NovelToon NovelToon

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

Akhirnya menuju mimpi

Setelah lulus di perguruan terfavorit di negara nya gadis cantik bernama lengkap Alysscalla Zalea mulai mendaftar pekerjaan di rumah sakit JBS yang merupakan rumah sakit swasta terbesar di kota itu. Ini adalah impian nya sejak dulu, hati nya bersemangat seperti air yang baru mendidih.

"Ya Tuhan akhirnya aku bisa mendaftar disini....

Kumohon dewi keberuntungan bantu aku, aku ingin berkerja disini"

gumam alyss yang penuh dengan semangat saat mengantar surat lamarannya.

Bukan hanya karna rumah sakit tersebut merupakan rumah sakit terbaik, tapi alasan yang sesungguh nya ialah Leonard kating yang sangat disukai oleh alyss berkerja disitu, tentu itu yang membuat semangat nya semakin berkobar layaknya letupan lava di gunung berapi.

3 hari kemudian

tring tring.......

bunyi getar suara hp yang membangunkan Alyss. Ya ia dibangunkan dengan bunyi getar dari notifikasi email nya padahal matahari sudah menyising sejak tadi.

" duh apa sih ini?? padahal masih mengantuk" dengan mengucek mata dengan tangan kanan sembari tangan kiri nya meraih hp yg terletak di meja sebelah tempat tidur nya.

Alyss membulatkan matanya yang masih sangat kantuk saat membaca pesan email yang ia terima.

"AAAAAAAHHHHHHHHHH AKU LOLOS YEYYYYY" teriak nya yang sedang kegirangan sambil berguling-guling didalam selimut yang berada diatas tempat tidur nya bagaikan anak kecil.

" kak leo tunggu aku " ucapan dalam hati Alyss, wajah nya berbinar dan penuh dengan senyuman. Ia pun bangun dan langsung bersiap ingin memberitahu teman terdekatnya

Oh Bukan!!! melainkan sahabat terdekatnya yang seperti saudari nya sendiri sejak masih berada di sekolah dasar Larescha.

tok... tok... tok...

Suara ketukan pintu pada kos-kosan Larescha. " Siapa?" Teriak Larescha dari dalam.

" Penagih hutang datang! buka pintunya cepat!" teriak alyss kesal karna larescha

terlalu lama membuka pintu.

"Lily?"

*larescha dan alyss mempunyai nama panggilan sendiri. Larescha memanggil alyss dengan sebutan Lily dan alyss memanggil larescha dengan sebutan lala

larescha menuju pintu dan membukanya. "Tumben kau datang lily? padahal dari kemarin kau bilang sangat sibuk" ucap larescha pada alyss.

Alyss pun langsung masuk melewati larescha dan duduk di kursi yang berada disitu.

" Taraaaaa.... kau tak suka aku datang? padahal aku membawa ayam goreng kesukaan mu" sambil memanyunkan bibir nya.

Mendengar ada ayam goreng larescha langsung memotong perkataan alyss

" Tentu saja aku sangat suka kau datang... unchhh lily kecil ku baik sekali" ucap nya sembari mengambil kantung yang berisi ayam goreng tersebut.

"Huh liat ada ayam goreng saja langsung baik" ucap Alyss sambil tertawa kecil

" Tentu! " ucap larescha juga mulai tertawa kecil

" La, aku di terima tahap pertama di rumah sakit JBS" ucap alyss sembari makan ayam goreng yang penuh di mulut nya.

" pantas saja, kau biasanya yang selalu mengatakan sibuk tiba-tiba datang" ucap larescha yang mencerna perkataan temannya

"haha.....

aku sangat sibuk menonton drama korea ku yang belum ku lihat karna membuat skripsi dulu" tawa alyss

"Lalu bagaimana dengan kak leo mu itu? sudah bertemu dengan nya?" goda larescha diiringi dengan senyuman

" Kau ini!! aku sewaktu mengantar surat lamaran bertemu dengan nya dia masih sangat tampan seperti biasanya" ucap alyss dengan wajah berseri-seri membayangkan leonard di kepalanya

" Sekarang tinggal tes praktek dan wawancara saja, doakan aku lolos ya La, agar aku bisa membelikan ayam goreng kesukaan mu terus" sambung Alyss

" Kau pasti lolos dengan kepintaran yang ada di kepala mu itu" ucap Lala sambil tertawa.

