Suara dentingan sutil dan wajan yang saling beradu merupakan suatu irama yang di nikmati oleh Marsya di pagi hari, itu arti nya Marsya sedang berkutat di dapur. Perempuan cantik itu sedang menyiapkan sarapan pagi untuk semua orang yang ada di rumah ini.
Perempuan cantik itu bernama Marsya Arunika Hutama istri dari seorang laki - laki yang bernama Ramadani Putra. Marsya tinggal bersama suami dan juga keluarga nya, kedua orang tua Dani dan juga adik perempuan nya.
Marsya menata makanan nya di atas meja, ketika Marsya baru saja selesai menyajikan masakan nya, Dani sang suami muncul. Tidak lupa di ikuti oleh ibu dan juga adik perempuan nya.
"Sarapan nya sudah siap, mas!" Marsya menunjuk kan hasil olahan tangan nya di atas meja.
"Hhhhmmm!" Tidak ada kata yang keluar dari mulut Dani, hanya sebuah gumanan saja.
Marsya melangkah kan kaki nya kembali menuju ke kamar nya, dia juga harus bersiap untuk bekerja. Ketika dia melintasi ruang keluarga, tidak sengaja dia berpasangan dengan pak Amin, bapak mertua nya.
"Kau tidak ikut sarapan, nduk?" Tanya Pak Amin dengan lembut.
"Nanti saja pak, silahkan sarapan terlebih dahulu. Aku ingin membersih kan diri terlebih dahulu!" Marsya berkata dengan sopan di hadapan bapak mertua nya.
"Jangan lupa sarapan sebelum berangkat bekerja!" Pak Amin mengingat kan menantu nya.
"Baik pak, Marsya permisi pak!" Marsya lalu melangkah kan kaki nya menuju ke kamar nya.
Di rumah ini hanya pak Amin yang bersikap baik pada Marsya, sedang kan bu Ana istri nya sangat membenci sang menantu. Begitu pun dengan Bela, adik ipar nya Marsya. Mereka menganggap bahwa Marsya tidak selevel dengan Dani yang seorang manager.
Mereka menganggap bahwa Marsya adalah pembantu gratisan di rumah mereka, karena yang mereka tahu bahwa Marsya adalah seorang pelayan di salah satu toko kue yang ada di kota ini.
Marsya segera bersiap dan dia pergi ke dapur, dia juga ingin ikut sarapan bersama. Tapi ketika tiba di meja makan, semua orang sudah selesai sarapan.
"Untung aja aku udah selesai sarapan nya, kalau gak bisa hilang nafsu makan melihat wanita kudel ini!" Bela menghina kakak ipar nya.
"Marsya, sebelum kamu berangkat jangan lupa kamu beres kan dulu meja makan dan cuci semua piring nya terlebih dahulu!" Bu Ana memberi perintah pada menantu nya tersebut.
"Baik bu!" Jawab Marsya patuh.
"Bu, aku berangkat dulu!" Dani pamit pada ibu nya.
Dani tidak sedikit pun menoleh pada Marsya sudah hampir satu minggu ini sikap Dani berubah dingin dan cuek pada Marsya.
"Mas,,,!" Marsya mengingat kan Dani dan dia mengulur kan tangan nya pada suami nya.
Marsya ingin mencium tangan suami nya seperti biasa nya sebelum dia berangkat bekerja, tapi bukan nya menyambut uluran tangan istri nya Dani malah menepis tangan Marsya dengan kasar.
"Minggir, aku bisa telat berangkat bekerja!" Ujar Dani dengan ketus.
"Gak usah menghalangi anak ku mau berangkat bekerja, dia bukan orang susah seperti mu!" Lagi dan lagi Bu Ana mengeluarkan racun dari mulut nya untuk sang menantu.
"Mas, aku minta uang jajan, uang ku udah habis, sekalian aku mau beli lipstik juga!" Bela menadah kan tangan nya pada sang kakak.
Dani mengeluarkan dompet nya, dan dia memberikan 3 lembar uang pecahan seratus ribu pada sang adik.
