NovelToon NovelToon

Diremehkan Karena Miskin, Ternyata Aku Punya Sistem Analisis Nilai

BAB 1—Sistem Analisis Nilai

"Apa? Tidak bisa membayar? Terus sampai kapan kamu ingin membayar hutang ini!" Seorang debt collector bernama Tommy itu berteriak sekeras mungkin ke arah bocah berumur 16 tahun, raut wajahnya diselimuti oleh emosi.

"Maaf pak Tomy. Tapi Ibu lagi berada di rumah sakit, dan gaji kerja sampingan saya kufokuskan untuk berobat ke ibu, jadi... Aku masih belum bisa membayar." Remaja itu bernama Rahmat, dia gemetaran karena takut akan amarah Tomy.

-Brak

Tommy semakin jengkel, wajahnya makin memerah. Tidak bisa menahan amarah, memukul Rahmat dengan keras hingga membuat remaja itu terkulai lemah di tanah. 

Tubuh Rahmat terjatuh, badannya terasa remuk dan sakit minta ampun, darah bercucuran. Sementara Tomy menatap Rahmat tanpa kasihan sama sekali, menatap dia bagaikan sampah.

"Dasar miskin. Kalau tidak ada niat bayar bilang! Asal kamu tahu hutangmu dari Ayahmu sudah lama banget, cari uang gak mudah! Jadi jangan kira sepele uang 1 miliar." 

Tomy melanjutkan aksi kekerasan dengan menginjak tubuh remaja itu tanpa kenal ampun. Rahmat mengaduh kesakitan, ia melindungi tubuh lemahnya dengan kedua tangan, tapi tenaganya begitu lemah sehingga percuma.

Injakan demi injakan terus dilancarkan, membuat tubuh Rahmat semakin kesakitan, tulangnya terasa remuk dan dia muntah darah beberapa kali.

Selang beberapa menit, karena merasa bosan Rahmat tidak membalas. Akhirnya Tomy berhenti melakukan kekerasan. 

"Aku punya ide bagus, kalau kamu tidak bisa membayar hutang ayahmu. Maka berikan aku tubuh ibumu dengan begitu aku akan menganggap hutang itu selesai," ucap Tomy dengan senyuman menjijikan.

Menikmati tubuh wanita berumur yang cantik seperti Ibu rahmat adalah anugerah, jadi itu merupakan opsi bagus untuk melunasi hutang.

Tapi sebagai anak lelaki yang harus membuat derajat ibunya tinggi. Rahmat tentu menolak keras. Ia tidak apa-apa untuk ditindas dan dihina, namun tidak untuk ibunya.

"Anda kira apa ibuku? Dia bukan barang!" Tanpa ia sadari Rahmat sudah berteriak.

Merasa tidak terima karena diteriaki, Tomy menjadi marah. Ia kembali menerjang, melancarkan pukulan demi pukulan lebih intens daripada tadi.

 "Bajingan, hanya orang miskin saja belagu. Mampus kau!"

"Aaaa!"

Tomy menendang muka Rahmat tanpa henti, terus menendangnya hingga muka Rahmat penuh oleh darah dan bengkak.

Merasa sudah keterlaluan, Tomy berhenti. Dia takut nantinya anak itu mati, dia bisa kena masalah juga dan hutang tidak akan kunjung dibayar.

"Cih, oke. Aku akan meringankan lagi... batas waktu dua bulan! Jika dua bulan tidak bisa membayar hutang, maka ibumu akan menjadi aset, mengerti!"

Rahmat tidak menjawab. Sudah tidak punya tenaga untuk menjawab.

"Cih! Dasar sampah!" Tomy berjalan menjauhi rahmat dan pergi.

Rahmat tidak tahu berapa lama dia tergeletak di tanah. Langit mulai gelap. Hujan rintik turun perlahan, membasahi tubuhnya yang penuh luka. Darah bercampur air hujan, mengalir tipis melewati pipinya. Sakit.

Tapi yang lebih sakit bukan tubuhnya, melainkan harga diri dan jiwanya. Uang satu milyar, tentu bukan angka yang bisa dia bayangkan bentuknya. Ayah dia pergi begitu saja meninggalkan dia dengan sejumlah hutang yang gak wajar.

