Rival Of My Heart — Amorettie'S Series
• chapter 1
5 Tahun telah dilewati, walau begitu 5 tahun bukanlah cepat apalagi harus Misel lalui tanpa Salviero pria yang dulu sangat amat mencintainya.
Tanpa tahu sedikit pun ia hilang dengan janji-janji palsu pria itu. Misel punya alasan mengapa ia harus membenci pria itu, namun...
Sayangnya dia tidak mau kehilangan sosok yang paling bearti baginya. Mungkin cinta Misel mengalahkan kebencian itu.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
( Menaruh buket bunga ditanah )
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Kakek, aku datang lagi ke kuburan mu.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Apa kau tenang disana? Atau justru mengkhawatirkan cucumu?
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Tenang saja kakek, dia tetaplah tuan rumah De Marttise...
Caartine Elbert De Marttise
Kau datang lagi kemari, tidak bosan?
Caartine Elbert De Marttise
Datang ke pemakaman kakek setiap hari berharap cucunya datang?
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
( Tersenyum )
Sudah 5 tahun berlalu tapi dia tidak mengunjungi kakeknya.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Kakek pasti sedih.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Bagaimana istrimu, sudah pulih?
Caartine Elbert De Marttise
( Mengangguk )
Dia akhirnya keluar dari rumah sakit.
Caartine Elbert De Marttise
Dia pasti akan terkejut saat keluar rumah.
Caartine Elbert De Marttise
Semuanya banyak berubah.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
( Tersenyum )
Caartine Elbert De Marttise
Senyummu cantik tapi lebih cantik, ketika kau tersenyum untuk Salviero.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
( Menoleh kebelakang )
Aku merasa ada yang melihat kita.
Caartine Elbert De Marttise
Mungkin saja pengagum rahasia nyonya De Marttise.
Caartine Elbert De Marttise
Tenang saja, aku ada dan akan melindungi dirimu.
Caartine Elbert De Marttise
Kau melindungi ku dibawah kekuasaan mu sebagai nyonya De Marttise.
Caartine Elbert De Marttise
Mereka tidak akan menganggu aku dan istriku.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Itulah tugasku, tugas yang tidak bisa kakek lakukan.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Ia serahkan padaku.
Liema Allesia De Marttise Amorettie
( Menyerahkan dokumen )
Wow, pekerjaan nyonya akhir ini terus bertambah, ya?
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
( Tersenyum )
Jika bukan aku yang mengerjakan lantas siapa lagi?
Liema Allesia De Marttise Amorettie
Kau tidak mengunjungi museum lagi? Melihat lukisan wanita sungai?
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Akses untukku ditutup.
Liema Allesia De Marttise Amorettie
Hah, kenapa bisa bukannya Salviero sudah memprioritaskan dirimu.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Entahlah, sudah satu tahun lebih awalnya aku tidak memusingkan ini.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Tapi yang bisa menutup akses ku cuman 2 orang.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Antara ayah Salviero dan Salviero sendiri.
Liema Allesia De Marttise Amorettie
Dia tidak akan kembali lagi ke Bologna.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Bagaimana kau tahu? Tidak ada yang tahu, Liema.
Liema Allesia De Marttise Amorettie
Hanya saja aku mendengar gosip keluarga De Marttise.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Sayangnya dia tidak bisa menjauh dariku.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Darah kami sudah menyatu dan terikat.
Liema Allesia De Marttise Amorettie
Percaya pada mitos ya? Padahal kau orang yang meragukan itu.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Aku sebenarnya tidak percaya tapi...
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Berani-beraninya dia pergi entah kemana setelah melukai jari ku!
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Tapi entah kenapa aku mendapat firasat.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Dia akan kembali.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Maka dari itu, ganti orang yang berjaga diruangan lukisan itu.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Singkirkan orang-orang Salviero atau siapapun, ganti dengan orang-orang ku.
Liema Allesia De Marttise Amorettie
Siap nyonya De Marttise, akan kulakukan perintah nyonya.
• chapter 2
Liema Allesia De Marttise Amorettie
( Membaca dokumen )
Kau melakukan transaksi sebanyak ini?!
