Matchmaking
Part 1
???
Mamah dan Papah berniat menjodohkan kalian
Mendengar itu, membuat Jander dan Greesa langsung saling melihat sebentar. Namun setelahnya, Jander tampak tidak mengalihkan pandangannya untuk terus menatap pada Greesa yang kini ada di kursi hadapannya.
???
Sebelumnya juga, Papah dan kedua orang tua Gressa sudah merencanakan agar kalian berdua bisa saling mengenal satu sama lain dan saling berdekatan
???
Tapi sepertinya rencana itu cukup sulit karena Papah tau kamu begitu sibuk bekerja, jadi untuk sekarang
???
Kami langsung merencanakan perjodohan ini agar kalian bisa segera menikah secepatnya
Carissa, Selena, dan Demian tampak langsung tersenyum senang menatap pada Jander dan Greesa bergantian, begitupun dengan Tama yang tampak langsung menepuk pelan pundak putranya. Membuat Jander setelahnya langsung beralih menoleh melihat pada Demian yang merupakan ayahnya Gressa atau, calon mertuanya.
Tn.Demian
Bagaimana, Jander?
Jander Chilles
Aku menyetujuinya. Tapi sebelum itu, tanyakan pada putrimu apa dia sudah siap untuk menikah?
Mereka langsung melihat pada Greesa, membuat Selena yang sedari tadi menggenggam tangan putrinya tampak langsung beralih mengusap lembut kepala Greesa.
Ny.Selena
Bagaimana, Nak? Papah dan Mamah berniat menjodohkanmu dengan, Jander
Ny.Selena
Apa kamu menerima Jander dan sudah siap untuk menikah dengan Jander?
Greesa langsung melihat pada ibunya dengan bingung yang membuat Selena terus tersenyum. Lalu setelahnya, Greesa sebentar melihat pada Jander yang masih menatapnya dengan sorot mata yang tajam.
Membuat Greesa linglung harus berkata dan berucap apa, karena melihat kedua orang tuanya yang tampak tersenyum senang dan berharap dengan penuh bahagia begitupun dengan Carissa dan Tama.
Mereka terlihat begitu bahagia. Membuat Greesa benar-benar ragu dan takut, namun setelahnya, Greesa beralih menganggukkan kepalanya.
Ny.Selena
Ya, Greesa sudah merasakan siap untuk menikah dan menerima perjodohannya
Mendengar itu membuat Demian, Tama, dan Carissa tampak langsung tersenyum dengan perasaan yang senang, bahkan Selena langsung beralih mengusap-usap pipi putrinya dengan penuh kasih sayang yang membuat Greesa hanya bisa tersenyum menatap pada ibunya.
Sementara Jander kini, hanya terlihat diam sambil beralih menegak minumannya.
Menatap pada Greesa yang kini tengah tersenyum pada ibunya, lalu setelah itu Jander beranjak berdiri yang membuat mereka langsung melihat pada Jander.
Melihat Jander yang ternyata menghampiri pada Greesa lalu setelah itu langsung meraih tangan Greesa yang membuat Greesa kebingungan melihatnya,
Namun Selena langsung memberikan kode untuk ikut dengan Jander yang membuat Greesa menurut dan setelah itu Jander langsung membawa Greesa keluar dari ruangan restoran.
Jander membawa Greesa ke ruangan kaca yang ada di restoran tersebut, membuat pemandangan malam yang begitu indah di kota Paris terlihat begitu sempurna dengan menara Eiffel yang menyala keemasan.
Lalu setelahnya, Jander beralih menatap pada Greesa yang hanya diam membuat Greesa melihat pada Jander dengan ragu dan takut.
Melihat bagaimana keraguan dan ketakutan Greesa, membuat Jander langsung melangkah mendekat tanpa aba-aba yang membuat Greesa langsung melangkah mundur, sampai membuat tubuh Greesa kini bersandar sepenuhnya pada dinding kaca di belakangnya.
Greesa Damon
A-Apa yang ingin kau lakukan?
