NovelToon NovelToon

Menikahi Gadis Menyebalkan!

Masa Lalu Bhumi~

Halo...

Di sebelah yang berjudul Istriku Cinta Pertama Adikku adalah Kisah tentang Bhima dan Flower ya..

Dan Disini adalah kisah Bhumi..

Biar gak nyampur- nyampur kayak gado-gado.

Seperti sebelah, di episode-episode awal masih mengenai pembukaan ya.. jadi harap sabar hehehe...

Happy reading 🍂

...🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂...

Bhumi Bramantya, Putra ke-dua dari pasangan Gema Bramantya dan Nayura Agatha Bramantya. Bhumi memiliki seorang kakak kembar yang bernama Bhima Bramantya. Meskipun mereka bukanlah kembar identik, namun mereka selalu saling melindungi, menjaga dan membela satu sama lain.

Bhumi adalah lelaki tampan dengan postur tubuh yang gagah dan terkenal dingin itu selalu sibuk dengan pekerjaannya yang sangat menumpuk.

Lelaki yang gila kerja itu bisa melupakan apa saja disekelilingnya jika sudah berbicara mengenai pekerjaan. Termasuk keluarganya.

Beruntung, keluarga Bramantya sudah tahu bagaimana Bhumi dan mereka sangat memperhatikan Bhumi yang selalu bersikap cuek dengan semua orang jika sudah bekerja.

Maklumlah, pekerjaan adalah bentuk pelariannya selama ini demi berusaha untuk tetap baik-baik saja setelah delapan tahun kejadian menyakitkan dimana dia dipermalukan lalu ditinggalkan oleh gadis yang sangat ia cintai bernama Flower.

Meskipun sempat mengalami keterpurukan yang mendalam, namun tidak membuat seorang Bhumi terjerumus dalam dunia sesat, misalkan mabuk-mabukan atau bermain wanita demi meluap kan emosinya.

Otaknya masih cukup waras. Jangan kan bermain wanita, dekat dengan wanita pun Bhumi enggan.

Ditambah dengan peraturan yang tidak bisa di ganggu gugat sedikitpun, dimana keluarganya melarang dengan sangat keras adanya sexx bebas. Jelas itu melanggar norma agama. Selain itu juga dapat mencemarkan nama baik keluarga. Jika dilanggar, maka hukuman berat siap menantinya.

Tidak dekat dengan wanita mana pun kecuali Renata gadis yang berstatus sebagai sahabatnya.

Bukan berarti Bhumi sudah tidak normal. Namun memang cintanya terhadap gadis bernama Flower itu terlalu besar. Bahasanya sih Gagal Move On. Delapan tahun Bhumi gagal move on setelah kepergian Flower dari hidupnya. Flower menghilang bak ditelan Bumi.

Kalau ditanya mengapa Bhumi tidak membenci Flower? jawabannya karena Bhumi teramat mencintai Flower dan yakin apa yang Flower lakukan di masa lalu itu memiliki alasan yang sangat kuat. Bhumi butuh penjelasan akan alasan Flower telah menyakiti dirinya.

Bhumi yang saat ini menjabat sebagai direktur Pemasaran di Perusahaan Bramantya Corp, membuat seorang Bhumi menjadi pribadi penuh tanggung jawab terhadap pekerjaan. Komitmen dan totalitasnya tidak perlu dipertanyakan lagi.

Tanggung jawab besar ada dipundaknya, dialah yang kelak menjabat sebagai Presiden Direktur menggantikan Papi nya. Karena Bhima, sang kakak kembar enggan terjun di dunia bisnis.

Dan adik perempuannya yang sangat manja bernama Bianca itu juga belum jelas apa yang dia mau. Kuliah saja seperti enggan. Padahal usianya sudah 20 tahun. Jadi Bhumi adalah satu-satunya harapan orang tuanya untuk meneruskan bisnis, demi keberlangsungan ribuan karyawan nya juga.

🍂

Dan saat ini,

Hati Bhumi sedang sangat tidak baik-baik saja...

sebab,

Kemarin adalah hari pertunangan saudara kembarnya yang bernama Bhima Bramantya dengan gadis bernama Adena yang tidak lain adalah anak dari sahabat kedua orang tua Bhumi dan Bhima.

Bhima Bramantya yang lahir lima menit lebih dulu dari dirinya merupakan seorang artis yang tengah naik daun.

