NovelToon NovelToon

My Husband Bodyguard

Disetubuhi bodyguard suami

Lordan Rafael, 31 tahun. Cucu dari pengusaha besar di Amerika, yang menjabat sebagai direktur utama.

Lordan menikahi Kari Chin berusia 24 tahun. Gadis Asia berkebangsaan China. Mereka sudah menikah 2 tahun. Namun Lordan dan Kari belum juga memiliki anak.

Tubuh Lordan bermasalah. Hanya pria itu dan istrinya yang tahu. Tapi Kari harus hamil dalam tahun ini. Kalau tidak, ia harus turun dari jabatannya dan hak ahli waris akan jatuh ke tangan sepupunya.

Terang saja Lordan tidak mau hal itu terjadi. Karena itu, malam itu ia memanggil salah satu pengawalnya ke kediaman mereka. Untuk membuat istrinya hamil.

Tok tok tok ...

"Masuklah."

Ceklek. Pintu pun terbuka. Menampakkan seorang laki-laki tinggi besar berparas tampan dengan pakaian hitam-hitam yang kini berdiri di depan pintu.

"Anda memanggil saya tuan?" tanyanya.

"Ya. Kau yang bernama Jacob?"

Jacob mengangguk. Lelaki tampan itu sesekali melirik Kari yang duduk bersandar di dada suaminya. Sedang istri majikannya tersebut menatap cuek.

Lordan mengamati Jacob dari kepala sampai kaki. Tinggi, hidung mancung, parasnya yang sangat tampan dengan rahang tegas, stamina tubuhnya tampak kuat. Ya iyalah, kalau tidak mana mungkin pria itu akan lulus menjadi pengawal di kediamannya. Karena Lordan tahu kakeknya tidak akan merekrut sembarang orang di kediaman lelaki tua tersebut.

"Kau punya pacar?" tanya Lordan lagi.

"Tidak tuan."

"Bagus." 

Jacob mengerutkan alis. Ia tidak mengerti kenapa majikannya memanggil dan bertanya seperti itu padanya. Ingin menjodohkan dia? Tidak mungkin bukan? Bagaimana bisa seorang pengawal sepertinya di jodohkan oleh majikan sendiri. Dia juga tidak mau. Apalagi sudah ada wanita yang dia cintai.

Jacob melirik istri Lordan lagi. Tapi cepat-cepat membuang muka ke arah lain begitu ditatap balik wanita itu.

"Lihat, apa istriku cantik?" Lordan mulai masuk ke tujuan utamanya. Dia tahu sejak tadi Jacob memperhatikan istrinya. Istrinya sangat cantik. Banyak lelaki dan perempuan yang memuja kecantikan sang istri. Dan Jacob pasti adalah salah satunya.

Lordan sendiri mau menikahi istrinya dulu karena paras wanita itu yang bak seorang dewi. Kalau tidak, mana mau dia menikah di usia muda karena dijodohkan oleh orangtuanya.

"Malam ini aku ingin kau memanjakan istriku." kata Lordan santai. Kari dan Jacob sama-sama kaget.

"Maksud tuan?" Jacob ingin memastikan.

"Tiduri istriku, sampai dia hamil."

"Baby? " Kari yang kaget menoleh ke suaminya. Apa suaminya sudah gila?

"C'mon baby, kau tahu tubuhku bermasalah. Kau tidak bisa punya anak denganku. Aku tidak bisa memberimu anak  tapi kau harus tetap hamil. Kalau tidak hakku sebagai ahli waris akan jatuh ke tangan kakakku yang brengsek itu. Kau mau kita berdua hidup melarat seumur hidup kalau sampai kakakku yang berkuasa atas bisnis ayahku? Umurku sudah 31 tahun, tinggal satu tahun lagi tersisa. Karena itu kau harus hamil secepatnya.

Kari sudah pernah dengar perihal hal itu. Di mana mereka harus melahirkan anak untuk tetap menjaga hak waris jatuh ke tangan suaminya.

"Tapi baby, apakah tidak bisa pakai cara lain?"

"Cara ini saja. Lebih gampang dan tidak perlu mengikuti banyak prosedur. Kau lihat, parasnya tampan sekali. Kau pasti tidak akan menyesal."

Selama ini Kari tidak pernah membantah suaminya. Karena kehidupan orang tuanya pun bergantung pada sang suami. Waktu mereka menikah, bisnis orangtuanya bangkrut. Kalau bukan karena Lordan, orangtuanya pasti sudah hidup melarat. Tapi, kalau dia di suruh berhubungan dengan pengawal suaminya ...

