NovelToon NovelToon

Sistem Kultivasi Raja

Eps. 1 — Kematian Ling Yuan

Jurang Kegelapan adalah salah satu tempat yang paling berbahaya di Kekaisaran Altaris, selain karena kedalamannya yang tidak pernah diketahui, kabut ungu yang muncul dari jurang tersebut juga sangat beracun.

Hampir tidak ada orang yang mau mendekati Jurang Kegelapan, beberapa warga yang terkpaksa melintasi jurang tersebut terkadang mendengar suara jeritan yang mengerikan, bahkan untuk seukuran para kultivator mereka tidak berani untuk ke sana.

Anehnya, di suatu waktu ada seorang pemuda yang berdiri tepat di tepi Jurang Kegelapan itu. Usia pria itu terlihat 20-an tahun, tatapan yang kosong tertuju ke kedalaman jurang yang gelap, meski terlihat mengerikan tetapi pemuda itu tampak tidak takut melihatnya.

Butuh satu langkah untuk pemuda itu jatuh ke dalam Jurang Kegelapan, anehnya justru ia terlihat untuk merencanakan hal tersebut.

"Jadi akhir hidupku ternyata akan seperti ini..." Pemuda itu tersenyum tipis, sorot matanya menunjukkan kekecewaan alih-alih rasa takut ketika melihat kegelapan jurang.

Pemuda itu bernama Ling Yuan, seorang kultivator yang baru-baru ini terkenal di dunia persilatan karena tindakannya yang menghancurkan banyak organisasi kriminal seorang diri.

Meski terlihat berusia 20-an awal, usia sebenarnya Ling Yuan adalah 80 tahun, berkat tingkat kekuatannya yang tinggi membuat pemuda itu tampak lebih muda dari usia aslinya.

"Ibu... Ayah... Maafkan aku karena belum membalaskan dendam kematian kalian..." Ling Yuan memejamkan matanya, membayangkan sosok yang ia cintai selama ini.

Sekelebat bayangan masa lalu terlintas di benak Ling Yuan, dulunya ia merupakan anak dari seorang bangsawan, masa kecilnya cukup bahagia sampai suatu hari ia dihadapkan dengan kejadian tragis dimana seluruh keluarganya terbunuh dalam waktu satu malam.

Kejadian itu tidak pernah Ling Yuan lupakan bahkan sampai mati, ia masih mengingat jelas bagaimana kedua orang tuanya dibunuh di depan matanya secara langsung.

Ling Yuan yang waktu itu masih muda, tidak mempunyai ilmu beladiri sehingga hanya bisa menangis ketika semua orang terdekatnya dibantai satu persatu.

Akibat peristiwa tersebut membuat Ling Yuan trauma selama belasan tahun lamanya, Ling Yuan juga menjadi anak yang terlantar, ia menjadi pengemis dan pergi ke berbagai tempat tanpa memiliki arah tujuan yang jelas.

Satu-satunya motivasi yang membuat Ling Yuan bertahan hidup adalah tekadnya untuk membalaskan dendam atas keluarganya namun suatu hari Ling Yuan harus dihadapkan kenyataan pahit bahwa tanpa kekuatan, kau akan selamanya tertindas.

Meski Ling Yuan berusaha menutupi kelemahannya dengan menjadi seorang kultivator tetapi bakatnya terbilang cukup biasa bahkan buruk dalam dunia persilatan.

Tidak peduli berapa lama Ling Yuan berlatih, seberapa keras latihannya, kultivasinya tidak banyak berkembang.

Ling Yuan sempat merasa putus asa dan berpikir semua usahanya sia-sia sampai suatu ketika dirinya menemukan sebuah kalung artefak yang membuat nasibnya berubah.

Dengan artefak itu, perkembangan ilmu beladiri Ling Yuan berkembang pesat sampai dititik ia menjadi bagian dari 20 jagoan terkuat dalam dunia persilatan.

