Muak. (NoMin) (BL)
1
nama gue axellano ravelio.
tapi orang-orang manggil gue si anak haram dan pembawa sial
sejak kecil gue ga pernah tau siapa orang tua gue dan di mana mereka
gue tinggal di sebuah kos-kosan yang.. yaa.. lumayan layak untuk di huni lah
meskipun gue ga pernah punya orang tua, tapi seengganya gue bisa nyekolahin diri gue sendiri
sejak kecil gue selalu kerja keras untuk bertahan hidup
meskipun kadang.. semua uang itu ga pernah cukup..
Male
*jongkok di depan axel
Male
*menjambak rambut axel
Axellano Ravelio
*menatap tajam ke arah male
Axellano Ravelio
lepasin gue.. leo.
leo
pftt.. lepasin? *smirk
leo
satu sekolah.. ga pernah ada yang suka sama kehadiran lo
leo
gue heran, kenapa.. sekolah ini mau nerima murid bermasalah kaya lo?
Axellano Ravelio
*menahan sesak di dada
leo
*menyingkirkan kakinya
leo
*mengambil uang axel yang ada di tas
Axellano Ravelio
jangan!! *memberontak
Male
*menendang perut axel
Axellano Ravelio
uhuk uhuk!!
Axellano Ravelio
*menahan sakit
leo
*melempar tas axel ke sembarang arah
leo
kurung dia di gudang sekolah
Axellano Ravelio
tidak! lepas!!! *memberontak
Axellano Ravelio
LEPASIN GUE!! *menendang male
Axellano Ravelio
*berusaha berdiri
Axellano Ravelio
stt.. *menahan sakit
Male
murid gobl*k kaya lo ga pantes sekolah di sini
Axellano Ravelio
*menahan amarah
Male
cuih! *berjalan pergi dan mengunci pintu gudang
Axellano Ravelio
*tiduran di lantai
Axellano Ravelio
semua tabungan gue.. lenyap..
Axellano Ravelio
*tatapan kosong
Axellano Ravelio
*menatap langit-langit atap
setiap hari gue selalu ngalamin rasa sakit di sekujur badan gue
ntah itu dari temen-temen gue ataupun dari para bajingan yang ada di sekitar kosan gue
2
gue udah mulai terbiasa dengan pukulan ataupun makian dari orang-orang
dan lagi, gue ga pernah punya yang namanya teman ataupun sahabat sejak gue kecil
gue tumbuh di sebuah panti asuhan
di sana gue juga ga pernah dapet temen sama sekali
yang gue dapet... tetep caci maki dari anak-anak itu
axel yang di bully oleh leo dan di kurung di gudang hingga sore
hingga pintu itu di buka oleh penjaga sekolah dan penjaga itu sudah terbiasa melihat axel berlumuran darah dan memar di wajah
tak ada yang berani melaporkan
mereka sudah di bayar agar tak ada seorang pun yang bisa melaporkan tetang axel kepada siapapun, mau itu polisi sekaligus
aksel tidak langsung pulang ke kosannya
ia bekerja paruh waktu di sebuah toko makanan di pinggir jalan
Axellano Ravelio
halo nenek! *menyapa dengan semangat
pemilik toko
astaga nak.. apa yang terjadi dengan wajah mu..
Axellano Ravelio
hehe.. axel tidak apa-apa nek
pemilik toko
tidak apa-apa kamu yakin?
Axellano Ravelio
*mengangguk
Axellano Ravelio
oiya! apakah axel boleh membantu nenek?
pemilik toko
tentu saja...
pemilik toko
kamu boleh membantu nenek
pemilik toko
bantu nenek mengantarkan pesanan makanan.. apakah kamu mau cu?
Axellano Ravelio
*mengangguk
Axellano Ravelio
tentu saja axel mau!
pemilik toko
yasuda.. kalo begitu.. ganti baju mu dulu.. baru antar makanannya
Axellano Ravelio
siapp!! *hormat sekejap
axel pun langsung pergi mengganti pakaiannya
untuk pergi mengantarkan beberapa makanan
meskipun wajahnya di penuhi dengan memar dan beberapa luka
namun axel tidak memperdulikan hal itu
yang ia pedulikan adalah ia bekerja dengan keras agar bisa bertahan hidup.
3
setelah berjam-jam ia mengelilingi kota
akhirnya semua pekerjaan nya pun selesai
ia kembali ke toko tersebut dan mengganti pakaiannya
setelah selesai ia berpamitan pada nenek pemilik toko itu
Axellano Ravelio
nenek.. *berjalan menghampiri
pemilik toko
hmm... kenapa cu?
Axellano Ravelio
axel harus pulang lebih cepat apakah bole?
pemilik toko
tentu saja boleh ~
Axellano Ravelio
*tersenyum
Axellano Ravelio
terimakasih nek.. *membungkuk
pemilik toko
sebelum pergi... ini untuk kamu *memberikan kantong plastik berisi makanan
Axellano Ravelio
terimakasih banyak!!
pemilik toko
hati-hati di jalan.. *tersenyum
Axellano Ravelio
siapp!! *berjalan keluar dari toko
axel pun mulai berjalan ke tempat kerjanya selanjutnya
ia memang memiliki beberapa pekerjaan paruh waktu
karna ia membutuhkan uang untuk ia bertahan hidup
ya meskipun terkadang uang yang ia dapatkan tidak pernah cukup.
axel pun langsung berjalan ke arah kasir dan meminta nya untuk bergantian shift
Axellano Ravelio
kak.. sudah saatnya shift ku
Axellano Ravelio
kaka bisa-
Female
kau sudah di pecat dari sini. *berbicara tanpa melihat axel
Axellano Ravelio
apa? bagaimana bisa?
Female
hah.. *menatap axel
Female
kau selalu telat dan mencari berbagai alasan
Female
dan apakah kau preman dengan wajah yang seperti itu pelanggan pun akan takut
Female
aku memberi tau boss dan boss bilang berhentikan saja kau.
Female
*memberikan amplop berisi uang
Female
silakan pergi jika tidak ingin membeli
Axellano Ravelio
t - terimakasih *mengambil amplop nya lalu membungkuk
Axellano Ravelio
*keluar dari supermarket tersebut
kebetulan sekali hujan turun dengan sangat deras
axel benar-benar tidak percaya bahwa ia akan kehilangan pekerjaannya
axel hanya bisa pasrah dan ia berjalan pulang dengan tatapan kosong
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!