*gugup sambil menahan dada Jander
Jander Chilles
Apa matamu tidak bisa menatap padaku?
Greesa langsung mengangkat kepalanya menatap pada Jander yang begitu tinggi di hadapannya, membuat Jander setelahnya langsung meletakan tangannya di samping kepala Greesa yang bersandar pada dinding.
Jander Chilles
Kau takut pada calon suamimu sendiri?
Greesa hanya diam, tidak bisa berkata-kata karena bibirnya serasa keluh untuk berucap saat sorot mata tajam Jander memenuhinya.
Membuat Jander setelahnya langsung menjauh dari Greesa yang membuat Greesa langsung menghela nafas sambil memejamkan matanya sebentar.
Jander Chilles
Pergilah. Aku masih memberikanmu waktu untuk melarikan diri sebelum semuanya terjadi
Greesa Damon
Apa maksudmu?
Jander Chilles
Semua ini hanya perjodohan, jika kau hanya berniat menghancurkan semuanya jadi pergi dari sini
Greesa Damon
Tapi aku tidak berniat seperti itu
Jander langsung terkekeh, lalu kembali melangkah mendekat pada Greesa. Sambil sedikit menundukkan kepalanya, lalu menatap tajam pada Greesa yang membuat Greesa benar-benar takut melihat pada Jander di hadapannya.
Jander Chilles
Aku tidak suka melepaskan sesuatu yang sudah sah menjadi milikku
Jander Chilles
Jadi jika kau hanya ingin bermain-main jangan berhadapan dengan denganku
*menarik pinggang Greesa agar semakin mendekat padanya
Part 2
Setelah acara pesta pernikahan hampir selesai, Greesa beralih mengistirahatkan tubuhnya di sofa.
Greesa yang sudah benar-benar merasakan lelah dan letih membuatnya kini hanya bisa duduk dengan diam, karena sudah dari tadi pagi sampai malam ini Greesa terus berdiri dan berjalan dengan gaun besar yang begitu berat.
Dan ini, baru hari pertama acara awal dan pesta pernikahannya dengan Jander.
Belum lagi setelah ini mereka akan mengadakan pesta yang lain, karena kata Selena dan Carissa, mereka ingin mengadakan acara pesta pernikahan yang lebih meriah dan lebih lama sampai 5 hari ke depan.
Pelayan : Permisi, Nyonya. Apa anda menginginkan sesuatu?
Pelayan itu mengangguk lalu setelahnya beralih pergi.
Jander yang sudah tampak selesai berbicara dengan beberapa rekan kerjanya langsung beralih mencari di mana keberadaan Istrinya, karena melihat Greesa yang sudah tidak ada di dekatnya dan melihat jika istrinya itu kini tengah duduk di sofa sendirian yang membuat Jander langsung menghampiri.
Jander Chilles
Alen sudah menunggumu untuk membantu mengganti gaunnya
Greesa mengangguk, lalu setelah itu Jander beralih mengulurkan tangannya yang membuat Greesa hanya diam melihat.
Greesa Damon
Bisa aku meminta tolong sebentar?
Greesa Damon
Tolong lepaskan tali heelsnya, kakiku sudah terasa sakit jika terus memakainya
Jander langsung beralih berjongkok, mulai mengangkat gaun Greesa sedikit ke atas lalu meraih kaki Istrinya.
Setelah itu, Jander mulai melepaskan kedua heels Greesa dan meminta salah satu pelayan di sana untuk menyimpannya.
Jander Chilles
Cepat berdiri
Greesa tampak terlihat begitu kesulitan untuk berdiri sambil meraih dan memegangi gaunnya.
Belum lagi setelah itu kepalanya tiba-tiba saja langsung terasa begitu pusing dan bergoyang yang membuat Greesa sampai kesulitan untuk melangkah, bahkan pengelihatannya langsung buram yang membuat Greesa lansung berpegangan pada lengan suaminya.