Oleh karena itu walau masih 16 tahun dan SMA dia bekerja part time sebagai kasir, itupun dia harus bersujud agar bisa diterima kerja karena batasan usia yang masih sangat muda. Dan gaji dari kerja sampingan tidak seberapa, tentu tidak sampai UMR.

“Kenapa… hidupku seperti ini…” lirihnya pelan.

Dunia memang tidak adil, ia sudah menyadari hal itu semenjak kecil. Terlahir dari keluarga miskin dan terlilit hutang membuat dia harus bekerja keras lebih dari anak diumurnya, sejak kecil ia sudah hidup dengan kekerasan dan tulang baja. Saat anak-anak seusianya main dan senang - senang, dia habiskan waktu untuk menjual makanan kecil.

Saat anak seusianya sibuk dengan barang apa yang akan mereka beli dan ingin apa, Rahmat memikirkan bagaimana cara mendapatkan uang agar bisa makan.

Keluarganya miskin sampai dia harus rela mengorbankan masa muda untuk membantu meringankan beban.

Terlebih sekarang ibunya juga ke rumah sakit, ditambah hutang ayahnya. Rahmat tertawa dalam hati, dunia sama sekali gak adil.

Dia tangguh, terlalu tangguh untuk anak seusianya. Namun sekarang pandangan Rahmat mulai kabur. Suara di sekelilingnya perlahan menjauh. Dunia seperti tenggelam dalam keheningan.

Lalu, diselimuti rasa putus asa, dia terasa hampir mati.

Apa ini perasaan sekarat hampir mati? Rahmat memejamkan mata, mengira ia akan mati.

“Maaf, ibu … tampaknya ini memang batasku–”

Dan saat ia putus asa, sebuah suara ala robot terdengar.

[Ding!]

Suara itu jelas, terlalu jelas untuk diabaikan, bukan sebuah halusinasi, bukan juga dari luar melainkan dari dalam kepalanya.

━━━━━━━━━━━━━━━

SISTEM ANALISIS NILAI

Host: Rahmat

Level : 1

Usia: 16 tahun

Status: Lemah

Kekuatan: 1

Kecerdasan: 3

Ketahanan: 2

Keberuntungan: 0

Rekening uang : 440.000

━━━━━━━━━━━━━━━

[Ding! Terdeteksi individu dengan keinginan bertahan hidup ekstrem.]

[Tingkat keputusasaan: 97%]

[Tingkat kebencian terhadap ketidakadilan: 100%]

[Mencocokkan kriteria host…]

[Sinkronisasi dimulai…]

Rahmat membelalakkan mata. “Apa… ini…?”

Rahmat terdiam. “Ini… mimpi? Gambaran sebelum mati?”

[Tidak. Ini adalah Sistem. Selamat anda mendapatkan sistem Analisis Nilai.]

[Saya adalah sistem spesial yang bisa membantu anda menilai suatu objek, baik itu nilai kegunaan, dan nilai jual]

[Tugas utama saya: Membantu Host membalikkan takdir.]

[Misi Pertama Tersedia.]

━━━━━━━━━━━━━━━

Misi 1: Bertahan Hidup

Deskripsi: Bangkit dari tempat ini dan kembali berdiri tanpa menyerah.

Hadiah: +5 Semua Statistik

Bonus : saldo Rp 100.000

Gagal: Sistem dinonaktifkan permanen.

━━━━━━━━━━━━━━━

Ia mungkin jadi gila gara gara sekarat, sekarang ia mendengar suara robotik di kepalanya.

Rahmat terdiam beberapa detik, lalu tertawa kecil. Tertawa pahit.  “Bertahan hidup? Aku sudah bertahan hidup selama 16 tahun… dengan takdir dan beban yang luar biasa hebat.”

Tangannya gemetar, tapi perlahan ia mencoba menggerakkan tubuhnya. Sakit luar biasa menjalar dari wajah hingga tulang rusuknya. Namun suara sistem kembali berbunyi.

