seorang wanita yang menguntungkan seragam operasi keluar dari ruang operasi dan menghampiri keluarga pasien.
"dok bagaimana keadaan ayah saya??"ucap keluarga pasien itu.
"Puji Tuhan, operasi nya lancar.pasien akan di pindahkan ke ruang rawat inap,setelah tiga hari saya rasa pasien sudah sadar dari komanya"ucap wanita itu.
"hiks terimakasih dok, terimakasih"ucap keluarga pasien yang menangis penuh haru.
"sama-sama,kalau begitu saya permisi dulu"ucap wanita itu tersenyum ramah.
wanita itu berjalan ke ruangannya dan melepas seragam operasi nya.
"huff,perut ku sudah keroncongan"gumamnya.
Tok
Tok
Cklek.
"widih,udah kelas van operasinya??"ucap seorang dokter wanita yang masuk ke ruangannya.
"kagak na,nih lagi bobo"ucap dokter wanita cantik yang bernama Vanessa itu kepada dokter yang masuk tadi bernama ivana.
"hahaha,lapar gak??"ucap dokter ivana.
"lapar dong, cacing-cacing ku malahan udah nge-DJ"ucap Vanessa.
"yaudah ayok ke kantin"ucap Ivana.
"kamu yang traktir yah"ucap Vanessa.
"enak benar kamu ngomong,aku itu banyak tanggungan.tuh,dua adek ku gimana kuliahnya kalo traktirin anak sultan kek kamu"ucap ivana.
Vanessa Althea Christy Walker putri dari Raksa Daviandra Walker dan Viktoria Letizia,keluarga Walker yang memiliki perusahaan batubara terbesar di negara itu.
sekarang perusahaan batubara itu di jalankan oleh kakaknya yang bernama Rayyan.sedangkan Vanessa sendiri tidak ingin menjadi pengusaha,ia lebih tertarik menjadi dokter bedah.
"idih GK kek gitu juga kali,udah yok ke kantin"ucap Vanessa.
lalu keduanya berjalan menuju ke kantin rumah sakit.
"heh,van"ucap ivana.
"Hem??"ucap Vanessa sambil menekan tombol lift menuju lantai bawah.
"ko Rayyan kapan pulang dari luar negeri??"ucap ivana.
"katanya sih tahun depan,kenapa??kamu mau ngemban Koko ku??"ucap Vanessa.
"ehem,siapa sih yang gak suka cowok ganteng kek Koko Rayyan"ucap ivana.
"huff,lalu kamu apain entar pacar mu sekarang.gak mau lah Koko ku malah di duain Ama kamu"ucap Vanessa.
"ahh kan lagi seleksi calon suami van"ucap Ivana.
"huff,serah lah kau"ucap Vanessa lalu keluar dari lift saat lift sudah sampai di lantai dasar.
"ck,lagi kamu yah,kenapa sih kagak nyari pacar??"ucap ivana.
Sejenak Vanessa terdiam lalu kemudian menghela napas dan tersenyum kepada ivana.
"daripada aku mencari pacar lebih baik aku melihat organ dalam manusia,yahh untung sih cuci mata sambil membayangkan betapa kayanya aku setelah aku jual organ-organ itu.bercanda hahaha"ucap Vanessa.
"hiii,kamu bikin merinding aja van.takut organ ku yang kamu incar"ucap ivana.
Sesampainya di kantin keduanya membeli makanan.
"Bu,saya pesan nasi putih sama SOP ayam nya buk"ucap Vanessa kepada ibu kantin.
"siap buk dokter"ucap ibu kantin.
"kalau saya,nasi rendang aja yah Bu"ucap ivana.
"siap"
Setelah beberapa menit akhirnya pesanan mereka akhirnya selesai.
"terimakasih ibu,semoga hari ibu selalu bahagia"ucap Vanessa.
"amin"ucap ibu kantin.
setelah itu keduanya mengedarkan pandangan mereka untuk mencari tempat duduk dan melihat 2 wanita melambaikan tangan mereka kepada Vanessa dan ivana.
"noh dua curut udah manggil kita aja"ucap ivana.
"ayok ke sana"ucap Vanessa.
"udah lama Mey,cin??"ucap Vanessa.
