NovelToon NovelToon

Pangeran Lucas Ermintrude

Chapter 1

Lucas Ermintrude adalah seorang pangeran di sebuah kekaisaran Aetherlyn, ia Anak ke lima dari lima bersaudara. Lucas adalah anak kandung kaisar dan permaisuri di kekaisaran Aetherlyn.

Ia sangat di sayang dan di lindungi oleh keluarganya, itu satu tahun yang lalu sebelum kedua orang tuanya mengadopsi seorang anak perempuan yang bernama Anastasia.

Kehidupan Lucas berubah drastis setelah muncul Anastasia dalam hidupnya, ia tidak pernah menerima pujian, tidak ada yang membela nya, bahkan ia sering di tuduh sebagai biang kerok dari semua hal yang di lakukan oleh Anastasia.

Hingga suatu ketika, Anastasia tidak sengaja membunuh burung kesayangan milik kaisar Erick Hans Ermintrude, Ayah kandung nya Lucas.

"Kak! Apa yang Kakak lakukan?!" tanya Lucas yang tidak sengaja melihat Kakak angkat nya menjatuhkan sangkar burung milik sang ayah.

"A— apa maksud mu?" tanya Anastasia berbalik tanya, gadis berusia 6 tahun itu nampak ketakutan.

"Kakak memantulkan sihir Kakak ke arah sangkar burung!" jawab Lucas berlari ke arah sangkar burung yang sudah jatuh di lantai.

Luciana Gold Ermintrude, ibunya Lucas dan juga permaisuri kekaisaran Aetherlyn. Wanita tersebut memasuki tempat istirahat kaisar dan langsung melihat putra bungsunya itu memegang sangkar burung milik kaisar.

"Apa yang terjadi?" tanya Luciana melihat ke dua anak-anak di depan nya.

"Bunda! Aku tidak melakukannya, Lucas yang menjatuhkan nya hingga burung itu mati!" adu Anastasia pada Luciana.

"Lucas apa yang kau lakukan?" tanya Luciana menatap jengah ke arah putra bungsunya itu.

Bocah lima tahun yang tidak tau apa-apa itu hanya bisa menatap Bunda nya lekat, ia tidak tau harus memberitahu apa, karena Bunda nya tidak akan pernah percaya pada dirinya.

"A— aku tidak melakukannya, Bunda! Kakak yang bermain dengan sihir nya dan memantulkan nya ke arah sangkar!" Walaupun begitu, Lucas tetap berusaha membela diri.

"Lucas! Bunda sudah sangat muak dengan tingkah mu! Bahkan anjing pun tidak senakal dirimu. Bunda lebih menyukaimu yang diam, tidak bergerak dan tidak menggonggong lebih dari pada anjing!" seru Luciana, wanita itu sudah sering mendengar laporan kenakalan putra bungsunya, jadi ia kadang tidak bisa mengontrol mulut nya saat marah.

Seketika hati Lucas teriris hingga melukainya di ujung hati paling dalam bocah tersebut, hari ini ke empat kakak nya juga memarahi nya, bahkan mengumpati nya, dan hari ini juga Ayah nya menolak untuk mendengarkan ocehan nya dan menyuruh bocah tersebut untuk diam.

Lucas tersenyum kecut, ia hanya bisa pasrah, bocah laki-laki berusia lima tahun itu nampak nya sudah lelah dengan semua hal, hingga rasanya, bahkan setelah di hujami kata-kata menyakitkan bocah itu tidak merasakan apapun, ia masih tersenyum manis ke arah Bunda nya.

Luciana menghela nafas berat menenangkan dirinya. "Pergi lah ke kamar mu Lucas, dan merenung lah untuk masalah ini," titah Luciana memijat pelipisnya lelah.

"Iya, Bunda," jawab Lucas menaruh sangkar burung yang sudah mati ke lantai, lalu berlenggang pergi dari sana.

Malam nya.

Lucas malam-malam menggali burung yang telah di kubur di belakang Paviliun pelayan, bocah itu tidak ingin ayah nya sedih karena burung kesayangan nya mati, ia juga tidak ingin bunda nya marah pada nya karena hal tersebut.

"Aku akan menyembuhkan mu," seru Lucas mulai mengeluarkan kekuatan healing nya.

Bocah itu sangat berbeda dengan keluarganya, ia memiliki kekuatan healing yang di sebut kekuatan paling lemah, karena kekuatan itu tidak bisa di gunakan untuk bertarung.