7 hari kemudian

Hari tes praktek dan wawancara kerja Alyss

"ALYSS!!" panggil leo dari lorong

Alyss pun menoleh ke arah sumber suara tersebut dan melihat pujaan hati nya memanggil nya

" kau akan tes praktek dan wawancara?"

" iya kak " jawab alyss dengan wajah tersipu

" Semangat ya! kakak harap kita dapat berkerja bersama. Semoga lulus alysscalla" ucap leo dengan mengepalkan tangan nya memberi semangat dan wajah yang penuh dengan senyuman.

" iya kak, aku pasti akan bekerja disini!!" ucap alyss dengan wajah penuh semangat dan berapi-api. Leonard yang melihat hal itu tertawa kecil dan menepuk puncak kepala alyss sambil tersenyum.

deg deg deg.....

suara jantung alyss yang berdetak memenuhi dadanya.

" No urut 32, 56, 67, dan 82 silahkan masuk" ucap pegawai yang memanggil no urut calon pekerja.

Saat memasuki ruang praktek ia melihat sebagian alat-alat kebutuhan praktek nya dan beberapa profesor penguji.

Dan yang lebih membuat nya gugup Presdir rumah sakit tersebut juga ikut melihat tes tersebut.

Wajah Presdir tersebut sangat tampan dan juga memiliki tatapan dingin dan serius sikap tenang yang bagaikan air danau terpancar pada karisma Hazel Rai sang Presdir rumah sakit JBS

Setelah 2 jam...

Tes telah selesai peserta yang lolos dan berhasil mendaftar menjadi dokter telah di umumkan. Alyscalla lolos dan menjadi dokter di rumah sakit JBS ia pun kegirangan hingga tanpa sadar lompat-lompat bagai anak kecil kecil yang sedang mendapat hadiah.....

" Akhirnya aku akan memulai kehidupan ku yang sesungguhnya " gumam alyss dengan wajah berbinar dan penuh dengan senyuman

......................

Tolong aku!!

Setelah masuk kedalam dunia kerja Alyss mulai menekuni pekerjaan nya dengan sangat baik. Ia masuk kedalam divisi dokter bedah umum.

"fyuhhhh untung saja aku mendapat prof. Reani sebagai mentor ku, aku pasti akan berusaha lebih keras lagi!! semangat alyss!!" ucap nya dalam hati dengan sungguh-sungguh.

Prof. Reani merupakan profesor senior di rumah sakit tersebut, yang dikenal dengan perawakan yang sangat ramah terutama pada pasien yang di rawat di RS JBS, namun sangat tegas pada bawahannya dan mampu membimbing dengan baik.

drett...drett...drett....

getaran hp alyss yang berbunyi di dalam saku pakaian nya

" semua wajib berkumpul di ruang lab 1 dalam 15 menit terhitung dari sekarang "

Begitu bunyi pesan yang dilihat oleh alyss. Pesan tersebut dikirim oleh prof. Reani di grup mereka. alyss langsung membulatkan matanya dan berlari menuju ruang lab 1, ia menuju lift agar cepat sampai namun saat berlari ia tak sengaja

BRUKKK....

"Awwhh tangan ku... " saat ia mendongak kan kepala nya ia melihat seorang pria tampan dengan wajah tenang dan tatapan yang begitu dingin padanya.

"duh padahal tangan kan harta yang paling berharga bagi dokter, tapi kok wajah nya tidak asing ya?? seperti pernah melihat sebelumnya. Tapi dimana??" gumamnya dengan suara pelan.

" Maaf pak saya tidak sengaja menabrak anda karna sedang terburu-buru tadi " ucap alyss dengan sesopan mungkin pada pria yang baru saja di tabrak nya.

Pria itu hanya melihat nya dengan sinis dan memalingkan wajah nya.

" sombong sekali dia " ucap alyss dalam hati

" seharusnya anda lebih berhati-hati saat berlari di koridor rumah sakit, dokter alyss" ucap pria yang berdiri di samping pria tampan tersebut, sambil melirik kartu nama yang di gantung di jas dokter alyss.

Alyss menoleh melihat pada sumber suara.

Deg...

