Dunia ini, sudah di ambang kehancuran kedamaian sudah sirna dari muka bumi. semenjak para iblis muncul dan berbuat kerusakan, dunia ini sudah seperti kiamat.
banyaknya umat manusia di bunuh oleh iblis, yang terus membantai umat manusia. apakah ini akhir dari semua nya?.
Tidak, ini belum berakhir, Tuhan itu Maha Adil. karna Tuhan Maha adil Dia Memberikan Anugerah kepada Beberapa Manusia Berupa Kekuatan atau Biasa disebut "Ki", Ki ini Adalah sebuah Energi yang dihasilkan oleh Tubuh manusia yang dapat di ubah menjadi sihir sehingga bisa di gunakan untuk apapun itu, baik itu untuk bertarung ataupun memudahkan pekerjaan.
Ki juga dapat menyembuhkan penggunanya yang disebabkan oleh serangan apapun itu. Kekuatan, sihir dan Jumlah Ki, berbeda beda di setiap orang. tergantung seberapa beruntung dia, dan tidak semua orang memiliki Ki di dalam tubuh nya, hanya beberapa manusia pilihan sajalah yang dapat menghasilkan Ki.
Mendengar berita tentang orang orang yang memiliki kekuatan ini, pemerintah dunia segera mendirikan sebuah Akademi bernama "Devil Hunter school" Devil hunter ini adalah sekolah yang Didirikan untuk Membiayai sekaligus Melatih orang-orang yang memiliki Ki Agar dapat Melawan iblis yang mengancam Keamanan dunia, dan bagi mereka yang sudah lulus dari Akademi ini dapat bergabung ke dalam Asosiasi yang bernama Devil Hunter.
Asosiasi ini, akan membayar mereka yang memiliki kekuatan dan jumlah bayaran nya juga tergantung seberapa tinggi tingkatan pangkat mereka, Asosiasi ini bertekad Untuk Mencari sang Raja dari para iblis, agar dapat membasmi mereka dari muka bumi ini.
Di sebuah desa terpencil hidup lah seorang anak laki-laki yatim piatu berumur 15 tahun, ia bernama Radit Sebastian, dia ingin sekali menjadi seorang pahlawan yang menyelamatkan banyak umat manusia dengan kekuatan nya, dan juga ingin membalaskan dendam orang tua nya yang tewas akibat serangan iblis. namun impian mulianya terhalang karna dirinya tidak mempunyai kemampuan khusus atau kelebihan yang di miliki pahlawan lain.
namun ia tidak menyerah begitu saja, berkat kegigihannya ia terus melatih tubuhnya dengan cara melakukan latihan fisik seperti sit up, push up, squad dan latihan tubuh lainnya agar membuat tubuhnya dapat menjadi lebih kuat, ia terus melatihnya mulai dari pagi, siang, malam, pagi, siang, malam, senja. Namun semuanya sia-sia. mau seberat apapun latihan fisiknya, mau sebanyak sebanyak apa pun dia melatih tubuh nya, tubuhnya hanyalah tubuh manusia biasa yang hanya bisa melakukan pukulan, tendangan, tangkisan dan serangan fisik lain nya. bahkan dengan tubuhnya yang sudah dilatih sekuat tenaga itu pun ia hampir mati karna monster keroco yang mempunyai level ancaman rendah atau bisa dikatakan level ancaman yang paling mudah untuk dikalahkan.
Kalian yang baca pasti mengira beliau akan latihan fisik yang gak masuk akal terus jadi botak lalu jadi MC yang punya kekuatan di luar nalar kan?, ini bukan cerita one punch man kocak, oke lanjut.
Walaupun begitu ia mempunyai ide yang Di luar nalar bahkan tidak masuk akal, dia berinisiatif untuk melompat dari jurang Yang sangat dalam dan berpikir jika tubuhnya Dalam keadaan yang Genting atau Membahayakan nyawa kekuatan terpendam dalam dirinya akan keluar. Radit memang berfikir itu tidak masuk akal tapi dia tidak punya pilihan lain hanya itu pilihan terakhir nya untuk mengeluarkan kekuatan terpendam nya.
setelah sampai di atas tebing yang curam, yang kedalamannya sekitar lebih dari 1000 meter.
Radit mengambil nafas panjang serentak dengan hembusan nafasnya Radit pun melompat dari tebing itu, Radit jatuh kebawah (ya iyalah jatuh ke bawah ya kali jatuh ke atas) dengan sangat cepat, ia melesat ke bawah jurang yang gelap dan dalam itu. ketika angin yang kencang menerpa wajah nya, dia memberanikan diri membuka matanya, dan yang terlintas di pikirannya hanyalah mati.
