NovelToon NovelToon

Perjalanan Pendekar Naga

Prolog

Puncak Ketujuh, Gunung Wuyi...

Di antara rimbunan awan yang berbaris rapi, sinar matahari yang terasa sejuk, serta pohon-pohon besar yang berdiri kokoh, terdapat sebuah kuil tua yang sangat terpencil di puncak gunung, terselimuti kabut tebal yang membentuk garis gelombang diantara awan putih.

Di dalam kuil tua tersebut, terdapat sekelompok orang yang mendiaminya dengan damai. Mereka terdiri dari seorang pria tua dan beberapa orang pemuda yang tampak terjaga dengan baik. Mereka semua merupakan bagian dari Sekte Awan Biru yang memiliki pengaturan khusus dibawah seorang Tetua misterius, Long Chen.

"Xiao Tian, sudah 10 tahun berlalu. Di dalam diriku sudah tidak ada ilmu beladiri yang tertinggal. Meski demikian kemampuanmu masih tidak bisa dibandingkan dengan kebanyakan kultivator di dunia fana ini, sekarang sudah waktunya bagiku untuk pergi dan penting bagimu untuk mengetahui sebuah rahasia besar di dalam dirimu" Ujar seorang pria paruh baya pada pemuda di dekatnya.

Meski ia sudah tua, namun pembawaan fisiknya masih tampak seperti kultivator yang berumur 40 tahunan. Kendati demikian, tidak ada yang mengetahui berapa usia orang itu karena sering melakukan penyamaran pada setiap kesempatan.

Namun di dalam hatinya, Xiao Tian memiliki nilai yang berbeda diantara para murid yang sudah ia besarkan selama ini. Xiao Tian tidak hanya memiliki bakat khusus, tetapi juga memiliki kepribadian yang tulus. Sehingga tidak percuma, sejak awal ia sudah memutuskan untuk memberikan sebuah pusaka khusus yang hanya diketahui antara dirinya serta Yao Ming, Ketua Sekte Awan Biru.

"Apakah guru sudah tidak menginginkanku lagi? Jika aku memiliki salah maka aku akan berlutut dan bersujud untuk menebusnya" Ucap Xiao Tian dengan tatapan rumit.

"Tidak ada yang salah, memang sudah waktunya bagimu untuk mengetahui rahasia terbesar dalam dirimu, namun jangan pernah ceritakan hal ini kepada siapa pun. Apakah kamu tidak ingin menjadi kultivator terkuat?" Tanya pria paruh baya tersebut yang merupakan guru Xiao Tian.

"Guru, apa artinya itu? Selain guru tidak ada orang lain yang aku kenal. Bahkan jika aku memiliki keluarga, hanya guru lah yang pantas menjadi keluargaku. Adapun tentang menjadi yang terkuat, aku memang menginginkannya untuk membalas kematian orang tuaku" Jawab Xiao Tian dengan nada berat.

"Hahahaha... Kamu berasal dari kehidupan masyarakat, hubungan pertemanan dan lingkungan sosial mu harus tetap kau jaga sebelum memutuskan untuk menjadi kultivator sejati, semuanya harus seimbang agar tidak terjadi ganjalan" Ucap pria tua yang dikenal sebagai Long Chen itu.

Xiao Tian terdiam sejenak, untuk satu tarikan napas ia mulai memikirkan kalimat yang diucapkan oleh sosok pria yang bisa dikatakan sebagai ayah angkatnya juga.

"Huffhh...."

Xiao Tian kemudian menarik napas dalam-dalam dan berusaha untuk tidak terjebak dengan pemikiran liarnya saat ini.

"Xiao Tian, apakah kamu memiliki kepercayaan atas kemampuan yang telah guru ajarkan?" Long Chen tiba-tiba bertanya dengan serius.

"Tentu saja, jika bukan karena pertolongan serta bimbingan dari guru, maka tidak akan ada diriku yang sekarang. Bahkan jika dikatakan tempat ini bagian dari Sekte Awan Biru, aku lebih memilih guru dari kebesaran lainnya" Jawab Xiao Tian dengan jujur.

