Di sebuah kamar yang sederhana, seorang pemuda tengah tertidur pulas di kasur kecil nya
Tak lama Dia terusik dari tidurnya karena sebuah tangan menepuk mukanya
" Kak ayo bangun! " Ucap seorang anak perempuan membangunkan sang kaka
" Hmm, iya tania ini kaka bangun " Jawab pemuda itu membuka mata nya
" Ayo kak! nanti telat sekolah loh " Ucap Tania putri lestari
Pemuda itu langsung terduduk ditepi kasur tuanya dan menoleh ke anak kecil yang membangunkan nya
" Kamu kok bangun pagi banget dek, baru jam 04.00 shubuh " Ucap Pemuda itu dan menggendong Tania ke pangkuannya
" Gak apa apa kak, kan kata ibu kita harus bangun lebih awal " Jawab Tania yang nyaman di pangkuan kakanya
Pemuda itu tersenyum tipis mendengar adik nya masih mengingat apa yang di katakan mendiang ibu nya
" Pintar nya adek ku ini " Puji nya sambil mengacak ngacak rambut adik nya
" Hehe, Kak Lian juga pintar " Jawab Tania
" Ya sudah ayo kaka masakan sarapan untuk kamu " Ucap Lian Arkana
" Ayo! " Jawab Tania dengan antusias
Lian menggendong Tania keluar dari kamar nya, Lian menurunkan adiknya di kursi kayu di ruang tamu
" Kamu tunggu kaka mandi dlu ya " Ucap Lian pada adiknya
" Mau ikut kak! " Jawab Tania membentangkan tangan nya untuk di gendong
" Hmm oke tapi kalau kamu sudah mandi langsung ke kamar pakai baju oke " Ucap Lian dan diangguki oleh Tania
Lian mengendong Tania kembali dan berjalan ke kamar mandi, Lian lebih dulu memandikan Tania sehabis itu baru dirinya
Selesai memandikan Tania, Lian lansung membersihkan dirinya saat Tania sudah keluar dari kamar mandi
Singkatnya Lian telah mandi dan melangkah ke kamar nya untuk bersiap pergi ke sekolah
Lian Arkana, Seorang pemuda berumur 17 tahun dengan tinggi 175 cm, wajah tampan tanpa noda jerawat serta kulit putihnya, hidung mancung, alis tebal dengan mata tajam nya
Tania Putri Lestari, Seorang anak perempuan berumur 7 tahun, tingginya 108 cm, kulit putih seperti salju, bibir mungil berwarna pink, hidung mungil sedikit mancung, wajah cantik dengan bintik di dekat matanya
Lian dan Tania merupakan anak yatim piatu, orang tuanya mengalami kecelakan mobil dan meninggal dunia
Lian harus menjadi tulang punggung keluarga untuk menafkahi dia dan adik nya yang masih duduk di sekolah dasar
*
*
Lian keluar dari kamar nya dan sudah memakai seragam putih abunya dan Tania juga sudah memakai seragam nya
Lian memasak sarapan sederhana pagi ini karena untuk mengirit kebutuhan yang sudah mulai menipis
Sarapan pun telah tersaji di meja, Lian dan Tania memakan sarapan mereka, Tania ingin di suapi oleh kaka nya, Lian hanya menuruti kemauan adik nya yang manja kepadanya
Jam menunjukan pukul 06.00, Lian dan Tania berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki
Lian lebih dahulu mengantarkan adik nya ke sekolah, sesudah mengantar Tania, Lian pun pergi ke sekolah nya
Singkatnya, Lian telah sampai di sekolah Galaksi High School yang merupakan sekolah kalangan atas dan juga terfavorit di kota ini
Lian masuk kesekolah ini karena beasiswa nya yang memenangkan olimpiade se nasional