Jander yang melihat dengan bingung langsung ikut memegangi lengan istrinya dan belum sempat Jander ingin berbicara, Greesa sudah lebih dulu jatuh pingsan yang membuat Jander langsung menangkap dan menahan tubuh istrinya dengan kaget.
Kejadian itu, langsung membuat beberapa orang yang melihat di sana tampak langsung kaget dan segera menghampiri.
Begitupun dengan Demian, Selena, Carissa, dan Tama, mereka yang juga melihat dengan cepat langsung menghampiri pada Jander dan Greesa.
Lalu melihat panik dan penuh khawatir pada Greesa yang kini tengah pingsan.
Ny.Selena
Ada apa dengan Greesa, Jander?
Ny.Selena
Kenapa bisa sampai pingsan seperti ini?
Ny.Selena
Ayo cepat bawa ke kamar dan segera panggilkan dokter
Jander langsung menggendong tubuh Greesa yang membuat Tama dan Demian membantu untuk mengangkat gaun Greesa yang panjang dan cukup berat itu agar Jander tidak kesulitan.
Sesampainya di kamar, Jander langsung menidurkan tubuh istrinya di atas ranjang yang membuat Carissa dan Selena tampak begitu panik melihat pada Greesa.
Lalu setelahnya, Carissa meminta pada mereka semua untuk keluar sebentar karena ingin membantu Allen menggantikan gaun Greesa.
Termasuk Jander, namun Jander menolak untuk keluar karena Jander yang justru mengatakan lebih dulu jika ia yang akan membantu menggantikan gaun istrinya.
Bahkan kini, justru Jander yang membantu Allen untuk melepaskan gaun, perhiasan, dan make up Greesa.
Setelah selesai, dokter pun datang dan mulai memeriksa keadaan Greesa.
Mereka yang melihat tampak menunggu dengan khawatir dan begitu melihat jika Greesa di infus langsung membuat Selena berpegangan pada lengan suaminya, membuat Demian langsung tersenyum menenangkan sambil merangkul pinggang istrinya.
Dokter
Jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja
Dokter wanita yang memeriksa keadaan Greesa pun tampak sudah selesai lalu setelah itu beralih menoleh melihat pada Jander yang membuat Jander langsung menanyai bagaimana kondisi istrinya.
Dokter
Keadaan Nyonya kini sudah mulai membaik
Dokter
Namun walaupun begitu, Nyonya meski harus banyak beristirahat karena penyebab Nyonya bisa sampai pingsan seperti ini
Dokter
Itu di sebabkan karena terlalu kelelahan dan kurangnya meminum air putih yang membuat tubuh mengalami dehidrasi
Dokter
Jadi saya sarankan, agar Nyonya banyak mengonsumsi sayuran dan daging serta minum air putih yang banyak
Mendengar penjelasan dokter tersebut membuat Jander tampak hanya terdiam.
Ny.Selena
Apa ada resep obat dan vitaminnya, dokter?
Dokter
Ini resep obat dan vitaminnya, nanti bisa di tebus di apotik dan minum sesuai aturannya
*menyerahkan resep vitamin
Jander pun langsung mengambil catatan obat yang dokter tersebut berikan.
Dokter
Untuk infusnya, jangan di lepas sebelum cairannya habis
Ny.Selena
Iya, dokter. Terimakasih banyak
Dokter
Kalau begitu saya pamit pergi dulu, jika nanti ada apa-apa bisa segera hubungi saya
Selena dan Carissa langsung mengangguk melihat pada dokter tersebut. Lalu setelahnya, dokter itu beranjak pamit pergi yang membuat Carissa langsung meminta pada salah satu pelayan untuk mengantar dokter itu keluar sampai lobby hotel.
Tn.Tama
Biar Papah yang tebuskan obatnya di apotik, kamu di sini saja jaga Greesa
Jander Chilles
William bisa mengantarkan
Tn.Tama
Tidak perlu, Papah masih bisa mengemudi
Ny.Selena
Nanti jika ada apa-apa kabari Mamah ya, Jander
Setelah itu, Tama dan Selena beranjak keluar dari kamar. Membuat Carissa setelahnya langsung mendekat melihat pada Greesa sambil mengusap lembut pipi menantunya.
