Our Destiny
Our destiny 01
Lina
Jangan sampai lambat!
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Iya mak! sabar..
[ Keluar dari rumah dan menutup pintu ]
Lina
Yaampun, punya anak gadis bangunnya dari jam 9 sampai 10 pagi bikin heran..
Lina
Jangan ngeluh kamu, ini ambil kunci pergi buka toko sana..
[ Menyerahkan kunci toko kepada Aster ]
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Kenapa sih harus gue yang disuruh tiap hari.
Lina
Jangan ngeluh dong, kan cuma kamu yang bisa mama andalkan
Lina
Mau berharap apa sama kakak kamu yang udah kawin itu?
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
[ Memutar bola matanya dengan malas ]
Lina
Yaudah sana pergi, sini pamitan dulu sama adek
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
[ Tersenyum dan mendekati adik perempuannya yang digendong sang ibu ]
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Bye baby fio, kakak berangkat dulu ya..
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Nanti pulang kakak bawain permen, sini cium dulu--
Baby Fio (1)
[ Mendorong wajah Aster yang hendak menciumnya ]
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Kurang ajar lo bocil!
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Giliran kak dai lo tangisin dia kalau mau pergi, hmph!
Lina
[ Terkekeh pelan ]
Kemakan omongan sendiri!
Lina
Kamu yang bilang kan waktu adek masih satu bulan, kamu gak mau jagain dia biar gede nanti dia gak suka sama kamu..
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Ishh, jangan diungkit ma
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Yaudah Aster berangkat dulu..
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
[ Menyalimi ibunya dan berjalan ke arah sepedanya ]
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Yaelah, gak jauh juga toko kita ma..
Lina
Heh, iya gak jauh tapi kamu itu anak gadis!
Lina
Komplek ini gak bener, banyak orang mabuk gak jelas..
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Aman ma, aster berangkat ya
𝘌𝘪𝘵𝘴𝘴.. 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘥𝘶𝘭𝘶 𝘺𝘰𝘬 ;)
Dia 𝗔𝘀𝘁𝗲𝗿, jangan tanya nama panggilan soalnya nama pangilannya itu banyak. Contohnya 𝗔𝘀𝘁𝗲𝗿𝗼𝗶𝗱, 𝗔𝗦, 𝗦𝗶𝗵 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗲𝗸, 𝗔𝗻𝗮𝗸 𝗚𝗮𝗱𝗶𝘀, 𝗔𝗻𝗮𝗸 𝗽𝗲𝗻𝗱𝗶𝗮𝗺 dan masih banyak lagi.
She was seventeen years old, otw delapan belas tapi bulan di bulan terakhir :p
Aster memang dikenal sebagai gadis yang pendiam tapi humoris kalau sama keluarganya doang.
Dia gak ada spesialnya sih, tapi rajin kalau disuruh emaknya, oh iya, Aster anak kedua dari 5 bersaudara.
Dia punya satu kakak perempuan, satu adik laki-laki nolep yang otw 12 tahun, satu adik perempuan yang cerewet gak tenang berumur 7 tahun dan yang terakhir adik beda ayah, ( Baby Fio ) yang baru berumur 1 tahun..
Banyak juga dan panjang juga gue jelasin, yaudah singkatkan, ini cerita tentang kehidupannya yang sederhana di kompleks yang amburadul dan...
Sesampainya Aster di toko kelontong/warung kelontong ibunya, gadis itu segera melakukan tugasnya dari membersihkan area sekitar dan membuka toko karena memang mereka biasanya buka pukul 9/10 pagi.
( Itu gambar gue ngambil ngasal di Pin, jangan tanya itu warung punya siapa, gue juga gak tau )
Tetangga
Ehh, nak Aster udah buka?
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
[ Hanya tersenyum dan mengangguk pelan ]
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
"Buta mata lo?"
[ Membalas dalam hati ]
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
[ Menggerutu kesal saat melihat Isaiah yang datang ]
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Gue baru buka, plis deh ya jangan utang dulu!!
𝖨𝗌𝖺𝗂𝖺𝗁
Siapa juga yang mau hutang?
𝖨𝗌𝖺𝗂𝖺𝗁
Gue kagak pernah ngutang--
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Langsung aja lo mau apa? Sirup atau apa??
𝖨𝗌𝖺𝗂𝖺𝗁
Pinjam duit lo lima ribu dong..
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Gak ada, kan gue udah bilang gue baru buka..
𝖨𝗌𝖺𝗂𝖺𝗁
Ayolah plis, gue pengen mie langsung jadi noh..
