau benar sayang" Ucap Derrel yang kini memeluk erat Rebecca

"Ekhm-ekhm, masih jam segini sudah pacaran saja, hargai kita yang jomblo" ucap Dekka dan Bimo yang baru saja tiba

"Makanya cari pacar" Ucap Derrel

"Kalian aku kenalkan dengan teman-teman ku tidak mau"

*Huh siapa juga yang mau dengan teman-teman mu yang jal*ng itu, kau hanya beruntung bisa berpacaran dengan derrel, derrel saja bodoh mau maunya di tipu!! oleh sok polosmu itu" Ucap Dekka dalam hati

"Ahahaha, aku tidak suka teman-teman mu, teman-teman mu terlalu vulgar, aku lebih suka cewek polos lembut dan sopan" Ucap Bimo

"Kau bercanda, hari gini gadis seperti yang kau sebutkan itu tidak ada sudah punah" Ucap Rebecca

"Ada masih ada" Ucap Dekka lirih tiba-tiba dia ingat dengan Tiara

"Kau bilang apa Dekka?? " Tanya Bimo yang samar-samar mendengar Dekka berucap

"Hahaha tidak ada-tidak ada lupakan saja" Ucap Dekka

Suasana semakin memanas, Dekka sebenarnya tidak suka melihat Derrel berpacaran dengan Rebecca, menurut Dekka Rebecca itu tidak pantas dengan Derrel, meski Derrel suka minum tapi hatinya baik. menurut ayah Dekka Derrel ini memiliki sifat seperti Pamannya yaitu Dennis, dia tipe yang setia meski dia suka minum tapi sebenarnya dia orang yang baik..

"Derrel kita ke hotel yuk" Bisik Rebecca

"Hotel?? buat apa kesana sayang"

"Kita bersenang-senang di sana" Ucap Rebecca menggoda

*Gawat, aku tidak akan membiarkan Derrel masuk pernagjap perempuan iblis ini " Ucap Dekka dalam hati

"Bersenang-senang???, Kita bersenang-senang disini saja " Ucap Derrel

"Tapi sayang, kalau disini kita tidak bisa melakukannya" Ucap Rebecca menggoda dia kemudian duduk di pangkuan Derrel

"Ayolah sayang, kita bersenang-senang di hotel" Ucap Rebecca sembari mengalungkan tangannya di leher Derrel dan menempelkan bagian dadanya ketubuh Derrel

"Muak sekali aku melihatnya" Ucap Dekka lirih

"Dekka bagaimana menurut mu" Ucap Derrel

"Derrel besok, adikmu akan pulang kau malam ini harus pulang kerumahmu lebih awal agar kau tidak telat menjemput adikmu di bandara" Ucap Dekka

"Kau benar, aku hampir lupa kalau besok Rayyan akan pulang" Ucap Darrell

"Ok ayo kita pulang" Ucap Dekka

"Sory sayang aku pulang duluan ya, kau pulang bersama Bimo ok, Aku sayang kamu" Ucap Derrel sembari mengecup kening Rebecca

"Oko bye sayang" Ucap Rebecca kecewa

Setelah kepergian Derrel

"Siallll, ini semua gara-gara Dekka, jika Dekka masih bersama Derrel, aku tidak bisa menjebak Derrel agar menikah. i ku" Ucap Rebecca

"Tenang saja sayang, kita akan cari kesempatan lain untuk menjebak Tuan muda kaya itu" Ucap Bimo

"Kau benar sayang"

"Kalau begitu malam ini kau temani aku saja ok, besok aku akan memberikanmu jam tangan yang kau inginkan" Ucap Bimo

"beneran sayang" Ucap Rebecca manja

"Tentu, asal kau puaskan aku malam ini ok"

"Ok sayang serahkan padaku" Ucap Rebecca

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!