NovelToon NovelToon

Menikahi Kakak Tiri Yang Kejam

PROLOG

Sebenarnya Nadine istri pertama dari Revan Vandes. Tapi Revan lebih mencintai Natasya, madunya, Tasya adalah cinta pertama Revan, Pernikahan Nadine dan Revan tidak didasari oleh Cinta, tapi lebih tepatnya karena musibah, Revan adalah kaka tiri Nadine, anak dari Morgan Ayah tirinya yang telah menikahi Larasati Mamanya.

Revan lah yang telah merenggut kesucian Nadine, tiga bulan setelah pernikahan itu, Revan menikahi Tasya tunangannya. Tapi anehnya mereka bisa hidup satu atap dengn Tasya madunya.

Nadine menyaksikan sendiri bagaimana Revan memperlakukan Tasya begitu lembut dan penuh cinta. Berbeda dengan dirinya yang diperlakukan kasar oleh Revan.

Sangat berbeda....

Ya,... Nadine, Revan dan Tasya terikat dalam sebuah pernikahan yang sah secara hukum dan agama.

jika kalian bertanya siapakah istri pertama Revan? pasti jawabannya adalah Tasya

Mengapa bisa begitu?

Nadine adalah wanita yang paling tersakiti karena kecerobohannya. Saat itu ia pulang kerumah ayah tirinya mengikuti Laras, hingga terjadilah malapetaka itu. Revan telah perkosa Nadine disaat dirinya mabuk, ternyata Nadin hadir di antara kisah cinta Revan dan Tasya Yang sudah terjalin selama 2 tahun.

Setelah pemerkosaan itu terjadi, Laras murka dan menuntut Revan untuk menikahi Nadine. Pernikahan itupun terjadi, walaupun tidak didasari dengan Cinta.

Baru Dua bulan pernikahan, Revan datang meminta izin kepadanya, untuk menikahi Natasya. Dengan sadar Nadine mengizinkan Revan menikahi Tasya. Mesti sebenarnya Revan tidak perlu meminta izin kepadanya.

Lalu apa kabar dengan hati Nadine?

Di pagi hari itu sebelum Revan berangkat ke kantor, tepatnya dua bulan setelah pernikahan mereka berlangsung, yang hanya dihadiri kerabat, tanpa ada perayaan. Revan menemui Nadine di kamarnya, memang selama ini mereka tidur terpisah walau dalam satu atap. Meskipun mereka berstatus pasangan suami istri. Hampir Dua bulan lebih tidak ada kontak fisik diantara Nadin dan Revan, hingga detik ini, entah lah Rumah tangga macam apa yang telah mereka jalani sekarng?"

Selama berumah tangga Nadin tidak pernah menuntut apapun pada Revan, Karna ia tau menikah bukan karena cinta, dan mereka menyadari itu. Nadine begitu membenci sosok Revan yang angkuh dan sombong, karna perbuatannya ia harus rela berhenti dari kuliahnya yang tinggal semester akhir. Kini Nadine hanyalah dianggap sebagai istri pajangan.

"Nadine Aku ingin bicara? ucapnya saat itu, dengan ekspresi dingin.

Wajahnya seperti biasa datar tanpa ekspresi. Dua bulan Nadine mengenalnya, sejak pertama kali dia di perkosa Revan, dua bulan hidup bersamanya tidak pernah sekalipun Revan tersenyum padanya, hanya ucapan dan kata kata kasar yang keluar dari bibirnya.

Nadine menghentikan kegiatannya membaca novel, menatap wajah Revan sekilas, lalu memalingkan wajahnya kembali.

"Ada apa? katakan lah.." ucap Nadine acuh

"Aku akan menikahi Tasya!" kata-katanya meluncur dengan lugas tanpa beban dan tidak memikirkan perasaannya.

Nadine sudah tau sosok Tasya, disaat hari pernikahannya berlangsung Tasya datang tanpa malu memperkenal dirinya sebagai tunangn Revan. Adi sepupuh sekaligus asisten Revan memberitahu, kalau Tasya wanita yang paling berharga bagi Revan. Nadin tidak peduli karna yang ia rasakan pada hari itu adalah sakit hati, Revan yang telah merebut kesuciannya tanpa memikirkan masa depannya.