"baru kok"ucap dua dokter cantik yang bernama Cindy dan Amelia.
Lalu mereka mulai makan siang bersama.
"ey kalian sore ini masih ada tugas gak??"ucap Amelia si dokter spesialis umum yang kerap di sapa Amey.
"emm aku sih gak ada tugas kalo sore ini"ucap ivana.
"kalau kalian van,cin??"ucap Amelia.
"kalau tidak salah aku harus mengoperasi 2 pasien bersama Cindy setelah ini,kemungkinan jam 5an operasi selesai"ucap Vanessa sedangkan Cindy mengangguk kepalanya membenarkan kata Vanessa.
"emang kenapa sih??"ucap Cindy.
"rencananya aku mau ngajak kalian ke mall hitung-hitung lah lama gak nge-mall"ucap Amelia.
"tapi Lo yang traktir??"ucap ivana.
"hehe iya,entar aku yang traktir,soalnya kemarin aku baru jadian"ucap Amelia.
"ehhh??cowok mana lagi yang kamu emban mey??"ucap Ivana.
"itu loh, atlet takraw"ucap Amelia.
"selain ganteng full dia juga romantis banget,daripada nungguin Koko Rayyan yang gak di serahin oleh Vanessa lebih baik ngemban atlet takraw"ucap Amelia.
"eehh btw di antara kita yang jomblo berarti cuman Vanessa dong"ucap Cindy.
Uhuk
Uhuk
"uhuk ka-kalian mengejek ku yah??!"ucap Vanessa.
"makanya van,kamu cari dong pacar.kalau gak terima aja dokter Ezra yang tampan tuh"ucap Amelia.
"benar van, jangan-jangan kamu gak move on dari laki-laki kampret itu??"ucap Cindy.
"haha udahlah.buat apa aku masih mengharapkan laki-laki sepertinya.aku cuman gak mau nyari pasangan lagipula kalau mau memelihara cowo ganteng,aku udah punya papa dan Koko yang tampan kok"ucap Vanessa tersenyum.
Sedangkan ivana terdiam mengamati wajah Vanessa yang tersenyum,ivana tau bahwa senyuman itu di paksakan
"udah,jam istirahat mau habis nih.buruan habisin makanan kita"ucap ivana.
******
setelah selesai makan siang mereka kembali menjalankan tugas mereka masing-masing.
Kini Vanessa dan Cindy berada di dalam ruang operasi.
Vanessa mulai duduk di kursi sebagai pemimpin operasi dan Cindy sebagai asistennya.
-
-
-
4 jam di lalui sampai akhirnya operasi untuk pasien ke dua sudah selesai.
"pindahkan pasien ke ruang rawat inap,dan terimakasih atas kerjasama nya,kerja bagus yang luar biasa"puji Vanessa.
Vanessa membuka sarung tangannya dan mencucinya ke ruangan cuci tangan.
"van,kamu gak nyusul mereka Amey??"ucap Cindy yang juga mencuci tangan di samping Vanessa.
"gak deh.yang ada aku remuk redam di ajak sama tu dia curut keliling mall"ucap Vanessa.
"hahaha benar juga yah"ucap Cindy.
"ayo keluar,kita ketemu dengan keluarga pasien"ucap Vanessa.
"okey"ucap Cindy.
-
-
-
Vanessa berganti baju di ruangannya setelah membicarakan Kondisi pasien dengan keluarga pasien.
Vanessa menatap ke arah jam digitalnya yang di letakan di atas meja,jam sudah menunjukkan jam 15.47 wib.
"huff,besok ada jadwal pemeriksaan yah,baiklah aku akan pulang"ucap Vanessa lalu meletakkan kembali jadwal di atas meja kemudian mengambil tas nya.
Vanessa berjalan menyusuri koridor rumah sakit sambil sesekali menyapa dan menyemangati suster dan dokter yang lewat.
"sore dokter Vanessa"sapa para suster.
"sore,tetap semangat yah,ingat gaji akan selalu menunggu"ucap Vanessa sambil tersenyum.
"siap dok, hati-hati di jalan"ucap mereka.
"okey"
Vanessa keluar dari lobi rumah sakit dan berjalan menuju parkiran namun,sebelum sampai parkiran ia mendengar suara isakan tangis dari taman yang tak jauh dari parkiran.
