Ada seorang gadis yang sudah siap akan berangkat pergi ke sekolah. Dia mengkuncir rambutnya dan tak ketinggalan kacamata tebal yang dia gunakan sehari-hari.
"selamat pagi ma,pa" sapa bintang ke orang tuanya sambil menuruni tangga.
"ayo duduk sarapan cepat", mama nia memanggil sambil menyendok nasi kepiting anak semata wayangnya itu. "oke mama".
"nak kamu hari ini cepat pulang ya, ada tamu yang akan datang sebentar malam." papa Dika memulai obrolan.
"memang ada acara apa pa"
"kamu cepat pulang aja. sebentar malam kamu tau sendiri".
"baiklah"
setelah selesai makan bintang dan papa Dika lanjut kesekolah antar bintang kemudian papa lanjut ke kantor.
"halo fani sayang, sapa bintang saat masuk ke kelas"
"hallo juga bintang sayang". cerocos fani.
"bi bentar lagi kita ujian. terus kuliah. tapi aku belum ada pikiran mau kuliah dimana. kalau kamu gimana". tanya fani
"aku belum tau Juga. tapi aku ambil kampus di dekat rumah aja. aku nggak bisa ninggalin mama sama papa."
"kalau begitu kita satu kampus aja ya. biar sama terus"
"oke" mereka tertawa bersama dan tak terasa sudah jam masuk.
saat pukul 2 jam sudah menandakan akan pulang. dan tak lama tibalah bintang di rumahnya.
"assalamualaikum namaku yang cantik" bintang masuk ke rumah dan lari menemui mama nya.
"bi kamu udah datang."
"hmmm" ma yang datang sebentar malam siapa ma".
"teman papa dan keluarganya sayang. katanya mau datang silaturrahmi"
"ooww" bintang manggut manggut sambil mengambil kue yang di buat mama nia.
"kamu pergi strahat dulu. nanti dandan yang cantik ya".
"ii mama, kenapa harus dandan". bintang naik dulu ma".
bintang naik menuju kamarnya. sambil berpikir.
"kenapa harus dandan ya. perasaan aku kok tidak enak ya".
karena tak ada yang bisa menjawab pertanyaannya akhirnya dia menyerah sendiri dan pergi membersihkan diri.
*Ditempat lain*
"adit hari ini kamu pulang cepat ya. kita mau kerumah teman papa."
"teman papa yang anaknya dijodohin sama aku pa"
"iya" jawab papa rian sambil menyuapi makanannya ke mulut.
Ya in adit yang akan di jodohkan dengan bintang. Adit sekarang kuliah di universitas Indonesia.
semenjak percakapan papanya dimeja makan tadi, membuat adit tak senang. itu nampak kelihatan dimuka temannya.
"dit kamu kenapa. muka ditekuk begitu. " tanya alex sambil menghampiri adit.
"tidak apa apa."
"halo sayang kamu kok nggak angkat telvon aku semalam". ini adalah cintia, pacar arit.
"semalam saya ketiduran"
"sayang nanti kita ke mall yuk. aku mau beli baju". kata cintia dengan centilnya dan memeluk adit
"baiklah sayang. apapun buat kamu. "
"oke aku kekelas dulu ya. babai sayang.
"oke"
"kamu tidak sadar dit kalau kamu itu selalu di porotin cintia. kata alex"
"apa sih kamu. cintia itu sayang sama saya. dan aku tu cinta bangat sama dia. apapun akan aku lakukan buat dia senang."
"terserah kamu dit"
"cing kamu beruntung bangat ya dapati adit. bisa belanjain kamu apa apa." tanya ririn teman cintia.
"ya iyalah. adit itu cinta mati sama saya"
jawab cintia dengan bangganya.
"gimana hubungan kamu dengan beni"
"baik. dia itu teman hangat saya. kalau adit atm berjalan saya.hahahahaha."
