NovelToon NovelToon

Pangeran Genderuwo Ku

1.TRIA AYU NINGSIH

  Tria ayu ningsih dia adalah seorang gadis yang cantik dengan kedua lesung pipit di pipi nya, selain cantik dia juga termasuk anak yang pintar di sekolah nya karna dia selalu mendapat kan peringkat satu di kelas nya. Ayu tinggal bedua dengan ibu nya yang bernama ibu dewi, sedang kan ayah nya dia tidak tau di mana,setiap tria bertanya kepada ibu nya dimana ayah nya ibu nya akan marah kepada nya sambil menangis. jadi tria tidak pernah tau dimana ayah nya, apakah msih hidup atau sudah meninggal.

"kamu udah bangun nak?" ucap buk dewi saat melihat anak semata wayang nya sedang membuat adonan donat untuk di jual kewarung-warung yang ada di dekat dia tinggal dan juga kantin sekolah nya.

"udah bun, bunda kok udah bangun?. udah ku bilang kan biar aku yang buat donat nya jdi bunda bisa istirahat yang cukup"ucap tria kepada ibu nya. Tapi ibu nya hanya tersenyum sambil membelai rambut tria anak kesayangan nya itu.kehidupan mereka memang sangat sangat susah sehingga tria harus membantu keuangan keluarga nya dengan berjualan donat karna dia tau jika cuman menghandal kan gaji ibu nya yang berkerja di sawah orang tidak dapat memenuhi kebutuhan nya sehari-hari mereka. ibu tria hanya seorang buruh tani yang berkerja di sawah juragan anton orang yang cukup kaya di kampung mereka.

Jam sudah Menunjukan jam setengah 5 pagi, tria segera mandi dan melaksanakan solat subuh dia tidak pernah meninggal kan kewajiban 5 waktu nya. setelah solat tria kembali lagi kedapur untuk membantu ibu nya memasukan donat kedalam tempat untuk di jual ke warung dan kantin sekolah. setelah semua donat siap di kemas tria bergegas memakai seram sekolah nya.

jam 6 pagi tria begegas membawa donat2 nya dan meletakan nya di belakang sepeda nya.dia akan menitip kan kewarung dan akan langsung ke sekolah. "Bunda tria pergi dulu ya"ucap tria sambil mencium tangan ibu nya.

"Ok hati2 yang sayang" ucap ibu nya tria dia juga ingin siap2 untuk berangkat berkerja. setelah semua donat nya sudah dititipkan di warung2 tria bergegas mengayuh sepeda nya ke sekolah. "Buk ini donat nya aku tarok di atas meja ya buk" ucap tria kepada ibu kantin sekolah nya. "Ok,berpa semua jumlah donat nya neng?" ucap ibu kantin " 50 buah buk, kan kemaren ibu minta tambah 20buah lagi." ucap tria. " ya soal nya donat kamu enak jadi anak2 banyak yang gak kebagian" ucap ibu kantin memuji donat buatan tria.

Tria hanya tersenyum dan langsung berjalan kelasan nya, sesampai nya di kelas tria langsung duduk di kursi nya sambil melihat tugas nya apakah sudah lengkap semua. "WOI Brukkk", "Kadal beranak buaya"ucap tria sambil memegang dada nya karna kaget.

" hahahahahaha sakit perut gue, kadal beranak buaya hahahaha, "ucap sesorang sambil memegang perut nya karna sakit oleh terlalu banyak ketawa. tria segera mengambil buku nya dan memukul kan kepada seseorang yang sudah membuat jantung nya hampir saja copot. "aduh sakit2 ampun2 udah gue minta maaf " ucap seseorang itu masih disela tertawa nya.

" Pinjam PR do besti " ucap sesorang itu sambil duduk di sebelah tria. " udah ku tebak pasti nyontek lagi, ni cepatan salin sebelum bel bunyi " ucap tria memberikan buku nya. " makasi sayang ku, kamu lah Penyelamat hidup ku,," ucap seorang itu sambil menyalin semua nya kebuku tugas nya.

" mangka nya kalau sekolah gak usah cabut, mau jadi apa kamu kalau terus nyontek dan Bolos" ucap tria menasehati orang itu.