[Peringatan: Jika Host menyerah, sistem akan memilih kandidat lain.]

Mata Rahmat berubah. Memilih kandidat lain? Artinya… Ia sama sekali tidak paham, tapi dia teringat wajah sang ibu, Benar dia tidak boleh menyerah sekarang.

Dan kalau sesuatu bernama sistem itu mengatakan akan membantu membuat dia membalikkan takdir, kalau itu nyata maka ini kesempatan. Satu-satunya kesempatan. Ia tidak boleh kalah!

Untuk ibunya yang terbaring di rumah sakit, untuk menyelesaikan hutang ini, dan tentu untuk diri dia sendiri.

“Kalau ini nyata…” Rahmat menggertakkan giginya. “…maka aku tidak akan mati sebagai sampah.”

Dengan sisa tenaga yang ada, ia menekan tanah dan perlahan bangkit.

 Satu langkah, tubuhnya hampir jatuh. Dua langkah, napasnya tersengal. Tiga langkah, Ia berdiri tegak. Merasakan tubuh yang mati rasa. 

[Ding!]

[Misi 1 Selesai.]

[Semua Statistik +5]

[Uang Rp 100.000 masuk ke rekening anda]

━━━━━━━━━━━━━━━

Host: Rahmat

Kekuatan: 6

Kecerdasan: 8

Ketahanan: 7

Keberuntungan: 5

━━━━━━━━━━━━━━━

Tiba-tiba, rasa hangat menyelimuti tubuhnya.

Lukanya tidak langsung sembuh, tapi rasa sakitnya berkurang drastis. Pandangan Rahmat menjadi lebih tajam. Lebih jernih.

Lalu ia memeriksa saldo rekeningnya di ponsel. Sebuah notifikasi masuk,

“Gila benar-benar nambah 100k, cuma modal bangun doang?”

Lalu Ia melihat sebuah batu di pinggir jalan.Tanpa sadar, informasi muncul di kepalanya. Ia pun berteriak terkejut atas informasi hologram yang tiba-tiba muncul.

“Ini apaan woi!?”

[Objek: Batu Granit]

[Nilai Ekonomi: Rendah]

[Potensi: Tidak ada]

Rahmat terdiam. Lalu ia melihat papan iklan di seberang jalan.

[Objek: Tanah Komersial]

[Nilai Ekonomi: Sangat Tinggi]

[Potensi Kenaikan Harga: 27% dalam 1 tahun]

Napas Rahmat memburu.

“Analisis Nilai…”

Dia memegang dagu, jadi  artinya… dia bisa melihat nilai sesuatu? Termasuk uang?Termasuk peluang? Bahkan termasuk manusia?

Hujan masih turun. Tapi kali ini Rahmat tidak merasa dingin. Ia mengepalkan tangan.

“Satu miliar?”

Senyumnya perlahan berubah.

“Dua bulan cukup.”

Di dalam hatinya, sesuatu telah bangkit. Bukan lagi Rahmat yang miskin, jelek, dan bodoh. Melainkan Rahmat— Yang memiliki Sistem.

...----------------...

A/N : jangan lupa baca novel baru author

Judul : Sistem Analisis Nilai : Dari Sales Menjadi Penguasa Bisnis

Naufal hanyalah seorang sales smartphone miskin yang sering diremehkan karena tidak pernah mencapai target. Ditekan oleh target yang mustahil, dikhianati oleh rekan kerja, dan dianggap remeh oleh pelanggan sombong adalah makanan sehari-harinya.

Namun, segalanya berubah saat sebuah suara mekanis bergema di kepalanya:

[Ding! Sistem Analisis Nilai Aktif!]

[Menganalisis Target...]

[Budget: Rp150.000.000 ]

[ Keinginan: memboron 50 unit untuk yayasan pendidikan |

[Tingkat Kepercayaan: 15%]

[Misi Terbuka! Closing produk!]

[Hadiah misi pembukaan RP 10.000.000!]

Dengan bantuan Sistem Analisis Nilai, Naufal tidak hanya bisa melihat isi dompet pelanggan, tapi juga titik lemah kompetitor dan tren pasar masa depan. Dari seorang sales yang hampir dipecat, ia merangkak naik menjadi raja industri teknologi.