Lucas memang tidak pernah bisa memegang pedang dengan benar, bahkan ia tidak memiliki tenaga lebih untuk berlatih pedang.

Perlahan sayap indah burung di dalam telapak tangan Lucas mulai bergerak serta burung itu kembali mengeluarkan suara beberapa kali.

Lucas tersenyum bahagia melihat hal tersebut, kekuatan healing bocah itu berbeda dengan kekuatan healing yang di gunakan oleh healer, bocah itu bisa menghidupkan kembali makhluk yang telah mati dan menyembuhkan segala penyakit, namun sayangnya itu berefek pada kehilangan banyak tenaga dan melemah nya tubuh untuk waktu yang cukup lama, itu setara dengan apa yang di berikan kekuatan nya.

Hanya Lucas yang tau tentang kekuatan nya, kedua orang tua bocah itu tidak tau tentang hal itu, karena Lucas tidak mengunakan kekuatan nya, ada healer di istana.

Namun sayangnya Lucas tidak tau bahwa kekuatan nya berbeda dengan healer, karena penyihir tingkat master menara sihir hanya berkata kekuatan bocah itu biasa saja.

Lucas langsung masuk ke dalam ruang istirahat kaisar untuk mengembalikan burung Ayah nya, setelah menghidupkan kembali burung sebelumnya, tanpa sadar di dalam ke gelapan ruang itu, kaisar hanya memperhatikan putranya dari jauh.

"Aku juga membawakan sedikit gadum untuk mu," bisik Lucas mengeluarkan butir gandum yang ia curi di dapur dan memasukkan nya ke dalam sangkar burung.

Setelah menutup kembali sangkar burung, Lucas turun dari kursi yang ia naiki untuk bisa mencapai sangkar burung yang cukup tinggi.

Bruk!

Tiba-tiba tubuh Lucas terjatuh karena mulai merasakan efek lemas nya, namun sayangnya bocah itu tetap berusaha untuk bangkit dan pergi dari sana.

Kaisar Erick Hans Ermintrude hanya diam lalu berjalan melihat ke dalam sangkar burung nya saat melihat sang putra sudah pergi dari ruang istirahat nya.

"Benar-benar hidup," monolog kaisar Erick saat melihat burung nya yang bisa bergerak dan berkicau kembali.

Lucas berjalan cepat ke arah kamarnya, sesampainya di dalam kamar Lucas langsung tidur dengan wajah kotor terkena tanah dan kaki nya juga kotor, ia cukup lelah untuk memikirkan kebersihan.

Di dalam kamar kaisar.

"Apa terjadi sesuatu?" tanya Kaisar pada istrinya yang nampak sendu di depan cermin rias.

"Sepertinya, aku menyakiti hati Lulu, seharusnya aku tidak memarahi nya," lirih Luciana, wanita berambut kecoklatan, bertubuh sempurna dengan wajah awet muda, kulit putih mulus dengan mata bermanik hazelnut dan memiliki rupa bak dewi Yunani.

"Apa Lucas pernah berkata sesuatu tentang kekuatan nya?" tanya Erick menyelidik.

"Tidak ada, dia tidak terlalu banyak berbicara akhir-akhir ini," jawab Luciana menghela nafas berat, wanita itu bangkit dari duduknya beranjak duduk di samping sang suami, yang sedang berbaring setengah duduk menatap dirinya.

"Sepertinya ada yang tidak kita ketahui tentang nya, besok aku harus mengajaknya bermain, umur nya akan berusia enam tahun, satu bulan lagi. Apa ia menyukai bunga?" tanya Erick menyuruh istrinya untuk tidur dalam dekapannya.

"Eum, ya," jawab Luciana pelan merebahkan tubuhnya ke dalam dekapan sang suami.

"Aku juga harus meminta maaf pada Lulu kecil ku, dia tampak kecewa dengan ucapan ku tadi," ujar Luciana menghela nafas kasar, perasaan wanita itu tidak enak setelah menghujami sang anak mengunakan kalimat yang menyakitkan.

"Eum ... tidurlah," jawab Erick perlahan memejamkan matanya. Luciana yang nampak kelelahan pun terlelap tidur.

*****

Keesokan harinya.

Di siang yang cukup cerah itu, bak di sambar petir, Luciana tidak bisa meminta maaf karena Anak nya itu benar-benar tidak bisa berbicara dan bergerak lagi.

Apa permintaan wanita itu di kabulkan? Entahlah.