"Aku tidak siap baby,"

"Aku akan membuatmu siap."

Lordan yang duduk di belakang Kari membuka lebar kaki istrinya. Jacob dapat melihat dengan jelas warna dalaman yang wanita itu kenakan di bawah sana. Hitam.

Pria itu langsung menatap ke arah lain.

"Jangan munafik, aku tahu kau pasti ingin sekali menyentuh istriku. Lihat ke sini," kata Lordan dengan nada memerintah.

Jacob mau tak mau menuruti apa kata bos-nya. Ketika iris matanya bertemu dengan mata indah Kari, wanita itu pura-pura melihat ke arah lain. Jacob tahu wanita itu pasti malu. Jelaslah malu, wanita mana coba yang tidak malu area terlarangnya di lihat oleh laki-laki yang asing di matanya.

"Lihat, aku akan menunjukkan padamu titik-titik yang di sukai oleh istriku." tangan Lordan meluncur ke bawah, melucuti kain putih berbentuk segitiga milik sang istri.

"Baby!" Kari cepat-cepat menutupi asetnya dengan tangannya.

"Rileks baby, sudah kubilang kau pasti suka nanti." Lordan menjauhkan tangan Kari yang menutupi asetnya. Lalu menyentuhkan telunjuknya di klitoris sang istri dengan tekanan kuat.

"Ah," Kari refleks mende-sah.

Ia malu sekali mengeluarkan suara menjijikkan itu di depan laki-laki lain, tapi dia tidak dapat menahannya. Tekanan yang diberikan Lordan terlalu kuat, bahkan sekarang pria itu menggosoknya naik turun.

"Lihat? Istriku paling senang di sentuh di sini. Apalagi kalau kau menggosoknya dengan cepat seperti ini," Lordan mempercepat ritmenya hingga tubuh Kari bergetar hebat.

"Ahhhh ..." perempuan itu mendapatkan orgasme pertamanya oleh permainan tangan suaminya sendiri.

"Bagaimana, suaranya seksi sekali bukan?"

Jacob berusaha tersenyum. Siapa yang tahu dia sangat ingin  membunuh laki-laki itu dalam hatinya. Bisa-bisanya laki-laki ini memperlakukan istrinya itu di depan laki-laki lain. Itu sama saja dengan memandang isterinya wanita murahan.

"Sekarang giliranmu. Isap dulu dengan mulutmu sebelum masuk."

Jacob menatap Kari, wanita itu kembali memalingkan wajah darinya.

"Baby, jangan malu. Anggap saja yang masuk adalah milikku. Ingat, kita harus memiliki anak. Asal anak itu keluar dari perutmu, anak itu adalah anakku. Kau harus patuh pada suamimu ini yah? Kau juga tidak ingin perusahaan orang tuamu bangkrut bukan? Jadi sebagai istri, kau harus patuh pada semua perkataan suamimu." kata Lordan.

Kari hanya bisa diam. Dia tidak dapat melawan apa kata suaminya.

Lordan kembali menatap Jacob dan memberikan perintah ke pria itu dengan matanya. Jacob sendiri tidak bisa melawan. Dia belum bisa melakukan apa-apa sekarang, jadi yang bisa ia lakukan adalah mengikuti instruksi Lordan, pria brengsek yang ingin sekali dia habisi ini.

Jacob menatap Kari sebentar. Kasihan wanita itu hanya dijadikan permainan oleh suaminya sendiri. Jacob juga tidak menyangka dirinya akan ikut masuk ke dalam permainan ini.

Pria itu berlutut di depan Kari.

"Jangan takut, rasanya pasti enak. Kau akan suka." Jacob mendengar Lorgan berbisik pelan di telinga Kari.

Sesaat kemudian, lidah Jacob menyentuh dinding kewanitaan Kari.

Wanita itu tersentak.

"Hahhh ..."

 

Menyatu

Kari tersentak saat lidah basah lelaki yang bekerja sebagai pengawal pribadi suaminya itu menyentuh dinding kewanitaannya. Posisi tubuhnya bersandar di tubuh suaminya, sementara kakinya mengangkang lebar di depan laki-laki itu.

Kari masih tidak menyangka akan ada hari ini. Hari di mana suaminya memaksa dia untuk mau di gagahi oleh pria lain, hanya untuk membuatnya hamil.