𝖨𝗌𝖺𝗂𝖺𝗁
Gue janji nanti kalo gue udah gajian, gue kasih lo 2 kali lipat.
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Gue gak percaya sama janji palsu lo!
𝖨𝗌𝖺𝗂𝖺𝗁
AS plis! mumpung mereka buka hari ini..
Lagi dan lagi Aster menggerutu tapi akhirnya dia tidak bisa menolak permintaan Isaiah itu dan memberikannya lima ribu.
𝖨𝗌𝖺𝗂𝖺𝗁
[ Mengambil uang tersebut dari Aster ]
Telat bangun..
𝖨𝗌𝖺𝗂𝖺𝗁
Btw, thanks..jangan pelit sama om ~
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Awas lo minum es disana!
Aster menghela nafas dan berbalik ingin masuk ke toko tapi langkahnya terhenti sejenak saat melihat seorang wanita yang datang bersama bocah yang berusia 3 tahun.
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
"Gini nih kalau punya banyak keluarga!"
[ Mengumpat dalam hati ]
Our destiny 02
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Nih, makanannya di habisin..
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Jangan buang-buang makanan..
Aster duduk disebelah bocah laki-laki berusia tiga tahun itu dan memberikannya makanan dan minuman. Bocah laki-laki itu adalah anaknya Daisy yang merupakan sepupunya, berarti bocah laki-laki itu adalah keponakannya.
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Baru pagi loh, bisa gak sih lo berhenti minum air dingin?
[ Berbicara kepada Daisy yang berada didalam tokonya ]
Daisy
Kering tenggorokan gue, As
Gadis itu mendengus, ini bukan pertama tapi setiap hari, dia muak dengan semua keluarganya kecuali ibunya.
Alasan kenapa dia muak pada mereka karena mereka sering sekali datang kesini dan mengambil barang-barang yang di jual, bilangnya hutang dulu tapi waktu ditagih duitnya gak ada, udah gitu kalau bayar barang juga gak sesuai harganya, ada juga yang ambil gratis contohnya kayak Daisy.
Aster sudah meminta ibunya untuk tidak usah berjualan saja tapi dia juga sadar ekonomi keluarga mereka juga tidak mencukupi, keluarganya bukan keluarga humoris tapi keluarga yang berantakan dan sering sekali ada konflik keluarga.
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Udah habis makannya Ca?
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Mau main? yaudah sana jangan jauh-jauh..
Daisy
[ Keluar dari toko dan duduk disebelah Aster ]
Daisy
Sepi banget nih kompleks..
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
[ Memalingkan muka karena mencium alkohol dari Daisy ]
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Lo gak bisa tobat juga Dai?
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Udah sering di pukul tapi tetap aja pulang pagi dengan keadaan mabuk terus.
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Jangan malu-maluin keluarga tolong..
Daisy
[ Terkekeh sinis ]
Emang keluarga kita reputasinya baik?
Daisy
Semuanya udah hancur sejak om bawa wanita iblis itu datang ke rumah kita.
Daisy
Keluarga besar kita yang harmonis sudah gak ada, AS..
Daisy
Semenjak wanita iblis itu datang, keluarga kita satu persatu mati!!
Daisy
Dari kakek, bokap gue, bokap lo, nenek, bahkan ibu gue semuanya udah mati semenjak wanita itu tinggal disini!
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Udah, gue gak mau dengar dan gak mau ikut campur..
Daisy
Eh, emaknya wulan gak jual es pisang ijo?
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Entah, pasti sakit lagi..
Daisy
Gak lo jenguk? kan itu bestfriend lo..
[ Menyenggol bahu Aster ]
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Yakali gue temenan sama emak-emak..
𝖬𝖺𝗋𝗄
As, bikin gue pop ice rasa coklat..
[ Datang ]
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Oke!
[ Beranjak dan berjalan masuk ke toko ]
Daisy
Keluyuran terus, darimana lo?
𝖬𝖺𝗋𝗄
[ Mengabaikan Daisy ]
As, cepat!
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Iya sabar! tangan gue cuma dua!
Daisy
Kasih gue duit beli sabun buat cuci pakaian.
Daisy
Udah numpuk tuh di kamar.
Daisy
Terus itu kenapa lo bisa beli pop Ice?
𝖬𝖺𝗋𝗄
Gue bilang gak ada ya gak ada, itu gue disuruh..
Daisy
Lo kurang ajar banget ya..
Daisy
Terus itu pakaian kotor gimana?
𝖬𝖺𝗋𝗄
Nanti gue cari duit..
𝖨𝗌𝖺𝗂𝖺𝗁
Pendek, buatin gue es satu!!