"parah kamu ya. kalau adit sampai tau habis kamu"
ya cintia memang menduakan adit. Walaupun adit begitu mencintai cintia tapi adit tidak pernah melewati batas pacaran. dia hanya sampai berciuman saja. dan tentunya cintia membutuhkan lebih dari ciuman dan dia dapat dari beni.
"hai sayang sudah lama nunggu"
"belum kok" arit sudah menunggu cintia di parkiran karna mereka akan ke mall.
"yuk sayang".
adit pun melajukan mobilnya menuju mall.
"sayang aku mau beli baju ini ya. aku juga mau beli tas dan sepatu" cintia menarik adit masuk ke toko baju di mall.
"ambil yang kamu suka sayang"
cintia nampak senang dengan jawaban adit, dan tentunya tak menyia nyiakan kesempatan itu.
adit sudah membantu papanya dikantor jadi dia bisa membayar belanjaan padatnya dengan mudah.
sehabis belanja yang diingkan pacarnya, aditpun mengajak cintia pulang karma mengingat omongan papanya tadi pagi.
"kenapa baru pulang dit. papa kan suruh kamu pulang cepat".
"maaf pa tadi ada yang adit urus"
"ada yang kamu urus, atau kamu habiskan uang kamu buat perempuan itu"
"papa apaan si." dia pun menuju kamarnya karma tidak mau berdebat dengan padanya. yang pastinya dia akan tetap disalahkan.
"Bintang kamu usah bangun, teriak mama nya sambil masuk ke kamar. ya ampun bi in udh jam 6. kok kamu belum bangun. "
"ma ini juga baru mau bangun."
"ya udah sana mandi dan jangan lupa dandan yang cantik".
bintang tak mempedulikan omongan namanya. diapun masuk kedalaman kamar mandinya.
Tepat pukul 8 malam, keluarga adit sudah sampai dikediaman bintang.
"selamat malam rian. akhirnya kamu sampai juga." papa dika antusias menerima kedatangan teman lamanya itu.
"kamu ini dika, aku pasti akan datang,."
"halo nia apa kabar kamu"
"baik mas" jawab mama nia sambil bersalaman dengan rian papa adit.
"wa rian ini anak kamu ya. "
"iya kenalkan dia adit anak semata wayangku. "
mama adit sudah meninggal waktu adit dilahirkan. dan sampai sekarang papa rian tidak ada niat untuk menikah lagi.
"Dika anak kamu mana"
papa rian bertanya sambil melirik dalam rumah. dan yang di cari pun tak lama sudah menuruni anak tangga
"ini anak sama mas, namanya bintang. mama nia memperkenalkan anaknya. "
"nak ini om rian, dan ini anaknya namanya adit."
"halo om"
"halo sayang. kamu cantik nak."
"makasih om"
adit yang melihat bintang turun dari tangga hanya bisa mengumpat dalam hati.
"cantik apaan. culun gitu. " keluh adit dalam hati
bintang bersalaman dengan adit pun tanpa ada kata.
"begini nak" papa rian memulai. maksud kedatangan om dan anak om kesini mau melamar kamu.
apa apaan ini. kenapa tidak ada yang memberi tautan ku.
"iya sayang papa dan om rian akan menjodohkan kalian. mama adit sebelum pergi ingin menjodohkan anaknya kalau memang dia laki laki.. kalian sudah dijodohkan dari kalian sudah lahir.
"tapi pa bintang masih Sekolah." protes bintang
"bintang kan sebentar lagi lulus. kalau masalah pernikahan biar kita adakan tertutup."
adit yang memperhatikan bintang merasah jengkel. ciii merasa cantik dia. dia kira saya mau apa sama gadis cupu seperti dia.
bintang yang memperhatikan adit karena hanya diam saja. dia bertanya kenapa tidak ada protes dari dia.
"bagaimana adit apa kamu setuju" tanya papa rian
"aku terserah papa saja" protes pun tak akan berguna.
"gimana nak" tanya papa dika. jangan kuatir nak, adit akan jagain kamu. mreka keluarga yang baik.