Dengan kekuatannya, Ling Yuan kemudian menggunakannya untuk menghancurkan banyak organisasi kriminal yang dulu membantai keluarganya. Sudah tidak terhitung nyawa hilang di tangannya, tidak terhitung berapa banyak organisasi yang dirinya lenyapkan.

Ketika Ling Yuan berpikir ia bisa membalaskan dendam keluarganya pada salah satu organisasi kriminal yang ia incar, dirinya ternyata di jebak oleh mereka.

Tindakan Ling Yuan yang menghancurkan banyak organisasi membuat para kriminal murka sehingga mereka bekerjasama untuk menghabisi pemuda tersebut.

Ling Yuan harus menghadapi ribuan kriminal seorang diri, jika bukan karena kemampuannya yang tinggi Ling Yuan mungkin tidak bisa bertahan lama menghadapi lautan musuhnya.

Meski berhasil membunuh ratusan dari lawannya, bayaran yang diterima Ling Yuan juga sangat besar yaitu dirinya kehilangan salah satu tangannya.

Melihat para kriminal itu ketakutan setelah menyaksikan kemampuannya, Ling Yuan bergegas pergi dari lokasi tersebut hingga akhirnya ia sampai di Jurang Kegelapan.

Kehabisan banyak darah serta luka dalam yang Ling Yuan alami memungkinkan dirinya kesulitan untuk mempertahankan hidupnya dalam waktu yang lama.

"Jadi kau pergi kesini, cepat kepung dia!"

"Hari ini adalah hari terakhir hidupmu, kau akan menyesal telah berurusan dengan para kriminal!"

Para kriminal itu akhirnya menemukan Ling Yuan kembali yang ternyata ada di dekat jurang, mereka langsung mengepung pemuda tersebut, tidak berencana melepaskan Ling Yuan begitu saja.

Ling Yuan tersenyum tipis sambil mengeluarkan pedangnya, menghitung jumlah qi yang tersisa, meski hanya satu tangan Ling Yuan masih bisa bertarung kembali. Ling Yuan berencana untuk membawa banyak kriminal itu ke alam baka bersamanya.

Tentu saja para kriminal itu juga tidak gegabah, meski dalam keadaan terluka, kekuatan Ling Yuan yang menduduki 20 jagoan terkuat sangat diperhitungkan dalam dunia persilatan terutama kemampuan pedangnya yang tinggi.

Salah seorang dari para kriminal itu tiba-tiba ada yang memisahkan diri lalu melangkah maju mendekati Ling Yuan, dia adalah pemimpin dari pasukan organisasi kriminal itu, penampilannya merupakan pria sepuh yang memiliki jenggot yang sudah memutih.

"Saudara Ling, kurasa kau sudah mengetahui situasimu dengan benar. Jadi selama kau menyerah secara baik-baik dan memberikan semua harta bendamu pada kami maka ada kemungkinan kami masih bisa mengampuni dirimu..." Ucap pria sepuh itu sambil memberikan hormat pada Ling Yuan.

Pria sepuh itu sudah banyak kehilangan anggota organisasinya, jika Ling Yuan masih melawan lagi maka akan lebih banyak korban yang jatuh di pihaknya.

Mendengar perkataan tersebut, Ling Yuan langsung tertawa dengan lantang. "Mengampuniku? Bukankah sudah terlambat untuk melakukannya sekarang."

"Sebenarnya kami menjebakmu bukan untuk menghabisimu tetapi karena mendengar bahwa kau mempunyai pusaka yang berharga."

Ling Yuan tersenyum mengejek. "Tua bangka, siapa yang sedang kau bohongi? Jelas-jelas sejak awal kau ingin membunuhku."

Raut pria sepuh memburuk sementara Ling Yuan tidak menunggu jawabannya melainkan langsung bergerak ke pasukan musuh dan memainkan pedangnya.

