NovelToon NovelToon

Treat You Better

Sekolah Baru

"Banaslaka School"ucap seorang perempuan yang sedang berdiri didepan gerbang sekolah tersebut,memandangi sekolah barunya "oke sekolah baru masalah baru,dan hindari masalah itu tapi kalau masalahnya maksa gue bisa apa"monolognya tersenyum miring

Dia menarik nafas dalam dan dengan langkah yang begitu santai mulai memasuki pekarangan sekolah,tujuannya hanya satu mencari dimana kelasnya berada

Setelah sampai didalam sana dia melihat dua siswa yang sedang duduk dimeja penerima tamu "kelas 11 C"ucapnya menatap datar pada dua orang disana

"Kenapa 11 C "tanya salah satu dari mereka merasa bingung

"Dimana"lanjutnya bertanya

"Oh dilantai 3 kamu nanti..."ucapan orang tersebut tak sempat dilanjutkan karena orang yang bertanya tadi sudah pergi begitu saja "hais tuh anak gak ada sopannya"gerutu orang tersebut merasa kesal

Dia menuju kelantai tiga menaiki eskalator sambil memperhatikan sekitar "ini sekolah apa mall ada eskalator sama lift nya mewah bener"ucapnya dalam hati

Tak berselang lama sampailah dia pada tujuannya kelas 11 C,terlihat semua siswa sudah duduk dan siap menerima pelajaran

Dengan santai dia memasuki kelas ,sudah ada guru disana "kamu anak baru?"tanya guru tersebut yang hanya diangguki olehnya

"Silahkan perkenalkan nama kamu pada semuanya"lanjut guru tersebut

"Nama saya Naysilla salam kenal semuanya"ucapnya lalu berjalan menuju sudut ruangan yang disana terdapat satu meja kosong lalu mendudukkan diri disana

Guru yang melihat Naysilla seperti itu hanya bisa menarik nafas panjang lalu memulai pelajaran

Kalau yang lain sibuk memperhatikan pelajaran yang ada beda dengan Naysilla dia memejamkan mata dengan earphone yang ada pada telinganya

Perempuan itu tidak peduli apa yang ada dihadapannya,dia sangat menikmati lantunan musik ditelinga nya

Tak menunggu lama tibalah waktunya istirahat,terlihat dua orang mendekat pada Naysilla "hai kenalin nama gue hutri" sapanya dengan mengulurkan tangan

Naysilla membuka matanya yang terpejam dari tadi lalu melihat apa yang ada dihadapannya dari bawah sampai atas "salam kenal "ucapnya dingin tanpa menerima uluran tangan itu lalu bangkit dari bangkunya pergi begitu saja

Hutri menghentakkan kakinya kesal "songong banget tuh orang nyesel gue nyapa dia"gerutunya "ayok bil kekantin"ajaknya pada Nabilla yang diam saja dari tadi

Naysilla berada dikantin sekarang,memesan makanannya lalu duduk dimeja pojok kantin sendirian lalu menikmati makanannya

Brakk

Seseorang menggebrak meja tempat Naysilla ,Naysilla tidak kaget bahkan tidak melirik sama sekali pada orang yang menggebrak meja tadi

"Ngapain Lo duduk disini?"tanya raja penuh penekanan menatap Naysilla dengan tajam

Merasa tidak ada jawaban dari perempuan tersebut Raja mendengus kesal "Lo tuli apa gimana !!"bentaknya

Naysilla sedikit terganggu sekarang,dia mendongak menatap dingin laki laki didepannya itu ada empat orang

Karena malas meladeni Naysilla berdiri dan pergi dari sana membawa makanannya

"Yaaaa!!!udah tuli ,bisu lagi Lo"teriak raja tidak terima diabaikan begitu saja

Naysilla sangat ingin menanggapi tapi dia tidak ingin mencari masalah sekarang,jadi lebih baik menghindar mencari meja lain

"Udah sih"ucap Alan menepuk pundak raja menenangkan

"Tuh anak gak tau apa kalau ini meja khusus sembarangan banget"kesal raja

"Kayaknya anak baru"ucap alvin

"Ya tapi tadi dia diam doang minta maaf kek apa kek jelasin kek"jawab raja malas

"Dih Lo siapa harus pake dijelasin segala"ejek Alvin

Berbeda dengan Regan dia diam saja tapi pandangannya  masih ada pada perempuan tadi