Namun bukan itu yang akan kita bahas,

Melainkan,

Gagalnya pertunangan Bhima dan Adena karena datangnya seorang gadis yang Bhumi kenal. Dia adalah Shilla, sahabat Flower sejak SMA.

Di sana Shilla meminta pertanggung jawaban Bhima karena kondisi Flower saat itu sedang koma akibat pemerkosaan dan kekerasan yang dilakukan Bhima.

Bhima kakak kembarnya yang selalu bersikap baik pada wanita ternyata telah merenggut kesucian gadis yang ia cintai?

Sungguh, Bhumi tidak ingin mempercayai hal itu.

Namun, setelah dia melihat sendiri bagaimana kondisi Flower dan Bhima juga mengakui perbuatannya dihadapan semua orang, Bhumi ingin menghabisi Bhima saat itu juga jika tidak mengingat kedua orang tuanya.

Delapan tahun bukan waktu yang sebentar untuk Bhumi mencari keberadaan Flower namun hasilnya Nihil, kini dia dipertemukan dengan cara yang sungguh menyesakkan dada.

Beruntung tidak berselang lama Flower siuman, terlihat jelas tatapan Flower yang masih sama seperti dulu. Menatap Bhumi dengan penuh cinta. Sama halnya dengan Bhumi yang masih sangat mencintai Flower.

Namun,

kondisi Flower yang belum begitu baik secara psikis itupun masih enggan bertemu dengan orang lain termasuk Bhumi. Mungkin Flower trauma dan membutuhkan waktu sendiri untuk berpikir. Bhumi sempat kecewa, karena pertemuannya dengan Flower tertunda, tapi dia hanya bisa sabar demi kebaikan Flower.

Setidaknya Bhumi bersyukur bisa melihat Flower membuka matanya kembali. Bhumi berusaha akan menjaga dan mencintai Flower seperti dulu.

Meskipun hatinya sendiri tidak yakin karena kenyataannya yang merenggut kehormatan Flower adalah kakaknya sendiri, Bhima.

Bhumi adalah tipe orang yang tidak akan terima jika miliknya disentuh orang. Teringat dulu, ketika Flower ulang tahun, Sahabat Bhumi yang bernama Deon mengucapkan selamat pada Flower lalu memeluk Flower sebagai sahabat saja membuat Bhumi murka dan selalu mengungkit hal itu.

Pertengkaran demi pertengkaran terjadi hanya karena masalah sepele itu. Bhumi memang overprotektif. Namun semua itu diluar batas kendalinya karena masa lalunya yang sangat menyedihkan membuatnya Pribadi yang dingin dan enggan bersosialisasi dengan orang lain kecuali keluarga dan sahabat-sahabatnya, Deon, Reno, Alex dan Renata.

Jadi bisa dipastikan jika dia tetap bersama Flower maka seumur hidupnya, pasti akan dibayang-bayangi oleh Bhima yang sudah merenggut kesucian Flower.

Sehari setelah Flower sadar, Bhumi ingin kembali ke rumah sakit menemui Flower.

Namun, belum juga sempat bertemu dengan Flower lagi, atau bahkan mendapat penjelasan akan alasan Flower menyakitinya delapan tahun lalu, Bhumi diminta Papi Gema ke Surabaya karena masalah pekerjaan yang sangat serius.

Kini,

Bhumi tengah berada di kota Surabaya ditemani oleh sekertaris pribadinya yang juga sahabatnya bernama Renata.

Selama di Surabaya, papi Gema meminta Bhumi untuk menyelesaikan masalah di pada proyek pembangunan cabang pabrik baru disana. Padahal itu bukan lah tanggung jawab Bhumi. Dengan alasan Bhumi sebentar lagi yang harus menggantikan Papinya menjadi Presiden Direktur, maka dengan terpaksa Bhumi menuruti perintah Papi Gema.

Baru kali ini Bhumi merasa sangat berat pergi keluar kota karena pekerjaan.

Dari kemarin, rasanya perasaan Bhumi sungguh tidak tenang. Seperti ada yang mengganjal, namun entah apa itu. Bhumi sendiri tidak mengerti.

Bhumi ingin segera kembali ke Jakarta dan menemui Flower dari kemarin, namun pekerjaan di Surabaya seperti tidak ada habisnya.