"Gigit klit-nya, istriku paling suka bagian itunya di gigit. Kau harus membuat istriku puas." Kari mendengar suaminya memberikan perintah ke pria bernama Jacob itu.

Kari ingin memberikan komentar keberatannya tapi Lordan yang seolah mengerti raut wajah keberatan itu mengecup pipinya.

"Tenang baby, sudah kubilang kau akan suka kan? Laki-laki yang aku panggil ini pasti sudah berpengalaman dengan banyak wanita. Lihat, dia sangat lihai. Kau tidak akan rugi."

Kari merasa suaminya aneh. Harusnya Lordan memilih laki-laki yang belum pernah menyentuh wanita manapun. Karena pria yang sudah berpengalaman dengan banyak wanita pasti akan rawan kena penyakit. Tapi ini ...

"Ahh ..." akhirnya desa-han yang Kari tahan sejak tadi keluar dari mulutnya. Jacob melakukan yang suaminya perintahkan, yakni menggigiti bagian yang bisa membuat para wanita mengalami pelepasan dengan cepat.

"Ya, begitu. Mende-sahlah agar laki-laki semakin bersemangat."

Kari malu. Suaminya betul-betul gila, tetapi dia tidak bisa melawan. Sementara harus dia akui kalau laki-laki yang sedang mengemutnya di bawah sana pandai sekali membuatnya merasa nikmat. Dia hampir berada di puncak pelepasannya. Tangannya meremas lengan suaminya kencang-kencang.

"Kau mau orgasme?" Kari menatap mendongak ke suaminya dengan wajah tersiksa. Mulutnya terbuka lebar. Sementara suaminya tampak menikmati ekspresi sang istri.

"Ha ... Ahhhh ..."

Tubuh Kari menggelinjang hebat. Semburan panas dari dalam tubuhnya keluar. Ia menatap ke bawah dan menggigit bibirnya malu. Saat lelaki di bawah sana mendongak ke atas dan tatapan mereka bertemu, wajah Kari memerah. Ia dengan cepat membuang muka menatap ke arah lain.

Laki-laki itu memang tampan. Tampan sekali, melebihi suaminya. Dan entah kenapa tatapan lelaki itu membuat Kari merasakan perasaan yang aneh. Seolah pernah melihat laki-laki itu jauh sebelumnya. Entah kenapa ia juga merasa tatapan pria itu berbeda. Seperti tatapan kerinduan. Bahkan tadi pria itu sempat menatap lama ke gambar bulan sabit yang ada di pahanya dan sedikit, terkejut?

"Sekarang waktumu masuk." Lordan kembali memerintah Jacob.

Jacob menatap Kari sebentar, lalu menatap Lordan.

"Tuan yakin?" ia bertanya lagi. Ia ragu melanjutkan bukan karena ia menghormati Lordan. Tetapi ia menghormati istri dari pria itu. Sebagai seorang istri yang diperlakukan seperti wanita murahan, pasti wanita itu merasa kecewa berat kepada suaminya. Jacob dapat melihat betapa malunya wanita itu sekarang. Tetapi dia tidak berdaya karena suaminya.

Lordan sendiri memicingkan matanya tajam ke Jacob.

"Dengar baik-baik Jacob. Kau hanya pesuruh di sini. Aku adalah bos-mu. Apapun yang aku perintahkan harus kau patuhi. Kau ingin aku pecat? Kau juga tidak usah munafik. Isteriku ini, walau dia adalah perempuan asia tetapi dia sangat cantik dan tubuhnya seksi. Kalau tidak, untuk apa aku setuju dijodohkan dan menikah dengannya? Kau juga pasti menginginkan tubuhnya bukan? Jadi jangan munafik. Aku ingin dia hamil. Terserah hamil dari laki-laki lain aku tidak peduli. Cepat lakukan atau kau aku pecat sekarang juga!"

"Babe, buka pahamu lebar-lebar." Lordan menampilkan senyuman lembutnya ke Kari.

Kari yang sempat tertegun dengan perkataan pria itu tadi hanya bisa pasrah. Jacob berusaha mengendalikan diri. Kalau dia menolak menyetubuhi istri dari pria itu, Lordan pasti akan mencari laki-laki lain. Jacob tidak akan membiarkan itu terjadi.