Lian berjalan masuk ke dalam sekolah besar itu, namun sebuah suara memanggil nya
" Woi miskin, berani juga lu kesekolah " Ucap pemuda yang memanggil nya
" Mana duit? " Ucap nya lagi
" Aku lagi gk punya uang Daniel " Ucap Lian ketakutan
" Cihh memang bener lu miskin " Ucap Daniel
" Kita hajar dia aja boss " Ucap teman nya bernama Alvin
" Gass hajar dia di belakang sekola lagi aja " Timpal temannya lagi bernama Wiliam
" Ampun Niel, aku memang gk ada uang " Ucap Lian sudah ketakutan karena ingin di seret ke belakang sekolah
Saat Lian akan di bawa kebelakang sekolah oleh Daniel Geng, Seorang gadis mendatangi mereka
" Stop! kamu mau apakan Lian hah?! atau kamu mau aku lapor ke kepala sekolah? " Ancam gadis itu sambil menatap tajam Daniel
" Cihh, Ayo cabut! " Ajak Daniel kepada Alvin dan Wiliam
" Terimakasih Queen " Ucap Lian kepada gadis itu
" Sama sama, seharusnya kamu lawan mereka Lian " Jawab Queen Syafira Galaksi
Seorang gadis dengan tinggi 163 cm, wajah cantik dengan bibir merah alami yang menggoda, kulit putih, hidung mancung, rambut panjang yang di gerai
Queen merupakan anak tunggal dari pasangan Leo Alexander Galaksi dan Maya Meyla Devi, dengan sang ayah pemilik sekolah Galaksi High School dan CEO perusahan Galaksi Company dan Ibu seorang desainer terkenal
" Ya gimana lagi Queen, aku hanya orang miskin, jika aku lawan aku yang akan terkena masalahnya " Ucap Lian yang diangguki oleh Queen
Queen juga mengerti jika orang dari kalangan bawah melawan/ melaporkan orang dari kalangan atas maka itu akan menjadi bumerang bagi pelapor atau yang melawan
" Ya sudah ayo kita ke kelas " Ajak Queen menarik tangan Lian
Lian hanya pasrah jika Queen sudah menarik nya
Banyak pasang mata yang melihat Lian dan Queen, banyak dari mereka yang tak suka dengan Lian,
" Lihat tuh kenapa Queen deket deket sama tuh si miskin "
" Benar kalau aku jadi dia, ogah banget deket deket sama dia "
Begitu lah hinaan hinaan yang dilontarkan kepada Lian, namun Lian hanya menganggap itu hanya angin yang lewat dari telinganya
Lian dan Queen telah sampai di kelas XI A, awalnya kelas itu ramai tetapi dengan kedatangan Lian kelas itu menjadi hening
Banyak yang melirik Lian dengan tatapan tak suka
Lian duduk di kursi nya, sementara Queen berdiri dan menatap Lian
Lian yang mengerti langsung menganggukan kepala nya, Queen melihat Lian menganggukan kepala nya merasa senang dan langsung duduk di sebelah Lian
Tak lama mereka berdua duduk, Guru yang mengajar sudah datang kekelas nya, pembelajaran pun berlangsung
Waktu istirahat telah tiba, para murid berhamburan pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka
" Lian, ayo kekantin! " Ajak Queen kepada Lian
" Hm, tapi... " Jawab Lian yang langsung di potong oleh Queen
" Udah ayok aku traktir " Ucap Lisa langsung menarik tangan Lian
" Huhh.... " Lian hanya menghela nafas nya dan pasrah dengan ajakan Queen yang sulit untuk di tolak
Sesampainya di kantin, mereka mencari tempat duduk yang kosong
Mereka duduk di meja setelah menemukan tempat yang kosong
" Mau pesan apa Ganteng " Goda Queen sambil menanyakan yang di inginkan Lian