" mau jdi mafia kelas kakap biar semua orang takut pada ku" ucap orang itu. Tria hanya geleng2 mendengar jawabaan itu setiap saat. "Pipi bisa gak sih kaki nya itu gak usah di naikin diatas kursi gitu",,,

"gak aku kan mafia kelas, wekkk"

Dia adalah vivian cantika Putri seorang gadis tomboy yang sudah bersahabat dari mereka TK. Dia juga tak kalah cantik dari tria tapi sayang hobi nya, berantam,bikin onar dan juga sering bolos sekolah.

2. AKU BUKAN ANAK HARAM

      Tria dan vivi asik bercerita sambil tertawa, "VIVI CANTIKA PUTRIIIIIII" teriak seseorang di telinga vivi,, " WOY LO BISA GAK USAH TERIAK DITELELINGA GUE, GUE GAK BUDEK KALI " ucap vivi sambil Memutup telinga nya " " Gak " ucap dika siketua kelas mereka. vivi lalu berdiri hendak memukul dika dengan tangan nya. " lo di panggil buk Rahmi ke ruang BK soal nya lo belum absen buku BK" ucap dika segera karna takut di pukul oleh vivi.

         vivi segera berjalan dan sengaja menabrak dika, " Minggir lo mafia kelas mau lewat "

ucap vivi sambil berjalan keluar kelas menuju ruang Bk, vivi tidak terkejut karna di sudah tau dia akan kena hukuman karna kemaren dia bolos sekolah lagi. Dika duduk di kursi vivi di sebelah tria " Gue heran sama tu anak kok bisa ya kelakuanya kayak gitu, mana cita2 nya aneh lagi pengen jadi mafia" ucap dika bingung dengan kelakuan vivi. Tria hanya senyum mendengar penuturan dika tentang sahabat nya itu. " Kok kamu betah ya sahabatan sama dia?, kalau aku sih ogah temanan sama dia " ujar diki bertanya kepada Tria. " Ya mau gimana lagi kami tu udah temanan dari TK, bagi aku sih vivi itu bukan hanya sahabat saja, tapi sudah seperti saudara ku sendiri, karna dia yang selalu ada saat aku suka maupun duka" ujar Tria menjawab pertanyaan dika. " Oh gitu toh, tapi hebat lo bisa tahan sama tu mak lampir, kalau gue di jadi lo udah gue jadiin umpan buaya tu anak" ujar dika kepada Tria.

" udah gak usah benci gitu sama vivi,kata orang benci dan cinta itu gak bedah jauh, awal nya benci emalah jodoh" ujar tria menggoda dika sambil tertawa,,, " amit2 cabang bayi gue jodoh sama tu mak lampir yang ada gue bonyok tiap hari di pukulin sama tu mak lampir, gue kan mau nya lo yang jadi ibu dari anak2 ku nanti" uja dika menggoda Tria sambil mengedip kan sebelah mata nya. Tria memutar bola mata nya malas mendengar ucap dika.

      "Pagi anak2 ucap seorang guru yang akan mengajar di kelas mereka,,, " Pagi buk jawab " mereka serentak, dika segera pindah kembali ke tempat duduk nya. Guru tersebut melihat bangku yang kosong di sebelah Tria. " Dika Pramudia" panggil guru itu kepada dika sang ketua kelas, " ya buk ada apa " jawab dika sedikit kaget. " mana tu pacar mu? bolos lagi ya itu pacar mu " ucap guru tersebut kepada dika, " hahahahhahahaha" semua anak di kelas itu mentertawakan dika, " Apaan sih buk aku tu bukan pacar tu mak lampir, " ujar dika sedikit kesal. " kan kamu sering berantam sama dia mana tau jodoh kan, jadi dimana pacar mu itu? " tanya buk guru itu sambil tersenyum karna telah membuat dika kesal, " udah berapa kali aku bilang aku bukan pacar mak lampir itu, lagian dia di panggil ke ruang BK, palingan sekarang lagi di hukum kan dia kan Ratu rusuh" jawab dika sambil cemberut.

" Ya sudah sekarang kumpulkan tugas yang kemaren ibu kasih, yang gak ada berdiri di tiang bendera sampai jam istirahat " ucap guru itu sambil bertolak pinggang.