"Ngapain Lo liatin dia?"tanya Alan menyadari Regan yang memperhatikan perempuan itu

Regan menggelengkan kepalanya "gak apa apa rambutnya cantik aja"jawabnya

"Rambutnya yang cantik atau orang nya yang cantik"goda Alvin

Regan memutar matanya malas "rambutnya Vin"jawabnya

"Lagian gak mungkin juga Regan tertarik sama tuh cewek diakan dah punya yayang uti"ejek raja yang diakhiri dengan tawa yang lainnya

****

****

Naysilla berada dibelakang sekolah "hallo kenapa?"ucapnya menerima telpon dari seseorang

[....]

"Oke bilang aja nanti malam ditempat biasa "ucapnya lalu mengakhiri panggilan itu

Lalu dia bergegas memasuki kelas ,seperti tadi dia tidak berniat menyapa teman sekelasnya Bahkan sekedar berkenalan pun tidak ,dia hanya menundukkan kepalanya diatas meja Menikmati musik pada earphone yang dia pakai

"Bil liat tuh anak baru , kira kira cocok gak ya jadi teman kita?"tanya hutri pada Nabilla

"Dari sikapnya tadi pagi sih kayaknya enggak ya,kayak nya dia gak suka berteman"jawab Nabilla

"Kita coba aja dulu kalau dia gak mau berteman berarti dia siap jadi musuh"ucap hutri sambil menyeringai

"Yaudah mumpung guru gak masuk kita tanya aja"ajak Nabilla

Mereka berdua menghampiri Naysilla,

Naysilla yang melihat itu langsung duduk tegap melihat mereka  dengan muka datar

"Lo mau gak jadi teman kita"ucap Nabilla to the point

"Buat?"ucap Naysilla bertanya balik

Nabilla dan hutri saling bertatapan heran akan pertanyaan itu

"Ya kita sih mau ajak Lo temanan supaya Lo gak sendirian mulu,dan berteman dengan kita seru tau Lo bakalan ikut terkenal "ucap hutri dengan antusias

"Terkenal?"tanya Naysilla lagi

"Ya terkenal disekolah ini kita itu terkenal ,Lo bisa lakuin apapun semaulo pada orang lain kalau Lo berteman dengan kita"jelas hutri

"Bebas apa?"tanya Naysilla

Hutri mendekatkan diri pada Naysilla "bebas bully orang"bisiknya dan tersenyum

Naysilla menatap keduanya bergantian

"Gak tertarik "jawabnya lalu kembali merebahkan kepalanya pada meja

Hutri merasa emosi,dia bela belain untuk ngajak berteman tapi Naysilla tetap tidak mau

"Oke kalo Lo gak mau jadi teman berarti kita jadi musuh"ucapnya lalu pergi dari sana diikuti Nabilla

Naysilla tidak menghiraukan ucapan itu

Jam pulang sekolah tiba Naysilla buru buru menuju gerbang sekolah "aish lama banget belum di jemput juga"gerutunya

"Hallo gak jadi jemput gue?"

[sorry lagi meeting kayaknya gak sempet deh] jawab seseorang ditelepon

"Eh bego kenapa gak bilang dari tadi ,Anji**Lo ya"makinya lalu mengakhiri panggilan tersebut

Naysilla buru buru memesan taksi ,dan setelah taksinya datang dengan cepat dia masuk "tolong cepat ya pak "perintahnya

Setelah sampai di rumahnya Naysilla berlari menuju kamarnya "huft lupa ngasih makan ikan ikan aku kasian banget kalian"ucapnya melihat akuarium kecil yang berada didekat jendela "untung kalian gak mati"ucapnya sambil senyum

Naysilla Indrina Andala anak perempuan satu satunya dikeluarga Andala adik dari Andre Andala

Tidak banyak yang mengetahui kalau Naysilla darah dari Andala karena mereka sengaja merahasiakannya demi keselamatan dan kenyamanan putrinya itu

Jadi tidak heran juga kalau Naysilla tidak pernah menyebutkan nama Andala pada namanya jika berkenalan pada orang lain

Tante Rani

[sayang nonton yuk]

begitu kita kira isi chat itu

Regan berdecak kesal melihat chat itu tiap hari ada saja keinginannya

"Oke"balasnya singkat lalu meraih jaketnya dari balik pintu ,memakainya sambil berjalan menuruni tangga