Sepertinya Papi Gema sengaja mengulur waktu Bhumi di Surabaya supaya tidak menemui Flower~

Butuh waktu tiga hari lebih Bhumi menyelesaikan masalah disana hingga papinya menelfon dan memintanya untuk pulang karena ada hal penting yang ingin di bicarakan.

Bhumi yakin, hal penting tersebut adalah soal Bhima dan Flower.

Bhumi teringat akan perjanjiannya dulu dengan sang Papi disaat dia beranjak remaja.

Baik Bhumi ataupun Bhima berjanji tidak akan melepaskan keperjakaannya sebelum ada ikatan halal. Jika itu dilakukan, maka siap menerima hukuman berat yang akan Papi Gema berikan.

Rasanya Bhumi tidak sabar mengetahui hukuman apa yang Papinya berikan pada Bhima.

Hingga saat yang ditunggu untuk kembali ke Ibu Kota telah tiba, Semuanya sudah disiapkan oleh Renata dengan baik. Bhumi hanya perlu packing barangnya sendiri selebihnya Renata yang urus.

Bhumi tidak sabar bertemu dengan pujaan hatinya dan melepaskan segala rindu.

Namun,

Ketika perjalanan menuju Bandara, Renata meminta supir berhenti di sebuah pusat oleh-oleh terbesar disana.

Renata meminjam ponsel Bhumi dengan alasan baterainya habis dan dia harus menghubungi Neneknya untuk bertanya oleh-oleh apa yang neneknya inginkan.

Tanpa curiga, Bhumi memberikan ponselnya begitu saja. Bhumi memilih tidak ikut turun dan memejamkan matanya di mobil. Rasanya begitu ngantuk dan lelah.

Naas,

Saat keluar dari pusat oleh-oleh, tas Renata tiba-tiba di jambret orang.

Padahal, disana ada ponsel Bhumi dan juga ponsel Renata beserta tiket pesawat mereka.

Dengan terpaksa, mereka harus mengundur keberangkatannya ke Ibu Kota ke penerbangan berikutnya. Bhumi harus menunggu beberapa jam lagi.

Bhumi yang jika emosi lebih memilih diam, membuat Renata merasa sangat aman karena tidak mendapatkan banyak pertanyaan dari Bhumi mengenai hilangnya tas Renata.

Bhumi hanya terus mengumpat kesal, semenit saja pertemuannya dengan Flower tertunda membuatnya begitu resah apalagi hingga hampir 3 jam menunggu penerbangan pesawat berikutnya.

Bersambung...

BAGI LIKE DAN KOMENTARNYA DONG GAESSS....

kalau Votenya di sebelah aja ya.. hehe

BIAR AUTHOR SENENG GITU.. HEHEHE

Sepenggal Masa Lalu~

Penantian yang cukup panjang bagi Bhumi menunggu keberangkatan pesawat penerbangan selanjutnya. Meskipun berada di ruang tunggu first class, dengan fasilitas yang super lengkap dan nyaman tidak membuat hati Bhumi tenang.

Dan akhirnya kini Bhumi sudah ada di pesawat untuk menuju Jakarta.

Kalau keluarga Bramantya kaya, mengapa tidak menggunakan jet pribadi?

Sedari kecil, anak-anak Papi Gema dan Mami Naya itu dididik dengan sangat baik. Meskipun penghasilan mereka melangit, tapi sikap mereka harus tetap membumi.

Menggunakan fasilitas dan kemewahan hanya seperlunya saja. Tidak boleh berlebih-lebihan. Maklum Mami Naya adalah tipe tipe emak emak rempong yang malas mengikuti arisan-arisan kaum emak-emak sosialita yang isinya hanya pamer.

Ponsel Bhumi raib, dia tidak bisa menghubungi siapapun. Pikiran-pikiran buruk menghantui dirinya, rasanya seperti kembali ke delapan tahun lalu dimana sehari sebelum Flower menyakiti dirinya.

Ah, luka itu...

Sampai sekarang masih terasa menyesakkan dada Bhumi...

Bhumi memandang kaca pesawat yang menampilkan pemandangan lautan awan itu sambil mengingat masa lalunya.

⏱️ FLASHBACK ON

Saat duduk di bangku SMA Bhumi mengenal apa itu cinta dan dia jatuh cinta pada seorang gadis cantik bernama Flower, teman sekelasnya.