Pertarungan kembali terjadi, pedang Ling Yuan yang tajam bergerak begitu cepat menghabisi lawan didekatnya, dalam waktu yang singkat sudah belasan nyawa tergeletak di tanah.

Ling Yuan ingin menghabisi lebih banyak musuhnya namun lukanya yang sudah parah membuatnya tak bisa bertahan lama, dalam detik berikutnya Ling Yuan mendapatkan luka tambahan.

Ling Yuan melompat mundur ke tepi jurang kembali sebelum memuntahkan darah segar, kehabisan banyak darah membuat pandangannya mulai kabur. Nafas Ling Yuan juga memburu namun tidak ada ketakutan dari wajah pemuda itu terhadap kematiannya melainkan justru tersenyum.

Melihat ekspresi Ling Yuan, raut pria sepuh itu segera menyadari niat pemuda itu selanjutnya. Benar saja, dalam satu gerakan yang terakhir, Ling Yuan melangkah mundur hingga membuat tubuhnya tidak lagi menapak di tanah melainkan jatuh bebas ke dalam Jurang Kegelapan.

"Tidak-! Jangan biarkan dia jatuh!" Jerit pria sepuh itu, ia tidak rela Ling Yuan mati begitu saja tanpa memberikan keuntungan padanya namun usahanya sedikit terlambat karena perlahan tapi pasti, tubuh pemuda itu tertelan oleh kegelapan abadi dari Jurang Kegelapan.

Ling Yuan sempat melihat kekesalan pria sepuh itu sesaat sebelum pandangnya menjadi gelap. Sambil tersenyum tipis Ling Yuan kemudian berkata pada dirinya. "Ayah... Ibu... Sebentar lagi kita akan bertemu."

Eps. 2 — Terlahir Kembali

Ling Yuan membuka matanya setelah mendapatkan kesadarannya kembali namun disekitarnya hanya ada kegelapan pekat serta kesunyian yang tidak berujung.

"Apakah aku sudah mati atau masih jatuh ke kedalaman jurang?"

Ling Yuan kebingungan dengan situasi yang terjadi, yang pasti saat ini tubuhnya tidak sedang menapak apapun seolah Ling Yuan sedang melayang di udara.

Ling Yuan menelan ludah, kalau ia belum mati saat ini dan masih terjatuh, dirinya harus bersiap untuk merasakan rasa sakit yang membuatnya terbunuh ketika sampai di dasar jurang.

"Kuharap kepalaku yang duluan mendarat agar kematianku tidak terlalu sakit, mungkin." Ling Yuan tersenyum tipis, kegelapan disekitarnya membuat ia tak bisa melihat apapun bahkan Ling Yuan tidak bisa melihat tangan dan kakinya sendiri.

Disisi lain, Ling Yuan sudah tidak merasakan sakit lagi akibat luka dan kehilangan salah satu tangannya. Selain itu, ia juga tak bisa menggerakkan tubuhnya.

Setengah menit berlalu, Ling Yuan masih dalam kondisi yang sama. Ling Yuan yang sudah bersiap-siap untuk mati kini mengerutkan dahi.

"Seberapa dalam jurang ini, kenapa aku belum sampai juga?"

Ketika Ling Yuan masih mencerna situasinya tiba-tiba sebuah cahaya kehijauan muncul di bagian dadanya. Ling Yuan terkejut, ia mengetahui yang bercahaya tersebut adalah kalung artefak yang selama ini dia bawa, diwaktu bersamaan, ada suara akrab yang muncul di kepalanya.

[Dikonfirmasi, Player sedang dalam bahaya, penyatuan sistem dengan tubuh segera diproses!]

Wajah Ling Yuan menjadi cerah setelah mendengar suara tersebut. "Sistem, ternyata kau masih berfungsi?!"

Ling Yuan mengenali entitas yang hanya bersuara di pikirannya itu sebagai 'Sistem'. Berkat kalung artefak yang Ling Yuan temui, ia jadi mengenal sesuatu yang disebut Sistem Kultivasi.