Satu per satu wanita hebat mulai masuk ke dalam hidupnya.

BAB 2—Mendapatkan Keuntungan

Rahmat berdiri di depan minimarket tempat ia kerja.  Jam menunjukkan pukul 21.37. Sebentar lagi ia akan menutup toko, pulang ke rumah dan bisa istirahat.

Hujan sudah reda.Suasana luar menjadi ramai dipenuhi oleh kendaraan yang saling menyalip.

Lalu Ia menatap layar transparan yang hanya bisa dilihat. Ia teringat akan kejadian kemarin

[Sistem analisis Analisis Nilai]

Menampilkan nilai ekonomi, potensi pertumbuhan, dan risiko dasar suatu objek.

Rahmat menarik napas panjang. Ini jadi mirip investasi.

“Kalau ini cuma bisa lihat nilai… berarti aku harus cari barang yang harganya salah, lalu menjualnya.”

Ia mulai memperhatikan sekitar. Melihat barang-barang yang layak, tapi isinya hanya sampah tidak bernilai. 

Ia menghela napas, tidak semudah itu ya dia menemukan barang berharga. Lalu saat Rahmat sibuk menata barang di toko, tiba-tiba saja sistemnya berbunyi

[Ding!]

[Menemukan barang kuno!]

[Barang berharga ada di sekitar anda!]

Rahmat terkejut, dia langsung melihat sekitar sekali lagi, dan sistemnya memang aktif, Seorang bapak tua berhenti di depan minimarket. Membuka karung kecil.

Rahmat tanpa sadar mengaktifkan kemampuan sistem tersebut.

[Objek: Jam Tangan Mekanik Tua]

[Merek: Terhapus]

[Nilai Pasar Saat Ini: ± Rp300.000]

[Nilai Sebenarnya: ± Rp18.500.000]

[Alasan: Produk langka, edisi lama, kolektor item]

Jantung Rahmat berdetak keras. 18,5 juta, gila itu angka yang sangat fantastis dan tidak pernah ia dengar! Dan ia bisa mendapatkan uang segitu banyak dengan modal uang ratusan ribu ?

Bapak itu jelas tidak tahu harga nilai sebuah barang yang dia kira rongsok tersebut, padahal barang kuno itu laku dengan harga tinggi.

Bapak itu masuk ke dalam toko dan berbicara ke kasir sebelahnya, rekan kerja Rahmat bernama Danu, bisa dibilang dia senior disini.

“Mas, ini jam bisa digadaikan nggak? Saya butuh uang cepat. Tiga ratus ribu saja cukup.”

Rahmat menelan ludah.

Uangnya sendiri cuma ada Rp520.000 di rekening.

Itu pun untuk makan dan biaya rumah sakit ibunya.

Sistem berbunyi.

[Peluang Terdeteksi.]

[Tingkat Risiko: Rendah]

[Tingkat Keuntungan: Sangat Tinggi]

Rahmat mengepalkan tangan. Kalau gagal?Dia bisa kelaparan. Kalau berhasil? Ini langkah pertama.

"Ah, maaf pak. Disini kami tidak menerima pembelian barang aneh," ucap Danu yang terikat akan peraturan toko

Bapak itu tampak kecewa, ia mengangguk paham dan hendak pergi.

Dan saat itulah Rahmat mendekat pelan.

“Pak… kalau Bapak mau, saya bisa beli langsung. Tiga ratus lima puluh ribu.”

Langkah bapak itu terhenti begitu saja saat mendengar perkataan dari Rahmat. Sementara Danu melongo, ia menatap Rahmat tajam.

"Apa yang kamu lakukan mat? Jangan sembarangan, ini melanggar SOP kalau Lo tahu!?"

Tegurnya. Rahmat agak sedikit ragu, tapi meyakinkan rekannya tersebut.

"Jangan khawatir, kak. Aku yakin tidak akan terjadi apapun, lagian ini buat kegunaan pribadiku!"