Flower, gadis yang terkenal sombong dan angkuh itu tertarik pada wajah tampan Bhumi dan sikap cool Bhumi. Bukan Playboy cap kambing congek seperti Bhima saudara kembar Bhumi yang selalu membuat Flower jyjyk karena banyak PHPin cewek dan buat cewek nangis.

Ya meskipun kembar, wajah mereka bukan kembar identik ya.. dan sifat dan kepribadian mereka bertolak belakang meskipun sama-sama baik dan sayang dengan kedua orang tua.

Hanya beberapa minggu pendekatan hingga Flower memberanikan diri untuk yang lebih dulu mengajak Bhumi berpacaran karena Flower merasa Bhumi juga tertarik padanya. Hanya Bhumi terlalu dingin dan gak nembak-nembak.

Jangan salah, selama pendekatan bukan Bhumi yang aktif menanyakan kabar dan ini itu pada Flower tapi Flower lah yang selalu menghubungi Bhumi dan Bhumi selalu merespon dengan cukup baik. Padahal biasanya kalau gadis lain menghubunginya, selalu saja dicuekin.

Dan benar, ternyata Bhumi benar-benar mencintai Flower. Begitu juga sebaliknya. Flower yang selalu bisa membuat Bhumi nyaman dan mulai terbuka. Flower yang selalu memahami sikap cuek dan overprotektifnya Bhumi.

Flower yang tidak pernah membantah apa-apa yang tidak Bhumi izinkan.

Ah, dunia Bhumi berubah cukup drastis setelah mengenal Flower dan membuat orang tua Bhumi yang bernama Mami Naya dan Papi Gema juga sangat menyayangi Flower tanpa peduli latar belakang Flower.

Hampir tiga tahun pacaran hubungan mereka berjalan cukup baik meskipun sering bertengkar namun selalu berujung dengan kata baikkan.

Ya walaupun Bhumi tidak ada romantis-romantisnya namun Flower sadar bagaimana Bhumi sebenarnya dan dia berusaha menerima Bhumi apa adanya.

Katanya sih, mencintai kelebihan dan kekurangannya~

Tiba dihari kelulusan. Tanpa ada angin tanpa ada hujan, Flower memberikan kejutan yang luar biasa pada Bhumi. Kejutan yang menggemparkan seluruh penghuni sekolah.

Ditengah lapangan basket sekolahan,

“Elu itu hanyalah cowok yang lemah! Sama darah aja elu takut! Gue yakin tiitiit lu itu juga gak bias berdiri tegak!”

Ucap gadis bernama Flower tersebut dengan lantang di hadapan Bhumi.

Ucapan Flower tersebut diiringi tawa siswa lainnya yang menonton kejadian tersebut di lapangan sekolah.

Flower lalu menyiramkan sekantong darah berlabel PMI pada Bhumi yang darah itu entah dia dapat darimana.

Bhumi trauma pada darah. Dia tidak bisa menyentuh darah. Melihatnya saja sudah membuatnya merinding.

Tubuh Bhumi bergetar hebat, dirinya tidak mampu melawan gadis yang teramat ia cintai tersebut. Apalagi banyak darah melekat pada tubuhnya membuat nyalinya kian menciut.

“ Elu cinta sama gue? Tapi sorry Bhumi… gue gak pernah cinta sama elu. Gue pacaran sama elu itu karena taruhan. Elu itu bancii Bhumi… Baanciii!!” Teriak Flower yang langsung berlari keluar dari lapangan.

Bhumi masih menunduk dan dengan tubuh yang bergetar hebat. Nafasnya naik turun. Darah, benda cair yang berwarna merah itu sangat Bhumi takuti dan menimbulkan rasa bersalah yang sangat besar.

Sahabat-sahabat Bhumi dan Bhima juga tidak tinggal diam. Mereka langsung membubarkan kerumunan dan mengancam akan menghabisi siapa saja yang berani membicarakan kejadian ini dan menyebarluaskannya.

Sedangkan Bhima, dengan penuh emosi dia berlari mencari air dan menyiram tubuh saudaranya dengan air satu ember. Bhima seperti orang kesetanan melihat Bhumi mematung dengan pandangan kosong.