Tidak ada yang tahu bahwa dengan Sistem Kultivasi inilah Ling Yuan jadi kultivator hebat di dalam kehidupannya.

Sistem Kultivasi menyediakan jalur kultivasi yang berbeda dengan kultivator pada umumnya, selain perkembangan kultivasinya lebih cepat, kekuatan yang dihasilkannya juga jauh lebih kuat.

[Proses penyatuan sistem sedang berlangsung... 3, 2, 1, selesai! Pengulangan restart level segera dilakukan, player akan kembali ke level 1, mengulang hidupnya kembali menjadi player baru.]

Ling Yuan mengedipkan mata dengan cepat ketika layar hologram muncul di depan matanya. Ini bukan kali pertama Ling Yuan melihat layar hologram tersebut sehingga tidak membuatnya kaget.

Di layar itu tertulis level kekuatan Ling Yuan saat ini namun yang mengejutkan angka level itu kini menurun.

Ling Yuan yang susah payah menaikan level kekuatannya sampai harus bertarung mempertaruhkan nyawanya, kini angka level itu harus menurun dengan kecepatan yang luar biasa hingga akhirnya mentok di level 1.

"Apa yang..."

Ling Yuan belum menyelesaikan kalimatnya saat tiba-tiba cahaya kehijauan itu semakin terang, kalung artefak yang dipakainya perlahan masuk dan menyatu dengan tubuhnya.

Ling Yuan terkejut, namun di waktu yang bersamaan ia mendadak merasakan rasa sakit di sekujur tubuhnya, Ling Yuan yang sudah menjalani berbagai rasa sakit sekalipun tidak pernah merasakan rasa sakit sehebat ini sebelumnya.

Ling Yuan berteriak sekuat tenaga seolah berharap rasa sakit itu mereda namun alih-alih menghilang, rasa sakit yang sama semakin menjadi.

Karena tidak bisa menahannya, Ling Yuan kemudian kehilangan kesadarannya kembali.

***

"Ah, lihatlah, anakku ternyata baru bangun ya?"

Suara lembut dari seorang wanita adalah hal pertama yang Ling Yuan dengar ketika ia membuka matanya lagi. Tubuh Ling Yuan membeku ketika menatap wanita yang muncul didepan matanya, wanita tersebut yang tak lain adalah ibunya sendiri.

"Hm, kenapa kau menatap Ibu seperti itu Yuan'er, kau terkejut karena ibumu cantik." Wanita itu tertawa kecil.

"Istriku, ada apa?" Suara seorang laki-laki tak lama terdengar dari belakang wanita itu sebelum kemudian ia duduk di sampingnya. Jelas laki-laki itu adalah suami wanita tersebut.

"Bukan apa-apa suamiku, aku hanya senang malihat Yuan'er baru bangun dari tidurnya."

Ling Yuan kembali terkejut untuk kedua kalinya, jika wanita tadi adalah ibunya maka laki-laki yang bersamanya merupakan sosok ayahnya.

Mata Ling Yuan mulai memanas, dadanya terasa sesak, dua sosok yang ia rindukan selama ini akhirnya bisa Ling Yuan temui kembali.

Sudah hampir 65 tahun semenjak Ling Yuan melihat orang tuanya terakhir kali, ia hampir melupakan wajah orang tuanya termasuk senyuman mereka yang hangat.

Ling Yuan sudah menahan kerinduannya begitu lama pada mereka, melihat keduanya di depan matanya sungguh membuat pria itu terharu dan mulai mengeluarkan air mata.

"Eh, kenapa Yuan'er menangis?" Wanita itu terkejut ketika air mata keluar dari anaknya.

"Kau benar, tapi kenapa menangisnya begini, bukankah bayi seharusnya menangis sambil berteriak ya?"

"Suamiku, apa kau perlu membahas hal yang seperti ini?!" Wanita itu menatap tajam suaminya yang membuat laki-laki itu menyeringai lebar.