Saat ia masih kecil dan berusia 7 tahun ia memang memiliki keluarga yang damai, memperhatikan dan membesarkan dirinya dengan baik. Namun sejak keluarganya mengalami tragedi berdarah, ia diangkat menjadi murid hingga usianya 17 tahun dan berada di tempat ini, ia merasa jika di sinilah hidup sebenarnya yang jauh dari hiruk pikuk keramaian Kota.

Xiao Tian sebelumnya berada pada keputusasaan antara hidup dan mati, beruntung saat itu ia bertemu dengan seorang pria tua yang sedang mencari bahan obat. Pria tua tersebut membawanya ke salah satu puncak Gunung Wuyi yang merupakan bagian dari tujuh puncak para dewa kebanggaan Sekte Awan Biru. Setelah Xiao Tian pulih, tidak hanya dirinya sendiri ternyata ia juga memiliki teman senasib yang tinggal di tempat tersebut dan menyandang gelar murid khusus.

"Lalu, apa yang kamu rasakan saat ini?" Tanya gurunya itu dengan lebih tenang.

"Sekarang sudah banyak perubahan yang terjadi, meski diriku belum cukup kuat untuk membalaskan dendam, aku hanya perlu berlatih beberapa waktu lagi. Namun selama beberapa tahun telah berlalu dengan penuh kedamaian, entah mengapa jika aku merasakan kehidupan yang sangat nyaman bersama guru" Jawab Xiao Tian dengan jujur.

"Apa yang kamu rasakan memang benar, tetapi di bawah sana sedang tidak baik-baik saja. Banyak yang kehilangan kedamaian dan kesempatan hidup hanya karena ulah orang-orang yang serakah. Setelah aku pergi, dan juga waktunya tepat bagi mu, maka melapor lah ke Puncak Ketiga" Long Chen berucap dengan tatapan dalam, lalu setelah jeda sejenak ia kembali melanjutkan perkataannya.

"Ketahuilah jika kekuatan yang kita miliki adalah sebuah harapan yang diuntai dengan darah dan airmata orang-orang lemah. Oleh karenanya kita harus menggunakan kekuatan untuk menjaga orang-orang yang butuh pertolongan. Bahkan jika harus memilih, tetap tidak bisa mengabaikan nilai kehidupan yang sudah tercipta dengan baik di dunia ini. Oleh karenanya kamu harus bisa berbakti melalui misi yang sudah diatur oleh Sekte, hanya saja beberapa hal akan terasa sulit bagimu di awalnya."

Long Chen menghela napas panjang, mengangkat kepalanya dan menatap barisan awan yang mengelilingi puncak gunung tempat dimana ia berada. Secara bersamaan, cahaya matahari sudah mulai memudar dan meninggalkan langit dalam suasana senja di sebelah barat. Cahaya berwarna jingga berpadu dalam warna putih di sekelilingnya, membentuk pantulan sinar yang melenakan mata.

Diantara beberapa orang yang dibesarkannya hanya Xiao Tian yang ia rasa berbeda, sejak awal pertemuan dengannya ia sudah merasakan ikatan batin yang sangat kuat. Itulah sebabnya ia memberikan mutiara dewa saat menyelamatkan Xiao Tian, selain dirinya tidak ada yang tahu jika anak kecil yang ia selamatkan memiliki tulang naga yang legendaris.

Memiliki tulang naga di usia 7 tahun bukanlah sesuatu yang bisa ditemukan dengan mudah, bahkan di seluruh Benua Suci Tianwu hanya Xiao Tian yang memilikinya. Satu diantara jutaan kultivator adalah nilai yang layak untuk dipertaruhkan oleh Long Chen dengan mengorbankan mutiara dewa iblis yang sejatinya adalah mutiara kehidupan yang ia sembunyikan dari dunia kultivasi, sebuah alasan kuat bagi dirinya untuk mengasingkan diri di puncak ketujuh.

"Senja ini begitu indah, mengingatkanku akan peristiwa lampau saat wajah pucatmu mewarnai kesunyian pegunungan Wuyi ini..."

Long Chen merenung sejenak, mengingat saat ia menemukan anak kecil yang hampir mati dengan kondisi tubuh penuh luka. Namun saat itu Long Chen menemukan sesuatu yang langka, anak kecil yang mampu bertahan hidup itu ternyata memiliki tubuh khusus dengan tulang naga yang menopangnya.

"Guru, sebenarnya apa yang terjadi?"

