NovelToon NovelToon

AKU YANG KAU LAMAR, DIA YANG KAU NIKAHI

PULANG

Seorang gadis cantik tersenyum menatap layar ponselnya, ia duduk di sebuah kursi tunggu, di sebuah bandara internasional di pulau dewata.

" Sebentar lagi kita akan menikah, dan kita akan bisa hidup bersama, jarak tak akan menjadi penghalang bagi kita lagi, tunggu kedatanganku mas farrel, aku akan memberikan mu kejutan " gumam kanaya.

Kanaya putri seorang gadis berusia 25 tahun, yang bekerja di sebuah restoran sebagai seorang manager, walaupun pendidikan nya hanya sebatas SMA ,tapi semangat kerjanya begitu besar, sehingga dalam beberapa tahun dia sudah di angkat menjadi seorang manager, dia bekerja di tempat itu setelah lulus dari sekolahnya dengan di mulai menjadi cook helper dan kemudian menjadi seorang chef, dan kini dia sudah menjadi seorang manager di restoran itu.

Tapi sayangnya setelah pertunangannya dia di pindahkan di pulau dewata untuk membuka cabang di sana, dan setelah hampir dua tahun di sana, dan restoran pun sudah berjalan lancar,kini ia kembali ke pusat.

Seharusnya ia masih harus kembali ke pusat seminggu lagi, tapi atasannya memberikan cuti untuk mempersiapkan pernikahan yang akan di gelar tiga minggu lagi .

Jadi di sinilah dia, dia akan memberi kejutan pada tunangannya, karena dia balik seminggu lebih awal dari hari yang di tentukannya.

Kanaya tersenyum...rasanya seperti tidak sabar untuk cepat sampai di kora s dan memberikan kejutan untuk tunangannya .

Farrel 27 tahun bekerja di minimarket milik keluarga sendiri, dia seorang anak tunggal jadi dia yang meneruskan usaha orang tuanya.

Kanaya bertemu farrel saat kanaya membeli sesuatu di mini market dan saat itu farrel sedang menjadi kasir ,karena kasir yang bekerja sedang cuti.

Di saat itulah farrel langsung tertarik dengan kanaya yang sedang berdiri dengan senyum manis di hadapannya. dari situlah kedekatan mereka berjalan, hingga sampai saat ini .

Setelah pesawat yang di tumpangi oleh kanaya mendarat, ia langsung bergegas turun dan mengambil kopernya.

" Apa aku langsung ke minimarket ya? " pikir kanaya.

" pulang dulu saja, mandi dan ganti baju dulu, biar nggak kelihatan kucel, nanti siang atau sore saja ke sana " kata kanaya pelan.

Ia menyeret koper dan menentang tas tangannya. berdiri di luar dan menunggu taksi yang sudah dei pesannya, sengaja ia tidak menghubungi keluarganya, jarak dari bandara tak terlalu jauh, kalau gak macet paling juga satu jam sudah macet, keluarga kanaya tinggal di pinggiran kota.

" Dengan mbak kanaya " kanaya tersenyum dan mengangguk, ia langsung masuk ke dalam mobil setengah dia dan di bantu drivernya memasukkan koper dan tas besar kedalam bagasi mobil.

Di dalam mobil kanaya memeriksa ponselnya dan melihat pesan yang di kirim ke farrel masih centang satu,ia mencoba menghubungi nya tapi ponselnya tak aktif.

" Kemana mas farrel, tumben ponselnya nggak aktif dari tadi pagi, apa dia sibuk " pikir kanaya.

Setelah satu jam lebih di perjalanan akhirnya dia sampai di sebuah rumah yang tak terlalu besar, rumah sederhana yang ia tempati sejak lahir.

saat akan turun , kening kanaya berkerut, kanaya melihat sebuah tenda si rumahnya, dan ada banyak orang di sana.

" Ada acara apa di rumah, kenapa aku tidak tahu kalau ayah mengadakan suatu acara, seperti sebuah pesta perayaan." gumam kanaya.

" Maaf mbak ,apa benar tempatnya di sini "

" iya mas , maaf..bisa bantu keluarkan koper saya "

" Siap mbak "

kanaya turun dan masih menatap rumahnya yang ramai oleh orang-orang yang hilir mudik.

" ini mbak kopernya " kanaya menoleh ke arah driver itu, dab tersenyum ramah dab mengeluarkan lembaran untuk untuk di berikan pada driver itu.

" makasih mbak " kata driver itu dan kemudian meninggalkan kanaya yang masih berdiri di depan rumah nya.

kanaya berjalan perlahan dengan menyeret kopernya.