"Aku cuma becanda, menangis atau tidak Yuan'er tetap anakku, terlebih dia tetap tampan seperti ayahnya." Goda sang suami sambil mengecup pipi istrinya.

Sang istri memutar bola matanya lalu mulai menenangkan Ling Yuan agar berhenti menangis.

Disisi lain Ling Yuan terdiam ketika mendengar ucapan ayahnya. 'Bayi? Aku? Bukankah aku sudah berumur 80 tahun?'

Butuh beberapa saat hingga Ling Yuan menyadari maksud ucapan ayahnya. Mungkin karena terlalu terbawa suasana bertemu dengan orang tuanya kembali, membuat Ling Yuan abai pada sekitarnya.

Ketika Ling Yuan mengangkat tangannya, tidak ada lagi tangan yang terpotong atau dipenuhi luka tebasan pedang. Tangannya itu kini berubah menjadi kecil dan pendek seperti tangan bayi.

Tidak hanya tangan, tetapi anggota tubuh Ling Yuan juga mengalami hal yang sama. Tubuh Ling Yuan menjadi kecil, matanya semakin melebar ketika melihat ke arah cermin dan menampakkan seorang bayi yang sedang di gendongan ibunya.

Bayi itu yang tidak lain adalah dirinya sendiri.

"Aku berubah menjadi bayi?!"

Ling Yuan membuka mulutnya namun suara yang terdengar justru seperti rengekan atau erangan. Ling Yuan benar-benar kaget dan kesulitan memahami situasinya saat tiba-tiba ia teringat dengan perkataan sistem bahwa ia akan mengulang hidupnya kembali sebagai player baru.

"Ini... Apa ini nyata?" Ling Yuan berusaha mencubit pipinya dengan tangannya yang mungil, ternyata ia masih bisa merasakan rasa sakit. "Ini bukan mimpi! Artinya aku benar-benar kembali ke masa lalu dan terlahir kembali."

Ling Yuan menatap kembali ke arah kedua orang tuanya yang sekarang terlihat berbincang membahas sesuatu. Ling Yuan tidak peduli lagi apakah ini nyata atau tidak yang pasti, ia merasa senang diberi kesempatan untuk mengubah takdirnya.

'Jika yang dikatakan sistem benar maka kali ini aku akan melindungi keluargaku, aku tidak akan membiarkan mereka dan orang terdekatku terbunuh di kehidupan kedua ini!'

Sebuah tekad menyala dari sorot mata Ling Yuan yang masih bayi, mata yang memancarkan ambisi, kekuatan, dan keberanian.

Eps. 3 — Keluarga Bangsawan

Seingat Ling Yuan, dirinya saat kecil dulu bukanlah anak yang jenius atau dikatakan berbakat, bisa dikatakan pertumbuhannya sedikit lambat dari anak pada umumnya tetapi di kehidupan kedua ini, semua hal itu jauh berbeda.

Dari sudut pandang orang tuanya, Ling Yuan sering dikatakan sebagai anak yang istimewa, dalam usia 2 tahun ia sudah berbicara dengan fasih, dapat mencerna situasi sekelilingnya dengan baik, serta mampu berjalan dengan lancar.

Ibunya, Han Xinyue, paling banyak menyaksikan bagaimana pertumbuhan Ling Yuan dari waktu ke waktu, selain disebut-sebut sebagai anak yang pintar, putranya tersebut juga memiliki karakter yang dewasa.

Ling Yuan tidak banyak berbicara kecuali yang penting-penting saja. Dirinya juga tidak mau bermain dengan anak seusianya ketika Han Xinyue mengajaknya ke luar, puteranya tersebut lebih sering menyendiri seperti merenungi banyak hal layaknya orang dewasa.

"Yuan'er, seperti biasa kau selalu membuat ibu kagum..."