"lebih baik aku mati dari pada menjadi seorang pecundang" ucapnya dalam hati.
namun takdir berkata lain seseorang berjubah serba hitam melesat dengan cepat bak peluru yang menangkap nya dengan sangat gesit. menyelamatkan nya dari kematian, seseorang itu mengenakan topeng dan memakai jubah hitam panjang. Radit terkejut dia tidak jadi menemui ajalnya, radit menatap orang yang menyelamatkan nya. orang itu melepaskan topengnya, dan ternyata seorang pria yang sudah tua.
"apa yang kau lakukan anak muda? Kau ingin bunuh diri?, apa kau tidak tau jika kau mati bunuh diri akan membawa mu masuk neraka jalur VIP?, di ikat sama malaikat dan di jadikan samsak tinju lalu di makan sama Cerberus ha? tanyanya kepada sebastian, "apa kau hilang akal?", ucapnya lagi.
"aku ingin memiliki kekuatan, aku ingin menyelamatkan banyak orang dan aku ingin membalaskan dendam orang tua ku ke iblis" Ucap Radit dengan raut wajah sedih.
"tapi tubuhku tidak bisa menghasilkan Ki seperti orang lain, jadi aku berpikir jika aku terjun dari jurang kekuatan superku akan keluar." Lanjutnya lebih sedih lagi.
"dapat kekuatan enggak. mati dalam keadaan konyol iya lu Blok" celetus kakek itu dengan geram.
"kau tidak mengerti perasaanku, kau beruntung kek, dirimu di anugerahi tubuh yang dapat menghasilkan Ki sedangkan aku? Aku tidak bisa apa apa, aku hanya seorang pecundang. Seandainya aku sepertimu kakek"
Semua ucapan yang keluar dari mulut Radit sungguh menyedihkan, dari perkataannya sangat terpancar jelas keinginannya yaitu menjadi seorang yang kuat, seolah olah ada sesuatu yang di tujunya, tapi apalah daya ia hanya manusia biasa yang tidak memiliki Ki di dalam tubuhnya.
"Haa?? Ki?, Kata Siapa bilang aku punya Ki? , aku tidak punya Ki " ucap kakek itu.
"hah? Bagaimana bisa? Kau tadi melesat bagaikan peluru dan menangkapku dengan sangat cepat, lantas kalau bukan Ki itu apa?, tidak mungkin itu hanya kekuatan biasa, tidak mungkin itu hanya kekuatan fisik, kakek ini dukun ya? Pake ilmu hitam?, hati hati loh kek nanti di bongkar pesulap merah" Ucap Radit seenak jidat nya.
" Gak lah kocak ya kali aku pake ilmu hitam, udah gak gacor, trik nya banyak kena bongkar. Aku memang tidak dapat mengeluarkan Ki tapi aku Bisa menolong mu kan? " Ujar sang kakek.
Radit terkejut tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari kakek itu "tidak mungkin kakek pasti bohong, kakek sengaja mengarang itu karna tidak ngin membuatku sedih kan? " Ujar Radit dengan sedih sekaligus kesal.
"Untuk apa aku harus berbohong kocak, faktanya aku memang manusia biasa yang tidak mempunyai kekuatan supranatural, kekuatan super bahkan ilmu hitam, lu kira gua dukun? aku juga tidak bisa mengeluarkan Ki seperti orang-orang yang diberikan anugerah oleh Tuhan. Akan tetapi walaupun aku tidak terlahir dengan Ki, Tuhan tetap maha adil. aku masih di berikan cara agar dapat menyelamatkan umat manusia" ucapan kakek itu seperti tidak ada kebohongan sedikit pun yang dia ucapkan.
"jika memang benar apa yang kau ucapkan itu, kumohon angkat aku jadi muridmu, jadikan aku kuat seperti mu kek, hanya engkau lah harapanku" kata Radit sembari bersujud bersedih ke arah kakek itu.
"Hei Nak angkat kepalamu, mengapa kau bersujud di hadapan ku?, kau pikir aku Tuhan?, aku bukan tuhan, simpan sujud mu untuk Tuhan mu" ucap sang kakek.
"Baiklah akanku angkat kepalaku, tapi kumohon jadikan aku muridmu", ucap Radit dengan sangat serius.
"Keras kepala juga nih anak, baiklah aku akan mengangkatmu menjadi muridku, namun aku akan bertanya satu hal kepadamu kalau kau tidak bisa menjawab pertanyaanku kau Gagal dan coba lagi tahun depan" ujar sang kakek.
"Udah kayak tes CPNS aja, Pertanyaannya essay apa Pilihan berganda kek?" tanya Radit ingin tau.