" Assalamualaikum..." sapa kanaya dan langsung membuat beberapa orang terkejut saat tahu dan melihat siapa yang mengucapkan salam.

" Kanaya..." beberapa orang bergumam pelan menyebut namanya, kanaya semakin heran melihat tatapan mereka.

" Ada apa ini..." gumam kanaya pelan dan terus meneruskan langkahnya ,untuk masuk ke dalam rumah.

Saat di pintu masuk kanaya di hadang oleh dua orang yang ia kenal sebagai om dan tantenya, kakak dari ibunya.

" Naya, kamu pulang nak" tanya tantenya dengan muka yang terlihat khawatir.

" tante ,om ada apa ini, kenapa rumah naya seperti ada acara, kenapa naya nggak di kabari " Om tantenya saling berpandangan, tapi sebelum kedua orang di hadapannya menjawab ,tiba-tiba terdengar suara dari pengemasan suara.

Tubuh kanaya bergetar hebat saat mendengar sebuah ikrar suci di ucapkan oleh seseorang disana dan di susul kata ....

" Sah.."

tubuh kanaya membatu, tas yang ada di tangannya terjatuh ke lantai.

" naya" kata tantenya pelan.

" kita pulang kerumah tante dulu ya, nanti kita bicara di sana" kanaya tak menghiraukan ucapan tantenya, dia berjalan dan menyingkirkan tubuh om dan tantenya yang menghalangi dirinya.

kanaya langsung masuk ke dalam rumah, dan di situ ia langsung terhenyak saat matanya menatap sepasang pengantin yang saling bertatapan dan tersenyum bahagia.

"Apa ini? ada sandiwara apa ini? ada lelucon apa ini, kenapa ada pernikahan di rumah ini, bukankah aku yang seharusnya menikah, bukankah namaku yang seharusnya di sebut tadi, dan kebaya itu, bukankah kebaya itu milikku yang akan aku pakai saat pernikahan ku nanti , ada apa ini sebenarnya, kenapa kakak ku yang duduk di samping mas farrel ,kenapa nama kakakku yang disebut oleh mas farrel,dan kenapa kebayaku di pakai oleh kakakku, ada apa ini...apa ini sebuah mimpi, apa ini hanya sebuah ilusi, tolong bangunkan aku jika ini mimpi, ini mimpi yang sangat menyakitkan " pikir kanaya.

Tapi sebuah tepukan di bahunya menyadarkan dirinya, bahkan semua yang ada di hadapanya bukanlah mimpi, tapi sebuah kenyataan yang pahit dan menyakitkan bagi nya.

" Naya, kita kerumah tante ya " kata tantenya lagi dan mencoba menarik tangan kanaya untuk pergi dari sana, beberapa orang pun hanya terdiam melihat semua itu ,tapi beberapa orang yang duduk di dalam belum menyadarinya jika ada seorang yang berdiri kesakitan menatap mereka.

" naya..." kata omnya yang mencoba untuk mengajaknya pergi dari situ.

kanaya menepis tangan om dan tantenya, ia berjalan mendekati orang orang yang berkumpul di dalam rumahnya.

Ia berhenti dan menatap tunangannya dan kakaknya bergantian, ada air mata yang keluar dari pelupuk matanya saat melihat tunangannya mencium kening kakak nya dan melihat senyum bahagia kakaknya.

" Ya Allah semoga ini hanya mimpi, tolong bangunkan aku Yaa Alloh, tolong...ini bukan kenyataan ini hanya mimpi..." pikir kanaya lagi.

" Naya....."

........

#####

Assalamualaikum readers...

ketemu kembali di novel author yang ketiga ....semoga berkenan di hati para readers...salam sehat selalu.

jangan lupa jejak untuk vitamin author...

SEBUAH KENYATAAN

  Bagai dii hantam batu besar, sakit yang di rasakan oleh kanaya, saat ia melihat kenyataan yang ada di depan matanya. Dua orang yang begitu dekat dengannya mampu memberi kesakitan yang begitu besar di dalam hidupnya.

iya kakaknya dan tunangannya kini duduk bersanding sebagai sepasang pengantin, dan mereka terlihat sangat bahagia sekali.

Kanaya berdiri mematung melihat semuanya, bahkan airmatanya pun tak bisa keluar dari matanya tapi dadanya terasa sesak, sepertinya nafasnya enggan untuk keluar.

" Naya...." panggil seorang pria yang menggunaķan pakaian pengantin, dan kemudian di ikuti oleh beberapa orang menoleh ke arah naya.