Liema Allesia De Marttise Amorettie
Misel jika ini terungkap bisa bahaya untuk dirimu.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Tenang saja, Salviero pernah dan sudah mengajarkan aku.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Hanya dengan beberapa lembaran uang sudah bisa menutup mulut mereka.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Kekuasaan ku setelah 5 tahun berlalu sudah setara dengan Salviero.
Liema Allesia De Marttise Amorettie
( Tersenyum )
Lihatlah, kau sekarang sangat mendalami menjadi nyonya De Marttise.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Jangan bercanda lagi. Masih ada urusan keluarga Marttise yang belum selesai.
Liema Allesia De Marttise Amorettie
( Menyerahkan dokumen )
Paman Jack membuat onar, Misel.
Liema Allesia De Marttise Amorettie
Dia menggelapkan dana ke saham perusahaan utama.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Cari tahu siapa saja orang-orang yang Jack temui atau kenal.
Liema Allesia De Marttise Amorettie
Seseorang sedang berusaha mengungkapkan rahasia perusahaan selama ditangan mu.
Liema Allesia De Marttise Amorettie
Apalagi kau membeli beberapa saham perusahaan luar negeri.
Liema Allesia De Marttise Amorettie
Untuk menghancurkan perusahaan milik musuh.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Biarkan saja, keluarkan sedikit demi sedikit.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Hal brengsek yang aku lakukan untuk keluarga De Marttise.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Dengan begini kita tahu, siapa orang yang iri pada nyonya De Marttise.
Liema Allesia De Marttise Amorettie
[ Semakin hari Misel semakin bijak menghadapi masalah. ]
Liema Allesia De Marttise Amorettie
[ Apalagi berhubungan dengan De Marttise, dia memprioritaskan nya. ]
Liema Allesia De Marttise Amorettie
[ Tapi jujur aku khawatir pada dia. ]
Liema Allesia De Marttise Amorettie
[ Diusia yang tak muda dan kesehatan nya... ]
Liema Allesia De Marttise Amorettie
[ Salviero masih belum kembali. ]
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Ada apa berdiri disana?
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Kita tidak ada istirahat dan libur.
Liema Allesia De Marttise Amorettie
( Tersenyum )
Ya, ya, ya. Baik bos.
Liema Allesia De Marttise Amorettie
Kau tidak ke apartemen, ada tiga bocah mematikan.
Liema Allesia De Marttise Amorettie
Kau seperti nya kerja lembut tanpa gaji.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
( Menghela nafas )
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
SALVIEN, CARMIEL, SOREN! ANAK-ANAK NAKAL DE MARTTISE!
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
KEMARI KALIAN!
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
3 bajingan kecil. Andai aku bisa memasukan mereka ke rahim ku!
( Bicara dengan pelan )
Betapa marahnya wanita itu saat masuk apartemen semua perabotan telah berpindah tempat mainan mereka yang tak terhitung berapa banyak bertebaran seperti surga mainan.
Pusing? Tentu pusing merawat 3 anak tanpa sosok ayah yang menemani mereka. Begitu menyebalkan ketika pagi sampai sore di perusahaan dan malamnya kerja lembur dirumah.
Soren Mariselle De Marttise
Hehe, mama... Mama sudah pulang.
Carmiel Elric De Marttise
( Memeluk ibu )
Mama, ayo makan kami masak ayam goreng!
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Apa?! Kalian memasak? Kalian tahu apa bahaya nya memasak apalagi kalian anak kecil!
Salvien Lysander De Marttise
Kami hanya mau menyiapkan hadiah untuk mama.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
( Melihat ayam goreng di meja )
Kalian mau mama beli peti mati dan tidur disana?
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Ayam goreng warna hitam pekat? Mama rasa tulangnya pun hancur.
Carmiel Elric De Marttise
( Tertawa )
Mama... Jangan begitu, kami malu dipuji.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Itu bukan pujian.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
[ Salviero, dimana sih kau itu. Aku capek merawat mereka. ]
• chapter 3
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Kemari duduklah disini kalian sudah capek membersihkan apartemen ini.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Mari kita nonton sampai malam!