"Makasih mas!" Bela berkata sambil tersenyum dan langsung menyimpan uang itu di dompet nya.
Setelah itu mereka semua berlalu dari meja makan yang sudah kosong, tidak ada lagi sisa sarapan untuk Marsya. Marsya langsung membereskan bekas sarapan mereka, dia harus menunda sarapan lagi pagi ini. Mungkin dia akan sarapan saat tiba di toko nanti.
Ini bukan lah hal yang pertama kali nya bagi Marsya, setiap hari Marsya hanya di berikan uang sebesar 30 ribu untuk makan mereka berlima di rumah itu. Dani beralasan bahwa Marsya tidak perlu lagi membeli sayur, karena pak Amin memanfaat kan lahan kosong di belakang ruamh mereka untuk berkebun berbagai jenis sayuran.
Pak Amin adalah seorang pensiunan PNS, jadi dia memanfaat kan waktu nya dengan berkebun di halaman belakang rumah saja. Setiap hari Marsya menutupi kekurangan semua nya dengan menggunakan uang pribadi nya, tapi tetap saja dia di anggap tak berguna oleh Bu Ana dan juga anak - anak nya.
"Aku akan sarapan di toko saja!" Guman Marsya sambil mencuci semua piring kotor itu.
Setelah selesai, Marsya langsung mengambil tas selempang lusuh nya. Setelah menyilang kan tas nya, dia bergegas keluar rumah. Dia berjalan kaki menuju ke ujung gang tempat rumah itu berada.
"Eh, Marsya kok kamu masih bekerja saja, kan suami seorang manager mustahil lah kau kekurangan uang!" Sapa bu Ira, tetangga nya yang paling julid di perumahan ini.
"Iya Marsya, kok kamu masih bekerja saja!" Mbak Atun yang sedang menyuapi anak nya makan ikut berkomentar.
"Biasa lah ibu - ibu, kan Marsya itu menantu yang boros. Semua uang gaji nya Dani di habis kan oleh nya, dan sekarang dia sok - sok an mau bekerja padahal cuma mau bebas aja keluyuran!" Tiba - tiba bu Ana sudah berdiri di halaman rumah nya dan ikut menjelek - jelek kan menantu nya.
Marsya hanya diam, dia malas berdebat dengan ibu mertua nya. Dia lebih menuli kan telinga nya, dari pada harus mengotori lidah nya untuk melawan ibu mertua nya.
"Masa sih bu Ana, aku gak percaya kalau Marsya begitu. Lihat saja pakaian nya kumal begitu, gak mungkin dia menghabis kan uang nya Dani!" Bu Ira masih setengah tidak percaya dengan ucapan bu Ana.
"Dia gak beli pakaian aja, tapi semua uang nya Dani di kirim kan oleh Marsya pada orang tua nya di kampung!" Kembaluli bu Ana mengarang cerita bohong tentang menantu nya.
"Oh begitu ya, saya tidak menyangka bahwa si Marsya seperti itu, tampang nya aja yang lugu dan polos!" Bu Ira tampak mulai percaya dengan ucapan bu Ana.
"Jangan percaya dengan wajah polos nya bu!" Kembali bu Ana menjelek kan menantu nya.
Padahal tanpa bu Ana sadari bahwa orang tua Marsya tinggal di kota ini, bukan di kampung seperti yang dia katakan pada para tetangga nya.
Marsya tiba di ujung gang, dan di depan sana sudah menunggu mobil mewah yang menjemput nya.
"Ke rumah dulu pak!" Marsya memberi perintah pada pak Beni, supir pribadi yang menjemput nya.
"Baik non!" Jawab pak Beni patuh dan mulai menjalan kan mobil nya.
Marsya mampir dulu di rumah nya yang dia beli sebelum dia menikah dengan Dani dulu, dan Dani tidak pernah tahu bahwa istri nya memiliki rumah sendiri.
Marsya segera menganti pakaian nya setelah dia tiba di rumah nya, setelah itu baru lah dia berangkat kembali ke toko kue nya. Dani dan keluarga nya tidak tahu bahwa toko kue tempat Marsya bekerja adalah milik nya, mereka menganggap bahwa Marsya hanyalah pelayan di sana.
