Terlihat empat orang gadis cantik kini tengah berdebat menyalakan satu sama lain, salah satu dari mereka sudah kebakar api emosi sekarang
"gue bilang juga apa kan! " kata gadis pertama dengan rambut panjang dan mata besar, sambil menunjuk ke arah tembok yang tinggi di depan mereka.
"gue Takut di hukum !" jawab gadis kedua dengan rambut pendek dan wajah yang penuh kekhawatiran.
"gak apa apa dong,kalo di hukum, yang hukum kan pacar gue" kata gadis ketiga dengan rambut ombak dan senyum manis.
"Pacaran Mulu otak lo" seru gadis keempat dengan rambut berwarna hitam dan coklat mata yang berkilau.
"Hu'um, giliran Bagun pagi kaya kebo"ujar seseorang gadis
"hii, orang sirik tandanya tak mampu"cibirnya
"bukannya gak mampu yah say, hanya standar cowok gue tinggi "ujar gadis itu membuat ketiga temannya menatapnya malas
Keempat gadis cantik itu terus berdebat, sementara waktu terus berjalan dan mereka semakin terlambat. Akhirnya, gadis pertama mengambil keputusan.
"gue,mau panjat ini tembok mau ikut gak?"
Gadis kedua dan ketiga ragu-ragu, tapi gadis keempat langsung mengangguk. "gue ikut"
"Lo pendek,var Lo yang naik "ujar Bianca kepada varsya yang kebetulan tinggi Nya lebih pendek dari mereka
"Gue takut"rengek varsya sambil menggelengkan kepalanya
"Naik,gak Lo kita tinggalin mau?"ancam Almira, varsya takada pilihan lain sekarang,mau tak mau ia harus naik
Keempat gadis itu mulai memanjat tembok yang tinggi, dengan gadis pertama yang memimpin. Mereka mencari pijakan yang stabil dan pegangan yang kuat, sambil berusaha untuk tidak membuat suara berisik.
"Cepat,mana tangan Lo"bisik varsya
"Gue Takut, bangke!!"ujar Bianca tapi malah berteriak
"Suara Lo, bangke"kesal varsya yang menoleh kanan kiri
"Tahan gue, Al"ujar Bianca, kepada Almaira supaya menahan kakinya
Setelah ia naik, giliran Almaira yang naik gadis bermata kecil bulat ini kesal setengah mati sekarang
"Pantat, gue jangan Lo pegang"teriak Almaira,karna Victoria memegang pantatnya
"Kalo, gue gak tahan mau jatoh Lo"teriak Victoria kesal
"Gak usah pegang pantat gue juga!!"omel Almira rasanya ingin mendang temannya ini
Gadis kedua sedikit kesulitan mencari pijakan, tapi gadis ketiga membantu dengan memberikan dorongan dari bawah. Gadis keempat yang paling ringan dan gesit, dengan mudah memanjat tembok dan mencapai puncak pertama.
Setelah beberapa saat, keempat gadis itu berhasil mencapai puncak tembok dan melompat ke sisi lain. Mereka berdiri dengan napas yang terengah-engah, tapi dengan senyum kemenangan di wajah mereka.
"Kita berhasil!" seru Bianca sambil memandang teman-temannya dengan bangga.
"suara, gue kucek juga Lo ya!" Ujar Almaira, sambil melihat jam tangan.
"Akhirnya,"ujar varsya menarik napas lalu hembuskan
"Hahahaha, hebat juga gue"ujar Victoria yang suaranya bak spiker rusak
"Woyy, kalian lagi kalian lagi"ujar seseorang dari belakang tampaknya sudah bosan dengan empat gadis di depannya ini
"Victoria, bangke!!"kesal ketiganya, karena ketahuan terlambat
****
Pengenalan tokoh girls nya dulu yuk
BIANCA DEALOVA: gadis yang memiliki rambut panjang dan lurus berwarna hitam yang mengalir lembut di punggungnya. Bulu mata lentik, hidung mancung, bibirnya tipis dan Matanya yang besar dan ekspresif berwarna coklat memberikan kesan yang hangat dan ramah. Wajahnya yang oval dengan kulit bersih dan cerah membuatnya terlihat cantik dan bersemangat. Dengan tinggi badan yang sedang dan postur yang atletis, dirinya biasa di sebut QUEEN BARGAR
ALMAIRA GAVA PUTRI, gadis yang memiliki rambut anjang lurus berwarna hitam legam yang memberikan kesan yang santai dan ceria. Matanya yang kecil dan tajam berwarna hitam membuatnya terlihat cerdas dan waspada. Wajahnya yang bulat dengan kulit halus dan putih memberikan kesan yang lembut dan manis. Dengan tinggi badan yang agak pendek dan postur yang ramping, Almira memiliki penampilan yang lucu dan menggemaskan
VICTORIA DRICAR, gadis yang memiliki rambut ombak dan panjang berwarna coklat yang memberikan kesan yang feminin dan elegan. Matanya yang besar dan lembut berwarna hitam membuatnya terlihat lembut dan penuh kasih. Wajahnya yang hati dengan kulit bersih dan bersinar memberikan kesan yang cantik dan bersemangat. Dengan tinggi badan yang sedang dan postur yang feminin, Victoria memiliki penampilan yang anggun dan menawan.