" Ck, gak usah manggil kek gitu, aku Roti aj " Jawab Lian
" Biarin wlee, Apa? baso oke tunggu yaww " Ucap Queen menjulurkan lidah nya dan langsung pergi memesan makanan nya
" Eh ehh Queen.... Huhh ya ampun " Lian hanya pasrah melihat gadis itu, yang menurutnya dia menggemaskan saat menjulurkan lidah
Queen telah kembali ke tempat duduk, tak lama pesanan mereka telah sampai
" Queen ini berlebihan loh " Ucap Lian tak enak dengan Queen yang membelikannya bakso dengan porsi banyak dan tak lupa es teh sebagai pedamping nya
Njir menggoda bet
" Udah makan aja atau aku.... " Jawab Queen sambil tersenyum menyeringgai
" Baiklah, Baiklah aku makan, terimakasih " Jawab Lian yang sudah tau apa yang Queen akan lakukan
Queen tertawa puas, dia suka mengerjai Lian
Di balik kedekatan mereka berdua, seseorang menatap mereka dengan tatapan tak suka
" Lihat saja kau miskin sehabis pulang sekolah " Guman Daniel mengepalkan tangan nya
" Wah cewe si boss di ambil tuh sama si miskin " Ucap Alvin
" Benar tuh padahal tadi kita cepat cepat bawa kebelakang " Timpal Wiliam
" Lakukan nanti pulang sekolah " Ucap Daniel bergegas pergi dari sana dan di ikuti oleh Alvin dan Wiliam
Waktu istirahat telah berakhir semua murid kembali ke kelas masing masing termasuk Lian dan Queen yang menuju kelasnya dan pembelajaran kembali berlangsung
Singkatnya waktu pulang sekolah telah tiba, para siswa berlarian keluar kelas dan pulang kerumah masing masing
Dan juga ada yang mengikuti ekstrakurikuler sehabis pulang sekolah
" Lian mau bareng ikut dengan ku? " Tawar Queen
" Gak terimaksih aku harus berkerja habis ini " Tolak Lian secara halus
" Yahh padahal pengen duaan " Guman Queen pelan
" Pengen apa tadi? " Tanya Lian yang masih bisa mendengarnya
" Eh enggak kok hehe, ya sudah aku duluan ya Lian, Bye bye " Pamit Lisa dengan pipi yang memerah karena malu
" Bye " Balas Lian
" Yap ayo kita lanjut melakukan kegiatan selanjutnya " Ucap Lian pada dirinya sendiri
" Kau mau kemana miskin ? "
...****************...
" Kau mau kemana miskin? " Ucap daniel memegang pundak Lian
" A-aku mau pulang Niel, adik ku sudah menunggu ku " Jawab Lian ketakutan
" Haha apa gw peduli? seret dia " Ucap Daniel menyuruh anak buah nya dan anak buah nya mengangguk mengerti
Saat mereka sudah di belakang sekolah ....
Bugh
Hugghh
Daniel langsung membogem perut Lian dengan keras
" Ini untuk lo yang udah deket sama cewe gua " Ucap Daniel
" Cihh, Queen bukan lah cewe yang suka cowo brengs*k kek lo " Jawab Lian yang berusaha menguatkan tubuh nya untuk melawan
" Sial*n kau " Ucap daniel yang langsung menghajar Lian kembali
Bugh
Bugh
Argghh
Lian sudah tak perdaya lagi menahan rasa sakitnya yang membuat nya tersungkur ketanah
" Hajar dia " Perintah Daniel kepada anak buah nya
Mereka mengangguk patuh dan menghajar Lian secara kroyokan
Bugh
Bugh
Bugh
Arggghhhh
Lian yang tak kuat lagi menahan nya langsung tak sadar kan diri
" Bos pingsan nih " Ucap salah satu anak buah nya
" Biarkan saja, Cabut " Jawab Daniel meninggalkan Lian dengan keadaan babak belur dan anak buah Daniel pun juga pergi meninggal kan nya
