"Ning Rong Rong Bajingan! Aku akan membunuhmu! "
Seorang pemuda tiba-tiba saja terbangun dari tempat tidurnya dan berteriak keras memaki seseorang. Dia melihat sekeliling dan menemukan dirinya sedang berada didalam kamar yang tidak dia ketahui entah milik siapa. Kebingungan seketika melanda dirinya.
Beberapa saat kemudian, ditengah kebingungannya. Ingatan yang tidak dia ketahui masuk kedalam kepalanya dengan begitu banyaknya.
Arkkk...
Chu Chen berteriak kesakitan sambil memegang kepalanya dengan kedua tangan. Setelah berlalu sekitar 10 detik, Chu Chen tidak lagi merasa kesakitan. Wajahnya memasang ekspresi sedih.
"Chu Chen! Kehidupanmu sungguh memilukan, dikhianati oleh tunanganmu bahkan dicap sebagai seorang sampah karena penurunan kultivasi yang tidak jelas. ! " Ucapnya. "Karena sekarang aku menjadi dirimu, maka aku akan membantumu untuk balas dendam! " Lanjut Chu Chen. Lalu dia tiba-tiba saja mengeluarkan tawa kecil.
"Aku bahkan tidak menyangka bahwa kau memiliki nama yang sama denganku! " Ucap Chu Chen.
Dikehidupan sebelumnya, Chu Chen dijuluki sebagai Kaisar Api. Dia selalu dipuja dan dihormati oleh semua orang. Namun dia malah dikhianati oleh kekasihnya karena satu harta yang ada ditangannya. Harta tersebut adalah sebuah Pagoda berukuran teko, Pagoda yang disebut sebut memiliki rahasia untuk menembus Ranah tertinggi dalam kultivasi yaitu Ancestor.
Dalam dunia Praktisi! seseorang harus melewati beberapa Ranah untuk meningkatkan kekuatannya hingga tingkat tertinggi. Ranah praktisi terbagi dalam 13 Ranah! Semuanya dimulai dari :
Tempered Body
Earthly Yuan
Heavenly Yuan
Yuan Dan
From Creation
Qi Creation
Foundation Qi
Nirvana
Profound Life
Profound Death
Samsara
Reincarnation
Ancestor
Setiap Ranah juga harus melewati 5 Tahapan! Itu dimulai dari Tahap :
Awal
Rendah
Menengah
Tinggi
Puncak
Chu Chen mendongak keatas, menatap langit-langit dengan mata yang membara. Ekspresi kesedihan diwajahnya tadi perlahan mulai berubah menjadi kegembiraan.
"Dewa masih menolongku! " Ucap Chu Chen. Dia tidak menyangka bahwa dirinya ternyata diberikan kesempatan kedua. Dikehidupan sebelumnya dia dipanggil sebagai Kaisar Api, dikehidupan kali ini pun dia juga akan bertekad untuk mengambil kembali julukannya itu.
"Sebelumnya kau begitu berbakat, tapi mengapa kekuatanmu tiba-tiba saja menurun begitu drastis.! " Chu Chen berkata dengan penasaran.
Dia mulai mengambil posisi lotus, menutup kedua matanya. Memeriksa seluruh kondisi tubuhnya. Dimulai dari tulang-tulangnya, setiap titik meridian nya. 'Semuanya baik-baik saja! Tulangnya bahkan begitu kokoh karena latihan fisik yang terus menerus dia lakukan' Chu Chen membatin.
Kini kesadarannya mulai memeriksa Lautan Dantian nya. semuanya masih baik baik saja tanpa ada masalah sedikitpun. "tapi mengapa kekuatannya menurun drastis dari Tempered Body Tahap Puncak menjadi Tahap Awal?" Gumam Chu Chen. Sungguh sangat membingungkan.
Tiba-tiba saja sebuah cahaya berwarna yang bercampur seperti pelangi menyilaukan matanya didalam Lautan Dantian. Itu tepat diujung Lautan Dantian nya. "Apa itu? " Gumam Chu Chen mengerutkan keningnya. Dengan rasa penasaran yang begitu tinggi, dia mendekati cahaya itu. Setelah berada tepat didepan cahaya itu, Chu Chen terbelalak kaget.
Itu adalah Api Surgawi yang dia kumpulan dikehidupan sebelumnya menjadi satu dan sebuah Pagoda disebelahnya. Api yang membantunya membawa ke puncak dunia Praktisi, bukan puncak! Tapi hampir mencapai puncak sebelum akhirnya dia dikhianati oleh kekasihnya karena Pagoda itu.