Semua terjadi begitu tiba-tiba, Lucas terkena dua serangan sihir es salah sasaran, di tempat latihan kesatria. Bocah itu ke sana untuk berlatih pedang, usianya hampir enam tahun, jadi ia harus belajar mengunakan pedang.

"Enggak! Enggak!" Luciana kelagapan memegang tubuh Lucas yang terbaring tidak berdaya dalam pangkuannya.

Erick langsung ke tempat latihan kesatria saat mendengar hal tersebut.

"Ra— rambut nya," lirih Luciana memeluk tubuh Anak nya yang kini tidak bergerak dan menggonggong lagi seperti yang ia pinta.

Rambut Lucas yang berwarna hitam satu persatu berubah menjadi putih.

"Apa terjadi sesuatu?" tanya Erick.

"A— aku tidak sengaja Ayah," ujar Jonathan Van Ermintrude, Anak ke-tiga Erick dan Luciana.

"Sudah Ayah katakan, jangan pernah mengunakan sihir saat berlatih pedang," tegur Erick mengangkat tubuh Lucas yang semakin dingin.

Erick berusaha memanaskan tubuh anaknya mengunakan sihir api, namun itu hanya berhasil memanaskan tubuh sang Anak beberapa menit lalu kembali dingin.

"Sial!" umpat Erick saat melihat Lucas bernafas dengan sangat pelan, pria itu langsung membawa putra nya tersebut ke depan tungku api, dan memanaskan tubuh bocah itu, sembari menunggu healer datang.

Namun naas nya, tidak ada hal baik yang terjadi, apa yang di lakukan oleh Erick hanya menghentikan rambut putra nya itu untuk memutih.

Dia belum mengajak sang putra untuk bermain, ia juga belum bertanya apa yang di inginkan oleh putranya itu saat hari ulang tahun bocah itu tiba.

"Luca, tolong bangun. Bunda hanya bercanda berharap Luca tidak bergerak seperti sekarang." Luciana benar-benar berharap ia tidak pernah mengucapkan kalimat menyakitkan nya itu kepada sang anak. Bukankah sekarang keinginan wanita itu terkabul kan? Anaknya tidak bergerak, tidak berbicara dan tidak melakukan apapun lagi.

Sedangkan Jonathan sangat syok, bocah laki-laki berusia 8 tahun itu nampak tidak percaya apa yang baru saja ia lakukan.

Luciana terus berusaha memanggil nama Lucas namun tetap tidak ada jawaban dari bocah yang kini sudah tidak bergerak lagi.

[TBC]

Chapter 2

Flashback.

Pagi itu Lucas bangun telat dan melewati sarapan nya bersama keluarga nya. Setelah mandi, Lucas hanya memakan satu buah persik, ia ingat bahwa hari ini harus ke tempat latihan.

Lucas melangkahkan kaki pendek nya pelan ke tempat pelatihan ksatria, bocah itu nampak girang. Burung nya sudah kembali hidup, dan ayah nya tidak akan marah, padahal ayah nya memang tidak akan marah, karena itu hanyalah seekor burung.

"Aku akan berlatih pedang dan menjadi kuat untuk melindungi Bunda," gumam Lucas sembari melompat kecil menuju tempat pelatihan ksatria.

Sesampainya di sana, Lucas sangat sumringah melihat banyak ksatria sedang berlatih, lalu melihat Jonathan yang juga sedang berlatih.

Kakak bocah itu sangat lihai memegang pedang, Lucas juga berharap dirinya bisa sehebat Kakak nya.

Seorang pria menghampiri Lucas, dan berkata bahwa dirinya pelatih bocah tersebut. Lucas langsung menuruti semua perintah pria sebelumnya.

Semua nampak lancar, hingga Jonathan tiba-tiba mencoba mengunakan sihir.

"Anda tidak boleh menggunakan sihir di sini!!" tegur seorang pria pada Jonathan.

"Kekuatan nya tidak terlalu besar," jawab Jonathan malas, anak laki-laki itu kekeh ingin mengunakan kekuatan sihirnya tanpa menggubris teguran para ksatria.

Kekuatan keluarga kekaisaran bukan kekuatan biasa. walaupun serangan nya kecil, efek nya sangat mematikan bila itu terkena orang biasa.

Lucas melirik Kakak nya sebentar, lalu kembali berusaha memegang pedang nya dengan benar. Bocah itu sudah berusaha untuk memegang pedang dengan benar sejak tadi, namun hasilnya tetap nihil.