Ia akhirnya melucuti celananya. Lordan dan Kari sama-sama kaget melihat betapa besar ukuran batang pria itu begitu keluar dari sarangnya.

"Babe, miliknya lebih besar dariku. Kau mungkin akan merasa sedikit sesak. Tapi harus tahan ya?" Kari tidak menjawab.

Milik Lordan saja sudah besar. Sekarang dia harus menghadapi yang jauh lebih besar lagi.

Kari menahan nafas ketika Jacob berlutut di depannya dan mengarahkan batangnya ke miliknya. Tangan Kari menggenggam erat kedua tangan Lordan yang tampak menikmati tontonan yang menurutnya menyenangkan itu. Istrinya di masuki laki-laki lain, ia pernah membayangkannya dan penasaran. Sekarang akhirnya terjadi juga. Dan Lordan puas melihat ekspresi sang istri yang digagahi pria lain selain dirinya.

Mungkin ini semacam penyakit, tetapi Lordan suka.

"Hah ..." Kari mendorong dada Jacob pelan begitu miliknya mendorong masuk, membuat pria itu berhenti sebentar dan menatap wanita itu. Lordan juga menatap isterinya bingung.

"Kenapa sayang?" Kari melirik suaminya, lalu kembali melirik Jacob.

"Pelan-pelan. A-aku belum terbiasa dengan ukurannya." ucap Kari menggigit bibirnya malu.

Lordan tertawa.

"Astaga istriku. Kau seperti wanita perawan saja. Waktu pertama kali aku menyetubuhimu pun kau sudah tidak perawan. Jangan takut, kau pasti akan terbiasa. Ingat, ini demi kau bisa hamil dan hakku sebagai pewaris keluarga ini tidak jatuh ke tangan sepupu brengsek ku itu."

Kari hanya diam tidak menanggapi. Ia merasa kecewa kepada laki-laki itu.

"Aku bisa masuk sekarang nyonya?" tanya Jacob menatap Kari. Tatapannya lembut. Kari mengangguk meski masih ragu. Yang dia pikirkan sekarang hanyalah menyelesaikan semua ini secepat mungkin.

Jacob melanjutkan. Ujung batang pria itu sudah masuk. Kari menelan ludah. Tangannya kembali meremas kuat tangan Lordan, dan ...

"Ahhh ..." ia mengerang keras begitu milik Jacob masuk sepenuhnya. Rasanya sesak sekali.

Jacob sendiri menahan erangannya. Miliknya di remas sangat kuat oleh Kari. Wanita itu masih sempit sekali ternyata. Ia merasa sedang berhadapan dengan seorang gadis perawan.

"Bergeraklah Jacob." kata Lordan.

Jacob mulai bergerak keluar masuk. Pandangannya lurus ke Kari. Wanita itu tampak tersiksa. Tersiksa karena kenikmatan yang dia berikan. Tetapi ia juga bisa melihat wajah malu-malu wanita itu.

Wajar malu, karena ia hanyalah orang asing bagi wanita ini. Walau bagi Jacob sendiri, wanita ini bukanlah wanita asing.

Tusukan Jacob semakin lama semakin liar. Ritmenya makin cepat. Tubuh Kari tergoncang-goncang hebat. Sebentar lagi badai itu akan segera datang. Kari merasa dirinya akan meledak, Jacob juga.

"Ah ... Ahhhh .... Argh!" semburan panas Jacob memenuhi rahim Kari.

Tubuh Kari bergetar hebat. Ia tidak menyangka seorang bodyguard akan memberikannya pelepasan yang luar biasa seperti ini. Berbeda rasanya dari sang suami.

"Bagaimana baby, sepertinya kau menikmatinya." Lordan menatap isterinya dengan tatapan tajam.

Kari segera mengubah ekspresinya. Ia takut suaminya marah karena ia kedapatan terlalu menikmati apa yang terjadi barusan.

Jacob pun bersikap seadanya meski ia jelas sangat puas dengan permainan barusan. Untuk pertama kali setelah enam tahun tidak bersetubuh, ia akhirnya meniduri wanita lagi. Wanita yang ...

"Kau boleh pergi. Aku akan memanggilmu lagi kalau perlu. Ingat, jangan sampai ada orang lain yang tahu soal ini. Kalau tidak, nyawamu melayang."

kata Lordan dengan nada penuh peringatan.