Xiao Tian menundukkan kepalanya, tampak tidak kuat menahan kesedihan yang kini mulai dialaminya. Ia berharap jika apa yang baru saja dikatakan oleh gurunya itu hanyalah sebuah candaan atau sejenisnya saja.

Long Chen tentunya merasakan kesedihan yang sama, sudah sejak lama ia terbiasa dengan keberadaan Xiao Tian yang melayaninya secara pribadi, dan ia pun tidak ingin berpisah. Hanya saja, ia memiliki tugas lain yang harus ia kerjakan. Sudah waktunya untuk dirinya meninggalkan kehidupan fana untuk memasuki dunia yang berbeda. Selain mendapatkan mutiara dewa iblis ia juga mendapatkan rahasia lainnya tentang kehidupan.

"Xiao Tian, menurutmu seperti apa dunia kultivator itu?" Tanya Long Chen dengan tatapan dalam.

"Guru, meski aku tidak pernah menjumpai kultivator lain dari sesama murid di Sekte Awan Biru, tetapi aku merasa jika semua keahlian seorang kultivator harus tetap bersumber pada hati dan tujuan hidupnya." Jawab Xiao Tian dengan bijak.

"Hakikatnya memang seperti itu, namun untuk memahami esensinya kamu harus melewati kehidupan nyata dan barulah bisa menemukan arti tujuan hidup yang sebenarnya" Ujar Long Chen menegaskan.

"Xiao Tian, aku ingin dibuatkan teh hangat...." Pinta gurunya dengan tiba-tiba, mencoba mencairkan suasana.

"Baik guru" Jawab Xiao Tian dengan segera.

Meski dalam hatinya ia bertanya-tanya, namun ia tidak ingin malam ini adalah saat terakhir bagi dirinya untuk menyuguhkan teh kesukaan gurunya yang disebut teh Oolong (sejenis teh hitam).

Perubahan Situasi

Beberapa saat kemudian suasana menjadi semakin tenang. Angin malam berembus pelan, membawa hawa dingin menyelimuti senja yang telah berlalu.

Saat semuanya kembali tenang, Xiao Tian tidak berharap kesedihannya kembali berkembang. Ia melihat ke arah pria tua yang selama ini sudah ia anggap lebih dari sekedar guru itu.

Bagi Long Chen sendiri juga merasakan jika saat ini adalah waktu yang tepat untuk berpisah, muridnya harus lebih berkembang dengan pengalaman dari dunia luar untuk mencapai tingkatan yang baru dalam menjaga kedamaian di dunia.

"Dunia luar tidak sedang baik-baik saja, hal ini juga berhubungan dengan beberapa hal. Sudah waktunya kamu menegakkan keadilan untuk beberapa pihak dan mencari identitasmu yang sebenarnya, namun ada hal penting yang harus kamu lakukan sebelumnya" Long Chen berkata sambil menyesap tehnya.

Sebagai seorang kultivator yang memiliki keterampilan khusus, Long Chen mengetahui jika kondisi Benua Suci Tianwu yang dikuasai seorang Kaisar dari Dinasti Lin sedang mengalami masalah besar. Terutama dengan wilayah perbatasan, kebangkitan Sekte Iblis telah membuat dirinya harus pergi. Untuk itu, ia tidak bisa bergerak sendiri, kelak kekuatan Xiao Tian akan menjadi penentu.

"Hal lain? Apakah masih ada rahasia lain yang tersembunyi?" Tanya Xiao Tian dengan ekspresi heran.

"Mutiara dewa iblis yang aku gunakan untuk menyelamatkan nyawamu di waktu itu adalah bentuk energi lain yang menyegel kekuatan terpendam mu yang sesungguhnya. Kini sudah waktunya bagi kamu untuk menghancurkan basis kultivasimu dan membiarkan benda ajaib itu bekerja di dalam dirimu. Jika terlambat, aku khawatir ada kekuatan lain yang memburu tempat ini" Jawab Long Chen sambil menyerahkan sebuah kotak kayu.

"Tapi guru ...." Suara Xiao Tian menggantung.

Xiao Tian masih tidak percaya, ia yang sudah berusia 17 tahun itu sudah bekerja keras untuk berlatih dan memahami ilmu beladiri di kehidupannya. Jadi ia masih bingung dan tidak mengerti harus memulai dari mana lagi, meski memiliki ingatan yang kuat tentang kecerdasan intelektualnya, namun itu semua hanya serpihan memori yang biasa saja jika tanpa memiliki Dantian.