"aku ikut papa saja" bintang pun pasrah
"baiklah ayo adit pakaikan cincin di tangan bintang.
"baik pa"
akhirnya mereka bertunangan malam itu dan pernikahan mereka akan diadakan seminggu lagi.
setelah malam lamaran itu bintang selalu memikirkannya. dia tidak fokus didalam kelas.
"bi kamu kenapa. apa ada yang terjadi" tanya fani
"nggak ada kok. cuma lagi malas aja"
"maaf fan aku belum bisa cerita sama kamu"
bel berbunyi tandanya Siswa siswi akhirnya pulang. saat bintang dan gaji menuju parkiran ternyata ada adit yang menunggu.
bi lihat de cowok itu ganteng bangat.
"ganteng tapi muka datar" bintang masih belum menerima pertunangan itu.
"cepat masuk, mama kamu nyuruh jemput. katanya mau ke butik."
"bi kamu kenal" tanya fani, karena dilanda penasaran.
"iya, anak teman papa"
"oh"
"aku duluan ya, daaa"
bintang masuk dan adit pun menjalankan mobilnya.
didalam mobil tak ada satupun dari mereka yang memulai pembicaraan. dan tak lama sampailah mereka di butik.
"ma"
"kamu usah nyampai. adit mana"
"iya tante" masuk dan menyapa mama nia.
setelah beberapa jam, akhirnya mereka pun balik. dan tak lama hari yang di tunggu tunggu telah tiba.
mereka telah berada di altar suci. dan mereka mengucapkan ikrar suci dihadapkan pendeta.
setelah selesai dari gereja, mereka berangkat ke hotel yang akan diadakan resepsi.
"adit bawa istrimu kekamar" perintah papa rian.
"baik pa"
dalam kamar mereka agak canggung karena tidak saling mengenal.
"bintang kamu jangan pikir saya menikahi kamu karena saya mau, ini semata mata karena papa. jadi jangan berharap lebih. dan ingat jangan mencampuri urusan pribadinya. aku juga tidak akan mengurus urusanmu.
"baik. jawab bintang seadanya karena dia paham kondisi ini
setelah menunjukkan jam 8 malam, arit sudah duluan di pelaminan, dan bintang baru menyusul karena berganti pakaian dulu. saat melihat bintang, adit begitu terpana karena kecantikan bintang, tapi itu semua dia tepis karena dia beranggapan bintang cantik karena polesan bedak.
tamu yang datang hanya petinggi petinggi dan keluarga besarnya saja. teman mereka tidak ada yang tau termasuk cintia pacar adit.
"capek bangat si. kaki aku pegel semua"
ya mereka sudah ada didalam kamar lagi. pestanya telah selesai. kemudian orang tua mereka memutuskan pulang karena akan bekerja besok.
di dalam kamar adit tak mempedulikan bintang. tak lama telfon adit bergetar.
"hai sayang kenapa no kamu seharian ini tidak aktif. aku kangen sama kamu. kita ketemu yuk" ya cintia yang menelfon.
"oke sayang kita ketemu ditempat biasa ya.
selesai mandi adit pun bersiap siap mau keluar bertemu padatnya.
saat pergi akhirnya bintang membuka matanya.
"ternyata dia punya pacar, malang benar nasibku. sudah di tinggal malam pertama, malah diduakan pula, waaaa pernikahan macam apa ini"
karena lelah dengan pikirannya dia akhirnya tidur. saat keesokan harinya ternyata adit tak kunjung datang. tapi bintang tak peduli.
"bi kamu kok nggak masuk sekolah, kamu baik baik aja kan" fani yang menelfon bintang karena kuatir. sudah beberapa hati tidak masuk sekolah.
"aku baik baik aja kok. saya lagi ada urusan keluarga. tapi besok udah bisa masuk
"oke kalau begitu. sampai ketemu besok, daaa"
"uuufff baiklah ayo kita semangat.
bintang menyemangati diri sendiri, yang tidak tau akan hari pernikahannya akan seperti apa.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!