Danu menghela napas, sungguh junior yang merepotkan. ia tahu bahwa Rahmat hanya bocah part time bukan pegawai tetap sepertinya, itu artinya apapun yang terjadi pasti dia akan kena imbasnya.

"Gue gak peduli sih, kalau Lo mau beli jam rongsok itu ya silahkan, tapi diluar ya! Jangan melakukan transaksi kecuali barang kita di dalam toko! Ngerti?”

Rahmat mengangguk. “Siap, kak! Ayo pak, kita transaksi diluar.”

Bapak tua itu juga menyadari dan paham yang terjadi. Mereka pun sekarang berada di depan minimarket.

“Kamu yakin kan, nak mau beli jam tua ini?”

“Ya saya yakin, pak! Saya suka koleksi barang kuno.”

Transaksi terjadi.  Rahmat gemetar saat memberikan hampir seluruh uangnya.

Di tangannya kini ada jam tua itu. Sebuah jam yang jika dilihat tidak terlalu bernilai bahkan tampak usang dan kumuh, tapi nilai jualnya akan tinggi di tangan orang yang tepat.

Layar sistem muncul.

[Transaksi Berhasil.]

[Estimasi Keuntungan Bersih Jika Dijual Tepat: +Rp18.150.000]

Napas Rahmat terasa berat. Dia akan mendapatkan uang 18 jutaan hanya dengan modal 350 ribu, tapi sekarang pertanyaan terbesit di pikirannya. Ia harus menjual ke siapa? Ia tidak punya kenalan untuk masalah beginian.

“Kalau begitu terima kasih, nak!” Ucap bapak tua itu lantas pergi begitu saja.

Rahmat menganggukan kepala, ia justru yang berterima kasih karena mendapatkan uang besar secara cuma-cuma.

Setelah kembali ke toko, ia pun langsung disapa Danu selaku rekan kasir minimarket.

“Gimana jadi beli tu jam?” Tanya dia sambil berselancar di dunia sosial media.

Rahmat menjawab, “iya kak Danu, jadi, hehe.”

“Kamu juga punya selera yang aneh, mat. Ini bukan urusanku juga sih, tapi jam kuno murahan kaya gitu kamu suka?”

Murahan? Rahmat tertawa di dalam hatinya. Dasar orang bodoh yang tidak tahu nilai sebuah benda—walau kemungkinan kalau saja ia tidak punya sistem, ia juga akan berpendapat demikian.

“Aku punya hobi koleksi ginian, kak, barang-barang kuno, hehe.”

“Terserah kamu sih, yuk semangat. Waktu cuma tinggal 30 menit buat jaga toko. Setelah toko tutup, aku traktir makan nanti.”

Danu tahu kondisi keuangan yang terjadi di kehidupan Rahmat, ia merasa iba, sekaligus salut karena anak muda seperti ini bisa berjuang, tentu sebagai senior dan orang yang lebih tua dan berhati mulia dia akan mendukung paling tidak mengratisi makanan.

Rahmat melonggo, ia tersenyum ke arah rekan Danu, dia  memang agak kolot kalau masalah aturan toko dan pekerjaan tetapi sejatinya dia adalah orang baik, dia banyak mendapatkan pertolongan darinya. Mungkin jika dia sudah menjual jam ini ditangan yang tepat, ia akan balik traktir Danu.

“Siap, makasih kak.”

Ia kembali ke kasir, lalu mengaktifkan Analisis Nilai ke internet melalui ponselnya.

Ia membuka forum kolektor jam.

Sistem menampilkan highlight pada satu akun.

[Akun: KolektorPremium_ID]

[Tingkat Kepercayaan: Tinggi]

[Riwayat Pembelian: Barang Langka]

Rahmat mengirim pesan, memfoto barang dan menawarkan kepada pemilik akun beberapa saat kemudian—balasan datang.

“Masih ada? Saya cari seri ini dari lama. Saya berani 18 juta langsung.”

Rahmat hampir menjatuhkan ponselnya. Benar-benar laku terjual 18 juta dalam satu malam bermodal dari 350 ribu.

Tangannya gemetar saat mengetik.

“Deal. Mari kita ketemuan besok.”