VARSYA ADINATA, gadis cantik memiliki rambut berwarna hitam dan dipotong pendek dengan gaya yang unik, membuatnya terlihat berbeda dan berani. Matanya yang besar dan berkilau berwarna coklat memberikan kesan yang ceria dan bersemangat. Tetapi tinggi badannya lebih rendah di antara mereka
Kalian lagi, kalian lagi"suara bariton dari belakangnya membuat gadis itu berhenti dan berbalik
"Eh, si waktos tampan"ujar keempatnya dengan tersenyum manis dan lebar
"Turun "ujar remaja yang merupakan wakil ketua osis, tetapi matanya menatap tajam ke arah varsya sekarang
"Sayang ka_
Bugh
Tampah, berbicara lagi Bianca gadis itu langsung melompat dari tembok, tapi kali ini bukan kemauannya tetapi,karna terlalu terpesona dengan seseorang dari balik koridor
"Bianca,mau mati Lo ha?!"kesal Viktoria kemudian ikut melompat
"Woy, perempuan gila,ada tangga ngapain Lo ikutan lompat?!"tanya Almaira kesal, sambil menggelengkan kepalanya
"Lo,gak ngasih tau s_
"Ganteng banget gila!!"pekik Bianca tiba tiba, yang tadinya menganga sekarang berpekik
"Mana mana,ca?"tanya Victoria penasaran, melihat ke arah yang di lihat oleh Bianca tetapi tidak menemukan siapapun
"Woy,Lo pada dengerin kita gak!!"kesal Kelvin si wali ketua osis
"Sura,Lo cempreng banget sih, jadi waria!!"kesal varsya tanpa sengaja membentak Kelvin
"Kamu bentak aku?"tanya Kelvin yang mulai tidak profesional lagi
"Gak kok, cuman refleks tadi"ujar varsya panik mengusap bahu Kelvin
Bianca berlari dengan cepat, diikuti oleh teman-temannya yang penasaran. "Woy, Bianca, ?" teriak Viktoria sambil berlari mengejarnya.
"Lo lihat apa sih?" tanya Almira, yang juga ikut berlari.
Ketika mereka mendekati tempat yang dilihat Bianca, mereka melihat seorang pria tampan dengan senyum yang menawan. "Itu, itu siapa?" tanya Victoria, yang langsung terpesona oleh penampilan pria itu.
Cowok itu melihat ke arah mereka dengan tatapan datar mata elang cowok membuat Bianca semakin terpesona.
"Lo suka,ca?" tanya Almira lagi, sambil menatap pria itu dengan penasaran.
"Cinta pandang pertama ini mah"ujar varsya yang melihat raut wajah Bianca
Namun, sebelum mereka bisa mendekatinya, Kelvin si Wakil Ketua OSIS memanggil mereka. "Woy, kalian! Kembali ke sini!" teriaknya, sambil menggelengkan kepalanya.
"Apaan sih "kesal Victoria menatap tajam ke arah Kelvin
Kemudian mereka berlari memasuki sekolah, Kelvin hendak mengejar tetapi sudah mendapatkan lirikan membahana yang mungkin mengancam hubungan mereka
"Diam,atau kita putus?"kata Varsya pelan tidak mengeluarkan suara tetapi Kelvin tau apa yang di maksudkan pacarnya
Kelvin langsung berhenti di tempatnya, matanya terpaku pada Varsya yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam. Dia tahu bahwa Varsya tidak main-main dengan ancamannya, dan dia tidak ingin kehilangan pacarnya.
Dengan napas yang terengah-engah, Kelvin mengangguk pelan, menunjukkan bahwa dia akan mematuhi keinginan Varsya. Varsya kemudian memalingkan wajahnya, tidak lagi menatap Kelvin.