Trauma Bhumi kembali lagi,

Bhima teramat frustasi, dia tidak ingin Bhumi terpuruk lagi seperti kejadian beberapa waktu lalu setelah membunuh penjahat demi melindungi adik perempuannya Bianca. Hingga Bhima menampar-nampar wajah Bhumi supaya segera tersadar.

Bhima menangis. Dia tidak peduli dengan pencitraan yang dia lakukan selama ini untuk menjerat para gadis, karena Bhumi adalah bagian terpenting dari hidupnya.

Bhima saudara kembarnya tidak terima atas apa yang telah dilakukan Flower pada Bhumi, dia berjanji akan membalas apa yang Flower lakukan pada Bhumi.

Semenjak kejadian itu, Papi Gema dan Mami Naya mengirim kedua putranya untuk keluar negeri dan tinggal bersama kedua Oma-nya.

Selain pendidikan, mereka juga berharap Bhumi bisa melupakan Flower dan tidak akan pernah bertemu dengan Flower lagi. Begitu juga Bhima supaya melupakan gadis bernama Alona yang merupakan cinta pertamanya dan kekasih kakak sepupunya sendiri.

⏱️ FLASHBACK OFF

Bhumi mengusap wajahnya kasar saat pramugari mengumumkan waktu mendarat tinggal beberapa menit lagi.

Secara logika harusnya dia sangat membenci seorang Flower. Tapi dia tidak bisa dan mungkin tidak akan pernah bisa.

Selama ini dia sudah mencoba menyuruh orang mencari keberadaan Flower, tapi tidak pernah bisa karena tanpa sepengatahuan Bhumi, Papi Gema dan Mami Naya berhasil menggagalkan rencana Bhumi untuk menemukan Flower.

Orang tua mana yang tidak kecewa,

Papi Gema dan Mami Naya sudah menerima Flower dengan baik, mereka menyayangi Flower dengan setulus hati karena kehadiran Flower di hidup Bhumi membuat Bhumi jauh lebih baik dan mulai belajar melupakan kejadian masa lalunya yang menyedihkan hingga membuatnya trauma dengan darah.

Namun justru Flower menghina dan mempermalukan Bhumi. Bukan hanya Bhumi yang merasa terhina, tapi seluruh keluarga besar Bramantya.

Pertemuannya dengan Flower kembali justru membuat Bhumi semakin terluka.

"Bhum.. maafin aku ya.. gara-gara aku kita telat kembali ke Jakarta." Kata Renata lirih menampilkan wajah bersalahnya.

"HM." itulah jawaban Bhumi.

"Bhumi..." Rengek Renata.

"Sudahlah! saya sedang tidak mood berbicara! Jangan berisik." Ucapnya datar

Renata hanya bisa mendengus kesal. Selalu saja seperti itu.

Renata adalah satu-satunya gadis yang merupakan sahabat Bhima dan Bhumi.

Mereka bersahabat dari SMP. Selain Renata, ada juga teman satu Genk mereka yang bernama Alex si pemilik club malam dan seorang cassanova. Reno yang mengurus perusahaan keluarganya di bidang tekstil dan juga Deon anak pertama keluarga Wijaya yang membantu perusahaan papanya di bidang fashion.

Renata adalah gadis yang bawel, asik dan riang. Hanya Renata, satu satunya wanita diluar keluarga Bramantya yang bisa membuat sosok Bhumi bisa sedikit banyak bicara ya meskipun tetap datar dan dingin.

Sudah sejak SMP Renata menaruh hati pada sosok Bhumi, bahkan Deon yang suka dengan Renata pun tidak pernah Renata gubris.

Sudah banyak yang Renata lakukan termasuk dengan mendekati seluruh anggota keluarga Bramantya demi menarik perhatian mereka.

Namun sayang, Bhumi tidak pernah memandang Renata lebih dari seorang sahabat.

Bersambung...

.

.

.

.

LIKE LIKE LIKE DAN LIKE!

KOMEN KOMEN DAN KOMEN 🥰

.

.

Terlambat~

Akhirnya pesawat mendarat dengan sempurna di Bandara Halim Perdana Kusuma.

Meskipun ada yang mengganjal pikiran Bhumi mengenai raibnya tas Renata beserta ponselnya.

Yang menjadi pertanyaan dalam hati Bhumi adalah, mengapa tas Renata hilang tapi dompetnya masih? bahkan seluruh kartu identitasnya juga masih ada.