"eh dia kan pak rian sekretaris Presdir. Duh mati aku yang ku tabrak ternyata presdir Hazel " ucap alyss dengan terkejut dalam hati

" Baik pak, saya akan lebih berhati-hati" Alyss menjawab dengan sopan pada sekretaris rian

" fyuhhhh akhirnya sampai juga. Dasar wajah manekin tidak punya ekspresi " gerutu Alyss saat ia memikirkan presdir RS yang sangat sombong itu sembari melangkah kan kaki nya menuju ruang lab 1.

Disana ia sudah melihat beberapa rekan seperantara yang sama dengan nya sudah sampai terlebih dahulu.

prof Reani menyampaikan maksud dan tujuan nya mengumpulkan mereka. Sekitar 2 jam mereka habiskan waktu di dalam ruang tersebut mendengarkan ucapan prof Reani.

" Yahhh malam ini harus lembur, kenapa banyak sekali data yang harus di periksa? Tapi tak apa aku akan secepatnya melesaikan nya lalu pulang dan nonton drama kesukaan ku hihihi..." kata alyss pada dirinya sendiri sambil menyibukkan diri dengan melihat data-data pasien yang akan ditanganinya.

Prof Reani memanggil mereka untuk menyampaikan pekerjaan tambahan bagi mereka berupa pemeriksaan data pasien yang akan segera dioperasi, walaupun saat ini mereka sedang tidak dalam shift malam.

"Akhirnya siap juga!!!" ucap alyss sambil meregangkan tubuh dengan mengangkat tangan nya dan meluruskan kaki nya sambil duduk diatas kursi.

Alyss melihat jam dinding yang menunjukkan jam 01.00 AM dini hari

" yahhh sudah sangat malam. Apa aku tidur di kamar dokter saja ya?" alyss pun melangkah kan kakinya menuju ruangan untuk tidur para dokter di RS tersebut dan ia melihat seluruh ranjang sudah penuh terpakai oleh dokter-dokter lainnya.

" Yasudah lah aku pulang saja, lagi pula tidak terlalu jauh juga" pasrah nya saat melihat para dokter yang sudah tidur dengan lelap tersebut.

Saat itu alyss tak tau bahwa ia tak akan sampai ke apartemen nya malam itu

Saat di perjalanan pulang Alyss merasakan haus di tenggorokan nya, ia pun mampir sebentar di mini market, Alyss memilih jalan kaki selain karna jarak nya yang cukup dekat ia juga berfikir sekalian berolahraga malam.

jam yang sudah menunjukkan 01.35 AM dini hari menandakan malam yang semakin larut.

Alyss memilih jalan pintas untuk kembali ke apatermennya ia memilih jalan kecil yang disinari beberapa lampu. Alyss mulai bergidik ngeri saat melewati jalan kecil itu

"Duh kalo ketemu hantu gimana yah, serem banget lagi, mau balik uda nanggung, jangan sampai jumpa kakak serem rambut panjang deh... " harap alyss dalam hati

" oh aku telpon saja ayah, agar aku dapat berbicara sepanjang perjalanan" ide muncul di kepalanya

" tapi sudah jam segini, ayah pasti sudah tidur sudahlah aku tak usah mengganggu ayah, lebih baik aku pura-pura sedang bertelepon dengan seseorang saja" pikir nya sambil melihat arloji di tangan nya dan mengambil Hp di dalam tas yang ia kenakan.

"Halo, aku baru akan sampai sebentar lagi, kau sudah menunggu ku?"

"......"

" owh kau sudah menunggu di depan apartemen? sabarlah sebentar lagi aku juga akan sampai"

"......"

" hahahaha ada-ada saja kau ini"

percakapan palsu alyss dengan menggunakan Hp yang sedang ia letakkan di telinganya, untuk mengurangi takut saat berjalan sendiri menyelusuri jalan kecil itu.

Sampai pada sebelum belokan di jalan kecil itu ia mendengar suara rintihan orang kesakitan yang sudah mulai tak berdaya

" Duh apa hantu nya sudah keluar? jangan sampai dong....

kak hantu aku numpang lewat ya, ga ganggu kok cuma lewat aja"

ucap alyss dalam hati yang masih berfikir bahwa suara tersebut bukanlah manusia.

Namun saat ia sampai pada belokan alangkah terkejut nya alyss melihat seorang pria paruh baya yang sedang bersimbah darah di sekujur tubuh nya akibat tikaman-tikaman dari pria berbaju serba hitam dan memakai masker, darah pria paruh baya tersebut mengalir di pisau pria misterius itu setetes demi setetes, dan ada kepuasan pada mata pria tersebut melihat korbannya sudah mulai tak berdaya.