Ny.Carissa
Nanti, Mamah akan suruh pelayan untuk mengantarkan makan malam, jadi sekarang berisitirahat dan jika nanti Greesa sudah bangun, beritahu Mamah dan Papah
Jander hanya mengangguk melihat pada ibunya.
Part 3
Alen
Nyonya terlihat semakin cantik malam ini
Greesa Damon
Terimakasih, Alen
Alen
*Mengangguk
"Semoga acaranya berjalan dengan lancar sampai selesai
*sambil beralih menutup koper kecil alat-alat make-upnya
Alen
Kalau begitu saya pamit pergi dulu, Nyonya
Greesa Damon
Iya, sekali lagi terimakasih dan hati-hati
Alen menunduk dengan sopan dan setelahnya beranjak keluar dari kamar, membuat Greesa kini masih bercermin duduk di kursi meja riasnya.
Lalu tidak lama setelahnya, pintu kamar terdengar terbuka yang membuat Greesa langsung menoleh dan melihat pada Jander yang masuk.
Jander Chilles
Ganti pakaianmu dan cepat keluar jika sudah selesai
*memberikan dua paper bag besar
Greesa Damon
Apa aku akan memakai gaun yang ini?
Jander Chilles
Kau tidak suka?
*sambil memicingkan matanya
Greesa Damon
*Menggeleng
Aku menyukainya, kalau begitu tunggu sebentar aku akan bersiap
Belum sempat Greesa ingin beranjak pergi, Jander sudah lebih dulu menahan tangannya yang membuat Greesa langsung menoleh dengan kaget.
Lalu setelahnya Jander beralih mendekatkan dirinya yang membuat Greesa hanya diam menatap takut pada suaminya.
Jander Chilles
Jangan membuatku malu saat di sana nanti
Greesa Damon
Aku tidak akan membuatmu malu
Jander Chilles
Tunjukan sifat dirimu yang mencerminkan bagaimana menjadi seorang istri yang benar
Greesa langsung menganggukkan kepalanya saat melihat Jander berbicara sambil menatapnya degan tajam.
Jander Chilles
Jangan bertingkah manja dengan kedua orang tuamu saat di depan banyak orang
Jander Chilles
Karena aku tidak suka memiliki istri yang manja
Greesa Damon
Aku tidak akan seperti itu yang membuatmu malu nantinya
Jander Chilles
Itu lebih bagus
*sambil menjauhkan dirinya dari Greesa dan setelah itu langsung beranjak keluar dari kamar
Membuat Greesa yang melihat langsung memejamkan matanya sebentar sambil menundukkan kepalanya. Lalu setelahnya, Greesa segera bersiap dan memakai gaun yang sudah Jander berikan untuknya.
Lalu setelah sudah selesai bersiap, Greesa segera keluar dari kamar setelah mengambil tasnya. Segera turun ke lantai satu untuk menghampiri pada suaminya dan melihat pada Jander yang kini tengah duduk di sofa.
Jander yang melihat pada Greesa yang kini sudah datang langsung beranjak berdiri dari duduknya, membuat Greesa tampak ragu dan gugup saat Jander menatapnya dari bawah sampai atas.
Namun, Jander tampak tidak mengomentari atau memuji betapa cantiknya istrinya malam ini. Karena setelahnya, Jander langsung berjalan lebih dulu meninggalkan Greesa yang membuat Greesa langsung mengikuti dari belakang.
Mobil yang sudah berada di teras rumah pun sudah tampak terlihat bersiap dan William sang supir pribadi Jander yang sudah menunggu tampak langsung membukakan pintu mobil, membuat Jander langsung beralih menyuruh Greesa untuk masuk lebih dulu baru setelahnya di susul dengan dirinya.
Setelahnya, William langsung menutup pintu mobil. Beralih segera masuk ke dalam mobil dan mulai mengemudikan mobil meninggalkan pekarangan rumah menuju pada rumah Carissa dan Tama.