"Hay,siapa nama lo"tanya Bianca yang tiba-tiba sok asikk
Tetapi pemuda itu tidak menjawabnya dan terus berjalan, varsya, Viktoria dan Almaira terlihat Senggol menyenggol sekarang melihat kelakuan temanya yang terlihat sok asik
"Kok,gak di jawab sih?"tanya varsya yang terus menyeimbangi langkah pemuda itu, padahal Bianca sudah kesal sekarang tetapi harus menetralkan wajahnya agar terlihat tidak kesal
"Lihat tu teman Lo"bisik Almaira
"Teman Lo,juga"bisik, varsya dan Victoria memukul lengan Almaira
"Sakit nyet"kesal Almira lalu mengelus lengannya yang panas akibat varsya memukulnya
Tiba tiba, pemuda itu menarik Bianca sehingga Bianca langsung membentur lengan pemuda itu
"Jalan itu lihat pake mata"ujar pemuda itu tiba tiba, suaranya yang berat membuat seseorang Bianca terpanah
"Ed,dari mana saja kamu Daddy sudah menunggu dari tadi"ujar seorang pria matang yang tak kalah tampan
"Arkk,om ,om ganteng banget"ujar Almira tiba tiba
"Kalian ini?"tanya pria itu menatap empat gadis itu satu persatu
"kenalin Aku Almira,calon istri om"ujar Almira membuat ketiga gadis itu menoleh ke arahnya
"Ada ada saja kamu ini"pria itu menggelengkan kepalanya menatap Almira memberikan senyuman manis
"Kalian tau kelas,dua belas IPA satu?"lanjutkan keempat gadis itu menggelengkan kepala
"Itu kelas sebelah kelas kita om"Jawab Viktoria
"Kebetulan Edgar, masuk kelas itu"ujar pria itu tersenyum
"Om,gak usah senyum om,btw 80 berapa namanya siapa om"tanya Almira yang sudah ke habisan kewarasannya
"Sama saya Samuel Grissham,kalo 08 berapa ini" ujar Samuel memberikan sebuah kartu kepada Almaira, dengan cepat gadis itu mengambilnya
Sementara Bianca gadis itu dari tadi tak menjawab karna melihat garis wajah sempurna yang di miliki pemuda di sampingnya, kebetulan tangan Edgar belum melepaskan tangannya
"Mau kamu pegang sampai kapan Ed?"tanya Samuel kepada putranya
Edgar, langsung melepaskan tangan Bianca dengan cepat,melap lap tangan dengan tisu
"Kamu, masuk sama mereka, Daddy masih ada pekerjaan di kantor,om pamit ya"ujar Samuel Edgar langsung menyalimi tangannya,di ikuti empat gadis itu
Setelah Samuel pergi, Edgar lebih dulu melangkahkan kakinya memasuki kelas,dan satu kerucut mengikutinya tiga ekor milik kerucut itu pun juga mengikuti mereka
"Lo, masuk kelas kita aja"tawar Bianca, tetapi Edgar tidak menjawab kemudian menyelonong masuk ke dalam kelasnya
"Gue suka, yang menantang seperti itu"ujar Bianca tersenyum tengil
"Gue dapet nomor bapaknya"ujar Almira
"Gila, giliran lihat orang ganteng aja matanya langsung terbuka lebar"ujar Victoria kepada kedua temannya
"Sudahlah, jangan hiraukan setan yang terkutuk ini"ujar varsya
"Sudah jam berapa ini kalian ?"tanya Seorang guru berkacamata sambil memegangi mistar panjang berwarna coklat keramat
*****
"Masuk sekarang!!"
Ke empat gadis itu masuk ke dalam kelas tanpa rasa bersalah sedikitpun, bagimana ibu Yayuk tidak marah . pasalnya,ini sudah jam setengah sembilan
"KALIAN INI, APAKAH SUDAH BOSAN BERSEKOLAH DI SINI,DARI MANA SAJA KALIAN?!"omel ibu Yayuk menatap ke empatnya tajam
"Pak, satpam gak mau bukain pintu gerbang"ujar Bianca membela diri, tetapi menyudutkan satpam
"Iya Bu, habis itu kita di hukum, capek tau"ujar Victoria dengan wajah penuh dengan tipu dayanya
"Hu'um, Bu btw ada om om tampan Lo tadi"ujar Almaira malah memperkenalkan Samuel
"I_
"SAYA, TIDAK SURUH KALIAN UNTUK MENJAWAB SAYA, URUSAN KAMU KETEMU SAMA DUDA KE, WARIA KE,ITU TERSERAH KAMU,KALO SATPAM SUDAH TUTUP GERBANG BERARTI KALIAN SUDAH TERLAMBAT!!"OMEL Ibu Yayuk menatap mereka dengan tak habis pikir
Ibu Yayuk menghela napas, tidak percaya bahwa keempat gadis itu masih berani membuat alasan dan bercanda di dalam kelas.