Nadin kembali menatapnya dalam, sekali ini sangat lebih lama, mencoba menggali dan mencari celah keraguan dari diri Revan.

"Ahh! Nadine menghela nafas berat. Tapi ia tersadar, kalau Revan hanya mencintai Natasya.

"Nikahi saja..." jawab Nadin enteng tanpa beban

Nadine sadar, baru saja mengatakan hal yang mungkin saja untuk sebagian wanita begitu menyakitkan bila untuk dimadu, dan Nadine tidak berhak menentang keputusan Revan untuk menikahi Tasya. Karena mereka tidak pernah menjalankan kewajibannya sebagai suami istri,

Meski hati Nadin tidak menginginkan,tetap saja cinta Revan begitu besar pada Tasya, jelas sikap nya lebih condong kepada Tasya dan sudah pasti hari-harinya akan dihiasi ketidakadilan padanya.

Salah kah Nadine...? Nadine sadar, kalau ia salah, tapi..itu tidak semua salah nya!

Revan tidak pernah meminta Nadin untuk mengurus semua kebutuhannya. Pernah Nadin membuatkan kopi untuknya, tapi ia tidak suka dan malah melemparnya. Nadine memasak untuk Revan tidak pernah ia sentuh, bahkan ia lempar makanan itu untuk kucing, baginya Nadine hanyalah pajangan dan butiran debu.

Pernah suatu hari Nadine membereskan kamar dan Ruang kerjanya, tapi apa? saat ia pulang dari kantor. Revan memakinya habis habisan. seakan ia jijik padanya, sampai semua barang miliknya tidak boleh disentuh Nadine.

Sampai saat ini Nadine bertahan hidup bersama Revan demi Mamanya, orang yang paling ia sayangi. Bagi Nadine Laras adalah segalanya, ia tidak ingin Laras kecewa, seorang wanita yang telah berjuang untuknya sampai saat ini, ia tidak pernah menyalahkan Mamanya atas musibah yang telah terjadi pada dirinya. Mungkin itu adalah takdirnya yang harus ia terima. Mamanya telah bekerja keras setelah Ayahnya meninggal 10 tahun lalu. Ia tau Laras sangat kesepian, dan saat Laras minta izin untuk menikah lagi, Nadine menyetujuinya. Ia sangat bersyukur Morgan seorang suami yang baik dan penyayang. Morgan juga menyayangi dirinya sebagai anak sambung.

Nadine gadis cantik yang manja. ia juga periang, Ia memiliki tinggi 162, ukuran gadis ideal untuk wanita Asia, bermata coklat dan memiliki kulit putih bersih. Laras sang ibu sangat menyayangi anak semata wayangnya itu, semua kebutuhan Nadin selalu terpenuhi, hingga ia mendapat beasiswa di Sydney. Laras terus berjuang untuknya sampai ia bisa kuliah disana, tapi nasib berkata lain, ia harus putus di semester Akhir.

Ini lah awal kisah Nadine, sampai ia harus rela menjadi Nyonya Revan Prayudha Vandes yang kejam, apakah ia bisa bertahan hidup bersama Revan dan madunya? atau sebuah perceraian? Yuk ikutin terus kelanjutan nya 😍

.

.

🌹🌹🌹🌹🌹

.

.

@BERSAMBUNG

Haiiiiii Guysss.... ketemu lagi dalam Novel terbaru saya, dengan kisah dan karakter yang berbeda, jangan lupa untuk VOTE..LiKE.. dan KOMENTAR nya.

Happy Reading 😍

-

Kepulangan Nadine

Kring, kring, kring....

"Halo Mah, bagaimana kabar Mama di sana? Aku sudah sangat rindu ingin kembali liburan kesana mah! terdengar suara seorang gadis di sebrang telpon.

"Nadine? Mama juga sangat rindu padamu nak, kapan kau pulang? Mama akan menjemputmu di bandara"

"Dua hari lagi aku berangkat, nanti Nadine kabari lagi kalau sudah mau berangkat"

"Iya sayang, nanti kabari Mama lagi ya"

Dua hari kemudian.