Yang mereka tak sadari, Lian masih menjaga sedikit kesadarannya, dia sudah tak kuat untuk bangun lagi
' Apa ini takdir ku, untuk mati konyol di bully? ' Guman Lian dalam hati
' Haha... mengapa tuhan? aku tidak pernah melakukan apa pun kepada orang lain tetapi mengapa mereka melakukan ini kepada ku? ' Guman nya lagi
Perlahan Lian tak sadarkan diri karna banyak luka yang dia terima sungguh menyiksa nya
Cuaca yang tadinya cerah menjadi mendung, mendukung apa yang dirasakan oleh Lian
Rintik rintik hujan perlahan turun dan membasahi tubuh Lian
Disaat Lian sudah tak ada harapan, tiba tiba sebuah suara seperti robot muncul di benaknya
[ Ding... menemukan tubuh tuan rumah ]
[ Ding... tubuh tuan rumah mengalami kerusakan ]
[ Proses penyembuhan dimulai ]
Penyembuhan itu berjalan hampir 10 menit, Lian perlahan membuka mata nya
Lian terkejut karena tak merasakan sakit sama sekali dan langsung duduk di tanah yang sudah basah oleh hujan
" A-apa yang terjadi pada ku? " Tanya Lian terkejut
" Aku mendengar suara robot dalam diri ku, apa ini halusinasi saja? " Tanya nya lagi pada dirinya sendiri
[ Ding... tidak tuan, Sistem menyembuhkan diri tuan rumah ]
Lian sekali dibuat terkejut oleh suara itu
" Apa? Sistem? bukankah itu hanya ada di cerita fiksi saja? " Ucap Lian tak percaya
[ Ding... benar tuan, Sistem akan membantu tuan mencapai titik keberhasilan dan kesuksesan, dan juga Sistem akan membantu tuan menjadi yang terkuat di dunia ini ]
[ Ding... Apakah tuan ingin menyandingkan Sistem dengan tubuh tuan]
[ YA/ TIDAK ]
Lian terdiam sejenak mendengar perkataan dan tawaran dari Sistem
" Hm, baiklah Sistem aku terima " Jawab Lian
[ Ding... proses penyandingan dimulai, mohon tuan rumah menjaga kesadaran tuan karena proses agak menyakitkan ]
" A-apa Sistem tung... Arghh " Ucap Lian ter potong dan tiba-tiba tubuh nya merasakan sakit yang luar biasa
Tulang nya dihancurkan lalu di buat kembali, dan kulit nya yang seperti terbakar, Lian hanya bisa menggretakan gigi nya menahan rasa sakit
15 menit berlalu, kini Lian tidak merasakan sakit lagi, Lian merasakan tubuh nya terasa ringan
Lian melihat seragamnya yang sudah kotor dengan cairan hitam
" Sistem, apa yang hitam hitam ini di baju ku? " Tanya Lian
[ Ding... itu adalah kotoran serta racun yang di dalam diri tuan rumah ]
Lian mengangguk mengerti dengan apa yang dikatan Sistem, lalu Lian membuka seragamnya
Betapa terkejutnya Lian melihat tubuh nya yang sekarang lebih berotot dari pada sebelumnya
" Gila, jadi kek Toji gini aku, apa ini karena mu Sistem? " Kagum Lian
[ Ding... benar tuan, itu bisa di sebut hadiah pertemuan dari Sistem yang pertama ]
" Terima kasih Sistem, tapi apa yang tadi kamu maksud 'yang pertama'? " Tanya Lian
[ Ding... Sistem akan memberi hadiah pertemuan kepada tuan rumah, apakah tuan ingin menerima hadiah pertemuan? ]
[ YA/ TIDAK ]
" Iya Sistem aku terima " Jawab Sistem
[ Ding... selamat tuan mendapat uang sebanyak 1 triliun ]
[ Ding... selamat tuan mendapat Handphone Iphone 15 pro max dengan memory yang tidak terbatas ]