Keesokan Harinya

Transfer masuk.

Rp18.000.000.

Rahmat menatap angka itu lama sekali.

Bukan 1 miliar,  bahkan masih sangat jauh untuk membayar hutangnya,tapi ini awal dari semua.

Layar sistem muncul lagi.

[Anda Naik leve.]

 

Sekarang anda Nilai Lv.2

Kemampuan meningkat

-Dapat membaca tren jangka pendek

-Dapat mendeteksi barang undervalue dalam radius 10 meter

Rahmat tersenyum tipis. “Kalau begini…aku bisa dengan cepat kaya!”

Dia mulai berpikir lebih besar,

Sistem luar biasa, bukan cuma lihat harga, tapi lihat masa depan nilai.

...----------------...

A/N : jangan lupa baca novel terbaru author

Judul : Sistem Analisis nilai : Dari sales Menjadi Penguasa Bisnis

Naufal hanyalah seorang sales smartphone miskin yang sering diremehkan karena tidak pernah mencapai target. Ditekan oleh target yang mustahil, dikhianati oleh rekan kerja, dan dianggap remeh oleh pelanggan sombong adalah makanan sehari-harinya.

​Namun, segalanya berubah saat sebuah suara mekanis bergema di kepalanya:

[Ding! Sistem Analisis Nilai Aktif!]

[Menganalisis Target...]

[Budget: Rp150.000.000 ]

[ Keinginan: memboron 50 unit untuk yayasan pendidikan |

[Tingkat Kepercayaan: 15%]

[Misi Terbuka! Closing produk!]

[Hadiah misi pembukaan RP 10.000.000!]

​Dengan bantuan Sistem Analisis Nilai, Naufal tidak hanya bisa melihat isi dompet pelanggan, tapi juga titik lemah kompetitor dan tren pasar masa depan. Dari seorang sales yang hampir dipecat, ia merangkak naik menjadi raja industri teknologi.

​Satu per satu wanita hebat mulai masuk ke dalam hidupnya.

BAB 3—Membeli Motor Untuk Dijual

Angka itu masih terpampang di layar ponselnya. Ini pertama kali bagi dia mendapatkan uang sebesar belasan juta, ia hanya bocah berumur 16 tahun, masih sekolah maka dari itu ia sebenarnya agak ngeri-ngeri juga.

Rahmat duduk di tepi ranjang kamarnya yang sempit. Cat dindingnya mengelupas, kipas angin tua berdecit pelan di langit-langit. Semua masih sama seperti kemarin.

“Dengan uang ini, paling tidak cukup untuk membiayai ibu di rumah sakit.” 

Rahmat bergegas menelpon pihak rumah sakit ternyata pihak sana belum bisa menerima jengukan karena masih hari sibuk, jadi besok rahmat akan menjenguk sang ibu sekalian melunas semua keperluan dan kesehatannya.

Ia sekarang bukan Rahmat yang dulu, ia tidak sama. Ia membuka kembali layar sistem.

━━━━━━━━━━━━━━━

Host: Rahmat

Level ; 2

Kekuatan: 6

Kecerdasan: 8

Ketahanan: 7

Keberuntungan: 5

━━━━━━━━━━━━━━━

Sekarang ia naik level 2 bersamaan dengan kemampuan sistem analisis nilai yang bertambah. Itu artinya ia dan sistem akan terus berekmbang.

[Ding!]

[Anda baru saja naik level]

[Anda punya 3 poin status sekarang]

[Status apa saja yang anda ingin tambahkan?]

Rahmat menatap statusnya. Ini sudah benar-benar game, kalau saja ini bergenre RPG action, maka ia akan meningkatkan kekuatan.

Tapi di sini ia ibaratkan sebuah mage. Kemampuan sistemnya adalah analisis nilai, ia butuh kepintaran yang hebat untuk mendapatkan hasil lagi, maka jawabannya sudah jelas.

Jarinya menekan poin status, meningkatkan semua kecerdasan. 

Tiba-tiba saja tubuh Rahmat terasa hangat, otaknya menjadi lebih ringan.

[Ding!]