Ketika mobil Marsya berhenti di lampu merah, tidak sengaja Marsya melihat mobil Dani di sebelah mobil nya. Kaca mobil Dani terbuka hingga separuh, dan Marsya sangat terkejut melihat seorang wanita sedang bergelayut manja di lengan suami nya.
Mereka sangat mesra, semua orang yang melihat nya mungkin saja menyangka bahwa mereka adalah pasangan suami istri.
"Siapa wanita itu? Kenapa dia ada di mobil nya mas Dani?" Marsya merasa bahwa dia tidak mengenal wanita itu.
Dani tidak sadar bahwa mobil mewah yang ada di sebelah nya adalah mobil istri nya, yang dia tahu bahwa Marsya adalah seorang pelayan di toko kue, itu saja. Dari dalam mobil nya, Marsya bisa melihat dengan jelas bahwa saat ini suami nya sedang bersama wanita lain
"Jangan - jangan ini lah yang membuat mu berubah dingin dan cuek akhir - akhir ini mas!" Marsya mulai curiga dengan Dani.
Lampu hijau pun menyala, semua mobil mulai bergerak maju tidak terkecuali mobil nya Dani dan juga Marsya. Marsya langsung pergi ke toko kue nya, dia tidak berniat mengikuti Dani. Dia akan mencari tahu di lain waktu saja.
"Selamat pagi bu Marsya!" Sapa Dini, Kasir di toko kue nya ketika dia memasuki toko kue milik nya.
"Selamat pagi Din!" Balas Marsya ramah.
Marsya langsung ke belakang, dia mengecek para karyawan nya yang sedang memproduksi kue - kue pesanan pelanggan mereka.
"Selamat pagi semua nya!" Sapa Marsya ramah.
Marsya lalu berbasa - basi sejenak dengan pada karyawan nya, dan dia sempat menanyakan apakah mereka sudah sarapan atau belum. Karena semua karyawan nya sudah sarapan, Marsya akhir nya memesan sarapan untuk diri nya saja.
Tidak ada satupun dari keluarga Dani yang mengetahui identitas Marsya yang sebenar nya, atas permintaan sang Mama Marsya pun menyembunyikan identitas nya dari Dani dan seluruh keluarga nya. Marsya tidak tahu apa alasan Mama nya meminta dia menyembunyikan jati diri nya, tapi yang pasti Marsya akan mengerti semua nya dalam waktu yang tidak akan lama lagi.
Marsya masih memikirkan siapa wanita yang bersama suami nya tadi, Marsya tahu pasti itu bukan lah bela adik nya Dani.
'Apakah dia rekan kerja nya mas Dani? Mungkin aku tanyakan sama mbak Arum saja, kan mbak Arum adalah pemilik perusahan tempat mas Dani bekerja!' Guman Marsya di dalam hati.
Arum adalah kekasih nya Galih, kakak nya Marsya. Arum dan Galih sudah bertunangan dan sebentar lagi mereka akan menikah.
'Duh, tadi aku lupa untuk mengambil gambar wanita itu. Lain kali aku akan memotret nya, dengan begitu aku bisa tanyakan sama mbak Arum!' Batin Marsya lagi.
Dani bisa menjadi seorang manager berkat Marsya, Marsya yang meminta calon kakak ipar nya untuk menaik kan jabatan nya. Dani sendiri tidak tahu bahwa Arum sang pemilik perusahaan mengenal Marsya. Bahkan Dani tidak mengetahui bahwa Galih adalah kakak kandung nya Marsya.
Karena pada saat Marsya dan Dani menikah dulu tidak ada satu pun dari keluarga nya Marsya yang hadir, mereka beralasan bahwa mereka semua sedang berada di kampung halaman mereka.
"Mungkin aku bisa cari tahu lewat sosial media mereka saja!" Guman Marsya sambil tersenyum.