𝖨𝗌𝖺𝗂𝖺𝗁
Kenapa lo? jangan minta duit, gue gak ada..
𝖨𝗌𝖺𝗂𝖺𝗁
Ini cuma dua ribu buat bayar es..
𝖬𝖺𝗋𝗄
[ Mendengus dan kembali bersikap acuh ]
Daisy
Ohiya, mark gue denger-denger Zaiden bakal datang ya?
Daisy
Anaknya umi, yang rumahnya sebelahan sama emaknya mansel..
Daisy
[ Terkejut dengan kehadiran Annan ]
Annan
[ Nyengir ]
Kata adeknya Ziad dia sampai nanti sore atau malam..
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
[ Keluar dan memberikan pesanan Mark dan Isaiah ]
𝖬𝖺𝗋𝗄
[ Memberikan duitnya ]
Daisy
Udah lama gak liat dia, dulu waktu kita masih kecil sering main bareng..
Daisy
Dia itu anaknya baik, perhatian, ramah sopan lagi, gak kayak lo..
𝖬𝖺𝗋𝗄
[ Mengambil kembaliannya dan ingin pergi ]
𝖨𝗌𝖺𝗂𝖺𝗁
Tunggu!!
[ Menyusul Mark ]
Pendek, gue ngutang ya! lo nanti ingatin aja
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
[ Melihat Annan ]
Ngapain lo disini?
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Jangan alasan, pergi sana!!
Daisy
Orang mau beli, lo malah ngusir..
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Mau ngerokok itu, udah tahu gue sifat cowok-cowok di kompleks..
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Gak ada yang bener semua!
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Kalau bukan bandel ya jadi papa/mama muda..
Kebelet kawin padahal umur masih belasan.
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Tadi kalian bicarain siapa?
𝗗𝗮𝗶𝘀𝘆 - Sepupu Aster..
Dia punya satu kakak laki-laki yang sudah menikah, 2 adik laki-laki yang satu adik perempuan yang paling bungsu. Mereka ada 5 bersaudara juga..
Dia dan saudaranya sudah ditinggalkan oleh kedua orang tuanya mereka, Daisy mempunyai dua anak di usianya yang terbilang muda karena pergaulan bebas. Anak keduanya diserahkan ke keluarga kerabat untuk di rawat karena dia yang tidak sanggup menafkahi mereka.
Usianya mungkin saat ini baru 20 tahun. anak laki-lakinya baru 3 tahun..
𝗠𝗮𝗿𝗸 - Sepupu Aster
Adik laki-laki Daisy, dia anak ketiga..
Mark ini dari kecil sudah sangat nakal, semenjak ibunya meninggal dia putus sekolah dan mencari nafkah sendiri dan sesekali memberikan Daisy uang hanya agar mencuci pakaian kotor.
Usia mark tahun ini 18 tahun, dia satu tahun lebih tua dari Aster. Mark itu pemuda yang keras kepala dan susah diatur atau diperintah. Dia lebih suka keluyuran daripada pulang ke rumah.
𝗜𝘀𝗮𝗶𝗮𝗵 - sebenarnya dia itu harusnya di panggil Om Muda.
Sama halnya dengan Daisy dan Mark, kedua orang tuanya juga telah tiada. Isaiah adalah anak terakhir dari 5 bersaudara. kakak-kakanya udah pada nikah dan punya kehidupan masing-masing. tapi ada satu kakak perempuannya yang masih bersamanya karena kakak perempuannya itu sudah menjanda.
Berbeda dengan Mark, Isaiah ini anaknya gak terlalu nakal dan nasibnya juga tidak terlalu buruk, dia masih bersekolah.
Isaiah ini pemuda yang taat agama, dia rajin beribadah, usianya sama dengan Aster 17 tahun..tapi Aster 3 bulan lebih tua darinya. Entahlah beda bulan atau tahun. Aster lahirnya bulan Desember 07, Isaiah februari 08..
Isaiah dari kecil terbiasa hidup mandiri, dia manfaatkan kesempatan sebaik-baiknya dengan mengejar pendidikannya. Isaiah dan Aster, Mark tumbuh bersama tanpa konflik, mungkin karena kepribadian mereka yang berbeda-beda..
Contohnya Mark, Cuek dan Bodoamat, Isaiah Ceria dan Sedikit jahil, Aster itu pendiam..
Dan untuk kenapa gue bilang dia adalah om muda, nanti gue jelasin aja di perkenalan kakaknya yang menjanda. ini udah terlalu panjang..