"Apa mungkin kedua Harta berharga ini juga ikut bereinkarnasi bersamaku? "Chu Chen kebingungan. " Tunggu dulu, apa karena kedua harta ini kekuatan pemilik tubuh sebelumnya menurun drastis? " Gumam Chu Chen.
Jika benar seperti itu, bukankah hal tersebut sangat tidak masuk akal. Kekuatan pemilik tubuh sebelumnya menurun drastis semenjak 5 tahun yang lalu. Dia saja baru bereinkarnasi.
Entah kenapa perasaan Chu Chen seketika tidak enak, ingatan tentang kekasihnya yang telah mengkhianatinya terlintas begitu saja. Lalu kemudian dia berfikir bahwa dia telah lama mati dan pecahan jiwanya melayang selama ratusan, ribuan, ratusan ribu bahkan jutaan tahun hingga akhirnya memasuki tubuh seorang pemuda yang memiliki nama yang sama dengannya. Jika benar seperti itu, bukankah itu artinya dia tidak akan bisa balas dendam kepada kekasihnya dulu.
Sungguh sangat malang. Tapi meskipun begitu, bagi Chu Chen saat ini hal itu tidak lagi menjadi masalah. Dia akan menjalani kehidupan layaknya Chu Chen saat ini dan menggemparkan seluruh dunia dengan kekuatannya. Dia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama seperti dikehidupan sebelumnya hanya karena seorang wanita.
Bagi Chu Chen saat ini, kekuatan adalah yang terpenting. Dengan adanya Api Surgawi ditambah Pagoda yang tidak dia ketahui kegunaannya, dan ingatan masa lalunya. Meningkatkan kekuatan akan semudah mengangkat batu besar bagi Chu Chen. Dia akan mendapatkan kembali julukannya sebagai Kaisar Api.
Kreeek...
Diluar Lautan Dantian, pintu kamar Chu Chen terbuka. Memperlihatkan seorang wanita cantik dan seorang pria, ekspresi wajah kedua orang itu terlihat sangat khawatir. Wanita itu berlari menuju Chu Chen lalu memegang tangan Chu Chen.
"Chen'er! Apakah kau baik-baik saja? " Kata Wanita tersebut Khawatir.
Wanita itu bertanya dengan air mata yang menetes satu persatu dari matanya. Sedangkan pria yang ada disebelahnya hanya bisa mengusap usap bahu wanita itu. Mereka berdua adalah orang tua Chu Chen, Chu Tan dan Chu Yun.
Chu Chen membuka kedua matanya dengan perlahan. Menatap kedua orang itu sambil memaksakan sebuah senyuman. Meskipun dia sudah tahu siapa kedua orang yang ada didepannya saat ini, dia tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Dikehidupan sebelumnya, dia tidak memiliki siapa siapa. Dia terus berjalan sendirian dijalan dewa hingga akhirnya dipertemukan dengan seorang wanita yang akhirnya juga mengkhianatinya.
Dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari orang tua. Dia sendiri bahkan tidak pernah tahu seperti apa rupa orang tuanya dulu.
Melihat Chu Chen tersenyum, hati Chu Yun terasa dikoyak koyak. Dia mendekap Chu Chen lalu memeluknya dengan derai air mata.
"Chen'er... Ibu minta maaf karena tidak bisa melindungimu! " Ucapnya menangis pilu. Sebelumnya dia pergi menjalankan misi Klan bersama dengan suaminya. Setelah menyelesaikan misi, dia mendapat kabar bahwa putranya bertarung dengan Lie Bei hingga babak belur karena seorang Gadis. Dia bergegas pulang dengan suaminya untuk melihat keadaan putranya.
"Chen'er! Ayah minta maaf, ini semua salah Ayah karena tidak menugaskan seorang pengawal untuk menjagamu! " Chu Tan berkata dengan sedih. Dia merasa gagal menjadi seorang Ayah karena tidak bisa melindungi putranya. Meskipun dia tahu siapa yang membuat putranya babak belur, dia tidak bisa melakukan apa apa kepada orang tersebut.
Hal itu karena Klan Chu saat ini mengalami masalah dengan semua Klan di Kota Atan ini. Kota Atan adalah kota kecil yang ditempati oleh 5 Klan. Klan Ye, Klan Lie, Klan Chu, Klan Wu dan terakhir Klan Lin. Selebihnya hanya warga kota yang datang dan tinggal disana hingga saat ini.
Sebagai kepala keluarga Klan Chu, Chu Tan harus melindungi seluruh anggota klannya! Bukan hanya putranya saja, jika dia balas dendam kepada Lie Bei saat ini untuk putranya. Kemungkinan seluruh Klan di Kota Atan ini akan menghancurkan Klannya.