Marsya lalu mengeluarkan benda pipih dengan lambang apel di gigit dari dalam tas branded nya, dia lalu mulai mencari akun sosial media milik suami nya. Marsya sengaja memakai akun palsu dengan gambar seorang wanita dari negeri ginseng, dengan begitu Dani tidak akan curiga bahwa itu akun milik Marsya.
Menurut pengetahuan Dani, Marsya tidak memiliki akun sosial media. Ponsel yang dia gunakan saja adalah ponsel butut yang sudah retak seribu, karena memang Marsya menyembunyikan semua nya dari diri nya.
"Ini dia akun sosial media nya Mas Dani!" Marsya bersorak kegirangan saat dia menemukan akun sosial media milik Dani.
Marsya langsung mengirim pertemanan dan hanya dalam hitungan detik, permintaan pertemanan dari Marsya langsung di terima oleh Dani.
"Wah, gercep juga ni orang jika menyangkut wanita cantik!" Marsya baru menyadari bahwa suami nya akan langsung tertarik dengan gambar wanita cantik.
Di tempat yang berbeda.
Dani dan Mela tiba di kantor tempat mereka bekerja, mereka berdua berjalan sambil bergandengan tangan dengan mesra. Dani sendiri tidak pernah mengenal kan Marsya sebagai istri nya di hadapan teman - teman nya. Jadi yang mereka ketahui adalah Dani dan Mela adalah sepasang kekasih.
"Wah, ada yang kasmaran ni pagi - pagi!" Goda Ari, salah satu rekan kerja Dani.
"Ya iya lah bro, kapan lagi bisa gandeng cewek cantik, secara gue kan manager masa gak punya gandengan!" Dani menyombong kan diri nya.
"Boleh juga tu, jangan lupa undangan ya!" Kembali Ari mengoda Dani.
"Tenang saja, di tunggu ya!" Jawab Ari dengan bangga.
Pada saat yang bersamaan Arum pun tiba di kantor, dan ketika berjalan melewati Dani dan Mela, Arum melihat mereka berdua masih berpegangan tangan satu sama lain.
"Wah, kalian pacaran ya!" Tebak Arum seketika.
Sontak saja kedua nya langsung melepas kan genggaman tangan masing - masing, wajah Mela tersipu malu mendengar ucapan Arum.
"Tidak masalah bagi saya, asal tidak melalai kan pekerjaan dan juga istri di rumah!" Sindir Arum telak.
"Saya belum punya istri kok bu Arum!" Ujar Dani sambil tersenyum.
"Oh ya benar kah? Saya pikir kamu sudah menikah!" Arum pura - pura kaget mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Dani.
"Benar bu, saya baru saja bencana mau menikah dengan Mela!" Dani kembali berkata.
"Baik lah, semoga lancar sampai Hari H. Saya permisi dulu!" Arum pun langsung berlalu dari hadapan mereka.
Arum langsung masuk ke ruangan nya, jika saja tidak karena Marsya mungkin dia sudah menghajar Dani dan juga Mela. Arum sangat membenci laki - laki yang suka selingkuh, karena dulu nya Ayah nya juga berselingkuh dari ibu nya.
"Apakah Marsya tahu bahwa suami nya saat ini selingkuh dengna rekan kerja nya? Aku harus tanyakan ini secara langsung sama Marsya!" Guman Arum sambil meraih benda pipih dari tas nya dan dia langsung menghubungi wanita yang akan menjadi adik ipar nya tidak lama lagi.
"Hallo Sya, kamu sibuk gak? Siang nanti makan siang bareng yuk?" Ajak Arum tanpa basa - basi.
"Boleh mbak, mau makan siang di mana?" Tanya Marsya dari seberang sana.
"Nanti mbak kirim lokasi nya, ada hal penting yang mau mbak bicarakan sama kamu!" Ujar Arum lagi.
"Baik mbak, kirim aja lokasi nya kita ketemuan di sana!" Marsya pun setuju dengan usul calon kakak ipar nya.
Panggilan pun terputus, Arum tidak sabar lagi untuk memberi tahu Marsya tentang kelakuan suami nya di luar sana.