Melihat ekspresi muridnya, Long Chen pun tidak bisa menyalahkan keadaan. Wajahnya yang tidak pernah berubah dari 10 tahun lalu dengan aura agungnya, membuat ia harus memberitahukan tentang rahasia sebenarnya dari mutiara kehidupan yang sejatinya merupakan pusaka surgawi.

"Percayalah, hanya 3 tahun saja maka semuanya akan berubah. Mutiara dewa iblis di dalam dirimu sebentar lagi akan sempurna, selain memerlukan energi bawaan dari pusat energimu, mutiara dewa iblis juga membentuk karakter yang selama ini menyatu dengan kepribadianmu. Selain itu, setelah hari ini kamu juga akan lebih mengenal sosok saudara-saudari mu yang lain, anggap ini sebagai ujian terakhir mu sebelum meninggalkan tempat ini" Ucap Long Chen sambil tersenyum penuh arti.

"Baiklah guru, aku akan melakukannya" Xiao Tian berkata dengan nada yakin.

Saat ini tidak ada orang yang ia percayai selain gurunya sendiri, apalagi ia juga mengetahui jika dunia kultivator memang dipenuhi oleh kegilaan dan jalan aneh.

Beberapa saat kemudian, Xiao Tian mengumpulkan energi Qi nya dan ia pusatkan di telapak tangannya. Dengan sekali hantaman, telapak tangannya itu mendarat di perutnya tepat di titik pusat energinya.

"Aaarrgghh"

Di depan gurunya, Xiao Tian mengerang kesakitan. Sementara beberapa orang yang mendengarnya tidak berani masuk untuk memeriksa kejadian sebenarnya, mereka adalah saudara seperguruan Xiao Tian yang terdiri dari 5 orang wanita dan satu orang pria.

Mereka juga tinggal di bangunan terpisah di sekitar kuil, dalam urusan pribadi Long Chen mereka hanya tahu jika itu telah diserahkan kepada Xiao Tian.

Melihat tubuh Xiao Tian yang melorot ke tanah, Long Chen tersenyum puas. Dalam hatinya ia tidak salah menilai jika Xiao Tian adalah satu-satunya murid yang patuh dan sanggup melakukan apa saja sebagai bakti pada dirinya.

"Apa yang aku ajarkan padamu adalah kehendak takdir. Kamu harus memutuskan semua pemikiran diri sendiri dan bergerak untuk melindungi banyak kehidupan. Selain itu saat kamu berhasil bangkit dengan kekuatan langit, ada hadiah yang secara khusus telah aku siapkan untuk mu, pilihlah diantara mereka untuk kamu jadikan istri"

Kemudian Long Chen mengeluarkan beberapa gulungan berwarna kecoklatan, di dalamnya terdapat tulisan dan cap khusus yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. Ada lima buah gulungan, masing-masing dari pihak yang berbeda.

"Xiao Tian, terimalah dan jalani hidupmu..! Jangan pernah merasa kehilangan karena semua yang ada di dunia ini akan berubah pada waktunya. Namun ketahuilah, setelah kamu menjalani semuanya maka kamu akan menemukan hal lain yang sudah menjadi takdir mu"

Setelah mengatakan hal itu, tubuh Long Chen pun akhirnya berubah menjadi kabut samar dan meninggalkan puncak Gunung Wuyi. Tidak ada yang tahu kemana ia pergi, hanya meninggalkan Xiao Tian yang masih terbaring tanpa daya hingga pagi menjelang.

Pada pagi harinya, hati Xiao Tian terasa hampa...

Tidak ada kebahagiaan meski ia mengetahui tentang rahasia terpendam dalam dirinya, hanya sedikit yang ia bayangkan jika kehidupan harus tetap ia jalankan seperti pesan gurunya.

"Ternyata jalan beladiri untuk menjadi seorang kultivator tidak semudah yang aku bayangkan" Pikir Xiao Tian sambil bangkit dan menyeka darah dari sudut mulutnya.

Angin pagi berhembus mesra, menyapa sinar mentari yang menerangi puncak ketujuh, menghangatkan asa yang membeku. Suhu di puncak Gunung dengan cepat berubah menjadi semakin hangat diiringi serpihan cahaya yang turun dari langit.