"Anda bisa beristirahat terlebih dahulu, saya akan memilih pedang yang cocok untuk ukuran tubuh anda," ujar pria pelatih Lucas sebelumnya.

"Ya! Tentu!" jawab Lucas sembari menyeka keringat di dahinya, ia sangat merasa lelah hanya untuk mengangkat pedang dengan benar. Beruntung Lucas mendapatkan pelatih yang tidak terlalu tegas, dan memperhatikan keadaan Lucas.

Lucas pernah beberapa kali berusaha memegang pedang, namun ia tidak sanggup, namun kali ini bocah itu sudah bertekad akan menjadi seorang swordmaster seperti ayahnya, ia akan menjadi orang paling kuat seperti ayahnya untuk melindungi sang Bunda.

Jonathan tetap melepaskan serangan sihir nya mengunakan pedang, namun anak laki-laki itu tidak bisa mengendalikan kekuatan nya, hingga membuat sihir nya beberapa kali memantul ke dinding dan merusak nya, lalu mengarah ke arah Lucas dengan kecepatan sangat tinggi.

"Sial!" umpat seorang ksatria berusaha untuk melindungi Lucas.

"Awas!" teriak para ksatria berusaha untuk melindungi Lucas, namun naas nya dua serangan mengenai Lucas dan membuat bocah itu terjatuh ke tanah dan tidak bergerak sama sekali.

"Dek!" Jonathan langsung berlari menghampiri tubuh Adik nya itu dan memangku nya, ia tidak menyangka akan mengenai Adiknya tersebut.

"Panggil kan Healer, dan beritahu kaisar serta permaisuri. Siapa saja yang bisa mengunakan healing!" teriak seorang ksatria yang berpangkat kapten memerintah bawahan nya.

"Saya bisa mengunakan healing!" sahut seorang ksatria wanita berjalan menghampiri Lucas.

Jonathan memangku kepala Adik nya dengan tangan bergemetaran hebat. Bocah laki-laki itu sangat syok dengan apa yang baru saja terjadi, di tambah Adik nya yang langsung terjatuh seperti orang mati.

Dua kstaria laki-laki langsung berlari mencari kaisar dan permaisuri.

Saat itu Erick sedang berada di ruang kerjanya begitu pula dengan Luciana.

"Yang mulia, pangeran Lucas ...." seru seorang ksatria pada Luciana dengan nafas tersengal-sengal, begitu pula dengan ksatria yang berada di ruang kerja Erick.

Luciana langsung berlari ke arah tempat pelatihan ksatria dengan raut wajah panik, wanita itu sangat takut bila terjadi sesuatu pada anaknya.

Flashback off.

Luciana menangis histeris di samping kasur Lucas, putranya itu tidak kunjung bangun setelah di obati bahkan tidak ada tanda-tanda akan bangun.

Bahkan Healer menjelaskan bahwa Lucas terkena ilusi tidur di mana ia akan terus tidur tanpa ada tanda-tanda akan bangun, penyebabnya karena tubuh Lucas sedang lemah-lemah nya dan dengan tiba-tiba mana asing menyerang dan mengganggu tubuh bocah tersebut.

Hanya dua pilihan yang di miliki oleh permaisuri dan kaisar tentang anak bungsu mereka itu, pilihan pertama mereka terus berusaha menyembuhkan anak mereka hingga ada yang bisa menyembuhkan nya atau mati, dan pilihan kedua mengabaikan anak mereka itu hingga bocah itu mendapat keajaiban bisa bangun atau bisa berakhir sampai mati.

Erick dan Luciana tidak menyerah, mereka terus memanggil Healer bahkan Doktèr di seluruh dunia untuk menyembuhkan Lucas dan semua orang itu gagal.

Bahkan seiring waktu orang-orang menyebut Lucas sebagai 'pangeran tidur'.

Luciana dan Erick tidak menyerah dan terus memanggil Healer bahkan hingga tahun demi tahun berlalu.

—Sembilan tahun kemudian—

Di dalam sebuah kamar yang sangat luas, terbaring tubuh seorang remaja laki-laki yang kini tidak bergerak sama sekali.

Hingga tiba-tiba nafas remaja itu menjadi sangat cepat dan tubuh mengejang beberapa menit kemudian kembali diam.

"Hah!" Lucas menarik nafas dalam-dalam lalu membuka mata tiba-tiba dan melihat langit-langit kamar nya.