Ziya

Jacob pulang ke apartemennya. Ia sudah tidak ada kerja malam ini. Pria itu memasuki kamarnya dan membanting tubuhnya ke tempat tidur. Pikirannya di penuhi dengan kejadian barusan. Wanita itu, istri sah dari Lordan, pasti menyesali penyatuan itu.

Jacob mengusap wajahnya kasar. Lordan brengsek! Bisa-bisanya laki-laki itu, bisa-bisanya dia ...

Memperlakukan Kari seperti itu.

Jacob sendiri merasa dirinya juga sangat jahat. Menikmati apa yang telah dia perbuat tadi. Pria itu bangun dan menghadap kaca besar kamarnya. Apartemen itu sangat mewah. Siapa yang tahu dia adalah pemilik dari gedung mewah ini.

Bodyguard?

Itu hanya samaran. Karena ia ingin menghabisi seluruh keluarga Rafael.

Jacob Smith, 31 tahun. Anak sulung keluarga Smith yang keluarganya dibantai oleh keluarga Rafael, salah satu penguasa kota yang masih berkuasa sampai sekarang. Keluarga Rafael memiliki bisnis ilegal di mana-mana. Mereka bekerja sama dengan berbagai jaringan bisnis. Tujuh belas tahun lalu, keluarga tersebut berhasil merebut seluruh aset keluarga Smith. Bahkan semua anggota keluarganya di bunuh tanpa ampun.

Jacob adalah satu-satunya putra sulung keluarga Smith yang berhasil selamat. Seorang sopir berkebangsaan China menyelamatkannya dari maut. Sayangnya, sopir itu sudah meninggal karena serangan jantung.

Jacob tidak  pernah melupakan malam menyedihkan itu. Malam di mana seluruh keluarganya di bantai, dan banyak orang-orang berkorban untuknya.

Namun Jacob tidak ingin hidup terus menerus dalam keterpurukannya. Dengan kemampuan dan otak cerdasnya serta dendam yang membara, ia berhasil menjadi salah satu penguasa daratan Amerika. Tidak banyak orang yang mengenalnya sekarang karena dia masih memakai nama samaran. Namun pada waktunya, ia pasti akan membuat semua orang itu tahu siapa dia.

Harusnya dengan kemampuannya sekarang, ia bisa menghancurkan seluruh keluarga Rafael, namun masih ada barang peninggalan keluarganya yang mereka curi. Ia harus menemukan barang itu sebelum melancarkan serangannya terhadap keluarga tersebut.

Hanya saja malam ini, ia tidak menyangka akan mendapat kejutan dengan meniduri wanita itu, Kari Chin. Wajah wanita itu, adalah wajah yang tidak akan pernah Lordan lupakan seumur hidupnya.

Wanita yang beberapa tahun lalu telah meninggal di depan matanya. Jacob kembali mengusap wajahnya kasar. 

Enam tahun yang lalu, Kari meninggal dalam sebuah kebakaran parah di suatu pertokoan. Keyakinan akan wanita itu meninggal karena ia menemukan jasad yang mengenakan cincin yang sama yang dia belikan untuk wanita itu, Jasadnya sudah tidak kenali lagi karena sudah hangus. Namun polisi mengidentifikasi bahwa wanita itu adalah Kari. Jacob terpuruk bertahun-tahun karena kehilangan wanita yang dia cintai itu.

Namun beberapa hari yang lalu, saat pertama kalinya ia menginjakkan kaki di rumah keluarga Lordan Rafael dan menjadi pengawal Lordan, ia bertemu dengan wanita yang sama persis dengan wanita yang dia cintai itu, tetapi namanya jelas berbeda. Bahkan wanita itu sama sekali tidak mengenalnya.

Jacob memerintahkan seluruh anak buahnya untuk menyelidiki latar belakang Kari diam-diam. Tetapi hasilnya, wanita itu adalah putri kedua dari keluarga Chin. Putri kandung, bukan angkat dan tidak ada yang mencurigakan dari latar belakangnya. Mereka mengatakan sebelum menikah dengan keluarga Rafael, Kari Chin tidak pernah keluar dari rumahnya. Jadi tidak ada jejaknya yang lain yang bisa ditemukan.

Jacob pun menjadi ragu. Tetapi malam ini, ia yakin kalau Kari adalah wanita yang sama dengan wanita yang dia cintai itu. Ada gambar hitam berbentuk bulan sabit di paha Kari. Itu adalah tanda yang sudah ada sejak wanita itu lahir. Suara mereka, wajah mereka, bahkan saat Jacob menyetubuhinya, semuanya sangat mirip.