" Naya..." kata seorang pria dan wanita paru baya yang ada di depan naya, dan mereka adalah orang tua dari naya, keduanya terkejut saat putri ke duanya telah berdiri di belakangnya.

 Ayahnya mendekati naya dan menyentuh bahunya dengan perasaan yang campur aduk.

" Nay kamu pulang nak ,kenapa nggak kasih kabar ayah?" tanya ayah naya.

tapi tak ada sahutan dari naya, suasana begitu hening, orang orang yang hadir di sana pun nampak terdiam tak berani bersuara, karena mereka kebanyakan dari tetangga naya. Dan mereka tahu sebenarnya apa yang akan terjadi, dan mereka menatap naya dengan perasaan iba dan kasihan.

Sedangkan naya masih berdiri terdiam dan menatap farrel tunangannya, di matanya nampak luka yang dalam.

Farrel mendekati naya dan memegang tangan naya.

" Nay, ayo kita ke kamar, akan aku jelaskan semuanya " kata farrel dan mencoba menarik tangan naya untuk bisa di ajak menyingkir dari ruangan itu.

Tapi naya tak bergeming, ia melepas tangan farrel dari tangannya.

" Kegilaan apa ini, pernikahan kita tinggal tiga minggu mas, dan sekarang kamu malah menikahi kakakku, dan iya Bukankah itu kebayaku, yang seharusnya aku pakai untuk menikah denganmu nanti, kenapa kakak yang memakainya? " kata naya tanpa ekspresi dan menatap kakak perempuannya, dan penghulu yang baru saja menikahkan keduanya terkejut.

" Nay ..ayo kita ke dalam, akan aku jelaskan semuanya " kata farrel lagi dan mencoba meraih tangan kanaya, tapi tangan kanaya langsung menepisnya.

" Jadi kemarin saat kamu menghubungiku, katanya kamu akan mengurus surat surat untuk pernikahan kita itu bohong " kata naya lagi, tak ada air mata dari naya.

" Naya...nak " naya menatap ibunya yang baru saja memanggilnya.

tatapan naya sangat tajam melihat wanita yang melahirkannya itu mendekatinya.

" Ibu...apa ibu meminta uang padaku minggu lalu yang katanya untuk persiapan pernikahan ku, ibu gunakan untuk membuat pesta pernikahan kakak" kata naya, saat ini ada setetes ait mata yang keluar dari matanya.

Orang Orang nampak terkejut mendengar pernyataan naya barusan.

banyak orang-orang berbisik di belakang mereka.

" oalah ternyata, mereka menggunakan uang naya untuk pernikahan ini, kasihan naya ya, harus di tipu mentah mentah oleh keluarganya dan tunangannya " .

" ya ..iyalah uang dari mana lagi kalau bukan uang dari naya, kan yang selama ini yang menjadi tulang punggung keluarga adalah naya, yang menguliahkan kakaknya juga naya, sampai naya sendiri tak bisa kuliah demi kakaknya dan sekarang malah di tipu seperti ini " kata yang lainnya.

" benar kasihan naya dia sudah berkorban waktu dan tenaganya untuk keluarganya, dan lihatlah malah mereka sendiri yang menghianatinya " gumam yang lainnya.

" tapi kenapa ya ,kok bisa bisanya tunangannya menikahi kakaknya, padahal pernikahan mereka tinggal tiga minggu lagi, pasti ada yang tidak beres dengan kakak dan tunangannya naya ...apa mereka berselingkuh "

" ssttt jangan kencang kencang nanti mereka dengar, yang aku dengar kapan hari saat aku mengantar makanan yang di pesan kakaknya naya, aku dengar kalau kakaknya naya sedang hamil, " bisik yang lainnya, dan membuat yang lainnya menatap wanita barusan berbicara itu untuk mencari kebenarannya.

Farrel mendengar kasak kusuk itu mukanya langsung memerah, dan ia langsung menarik tangan kanaya dengan kencang dan membawanya ke kamar kanaya.

Kanaya terhenyak dan ia pun tertarik dengan langkah yang terseok seok mengikuti farrel.

Ayah kanaya berbicara dengan penghulu dan kemudian menjabat tangan penghulu itu kemudian berjalan menyusul kanaya dan farrel di ikuti oleh ibu dan kakaknya naya.

Ibunya Farrel yang berada di situ pun nampak merasa malu mendengar kasak kusuk itu, ia hendak melangkahkan kakinya untuk mengikuti farrel, tapi tangan suaminya menahannya.

" Di sini saja biar Farrel yang mengatasinya " kata papanya farrel, kemudian dia menarik tangan istrinya untuk duduk di sampingnya.