"Apa yang?-" gumam Lucas melihat tangannya lekat, keringat bercucuran di pelipis remaja tersebut.

"Ini benar-benar gila," monolog Lucas memegang jantungnya yang berdegup kencang.

Lucas berusaha tenang saat melihat kamar nya, lalu remaja itu berusaha untuk bangun, dan turun dari kasur. Namun sialnya, saat pertama kali Lucas ingin berdiri, ia langsung terjatuh tersungkur ke lantai, dan tidak tau cara berdiri lagi.

Bruk!

Tubuh Lucas terbaring di lantai dengan posisi tengkurap. Tidak sampai di sana saja, Lucas berusaha berdiri namun tetap tak bisa berdiri, hingga akhirnya Lucas pasrah terbaring di lantai.

Lucas terbaring di lantai cukup lama hingga membuat remaja itu kembali terlelap tidur, sampai seorang pelayan datang, dan langsung memanggil Doktèr yang mengurus Lucas, saat melihat tubuh Lucas berada di lantai.

Healer dan Doktèr memeriksa Lucas namun tidak ada tanda-tanda apapun, karena kenyataannya Lucas memang hanya tidur.

Malam pun tiba, Luciana tetap memaksa ingin berada di kamar putranya itu.

Wanita itu, duduk memperhatikan tubuh sang Anak yang masih terbaring tidak bergerak, entah mengapa Luciana terus mengingat kalimat yang di lontarkan nya beberapa tahun yang lalu pada sang putra.

"Bunda belum meminta maaf untuk itu," gumam Luciana menunduk menatap jari-jari sang Anak yang berada dalam genggaman nya.

Tak!

Suara pintu tertutup terdengar cukup nyaring di malam yang sunyi itu.

"Bunda harus istirahat," ujar Klaus Van Ermintrude, putra pertama Luciana yang dua hari yang lalu di nobatkan sebagai putra mahkota kekaisaran Aetherlyn.

"Tidak Klaus, Bunda ingin menemani Lulu kecil Bunda, mungkin Lulu tadi bangun," jawab Luciana tersenyum kecut melihat tangan Lucas.

"Bunda, Lucas tidak akan bangun," jawab Klaus, pria berusia 27 tahun itu nampak gelisah dengan keadaan Bunda nya yang terlalu berlarut-larut dalam rasa bersalah pada adiknya itu.

"Klaus," tegur Luciana lembut.

"Aku tau Bunda, tapi kenyataan nya dia tidak akan bangun," jawab Klaus memijat pelipisnya.

"Apa Jonathan akan pulang besok?" tanya Luciana mengalihkan pembicaraan.

"Ya, Diana juga akan pulang bersama Anastasia," jawab Klaus menghela nafas berat.

Saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba Lucas menarik nafas panjang, sangat panjang. Membuat Klaus dan Luciana panik, Klaus langsung pergi untuk memanggil Erick yang berada di ruang kerjanya.

Lucas membuka matanya lagi, dengan nafas memburu dan detak jantung terpaju cepat.

Luciana melihat anaknya tersebut lekat.

"A— apa ada yang sakit?" tanya Luciana sembari mengusap rambut Lucas yang basah dengan keringat.

"Luciana," lirih Lucas menatap sang Ibu lekat.

Luciana mengerinyit bingung, apa Lucas pernah memanggilnya dengan nama nya langsung? Pikir Luciana bingung.

"Ah! Tidak, maksud saya, Nyonya ... maaf maksudnya Permaisuri, maaf maksudnya Bunda," lanjut Lucas bangkit dari duduknya bersandar pada sandaran kepala kasur nya.

" .... " Luciana hanya diam, gelagat Anak nya aneh, apa Anak nya itu kemasukan Demon? Pikir nya.

"Apa terjadi sesuatu?!" tanya Erick langsung masuk ke kamar Lucas dan menghidupkan magic stone cahaya.

"Oh! Di sini ada lampu, kenapa anda tidak menghidupkan nya Tante?" tanya Lucas yang langsung di tatap heran oleh kedua orang tuanya dan Kakak sulung nya.

"Maaf Lucas, ini Bunda." Luciana berusaha memberikan penjelasan pada putra nya itu.

"Maaf Bunda, aku sedikit linglung. Aku seperti bermimpi panjang," jawab Lucas memijat pelipisnya.

"Apa kepalanya sakit?" tanya Luciana khawatir.

"Iya Bunda, sepertinya aku anemia," jawab Lucas menghela nafas berat.