Saat berada dalam pelukan ibunya, entah kenapa Chu Chen merasakan perasaan yang tidak pernah dia rasakan dikehidupan sebelumnya. Itu adalah perasaan dikhawatirkan oleh orang yang menyayanginya. Perasaan yang begitu tulus ini benar-benar membuat Chu Chen mengeluarkan air mata.
Dia membalas pelukan ibunya dengan erat lalu berkata pelan. "Ibu, Ayah, Chen'er baik-baik saja! Kalian tidak perlu khawatir! " Chu Chen berkata dengan air mata yang menetes satu persatu dari matanya.
Chu Chen mendorong ibunya dengan perlahan, melepas pelukan mereka. "Ibu tidak perlu cemas! Chen'er baik-baik saja! "
Plakkk!
"Dasar bocah nakal! Kekuatan Lie Bei lebih tinggi 2 Tahap darimu. Kau malah dengan berani bertarung dengannya! " Chu Tan memukul kepala Chu Chen pelan. Itu adalah tanda bahwa dia sangat mengkhawatirkan putranya itu.
Kekuatan Lie Bei berada di Tempered Body Tahap Menengah, sedangkan Chu Chen saat ini berada di Tahap Awal. Perbedaan kekuatan mereka jelas terpaut begitu jauh.
"Ayahmu benar! Kau tidak perlu memikirkan Ye Zhuxin lagi. Suatu saat nanti, kau pasti akan mendapatkan seorang Gadis yang baik dan lebih cantik darinya! " Ibu Chu Chen menambahkan.
Ye Zhuxin adalah tunangan Chu Chen sebelumnya. Lima tahun lalu, Chu Chen dijuluki sebagai pemuda paling berbakat di kota Atan. Bahkan semua orang dan semua Klan di Kota Atan menghormati Chu Chen dan Klan Chu. Saat itu panggilan Chu Chen masihlah Tuan Muda Chen.
Bahkan Chu Chen dan Ye Zhuxin sudah melakukan kontrak pernikahan 2 tahun sebelum Kekuatan Chu Chen menurun dengan drastis.
Kejadian Itu adalah saat malam hari, saat itu Chu Chen yang sedang berlatih dibawah sinar rembulan.
Kedua matanya tertutup saat dalam posisi lotus, namun tiba-tiba saja Chu Chen jatuh pingsan dah dibawa ke kamarnya. Saat sudah siuman, Chu Chen menyadari bahwa kekuatannya telah turun dari Ranah Tempered Body Tahap Puncak ke Tahap Awal. Berita itu dengan cepat menyebar keseluruh kota.
Semua orang dan seluruh Klan yang sebelumnya menghormati Chu Chen dan Klan Chu berbalik memandang rendah Chu Chen beserta anggota Klan Chu. Panggilan yang awalnya Tuan Muda Chen berganti menjadi Tuan Muda sampah dalam satu waktu.
Chu Chen tersenyum sambil menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal lalu menatap kedua orang tuanya silih berganti dan berkata dengan percaya diri.
"Ayah, ibu, kalian berdua tidak perlu Khawatir! " Ucap Chu Chen sekali lagi. Dia mengangkat tangannya, lalu menunjuk langit-langit, menatap ayah dan ibunya. Mata Chu Chen saat ini benar-benar terlihat sangat membara. " Mulai saat ini! Aku! Chu Chen! Akan membawa nama Klan Chu ke puncak Dunia Praktisi ini! Aku bersumpah atas nama langit dan dewa! "
"Ayah, ibu, kalian berdua tidak perlu Khawatir! " Ucap Chu Chen, dia mengangkat tangannya lalu menunjuk langit-langit, menatap ayah dan ibunya. Mata Chu Chen saat ini benar-benar terlihat sangat membara. " Mulai saat ini! Aku! Chu Chen! Akan membawa nama Klan Chu ke puncak Dunia Praktisi ini! Aku bersumpah atas nama langit dan dewa! " Kata Chu Chen bersumpah.
Jgerrr...
Suara gemuruh petir terdengar begitu kencang hingga memekakkan telinga. Seluruh anggota Klan Chu yang tengah berlatih dihalaman Klan pun mendongak keatas, memandang langit yang terlihat biasa saja tapi mengeluarkan gemuruh petir yang sangat kencang.
Chu Tan dan Chu Yun menatap langit-langit kamar Chu Chen lalu memandang satu sama lain dan kembali menatap putra mereka.
Ha-ha-ha
Tawa kecil keluar dari mulut mereka berdua, membuat Chu Chen kebingungan entah apa yang mereka tertawakan. "Anak baik! Ayah yakin kau pasti bisa melakukannya! " Chu Tan berkata sambil memegang bahu Chu Chen.
