VENGEANCE
Kembalinya Hara
Heathrow Airport, London, Inggris Raya
Dari arah pintu kedatangan tampak seorang gadis berjalan keluar menyeret satu buah koper besar miliknya, matanya berpendar ke arah kursi tunggu berharap bisa menemukan sang sahabat yang katanya akan menjemputnya siang ini. Namun, dia tidak melihat batang hidung sang sahabat dan hanya mendapati wajah-wajah asing yang baru dia lihat hari ini.
Yara Willson
Hara!! (teriaknya cukup keras sambil melambaikan tangannya dengan senyum lebar)
Hara Housthend
Yara Willson! Astaga suaramu 😑 (omelnya setelah melepas pelukan dari sang sahabat)
Yara Willson
😁 kenapa, kau rindu ya dengan suara merduku ini setelah dua tahun tinggal di Seattle?
Hara Housthend
merdu kepalamu itu, suaramu lebih mirip seperti kenalpot racing yang butuh di service asal kau tau 😂
Yara Willson
Sialan, yang penting sugar daddyku bertambah bergairah mendengar desa-hmmpppp
sontak saja Hara membekap mulut Yara sebelum berbicara hal aneh lagi. Sahabatnya ini suka sekali berbicara tanpa di saring terlebih dahulu tanpa mengenal tempat.
kini mereka berada di dalam taksi menuju ke flats sederhana milik Yara. Untuk sementara Hara berencana tinggal dengan sahabatnya sampai dia mendapatkan pekerjaan dan mencari flats dengan harga sewa yang murah.
Kembalinya Hara ke London bukan tanpa alasan setelah dua tahun tinggal si Seattle, dia sangat merindukan mending kedua orang tuanya dan akan mengurus beberapa hal yang dia rasa sudah saatnya untuk segera dia selesaikan. Termasuk mencari pelaku yang menyebabkan kedua orang tuanya meninggal tiga belas tahun yang lalu.
Mereka Merindukan Hara
sepulang dari mengunjungi makan kedua orang tuanya, Hara singgah di minimarket tempatnya bekerja dulu
Marion Billie (Mantan Bos)
Sering-seringlah berkunjung kemari. Semenjak kepergianmu banyak pelanggan yang menanyaimu dan memarahi aku karena mengira aku telah memecatmu 😄
Hara Housthend
🙂 (tersenyum simpul)
Hara Housthend
Sampaikan salamku pada mereka, paman. Mungkin sebelum aku mendapatkan pekerjaan aku akan sering berkunjung kemari.
Marion Billie (Mantan Bos)
Kau bisa bekerja disini lagi jika kau mau, Nak. Aku masih membuka lowongan pekerjaan khusus untukmu
Hara Housthend
Terima kasih banyak paman 🙂
Aku tidak bermaksud menolak niat baik paman tapi aku ingin mencari pekerjaan lain dan pengalaman baru hehe
Marion Billie (Mantan Bos)
🙂 (tersenyum tipis)
Marion Billie (Mantan Bos)
Jangan merasa tidak enak begitu, Nak. Apapun yang menjadi keputusanmu aku akan mendukungnya. Jika kau membutuhkan sesuatu beritahu aku, hm.
Hara Housthend
Terima kasih banyak, paman 🙂
Kalau begitu aku pamit dulu, sampai jumpa lagi paman (tersenyum lebar sambil melambaikan tangan)
Marion Billie (Mantan Bos)
Sampai jumpa 😊👋👋
Hara berjalan menuju halte yang berada diujung jalan tak jauh dari minimarket. Dia berencana ingin ke Mar'b Cafe tempat Yara bekerja
Setelah turun dia harus jalan lagi sekitar 10 menit dari pemberhentian bus untuk bisa sampai di Mar'b Cafe
Ada beberapa pedagang kaki lima yang menawarkan dagangannya sepanjang Hara berjalan, namun pilihannya ingin membeli es krim strawberry kesukaannya di kedai es yang biasa dia datangi
Hara Housthend
Terima kasih paman 😁
Paman Orin (penjual es)
Sama-sama, Nak. Sudah lama aku tidak melihatmu, kau kemana saja?
Hara Housthend
Aku tinggal di Seattle, paman. Maaf aku tidak berpamitan dengan paman
Paman Orin (penjual es)
Apa sesuatu terjadi padamu nak sampai-sampai kau harus pergi dari London?
Hara Housthend
🙂 tidak terjadi apa-apa paman, aku hanya ingin mencari suasana baru saja
Paman Orin (penjual es)
Kau sudah aku anggap seperti putriku sendiri Hara. Kepergianmu membuatku merasa aku telah melakukan kesalahan terhadapmu, Nak.