Hahahaha

Terdengar suara tawa dua wanita dari dapur "siapa?"Regan menyergit mengingat hanya ada satu wanita dirumah ini yaitu ibunya sedangkan suara tawa ada dua orang

Dia berjalan pelan menuju dapur dan melihat wanita yang berada disana dengan ekspresi kaget "dia??"ucapnya pelan

"Eh gan sini,mau kemanasih udah malam ini"ucap Mama Rani ibunya

Regan berjalan menuju meja makan tempat kedua wanita itu "nih ada kue enak oleh olehnya Nay dari Surabaya"ucap Rani dengan senyum sumringah

Regan melihat Naysilla yang diam saja tanpa berniat menyapa "oh iya nay kamu  satu sekolah sama Regan loh kalian belum ketemu hari ini disekolah emang?"tanya Rani pada Naysilla

"Belum Tante lagian tadi terlalu banyak cowok yang dekatin aku jadi yah sulit ketemunya"ucap Naysilla dengan senyum manisnya

"What??"pekik Regan dalam hati "jelas jelas gue didepan mata Lo tadi tapi Lo gak ada niat buat nyapa gue"ucapnya tentu dalam hati

"Oh iya Tan udah malam ni aku harus segera pulang"pamit Naysilla

"Yaudah kalo gitu dianter sama Regan aja"saran Rani melirik pada Regan

"Gak usah Tan aku naik taksi aja"tolak Naysilla

"Gak boleh,mau ditaro dimana muka Tante kalo kamu pulang naik taksi"tegas Rani tidak mau membiarkan nya begitu saja "Regan anterin Nay dengan selamat"perintah Rani pada anaknya

Regan hanya mengangguk lalu pergi dari sana sedangkan Naysilla menyalami tangan Rani pamit

Sebenarnya dia sedikit keberatan jika harus diantar oleh Regan tapi merasa tidak enak jika harus memaksakan kehendak

Sampai didepan pintu keluar ,disana sudah ada Regan dengan mobil sport birunya dengan pintu yang telah dibuka

Naysilla masuk kedalam mobil tanpa melihat pada orang yang membukakan pintu

Setelah selesai Regan membawa sibirunya membelah jalanan Jakarta "gak liat gue disekolah?"tanya Regan dengan sedikit tawa mengejek

"Kita kenal sebelumnya?"ucap Naysilla ketus tanpa melihat Regan

Regan sedikit emosi mendengar ucapan itu,tapi yang dia lakukan hanya meremas stirnya sedikit kuat

"Jalan Xx antar gue kesana"perintah Naysilla

Regan melirik Naysilla heran "tapi ini kita kerumah "jawabnya

"Gue udah bilang jalan XX"ucap Naysilla dengan sedikit menaikkan suaranya

"Oke fine" Regan terpaksa mengikuti perintah Naysilla kalau sampai mamahnya tau ini pasti akan diceramahi selama seminggu

Selama perjalanan tidak ada pembicaraan lagi setelah itu Naysilla sibuk dengan ponselnya sedangkan Regan sesekali melirik pada Naysilla yang enggan memulai pembicaraan

"Udah sampai"ucap Regan pada Naysilla

Naysilla hendak keluar tapi melihat Regan yang ingin ikut keluar dia langsung menarik tangan Regan untuk duduk kembali "Lo pulang gak usah ikut turun!kalau gue bilang pulang berarti pulang"perintah Naysilla dengan penuh penekanan yang tak terbantahkan

Setelah mengucapkan itu barulah Naysilla keluar,Regan yang dilarang keluar memandangi gedung yang dimasuki Naysilla "ngapain dia kesini ini kan gedung kosong"monolognya

****

****

Paginya Regan terbangun karena ponselnya yang berbunyi sepagi ini

Mengulurkan tangannya meraih ponsel yang ada di nakas

"Halo"ucapnya dengan mata yang masih terpejam

"Bebe KENAPA SEMALAM GAK JADI NONTON?!!"teriak seseorang dari ponsel itu

"Ketiduran"jawabnya singkat lalu mengakhiri panggilan itu "ganggu aja"ucapnya lalu melanjutkan tidur yang tertunda

Ditempat lain Naysilla sedang sibuk didapur memotong motong apel untuk dibawa kesekolah "pagi bener"ucap Andre yang baru datang kedapur