"Sudah terlambat, dan sekarang kalian masih berani berbicara tentang om-om tampan?! Kalian harusnya fokus pada pelajaran, bukan pada mencari perhatian laki-laki!" katanya dengan nada yang tegas.
Varsya mencoba menjelaskan lagi, "Kita udah dihukum kok Bu, sama wakil ketua osis. Kita disuruh putar lapangan ." Namun, Ibu Yayuk tidak terpengaruh oleh alasan mereka.
"Kalian harusnya datang lebih awal, bukan malah membuat alasan dan menghamburkan waktu kelas. Sekarang, kalian semua harus membuat surat pernyataan tidak akan terlambat lagi. Dan jika kalian masih terlambat lagi, maka akan ada konsekuensi yang lebih berat!" tegas Ibu Yayuk.
Keempat gadis itu mengangguk serempak, menunjukkan bahwa mereka mengerti dan akan mematuhi perintah Ibu Yayuk.
"Iya Bu, kami paham," kata mereka hampir serentak.
Ibu Yayuk memandang mereka dengan mata yang masih tajam, tapi sedikit lebih lega karena mereka tampaknya sudah mengerti.
"Baik, sekarang kalian semua duduk di tempat masing-masing dan catat materi pelajaran hari ini. Jangan membuat keributan lagi!" perintahnya.
Keempat gadis itu kemudian duduk di tempat masing-masing, membuka buku catatan dan siap untuk mencatat materi pelajaran.
*****
Sedangkan di kelas IPA satu, ke lima pemuda tengah berdiskusi tentang memilih ketua basket baru karena ketua basket mereka sudah pindah. "Bos, Lo mau gak?" tanya Kelvin kepada Edgar.
Samudra menambahkan, "Iya, bos, kita butuh ketua yang bisa Kita percaya "
"Hmm."Edgar hanya berdehem dengan wajah datarnya
"Artinya iya, gak bos?"tanya velix memastikan
"Iya."ujar Edgar singkat
Samudra tersenyum lega, "Yes, akhirnya kita punya ketua baru!!"
Kelvin dan velix mengangguk setuju,"kita latihan sehabis istirahat " katanya dengan semangat.
Edgar kemudian memandang teman-temannya dengan mata yang tajam, "Oke, kita mulai dengan membuat strategi dan rencana latihan yang baik. Kita harus bekerja sama jika ingin mencapai tujuan kita."
Samudra, Kelvin, dan velix mengangguk setuju, "Kita siap,!"
"Lo udah dapat informasi nya?"tanya Edgar tiba tiba, menatap samudra
"Belum bos, tapi gue bakalan bantu Lo, gue janji"ujar samudra
"Ingat tujuan gue pindah ke sini,"ujar Edgar datar, mereka menganggukkan kepala, memahami kenapa ketua mereka pindah
"Sebentar malam, gue dapet informasi mereka balapan di jalan xx"ujar Kelvin
"ADA APA INI?!, KENAPA KALIAN MALAH BERKUMPUL SEPERTI IBU IBU YANG SEDANG NGERUMPI!!"omel pak Rafael yg baru saja memasuki kelas
"Kepo benar,pak"ujar velix, sambil berjalan ke mejanya
"ngejawab saya kamu ?"tanya pak Rafael
"Gak,pak"Jawab velix tanpa Beben
"Samudra Arkana, pindah ke depan "ujar ujar pak Rafael
"Eh,pak jangan gitu dong pak "protes Kelvin yang tidak mau samudra pindah
"Diam kamu, berani ngatur saya ?" Kelvin menggelengkan kepalanya
"Kamu anak baru,maju dan perkenalan nama"ujar nya menatap Edgar
"Edgar "ujarnya singkat
"Saya suruh kamu maju"
"Uda lah pak, kasian tdi pagi habis di tempelin cewek jadi jadian "ujar velix, pastinya pak Rafael sudah tau siapa cewek itu yang tak lain Bianca cewek berwatak cowok
"Yah sudah,sekarang buka buku halaman 34"ujar pak Rafael
Semuanya membuka buku halaman 34. "Siap, pak,"
Pak Rafael memulai pelajaran, "Hari ini kita akan membahas tentang...". Edgar memperhatikan dengan seksama.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!