" Pa....aku malu " kata Eva mamanya Farrel, pria setengah baya itu menghela nafas panjang, ia tak bisa berkata apa-apa, ini semua memang kesalahan putranya.

Ia juga sempat marah ketika mendengar keputusan putra satu satunya itu, ia juga merasa malu dengan kanaya, dia gadis yang baik pekerja keras, dan selama ini kanaya sudah seperti anaknya sendiri, maher sempat menghajar putranya itu saat mendengar kenyataan yang di dengar.

Tante dan om kanaya langsung mempersilahkan tamu nya untuk menikmati hidangan yang ada.

Farrel membuka pintu kamar naya dengan keras dan menarik tangan naya agar masuk ke dalam.

saat di dalam kanaya menatap tajam Farrel dan melepas tangan farrel yang menggegamnya.

" Nay tolong dengarkan penjelasanku dulu...."

" penjelasan apa lagi mas, semua ini sudah menjelaskan apa yang terjadi, kamu menghianatiku, dan lebih jahat nya kamu menghianatiku, dan jahatnya kamu menghianatiku dengan kakakku, kamu menikah dengan kakakku mas, kenapa harus dengan kakakku, kenapa...??" kata kanaya dengan intonasi tinggi.

" Dengar dulu nay ,aku tak menghianatiku, aku masih mencintai, hanya kau satu satunya wanita di hatiku " ucap farrel.

Mendengar itu kanaya langsung tertawa lepas, dengan di sertai air mata yang sedari tadi ia tahan.

Dan terlihat Ayah,ibu dan kakaknya masuk kedalam kamarnya.

" Cinta macam apa yang ada di hatimu farrel, kamu mencintaiku tapi menikahi kakakku, bercandamu di luar logika farrel " kata naya saking marahnya dia memanggil farrel tanpa ember embel mas lagi.

" Apa kalian dengar, dia masih mencintaiku dan hanya aku wanita satu satunya yang ada di hatinya " kata naya dengan mata mengarah ke keluarganya.

" Nay...pernikahan kita akan tetap berlangsung minggu depan, kita akan tetap menikah minggu depan " kanaya tersentak mendengar perkataan farrel baru saja.

Matanya langsung menatap tajam farrel dan dahinya berkerut.

" Nak tolong dengarkan nak farrel dulu" kata irawan ayahnya naya.

kini pandangan mata naya beralih ke sosok pria yang di sebut ayahnya itu.

" Nay, kita akan tetap menikah minggu depan, rencana kita tak akan berubah, kamu juga akan menjadi istriku " .

kanaya di buat terkejut dengan perkataan farrel barusan, kembali ia menatap sosok ayah dan ibunya yang berada di sampingnya, dan keduanya langsung mengangguku kepalanya.

Kenyataan apa lagi ini.....

#####

Assalamualaikum readers HAPPY READING.

dukung author ya jangan lupa tinggalkan jejak, like,komen, subscribe juga boleh, apalagi vote sangat di bolehkah 😁😁

salam sehat selalu.

AISAR NARENDRA

   Seorang pria tampan tersenyum di depan kaca yang ada di hadapannya, ia melihat penampilannya.

" perfect, hari ini aku akan mengikatmu baby, tak akan ada alasan lagi untuk mengundur waktu lagi " kata pria itu dan mengambil kotak kecil yang ada di mejanya, ia membuka kotak itu dan tersenyum, di kotak itu terdapat sebuah cincin yang yang bertahtakan berlian yang cukup indah.

Pria itu memasukkan kotak itu ke dalam papper bag kecil dan kemudian membawanya turun ke bawah.

" Aisar mau kemana kamu..." kata perempuan setengah baya yang masih terlihat cantik itu.

Pria yang di panggil Aisar itu mendekati wanita yang duduk di kursi.

" Aisar akan pergi untuk membawa calon menantu mama ke mari " kata Aisar dengan senyum bahagia.

wanita yang di panggil mama itu menghela nafasnya dan menatap serius pada putranya.

" Apa dia sudah siap, jangan sampai kamu kecewa Ai " Aisar tersenyum.

" Kali ini aku pastikan dia akan menerima lamaran ku ma" .

" jika dia menolak lagi gimana? "

Aisar menghela nafasnya " mama doakan yang terbaik saja ya, aku yakin ma Dila pasti menerimaku kali ini " kata Aisar percaya diri, karena kemarin Aisar sempat bertemu dan membicarakan tentang hubungan mereka ke depannya, Dila nampak bahagia saat membicarakan pernikahan, jadi hari ini dia ingin melamar kekasih yang sudah bersamanya selama tiga tahun ini.