🍃Bandara 🍃

Hari ini Nadine sudah berada di bandara Sydney, ia sedang menunggu keberangkatan menuju Jakarta, sebelum berangkat ia sudah menelpon Larasati ibunya.

Jam delapan Pagi Nadine sudah berangkat, pesawat sudah lepas landas, enam belas jam perjalanan nonstop tanpa berhenti menuju Indonesia, jam dua belas siang Nadin sudah sampai di Bandara Sukarno Hatta.

Saat keluar dari pemeriksaan, seseorang sudah memanggil namanya.

"Nadine..."

Laras melambaikan tangannya, saat melihat Nadine keluar dari pemeriksaan di bandara.

"Mamah....."

Nadine berjalan cepat sambil membawa tas dorong menuju Laras dan Morgan yang sedang berjalan menghampirinya. saat sudah mendekat Nadine memberikan pelukan hangat pada Laras Mamanya. ia pun mencium tangan Morgan.

"Bagaimana kuliah mu disana? tanya Morgan ingin tau

"Alhamdulilah tinggal semester akhir om, tinggal buat skripsi" ucap Nadine bangga tersenyum sumringah.

"Syukurlah, semoga cita-cita mu tercapai dan menjadi seorang Dokter terkenal" kata Morgan sambil mengelus kepala Nadine.

"Terima kasih banyak Om."

"Mama sudah kangen banget padamu, Ayo kita pulang.."

Mereka bertiga berjalan keluar dari Bandara, dan masuk ke dalam mobil yang dikendarai oleh supir pribadi Morgan.

Dua jam menempuh perjalanan mereka sampai kediaman Morgan vandes, Mansion model Eropa clasik mendominasi warna crem dan Gold, terlihat rumah yang nyaman dan elegan.

Nadin memasuki mansion bersama Laras dan Morgan, Laras membawa Nadine menaiki anak tangga menuju kamarnya, kaki mereka terhenti disalah satu disebuah kamar yang sangat luas.

"Wah luas sekali kamar ini Mah!" Nadine berdecak kagum.

Laras tersenyum "Kau istirahat saja dulu, atau mau mandi dulu? mama akan siapkan makan untukmu, kita makan bersama"

"Baik lah mah, aku mau mandi dulu."

Saat Laras ingin melangkah pergi, Nadine bertanya.

"Oiya mah! apakah rumah sebesar ini hanya Mama dan Om Morgan saja yang tinggal disini?

"Tidak sayang, Mama, Om Morgan, juga dua anaknya, tapi ia jarang pulang kesini, yang satunya kuliah di Sydney sama sepertimu?

"Ohh yah? ko mama tidak bilang kalau Om Morgan punya anak yang kuliah di Sidney."

"Iya, Mama tidak terpikir kesana."

"Terus yang satunya lagi tinggal disinikan?

"Iya, anak Om Morgan yang pertama bernama Revan, tapi tidak setiap hari pulang, biasanya seminggu dua kali baru pulang karna sibuk mengurus bisnisnya. seringnya ia pulang ke apartemen, Revan juga sudah bertunangan sebentar lagi akan menikah."

"Ooohhh...

"Ya sudah Mama keluar dulu, kamu istirahat saja, nanti selesai mandi turun ke bawah"

"Okeh siap mah!

Nadin baru pertama kalinya datang ke Mansion milik Morgan, karna Laras mamanya baru Dua tahun ini menikah dengn Morgan, saat Namanya memutuskan untuk menikah lagi, Nadine masih kuliah di Sydney dan saat itu dia tidak bisa hadir ke pernikahan mamanya.

Nadine merebahkan tubuh diatas ranjang, karena sangat lelah iapun tertidur, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar. Nadine terbangun dan membuka pintu.

Ceklek

"Maaf non, Nyonya menyuruh Nona turun ke bawah untuk makan bersama" ucap seorang pelayan wanita.

"Bilang sama Mama untuk tunggu sebentar, aku ingin mandi dulu, karna tadi aku tertidur"

"Baik Nona!" pelayan itu pergi meninggalkan kamar Nadine.