"Kau kira ini Ujian nasional?, pertanyaannya mudah mengapa kau ingin menjadi menjadi murid ku?, dan mengapa kau ingin sekali mendapatkan kekuatan super" Tanya kakek itu dengan serius
"jawab dengan jujur dan sebenar benarnya, jikalau kau bohong sedikit pun aku tidak akan mengangkatmu menjadi muridku" lanjut nya dengan tegas.
"aku bisa membaca raut wajah seseorang jadi aku tau jika kau berbohong atau jujur"
"jawab dengan jujur dan bijak" lanjut orang yang sudah berumur itu.
"aku ingin menolong orang banyak dengan kekuatanku, aku tidak ingin ada banyak orang-orang menderita karna ulah iblis, akanku basmi semua iblis di muka bumi ini sampai tidak tersisa dan akanku cari Raja mereka dan akanku penggal dan kupersembahkan kepala nya kepada dunia" ucap Radit dengan wajah yang serius.
mendengar ucapan Radit, kakek itu berkata dalam hati "buset, Ngeri jugak Keinginan dia ni, tapi sepertinya dia ini anak yang baik". Sambil tersenyum kecil.
"Membunuh raja iblis? Yakin dek?, Tapi kurasa jika kau latihan lebih keras lagi kemungkinan kau bisa membunuh raja iblis" ucapnya kepada Radit.
"apa aku diterima menjadi muridmu?"
Radit bertanya dengan senyum sumringah di wajah nya, melihat wajah Radit yang berseri-seri seperti itu, kakek itu tersenyum lembut antara senang dan kasihan. kakek Shin kemudian bertanya tentang kisah hidup Radit.
"sebelum itu aku ingin tau siapa namamu dan aku juga ingin mendengar cerita hidupmu, sepertinya cukup pahit" ucapnya seolah olah mengetahui masa lalu Radit.
"baiklah pertama-tama namaku Radit Sebastian umurku 15 tahun, aku masih lajang, belum menikah".
"Ya wajar sih wajahmu jelek" potong kakek itu.
"Idih Gak sadar diri ni Kakek-kakek peyot" ucap Radit agak kesal.
"Apa kau bilang?".
"Tidak apa apa eeeeee...... sampai di mana tadi?" tanya Radit.
"wajahmu jelek" jawab kakek itu.
"Hmm.... oh iya, umurku 15 tahun aku tidak mempunyai ayah dan ibu alias anak yatim piatu, aku dibesarkan di panti asuhan, ayah dan ibuku meninggal di usia ku 10 tahun penyebab orang tuaku meninggal di karena kan ulah iblis yang menyerang desaku, aku selamat karna orang tuaku menyembunyikanku di basement dan diganjal oleh lemari dan Meja, sehingga Iblis tidak bisa memasukinya. jadi alasan terbesar ku ingin menjadi pahlawan agar aku bisa membasmi para iblis dan membunuh Raja iblis, demi membalaskan dendam orang tuaku".
"Hmm kisah hidupmu sangat pilu ya" ucap sang kakek.
"ya begitulah" jawab Radit.
"hmmmm baiklah, teruskan".
"andai saja aku punya kelebihan seperti pahlawan lain, mungkin sudah banyak umat manusia yang kuselamatkan, tapi mengapa aku tidak punya? Apakah Tuhan membenciku?, walaupun begitu, hal itu tidak mematahkan semangatku untuk tetap menolong orang, aku terus melatih fisikku dengan cara latihan fisik tapi percuma kekuatanku tetap manusia biasa, bahkan aku hampir mati karna iblis level rendah, karna tidak punya pilihan lagi aku mempunyai ide untuk melompat ke jurang dengan harapan kekuatan superku akan keluar dan kalaupun tidak keluar setidaknya aku tidak hidup menjadi seorang pecundang".
"dan karna itulah akhirnya aku jadi bisa bertemu denganmu kakek, sepertinya ini memang sudah takdir" lanjutnya.
"hmmmm baiklah kalau begitu kau ku terima menjadi muridku" ucap sang kakek.
"Udah gitu doang?" tanya Radit heran.
"Jadi Kau mau bagaimana lagi?". Ujar kakek kesal.
"Yaa kalau baca-baca cerita atau di anime² lain kan biasanya syarat nya yang susah bahkan di luar nalar coy, baru bisa di angkat jadi murid" Ucap Radit agak kecewa.
"Bacot, kau mau jadi murid ku atau tidak? " kakek mulai kesal karena Radit.
"Hehe iyaa iyaa mau dong" Ucap Radit.
"Baik, Mulai Hari ini. Radit Sebastian engkau kuangkat menjadi muridku" Ucap Sang kakek.