" AAAAKKKKHHH" teriak nya sembari langsung menutup mulut nya dengan kedua telapak tangannya.

Alyss pun langsung berlari sambil mencoba menghubungi polisi

*TETAPI......

GREB*...

Tangan pria itu menangkap dan memegang tangan mungil alyss yang sedang mencoba menelpon polisi. Pria itu langsung mematikan Hp alyss dan membanting nya dengan sekuat tenaga, yang membuat alyss begitu terkejut

"Harus ku apakan orang yang suka ikut campur ini?" ucap pria tersebut dengan senyuman seringai jahat sambil membuka masker wajah nya dan berbicara dengan halus di dekat telinga Alyss

" Tolong....

Ampuni aku, aku takkan bilang pada siapapun" ucap Alyss memohon dengan suara yang sudah gemetaran dan menunduk ke bawah, tak berani melihat siapa yang sedang berbicara pada nya

" oh ya? kau takkan bilang siapa pun? tapi hanya orang mati yang dapat menjaga rahasia"

Deg....

" TIDAK...

Aku dapat menjaga rahasia, sungguh aku tak bohong" ucap Alyss meyakinkan pria itu dengan menahan air mata nya yang mulai meleleh karna ketakutan.

Melihat gadis yang tak berdaya itu awalnya pria tersebut ingin mengganggunya lebih lama lagi.

" Baiklah, sekarang kau ikut aku" ucap nya sembari menarik rambut Alyss menuju mobil nya

" DUDUK!!" perintah pria itu. Alyss pun duduk dan pria tersebut langsung mengikat tangan kemudian kaki Alyss dan kemudian mengemudikan mobil nya

"Tuhan tolong aku....

Aku sangat takut..... hiks hiks" ucap nya dalam hati sambil menangis

Ternyata...

Setelah sekitar 45 menit mengendara mobil, pria misterius itu telah sampai ke tempat tujuan nya, disebuah rumah besar dan megah. Bahkan halaman nya saja sangat luas. Alyss yang sejak tadi sedang menangis tanpa suara karna sangat takut pun melihat ke arah mana mobil itu membawa nya.

Ia melihat halaman yang begitu luas dan indah, namun itu semua sedang tak berada dalam pikiran nya, ia hanya memikirkan

*Bagaimana ia selamat kali ini?

Apa yang akan terjadi padanya?

Apakah ini akhir dalam hidup nya*?

Semua pikiran negatif dan kemungkinan terburuk terlintas dalam benak nya.

Mobil pun berhenti, pria misterius itu menarik rambut alyss dengan kasar untuk keluar dari mobil. Alyss pun hanya menangis dan memejamkan matanya karna ketakutan.

Seluruh tubuh nya gemetaran, pikiran nya mulai kosong dan tak tergambarkan rasa takut yang ia rasakan saat ini.

Pria itu membawa nya menuju ruang bawah tanah dirumahnya atau basement. Alyss melihat ruangan yang serba berwarna putih, mulai dari dinding, lantai, atap, serta perabotannya seperti tempat duduk dan juga terdapat tempat tidur atau ranjang di ruangan itu.

Namun yang membuat nya semakin takut dan bergidik ngeri tak hanya ruang putih saja yang ada disitu tapi segala macam benda tajam seperti pisau dengan segala ukuran, gergaji, martil, serta tali bahkan borgol juga ada disana dan sebagian alat-alat mengerikan lainnya.

Pria itupun melempar tubuh alyss hingga tersungkur ke lantai. Alyss menangis dengan sangat ketakutan, pria itu menarik rambut alyss ke atas sehingga kepala alyss mendongak melihat pria itu, dan terkejutnya alyss melihat siapa pria yang sedang di hadapannya

TERNYATA!

"Pre-presdir Hazel?" kata yang keluar dari bibir alyss, ia sangat terkejut dengan pria yang dihadapannya yang sudah menculiknya dan membunuh seorang pria paruh baya barusan saja

Ternyata adalah pria yang memiliki posisi terpandang dan sama sekali tak bisa di sangka akan melakukan perbuatan kejam seperti itu.

Siapa lagi kalau bukan Presdir rumah sakit swasta terbesar yaitu Hazel Rai.