Xiao Tian tersenyum dingin, tidak berpikir apa-apa lagi dan bersiap untuk menjalankan sepenuhnya rencana hidupnya. Ia menemukan beberapa gulungan serta sebuah kotak kayu pemberian gurunya, lalu menyimpannya dengan rapi. Kemudian ia membuka pintu, dalam waktu sekejap bayangan beberapa orang rekannya menghampirinya dengan penuh tanda tanya.

"Apa yang terjadi?" Tanya seorang murid wanita yang bernama Yun Feiyue dengan nada khawatir.

"Guru telah meninggalkan Gunung Wuyi sejak semalam" Jawab Xiao Tian dengan nada sedih.

"Bagaimana mungkin? Lalu bagaimana dengan nasib kita semua?" Zhuank An melangkah maju, menyentuh bahu Xiao Tian dengan kecewa.

Sejak semalam Zhuank An merasakan firasat yang aneh, namun tanpa izin dari gurunya mereka tidak berani masuk ke dalam kuil tua yang menjadi kediaman pribadi gurunya. Namun baik Zhuank An maupun murid lainnya hanya bisa beranggapan jika Xiao Tian melakukan sebuah kesalahan dan dihukum, oleh karenanya sepanjang malam mereka hanya bisa menduga hal tersebut tanpa kecurigaan berlebih.

"Kekuatanmu? Sudah dilenyapkan?" Tanya Fang Xiang yang juga salah satu murid Long Chen.

Seketika semua orang baru tersadar, mereka memperhatikan perubahan pada Xiao Tian dengan tatapan penuh kecurigaan. Dengan cepat ekspresi beberapa orang berubah, mereka merasa jijik dengan diri Xiao Tian yang sebelumnya mereka anggap sebagai jenius beladiri Gunung Wuyi kini telah mengalami nasib yang sangat menyedihkan.

Diantara julukan murid khusus Sekte Awan Biru yang tidak tersentuh, mereka adalah para talenta yang mendapatkan perlakuan khusus yang tidak perlu bersaing dengan para murid yang berada di puncak gunung lainnya.

"Dantianku sudah hancur, kuharap kalian mau melindungiku sebagai saudara" Ucap Xiao Tian dengan nada lirih.

Pada saat ini ia teringat akan ucapan gurunya, situasi yang berbeda akan menentukan bagaimana sifat sesungguhnya para saudara seperguruan itu.

"Jangan khawatirkan hal itu, mulai sekarang jagalah kuil ini sebagai warisan guru dengan baik" Ucap Fang Xiang dengan nada datar, dalam hatinya penuh cibiran.

Setelah wanita cantik tersebut berkata demikian, beberapa orang mundur untuk melanjutkan aktivitas mereka di kediaman masing-masing. Mereka semua jelas terpukul dengan peristiwa besar yang baru saja terjadi, walau bagaimanapun puncak Gunung Wuyi akan menghadapi ancaman tanpa adanya perlindungan dari guru mereka.

Selama beberapa waktu mereka memutuskan untuk tetap tinggal, menunggu keajaiban jika suatu saat guru mereka akan kembali membawa berita baik. Di sisi lain, jelas mereka juga mengharapkan adanya warisan beladiri yang telah dititipkan melalui Xiao Tian.

Pengkhianatan

Tiga tahun berlalu dengan cepat…

Hari ini, seperti biasanya Xiao Tian mengambil air dan memasak nasi untuk Yun Feiyue yang masih tersisa di puncak Gunung Wuyi. Selama tiga tahun terakhir, lima orang murid lainnya pun pergi secara diam-diam maupun secara terang-terangan. Selain merasa sudah memiliki kemampuan, mereka juga enggan merawat Xiao Tian yang sudah tidak bisa diandalkan lagi.

“Sudah tiga tahun berlalu, semuanya telah pergi menyisakan aku dan Yue’er saja. Setelah kekuatanku pulih, aku pasti akan menjadikan Yue’er sebagai wanita yang paling beruntung di dunia” Xiao Tian bergumam di sela-sela aktivitasnya.