" Duh mampus gue gak bikin lagi, ini gara2 keasikan main game ini sampai lupa ada tugas " guman dika takut didengar oleh gurunya. " DIKA PRAMUDIA, mana tugas kamu" ujar guru tersebut terlihat dia sangat marah jika tidak ada yang mengerjakan tugas sekolah dari nya. " Maaf buk aku lupa bikin tugas karna kucing saya melahirkan bu" ujar dika memberi alasan,,, " ibu gak peduli mau kucing mu melahirkan,nenek kamu melahirkan atau kamu sekalian yang melahirkan ibu gak peduli , sekarang kamu berdiri hormat ditiang bendera sampai jam pelajaran selesai!! " ujar buk guru marah kepada dika. Dika segera bangkit dari tempat duduk nya dan berjalan ke lapangan dengan mendumel gak jelas.

Di Ruang Bk Vivi lagi di marihin habis-habisan oleh buk Rahmi Guru BK nya, karna kemarin dia ketauan bolos dan tawuran dengan sekolah sebelah. " vivi ibu gak tau lagi mau bilang apa sama kamu, selalu saja bikin masalah dan bikin onar. gak bisa apa sehari aja kamu gak bikin ibu pusing, " ucap buk rahmi memijit pelipis nya karna pusing dengan tingkah laku vivi yang salalu bikin masalah di sekolah,,, " kamu masih beruntung gak di DO dari sekolah ini karna sekolah ini punya papa mu, tapi jangan mentang2 kamu anak pemilik sekolah ini kamu bisa seenak nya aja bikin masalah" ucap bu Rahmi sambil mengeluarkan sebuah kertas.

vivi memang anak pemilik sekolah tapi teman2 nya gak ada yang tau Termasuk sahabat nya sendiri Tria, hanya guru2 saja yang tau dan vivi juga tidak mau ada murid2 yang tau kalau dia anak pemilik sekolah,vivi gak mau orang2 berteman dengan nya hanya karna dia anak pemilik sekolah. Murid2 disekolah nya tau bahwa vivi cucu dari seorang petani, pipi hanya tinggal dengan nenek nya karna orang tua nya yang berkeja di kota. " kamu kasih surat ini kepada orang tua mu" ujar buk rahmi memberikan surat panggilan orang tua kepada vivi.

vivi pun memgambil surat tersebut dan akan memberikan kepada nenek nya. " sekarang kamu pergi kelapangan dan berdiri di tiang bendera sampai bel istirahat " ucap buk Rahmi memberi hukuman kepada vivi.

Vivi lalu berjalan keluar dari ruangan BK dengan wajah lesu dan sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu. "Tumben tu anak pasrah aja di hukum biasa nya pasti protes dulu kalau di hukum" ucap bu rahmi bingung melihat vivi pasrah saja di hukum.

sesampai nya di lapangan vivi bertemu dengan dika yang juga sedang dihukum, vivi Langsung berdiri di dekat dika dan langsung hormat di tiang bendera yang ada di depan nya. " he mak lampir kok tumben lo wajah lo di tekuk kayak gitu, kesambat lo ya" ucap dika heran karna vivi tidak seperti biasa nya,, " Gpp" ucap vivi, mendengar jawaban dari vivi dika bertambah bingung kok tumben vivi gak marah di bilang mak lampir,biasa nya kalau dika vivi mak lampir pasti di langsung babak belur.

Bel istirahat sudah berbunyi,semua murid keluar kelas menuju kantin begitupun dengan Tria, dia mengambil bekal nya yg ada dalam tas dan segera menuju kantin tria berniat makan dikantin karna dia lupa membawa minum. Tria memang selalu membawa bekal setiap hari,uang jajan yang di beri ibu nya di tabung buat dia nanti kuliah di kota. dia ingin jadi seorang dokter bedah oleh sebab itu dia rajian menbung demi memcapai cita-cita nya itu.

saat tria ingin duduk di sebuah bangku di kantin itu tiba2 ada yang membarak nya sampai membuat semua bekal nya tumbah berserakan di lantai kantin tersebut, " upps sengaja " sengaja ucap orang itu sambil tertawa puas,,, "Duh kasian bekal nya tumbah jadi gak bisa makan deh ni ANAK HARAM" ujar orang itu sambil memarik rambut Tria dengan sangat kuat. " Aku bukan anak haram " ucap Tria sambil melepas kan rambut nya dan mendorong tangan orang itu sedikt kuat, sampai dia sedikit kesakitan.