Carmiel Elric De Marttise
Yeay, ma kami mau nonton film ini.
Carmiel Elric De Marttise
Ini film nya film keluarga bahagia ma...
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Bagaimana dengan tontonan horor saja?
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Film keluarga membosankan.
Soren Mariselle De Marttise
Atau film kartu Barbie mungkin?
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Boleh tu, itu juga seru lho.
Carmiel Elric De Marttise
Ayolah, Soren sudah memutar film-film anak perempuan 10 kali satu bulan ini.
Carmiel Elric De Marttise
Tidak ada adegan bercinta ini tentang keluarga.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Heh, darimana kalian tahu seperti itu?!
Soren Mariselle De Marttise
( Terkekeh )
Sudah, ayo putar! Aku tidak sabar.
1 Jam kemudian dimana tiga anak itu sudah tertidur disofa dan film itu masih belum selesai.
Di ruangan tamu yang gelap dan hanya bercahaya kan layar tv, Misel menangis sejadi-jadinya. Entah berapa tisu yang ia habiskan.
Film keluarga. Dia membenci itu tanpa ketiga anaknya tahu, dia tidak ingin melihat percintaan.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
( Memeluk Salvien )
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
[ Diantara 3 anak mu, Salvien sangat mirip padamu. ]
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
[ Bahkan ketika aku memeluknya aku tidak bisa merasakan pelukan dirimu. ]
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
[ Salvien, Soren dan Carmiel. Sebenarnya, mama capek. Maaf ya, aku tidak cocok menjadi mama kalian. ]
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
[ Jika terulang kembali, mama mungkin... ]
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
[ Mungkin akan bunuh diri saat mengandung kalian. ]
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Salviero... Dimana kamu, pulang. Kapan kamu mau menepati janjimu...
Salvien Lysander De Marttise
( Mendengar suara Misel )
[ Salviero? Siapa pria itu, tapi nama ku hampir mirip dengan nama Salviero. ]
Salvien Lysander De Marttise
[ Apa dia papa? ]
Soren Mariselle De Marttise
Huaaa, ada apa sih? Nanti kalo mama tahu bahaya lho...
Salvien Lysander De Marttise
Ayo kita cari papa!
Carmiel Elric De Marttise
( Tertawa )
Cari papa? Kita kan gak punya papa.
Salvien Lysander De Marttise
Makanya itu kita cari dimulai dengan nama 'Salviero'.
Soren Mariselle De Marttise
Salviero, siapa itu? Mirip namamu.
Carmiel Elric De Marttise
Jadi kita punya papa?
Salvien Lysander De Marttise
Makanya itu kita harus cari dimana keberadaan Salviero.
Salvien Lysander De Marttise
Jika wajahnya mirip salah satu dari kita.
Salvien Lysander De Marttise
Maka dia adalah papa.
Soren Mariselle De Marttise
( Mengangguk )
Emang tahu password laptop mama?
Soren Mariselle De Marttise
Sok keren, sok-sokan ambil laptop mama tapi gak tahu password nya.
Carmiel Elric De Marttise
Password laptop mama 'pass7sf' aku pernah mengintipnya.
Salvien Lysander De Marttise
Ini bukan laptop mama.
Carmiel Elric De Marttise
Lho, jadi ini laptop siapa?
Salvien Lysander De Marttise
Aku juga gak tahu laptop siapa tapi mama selalu membuka laptop ini setiap malam.
Salvien Lysander De Marttise
Dan dia menangis pasti disini ada foto papa.
Soren Mariselle De Marttise
( Mengangguk )
Emang diantara kita ada yang bisa meretas password laptop?
Carmiel Elric De Marttise
Tidak ada.
Salvien Lysander De Marttise
( Menutup laptop )
Yasudah tidak jadi dan tidak usah.
Salvien Lysander De Marttise
Lupakan, perkataan Carmiel benar. Kita tidak punya papa.
Carmiel Elric De Marttise
Cih, cepat sekali berubah pikiran.
Soren Mariselle De Marttise
Ya, ya lupakan saja. Aku juga malas jadi detektif-detektif-an.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!