[Selamat tuan, kecerdasan anda meningkat sebesar 3 poin]

Rahmat menganggukan kepala puas, ia menatap ke atas, lalu menghela napas.

“Satu miliar dalam dua bulan. Kalau aku mau lunasi itu artinya aku harus mendapatkan paling tidak puluhan juta di setiap minggu.”

Itu artinya barang kecil seperti jam tangan akan kurang untuk kedepannya, ia butuh lebih banyak lagi, batu lonjakan yang lebih dan saat itulah sistem berbunyi untuk kesekian kalinya.

[Ding!]

[Analisis Makro terdeteksi.]

Rahmat membuka mata. Makro? Di hadapannya muncul sebuah layar yang lebih kompleks dari sebelumnya.

Perusahaan: PT Andalan Sentosa Finance]

[Status: Stabil (Publik)]

[Nilai Fundamental Sebenarnya: Overvalued]

[Indikasi: Manipulasi Laporan Arus Kas]

[Potensi Koreksi Pasar: 38% dalam 10–14 Hari]

Rahmat menelan ludah, perusahaan itu, perusahaan yang memberi hutang pada ayahnya.

Jadi sekarang kondisinya sedang begitu, jika sahamnya jatuh, maka banyak investor akan panik, harga akan anjlok, dan disitu ada peluangnya.

Tapi … ia belum pernah menyentuh saham seumur hidup. Ia hanya bocah SMA kelas dua, anak kasir part-time.

Namun ketika ia membuka aplikasi sekuritas dan membaca grafik, entah kenapa semuanya terasa lebih mudah dipahami. Seolah otaknya bekerja lebih cepat dari biasanya, mungkin efek dari peningkatan status poin kecerdasan.

Ia melihat pola, volume, dan ada pergerakan yang tidak wajar.

“Ada yang sedang bermain…” gumamnya. 'Pasti seseorang yang memanipulasi laporan kas .. orang dewasa penuh dengan kelicikan memang.”

Sistem mengonfirmasi.

[Indikasi Distribusi Saham oleh Pemegang Mayoritas.]

Rahmat tersenyum tipis. Artinya orang dalam sedang menjual perlahan sebelum harga jatuh.

Kalau begitu… Ia bisa ikut partisipasi.

Jika ia membeli saat turun… lalu menjual saat rebound… Atau masuk sebelum kejatuhan dan keluar tepat waktu… Keuntungan bisa berkali lipat.

Namun sistem kembali berbunyi.

[Peringatan.]

[Level Host Tidak Cukup untuk Investasi Skala Besar.]

[Rekomendasi: Bangun Modal Awal 100 Juta.]

Benar juga, Ia butuh setidaknya 100 juta pertama untuk terasa signifikan. 18 juta tidak cukup.

Rahmat berdiri. Ia tidak bisa hanya duduk dan menunggu. Saatnya memanfaatkan waktu dengan tepat.

**

Jika kita mencari barang-barang kuno maka rahmat tahu jawabanya. Ia pergi menuju deretan kios tua dan beberapa penjualan obral barang antik.

Bau oli, karet, dan debu bercampur jadi satu. Pasar jual barang kuno ini dipenuhi oleh pedagang, walau minim yang lewat.

Kemampuan sistem Rahmat terus aktif dalam radius 10 meter seolah memindai dunia.

Ia melihat beberapa nilai sebuah barang, beberapa bernilai jutaan, ratusan ribu, jutaan lagi, lalu puluhan ribu.

[Radio Tua – Margin Rendah]

[Laptop Rusak – Risiko Tinggi]

[Lukisan Replika – Nilai Palsu]

[Batu akik tua–nilai palsu]

Hingga—

[Ding.]

[Peluang Signifikan Terdeteksi.]

Rahmat berhenti.

Di depannya, sebuah motor tua dipajang seadanya. Catnya kusam, stiker asal tempel, knalpot bukan bawaan pabrik. Joknya sedikit robek dan rangka terlihat berkarat tipis.

Sekilas, itu hanya RX King tua yang sudah lewat masa jayanya.

Tapi sistem tidak pernah menilai dari tampilan.