Selama perjalanan itu, keadaan dan suasana di dalam mobil tampak hening dan sepi. Karena tidak ada percakapan di antara sepasang suami istri yang tampak terlihat saling diam dan Jander yang tampak sibuk dengan ponselnya.
Sampai beberapa menit setelahnya, mobil sudah terlihat sampai di pekarangan rumah Carissa dan Tama.
Membuat anak buah Jander yang sudah berjaga dan mengawasi di sana tampak langsung menghampiri pada mobil Jander.
Membantu membukakan pintu mobil yang membuat Jander langsung keluar dan setelahnya beralih menyambut istrinya sambil mengulurkan tangannya, karena tau di sana banyak orang yang hadir dan melihat keduanya, jadi Jander sebisa mungkin bersikap romantis.
Greesa yang melihat pun tanpa ragu langsung menyambut tangan suaminya yang membuat Jander langsung menggenggamnya dengan lembut, lalu menyuruh Greesa untuk bergandeng padanya dan keduanya pun mulai melangkah masuk yang membuat semua orang yang hadir di pejamuan makan malam itu langsung melihat pada keduanya sambil tersenyum dan menyapa pada Greesa dan Jander.
Carissa dan Tama yang melihat tampak langsung tersenyum senang begitupun dengan Selena dan Demian yang merupakan kedua orang tua Greesa.
Greesa Damon
Mamah, Papah
*panggilnya sambil tersenyum dengan malu
Ny.Carissa
Oh ya ampun! Menantu Mamah cantik sekali
*memeluk tubuh Greesa yang membuat Greesa langsung membalas pelukan ibu mertuanya
Greesa Damon
Mamah juga terlihat cantik, begitupun dengan Papah yang terlihat tampan
Keduanya sontak langsung terkekeh yang membuat Tama langsung beralih mengusap-usap kepala Greesa dengan lembut.
Sementara Jander langsung di sambut hangat oleh Selena yang membuat Jander tersenyum melihatnya.
Lalu Selena dan Demian beralih memeluk Jander yang membuat Jander langsung membalas pelukan kedua mertuanya.
Ny.Selena
Menantu Mamah memang tampan sekali
*sambil tersenyum dan mengusap kedua lengan Jander
Ny.Selena
Jagakan Greesa untuk Mamah ya, Jander
Jander Chilles
Aku selalu menjaganya
Ny.Selena
Mamah selalu berdoa semoga kalian selalu hidup bahagia sampai tua nanti
Jander langsung mengangguk, membuat Demian langsung beralih menepuk-nepuk pundak Jander.
Tn.Demian
Cepat berikan Papah cucu yang cantik dan tampan, karena kamu lihat sendiri jika kami sudah tua dan sudah waktunya untuk menimang cucu
Jander hanya mengangguk mendengar ucapan Demian yang membuat mereka langsung terkekeh mendengarnya.
Lalu setelah itu, Carissa menyuruh mereka semua untuk duduk dan acara pejamuan makan malam pun di mulai.
Sampai pada acara pesta inti yang sudah di adakan di sana, membuat malam ini tampak terlihat begitu meriah dan menyenangkan.
Jander Chilles
Jangan meminum minuman sembarangan
Greesa Damon
*menoleh melihat pada suaminya sambil mengangguk
Aku tidak akan minum sembarangan
Lalu Jander beralih mengambilkan segelas jus leci yang ada di atas meja dan memberikannya kepada Greesa, membuat Greesa yang melihat langsung menerimanya sambil melihat bingung pada suaminya.
Ny.Selena
Ingin makan apa, Sayang?
Selena yang datang menghampiri langsung menanyai putrinya yang membuat Greesa langsung menoleh melihat pada ibunya.
Greesa Damon
Greesa masih belum ingin makan, Mah
Ny.Selena
Jika ingin sesuatu langsung katakan saja pada Mamah
Ny.Selena
Jander juga ada di sini jadi langsung katakan juga pada Jander, jangan malu dan sungkan, karena Jander kini sudah menjadi suamimu
Greesa langsung mengangguk, membuat Selena tersenyum sambil mengusap rambut dan pipi putrinya dengan lembut.