"Yeayy, akhirnya aku bisa menjadi kuat, bersiap-siap lah kalian wahai iblis, tunggu aku menjadi kuat dan akan kubasmi kalian sampai tak bersisa sampai anak cucu keturunan kalian, akan kubuat kalian menderita dan menyesal karna perlakuan kalian selama ini" Ucap Radit dengan senyum psikopat di wajahnya.
"Ihh takot nyeeee....., baiklah tidak usah berlama lama, ayo ikut bersamaku ke tempat dimana kau akan mulai latihan" Ucap kakek Shin.
"tunggu biarkan aku pulang membawa pakaian dan barang-barangku terlebih dahulu" Radit berteriak sambil berlari menjauhi kakek Shin.
"tunggu aku sebentar kakek!!!".
"ya cepat lah" jawab sang kakek dengan senyum lebar di wajah keriput nya.
To be continued.
"buset lamanya ni anak ngambil baju doang, mau berapa lama lagi aku mau menunggu" kata kakek dengan kesal.
tidak lama kemudian Radit datang dengan membawa tas dengan barang yang besar bahkan sangat besar, tas itu hampir dua kali ukuran tubuhnya, kakek terkejut sekaligus tercengang dengan apa yang terjadi.
"eh kunyuk apa-apa saja yang kau bawa ha?" tanya kakek dengan heran.
"panci, sudip, sendok, garpu, kompor, baju-bajuku, celana, selimut, bantal, kasur, mie instan, beras, bumbu dapur, dan banyak lagi, kalo di sebut satu-satu bisa-bisa satu episode isinya nyebutin isi tas doang ini" Ujar Radit.
"emangnya kau mau minggat dari rumah haa?, sekalian aja rumah kau ikut dibawa kok tanggung-tanggung" Ujar kakek dengan kesal. "orang kemah aja gak begini juga sampe bawa kasur segala" ucap kakek lagi.
"wah ide bagus, tapi sepertinya rumah terlalu berat dan gak muat juga kalau dimasukin ke dalam tas, kebesaran." katanya dengan santai.
Kakek terdiam terpaku dengan Kebodohan radit yang terlalu mutlak.
"Mengapa aku bisa dapat murid anomali seperti ini" Ucap kakek seolah meratapi nasibnya.
"sekarang kau bawa kembali barang barang tidak bergunamu ini seperti isi kepalamu, dan bawa barang yang penting saja seperti baju dan celana"
"tapi semua benda ini berguna" ucap Radit.
"cepat!, bawa barang-barang yang gak berfaedah ini kembali ke rumah mu" bentak kakek dengan sangat marah.
"contoh barang yang penting apa saja kek?" tanya Radit dengan polosnya, entah itu polos atau kebodohan yang haqiqi.
"bawa saja pakaianmu dan peralatan mandi" ucap kakek sudah mulai lelah dengan sikap radit.
"jadi bagaimana dengan makanan kita?"
"kita akan berburu hewan liar di hutan" ucap kakek.
"apa halal?" Tanya Radit.
"ya kita cari yang halal lah kocak" Ucap Kakek.
"lantas bagaimana kita memasaknya jika tidak ada kompor?" Tanya Radit lagi
"kita akan makan mentah-mentah" Jawab kakek sedikit menggoda Radit.
"Skip, mending aku makan sayuran doang" ucap Radit sedikit kecewa.
"hahaha mana mungkin kita makan daging mentah, aku hanya sedikit menggoda mu saja, kita akan buat api dengan pemantik api"
"Dari mana kita mendapatkan pemantik api?" Tanya Radit lagi dan lagi, kebanyakan nanya.
"Nanti kita menebang kayu terlebih dahulu, lalu buat crafting table, buat pic Axe, lanjut kita menjelajahi Gua mencari Iron ore, Buat tungku, cari Coal, masak iron ore jadi Iron, Lalu mencari batu Api di tumpukan kerikil menggunakan shouvel lalu, lalu tinggal di crafting dan taraa jadi lah pemantik api, selanjutnya kita cari diamond, Mengambil Obsidian, buat portal ke nether, cari emas, barter emas ke piglin sampai dapetin ender pearl, lalu pergi ke nether fortres cari blaze ambil stiknya, ubah menjadi blaze powder, gabungkan dengan ender pearl, lalu tadaaa jadilah ender eye, kembali ke Overworld, lempar lalu ikutin kemana arahnya, lalu gali ke bawah tanah sampai jumpa stronghold, letakkan mata eye di portal end, masuk ke dalam, kalahkan ender dragon, ambil elytra dan tamat" Begitu panjangnya cerita kakek Shin.
"Apa apaan itu emangnya kita sedang main minecraft?, btw bedrock atau Java?" Tanya Radit.
"Makanya jangan banyak Tanya, sudah cepat antarkan kembali sampah sampah mu ini kembali ke rumah mu". Ucap kakek Shin.