Sejam kemudian Nadine sudah selesai mandi, setelah berpakaian ia turun ke bawah menuruni anak tangga menuju meja makan.

"Mah! panggil Nadine mencari keberadaan Laras.

"Nadine..."

Laras dan Morgan menghampiri Nadine dan menyusul kemeja makan.

"Mama sudah menunggu lama, ayo sekarang kita makan" titah Laras.

Tap, tap, tap....

Terdengar langkah sepatu pantofel seorang pria. Ia memasuki ruangan dan menuju meja makan, kebetulan meja makan berada disamping tangga,

"Pah, sepertinya Revan sudah pulang" tutur laras. "Ya sudah pah, sekalian saja Revan suruh makan bersama kita, dan kebetulan Nadine sudah pulang, jadi Revan bisa kenalan sama Nadine"

"Iya Mah!

"Revan kau sudah pulang."

"Sore pah! ucapnya datar.

Saat ia ingin menaiki anak tangga, Morgan memanggilnya, "Revan kemari lah" ia sempat berhenti lalu menghampiri Morgan Ayahnya.

Nadine dan laras sudah duduk di meja makan, Nadine menatap bingung pada Revan, karena pria itu seperti tidak pernah melihat keberadaan dirinya dan Mamanya dimeja makan, bahkan Revan tidak menoleh sedikit pun pada Nadin dan Laras.

"Revan duduklah kita makan bersama! oh iya kenalkan ini Nadine anak Mama laras, ia baru saja tiba tadi siang dari Sidney" kata Morgan mengusap pundak Nadin yang sedang duduk di kursi makan.

"Haiii.. selamat datang!" Revan tersenyum terpaksa, hanya menatap sekilas lalu membuang pandangannya.

tampan sihh, tapi ishh..sombong dan angkuh sekali, kayanya Pria ini tidak menyukai mama" Batin Nadine.

"Nadine, kenalkan ini Revan anak pertama Om" kata Morgan memperkenalkan

Nadine bangun dari duduknya, mengulurkan tangannya pada Revan "kenalkan saya Nadin" Revan hanya menyentuh ujung tangan Nadin, tanpa mau berjabat tangan.

"Oh ya pah, aku tidak bisa ikut gabung makan bersama, aku sudah makan diluar tadi bersama clien, jadi aku mau istirahat dulu pah!

"Ya sudah! jawab morgan daftar

Hanya mereka bertiga menikmati makan malam bersama.

*****

Tak terasa seminggu sudah Nadine tinggal di rumahumah Morgan, kesehariannya hanya membaca buku dan novel, kadang menemani Laras pergi ke supermarket, ibu dan anak ini sangat kompak. Hingga pada suatu hari Laras harus pergi ke Bandung menemani Morgan untuk urusan bisnis.

"Nadine, mama dan Om Morgan harus berangkat ke Bandung, tidak apa-apa kan mama tinggal? kan ada mbok iyem juga para pelayan dirumah ini, Revan hanya sekali-sekali saja Ia pulang.

"Iya mah, gak apa ko."

"Tidak akan lama disana, hanya dua hari saja" kata morgan menimpali.

"Iya Om!

"Dah mamah! dadah Om!" ucap Nadine, sambil melambaikan tangan saat mobil berjalan meninggalkan Mansion.

Setelah kepergian mereka Nadin merasa kesepian, hanya Tv dan novel sebagai teman pengusir sepi. Malam mulai tiba Nadine tidak bisa tidur seperti biasanya, ia tidak mengantuk sama sekali.

Nadine mendengar suara deru mobil di depan teras, ia beranjak dari tempat tidurnya mengintip dari balik gorden dan melihat siapa yang datang, Revan keluar dari dalam mobil.

"Tumben pria Arogan itu baru pulang, hampir seminggu ini Ia tidak pulang" Nadine bergumam sendiri dan menutup gordennya kembali.

Nadine kembali merebahkan tubuh sintalnya di atas pembaringan, mencoba memejamkan mata.