Ketika jam istirahat makan siang tiba, Arum mengirim kan lokasi restoran tempat mereka bertemu. Marsya segera meluncur ke sana dengan menggunakan taksi online.
Marsya segera masuk dan dia mencari keberadaan calon kakak ipar nya di sana, Marsya tersenyum senang saat dia melihat Arum sedang duduk di salah satu meja.
"Mbak Arum, maaf ya membuat mbak menunggu lama!" Marsya berbasa - basi dengan Arum.
"Gak kok, mbak juga barusan tiba, duduk Sya!" Arum mempersilahkan Marsya untuk duduk.
"Makasih mbak!" Marsya menarik kursi yang ada di seberang Arum.
"Pesan makanan nya dulu, mbak belum pesan tadi!" Arum memberikan buku menu pada Marsya.
"Mbak mau makan apa?" Tanya Marsya sambil membolak - balik kan buku menu yang ada di tangan nya.
"Samain aja dengan punya mu!" Jawab Arum singkat.
Marsya segera memesan makanan dan minuman untuk mereka berdua, sembari menunggu pesanan mereka datang kedua nya pun ngobrol dengan santai.
"Oh ya Sya, mbak boleh tanya sesuatu sama kamu?" Arum bertanya pada Marsya.
"Boleh mbak, tanya aja!" Jawab Marsya sambil tersenyum.
"Ini tentang suami kamu, Dani!" Arum diam sejenak, dia ingin melihat reaksi Marsya.
"Mas Dani? Ada apa dengan mas Dani mbak?" Tanya Marsya deg - degan.
Sebenar nya Marsya juga ingin menanyakan sesuatu tentang Dani pada Arum, tapi karena Arum sudah memulai nya, maka Marsya juga bisa mencari tahu semua nya lewat Arum.
"Dani memperkenalkan Mela sebagai calon istri nya di kantor, dan dia juga mengaku bahwa dia masih lajang!" Ujar Arum pada Marsya.
"Siapa Mela itu mbak?" Tanya Marsya penasaran.
"Mela adalah salah satu staf di kantor ku!" Jawab Arum.
Marsya dan Arum menghentikan obrolan mereka, ketika seorang pelayan datang mengantar kan pesanan mereka.
"Silahkan di nikmati!" Pelayan itu berkata dengan ramah.
"Terima kasih!" Jawab Arum dengan ramah.
Marsya dan Arum kembali melanjutkan obrolan mereka sambil menikmati makan siang nya, kedua nya masih membahas tentang Dani dan juga selingkuhan nya.
"Tapi mas Dani gak tahu kan mbak tentang hubungan kita yang sebenar nya?" Tanya Marsya pada Arum.
"Ya jelas enggak lah Sya, gak mungkin juga Dani mau mengumumkan hubungan dengan Mela jika dia tahu siapa Mbak!" Jawab Arum sambil tersenyum.
"Sebenar nya akhir - akhir ini aku agak curiga sama mas Dani mbak, sikap nya berubah dingin dan cuek. Dan di tambah lagi tadi pagi aku gak sengaja lihat mas Dani sedang bermesraan dengan seorang wanita yang tidak aku kenal di dalam mobil nya!" Marsya menceritakan apa yang dia lihat tadi pagi.
"Kamu yakin akan terus seperti ini Sya? Dani udah selingkuh loh di belakang kamu!" Arum mengingat kan Marsya.
"Untuk sementara ini biar kan saja seperti ini mbak, aku akan mencari bukti - bukti yang lebih banyak tentang perselingkuhan mas Dani. Setelah itu aku akan fikir kan bagai mana baik nya!" Marsya menjelaskan rencana nya pada Arum.
"Sampai kapan Sya kamu mau terus di rendah kan oleh Dani dan keluarga nya, kasihan Mama dan yang lain nya mikirin kamu terus!" Arum berkata pada calon adik ipar nya.
"Mbak, untuk saat ini aku mau minta tolong sama mbak. Jangan kasih tahu mas Galih dan juga yang lain nya, biar kan aku mencari bukti dulu. Setelah itu aku janji gak bakal mengecewakan semua orang lagi!" Marsya meminta tolong pada Arum.