Salin kode

[Objek: Yamaha RX-King 2002]

[Status: Surat Lengkap, Pajak Mati 3 Tahun]

[Harga Jual: Rp6.000.000]

[Nilai Pasar Aktual (Jika Direstorasi): ± Rp15.500.000 – Rp18.000.000]

[Kondisi Mesin Internal: Sangat Baik (Belum Overhaul)]

[Kerusakan: Karburator Kotor, Kampas Rem Aus, Kabel Speedometer Putus]

[Originalitas: 70% (Beberapa Part Aftermarket)]

[Biaya Restorasi + Pajak: ± Rp1.200.000]

[Potensi Keuntungan Bersih: ± Rp7.800.000 – Rp9.500.000]

[Tingkat Risiko: Rendah–Sedang]

[Alasan Harga Murah: Pemilik Terdesak Hutang Judi]

Rahmat merasakan sensasi yang sama seperti saat melihat jam tangan kemarin, adrenalin, ini bukan keberuntungan, melainkan takdir dan rezeki. 

Jadi motor ini memiliki mesin yang masih sangat bagus, jika dengan modal tambahan paling tidak 1,2 juta ia bisa untung banyak.

[Ding! Anda mendapatkan misi acak]

[Beli motor tua ini]

[Hadiah

-Anda akan naik level

-Uang senilai rp 100.000.000

-Bonus fitur terbuka : Analis Tren sosial]

“BUSET 100 juta, langsung 1/10 dari hutangku!”

Rahmat tersenyum. “Sekarang semua jadi makin menarik.”

Total modal 7,2  juta termasuk harga perbaikan dia sekarang punya 18 juta itu artinya dia untung hampir 50% lebih belum ditambah hadiah dari sistem sebesar 100 juta.

Artinya uang 18 juta bisa menjadi hampir menjadi berkali-kali lipat.

Tapi kali ini sedikit berbeda, penjualnya bukan bapak tua, melainkan dua pria bertato dengan tatapan tidak ramah.

“Kenapa, dek? Mau beli?” Salah satu dari mereka menyeringai. “Apakah bahkan adek mampu, maksudku lihat penampilan adik, terlihat banget aura miskinnya.”

“Cih, dasar orang yang menilai dari penampilan saja,” gumamnya. “Orang dewasa memang pada licik.”

“Ha? Lo bisik-bisik apa bocah!” Seru temannya yang terlihat lebih garang.

Sistem berbunyi pelan.

[Tingkat Risiko: Sedang.]

[Catatan: Motor bukan hasil curian.]

[Alasan Harga Murah: Pemilik terdesak hutang judi.]

Rahmat mengangguk pelan. 'Asal bukan curian paling tidak aman.’

“Pergi sana bocah kalau cuma lihat–”

“Gue bayar om, gue beli motor sekarang juga!” Ucap Rahmat tegas.

A/N : jangan lupa baca novel terbaru atuhor

Judul : sistem analisis nilai : Dari sales Menjadi Penguasa bisnis

Naufal hanyalah seorang sales smartphone miskin yang sering diremehkan karena tidak pernah mencapai target. Ditekan oleh target yang mustahil, dikhianati oleh rekan kerja, dan dianggap remeh oleh pelanggan sombong adalah makanan sehari-harinya.

Namun, segalanya berubah saat sebuah suara mekanis bergema di kepalanya:

[Ding! Sistem Analisis Nilai Aktif!]

[Menganalisis Target...]

[Budget: Rp150.000.000 ]

[ Keinginan: memboron 50 unit untuk yayasan pendidikan |

[Tingkat Kepercayaan: 15%]

[Misi Terbuka! Closing produk!]

[Hadiah misi pembukaan RP 10.000.000!]

Dengan bantuan Sistem Analisis Nilai, Naufal tidak hanya bisa melihat isi dompet pelanggan, tapi juga titik lemah kompetitor dan tren pasar masa depan. Dari seorang sales yang hampir dipecat, ia merangkak naik menjadi raja industri teknologi.

Satu per satu wanita hebat mulai masuk ke dalam hidupnya.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!