Gunung Wuyi berada di Kota Changyun dan merupakan bagian paling Selatan Benua suci Tianwu. Meski ukurannya tidak terlalu besar, Gunung Wuyi atau puncak ketujuh masih merupakan bagian inti Sekte Awan Biru, namun semenjak kepergian Long Chen tempat ini menjadi semakin sepi dan kini mulai terlupakan.

“Kakak Xiao, apakah sudah ada kemajuan dari petunjuk yang diberikan oleh guru?” Tanya Yun Feiyue dengan senyum lembut.

“Semuanya masih seperti sebelumnya, tidak ada kemajuan” Jawab Xiao Tian sambil menggelengkan kepalanya pelan.

Mendengar ucapan Xiao Tian, senyum di wajah Yun Feiyue berubah. Kekesalan di dalam hatinya tercermin dalam raut kekecewaan di wajahnya. Walau bagaimanapun ia sudah mengabaikan kesempatan untuk bergabung dengan puncak lainnya di Sekte, beberapa saudaranya kini telah menjadi bintang bersinar diantara puncak para dewa milik Sekte Awan Biru.

“Kakak Xiao, sepertinya semua ini hanya percuma. Tidak ada yang bisa diperjuangkan di tempat seperti ini..” Yun Feiyue berkata dengan patah semangat.

“Tentu saja tidak ada yang percuma, aku sudah 13 tahun berada di tempat ini. Menunggu datangnya petunjuk selama beberapa tahun lagi tidaklah masalah, apalagi ada kamu yang menemani” Ucap Xiao Tian dengan penuh keyakinan, dalam hatinya ia percaya penuh pada perkataan gurunya.

Xiao Tian sebenarnya sudah tidak berkeinginan menjadi kultivator terkuat, bahkan keinginan untuk membalas dendam pun perlahan terkikis dengan keadaan serta kebersamaan yang sederhana. Hidup di tempat yang damai bersama dengan orang yang dicintai adalah anugerah langit yang harus ia syukuri.

Yun Feiyue mendengus ringan, jelas ketidakpuasan menyelimuti hatinya. Sudah tiga tahun ia membiarkan dirinya dalam kepuraan untuk bertahan di tempat ini, jika bukan karena ingin mengetahui rahasia besar yang disembunyikan oleh gurunya, mana mungkin ia bisa bertahan tinggal bersama Xiao Tian yang sudah tidak memiliki bakat beladiri.

Hal lain yang membuat Yun Feiyue merasa jengkel adalah sebuah gulungan yang ia ketahui dari Xiao Tian, isinya menyatakan jika ia dan Xiao Tian telah dijodohkan oleh gurunya. Pasangan dari saudara seperguruan telah membuat Xiao Tian berharap lebih untuk mencintai Yun Feiyue secara sungguh-sungguh.

“Kak Xiao, apakah guru meninggalkan kitab beladiri atau petunjuk lainnya untukmu?” Tanya Yun Feiyue dengan rasa ingin tahu.

Xiao Tian tersenyum tipis, tanpa rasa curiga ia menjawab pertanyaan wanita yang ia cintai itu, “Sebenarnya ada, guru meninggalkan petunjuk di sebuah kotak kayu”

Tanpa ragu, Xiao Tian masuk ke dalam aula kuil lalu menggeser lemari kayu yang menyatu pada dinding. Dari balik lemari ia mengambil sebuah kotak pemberian gurunya di malam terakhir perjumpaan mereka.

Hanya Xiao Tian yang tahu, sebelumnya ia sengaja tidak mengungkapkan pada saudara yang lainnya hingga menunggu waktu yang tepat. Namun setelah beberapa tahun semuanya pergi, meninggalkan dirinya dan Yun Feiyue saja. Sehingga hari ini Xiao Tian tidak keberatan untuk mengungkap kotak warisan tersebut kepada Yun Feiyue yang telah menemaninya selama tiga tahun terakhir.

“Ini adalah kotak peninggalan guru” Ucap Xiao Tian tidak menyembunyikan lagi.

“Benarkah? Ternyata guru meninggalkan peninggalan yang pastinya sangat bernilai” Yun Feiyue berkata dengan tatapan mata berkilauan, dalam hatinya jelas ia ingin memilikinya.

Namun detik berikutnya, aura keserakahan terpancar dari mata Yun Feiyue saat benda tersebut masih berada di tangan Xiao Tian.