Ny.Selena
Kalau begitu, Mamah pergi menyusul Papah lebih dulu
Greesa Damon
Iya, Mah. Hati-hati berjalanya karena heels Mamah begitu tinggi
Acara tersebut pun tampak berlangsung cukup lama dengan lancar tanpa adanya kendala, bahkan sampai 5 jam lebih lamanya dan orang-orang yang hadir di sana tampak masih terlihat sibuk makan, minum, berdansa, dan bersenang-senang menikmati acara pejamuan makan malam tersebut.
Walau kata Carissa hanya sebentar dan sedikit saja orang yang akan hadir nyatanya semua itu tidak terlihat sedikit, karena para orang tua itu mengundang para rekan kerja dan bisnis terdekat mereka yang begitu banyak sampai membuat halaman samping rumah dan belakang rumah tampak ramai.
Greesa yang melihat semuanya tampak hanya bisa diam dengan pasrah, dan sudah mulai merasakan lelah dan mengantuk yang membuatnya langsung beristirahat.
Karena kakinya juga sudah tidak kuat lagi untuk berdiri dan berjalan mengikuti suaminya yang membuat Greesa beranjak pamit pergi untuk ke kamar mandi.
Setelah kembali dari kamar mandi, Greesa lebih memilih untuk duduk di kursi yang ada di sana.
Sambil melihat dan memperhatikan pada kedua orang tuanya, mertuanya, dan orang-orang kaya yang tengah asik berbicara dan tertawa.
Membuat Greesa tampak terdiam melamun melihat pada mereka semua sambil berfikir.
Namun lamunan Greesa tidak lama setelahnya langsung buyar saat Jander yang tiba-tiba saja datang dan langsung menutupi paha Istrinya dengan jasnya, membuat Greesa langsung mendongakkan kepalanya dan melihat pada suaminya yang tampak menjulang tinggi berdiri di sampingnya.
Jander Chilles
Jika sudah lelah dan mengantuk, sekarang beristirahat di kamar
Greesa Damon
Aku tidak merasakan lelah
Jander langsung meraih wajah Greesa dengan satu tangannya untuk menekan kedua pipi Greesa sambil menolehkannya ke kanan dan ke kiri dengan pelan, untuk melihat pada kedua mata istrinya yang membuat Greesa tampak kebingungan.
Jander Chilles
Kau tidak bisa membohongiku
Greesa Damon
Tapi acaranya belum selesai
Jander Chilles
Tidak masalah, karena aku tidak ingin kau yang membuat masalah dengan pingsan disini
Greesa langsung mengangguk lalu setelah itu beranjak berdiri, namun saat Greesa ingin melangkah pergi Carissa terlihat datang memanggilnya yang membuat Greesa langsung menoleh melihat tersenyum pada ibu mertuanya.
Ny.Selena
Sayang, apa sudah merasakan lelah dan mengantuk?
Greesa Damon
*mengangguk pelan
Sedikit, Mah
Ny.Selena
Eoh ya ampun, kalau begitu sekarang berisitirahat saja di kamar ya
Ny.Selena
Acaranya juga mungkin sejam lagi akan selesai jadi tidak papa, Nak
Greesa Damon
Maaf jika Greesa tidak bisa menunggu sampai acaranya selesai, Mah
Carissa langsung mengangguk sambil mengusap kepala Greesa dengan lembut.
Ny.Carissa
Tidak papa, Nak. Mamah juga khawatir denganmu karena sudah sedari tadi terus berdiri dan mondar-mandir, jadi sekarang berisitirahat saja di kamar dan Mamah juga sudah menyediakan kamar untuk kalian beristirahat malam ini
Lalu setelah itu Carissa beralih melihat pada Jander.