"iya iya ini juga mau di antar pulang ke rumah". ucap Radit, lalu Radit berdiri mengangkat tas yang lebih besar dari pada tubuhnya itu berjalan kembali pulang dengan wajah lesu.
"cepat woi! jangan pake lama" teriak kakek kepada Radit. "haaah....,(menarik nafas panjang) "nunggu lagi nunggu lagi, berapa lama lagi mau di tunggu". ucap kakek dengan lesu.
setelah Radit kembali dengan tas yang lebih kecil mereka memulai perjalanan ke tempat latihan yang cukup jauh, mereka melewati lembah, mendaki gunung, menyebrangi lautan, semua rintangan di hadapi demi sampai ke tempat latihan, sudah sangat lama mereka berjalan dan hari pun sudah mulai gelap.
"aduh berapa lama lagi kita mau berjalan kek, kaki seperti udah mau patah dan hari juga udah malam mana di tengah hutan lagi, jauh dari penginapan" Ujar Radit mengeluh.
"gausah lebay, kau pikir kau aja yang penat? aku pun penat juga". ucap kakek.
"kakek penat je, aku haus sekali" ujar radit dengan wajah yang sangat kehausan.
lalu tiba tiba datang seorang bapak-bapak menunggangi sepeda motor sambil membonceng seekor monyet yang membawa kelapa beserta sedotan yang di sedot nya dengan sangat nikmat.
"sudah lah kita bermalam disini saja"
"hah? bermalam disini? kakek serius? tanya Radit.
"kau memilih bermalam disini, atau tirai nomor 2?"
"apa coba?, makin nguwaor anjir ceritanya" ujar radit cemberut.
"emangnya gak bahaya kalo bermalam disini? sudah banyak nyamuk, lagi pula dari tadi saya mendengar suara-suara yang aneh, jadi makin seram" Ucap Radit ketakutan.
"mungkin cuma suara hewan buas atau monster" Ujar kakek semakin menakuti Radit.
"jangan bilang gitu dong, jadi makin takut nih" ucap Radit dengan kesal sekaligus menggigil ketakutan.
"ayo kita buat api unggun" Ucap kakek.
kemudian mereka mengumpulkan beberapa batang kayu dan ranting pohon untuk di gunakan sebagai api unggun setelah terkumpul beberapa kayu, kakek lalu menghempaskan sebuah batu hitam pekat ke sebatang besi kecil, sehingga menciptakan percikan api. namun tidak semudah itu untuk membuat api, butuh waktu yang cukup lama agar ranting-ranting kering itu dapat terbakar.
"akhirnya jadi juga api unggun kita" ucap kakek dengan puas.
"oh iya saya lupa" Radit mengeluarkan sebuah korek api. "saya lupa kalo bawa korek api hehe" Ucapnya dengan senyuman kecil tanpa ada rasa bersalah sedikit pun.
kakek termenung melihat ulah Radit kemudian berkata "kenapa gak dari tadi kau bilang ada korek api kocak!" teriak kakek dengan kesal.
"kau lihat nih tangan ku sampe memar terkena batu" lanjut kakek sambil menunjukkan tangannya yang agak memerah dan keriput.
"keriput nya ga usah di jelasin juga lah kocak" Ucap kakek kepada autor.
"Ya kakek kan emang udah tua"(Autor).
"hehe aku lupa kalau bawa korek Api, wajar lah manusia bukan nabi boy" ujar Radit lalu tangan kakek melayang ke arah wajah nya.
"plakkkk!!!"
"yasudahlah, yang sudah terjadi biarlah terjadi" ucap kakek dengan lembut.
kemudian mereka duduk di dekat api unggun sambil menatap bintang di langit tanpa adanya sepatah kata yang keluar dari mulut mereka, tidak lama kemudian suasana terasa sepi dan membosankan.
"sepi banget malam ini bosen banget, jadi pengen berbuat keributan" Ucap Radit.
"kau berandalan kah?" Tanya kakek.
"apa karna di dalam hutan ya makanya sepi, kakek tolong ceritakan kisah hidup kakek dan mengapa bangsa iblis bisa muncul ke dunia" Tanya Radit kepada orang yang sudah tua itu.
"baiklah sebelumnya, bisa gak gausah di ceritain kalau aku itu tua? aku emang tua jadi gausah di ceritain".
"Sadar kek kau itu emang sudah tua" Ucap autor.
"oh iya aku belum memperkenalkan namaku kan, namaku adalah Shin, waktu masih muda aku juga sepertimu hanyalah manusia biasa yang tidak mempunyai kekuatan ataupun kelebihan, layaknya manusia yang di beri anugerah oleh Tuhan, dan iblis juga sudah muncul ketika aku belum lahir, dan ambisiku dulu ingin melenyapkan para iblis di muka bumi ini tidak pernah pudar, karna tujuan utamaku adalah membalaskan dendam kedua orang tuaku kepada para Iblis" ucap kakek Shin.