[ Ding... selamat tuan mendapat Black card Premium ]
[ Ding... semua hadiah sudah berada di penyimpanan sistem ]
Lian membelalakan matanya, dia di buat terkejut dengan hadiah yang diberi Sistem
" Sistem apa gak berlebihan? dan apa semua itu legal? " Ucap Lian terkejut
[ Ding... semua ini legal tuan, setiap yang Sistem beri tidak akan pernah ilegal, dan ini semua adalah hadiah kecil dari Sistem tuan, banyak hadiah yang akan Sistem beri lebih besar daripada hadiah itu ]
" Baiklah terima kasih Sistem, oh iya bagaimana mengambil hadiah itu Sistem? " Tanya Lian
[ Ding... tuan hanya perlu membayangkan barang itu, dan barang yang tuan bayangkan akan muncul di hadapan tuan ]
" Baiklah nanti aku coba, sebaiknya aku ke kamar mandi untuk membersihkan diri " Ucap Lian beranjak dari duduknya dan berjalan ke kamar mandi sekolah
Lian telah sampai di kamar mandi dan langsung membersihkan dirinya
Hanya membutuhkan 8 menit, Lian telah membersihkan tubuh nya
" Oh ya tuhan betapa bodoh nya aku, aku lupa membawa gak baju ganti " Ucap Lian menepuk jidat nya
[ Ding... tuan tak perlu khawatir, Sistem telah menyiapkan satu set pakaian di penyimpanan Sistem ]
" Huhh... terima kasih Sistem " Ucap Lian menghembuskan nafas lega
Lian membayangkan satu set pakaian untuk nya, dan benar satu set pakaian muncul di hadapannya
Tak butuh waktu lama, Lian langsung memakai pakaian itu
Lian memakai kemeja berwarna putih dengan celana panjang berwarna hitam
Lian sangat tampan memakai pakaian itu apa lagi dengan wajah nya yang semakin tampan dan kulit yang makin putih dan bersih
" Haha... ini seperti bukan diri ku yang sebelumnya, aku ingin tahu apa reaksi Tania dan Queen setelah melihat ku " Ucap Lian mengagumi penampilannya di cermin
" Sebaiknya aku pulang, seperti nya Tania sudah menunggu ku " Ucapnya lagi
Lian berjalan keluar dari kamar mandi kemudian Lian membayangkan sebuah Handphone Iphone 15 pro max nya
Handphone itu muncul di saku celananya, Lian hanya tersenyum tipis melihat handphone di tangannya seperti nya dia sudah mulai terbiasa dengan semua ini
Lian langsung membuka handphone nya, dia terkejut karena handphone itu sudah di stel
" Sistem handphone ini sudah di pasang kartu oleh mu? " Tanyanya
[ Ding... benar tuan, Sistem lah yang memasang nya dan juga handphone itu memiliki kuota tak terbatas ]
" Haha.. aku mendapat jackpot lagi hari ini "
Lian membuka apk hijau dan memesan ojek online
Lian melanjutkan langkahnya keluar sekolah Galaksi High School atau di singkat GHS
Saat Lian keluar sekolah, ojol yang dia pesan telah datang menunggunya
" Dengan Lian Arkana " Tanya ojol itu
" Ya itu saya " Jawab Lian singkat
Driver itu melajukan motornya ke rumah Lian
15 menit berlalu, Lian telah sampai di depan rumah nya
Lian membayangkan uang selembar berwarna merah di saku nya, dan membayar ojol itu
" Kembalian nya ambil " Ucap Lian datar
" Terimakasih den " Jawab ojol itu senang dan Lian mengangguk sebagai jawaban
Lian berjalan masuk kedalam rumah sederhananya, dan mengetuk pintu rumah
" Dek bukain pintu " Ucap Lian
...****************...