"eng?siapa yang nangis"ucap Vanessa lalu kemudian mencari sumber suara tangisan itu.
TBC(to be continued\=bersambung yah bukan batuk TBC 😅)
Vanessa keluar dari lobby rumah sakit dan berjalan menuju parkiran namun,sebelum sampai parkiran ia mendengar suara isakan tangis dari taman yang tak jauh dari parkiran.
"eng?siapa yang nangis"ucap Vanessa lalu kemudian mencari sumber suara tangisan itu.
Vanessa melihat seorang anak laki-laki berusia 5 tahunan mengunakan baju pasien rumah sakit,menangis dan meringkuk di dekat pohon.
"ck,aku kok merinding mana udah sore nih,itu beneran manusia apa kagak yah?"gumam Vanessa lalu ingin kembali ke mobil.
"ck,tapi kalo itu beneran anak kecil yang tersesat gimana,kasihan kan?kayaknya dia pasien di sini"ucap Vanessa.
Akhirnya Vanessa mendekati anak itu karena merasa kasihan.
"hello"sapa Vanessa.
"hiks dokter,huhu aku takut"ucap anak itu lalu memeluk Vanessa dan dapat Vanessa rasakan tubuh anak itu bergemetar ketakutan.
"us uss kenapa adek ada di sini hum??orang tua mu mana??"ucap Vanessa sambil mengelus-elus punggung anak itu.
"hiks,aku tersesat hiks,aku gak tau dimana Daddy"ucap anak itu.
"okey,okey.sudah dong jangan nangis lagi yah.aman kok sama kakak"ucap Vanessa.
"yaudah ayok kakak temanin adek kembali ke kamar adek yah"ucap Vanessa.
"emang bisa kak dokter??"ucap anak itu.
"bisa kok"ucap Vanessa lalu mengendong anak itu menuju masuk ke rumah sakit.
"nama adek siapa??"ucap Vanessa.
"Rafa"ucap anak itu.
"Rafa aja??"ucap Vanessa.
"umm,Rafayel Dewandaru .H"ucap Rafa.
"permisi sus,saya bisa minta tolong gak??"ucap Vanessa kepada suster itu.
"ehh dokter Vanessa,loh anak siap toh itu dok??"ucap suster.
"anak orang lah,masa iya anak aku.coba saya minta data tentang Rafayel Dewandaru.H"ucap Vanessa.
"ahh sebentar yah dok"ucap suster itu lalu mencari daftar nama pasien yang bernama Rafayel Dewandaru .H.
Tak berselang lama suster memberikan selembar informasi tentang Rafa.
"kamar VIIP no 2 yah, usia 5 tahun,eng jantung??"cicit Vanessa.
"sayang,kamu sakit yah?"ucap Vanessa basa basi.
"hung,Rafa sering sakit di sini.daddy bawa Rafa ke rumah sakit terus tapi Rafa GK sembuh-sembuh.makanya Rafa kabur diam-diam.tapi,malah tersesat"ucap Rafa.
"sekarang dada Rafa sakit gak??"ucap Vanessa.
Rafa menggelengkan kepalanya.
"tadi sakit,tapi sekarang gak sakit gara-gara ketemu kakak dokter yang cantik"ucap Rafa.
"haha bisa aja,lain kali kamu gak boleh kabur-kaburan kek gitu.apalagi Rafa kan masih sakit.nanti kan mommy dan Daddy nya sedih"ucap Vanessa.
Tiba-tiba wajah Rafa terlihat murung saat mendengar kata-kata Vanessa.
"waduh,aku salah ngomong kali yah??" batin Vanessa.
"eemm yasudah ayok kita ke kamar Rafa yah"ucap Vanessa.
"terimakasih atas bantuannya sus,saya ke atas dulu yah"ucap Vanessa.
"iya dok"ucap suster.
Vanessa dan Rafa menunggu lift terbuka,saat terbuka Vanessa terkejut saat melihat 2 orang pria yang satunya ia sangat kenali.
Flashback on
saat upacara kelulusan seorang siswi menghampiri seorang siswa laki-laki yang juga berjalan mendekatinya.