"Masih pagi gak usah ngomong"ketus Naysilla

Andre tersenyum mengambil minuman dari dalam kulkas lalu berjalan kearah Naysilla duduk disebelahnya "aelah Nay masih ngambek aja"ucapnya mengacak rambut Naysilla

"Gimana gak ngambek Lo lama banget ,liat nih bibir sexsi gue"ucapnya sambil menunjuk bibirnya yang sedikit luka dan masih ada darahnya "gue kena tonjok tiga kali "keluhnya

"Maaf ,tapi KO juga kan di tangan Lo "Andre mengerlingkan matanya

Naysilla terkekeh "iya sih" ucapnya "anterin gue kesekolah ya males gue bawa mobil gue sendiri"Naysilla enggan membawa mobilnya hari ini

"Motor Lo?"tanya Andre

"Lagi di bengkel"sahut Naysilla yang sudah berjalan keluar

Disinilah mereka sekarang didalam mobil Andre yang membelah jalanan

Andre Andala dan Naysilla Andala kakak beradik yang sangat kompak ,mereka berdua tidak terlihat seperti kakak beradik karena panggilannya "Lo dan gue " tidak seperti kakak adek pada umumnya dan yang membuat mereka tidak seperti kakak adek adalah nama belakang nya

Kalau Andre dikenal dengan nama Andala dibelakangnya berbeda dengan Naysilla yang menyembunyikan nama itu

Hanya keluarga dan teman dekat ayahnya yang tau kalau dia adalah anak Andala juga.

Sesampainya disekolah Naysilla turun dari mobil mewah itu banyak siswa yang melihat nya

Bagaimana tidak?ada Andre Andala disana membuat setiap orang yang melihatnya bertanya "siapa Naysilla sampai Andre Andala mengantarkan nya ke sekolah"

"Yang rajin ya sekolahnya adek manis"goda Andre dari dalam mobil

Naysilla yang mendengarnya mencebik geli "fuck you"ucapnya menunjukkan kedua jari tengahnya

Bukannya marah Andre malah ketawa ngakak,melihat ekspresi Naysilla seperti itu sangat menyenangkan baginya

Naysilla berjalan memasuki sekolah banyak pasang mata yang melihatnya tapi tidak peduli sama sekali,karena dia sudah tau jelas apa yang ada di kepala orang orang itu

Dia lebih memilih memasangkan earphone nya dari pada mendengar bisik bisikan yang gak jelas baginya

Memasuki kelas dengan jalan yang begitu santai lalu duduk di kursinya melihat kedepan yang jelas terpampang disana

"ANAK BARU SONGONG" tertulis di papan tulis dengan ukuran yang sangat besar

Tapi ya seperti tadi dia memilih bodo amat ,dia sudah tau siapa pelakunya siapa lagi kalau bukan hutri dan Nabilla

"Kalau pindah kelas enak kali ya, disini cewe semua jadi sedikit berisik gak suka gue" ucapnya dalam hati

Dia berjalan mendekat pada seseorang dikelas itu "hai gue Naysilla mau nanya untuk perpindahan kelas biasanya diurus dimana ya?"tanya Naysilla

"Lo ke TU aja nanti tanya aja disana"ucap orang itu

Setelah mendapatkan informasi Naysilla langsung menuju TU ,dia sudah berada didepan seorang guru sekarang "Bu ingin pindah kelas apa masih bisa?"tanya Naysilla

"Boleh tapi kenapa kalo boleh tau"tanya Ratih pengurus TU

"Kurang nyaman saja sekelas dengan mereka terlalu berisik" jawabnya

"Yaudah kamu pilih mau di 11 A ,B atau D? .11 A perempuan 16 dan 4 laki laki, 11 B 10 pria dan 10 wanita untuk 11 D 12 orang 11 cowo dan satu cewe "ucap Bu Ratih menjelaskan

"11 D"jawab Naysilla

Guru guru yang mendengar itu langsung melirik Naysilla akan keputusan itu

"Kamu yakin?"tanya Bu Ratih meyakinkan

"Yakin Bu "jawabnya

"Kalo kamu masuk ke kelas itu sangat sulit untuk kembali pindah kelas keyang lain "Bu Ratih mengingatkan supaya Naysilla tidak salah pilih

"Yakin Bu saya tidak akan pindah lagi"ucapnya final

Perjodohan

Regan,Raja,Alfin dan Alan berjalan menuju kantin "ah gue lapar banget"ucap Alvin mengelus perutnya