" Berani bangat lo sama gue ya anak haram" ujar orang tersebut, dia segera mengambil saos yang ada di meja kantin lalu menyiramkan nya ke seragam Tria, " Apa lo mau melawan gue ya, lo mau ibu lo gak kejar lagi di sawah Bokap gue dan biaya siswa lo di cabut biar lo gak sekolah lagi mau lo?" teriak nya kepada Tria. memdengar hal itu Tria hanya diam di tak mungkin mau ibu nya dipecat dan biaya siswa nya di cabut, dia segera berlari menju toilet sekolah untuk membersihkan diri. Semua anak2 di kantin merasa kasihan melihat Tria tpi mereka gak bisa membela karna yang tlah mebully Tria adalah sonya orang yang sangat kaya di sekolah mereka,ayah sonya juga orang paling kaya di desa tria tinggal dan sebagian dari orang tua mereka juga berkerja dengan ayah nya sonya. Dika dan vivi berjalan menuju kantin untuk mengisi perut mereka karna letih sudah di hukum selama 2 jam, mereka melihat perbuatan sonya kepada tria,mereka segera mengejar Tria yang berlari ke arah toilet. saat vivi berada di depan sonya dia menginjak kaki sonya sekuat mungkin dan berlari kencang menuju toilet mengejar tria, dika juga melakukan hal yang sama seperti vivi tadi kepada sonya. Dan membuat sonya kesakitan dan berteriak " Woy manusia jadi-jadian sakit tau"

Di toilet Tria menangis sambil membersihkan seragam nya yang kotor karna saos, Dia menangis bukan karna dibully oleh sonya tapi karan sonya selalu saja bilang dia dengan sebutan anak haram.sesampai nya dika dan vivi di toilet mereka melihat Tria yang sedang menangis di depan wastafel mereka ingin langsung masuk kedalam tapi vivi tiba mendorong dika" woy lo mau ngapain, lo gak lihat ini toilet cewek " dika hanya cengengesan, vivi segera masuk memanggil tria, melihat vivi tria langsung memeluk dan menangis di pelukan vivi" aku bukan anak haram, mereka selalu bilang aku ini anak haram " ujar vivi masih menangis dipelukan vivi. vivi segera melepaskan pelukan nya dari tria dan menghapus air mata tria menggu kan tanggan nya. " udah dong nangis nya, kamu bukan anak haram kok tu nenek sihir gak usah di dengarin nanti biar aku kasih pelajaran, udah jangan nangis lagi nanti cantik nya hilang" ujar vivi menenang kan sahabat nya itu.

# Autor " maaf ya kalau penulisaan nya kurang bagus harap maklum ini novel Pertama autor soal nya

3. NENEK DIKA MELAHIRKAN ANAK YANG KE 20

Setelah berapa saat menangis di pelukan vivi tria pun bisa tenang dan ceria kembali, dia sangat bersyukur bisa memiliki sahabat seperti vivi karna selalu ada untuk nya di setiap saat. " gimana udah kelar belom nangis nya? "ucap vivi kepada tria. Tria hanya mengangguk pelan sambil menghapus sisa air mata nya. " udah toh rencana nya tadi kalau nangis nya belom kelar mau gue beliin permen biar diam " ujar vivi sambil bercanda.

" Emang nya aku anak kecil nangis di beliin permen" ucap tria sambil cemberut. vivi hanya tersenyum mendengar ucapan tria dia senang kalau sahabat nya itu bisa ceria lagi. " Yok kekelas ntar aku pinjamin jaket biar gak kelihatan noda saos nya, mereka pun berjalan keluar toilet tapi dika tiba2 berlari ke arah mereka, " kenapa tu anak dajjal bukan nya tadi dia gue suruh nunggu di depan sini" vivi bingung karna dika berlari kencang ke arah mereka.

" Lo kenapa lari2 kayak gitu dikejar setan atau jangan2 lo di kejar pinjol ya " tapi dika tak menghirau kan ucapan vivi,dia memberikan kantong plastik yang di bawa nya kepada tria " Ni ganti seragam lo sama ini,tadi gue beliin lo seragam baru di koperasi sekolah, lagian tu seram lo pasti gk akan hilang noda saos nya" ucap dika kepada tria.