"Anemia?" tanya Luciana tidak mengerti apa yang di ucapkan oleh sang putra.

"Lupakan saja Bunda," jawab Lucas menghela nafas berat.

Erick langsung memeriksa mata sang Anak dan aliran darah Anak nya itu.

"Ingin makan?" tawar Erick gelisah, tangan Lucas hanya berbalut kulit tanpa daging, ia hanya tidur selama sembilan tahun lamanya.

"Tentu Ayah," jawab Lucas tersenyum tipis, untuk menghilangkan kecanggungan di sana.

[TBC]

Chapter 3

Setelah makan, Lucas duduk tidak ingin berbicara maupun bertanya.

"Aku pikir, aku akan beristirahat, bagaimana bila anda, juga beristirahat Nyonya? Ah! Maksud saya Bunda," ujar Lucas pada Ibunya, Luciana.

"Tidak, Bunda akan berada di sini untuk beberapa menit lagi," jawab Luciana menghela nafas kasar menatap putranya yang tampak kurus.

"Baiklah," jawab Lucas pelan.

Tidak ada pembicaraan lagi, Erick juga hanya diam, memperhatikan putranya yang bersifat aneh.

Namun setelah keheningan beberapa menit tiba-tiba Lucas kembali ke kondisi semula, tertidur dan tidak bangun hingga dua hari berlalu.

Healer dan dokter pribadi Lucas berkata hal itu di sebabkan tubuh pangeran Lucas belum sepenuhnya beradaptasi dengan perubahan tubuh nya tiba-tiba.

Dua hari kemudian Lucas bangun dan kali ini remaja itu sudah bisa bergerak bebas seperti berdiri namun di bantu oleh sang Ibu ataupun pelayan.

Tiga hari semenjak Lucas bangun dan berdiri.

"Saya ingin berjalan-jalan sebentar," ujar Lucas pada pelayan yang sibuk menganti seprai milik nya.

"Maaf Pangeran, yang mulia kaisar dan permaisuri melarang anda untuk keluar dulu dari kamar anda," jawab seorang pelayan wanita sembari mengangkat seprai milik Lucas.

"Baiklah," jawab Lucas pasrah, remaja berambut hitam yang sebagian kini memutih dengan manik biru indah itu hanya bisa menghela nafas kasar melihat para pelayan keluar dari kamarnya.

Siang ini Lucas cukup bosan, bahkan beberapa hari semenjak ia bangun, remaja itu hanya mengeram di dalam kamar berharap atap kamar yang luas itu menghilang di gantikan oleh dunia luar yang menenangkan.

Lucas duduk di atas kasur bersandar pada sandaran kasur dengan buku di tangannya.

"Aku tidak menyangka bisa kembali ke tubuh ku lagi," lirih Lucas melihat tangannya yang kini mulai berisi.

'Di sini terasa sangat asing sekarang. Aku pikir, aku sudah mati terkena sihir Kakak ku. Karena saat aku membuka mata, aku menjadi seorang bayi manusia biasa di dunia yang sangat berbeda, tidak ada sihir di sana, di sana hanya ada sains dan teknologi sangat berbeda di sini. Hidup ku di sana juga cukup buruk, hingga kecelakaan itu terjadi. Bukankah seharusnya aku berada di olimpiade lompat tinggi?' Lucas membatin melihat ke luar balkon kamarnya, cahaya matahari cukup terik hari ini.

"Berjalan-jalan sebentar tidak masalah kan?" tanya Lucas pada dirinya sendiri.

Remaja itu langsung turun dari kasur nya, untuk kedua kalinya telapak kaki Lucas menyentuh lantai.

"Rasanya sedikit geli," gumam Lucas terkekeh pelan.

Lucas berusaha berdiri dan itu berhasil. "Ini benar-benar berhasil," ujar Lucas menatap kakinya yang kini berdiri dengan benar menyentuh lantai.

"Mari berjalan!" seru Lucas langsung mengangkat kaki kanan nya untuk melangkah.

Brugh!

Lucas langsung tersungkur jatuh ke lantai dengan posisi tengkurap.

"Ternyata sangat susah," lirih Lucas berusaha bangun.

*****

Akhirnya Lucas berjalan berjalan keluar dari kamarnya dengan hati-hati, remaja itu sesekali memegang benda di sekitar nya untuk menompang tubuhnya.

"Wahh! Di sini sangat indah!" ujar Lucas saat melihat keluar kaca jendela istana yang berderet rapi di koridor istana.