Di suatu hari yang cerah, Han Xinyue mengajari anaknya soal menghitung. Seperti biasanya, ia takjub dengan kecerdasan anaknya itu

Di usia 5 tahun, Ling Yuan telah diajarkan membaca, menghitung, dan menulis. Han Xinyue tak henti-henti memuji kejeniusan putranya yang dapat menguasai keterampilan dasar tersebut dalam waktu beberapa bulan saja.

Ling Yuan yang sering dapat pujian tentu saja tidak merasa tersanjung, itu karena pada dasarnya ia sudah menguasai semua itu dari awal.

Biarpun ia memiliki tubuh anak kecil tetapi mentalnya telah berusia 80-an tahun. Ling Yuan hanya berpura-pura belajar agar ibunya atau yang lain tidak menaruh curiga ketika ia bisa apapun.

Ling Yuan tersenyum canggung, "Ini semua berkat pengajaran Ibu yang baik sehingga aku bisa memahaminya dengan mudah."

Han Xinyue tidak bisa menerima pujian itu, sistem pembelajaran yang ia lakukan sebenarnya tergolong biasa saja, hanya Ling Yuan yang memang dapat mempelajarinya semuanya dengan cepat.

"Sayang, putraku... Ternyata kalian sedang disini?"

Seseorang tiba-tiba masuk ke ruangan mereka berdua, Ling Yuan terkejut sebelum memberikan hormat pada seseorang tersebut.

"Selamat datang, Ayah."

Orang yang memasuki ruangan mereka memang adalah ayah Ling Yuan yang bernama Ling Fei.

Ling Fei merupakan pria berusia 30-an awal, wajahnya terlihat hangat, memiliki tatapan tegas namun aura tubuhnya menunjukkan kharisma sebagai seorang bangsawan.

"Suamiku, sejak kapan kamu pulang?"

"Beberapa menit lalu, aku langsung kesini karena merindukan kalian." Ling Yuan mengecup pipi istrinya tersebut yang membuat pipi Han Xinyue memerah.

"Kalau aku mengetahui kepulanganmu sejak awal, mungkin aku bisa menyambutmu di pintu masuk."

"Aku memang sengaja melakukannya, anggap saja ini sebagai kejutan." Ling Fei tertawa kecil.

Ling Fei baru saja pulang setelah melakukan perjalanan jauh yang memakan waktu sampai berbulan-bulan lamanya. Wajar saja ketika pulang, Ling Yuan maupun Han Xinyue terkejut melihatnya Ling Fei kembali setelah sekian lama tak jumpa.

"Kau semakin besar saja, Yuan'er, apa nafsu makanmu cukup besar?" Ling Fei menghampiri Ling Yuan sebelum kemudian menggendong putranya itu.

Ling Yuan tersenyum canggung, meski ia sudah sering digendong ibunya namun hal ini tidak membuatnya jadi terbiasa, bagaimanapun dari tubuh kecilnya saat ini tersimpan jiwa seorang pria yang sudah kakek-kakek.

"Itu karena masakan Ibu yang selalu enak ayah, aku tak bisa menolaknya." Jawab Ling Yuan asal.

"Kalau itu aku setuju, dia memang istri yang pandai memasak. Sebab itu aku menikahinya..."

"Kalian ini, jangan memujiku seperti itu!" Han Xinyue melotot pada sepasang ayah dan anak itu dengan raut wajah yang dibuat kesal.

Ling Fei dan Ling Yuan tertawa, tentu saja Han Xinyue tidak marah, meski terlihat kesal namun pipinya merona kemerahan. Han Xinyue berkata demikian karena ingin menyembunyikan perasaannya yang sedang malu karena dipuji.

Sambil mendengus, Han Xinyue kemudian berlalu ke dapur dan mulai memasak, kepulangan suaminya harus ia sambut dengan masakan yang lezat seperti biasanya.

Sambil menunggu masakan Han Xinyue matang, Ling Yuan dan Ling Fei berjalan-jalan di sekitar kediaman mereka dengan posisi Ling Yuan masih digendong ayahnya.