"Woy Siluman kadal, dari mana lo dapat duit buat beli seragam, jangan2 lo makai pinjol ya? atau lo melihara tuyul, bisa juga lo ngepet?, bisa juga lo jadi simpanan tante2? atau jangan2...." Plakkk dika menjitak keras kepala vivi cukup keras sampai2 vivi meringis kesakitan. " Bisa gak tu fikiran lo gak usah aneh2, gue beli pakai duit tabungan gue" ucap dika kepada vivi. " oh gitu mana gue tau, tapi lo gak usah jitak kepala gue sakit tau, nanti kalau gue geger otak gimana mau lo tanggung jawab? ucap vivi kepada dika sambil mencubit lengan dika sekencang mungkin. " awww sakit ege " ucap dika berteriak kesakitan sambil mengejar vivi yang berlari dan bersembunyi di belakang tria dia ingin membalas perbuatan vivi kepada nya, tapi tria segera melerai mereka dia pusing melihat tingkah ke 2 teman nya itu sudah seperti tom dan jery saja.

"Dika makasih ya lo udah beliin aku seragam yang baru, nanti uang kamu aku ganti ya! " ucap tria kepada dika dia tidak enak kepada dika sudah memakai uang tabungan nya untuk membeli sergam baru untuk diri nya. " Apa an sih, lo mau gue jitak juga sama kayak si vivi, ngapain pakai mau ganti segala duit nya " ujar dika memarahi tria. " Tapi kan ini uang tabungan kamu, kamu kan udah capek2 nabung eh malah di beliin ke seram aku" Tria merasa tidak enak menerima nya.

" Udah pakai aja tu seragam, masalah tabungan gue gak usah lo pikirin, itu uang sengaja gue tabung emang buat lo,sebentar lagi kan lo ultah jadi gue mau beliin lo kado, tpi karna seragam lo udah kayak gitu ya gue beliin aja itu duit ke seragam lo yang baru, anggap aja gue udah kasih kado dluan? jelas dika kepada vivi. " makasih " ujar tria tulus terlihat mata nya bekaca-kaca ingin menangis. " udah sana lo ganti baju lo di dalam toilet, gak udah pakai Acara nangis2 segala lebay amat sih, itu emang hak lo jadi gak usah mintak makasih segala ke siluman kadal itu" ucap vivi mendorong tria kedalam toilet dia malas jika harus melihat drama2 mewek.

Tria segera masuk kedalam toilet untuk mengganti baju sedang kan dika dan vivi mereka menunggu di luar, tidak berapa lama vivi keluar dia sudah mengganti baju nya dengan yang baru. " kan udah cantik, sekarang kita kekantin yuk gue udah lapar" ujar dika saat melihat tria keluar dari toilet

" kuyy " ujar vivi bersemangat " tapi lo yang bayar ya soal nya gue gak ada duit lagi " ujar dika kepada ke vivi. "oke" jawab vivi sambil berjalan menuju kantin. sempai nya dikantin mereka segera memesan bakso.

Tidak jauh dari mereka duduk terlihat sonya dan geng nya sedang memakan makanan Merek masing2, mereka sudah sangat puas jika sudah membully tria " gais2 lihat tu si anak haram lagi makan sama dika dan siratu rusuh" ujar fany teman nya sonya. "tapi kok baju nya brsih ya bukan nya tadi lo tuangin saos ke seragam nya ya son" ujar putri bingung sambil brtanya kepada sonya. memdengar itu dari ke 2 teman nya sonya langsung melihat kearah meja tria dan ke2 teman nya disana tria asik tertawan bersama dika dan vivi. Melihat itu semua sonya segera bangkit dari tempat duduk nya dan berjalan kearah meja tria, tapi kedua teman nya sonya tidak ikut mereka tau Sonya akan mendekati dika, karna sonya menyukai dika sudah sangat lama, dia sudah berkali-kali mengajak dika pacaran tapi dika selalu menolak nya dengan berbagai alasan.