"Kayak pernah aja gak lapar,Lo kan laparnya tiap menit"sahut Alan sedangkan Raja hanya terkekeh

Sedangkan Regan hanya bisa menekuk wajahnya karena hutri bergelayut manja memegangi lengannya

"Tuh anak dimeja kita lagi?"tanya raja melihat Naysilla berada di meja kemaren

Dengan langkah yang tergesa Raja menghampiri meja itu "woii ngapain Lo disini lagi"tanya Raja sedikit menaikkan suara

Seperti kemarin Naysilla tidak menanggapi bahkan tidak melihat mereka

Saat Raja hendak menggebrak meja Alan lebih dulu menepuk punggung raja "udah duduk aja"ucapnya membuat raja Batalkan niatnya

Sekarang mereka duduk disana menatap pada Naysilla yang asik makan  "nianak bukannya nge jawab malah asik mak..."ucapan raja terpotong karena Naysilla tiba tiba menyuapinya sepotong apel

Naysilla tersenyum manis menatap Raja yang sedang mengunyah apel itu "Lo ya bukannya mi..."protesnya terpotong lagi menatap Naysilla tajam

Bukannya minta maaf Naysilla malah mendekatkan wajahnya   pada wajah  Raja yang membuat Raja seketika terdiam

Cup

Naysilla mencium pipi Raja membuat Alan,Alvin,Regan bahkan Hutri membelalakkan matanya

Sedangkan Raja terbungkam pipinya memerah sekarang

"Bicara sekali lagi bibir Lo sasarannya"Ucap Naysilla terkekeh lalu melanjutkan makannya

"What?"pekik Alan langsung menutup mulutnya

Alvin menyenggol bahu Raja yang sejak tadi mematung "sadar"ucapnya

Raja langsung menetralkan nafasnya memegangi pipinya yang dicium "baru kali ini ada cewe yang berani nyium gue"ucapnya dalam hati

Naysilla berdiri dari duduknya setelah menghabiskan makanannya "nih buat Lo"ucapnya menyodorkan potongan potongan apel yang dia bawa tadi pagi pada Raja lalu pergi dari sana

"Ye apel "ucap Alvin ingin mengambil apel itu

Plak

"Enak aja"protes Raja menggeplak tangan Alvin

"Dih tadi aja soksoan marahin dia sekarang malah berubah kayak anak panda dengan merah dipipi"ledek Alan

"Ye mana gue tau kalo gue bakalan dicium "ucap raja memegangi wajahnya sambil tersenyum

Regan menahan emosi disana tanpa sadar menggenggam terlalu erat tangan hutri

"Bebe tangan aku sakit"keluh hutri

"Sorry"jawab Regan buru buru melepaskan tangannya lalu pergi meninggalkan temannya dan hutri disana

"Tuh anak malah pergi"ucap Alan

Naysilla yang sedang asik berjalan sambil menikmati musik di telinganya seketika terhenti saat seseorang menariknya dengan kasar

Regan mendorongnya kasar hingga tersudut pada dinding "maksud Lo apa cium Raja seperti itu?"tanya Regan dengan tatapan tajamnya

Naysilla membalas tatapan Regan dengan wajah datar tapi matanya menatap tajam laki laki itu

Dia seketika maju tidak menyisakan jarak Anara Regan dan dia ,melihat itu Regan segera memundurkan diri "kenapa?"tanya Naysilla

"Lo keberatan?"ucapnya maju satu langkah mendekat pada Regan sedangkan Regan hanya bisa mundur menjauh dari wajah itu

"Atas dasar apa" ucap Naysilla melanjutkan langkahnya

"Apa masalah gue cium cowo lain?"ucapnya melangkah lagi membuat keadaan terbalik sekarang Regan yang terpojok didinding

"Gu...gue gak suka liat Lo cium dia"ungkap Regan terbata

"Kenapa?"tanya Naysilla

"Cemburu?"tebaknya

Regan hanya diam meneguk ludah karena jarak wajah mereka sangat dekat

"Lo gak ada hak cemburu setelah kejadian satu tahun lalu"ucap Naysilla sambil memundurkan diri membuat sedikit jarak antara mereka