Ny.Carissa
Antar dan temani istrimu ke kamar, dan lebih baik kalian berdua berisitirahat saja agar besok pagi tidak begitu lelah dan cape
Greesa Damon
Tapi Greesa bisa---
Jander langsung memotong ucapan Greesa lebih dulu lalu setelahnya langsung menggandeng membawanya pergi yang membuat Greesa kebingungan, sementara Carissa yang melihat hanya bisa tersenyum sambil melambaikan tangannya.
Gemas melihat pada keduanya yang tampak masih malu-malu dan ragu.
Besok paginya, Jander bangun lebih dulu dari Greesa yang kini tampak terlihat masih pulas tertidur di dalam pelukan suaminya.
Membuat Jander yang melihat pada istrinya langsung beralih menggeser tubuhnya dan dengan pelan dan hati-hati memindahkan kepala Greesa dari lengannya pada bantal, juga memperbaiki posisi selimut yang turun yang membuat Greesa langsung bergerak dari tidurnya untuk mencari posisi yang nyaman.
Melihat itu membuat Jander tampak hanya terdiam.
Baru setelahnya, Jander beranjak turun dari ranjang. Beralih mengambil jubah tidurnya lalu mulai memakainya dan setelah itu langsung pergi menuju pada balkon kamar dengan hanya membuka setengah dari tirainya.
Melihat dan menikmati bagaimana suasana segar di pagi hari yang tampak cerah, membuat Jander memilih untuk berjemur beberapa menit di sana sambil menenangkan pikiran dan lelah di tubuhnya.
Setelah 10 sampai 15 menit berjemur, Jander memilih kembali masuk ke dalam kamar yang membuat Greesa yang sudah tampak terbangun dari tidurnya langsung menoleh melihat pada suaminya yang membuat Jander hanya diam menatap pada istrinya sebentar.
Jander Chilles
Cepat mandi dan setelah itu bersiap
*sambil berjalan menuju pada sofa
Greesa Damon
Apa kita akan pulang sekarang?
Jander Chilles
Siang ini kita akan berangkat ke Yunani
Greesa Damon
Untuk apa kita kesana?
Jander Chilles
Kau masih bertanya untuk apa?
Greesa langsung terdiam, membuat Jander yang melihatnya beralih mengambil ponselnya yang terdengar berbunyi lalu setelah itu pergi ke balkon kamar untuk mengangkat panggilannya.
Melihat pada suaminya yang tampak mudah sekali untuk marah membuat Greesa langsung beranjak turun dari ranjang sambil memakai sendalnya, lalu setelah itu segera pergi menuju kamar mandi namun saat baru saja sampai di depan pintu kamar mandi, Greesa tiba-tiba saja jatuh terpeleset di sana yang membuatnya langsung memekik dan berteriak kesakitan.
Jander yang mendengar suara teriakan istrinya tampak langsung menoleh dan segera masuk ke dalam kamar, dan saat melihat jika Greesa yang kini sudah terduduk di lantai membuat Jander langsung menghampiri sambil melempar ponselnya dengan asal ke arah sofa.
Dengan sigap dan cepat Jander langsung melihat bagaimana keadaan Greesa yang tampak terlihat merintih kesakitan sambil memegangi pinggang dan lengannya.
Greesa Damon
Jander ... *panggilnya
Jander Chilles
Bagaimana bisa terjatuh, apa kau berlari?!
Greesa menggeleng pelan sambil merengutkan wajahnya karena terlihat mau menangis, membuat Jander langsung beralih menggendong tubuh Greesa dengan ala bridal style membawanya duduk di atas ranjang.
Jander Chilles
Dimana yang sakit?
Jander langsung meraih lengan Greesa untuk melihatnya, dan melihat jika lengan istrinya itu tampak memerah yang membuat Jander langsung mengusap-usap dan sedikit memijatnya dengan pelan.
Jander Chilles
Kenapa bisa sampai terjatuh?
Greesa Damon
Aku terpeleset karena sendalnya sedikit licin
Jander Chilles
Kau menyalahkan sendal dan tidak melihat jika di dekat pintu ada meja?