Tapi itu tidak terlalu penting saat ini, dia bisa membeli ponsel baru dan semua datanya masih aman tersimpan jika dia memasukkan Apple ID di ponsel barunya.

Yang terpenting saat ini adalah dia segera sampai ke kediaman mewah orang tuanya untuk bertemu pujaan hatinya. Flower.

Otak Bhumi rasanya sudah malas diajak untuk berpikir. Semua terlalu melelahkan. Baik pikiran maupun hatinya. Hanya bertemu dengan Flower maka kegundahan hatinya akan lenyap.

Supir keluarga Bramantya sudah menunggu beberapa jam disana. Dan Bhumi langsung meminta supir mengantarkan nya ke rumah. Karena sebelumnya Satria sudah memberi tahu bahwa Flower dibawa pulang ke kediaman Bramantya.

Renata? tentu saja ikut ke kediaman Bramantya, karena kemarin sesampainya di Surabaya dia sudah mendapat kabar dari salah seorang sahabatnya bahwa Bhima akan dinikahkan dengan Flower. Hanya, Renata tidak memberitahu Bhumi akan hal itu, bisa-bisa Bhumi langsung balik Jakarta saat itu juga dan menggagalkan pernikahan Bhima dan Flower.

Pernikahan Bhima dan Flower? Tentu itu adalah kabar yang sangat menggembirakan untuk Renata. Karena kesempatannya mendapatkan Bhumi terbuka dengan lebar terlebih Bhumi tidak pernah dekat dengan wanita manapun.

"Pak ke Apartemen Renata dulu." Kata Bhumi pada supir.

"Aku mau ikut ke rumah kamu ya.." Rengek Renata yang duduk di samping Bhumi.

"Terserah." Jawab Bhumi dingin sambil menatap ke kaca.

"Jadi kita kemana den Bhumi?" Tanya Supir.

"Langsung pulang ke rumah." Jawabnya sambil menatap ke luar dari balik kaca mobil.

"Bhum kita mampir ke restoran seafood kesukaan kamu yuk.." Ajak Renata.

"Nggak!"

"Yah.. padahal aku pengen banget loh Bhum makan seafood. Ayolah Bhumi..." Rengek Renata mengulur waktu lebih lama lagi takut-takut acara pernikahan Bhima dan Flower di undur menunggu kabar dari Bhumi.

"Pulang ke rumah sekarang juga!" Tegas Bhumi.

Perjalanan kurang lebih satu jam dari Bandara menuju kediaman Bramantya itu membuat Bhumi tidak bisa istirahat, selain ada rasa yang mengganjal dihatinya, Renata juga terus berisik mengajaknya bicara.

🍂

Mobil Alphard keluaran terbaru itu sudah berhenti tepat di halaman rumah mewah.

Supir sudah membukakan pintu hanya dengan sekali pencet tombol.

Emang naik Alphard itu harus di supirin biar bisa merasakan kenyamanan mobil tersebut.

Bhumi mengernyitkan keningnya melihat banyak mobil terparkir disana. Bahkan mobil sahabat-sahabatnya pun ada disana.

Banyak orang memakai seragam pelayan keluar masuk disana menyiapkan makanan.

Renata yang berjalan di belakang Bhumi itupun tidak sabar menantikan moments ini.

"Ada acara apa disini?" Tanya Bhumi pada salah satu pelayan.

"Itu tuan acara pernikahan." Jawab pelayan tersebut.

"Saya permisi dulu tuan.." Pamit pelayan wanita itu sopan.

Tanpa menjawab, Bhumi melangkahkan kakinya menuju taman belakang karena dari sanalah sumber orang berbicara menggunakan pengeras suara.

"Bhumi tunggu..." Rengek Renata.

Bhumi tidak menggubris, pikirannya semakin buruk, otaknya sudah tidak bisa digunakan berpikir dengan baik lagi,

Dan langkah Bhumi terhenti di pintu penghubung antara ruang tengah dengan taman berukuran luas yang sudah di dekorasi dengan sangat indah itu.

Mata Bhumi tertuju pada sepasang pengantin baru yang berdiri disana dan menjadi pusat perhatian seluruh orang yang ada disana.

Sang mempelai wanita tengah mencium punggung tangan mempelai pria.

Nafas Bhumi naik turun, matanya memerah dan hatinya sangat hancur karena mempelai wanita itu adalah Flower. Pujaan hatinya.