Ia tak habis pikir bagaimana seorang pria yang tampak sempurna ternyata memiliki sifat lain layaknya seorang iblis. Hazel hanya tersenyum sinis melihat wajah terkejut alyss.

"Ke-kenapa anda melakukan ini? Anda adalah seorang Presdir RS terbesar? apa yang anda dapatkan dengan melakukan hal keji seperti ini?" tanya alyss memberanikan diri dengan suara gemetaran dan air mata yang mulai meleleh keluar dari matanya yang begitu sendu.

" Kenapa? tentu saja karna menyenangkan" jawabnya enteng,

" Dan aku mendapatkan kepuasan hanya dengan melihat rasa sakit orang lain, melihat nya berjuang untuk menyelamatkan hidup nya, seperti melihat cacing yang sedang diinjak dan tak mampu membebaskan diri" jawabnya dengan penuh senyuman di wajah nya. Yang membuat nya tampak lebih menakutkan lagi.

Hazel duduk diatas kursi bak seorang raja dan melihat alyss yang sedang terduduk menangis diatas lantai. Ia pun berjalan mengambil pisau kecil yang sangat tajam diatas meja yang tersusun dengan rapi.

Hazel mengarahkan ujung pisau nya ke wajah alyss dan turun hingga ke leher. Alyss tersentak dan terdiam dengan apa yang di lakukan hazel padanya, tubuh nya semakin gemetaran.

Pria itu pun semakin tersenyum melihat hal itu dan menekan sedikit pisau yang berada di leher alyss hingga membuat nya mengeluarkan darah. Alyss yang merasakan perih di lehernya pun mulai mengeluarkan suara

" Ku- kumohon hentikan" lirih ny sambil menangis.

" HAHAHAHAHAH " suara tawa hazel menggelegar di ruangan itu, ia sangat suka melihat ketakutan di wajah korbannya.

"Kalau saja kau tadi tidak melihat hal itu dan berusaha ikut campur dengan menghubungi polisi mungkin aku bisa sedikit mempertimbangkan untuk melepaskan mu, dan kau masih bisa hidup damai dengan status dokter mu itu" jawabnya sambil menarik pisau yang sedang berada di leher alyss.

"Sekarang apa yang bisa kau lakukan untuk membujuk ku?" Hazel memegang dagu alyss dan menatap wajah nya dengan lekat.

Deg....

"apa hanya perasaan ku saja? mengapa wajah nya sangat mirip dengan gadis itu?" Hazel berbicara dalam hati. Sesaat ia melihat wajah alyss mirip dengan wajah anak perempuan yang dulu ia kenal.

"Apa yang ingin yang kau ingin aku lakukan?" Tanya alyss dengan gugup dan cemas

" Hmmmm......

menurut mu" hazel balik bertanya dengan mengangkat satu alis nya ke atas

" A-aku bisa melakukan apa saja asal kau mau membebaskan ku" jawab alyss dengan wajah pengharapan

" Tapi, aku tak ingin membebaskan mu"

" Aku tak akan membunuh mu dengan segara. Asalkan....."

Alyss langsung memotong perkataan hazel

" Asalkan apa?" tanya nya langsung dengan sigap

" Asalkan kau bisa membuatku senang " jawab hazel sambil menarik salah satu ujung bibir nya.

" Ba-bagaimana cara nya? " Alyss yang sudah mulai gugup dan cemas lagi saat melihat seringai di wajah Hazel

"Sekarang aku masih tak tau, kau bisa tidur disini lebih dahulu" sambil berjalan meninggalkan alyss yang sedang terduduk dengan wajah pucat.

"ohh mungkin kau bisa menjadi pembantu disini, pembantu yang tak punya mata, telinga, dan mulut. Kau tau maksudku kan? " ucap Hazel saat hendak memegang gagang pintu ruangan putih itu dan berlalu meninggalkan Alyss.

Alyss mengerti maksud dari ucapan Hazel yang berarti ia tak dapat mengatakan apapun pada orang lain apa yang ia lihat dan dengar dirumah itu.

Tapi apa ia masih memiliki kesempatan untuk berbicara dengan orang lain?

Sedangkan ia sendiri sudah menjadi tawanan pria yang tak punya hati nurani itu.

" Tuhan kumohon bantu aku, bagaimana aku akan terbebas dari sini? " doa alyss dalam hati dengan sungguh-sungguh.