"membalaskan dendam orang tua kakek?" tanya Radit heran.
"iya, sama denganmu Nak, orang tuaku juga terbunuh oleh iblis dengan sadis, aku takkan melupakan kejadian itu, sungguh menyayat hati jika di ingat, iblis! makhluk yang tidak mempunyai hati tidak mempunyai perasaan, mereka hanya makhluk biad*b yang senang membunuh. mereka membunuh, menyiksa dengan brutal, hanya untuk kesenangan mereka, dan untuk menguasai dunia. mereka..., mereka semua harus lenyap dari muka bumi ini demi menciptakan dunia yang damai" kata kakek Shin dengan serius.
"lalu bagaimana cara kakek mendapatkan kan kemampuan untuk membunuh iblis?" tanya Radit lagi.
"dengan latihan, aku berlatih kepada seseorang, dia lah yang mengajarkanku cara bertarung dan cara menggunakan Mana".
"setelah di pikir-pikir kalau mendengar kata Mana, aku jadi teringat, mirip mobile legend ya? " potong Radit bingung.
"yaa emang mirip, autor nya ni malas mikir gak kreatif". Ujar kakek Shin.
"baiklah ku lanjutkan, guruku mengajarkanku cara menggunakan Mana dan cara mengumpulkannya. aku berlatih selama 5 tahun agar bisa menjadi seperti sekarang, namun setelah membunuh banyak iblis tujuanku hampir pupus dan sirna, membalaskan dendam? kepada siapa aku harus membalaskan? sedangkan jumlah iblis terlalu banyak. Tapi walaupun begitu aku tetap tidak mau menyerah, aku akan terus memburu semua iblis yang ada di muka bumi ini".
"apakah kita bisa kek?" tanya Radit kepada kakek.
"mudah mudahan saja bisa, jika kita terus berusaha dan pantang menyerah, kita pasti bisa" jawabnya dengan penuh semangat sambil mengangkat tangan kiri nya ke atas seperti layaknya pak kumis.
"siap menginvasi?, bercanda".
"baiklah cukup ceritanya cepat tidur agar kita bisa melanjutkan perjalanan besok ke tempat latihan" ucap kakek Shin "tidurlah cepat biar aku yang berjaga, oh iya jangan lupa buat lingkaran" lanjutnya lagi.
"hah? untuk apa?" tanya radit heran.
"agar tidak di serang beruang laut".
"beruang darat gak sih?, kan kita gak lagi di lautan. baiklah aku tidur duluan kakek, selamat malam" Ucap Radit, kemudian membentang kan sebuah alas untuk tempatnya tidur.
Radit memejamkan matanya kemudian langsung tertidur mungkin karna lelahnya perjalanan jauh menuju tempat tujuan. keesokan harinya Radit terbangun dan melihat kakek yang masih berjaga.
"kau tidak tidur kakek?" tanya radit.
"hah tidur?, cih..., tidur hanya untuk orang lemah" Ucap Si tua bangka itu.
"Wah makin lama makin ngelunjak kau ya, mentang mentang autor, gada sopan santun nya sama orang tua"
"Bercanda kek" (Autor).
"wah..., kakek hebat, baiklah sekarang ayo kita lanjutkan perjalanan kita kakek, kakek?"
kakek Shin terdiam tidak menjawab Radit, setelah Eadit memperhatikannya ternyata kakek Shin tertidur sambil terduduk.
"Tadi katanya tidur hanya untuk orang lemah?" ucap radit sambil tertawa kecil.
tapi wajarlah kakek Shin sudah tua, butuh istirahat yang cukup, setelah kakek Shin terbangun mereka kembali melanjutkan perjalanan ke tempat latihan. setelah lamanya menempuh perjalanan yang panjang, akhirnya mereka sampai di sebuah rumah yang dekat dengan air terjun.
"akhirnya sampai juga kita di rumahku" ucap kakek Shin.
"ini rumah kakek?, jadi aku akan berlatih di rumah kakek?" tanya Radit.
"memangnya mengapa kalau di rumahku?, tempat ini sangat cocok untuk di jadikan tempat latihan" Ujar kakek Shin.
"kata siapa?" Ujar Radit.
"kata ku tadi barusan, kau budek ya?" Jawab kakek Shin.
"karna hari sudah mulai gelap kita tidur terlebih dahulu" lanjut kakek.
"heran ini novel isinya tidur terus, kenapa tidak sekarang saja kita latihannya sudah gak sabar nih mau latihan" ucap Radit dengan penuh semangat.