'

'

'

'

'

'

Bersambung

jangan Lupa

LiKE ..VOTE.. dan.. KOMEN NYA

Ternodai (21+)

Maaf, konten ini, mengandung unsur dewasa, jadi bijak lah dalam membaca, hanya khusus untuk 21 tahun keatas.

Nadin terus berusaha memejam kan mata, tapi tetap tidak bisa, tubuhnya berguling kesana kemari tidak bisa diam, seprei dipakai sudah acak-acakan, Nadin mengambil novel itu dan membaca novel Kembali, tak terasa jam sudah menunjuk kan pukul 1:00 dinihari, bibirnya sudah menguap berulang ulang, rasa kantuk sudah menyerang mata Nadine.

tiba-tiba terdengar suara pecahan beling yang terdengar nyaring, Nadin terbangun dan ia berjalan ke arah pintu, membuka pintu kamar berjinjit menuruni anak tangga,rasa ingin tau dan penasaran nya terus mengikuti langkah nya sampai ke bawah.

Ruangan di bawah agak gelap،lampu sengaja di matikan pada saat malam, hanya sebagian lampu tertentu saja yang masih hidup, Nadin terus berjalan menuju dapur, ia mencari saklar untuk menyalakan lampu, dan lampu dapur terang,

"Heeeyy...tapi disini tidak ada apa apa? dari mana asal suara pecahan beling itu berada? gumam Nadine

kebetulan tenggorokan nya kering, ia haus, Nadine berjalan menuju kulkas, dan membukanya, ia mengambil botol berisi air putih dan menuang kan ke gelas.

Krek....

jantung Nadine berdebar kencang, tiba-tiba terdengar suara yang mencuriga kan, wajah nya celingukan mencari arah suara itu, perasaan takut menyerang Nadin, di dapur ia hanya seorang diri, buru-buru dia menutup kulkasnya kembali, dan berjalan keluar dapur, saat Nadine mematikan lampu dapur, tiba-tiba ada seseorang yang membekap nya dari belakang, Nadin mencoba ingin berteriak, tapi tenaganya kalah dengan orang yang membekap mulut nya

Seseorang itu terus menarik tubuh Nadine, dan membawa masuk kedalam sebuah kamar, lalu melempar tubuh Nadine keatas ranjang, Orang itu menutup pintu kamar dan kuncinya ia lempar kesembarang tempat.

Nadine terperanjat kaget,tidak percaya, siapa seseorang yang telah menarik nya masuk kedalam kamar.

"Kau...? Apa yang ingin kau lakukan padaku Revan!! teriak Nadine penuh amarah.

"Ssstttt.." menaruh telunjuk di bibirnya, "jangan berisik..! ucapnya pelan, "nanti banyak orang yang mendengar kita" katanya lagi tanpa merasa bersalah, sambil membuka kemeja dan celana kerja nya, tersisa celana boxser Revan, memamer kan tubuh atletis yang berotot, mata nya memerah, sorot mata nya tajam, ia terus mendekati Nadin yang berada diranjang. Nadin beranjak dari ranjang dan berlari menuju pintu, ia ingin membuka pintu itu, tapi tidak bisa dibuka.

"Dimana kuncinya, Revan, buka pintunya! Nadin berteriak, ia menggedor gedor pintu itu"

"Hahahaha.... " Revan terbahak

"kau tidak bisa membuka kunci itu, karena kunci nya sudah aku buang! Revan terus mendekati Nadine, Nadin semakin ketakutan,

"Pergi kau Revan! berteriak "jangn mendekat padaku! tapi Revan terus mendekat dan menarik tubuh Nadin, sebisa mungkin Nadin berontak.

"Tolong...! Door Door Door...."Tolong Aku!

"Berteriak lah sesuka hatimu, tapi sayang... mereka tidak akan bisa mendengarmu, karna kamar ini kedap suara, semua pelayan berada dikamar belakang, terpisah dari Mansion ini" ucap Revan sambil tersenyum devil.

"jangan Revan, aku kumohon! aku Juga adik mu, jangan pernah lakukan itu padaku!

"Apa?? Adik..?? Hahahaha...."Sejak kapan kau jadi adik ku! kapan aku pernah menyatakan kalau kau, adalah adik ku!