" Dek bukain pintunya " Ucap Lian mengetuk pintu
" Iya kak bentar Tania ambil kunci dulu " Jawab Tania
Ceklek
Pintu rumah telah terbuka, di pintu itu terlihat seorang anak perempuan tengah menatap Lian dari atas sampai bawah
" Apa kakak ini, kakak ku Lian? " Tanya Tania kepada seorang pemuda yang belum dia kenal
" Ya ampun, Tania ini kakak loh masa kamu lupa sama kakak " Jawab Lian sambil mengendong tubuh kecil Tania
" Tapi kok kakak beda, sekarang jadi lebih tampan kayak pangeran dibuku dongeng " Ucap Tania
" Haha... iya gitu? berarti kakak gak ganteng dong sebelumnya? " Tanya Liam sembari masuk kedalam rumah nya
" Gak dong, kakak nya tania emang tampan dari dulu hehe " Jawab Tania cengengesan
Lian merasa gemas dengan adiknya, dia mencubit hidung Tania dengan pelan
Mereka berdua duduk di kursi kayu ruang tamu, Lian menurunkan sang adik namun Tania tak mau, dia ingin dipangku oleh Lian
Lian hanya geleng geleng kepala melihat tingkah adiknya yang manja padanya
" Tania ingin jalan-jalan gak besok bareng sama kakak? kan besok hari libur " Tanya Lian sambil membelai rambut panjang adiknya
" Beneran kak? Kakak ingin mengajak Tania jalan-jalan? " Jawab Tania dengan mata berbinar
" Iya beneran cantik, kakak mah gak pernah bohong sama Tania " Ucap Lian yang masih membelai rambut Tania
" Yeyyyy makasih kak, Tania sayang banget sama Kakak " Jawab nya memeluk tubuh Lian
" Iya sama-sama, Kakak juga sayang banget sama Tania " Ucap Lian membalas pelukan adiknya, dia merasa sangat bersyukur mendapat Sistem di kehidupannya
' Aku akan buktikan kepada mereka yang telah menghina dan memaki keluarga ku, akan ku buat mereka hancur dan merasakan apa yang namanya jatuh miskin ' Guman Lian dalam hati, dia bertekad membalaskan dendamnya kepada orang yang selama ini melakukan seenaknya kepadanya
*
*
Jam sudah menunjukan pukul 19.00 malam, Lian mengingat di dapurnya sudah kehabisan bahan makanan, Lian memilih untuk makan di luar
" Tania ayo kita bersiap, Kakak ingin mengajak Tania keluar buat makan di luar " Ajak Lian kepada adiknya
" Yang benar kak? " Jawab Tania antusias
" Iya adik ku yang manis dan imut, kamu bersiap dulu ya " Ucap Lian mengacak ngacak rambut Tania
" Hehe, Iya kak aku ke kamar dulu ya " Jawab Tania dan diangguki oleh Lian
Tania bangun dari pangkuan Lian dan pergi ke kamarnya
Sambil menunggu adiknya, Lian melihat HP nya dan mengingat nomor seseorang
Setelah memasukan nomor telepon, Lian meneleponnya
" Hallo " Ucap seseorang disebrang telepon
" Hallo juga Queen, kamu masih ingat aku " Jawab Lian sembari bercanda
" Kamu Lian?! kamu sudah punya handphone Lian? " Tanya Queen terkejut
" Iya ini aku, aku sudah memiliki handphone sehabis menjual emas peninggalan orang tua ku " Ucap Lian berbohong karena tak mungkin dia mengatakan Sistem yang memberinya
" Oh iya Queen, apakah besok kau ingin menemani ku dan Tania ke mall untuk membeli keperluan sekolah dan kebutuhan lainnya? " Tanya Lian
" Apa boleh Lian? Ya aku mau banget! " Jawab Queen antusias
" Ya sudah nanti aku akan menjemput mu oke " Ucap Lian
" Menjemput ku? kau punya kendaraan Lian? " Tanya Queen penasaran
" Iya aku punya tunggu aku besok jam 10.00 " Jawab Lian sudah merencanakan akan membeli mobil di showroom hari ini
Lian sebenarnya bisa mengendarai mobil saat dia berumur 16 tahun dan diajarkan oleh ayah nya, dan saat ayah nya meninggal dunia, Lian menjual mobil itu untuk membeli kebutuhan rumah
" Baiklah aku akan menunggumu " Ucap Queen yang ingin melontarkan pertanyaan namun ia tak jadi mengeluarkannya
" Oke aku tutup ya "
" Iya mas ganteng hehe.. "
Tut