Malam itu Alyss tak bisa tidur sama sekali. Pikiran nya sedang berkecambuk berkelana memikirkan nasib nya yang selanjutnya, kecemasan menguasai dirinya.

Tak terasa mentari pagi pun mulai menampakkan sinar terang nya. Hazel terbangun dan mengusap wajah, ia pun mulai bersiap-siap untuk menjalankan aktifitas biasanya yaitu sebagai CEO RS JBS.

JBS tak hanya bergerak di bidang rumah sakit saja tetapi juga bergerak di bidang farmasi dan merupakan salah satu perusahaan penyuplai obat-obatan terbesar di negara itu.

Saat Hazel tengah bersiap untuk pergi ia teringat dengan Alyss yang ia kurung di ruangan putih itu.

" Ya ampun aku melupakannya " ucap hazel dalam hati, ia pun langsung melangkahkan kaki nya menuju basement hendak menemui Alyss

Klik...

Bunyi pintu dari ruangan putih yang di buka Hazel. Alyss menoleh melihat sumber suara, Alyss tak bergerak sedikitpun dari tempat ia duduk semalam dan sekarang ia yang sedang terbaring pun langsung bangun melihat Hazel datang.

" Apa kau bisa memasak? " tanya Hazel sembari mengangkat dagu alyss ke atas

" Te-tentu aku bisa" Alyss menjawab langsung perkataan Hazel.

" Baiklah sekarang aku ingin kau membuat sarapan ku. Dan ingat jangan coba-coba meracuni makanan ku!! Atau aku akan membuat mu lebih menderita dari pada kematian " ancam Hazel dengan nada penuh penekanan

" Dan sekarang panggil aku "Tuan". oh ya bersihkan juga dulu tubuh mu" sambung Hazel sambil membuka tali yang mengikat tangan dan kaki Alyss.

Ikatan di tangan dan kaki Alyss yang begitu kuat hingga meninggalkan bekas.

" Ba-baik tuan"

Alyss bergegas membersihkan dirinya dan naik ke atas untuk membuat sarapan.

" Apa kau belum membersihkan dirimu?" Tanya Hazel saat melihat alyss datang

"Sudah tuan"

" Mengapa masih belum mengganti pakaian mu? "

" Ta-tapikan memang hanya ini pakaian yang ku punya disini" jawab Alyss sambil menunduk ke lantai

" Haissshhh Tunggu sebentar " Hazel pun pergi ke kamar nya dan mengambil beberapa kemeja putih serta celana panjang untuk Alyss.

" Pakai ini" Sambil melempar pakaian yang ia ambil ke Alyss.

Alyss mengambil dan mengganti pakaiannya.

" Ini terlalu besar, pakaian nya tak cocok pada ku" gumam Alyss saat memakai pakaian yang di berikan Hazel, celana yang di pakai alyss pun jatuh kebawah sangkin longgar nya.

" Sudahlah aku memakai kemeja nya saja"

pikir Alyss dan segera keluar untuk membuat sarapan Hazel

Hazel yang melihat Alyss datang hanya mengenakan kemeja putih polos yang kebesaran di tubuh nya, membuatnya tampak sangat imut namun juga menggoda

"Apa kau sedang berusaha menggodaku?" tanya hazel sambil mengerutkan alis nya

" Ti-tidak tuan, celana yang tuan berikan tadi terlalu besar, sehingga tidak pas saat aku pakai " jawab Alyss gugup karna mendapat pertanyaan seperti itu dari Hazel

" Ya sudah. Sekarang buat sarapannya! " perintah Hazel

" Baik tuan"

"Tapi apa tuan punya alergi makanan? " tanya Alyss pada Hazel

" Tak ada" jawab singkat Hazel

Alyss segera menyiapkan sarapan untuk Hazel. Setelah 15 menit makanan sudah siap dan terhidang diatas meja. Hazel mulai menyantap makanan nya

" Lumayan" gumam hazel sembari memasukkan sendok berisi makanan ke mulut nya.

" Kau bisa makan setelah aku pergi, dan beberapa pembantu akan datang sebentar lagi. Katakan kau akan bergabung dengan mereka " Ucap Hazel ketika selesai makan dan mengusap bibir nya dengan sapu tangan

"Baik tuan"

Hazel pun pergi berkerja meninggalkan Alyss

...****************...

PENGENALAN KARAKTER GUYSS

Alysscalla Zalea

Hazel Rai

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!