“Bugh”

Dalam satu gerakan cepat, Yun Feiyue segera menghempaskan sebuah tendangan keras ke dada Xiao Tian. Akibatnya tubuh lemah Xiao Tian terpental mundur hingga beberapa meter ke belakang, kotak di tangannya pun jatuh ke tanah dan segera dirampas oleh Yun Feiyue.

Wajah Xiao Tian memucat, darah segar keluar dari mulutnya dengan semburan berwarna kemerahan.

“Kenapa kamu bersikap seperti ini?” Xiao Tian berkata sambil memegangi dadanya.

“Aku sudah lelah untuk berpura-pura, jika sejak awal kamu sudah menunjukkan benda ini maka aku tidak perlu berlama-lama menderita” Yun Feiyue berkata dengan nada sinis, penuh kebencian menatap Xiao Tian.

Saat berikutnya, sesosok tubuh muncul dari balik kuil. Dengan senyum penuh ejekan ia melangkah maju mendekati Yun Feiyue dan membuka mulutnya dengan penuh kemenangan.

“Kamu sungguh naif, apa yang kamu pikirkan tentang Yue’er ku adalah impian kosong yang tidak pernah terwujud. Kamu hanya sampah yang tidak berguna, jika bukan karena benda ini mana mungkin Yue’er ku bisa bertahan di tempat ini”

Hati Xiao Tian bergemuruh, ia tidak pernah menyangka akan dikhianati oleh seorang wanita yang selama beberapa waktu terakhir ia cintai. Bahkan bukan karena ikatan pernikahan seperguruan yang dihadiahi oleh gurunya, tetapi Xiao Tian merasa Yun Feiyue adalah sosok wanita yang tulus mencintainya meski ia berada dalam kondisi yang tidak berdaya.

“Yue’er, katakan padaku jika kamu hanya diancam olehnya! Kamu sedang dalam situasi tertekan kan?” Tanya Xiao Tian mengumpulkan kesadarannya, berharap semua ini tidak seperti apa yang ia saksikan.

“Jangan membuat telingaku sakit, kamu hanyalah sampah yang pada akhirnya aku manfaatkan” Ucap Yun Feiyue sambil meraih lengan Zhuank An dengan manja.

“Jika bukan karena mendapatkan rahasia guru, mana mungkin aku mau bertahan denganmu” Yun Feiyue mencibir.

Mendengar perkataan Yun Feiyue, senyum mengejek muncul di wajah Zhuank An. Sebagai bagian dari murid Gunung Wuyi, ia merasa kecewa dengan gurunya yang ia pikir telah mengistimewakan Xiao Tian. Sehingga untuk mewujudkan harapannya ia dan Yun Feiyue Menyusun rencana diam-diam untuk mengelabui Xiao Tian yang mudah bersimpati.

“Kita adalah murid yang sama, dibesarkan penuh kasih oleh guru. Kenapa kalian berbuat seperti ini?” Ucap Xiao Tian mencoba berdiri sambil meraih sebuah balok kayu untuk menyerang Zhuank An.

Namun melihat Xiao Tian yang bangkit untuk menyerang, senyum menghina terpancar dari wajah Yun Feiyue dan Zhuank An. Bagi mereka, orang seperti Xiao Tian hanyalah semut yang bisa kapan saja dihancurkan.

Tanpa basa-basi Zhuank An melepaskan sebuah tendangan keras, lebih keras dari yang sebelumnya dihempaskan oleh Yun Feiyue.

Tubuh Xiao Tian pun terbang seperti selembar kertas tipis, jatuh ke tanah dengan luka dalam yang membuatnya tidak bisa bangkit.

Zhuank An melangkah mendekat, mengangkat kakinya dan menekan kepala Xiao Tian hingga menyatu dengan tanah. Debu dan kotoran telah menutupi wajah tampannya, matanya memerah penuh kebencian menghadapi penghinaan ini.

“Kak Zhuank, mari kita tinggalkan tempat ini dan habisi nyawa anjing itu dengan cepat” Yun Feiyue berkata dengan penuh ketidak sabaran.

Dalam hatinya ia juga sudah tidak sabar untuk bisa bergabung dengan puncak kelima, menjadi murid khusus yang sudah dinantikan oleh banyak murid Sekte Awan Biru.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!