Telepon langsung dimatikan oleh Queen, Lian hanya tersenyum tipis dan geleng geleng kepala mendengar Queen menggodanya, dia memasukan handphonenya ke sakunya
" Kak aku udah siap! " Ucap Tania
Lian menoleh kearah Tania dan tersenyum
Lian melihat Tania dengan jaket berwarna pink dipadukan dengan celana panjang hitam, dan jepit rambut dengan motif bungan membuatnya semakin cantik dan imut
" Baiklah ayo kita pergi " Jawab Lian
" Kita akan pergi dengan berjalan kaki kak? " Tanya Tania sambil membentangkan tangannya untuk di gendong
" Enggak dek, kakak udah pesan taksi " Ucap Lian sambil menggendong tubuh kecil Tania
" Emangnya kakak punya uang? " Tanya Tania khawatir jika sang kakak hanya memiliki sedikit uang
" Gak kok, Tania nikmatin saja oke, kakak sekarang udah punya uang banyak karna tadi kakak jual emas peninggalan orang tua kita dek " Jawab Lian terpaksa berbohong karna mengetahui adiknya khawatir
Tania mengangguk mengerti dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Lian
Tak Lama taksi yang Lian pesan telah sampai, Lian membuka pintu taksi dan masuk kedalamnya
" Showroom mobil Kencana pak " Ucap Lian datar
" Baik mas " Jawab sopir taksi itu
Taksi itu meninggalkan rumah Lian dan pergi ke sebuah Showroom
Singkatnya Lian telah sampai di Showroom mobil Kencana, Lian membayangkan uang selembar berwarna biru
" Tip untuk bapak " Ucap Lian menyodorkan uang berwarna biru
" Wah terimakasih mas, semoga lancar rejeki ya " Jawab Sopir itu senang
" Aamiin terimakasih " Ucap Lian dan turun dari Taksi dan berjalan masuk kedalam showroom
Sesampainya di showroom, seorang sales wanita mendatangi nya
" Ada yang bisa saya bantu tuan? " Tanya sales wanita itu kepada Lian yang menggandeng tangan Tania
" Bisa rekomendasikan Super car termahal di showroom ini " Jawab Lian yang membuat karyawan dan pengunjung showroom terkejut mendengar ucapan Lian
" Ba-baik tuan muda mari ikuti saya " Ucap sang sales, Lian hanya berdehem sebagai jawaban
" Ini tuan mobil pertama ada Super car Lamborghini veneno roadster yang memiliki.... " Ucap sales wanita itu terpotong oleh Lian
" Saya beli, tolong uruskan surat suratnya saya sedeng terburu buru " Jawab Lian dingin dan menyodorkan kartu Black card Premium nya
" Ba-baik Tuan sa-saya panggilkan dulu manager perusahan dulu " Ucap sales terkejut melihat kartu Black card Premium milik Lian dan juga senang karena pasti mendapat bonus lumayan
" Hm, cepat lah " Jawab Lian singkat
Sales itu sedikit membungkuk dan pergi mengurusi surat surat mobil serta menelepon manager nya
" Hallo ada apa marisa " ucap manager itu di sembarang telpon
" Pak! ada yang membeli Super car Lamborghini veneno roadster menggunakan Black card premium " Jawab sales itu bernama Marisa
" Ck, cmn orang yang ingin membe.... APA!? Kau bilang membeli Lamborghini veneno roadster dengan Balck card Premium?! " Ucap manager itu terkejut
" Benar tuan, mohon cepat tuan atau tidak tuan muda akan pergi dan tak jadi membeli mobil " Jawab Marisa
" Baik, Baik saya akan kesana tolong layani klien besar kita " Ucap nya dan mematikan telpon nya
Orang yang dibicarakan oleh mereka, sedang menunggu diruang tamu showroom itu oleh karyawan lainnya dan Lian hanya mengiyakan saja
Lian duduk disebuah sofa dengan Tania dipangkuannya, menyuapi cemilan yang di sediakan di meja ke mulut Tania karena Tania yang minta
Lian tak mempersalahkan jika Tania manja kepada nya, sebenarnya dia suka jika Tania manja kepadanya
" Tuan muda " Panggil marisa
" Hmm " Jawab Lian hanya berdehem
" Ini ada manager perusahaan ingin menemui anda " Ucap marisa
Lian menoleh kearah marisa dan benar saja seorang pria paruh baya ada disampingnya
Lian memindahkan Tania dari pangkuannya ke sampingnya, Lian beranjak dari sofa nya