Revan tetap tidak peduli dengan rengekan Nadine, ia seperti kesetanan dan terus menarik tubuh Nadin yang ketakutan, lalu mengangkat tubuh nya dan melempar tubuh sintal Nadine keatas ranjang, ia menindih nya, Revan mulai menciumi bibir Nadine، dengan sekuat tenaga Nadine melawan, bau alkohol tercium sengat dihidung Nadin.

"Kau mabok Revan" tiba tiba..

"PLAAKK

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Revan, seketika Revan kaget, ia bertambah marah dan kegilaan nya semakin memuncak, ia menyobek baju tidur Nadine hingga tersisa pakaian dalam nya, Nadine terus berontak dan melawan, tubuh kekar Revan terus menarik pengait Bra yang melekat ditubuh Nadin, dengan leluasa ia terus menciumi bibir Ranum Nadin، Nadine malah mengigit bibir bawah Revan, darah segar keluar dari bibirnya,

"Aaaaggghhhh...Shit!

Menampar pipi Nadine, mengambil dasi yang tercecer diatas ranjang, mengikat kedua tangan Nadine, menaruh tangan itu diatas kepalanya, Revan menerus kan aksi nya lagi, ia tidak peduli dengan rintihan Nadin, ia terus mel*mat bibir Nadin lagi, lalu turun ke leher، nafas Revan turun naik, nafsu nya semakin membara saat melihat dua gundukan gunung kembar yang sangat indah, ia memain kannya disana, Nadin terus berontak dan menangis, semakin Nadin berontak semakin besar nafsu Revan, hingga semakin turun kebawah, dan membuka penutup miliknya yang paling berharga, kini tubuh Nadin sudah polos tanpa sehelai benang, Revan membuka Boxser nya, lalu membenam kan junior miliknya secara paksa, ia terus mencari celah, jerit tangisan Nadine tidak ia pedulikan, mata hati nya sudah tertutup oleh nafsu bejat nya.

"Jangan Revan...! ku mohon..! terkutuk kau Revan...!

"Aaaaaaaaaaakkkkk...."

Nadin berteriak histeris, rasa sakit di bagian bawah nya terus diaduk aduk Revan tanpa belas kasihan.

"Aaakkhhh...sial, kenapa miliknya begitu sempit, Aku sudah tak tahan ingin mengeluar kannya, bibir nya, leher jenjang nya, gunung kembar nya, bahkan milik nya membuat ku mabuk kepayang, body nya...aaakkkhhh" Revan membatin.

Nadin terus menjerit kesakitan saat Revan memaju mundur kan milik nya. dua jam kemudian Revan melenguh panjang, sebuah klimaks telah menguras tenaga nya dan ia jatuhkan tubuh kekarnya kesamping Nadine.

"Hiks...hiks...hiks...hiks..."

"Iblis Apa yang merasuki dirimu Revan! hingga kau nodai aku..." Nadin masih terus meracau dan mengutuk nya.

"Mamah....hiks...hiks...hiks...."

Revan manusia tidak punya hati, ia sudah tidak peduli dengan tangisan dan makian Nadin, ia malah tertidur pulas di samping tubuh Nadin, tanpa sehelai benang pun.

Nadine ingin beranjak dari ranjang, tapi tubuh nya sakit dan ngilu, Ia terduduk dipinggir ranjang,saat melihat bagian bawah nya sudah dipenuhi darah, tangisan Nadin semakin pecah dan pilu.

"Revaaaannn......" hiks...hiks...hiks...kau ambil keperawanan ku!

"Ya Tuhan...Apa salah ku..? kenapa Tuhan..! kenapa Nasib ku sial begini? dengan kesal ia mengacak acak rambutnya.

Nadin terus merutuki nasib nya dan memaki diri sendiri, Ia telah menyesal harus kembali pulang.

"Kalau saja aku tau, pulang hanya akan membawa malapetaka bagi ku, tidak akan sudi diriku menginjak kan kaki kerumah terkutuk ini!

"Hiks hiks hiks hiks,,,,,,,,

-

-

-

Bersambung

-

-

jangan lupa untuk💓

VOTE,....LiKE....dan KOMENTAR nya**.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!