Our destiny 03
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
[ Sibuk dengan ponselnya ]
𝖠𝗇𝗈𝗆𝖺𝗅𝗂
Beli tokonya boleh?
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Bol--
[ Melihat ke arah pintu ]
Dela
Sibuk aja di ponsel terus..
[ Membuka pintu toko dan masuk ]
Dela
Yaudah kalau gitu kasih nasi ayam satu ya.
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Ini warung kelontong bukan warung makan.
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
[ Mematikan ponselnya dan melihat Dela ]
Baru pulang?
Dela
Iya, cape banget 24 jam full jaga toko.
Dela
Kasih tante jus satu ya, yang rasa teh campur apel itu.
Dela
Benar-benar tuh bocah..
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Gak usah di bayarin tan, nanti dia yang lunasin aja
Dela
Yaudah, asal kamu gak lupa..
Dela
Udah mau gelap, tante pulang duluan ya mau mandi.
Gerah soalnya..
Dela
Kamu ingat pukul 8 malam, tutup tokonya..
Dela
Jangan pulang larut malam, bahaya ~
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Iyaa tante! udah sana pergi
Dela
Dasar..
[ Berjalan keluar dari toko ]
Aster kembali duduk di kursinya dan melayani beberapa pembeli yang berbelanja di tokonya, ada yang beli barang untuk buka puasa ada yang tidak.
Kompleks tempat Aster tinggal itu memang kebanyakan orang muslim, ada juga yang non muslim..
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Cepet banget udah jam 9 malam.
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Perasaan tadi baru jam 5 deh..
Saat melihat keluar dan menyadari sudah sepi, Aster memutuskan untuk menutup beres-beres lalu menutup tokonya.
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
[ Melihat sesuatu dari dalam tokonya ]
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Gimana gue mau pulang ini?
[ Bingung karena tiba-tiba hujan deras ]
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Harusnya tadi gue dengar apa yang tante dela bilang aja.
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Kalau tau bakal hujan gue tutup cepat
Aster menyipitkan matanya dan melihat sesuatu yang bergerak mendekat, sesuatu itu berwarna hitam dan Aster mengira itu hantu tapi saat sesuatu itu semakin dekat ke arah tokonya, ternyata itu orang.
𝖠𝗇𝗈𝗆𝖺𝗅𝗂
[ Berteduh di luar toko Aster karena hujan deras ]
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Pak ustadz dari kompleks sebelah kah?..
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Tumben sekali orang kompleks sebelah datang ke kompleks gue.
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Biarin masuk gak ya? Hujan deras diluar..
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Tapi gue udah tutup..
[ Bergumam pada diri sendiri ]
𝖠𝗇𝗈𝗆𝖺𝗅𝗂
[ Tiba-tiba masuk ke dalam toko ]
𝖠𝗇𝗈𝗆𝖺𝗅𝗂
Hmm?
[ Melihat sepatunya yang basah ]
𝖠𝗇𝗈𝗆𝖺𝗅𝗂
Maaf..
[ Melepaskan sepatunya ]
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
"Duh, gue gak minta dia lepas sepatu, jadi gak enak kan"
(" ¬˒¬)
[ Batinnya bingung saat melihat cowok itu melepaskan sepatunya ]
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
"Bentar..
mukannya kayak familiar."
𝖠𝗇𝗈𝗆𝖺𝗅𝗂
Saya taruh di luar, sepatunya..
[ Berbalik melihat Aster dan tersenyum ]
𝖹𝖺𝗂𝖽𝖾𝗇
Oh, saya numpang berteduh ya?
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
(• - •)
[ Langsung bengong ]
𝖹𝖺𝗂𝖽𝖾𝗇
Kamu tidak kenal? ini Zaid..
Saya habis dari masjid..
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Eh.. ehhh iya!!
[ Mendadak salting saat mengetahui jika cowok yang di hadapannya itu teman masa kecilnya dulu ]
𝖠𝗌𝗍𝖾𝗋
Masuk aja.. silahkan
[ Berbicara cepat ]
𝗗𝗲𝗹𝗮 - Tante muda Aster
Statusnya janda, usia ---
kakak perempuannya Isaiah, belum memiliki anak.
Ibunya itu adalah adik perempuan dari neneknya Aster.
Jadi Dela dan Isaiah memanggil ibu Aster itu kakak, dan Aster memanggil mereka tante dan om..
𝗔𝗻𝗻𝗮𝗻 --
Anak tetangga yang rumahnya bersebelahan dengan rumah keluarga Aster juga.
Seumuran Mark, temen tongkrongan Mark juga, anak berandalan..
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!