Kari adalah wanita itu, isterinya. Istri yang amat sangat dia cintai.

Jacob menatap bayangannya di kaca, matanya yang gelap dan penuh dendam memantulkan semua kekacauan yang ada di dalam kepalanya. Ia meraih segelas whiskey di meja dan meneguknya dalam sekali tegukan. Cairan itu terasa panas di tenggorokannya, tetapi tidak mampu menghangatkan kekosongan yang baru saja menggerogoti dadanya.

Kari Chin.

Atau lebih tepatnya, isterinya Ziya, ternyata masih hidup. Jacob hampir gila karena kehilangannya, dan ketika akhirnya ia menemukannya, kenyataan yang ia hadapi justru lebih menyakitkan.

Kari telah telah menjadi istri orang lain,

Bukan hanya menikah lagu, tapi juga menjadi istri dari Lordan Rafael, pria yang ingin ia bunuh dengan tangannya sendiri.

Jacob menutup matanya, mencoba menekan amarah yang membara. Ia seharusnya tidak melakukan apa yang ia lakukan tadi. Ia seharusnya tidak menyentuh Kari dengan cara seperti itu. Tapi bagaimana bisa ia menahan diri ketika wanita itu ada di sana, dalam jangkauannya, dengan ekspresi rapuh yang dulu selalu ia lindungi?

Sial!

Jacob membanting gelas whiskey ke lantai, membuat pecahannya berserakan.

Jacob mengembuskan napas berat, menatap serpihan kaca di lantai tanpa ekspresi. Tangannya mengepal, menahan segala emosi yang berkecamuk dalam dadanya. Ia harus berpikir jernih. Ia tidak bisa membiarkan emosinya mengambil alih seperti ini.

Lordan Rafael.

Nama itu kembali memenuhi kepalanya. Pria brengsek itu sudah mengambil segalanya dari Jacob. Keluarganya. Kebahagiaannya. Dan sekarang, istrinya.

Jacob meraih ponselnya, lalu mengetik pesan singkat kepada anak buahnya.

"Selidiki lebih dalam tentang Kari Chin. Aku ingin tahu setiap detail kehidupannya sebelum menikah dengan Lordan Rafael. Jangan sampai ada yang terlewat."

Ia mengirim pesan itu dan melemparkan ponsel ke kasur. Ada yang tidak beres. Mustahil Kari bisa begitu saja berubah menjadi wanita lain. Seseorang pasti telah melakukan sesuatu.

Jacob menggigit ujung jari telunjuknya, matanya membulat dengan pikiran yang baru saja muncul di kepalanya. Kari benar-benar tidak mengingatnya. Ia kehilangan ingatannya.

Sebuah kebakaran besar enam tahun lalu. Jasad yang ditemukan dengan cincin yang sama. Identifikasi dari pihak kepolisian. Lalu seorang wanita yang tiba-tiba muncul bertahun-tahun kemudian dengan wajah, suara, dan tanda lahir yang sama.

Jika cincin pernikahan mereka ada pada jasad orang lain, berarti seseorang telah memanfaatkan situasi ini dan menjadikannya wanita lain. Tapi kenapa, untuk apa? Kenapa mereka memanfaatkan isterinya? Apa yang terjadi waktu kebakaran itu? Apa Kari memang sengaja menjadi target?

Jacob mengusap wajahnya kasar. Ia tidak bisa membiarkan ini terus berlarut. Iya yakin sekali Kari memang istrinya, wanita itu adalah miliknya. Bukan milik Lordan, bukan milik keluarga Rafael, bukan milik siapa pun selain dirinya!

Ia harus merebutnya kembali.

Jacob bangkit dari tempat tidur, meraih jaket kulitnya, lalu berjalan keluar dari kamar. Dia harus menyusun strategi secepatnya. Tidak boleh ada lagi yang merebut miliknya darinya. Ia harus cepat membasmi keluarga Lordan, apalagi setelah melihat perlakuan bejat Lordan kepada Kari. Malam ini ia beruntung karena dirinya yang menjadi target diperintahkan meniduri Kari, isterinya sendiri.

Sakit sekali melihat wanita yang dia cintai di perlakukan seperti itu.

"Kau pasti akan mati di tanganku Lordan, aku bersumpah. Seluruh keluargamu akan kuhabisi." katanya tersenyum miring.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!