Remaja itu nampak sangat senang, namun senyum nya langsung pudar saat mengingat sesuatu.

"Sial! Sial! Sial! Bukankah ini latar dunia novel tanpa judul yang baru ku tamat kan sebelum aku kecelakaan!" pekik Lucas.

Remaja itu lahir di dunia lain saat ia terlelap tidur, ya! Dia lahir di dunia modern sebagai anak broken home dan sering menerima kekerasan fisik dari ibunya.

"Bukankah protagonis wanita di dalam novelnya Anastasia? Sebentar sebelum itu, aku akan mati kesepian di castil bobrok dalam hutan karena tidak berguna untuk kekaisaran? Tunggu kenapa cerita nya begini?!" Lucas mengacak rambutnya frustasi.

Setelah berpikir keras akhirnya remaja itu menemukan solusi paling ampuh untuk menghindari plot kematian nya, tanpa terlibat dalam plot menyedihkan nya.

"Tunggu dulu, di dalam bukunya di katakan 'anak kandung kaisar ke-lima, pangeran Lucas di asing kan karena menjadi pangeran tidur tidak berguna bagi kekaisaran, di tambah saat itu kaisar terpuruk karena permaisuri jatuh sakit. Karena hal tersebut para bangsawan berbondong-bondong untuk menyingkirkan pangeran Lucas, agar mereka bisa menguasai harta pangeran tidur itu' sial! Apa-apaan dengan sebutan pangeran tidur! Aku terjebak di dunia lain sialan!" umpat Lucas tidak terima, faktanya ia tidak bisa bangun karena jiwa nya terlahir di dunia lain.

Lucas memijat pelipisnya, intinya sekarang ia tau bahwa tidak lama lagi, Bunda nya akan jatuh sakit.

"Kalo begitu aku harus keluar dari sini dan mengambil hak ku saja, plot jelek menyedihkan ku tidak akan terjadi bila aku melepaskan gelar bangsawan dan pergi jauh dari kekaisaran ini," tungkas Lucas melipat tangannya di dada.

"Baiklah, lupakan itu! Aku akan pergi jalan-jalan," ujar Lucas menghela nafas kasar.

Remaja itu tidak terlalu mempermasalahkan kapan ia mati, Lucas sebenarnya ingin melindungi Bunda nya, walaupun perkataan ibunya sangat membekas di hati nya.

Lucas terus berjalan menelusuri koridor istana hingga sampai di lantai paling bawah istana, remaja itu berniat pergi ke Taman istana, mungkin di sana ia akan bertemu dengan Kakak perempuan nya, Amira Claudia Ermintrude, Anak ke dua kaisar dan permaisuri.

"Lucas?!" pekik Anastasia, gadis kecil imut dulu kini menjadi gadis cantik berambut abu-abu bermanik silver yang sangat cantik.

Lucas langsung menoleh ke arah gadis sebelumnya.

"Ya?" jawab Lucas mengerinyit bingung, dan kemudian menetralkan ekspresi nya saat sadar gadis di belakang nya itu Anastasia.

"Kenapa kamu ada di luar?" tanya Anastasia berjalan sejajar dengan Lucas.

"Jalan-jalan," jawab Lucas acuh, remaja itu berhenti berjalan, berharap gadis di sampingnya berjalan duluan.

"Ke Taman?" tanya Anastasia sembari tersenyum tipis ke arah Lucas, namun sayangnya Lucas nampak tidak peduli.

"Ya," jawab Lucas datar.

"Bersama?" tanya Anastasia langsung merangkul tangan Lucas, menarik remaja itu berjalan cepat ke arah Taman.

"Tu— tunggu dulu," lirih Lucas berusaha menyamakan langkah kaki Anastasia.

"Pangeran mahkota melaksanakan pesta minum teh di Taman," ujar Anastasia seolah-olah tuli dengan panggilan Lucas.

"Anastasia, tunggu dulu." Lucas benar-benar kesulitan berjalan bahkan tubuh nya kini hampir sampai pada batas nya, di tambah Taman masih cukup jauh. Lucas juga berusaha melepaskan tangannya dari rangkulan Kakak angkat nya itu, namun tenaganya tidak sebesar tenaga Anastasia, ia baru bangun beberapa hari ini, jadi tidak mungkin ia bisa menyamai kekuatan wanita yang bisa mengunakan semua elemen sihir itu bahka sihir healing.

"Sebentar lagi kita sampai!" ujar Anastasia terus menarik Lucas menuju ke arah Taman.