Greesa Damon
*Menundukkan kepalanya
Maaf
Jander Chilles
Di mana lagi yang sakit?
Membuat Jander setelahnya justru beralih menyentuh kening dan leher Greesa yang membuat Greesa langsung kaget.
Lalu setelah itu Jander beranjak berdiri pergi mengambil ponselnya dan sepertinya mulai menghubungi seseorang, setelah sudah selesai bertelponan Jander kembali melihat pada Greesa.
Jander Chilles
Dokter akan datang sebentar lagi untuk memeriksa keadaanmu
Greesa Damon
Kenapa harus memangil dokter?
Jander Chilles
Kau harus di periksa sebelum sakit lagi?
Greesa Damon
Tapi aku tidak sakit dan lenganku tidak begitu parah
Jander Chilles
Tubuhmu terasa panas, kau tidak merasakan apapun?
Greesa Damon
Aku hanya sedikit pusing dan kurang enak badan
Jander Chilles
Jika seperti itu kenapa tidak mengatakannya sedari awal?
Greesa Damon
Hanya tidak enak badan dan sedikit pusing, jadi tidak perlu memangil dokter
Mendengarnya membuat Jander langsung menatap dengan tajam.
Jander Chilles
Dokter hanya memeriksa keadaanmu sebentar untuk memastikannya
Greesa Damon
*Langsung terdiam
Lalu tidak lama setelahnya, dokter pribadi keluarganya yang tadi Jander telpon kini sudah datang.
Membuat Greesa langsung khawatir melihatnya namun setelah melihat Carissa, Tama, Demian, dan Selena yang juga ikut masuk ke dalam kamar dengan panik dan khawatir menghampirinya, membuat Greesa langsung kebingungan.
Ny.Carissa
Ada apa dengan Greesa, Jander?
*Tanya Carissa dengan penuh khawatir yang membuat Jander hanya terdiam
Ny.Selena
Iya, Nak. Apa yang kamu rasakan sekarang, Sayang?
Greesa Damon
Greesa hanya sedikit tidak enak badan, Mah
Ny.Selena
Apa terasa pusing, Sayang?
Jander Chilles
Biarkan dokter memeriksanya sebentar
Lalu mulai menyuruh dokter memeriksa keadaan Greesa yang membuat Greesa yang melihat langsung terdiam.
Para orang tua yang melihat pun tampak khawatir melihat pada anak dan menantu kesayangan mereka itu.
Dokter
Keadaan Nyonya kini baik-baik saja, Tuan. Tapi Nyonya perlu banyak beristirahat dan meminum obat atau vitamin
Dokter
Nyonya juga saya sarankan untuk meminum obat penambah darah agar tubuhnya tidak mudah letih dan pusing, karena Nyonya kini kurang darah
Dokter
*Mengangguk
Jadi itu, Nyonya perlu meminum obat penambah darah agar tubuhnya tidak mudah letih dan pusing.
Mereka langsung mengangguk sambil menghela nafas.
Jander Chilles
Baiklah kalau begitu, terimakasih banyak dokter
Dokter
Sama-sama, Tuan dan Nyonya. Kalau begitu saya pamit pergi dulu, jika ada sesuatu nanti segera hubungi saya
Mereka langsung mengangguk, lalu dokter pun beranjak pergi keluar dari kamar yang membuat Carissa dan Selena langsung menghampiri pada Greesa.
Ny.Selena
Masih pusing, Nak?
Greesa Damon
Hanya sedikit, Mah
Ny.Selena
Mamah dan Mamah Carissa sudah masakan banyak makanan, jadi setelah ini kita langsung sarapan bersama lalu setelah itu minum obat dan berisitirahat ya
Greesa Damon
Tapi hari ini---
Tn.Demian
Papah sudah membatalkan penerbangan kalian ke Yunani siang ini, jadi setelah nanti sudah sehat baru boleh liburan
Greesa terdiam mendengarnya, sambil beralih melihat pada suaminya yang menatapnya lalu setelah itu beralih melihat pada Papah dan Papah mertuanya sambil tersenyum.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!