"sayang, akhirnya kita lulus.loh kok baju kamu gak ada yang mau tandatangan sih??"ucap Vanessa
"aku cuman mau tandatangan mu di baju ku"ucap siswa itu sambil memberikan spidol kepada Vanessa.
"haha,dasar Si Alaric yang manja"ucap Vanessa lalu memberi tandatangan di seragam putih Alaric.
"hum aku manja kepunyaan mu"ucap Alaric.
"besok aku akan pergi ke jerman"ucap Alaric setelah terdiam.
"hum,gkpp kok,kamu mengejar impian mu dana aku mengejar impian ku. Saat kita bertemu nanti kita saling melengkapi"ucap Vanessa sambil berkaca-kaca.
"tapi kok kamu nangis?"ucap Alaric sambil menghapus air mata Vanessa.
"hiks kalau di tanya aku marah atau gk,yah jelas lah aku marah kamu pergi jauh dari aku.tapi hiks aku menghargai keputusan mu dan keluarga mu"ucap Vanessa.
-
-
-
Beberapa bulan keduanya menjalan kan LDR tapi tiba-tiba pada bulan ke 4 Alaric tiba-tiba mengirim pesan kepada Vanessa.
"maaf sayang, sepertinya aku gak bisa kek gini terus.bagaimana kalau kita hentikan hubungan ini?aku di kehidupan ku dan kamu di kehidupan mu.jika jodoh kita bisa bertemu seperti janji kita"
Saat membaca pesan itu Vanessa merasa sangat kecewa dan menelpon Alaric namun di luar dugaan ternyata Alaric sudah memblokir no Vanessa.
Flashback off
Pria yang dulu pernah Vanessa cinta kini berdiri tegap di depannya,pria yang juga memutuskan hubungan mereka dan menghilang tanpa kabar dan penjelasan.
Ingin bibir Vanessa menggumamkan nama pria di depannya itu namun Rafa terlebih dahulu bersuara.
"Daddy"ucap Rafa yang membuat dunia Vanessa seakan-akan runtuh.
"jadi itu alasannya meninggalkan aku dulu,ternyata dia memiliki wanita lain" batin Vanessa.
Pria itu bernama Alaric Zayne Fairel Harrison,seorang pengusaha sukses dan juga merupakan mantan kekasih Vanessa.
Alaric mendekati Vanessa lalu Rafa merentangkan tangannya kepada Alaric.
"kamu dari mana saja hum?? Daddy khawatir loh"ucap Alaric.
Mendengar kata-kata itu hati Vanessa semakin tercubit dengan kenyataan itu.
"Rafa tadi tersesat dad,untung ada kakak dokter cantik yang nolongin Rafa"ucap Rafa.
Alaric menatap Vanessa cukup lama lalu kemudian tersenyum kecil.
"terimakasih sudah menolong anak saya, Richard berikan dia kartu"ucap Alaric kepada sekretaris nya.
Richard mengeluarkan sebuah kartu berwarna hitam dan memberikannya kepada Vanessa.
Vanessa terdiam dan melihat kartu di tangannya.
"di dalam kartu itu ada 2M,kalau kurang kamu bisa meminta nya dari ku"ucap Alaric.
"Alaric"gumam Vanessa.
"ah tidak,Tuan Alaric.terimakasih atas kartu yang telah di berikan pada saya"ucap Vanessa tersenyum sambil menunjuk kartu yang ia pegang.
"tapi sayang aku tidak memerlukannya"ucap Vanessa lalu menjatuhkan kartu itu ke lantai.
"tuan,ini bukan lah cara yang tepat bagi orang kaya untuk menunjukkan rasa terimakasih nya"ucap Vanessa lalu pergi dari sana sebelum air matanya jatuh.
Sedangkan Alaric ia melihat kepergian Vanessa dan kemudian mengalihkan tatapannya pada kartu hitam yang Vanessa buang.
"Daddy,apa kakak dokter marah??"ucap Rafa.
"tidak usah di pikirkan.ayo kembali"ucap Alaric.
TBC
Flashback on
Beberapa saat yang lalu Alaric baru datang dan terkejut mendapati ruang Rafa kosong.
"dimana Rafa??!"ucapnya lalu ia memanggil dokter dan suster yang di tugaskan menjaga anaknya.