Chu Chen mengangguk pelan sebelum akhirnya berkata. "Ayah, apakah di Klan kita ada bahan-bahan untuk membuat pil? "Chu Chen bertanya dengan spontan.
Pertanyaan Chu Chen ini tentu saja membingungkan kedua orang tuanya. Mengapa putra mereka tiba-tiba saja menanyakan hal itu? Apa mungkin putra mereka telah berlatih menjadi seorang Alchemist?
"Chen'er, mengapa kau bertanya soal itu? Apakah selama ini kau telah berlatih membuat pil ? " Chu Tan bertanya dengan penasaran. Hal itu bisa saja masuk akal, selama ini kekuatan putranya tidak pernah mengalami peningkatan. Berlatih pil adalah satu-satunya cara agar mengembalikan nama baiknya beserta nama baik Klan.
Chu Chen seketika tersadar bahwa saat ini dia bukanlah Chu Chen yang dulu. Dikehidupan sebelumnya dia juga adalah seorang Alchemist dan dijuluki sebagai Raja Pil. Sedangkan dikehidupan barunya ini, dia hanyalah Tuan Muda sampah yang tidak lagi bisa berlatih kecuali berlatih Fisik.
Jadi sangat tidak masuk akal jika dia bertanya dengan tiba-tiba tentang bahan-bahan untuk membuat pil. Chu Chen melambai-lambaikan tangannya. "Bu.. Bukan seperti itu Ayah, ibu! Sebenarnya aku juga ingin mencoba untuk membuat pil! Mana tahu jika aku benar-benar tidak bisa ber kultivasi lagi, aku bisa menjadi seorang alchemist! " Ucap Chu Chen.
Chu Tan merenung sejenak sebelum akhirnya berkata. "Ada benarnya juga! Sayangnya Klan kita tidak memiliki bahan-bahan untuk membuat pil, tapi Asosiasi Alchemist pasti ada! "
Asosiasi Alchemist adalah tempat yang biasa digunakan oleh seorang alchemist untuk membuat pil. Jadi sangat mungkin kalau Asosiasi Alchemist memiliki semua bahan untuk membuat pil. Di kota Atan, Asosiasi Alchemist ini berdiri sendiri tanpa memandang status atau latarbelakang seseorang.
Namun mereka sangat menjunjung tinggi kekuatan. begini. Asosiasi Alchemist sangat disegani oleh semua orang bahkan seluruh Klan di kota Atan. Kekuatan Asosiasi Alchemist ini sangat misterius, mereka tidak memandang status orang dibawah mereka seperti orang-orang di Kota Atan. Yang artinya kekuatan dibalik Asosiasi alchemist ini sangat tinggi dibandingkan dengan seluruh Klan di kota Atan.
Namun jika seseorang yang tidak berasal dari Kota Atan dan memiliki latar belakang yang tinggi, maka maaf sudah. Mereka akan memandang rendah seluruh orang di kota Atan ini tanpa pandang bulu. Itulah maksud dari mereka sangat menjunjung tinggi kekuatan. Mereka tidak akan menyinggung orang yang memiliki latarbelakang yang menakutkan.
Chu Chen merenung sejenak. Ingatan tentang pil dikehidupan sebelumnya terlintas dikepalanya. 'Itu dia, pil pengumpul Qi! Aku perlu memasuki Tahap Rendah terlebih dahulu! "Gumam Chu Chen pelan.
Dia memandang kedua orang tuanya lalu turun dari tempat tidurnya. Sebelum pergi, dia memeluk kedua orang tuanya lalu berlalu pergi dari sana, berjalan keluar menuju pintu kamarnya. Meninggalkan kedua orang tuanya yang saat ini sedang tersenyum bahagia.
Putra mereka yang sebelumnya selalu merenung sendirian dan berlatih secara diam diam kini telah kembali ceria. Chu Chen bahkan terlihat begitu bahagia dari sebelumnya.
Dihalaman Klan Chu
Chu Chen berjalan dengan santai, memandang semua anggota Klan dengan ceria. " Kalian teruslah berlatih! " Chu Chen berkata dengan gembira.
Salah satu anggota Klan kebingungan dengan tingkah Chu Chen. "Tuan Muda! Tidak biasanya anda bahagia seperti ini? Apakah ada sesuatu yang menyenangkan? " Anggota Klan itu bertanya dengan penasaran.
Note : Meskipun Chu Chen dihina oleh semua orang di kota Atan, tapi anggota Klan Chu tetap mendukungnya. Seluruh anggota Klan Chu tidak ada yang menghina Chu Chen, mereka akan menyemangati Chu Chen disaat Chu Chen selalu merasa terpuruk. Itulah hebatnya Klan Chu, mereka tidak akan meninggalkan anggota Klan mereka yang sudah terpuruk.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!