"Bagaimana dengan perjalanan ayah?" Ucap Ling Yuan, membuka percakapan keduanya.

"Berjalan lancar, hanya sedikit masalah saat sampai di tujuan." Ling Fei tersenyum pahit ketika anaknya bertanya demikian.

Ling Fei adalah calon utama yang akan menjadi Kepala Keluarga Bangsawan Ling di generasi selanjutnya setelah ayahnya.

Keluarga Bangsawan Ling merupakan salah satu dari ratusan keluarga bangsawan yang berada di Kekaisaran Altaris. Keluarga Ling termasuk kategori bangsawan kecil dibandingkan yang bangsawan lain, ia memerintah sebuah kota bernama Kota Verhia.

Perjalanan Ling Fei sebelumnya adalah pergi ke keluarga bangsawan menengah untuk menawarkan kerjasama, dari ekspresi Ling Fei, Ling Yuan mengetahui bahwa kerjasama itu berakhir dengan kegagalan.

Meski terasa pahit, namun Ling Yuan justru merasa lega dengan kabar tersebut.

'Ini berarti masa depan masih belum berubah setelah lima tahun aku kembali dari kematian...' batin Ling Yuan.

Han Xinyue tidak mengetahui bahwa alasan Ling Yuan tidak mau berinteraksi dengan orang lain selama ini karena khawatir hal tersebut bisa mengubah masa depan yang ia ingat di kehidupan pertamanya.

Saat ini masa depan itu masih bisa Ling Yuan lihat, dengan begitu ia masih memiliki peluang untuk menyelamatkan keluarganya di masa depan nanti.

Di malam harinya, Ling Yuan meminta berpisah kamar dengan kedua orang tuanya. Sudah lama Ling Yuan ingin mengatakan hal ini, dia baru berbicara sekarang ketika ayahnya telah pulang.

Han Xinyue jelas menolak permintaan tersebut namun Ling Yuan tidak menyerah begitu saja, Ia mulai membujuk ibunya dengan wajah yang memelas.

"Aku sudah besar Ibu, aku mohon biarkan aku tidur di kamarku sendiri."

Han Xinyue menanggapinya dengan senyuman tipis, jelas-jelas anaknya itu masih kecil, ia bahkan baru menginjak usia 5 tahun beberapa minggu yang lalu.

Setelah proses yang panjang, akhirnya Han Xinyue mengalah setelah Ling Yuan terus memohon padanya.

"Bagaimana denganmu suamiku?" Tanya Han Xinyue pada suaminya tersebut.

"Aku mengikuti keputusanmu, kamu pasti mengetahui apa yang terbaik buat Yuan'er." Ling Fei tertawa kecil.

Sebagai calon kepala keluarga, Ling Fei memang memiliki kesibukan berat sehingga ia mempunyai sedikit waktu bersama keluarganya.

Han Xinyue menghembuskan nafas kasar lalu menoleh pada Ling Yuan. "Baiklah, Ibu izinkan kamu tidur sendiri mulai hari ini tetapi jika kamu takut, kau boleh ke kamar Ibu dan Ayah lagi."

Ling Yuan mengangguk sambil tersenyum lebar, sudah sejak lama ia ingin memiliki ruangan privasinya sendiri dan baru kali ini dirinya bisa mendapatkannya.

Han Xinyue kemudian memerintahkan salah satu pelayan yang bekerja di kediamannya untuk menyiapkan kamar bagi Ling Yuan.

"Akhirnya aku bebas juga..." Ling Yuan menjatuhkan punggungnya di tempat tidur ketika kamar yang disediakan untuknya akhirnya selesai.

Selama ini Ling Yuan tidak bisa leluasa bergerak akibat ibunya memperhatikannya setiap waktu, padahal Ling Yuan mempunyai misi besar untuk menyelamatkan keluarganya di kehidupan keduanya ini.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!