"maaf tuan,tadi kami di suruh tuan kecil untuk mengambil susu dan juga cemilan"ucap para dokter dan suster.
"dasar bodoh!!kalau terjadi apa-apa dengan Rafa,kalian akan menerima akibatnya"ucap Alaric marah.
"Richard ikut aku,periksa cctv di rumah sakit ini"ucap Alaric.
Lalu mereka menuju ke ruangan cctv dan mendapati rekaman Rafa yang berada di taman,tanpa menonton terlalu lama Alaric lansung pergi menuju lantai dasar.
Namun,saat lift berhenti dan terbuka Alaric terkejut melihat seorang wanita cantik yang sangat ia kenal.
wanita itu bersama dengan Rafa.
"Vanessa" batin Alaric.
Tatapan keduanya sama-sama terkunci satu sama lain.
Ingin sekali Alaric memeluk wanita di depannya,wanita yang pernah mengisi hari-hari nya dengan indah.namun Alaric mengingatkan dirinya bahwa mereka sudah tidak bersatu.Alaric mendekat lalu mengambil Rafa dari gendongan Vanessa.
Dan bersikap seolah-olah ia orang asing.
Flashback off
"Daddy,apa kamu memikirkan kakak dokter??"ucap Rafa kepada Alaric.
"ah,no.daddy hanya sedang memikirkan pekerjaan"ucap Alaric.
"ah ya,apa saja yang di katakan oleh kakak dokter tadi hum?"ucap Alaric.
"kakak dokter menasehati ku agar tidak membuat Daddy dan mommy khawatir,dad dimana mommy kenapa hanya Rafa yang gak punya mommy??"ucap Rafa .
"Rafa,ini sudah sore.lebih baik kamu beristirahat dulu"ucap Alaric.
"hiks hiks Daddy selalu saja seperti ini.daddy jahat huhuhu"ucap Rafa menangis.
Tak berselang lama entah mengapa napas Rafa terasa berat,Rafa menangis sambil memukul dadanya.
"RAFA!!"ucap Alaric.
Lalu dengan cepat Alaric membunyikan alarm pemanggil tenaga kesehatan.
Tak berselang lama dokter dan suster datang.
"cepat tolong anak ku"ucap Alaric.
Alaric memberi ruang untuk para dokter menangani Rafa,sedangkan Alaric memijit pangkal hidungnya mengurangi rasa cemasnya.
********
sedangkan Vanessa setalah sesampainya di rumah ia langsung masuk ke dalam rumah.
"Vanessa mama udah......ehh"mama Letizia terkejut saat putrinya yang biasanya periang malah melewatinya begitu saja.
"Vanessa tadi kenapa yah??keknya nangis deh"gumam mama Letizia lalu menyusul Vanessa ke lantai atas.
"Lo ma,tadi papa dengar suara mobilnya Vanessa,mana orangnya??biasanya dia berteriak minta makan tuh"ucap papa Raksa.
"gak tau pah.tadi Vanessa aja ngacangin mama.tapi keknya Vanessa nangis deh pah"ucap mama Letizia.
"yaudah mama mau cek keadaan Vanessa dulu yah"ucap mama Letizia
-
-
Vanessa Langsung masuk ke kamarnya dan mengunci kamarnya.
Vanessa bersandar di pintu kamarnya dan merosot ke lantai,isakan tangisnya semakin menjadi.
"hiks itu jawaban mu Al,kenapa kamu gak bilang bahwa kamu hiks gak cinta sama aku hiks"ucap Vanessa menangis tersedu-sedu.
"dan apa lagi,dia seolah-olah menganggap ku orang asing hiks"ucap Vanessa.
"aku membenci mu Al"ucap Vanessa lalu menelungkup wajahnya di lipatan tangannya.
Tok
Tok
"Van,ini mama.buka pintunya sayang mama mau bicara sama kamu nak"ucap mama Letizia.
"van,pundak mama dan papa ada untuk kamu, jangan kamu simpan sayang"ucap mama Letizia.
Tak berselang lama Vanessa membuka pintunya.
"ada apa toh anak mama kok nangis-nangis??"ucap mama Letizia sambil menghapus air mata Vanessa.