"Satu tahun lalu?"tanya Regan bingung

"Tsi"Naysilla terkekeh mendengar pertanyaan itu lalu menatap Regan tajam seketika ekspresinya berubah menjadi dingin "setelah penolakan  perjodohan itu tanpa memikirkan perasaan gue !apa Lo Sekarang masih merasa punya hak atas gue?!!!"ucapnya penuh penekanan

"Ta..tapi gue waktu itu memang benar benar belum siap" jawab Regan

Naysilla diam lalu menjauh dari sana membelakangi Regan melihat pemandangan jalanan dari lantai tiga

"Belum siap?itu hanya perjodohan bukan pernikahan dan waktu itu gue rasa perasaan kita sama jadi tidak masuk akal lo tiba tiba menyangkal dengan jawaban belum siap"

"Jauh sebelum perjodohan itu ada,

kita juga sudah pernah bicara kalau kita sama sama oke akan hal itu "

"Hahaha satu tahun lalu gue tanya sama bokap gue alasan Lo tolak perjodohan itu ,ternyata hanya karena belum siap"

Naysilla kembali melangkah mendekat pada Regan yang tetap berdiri ditempatnya "apa Lo gak punya ponsel buat diskusiin itu ke gue waktu gue disurabaya? Atau apa Lo gak punya cukup duit untuk sekedar ngunjungin gue kesurabaya ?"

Naysilla kembali membelakangi Regan "hahahaha"

Dia tertawa terbahak bahak

Regan yang melihat itu hanya bisa menunduk dia tau tawa yang dikeluarkan Naysilla itu bukan tawa bahagia tapi itu tawa sakit hatinya

"Om dan Tante gak semiskin itu sampe Lo gak bisa datang ke Surabaya buat jelasin itu semua"bentak Naysilla untungnya tidak ada orang lain disana hanya ada mereka berdua

"Maaf"hanya itu yang bisa Regan katakan sekarang

Naysilla masih dengan posisi membelakangi Regan ,anak perempuan itu tidak sanggup melihat wajah itu

"Maaf ?!!Lo bilang maaf? Telat Ga .sudah sangat sangat telat"tanpa sadar airmata sudah membasahi wajah itu

"Setiap hari gue nunggu kabar dari Lo apa yang gue dapat ?nomor Lo gak bisa dihubungi padahal waktu itu gue hanya butuh penjelasan Lo tapi yang gue dapat Lo malah memblokir nomor gue"

"Gue gak blokir nomor lo"ucap Regan membantah

"Wow mau coba bohongin gue?"Naysilla menatap Regan dengan air mata yang tak berhenti mengalir  "Lo kira gue bodoh?gue hubungin Lo dengan nomor lain dan panggilan itu masuk bahkan lo sendiri yang ngangkat ,gue dengar sendiri suara Lo dan langsung gue matiin" jelas naysilla mengingat kejadian satu tahun lalu

"Maaf"ucap Regan lagi

"Bahkan saat itu gue masih ingin mendengar penjelasan Lo padahal gue jelas jelas udah tau kalo Lo sengaja blokir gue tapi gak ada sama sekali niatan Lo buat hubungin gue"

"Sampai pada hari ini gue liat Lo udah ada cewek"lanjut Naysilla

"Gue bisa jel..."ucapan Regan terpotong

"Apa!!?Lo mau bilang kalo dia bukan pacar Lo?cih kalo dulu gue ingin mendengar penjelasan Lo berbeda dengan sekarang satu kata dari mulut Lo sangat menjijikkan buat gue sekarang "ucap Naysilla lalu pergi meninggalkan Regan sendirian disana

Regan tanpa sadar mengeluarkan air matanya ,tubuhnya merosot dilantai

"Maaf maafin gue"lirihnya

Flashback On

Dua remaja sedang duduk di taman melihat jalanan yang macet "kalo suatu saat aku minta ayah aku jodohin aku dan kamu apa kamu mau"ucap Naysilla dengan senyum sumringah

"Mau dong"sahut Regan mengusap kepala Naysilla

"Kapan pun itu?"tanya Naysilla lagi

"Iya Nay ,kapanpun itu  mau sekarang besok bahkan kapan pun itu aku bakalan mau"jawab Regan antusias

"Hmm oke suatu saat aku akan minta ayah aku buat jodohin kita janji ya kapanpun itu kamu harus siap"ucap Naysilla mengulurkan jari kelingkingnya

Regan menautkan jari kelingkingnya "janji"ucapnya

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!