Paman Orin (penjual es)
😟 (menunjukkan wajah sendunya)
Hara Housthend
Astaga. Bagaimana bisa paman berpikiran seperti itu 😟 (Hara merasa bersalah)
Hara Housthend
Sekarang aku sudah kembali paman, aku akan sering kemari mengunjungi paman. Jangan bersedih lagi, hm 🙂
Paman Orin (penjual es)
Iya, Nak. Kau memang harus sering kemari. Lain kali datanglah bersama Yara, akan paman berikan es krim special dan gratis untuk kalian 😁
Hara Housthend
Apapun jika gratis gadis itu akan menyetujuinya tanpa berpikir panjang, paman 😄
Hara Housthend
Kalau begitu aku pergi, jaga kesehatanmu. Aku akan ke tempat Yara bekerja.
Paman Orin (penjual es)
Ahh, baiklah nak. Semoga sore harimu menyenangkan nak 🙂
Hara Housthend
Pasti, paman. Sampai jumpa 😊👋👋
Paman Orin (penjual es)
sampai jumpa nak 😊👋👋
Hara begitu menikmati es krim strawberry nya sampai tidak terasa langkah kakinya sudah menapak di pelataran Mar'b Cafe
Gadis itu mengedarkan matanya, dari luar suasana di dalam Mar'b Cafe tampak ramai pengunjung
Hara Housthend
😳 (melebarkan pupil matanya)
Hara Housthend
(Matanya beberapa kali mengerjap karena kini sedang berada di dalam rengkuhan seorang pria)
Hara Housthend
(Itu dada bidang seorang pria. Perlahan dia menegakkan tubuhnya dan mendongak, seketika dia mundur ke belakang dan menelan ludahnya dengan kasar karena mendapat tatapan tajam dari pria itu)
dapat senyum manis dari Hara guys 🤗
Insident
mohon dukungannya untuk karyaku ya guys 🤗
jangan lupa LIKE, COMMENT, SUBSCRIBE, GIFT, dan VOTE nya 🤗
pria itu menegakkan tubuhnya untuk melihat dengan jelas siapa orang yang dengan kurang ajarnya berani menabrak dan menumpahkan sesuatu di jas mahalnya
Hara Housthend
Oh, maafkan saya, Tuan. Saya tidak sengaja. Sungguh. 😟 (menunjukkan tatapan sesal)
Dante Quand
Lancang! Berani sekali kau menatapku! (bentaknya)
Hara Housthend
Mohon maaf jika menatap Anda adalah sebuah kesalahan, Tuan. Sungguh itu tadi tidak di sengaja. 😟 (menunjukkan wajah sesal)
Dante Quand
Tidak di sengaja katamu?
Dante Quand
Kau lihat, karena ulahmu jasku menjadi kotor, Nona. Kau taruh dimana matamu itu?! (bentaknya)
Hara Housthend
Astaga Tuan, bukankah sudah aku bilang hal itu tidak di sengaja. Maafkan saya dan berikan jas Anda, saya akan bertanggung jawab.
Dante Quand
Kau bekerja seumur hidup pun tidak akan mampu menggantikan jas mahalku ini. Apa kau ini sejenis biangnya pembuat masalah? (ketusnya)
Hara Housthend
🤨 (Sombong, batinnya. Tanpa sadar dia merotasikan matanya 🙄)
Dante Quand
Kau! Tidakkah kau diajari sopan santun oleh kedua orang tuamu?
Dante Quand
Kau merotasikan matamu di depanku gadis kecil! (ucapnya penuh penekanan)
Hara Housthend
Lalu, haruskah aku berlutut di kedua kakimu untuk mendapatkan kata'aku sudah memaafkanmu'?
Hara Housthend
(dia menaikkan dagunya menantang pria itu)
Martin Rodney
Jaga sikap Anda, Nona. Tidak seharusnya berlaku–
Dante Quand
(Dante mengangkat sebelah tangannya memberi isyarat pada sang tangan kanan untuk diam di tempat)
Dante Quand
Kau tahu siapa aku?
Hara Housthend
Tukang pemarah (jawabannya dengan santai)
Dante menatap Hara dengan tatapan tajamnya. Gadis ini, menantangnya.
Dari tatapannya terkesan berani tidak memiliki rasa takut sama sekali, tenang, dan penuh perhitungan untuk menghadapi lawan bicaranya.
Hara Housthend
(dia menyipitkan matanya dan tersenyum angkuh membalas tatapan tajam Dante)
Dante Quand
(ini pertama kalinya dia berhadapan dengan gadis seperti Hara, tidak ada raut layaknya memuja, menyukai atau tertarik seperti kebanyakan wanita yang selama ini dia temui)
Hara Housthend
Hara Housthend
Setelah itu Dante masuk ke dalam mobil Royce Rolls Phantom hitam jelaganya. Tatapannya menghunus tajam sebelum meninggalkan kawasan itu dengan senyum meremehkan
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!