" Dika" panggil sonya dengan nada di buat selembut mungkin, sontak saja mereka bertiga menoleh ke arah sonya. " Lo urus no pacar lo, awas aja klw dia ke sini gangguin tria " ujar vivi kepada dika " Dia bukan pacar gue " jawab dika kesal. Sonya duduk di samping dika sambil tersenyum manis " mlam ini lo sibuk gak, gimana kalau kita jalan2 ke kota gue udah lama gak kemoll soal nya " ujar sonya mengajak dika jalan2 kekota. " maaf gue gak bisa soal nya gue mau jenguk kucing gue kerumah sakit yang baru aja melahirkan " jawab dika santai. " ya udah gpp, besok malam juga boleh kok" ujar sonya kembali. " Besok malam kucing gue udah beleh pulang jadi gue jemput kerumah sakit " jawab dika santai. " Gimana kalau malam minggu " ucap sonya tampa bosan. " gue mau ngadain syukuran buat kucing gue karna telah selamat melahirkan anak 30 ekor " jawab Dika. " Buset banyak amat dah" jawab vivi kagum. " nama nya juga kucing " jawab dika. Tapi sonya tidak menyerah begitu saja dia tetap saja mecoba mengajak dika pergi jalan2 dengan nya.. " kalau begitu selesaiin aja dlu acara nya, kita bisa pergi jalan2 mlam minggu depan juga gpp kok" ucap sonya masih memcoba mengajak dika. " minggu depan ya" ucap dika sambil meletakan jari tunjuk nya kedagu sambil berpikir. Melihat itu mata sonya berbinar dia yakin kali ini dika pasti mau. " gak bisa soal nya nenek gue melahirkan anak nya yang ke 20 di umur nya yang ke 80 jadi aku harus hadir disana " jawab dika lagi,,,,,! " Busss uhuk uhuk uhuk " vivi menyemburkan air minum yang ada di mulut nya sambil terbatuk-batuk karna kaget apa yang di bilang dika barusan, melihat teman nya yang terbatuk batuk tria segera menepuk nepuk punggung pipi pelan2.

" WOY SETAN, LO MAU NGAJAK GUE RIBUT HA? " teriak sonya kepada vivi karna wajah nya terkena semburan air dari mulut nya oleh vivi. "Sory gue gak sengaja, gak usah teriak segala kalau mau gelut gue jabanin" jawab vivi sambil mengangkat lengan baju nya. melihat hal itu tria berusaha menenangkan sahabat nya itu jangan sampai dia berantam lagi dengan sonya dia takut nanti vivi di DO dari sekolah.

Tiba tiba saja dika menarik tangan tria dan vivi menuju kelas karna bell masuk sudah berbunyi. vivi meletakan uang 30rbu di atas meja dan berteriak ke ibu kantin mengatakan uangnya diatas meja dan meninggal kan sonya sendirian di sanan yang masih terlihat kesal dan menghentakan kedua kaki nya kelantai. sonya mengambil tisu untuk mengelap wajah nya karna semburan mendadak dari vivi dia berjalan dengan kesal menuju kelas nya melihat sonya yang berjalan mejuju kelas fany dan Putri segera mengajar nya, mereka berdua berjalan di belakang sonya.

Sesampai nya di dalam kelas sonya semakin di buat sangat marah melihat dika yang sibuk menggombali tria. mereka semua adalah satu kelas tria Dan Dika Adalah yang terpintar Di kelas mereka, Tria slalu mendapat kan Juara 1 dan dika slalu mendapat kan juara 2. sementara sonya dia adalah murid yang paling bodoh di kelas nya, dia bisa naik kelas saja karna ayah nya sering memberikan uang kepada guru wali kelas mereka. " Selamat siang anak2 mari kita mulai pelajaran nya" ucap guru yang baru masuk ke dalam kelas mereka.

Setelah mereka mengikuti jam pelajaran selama 3 jam akhir nya bell pulang sekolah pun berbunyi, semua siswa keluar dari kelas masing begitupun dengan kelas tria. " lo pulang sama siapa tria? " tnya dika " Biasa gue pulang naik sepeda barang vivi" jawab tria. " ya udah gue duluan ya dada" ujar dika berjalan ke arah motor nya.

Tria segera mengayuh sepeda nya dan vivi berada di belakang nya. " kamu mau langsung pulang atau mau ke rumah ku dulu vi? " tanya tria kepada vivi. "gimana kalau kita ketempat biasa aja yuk, gue malas pulang cepat dengar omelan nenek gue di rumah kepala gue pusing" jawab vivi kepada tria. "okee" tria membelokan sepeda nya ke arah danau tempat favorit mereka berdua. tanpa mereka sadari ternyata sonya dan geng nya mengikuti mereka dari belakang dia ingin mengerjai tria dan juga vivi.

#maaf ya teman2 kalau penulisan nya kurang bagus soal nya ini novel pertama saya,

semoga suka dengan cerita nya😚😚😚

JANGAN Lupa komen dan like

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!