" Tuan muda maaf membuat anda menunggu, perkenalkan saya Danu manager perusahaan ini " Ucap Danu memberi jabat tangan
" Tak apa, Saya Lian Arkana " Jawab Lian membalas jabat tangan manager
' Arkana? aku belum pernah mendengar marga keluarga itu, apakah itu keluarga baru yang menduduki posisi keenam keluarga kaya di kota ini? ' Guman Danu dalam hati
" Tuan ini Black card Premium anda, surat-surat dan kunci mobil nya " Ucap Danu menoleh ke marisa yang membawa yang membawa nampan dengan ditutupi oleh kain merah
Marisa langsung melangkah kearah Lian menyerahkan surat surat, kunci, dan Black card nya
" Hmm, terima kasih " Ucap Lian singkat, marisa hanya mengangguk sebagai jawaban
" Apa saya boleh langsung membawa mobil itu sekarang? " Tanya Lian menatap manager showroom itu
" Boleh tuan muda, kami sudah memeriksa kembali mobil itu dan sudah siap pakai " Jawab Danu
" Mari saya antarkan tuan muda " Lanjut nya dan diangguki oleh Lian
Lian kembali kearah Tania, Tania yang mengerti langsung membentangkan tangannya untuk digendong oleh Lian
Lian hanya terkekeh kecil melihat adik kecil nya yang sudah terbiasa dengan hal ini, mereka berempat berjalan ke Super car berwarna hitam elegant itu
" Terima kasih atas pelayanan terbaik nya " Ucap Lian
" Sama sama tuan, kami senang jika tuan muda juga senang " Ucap Danu sedikit membungkuk
" Sudahlah Tuan saya lebih muda dibandingkan anda, seharusnya saya yang melakukan itu " Ucap Lian tak merasa enak jika orang yang lebih tua membungkuk kepada nya
" Tak apa tuan muda ini sudah menjadi etika kami menghormati pelanggan " Jawab Danu dan diangguki oleh Lian
" Baiklah saya pergi dulu " Pamit Lian
" Baik Tuan muda silahkan, oh iya ini kartu telepon saya jika tuan muda membutuhkan bantuan " Jawab Danu dan diterima oleh Lian
Lian masuk kedalam Super car nya itu, Tania hanya menikmati didalam mobil nya sejak dari tadi
" Apakah kamu siap nona untuk ketempat makan yang belum kau rasakan " Ucap Lian tersenyum dan menatap adik nya
" Ya aku siap! " Jawab Tania antusias
Hahahaha
Canda dan tawa ada di dalam mobil itu, Lian melajukan Super car nya ke sebuah restaurant yang terkenal di kota ini
Vrommm tutuu
Vrommm tututu
Suara Super car itu mengundang banyak pasang mata yang melirik mobil Lian
" Gila itu Lamborghini veneno roadster cok "
" Mobil itu bisa mencapai harga 87 miliyar anjirr "
" Wah kalo gw ngumpulin duit ampe gw mati gak akan kesampean "
Banyak komentar yang memuji Super car nya Lian dan juga ada yang iri padanya, namun Lian hanya fokus ke jalanan dan sesekali mengobrol santai dengan Tania
Singkatnya Lian telah sampai di restaurant Emerald, restaurant yang terkenal dan terbesar di kota ini
Super car Lian sekali lagi menjadi pusat perhatian di sana, Lian hanya acuh dan cuek karena malas menaggapi mereka
Lian keluar dari mobilnya dan berjalan ke pintu tempat duduk yang Tania duduki
Setelah Tania keluar dari mobil, Tania lagi dan lagi ingin digendong oleh Lian dengan manja
Lian hanya terkekeh kecil dan tak lama dia menggendong Tania, lalu mengunci mobilnya dengan remot
Lian dan Tania berjalan masuk ke dalam restaurant Emerald
" Kyahh liat itu pemuda tampan yang menggendong gadis kecil yang imut itu "
" Mereka seperti ayah dan anak atau kakak dan adik ya? "
" Sepertinya pria tampan itu sudah memiliki kekasih karna tak mungkin jika dia jomblo kayak kita "
Lian yang mendengar itu tak peduli, dia terus berjalan ke meja kosong restaurant itu
Kemudian duduk di sana, Lian menurunkan adiknya ke sebuah kursi di sebelahnya
[ Ding... menyelesaikan misi tersembunyi dari Sistem ]
...****************...
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!