"Baik lah Sya, tapi kalau mbak boleh memberi saran sebaik nya kau berfikir ulang Sya sebelum semua nya terlanjur jauh. Dani dan keluarga nya hanya menganggap mu sebagai babu gratisan di rumah nya. Mereka semua hanya perduli pada uang dan wanita yang bisa memberi mereka uang saja!" Arum menasihati Marsya.
"Mbak, selama ini aku selalu menerima semua perlakuan mas Dani dan juga keluarga nya. Aku menganggap nya sebagai sebuah bhakti, tapi setelah mengetahui bahwa mas Dani sudah selingkuh. Aku sudah tidak mau lagi menjadi Marsya yang lemah lagi mbak!" Marsya berkata dengan nada kecewa.
"Kamu harus bangkit Sya, jangan lemah!" Arum menyemangati Marsya.
"Iya mbak, mulai sekarang aku akan mencari bukti - bukti perselingkuhan mas Dani. Mbak mau kan membantu aku, mbak bisa mengirim kam foto atau pun video saat mereka sedang berada di kantor!" Marsya meminta tolong pada Arum.
"Tentu Sya, mbak akan dengan senang hati membantu mu!" Arum tersenyum pada Marsya.
"Sekarang aku tahu mbak, apa alasan Mama yang meminta ku untuk menyembunyikan identitas ku di hadapan mas Dani dan juga keluarga nya. Mungkin ibu punya firasat tentang mas Dani dan keluarga nya!" Marsya berkata dengan nada sendu.
"Kamu jangan sedih lagi Sya, mbak akan membantu mu. Kamu tidak sendiri!" Arum berkata pada Marsya.
"Terima kasih mbak, aku bersyukur mas Galih menemukan wanita sebaik mbak!" Uajr Marsya sambil tersenyum.
Marsya membuka ponsel nya setelah dia selesai makan, dia melihat bahwa Dani mengirim ka ln pesan mesengger pada nya lewat akun palsu nya.
"Dasar laki - laki buaya!" Ujar Marsya sambil mengeleng kan kepala nya.
"Ada apa Sya?" Tanya Arum heran.
"Ini mbak, tadi aku sengaja mengirim permintaan pertemanan dengan mas Dani lewat akun palsu. Dia langsung nge DM aku setelah dia melihat foto profil nya adalah wanita cantik. Dasar laki - laki buaya, suka tebar pesona!" Marsya baru tahu bahwa suami nya adalah laki - laki yang tidak setia.
"Sya, mbak kembali ke kantor lagi ya. Nanti kalau ada informasi mbak kabari kamu lagi ya!" Arum berpamitan pada Marsya setelah membayar tagihan makan siang mereka berdua.
"Iya mbak, aku juga mau kembali ke toko lagi!" Marsya pun mengangguk kan kepala nya.
Marsya ingin membalas pesan yang di kirim kan oleh Dani, dia akan tetap berpura - pura tidak mengenal Dani dengan menggunakan akun palsu.
[Hai cantik, boleh kenalan gak?] begitu lah bunyi Dm dari Dani.
[Gak boleh lah, takut nya istri nya marah!] Balas Marsya dengan pura -pura jual mahal.
[Belum punya istri kok, masih lajang!] Balas Dani lagi.
"Dasar laki - laki buaya, udah punya istri dan juga selingkuhan masih ngaku lajang. Dasar laki - laki tidak tahu malu!" Guman Marsya sambil menggeleng - geleng kan kepala nya.
Dani terus mengirim kan pesan dengan penuh rayuan, Marsya pun melayani nya. Dia ingin melihat sampai sejauh mana kegilaan suami nya.
'Kita akan lihat mas, seperti apa diri mu yang sebenar nya. Aku akan terus menyamar dan pura - pura tidak mengenali mu mas. Kita lihat saja mas, setelah aku mengetahui kebusukan mu. Aku pastikan kau akan menyesal' Guman Marsya di dalam hati.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!