"karna perjalanan jauh tadi mungkin membuat tubuh mu kelelahan, jadi biarkanlah tubuh mu beristirahat, besok pagi latihan akan di mulai, latihannya akan sangat berat dan sulit jadi persiapkan tubuh mu dengan baik.
To be Continued.
Malam telah usai dan matahari pun telah naik menuju fajar yang menandakan pagi telah tiba. Radit bangun dengan segar dan bugar, belum pernah dia tidur senyenyak dan senyaman ini sebelumnya, atau mungkin karna perjalanan nya yang melelahkan sehingga membuat tubuh nya benar benar rilex atau mungkin karna udara dan suasana hutan yang begitu nyaman, sungguh tempat yang sangat indah banyak terdengar suara burung berkicau, di tambah suara air terjun yang menenangkan hati.
"hoam....."Radit menguap.
"bagaimana tidur mu tadi malam? nyenyak? tanya kakek.
"aku belum pernah tidur senyenyak ini kek, tempatnya nyaman dan Juga tenang jauh dari hiruk pikuk perkotaan" ucap Radit.
"bagus lah sekarang ayo kita mulai latihan mu".
"baiklah, tapi aku mau ganti baju dulu" Ucap Radit.
"tidak perlu pakai baju pakai celana saja" ucap kakek.
"hah? buka baju? disini dingin kakek, kalau aku masuk angin bagaimana?" tanya Radit dengan heran.
"tenang kan kita ada Tolak... ".
"stop kek kita gak di endorse" potong radit
"wah iya juga, tapi tidak mengapa kita kan ada koin Gope an, tinggal di kerok aja langsung pergi itu angin" ucap kakek sambil tersenyum ke arah Radit.
Radit terdiam sejenak, karna di perintahkan untuk membuka baju maka Radit pun terpaksa membuka baju memang udaranya sangat dingin di tambah karna dekat dengan air terjun.
"sebelum memulai aku akan menjelaskan terlebih dahulu apa itu Mana, Mana adalah sebuah energi yang ada pada diri semua orang jika kita pandai mengatur, mengumpulkan dan menggunakannya kita bisa mengubah nya menjadi sihir untuk bertarung, dan bukan hanya untuk bertarung mana bisa di gunakan untuk apa saja" jelas kakek Shin.
"contohnya?" tanya radit.
"Seperti memasak, Berpindah tempat, ataupun mengendap, siapa tau kau ingin mengintip seseorang yang sedang mandi" lanjut kakek sedikit mesum.
"hmm udah tua bukan nya taubat, bukan nya ngingat mati malah caboel" ujar radit agak kesal melihat ulah orang tua genit itu.
"baiklah ada yang mau di tanya kan?" lanjutnya.
"apakah kekuatan pahlawan lain menggunakan mana juga kek?" tanya Radit.
"tidak, kekuatan para pahlawan karna anugerah dari Tuhan yang dia dapat kan dari lahir, berbeda dengan kekuatan yang di hasilkan dari latihan kekuatan yang berasal dari anugerah Tuhan tidak dapat di tingkatkan kekuatan nya atau bisa disebut tidak dapat berkembang, namun Beberapa orang di berikan anugerah kekuatan yang besar atau bisa di bilang manusia yang sangat spesial berbeda dengan kekuatan hasil dari latihan yang dapat di tingkatkan ke tingkat yang lebih kuat, bahkan kekuatan nya bisa melebihi kekuatan anugerah dari Tuhan". jelas kakek Shin kepada Radit.
"jika itu anugerah mengapa ada orang yang terlahir dengan kekuatan lemah?" tanya Radit.
"entah lah aku juga tidak tau, sial mungkin" ujar kakek Shin.
"baiklah kakek tolong ajarin aku cara menggunakan Mana" kata Radit dengan penuh semangat.
"oh tidak semudah itu verguso, sebelum menggunakan Mana kau harus latihan fisik terlebih dahulu, agar tubuh mu sanggup menahan kekuatan dari Mana itu" Ucap kakek Shin.
"jika tubuh mu tidak sanggup menahan kekuatan mana, maka tubuh mu bisa tak terkendali bahkan dapat membuat tubuh mu hancur berkeping- keping hingga tak bersisa" sambungnya.
"baiklah jika itu bisa membuat ku menjadi lebih kuat akan ku lakukan latihan fisik" kata Radit.
"bagus, sebelum kita mulai latihan fisiknya kau harus memakai ini terlebih dahulu" kemudian kakek Shin memakai kan sebuah gelang ke tubuh radit gelang itu memiliki beberapa batuan bulat yang tersusun di sana.
"benda apa ini?" tanya Radit dengan heran.
"nama benda ini adalah gelang dan ikat pinggang Hermes" jawab kakek Shin.