Bhumi masih berdiri mematung, lagi-lagi dia berharap ini hanya sebuah ilusi.

Tangannya mengepal dan rahangnya mengeras. Api amarah terpancar jelas dari sorot matanya.

Mata Bhumi melihat dengan jelas, Bhima sang kakak kembarnya itu mencium kening Flower dengan lembut dan membacakan doa. Penghulu memerintah Flower dan Bhima untuk menandatangani berkas-berkas pernikahan.

Bhumi masih mematung dan meyakinkan dirinya bahwa ini hanya mimpi buruk,

"Kak Bhumi?" Ucap Bianca yang baru menyadari kehadiran Bhumi.

Hal itu membuat Bhumi tersadar bahwa semua yang ada dihadapannya adalah nyata. Benar-benar nyata.

Padahal Bhumi berdiri mematung disana cukup lama, namun semua orang sibuk dengan sepasang pengantin baru jadi tidak menyadari kehadiran Bhumi dan Renata sedari tadi.

Hati Bhumi terasa hancur, semua orang seperti mengkhianati dirinya. Termasuk kedua orang tuanya dan sahabat-sahabatnya.

Bahkan Bhima sendiri tidak memberitahu dirinya.

Sungguh, ini kenyataan yang teramat menyakitkan.

Tanpa bicara sepatah katapun, Bhumi melangkah kan kakinya untuk pergi kembali dari rumah mewah tersebut. Rumah tempatnya dibesarkan dengan penuh cinta dan kasih sayang.

"Kak Bhumi mau kemana?" Teriak Bianca mencoba mengejar Bhumi. Teriakan Bianca membuat semua orang menatap ke arah pintu penghubung antara taman dan rumah.

Bhumi tidak menjawab, Bianca ingin segera mengejar kakaknya namun dilarang oleh Renata.

Terlihat jelas wajah terkejut Mami Naya dan Papi Gema. Sungguh kedua orang tua Bhumi tidak menginginkan hal ini terjadi. Bhumi diminta Papi Gema untuk segera pulang demi membahas masalah ini sebelum Bhima dan Flower menikah.

Setelah berpikir panjang, akhirnya Papi Gema dan Mami Naya memutuskan jika memang Bhima harus bertanggung jawab pada Flower. Namun sebelumnya Bhima harus mendapatkan persetujuan dulu dari Bhumi supaya tidak ada perpecahan keluarga kedepannya.

Dan saat itu juga Papi Gema menghubungi Bhumi untuk segera kembali ke Ibu Kota membahas hal penting ini.

Berbicara mengenai ancaman Sisil, kakak angkat Mami Naya (Novel : Jebakan Untuk Pernikahan) nanti akan Papi Gema pikirkan lagi, yang terpenting adalah anaknya bisa hidup akur dan bahagia.

Namun, sepertinya takdir lagi-lagi tidak berpihak pada Bhumi dan Flower.

Di menit-menit terakhir waktu yang ditentukan untuk pernikahan, ditambah penghulu sudah datang. Tidak ada kabar mengenai Bhumi.

Alex menyampaikan pada keluarga, bahwa saat ini Bhumi sedang tidak ingin di ganggu, dia ingin sendiri dan berniat melupakan Flower, dia tidak bisa menerima Flower dengan keadaan yang sudah tidak suci lagi.

Dengan mengambil kesimpulan jika Bhumi sudah melepaskan Flower. maka Pernikahan Bhima dan Flower pun berlangsung.

Tidak ada yang bisa menghentikan Bhumi, mobil Bhumi yang memang sedang di bersihkan oleh salah satu pelayan di rumahnya itu langsung Bhumi gunakan dan melaju dengan kecepatan tinggi.

Renata hanya mampu menatap mobil Bhumi yang semakin menjauh dari gerbang kediaman mewah itu.

Begitulah Bhumi, jika sudah emosi dia seolah tuli. Teriakan Mami Naya aja tidak dia gubris.

"Maafkan aku yang harus melakukan ini semua Bhum.. hanya dengan ini kamu akan melepaskan Flower dan melihat ke arahku. Maafkan aku, menurutku ini adalah kesempatan emas aku dengan kejadian yang menimpa Bhima dan Flower. Aku mencintai kamu Bhumi..." Batin Renata.

Bersambung...

 

sampai jumpa 🥰

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!