Lucas bahkan sudah tidak bernafas dengan normal lagi.

Saat keluar dari istana tubuh Lucas langsung terpapar sinar matahari yang cukup terik.

"Kak! Aku membawa Lucas!" ujar Anastasia pada Klaus.

Klaus yang sedang mengobrol langsung melihat ke arah Lucas.

Sedangkan Luciana yang baru keluar dari rumah kaca bersama putrinya Amira langsung syok saat melihat Lucas sudah keluar dari kamarnya.

"Aku melihat Lucas di luar dan membawanya ke mari, ia bilang, ia ingin ke Taman. Bukan begitu Lucas?" tanya Anastasia pada Lucas.

Di dalam telinga Lucas hanya terdengar suara nyaring panjang yang terus berdengung, suara itu cukup nyaring, bahkan suara Anastasia tidak terdengar lagi di telinga remaja itu.

"Adik mu sudah sehat?" tanya salah satu temannya Klaus yang nampak ikut terkejut.

"Ya," jawab Klaus bangkit dari duduknya berjalan menghampiri Lucas.

Tiba-tiba banyak tumbuhan yang mengelilingi Lucas bahkan meneduhkan tubuh remaja itu agar tidak panas.

Brugh!

Tubuh Lucas langsung jatuh ke belakang di sambut oleh banyak tumbuhan berbunga.

"Bunda!" pekik Anastasia saat melihat Luciana menghampirinya.

"Kenapa Lucas di bawa keluar dari istana?" tanya Luciana dengan tatapan datar, wanita itu memang selalu memasang tampang dingin di depan banyak orang.

"Lucas tadi berada di koridor menuju Taman, jadi aku berniat mengajaknya kemari Bunda," jawab Anastasia menunduk.

"Ajaklah dengan benar, bukan menariknya seperti tadi, anda tau kan? Lucas belum sembuh total?" tanya Luciana datar.

"Maaf Bunda," lirih Anastasia, hubungan gadis itu dengan permaisuri mulai memburuk semenjak sembilan tahun yang lalu, saat permaisuri tau bahwa yang menjatuhkan sangkar burung bukan Lucas, karena di sana ada tanda-tanda serangan sihir, sedang Lucas tidak bisa mengunakan serangan sihir, Lucas hanya bisa mengunakan healing.

"Bertindaklah dengan benar lain kali," peringat Luciana tegas.

Anastasia hanya bisa menunduk, gadis itu tau ia salah, karena dulu ia terlalu kekanak-kanakan ingin di perhatikan hingga menjadikan Lucas sebagai sasaran nya.

"Aku akan membawa Lucas masuk," ujar Klaus ingin mengangkat tubuh Adik nya yang kini terbaring di atas tanaman bunga milik Ibu nya.

"Siapa yang mengizinkan mu menyentuh nya?" tanya Luciana menatap putra sulungnya itu dingin, banyak hal yang terjadi. Luciana juga memiliki hubungan yang cukup buruk dengan putra sulungnya semenjak Lucas tertidur. Hal itu di sebabkan karena Klaus melindungi Anastasia membuat gadis itu tetap menjadi Anak kaisar. Luciana sangat marah tentang itu bahkan setiap kali Klaus ingin menjenguk Lucas, wanita itu langsung melarang putra sulung nya itu untuk menyentuh Lucas.

"Maaf Bunda," ucap Klaus langsung berdiri tegak menjauh dari Lucas.

Bukan hanya tidak boleh menyentuh Lucas, Klaus juga tidak boleh memanggil Adik nya sebagai Adik, Klaus awalnya tidak terima namun setelah melihat amarah Ibunya, ia langsung tidak bisa melakukan apapun, Karena itu juga salahnya telah membela Anastasia.

Bahkan Anastasia juga mendapatkan masalah dengan itu, gadis itu tidak di anggap sebagai putri resmi keluarga kekaisaran karena di keluarkan dari Anak adopsi, kini gadis itu hanya menjadi penumpang di istana dengan lindungan pangeran mahkota. Walaupun orang-orang memanggilnya sebagai putri, secara hukum dan aturan gadis itu bukan lagi putri karena ratu telah mengeluarkan gadis itu dari anggota keluarga kekaisaran. [Coret dari KK]

Amira langsung menyuruh salah satu laki-laki yang sedang duduk di meja pesta minum teh untuk membawa Adik nya untuk masuk ke dalam istana.

[TBC]

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!