"Hermes? siapa itu?" tanya Radit lagi.
"Hermes adalah dewa tenaga dari bangsa Yunani, Hermes memiliki tugas menyampaikan pesan dan sebuah mitos mengatakan kalau Hermes melatih tubuh nya agar dapat berjalan dengan sangat cepat bahkan lebih cepat dari pada cahaya, dan gelang dan ikat pinggang ini lah yang ia gunakan untuk melatih tubuh nya, sehingga dapat mengubah tubuh nya menjadi sangat cepat" Ucap kakek Shin.
lalu kakek Menempel kan kedua belah telapak tangan nya dan membacakan sebuah mantra, seketika gelang dan ikat pinggang itu menjadi sangat berat bahkan membuat Radit hampir tidak bisa mengangkat tangan dan tubuhnya, benda itu melebihi berat Sebatang pohon beringin.
"akh!!!......kenapa benda ini begitu berat" rintih Radit menahan berat benda itu.
"gelang itu terbuat dari batuan Dasar yang ada di Olympus, gelang itu akan aktif jika di alirkan Mana ke dalam nya dan gelang itu tidak akan bisa di lepas kalau bukan pemiliknya yang melepaskan nya, kau harus berlatih setiap hari dengan mengenakan gelang dan ikat pinggang itu" ucap kakek Shin.
"tapi ini begitu berat" ucap Radit dengan rintihan yang sama.
"jangan pernah mengeluh jika kau ingin menjadi kuat, semangat! Gambate!!!" Ujar kakek bercanda sekaligus menyemangati Radit.
"baiklah sekarang apa yang harus ku lakukan?" tanya Radit kepada kakek Shin.
"seperti latihan fisik pada umumnya, push up, sit up, lari, berenang, cukup lakukan itu saja terlebih dahulu, latihan seperti yang sering kau lakukan sebelum nya, namun latihan itu pasti sangat ringan untuk mu, itulah sebabnya aku memberikan Gelang dan ikat pinggang itu untuk mu" ucap kakek Shin.
"baiklah akan ku lakukan" ucapnya, kemudian Radit berlari perlahan mengelilingi tempat itu, ia berlari seperti orang yang sudah jompo, tak lama setelah dia berjalan tertatih tatih seperti itu kemudian Radit mulai merangkak seperti anak bayi karna beban yang di bawanya, belum sampai setengah putaran dia sudah terbaring karna kelelahan.
"ayo semangat!" teriak kakek Shin yang sedang duduk menikmati secangkir kopi panas sambil memandangi seorang anak laki-laki yang sedang merangkak dan merintih.
"ini bukan latihan, ini penyiksaan" Ucap radit, badan nya Bergemetar karna tidak sanggup mengangkat dan menggerakkan tubuh nya.
"ohh ayolah penyiksaan lebih parah dari pada ini" ujar kakek sambil menyeruput kopi nya.
"aku harus semangat agar bisa menjadi kuat dan menyelamatkan banyak orang" ucap Radit dalam hati, kemudian dia kembali berdiri dengan kaki yang bergetar melanjutkan latihan nya dengan wajah yang memerah.
setelah lima kali putaran Radit kembali terbaring di tanah dengan nafas terengah-engah, ia beristirahat sebentar lalu melanjutkan latihan nya lagi, setelah sampai sepuluh kali putaran Radit terbaring kembali, beristirahat sebentar lalu melanjutkan dengan melakukan sit up, push up, kemudian berenang, bukan main berat tubuhnya di dalam air, ia bahkan tidak dapat mengapung ke permukaan air, begitu lah latihan awal Radit yang sungguh sangat menyiksa.
hari menjelang malam Radit bersiap siap untuk makan malam dengan kakek, setelah siap makan kakek berkata.
"malam ini kau tidur di bawah air terjun itu" Ucap Kakek Shin menunjuk ke arah air terjun yang dekat dengan mereka.
"hah? kakek bercanda? aku bisa mati kedinginan, bukan nya itu sangat dingin untuk di jadikan tempat beristirahat?" ujar Radit terkejut.
"siapa yang menyuruh mu istirahat? tidur mu harus di iringi dengan latihan, kau masih belum boleh istirahat total" ucap kakek Shin.
Radit termenung berpikir apakah kakek ini sudah tidak waras, namun Radit tetap menuruti perintah kakek dia pergi ke bawah air terjun duduk di bawah derasnya air terjun yang menimpa bahu nya rasanya seperti ribuan jarum yang menimpa pundak nya, bukan main dingin suhu nya sedangkan kakek Shin tidur dalam rumahnya yang hangat berselimut kain tebal dan hangat.
apakah Radit akan sanggup menjalani segala macam latihan yang di berikan kakek Shin?.
Too be continued.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!