Vanessa tersenyum sambil memegangi tangan mama Letizia yang menghapus air matanya.
"maafin Vanessa yang membuat mama dan papa khawatir.vanessa nangis gara-gara di ajak nonton Drakor sama Cindy pas abis selesai operasi tadi.mana alurnya sedih,perut Vanessa malah keroncongan"ucap Vanessa berbohong.
"kamu yakin sayang??"ucap mama Letizia yang tidak percaya.
"hum,yakin ma.udah ayok makan perut Vanessa lapar loh"ucap Vanessa.
"yasudah ayok sayang, papa kamu udah nungguin"ucap mama Letizia yang terpaksa percaya dengan apa yang di katakan oleh putrinya itu.
*********
keesokan harinya Vanessa bangun saat alarmnya berbunyi.
Semalam ia kembali mengisi nasibnya sampai kini matanya terlihat bengkak.
"huff Vanessa mulai saat ini kamu harus move on dari laki-laki seperti dia dan mulai hari ini kamu harus menjalani tugas mu sebagai dokter jomblo abadi"ucap Vanessa.
setelah memberikan kata-kata motivasi untuk dirinya Vanessa pergi membersihkan diri dan merias wajahnya agar tidak ketahuan ia menangis semalam.
Setelah itu ia turun ke lantai bawah untuk sarapan bersama papa dan mamanya.
-
-
-
Vanessa keluar dari mobilnya saat selesai memarkirkan mobilnya di parkiran khusus pegawai rumah sakit.
"dokter Vanessa selamat pagi"ucap Seorang dokter pria yang menghampiri Vanessa saat baru keluar dari mobilnya.
"ah selamat pagi dokter Ezra, bagaimana kunjungannya ke kota Z?"ucap Vanessa.
"berjalan lancar"ucap dokter Ezra.
"emm Vanessa itu mata mu agak bengkak yah,kamu habis nangis??"ucap dokter Ezra.
"eehh kelihatan yah dok??"ucap Vanessa.
"lumayan,cuman agak ketutup sama riasan kamu"ucap dokter Ezra.
"huff mampuslah aku,pantas tadi mama ngeliatin aku terus"gumam Vanessa.
"emang kamu nangis kenapa?"ucap dokter tampan itu.
"ahh gara-gara nonton Drakor hehe"ucap Vanessa.
"yasudah dok,saya duluan yah.soalnya ada jadwal pemeriksaan pasien hari ini"ucap Vanessa.
"ehh iya,makan siang nanti mau barengan??"ucap dokter Ezra.
"aku tidak janji,tapi kalau semua pekerjaan ku selesai aku akan datang"ucap Vanessa.
Vanessa berjalan menuju ke ruangannya dan baru saja ia duduk di kursinya tiba-tiba seorang suster masuk tanpa mengetuk pintu.
"suster Selin,ada apa??"ucap Vanessa.
"dokter,ada pasien yang mengidap penyakit jantung.kalau tidak salah hari ini dokter memeriksanya tapi anak itu kini kritis dok,beberapa dokter sedang menanganinya"ucap suster Selin.
"ehh,baiklah ayo pergi"ucap Vanessa lalu mengikuti kemana arah suster Selin membawanya.
Namun Vanessa terdiam sejenak saat suster Selin mengajaknya masuk ke dalam ruangan rawat inap yang ia tau siap pasien di dalamnya.
Vanessa terdiam dan merebut papan yang memuat indentitas pasien dan benar saja jadwal pemeriksaan pertama atas nama Rafayel Dewandaru.
Vanessa melirik di mana Alaric yang memijat pangkal hidungnya yang menjadi kebiasaannya saat ia khawatir dan bingung.
Vanessa kembali menatap ke arah Rafa yang terlihat pucat.
Vanessa tidak tega,ia menghela nafas lalu kemudian masuk ke dalam ruang rawat itu.
"dokter Vanessa, anda sudah datang"ucap dokter yang menangani.
"terimakasih sudah menghandle nya,ceritakan kejadiannya dokter Faris"ucap Vanessa lalu dengan cepat menangani Rafa.
"tadi malam Pasien sempat kumat dan di tangani tapi pagi ini pasien kembali merasa sakit pada jantungnya"ucap dokter Faris.
TBC
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!