" Mama selalu mendoakan mu Nak, tapi..."

" Ma, aku yakin akan bisa membawa Dila ke hadapan mama " kata aisar.

" Baiklah, tapi mama ada syarat untuk kali ini "

" syarat apa ma " Aisar tahu kalau mamanya selama ini kurang menyukai Dila kekasihnya.

" mama akan merestui kalian jika hari ini kamu bisa melamar dila, dan jika kamu gagal , kamu harus menerima siapapun calon istri yang di berikan oleh mama" kata sarah mamanya aisar.

Aisar nampak berfikir keras dan menatap sang mama.

" Baiklah, terserah mama saja" jawab Aisar dengan menghela nafas.

" Janji..." kata sarah.

" janji ma..."

" kita salaman dulu " kata sarah sambil mengulurkan tangannya. Aisar langsung meraih tangan mamanya.

" Pergilah, jangan terlalu malam pulangnya, twins pasti mencarimu nanti "

" Emang sekarang twins kemana ma?"

" pergi, sama susternya ke minimarket beli ken****Joy".

" Ya sudah, Aisar berangkat dulu ma " .

mamanya mengangguk dan menghela nafas melihat punggung putranya yang menjauh darinya.

" Semoga kamu bisa menemukan pasangan yang benar-benar mencintaimu nak " gumam sarah.

Aisar mendatangi restoran sahabatnya yang sudah ia pesan untuk malam ini.

" Hai bro...Apa semaunya sudah siap " tanya Aisar saat sudah berapa di dalam restoran milik temannya itu .

" Beres Bro , you look ..." kata gilang pemilik restoran itu.

Aisar melihat sekeliling ruangan dan terlihat hiasan hiasan yang indah di sudut sudut ruangan itu.

" Thanks bro..." ucap aisar dengan senyum dibibirnya.

" Oh iya luke kemana? " tanya aisar.

" Dia sudah berangkat menjemput Dila, Sesuai skenario bro " kata gilang.

Iya mereka bertiga merencanakan ini semua, gilang akan menghias restorannya dan lucky atau luke akan menjemput dila, ia akan bilang kalau Aisar mengalami kecelakaan dan berada di rumah sakit, dan kemudian luke akan membawa dila ke sini.

" Duduklah, mungkin sebentar lagi mereka tiba, aku akan siapkan makanan spesial buat kalian" kata gilang.

" Emang makanan apa yang kau siapkan lang? "

" Ceker setan sama seblak iblis " kata gilang dengan tawanya.

" Serem banget nama makananmu lang, ini mau melamar bidadari lho lang, bukan melamar mbak kunti " kedua tertawa.

" Sar, apa kamu sudah mantap dengan keputusanmu " Aisar menatap gilang dan mengangguk.

" Sepertinya ibumu dan twins kurang suka dengan dila, dan aku lihat dila juga kurang dekat dengan mereka " kata gilang.

" Nanti kalau aku sudah menikah dengan Dila ,mereka akan bisa dekat lang, nanti pasti akan terbiasa, twins juga dari dulu sudah minta mommy, mereka pasti senang saat tahu dila akan menjadi mommy mereka " kata aisar dengan senyum bahagianya.

" Aku rasa yang bakal senang Bapaknya bukan anaknya, Karena bapaknya bakal bisa mengasah pedangnya setelah sekian lama tak terpakai " kata gilang dengan tawanya.

" Jelas dong, dari pada situ jomblo sejati ,apa nggak ingin tuh pedang di carikan sarungnya biar lebih mantap "

" Laa..kalau pedangku mah sarungnya banyak, tinggal pilih masuk sarung yang mana, tinggal tunjuk langsung masuk " sahut gilang .

" Ih..dasar casanova cap lang "

" La ...situ duda karatan " keduanya saling mengejek dan tertawa bersama.

" Ya sudah aku kebelakang dulu siapin dinner buat kalian, goodluck dude " kata gilang dan kru dia pergi kebelakang.

Aisar mengeluarkan kotak yang berisi cincin dari papper bag nya, ia tersenyum tipis.

Aisar Narendra duda berusia 31 tahun, memiliki anak kembar laki-laki dan perempuan yang bernama Abiyasa narendra dan Anindita narendra yang berusia 5 tahun, istri Aisar meninggalkan mereka ketika twins berumur satu tahun setengah, ia memilih pria dari masa lalunya dan meninggalkan mereka bertiga.

Dan setelah dua tahun hidup tanpa seorang istri, Aisar bertemu dengan dita seorang aktris dan penyanyi di ibu kota, di saat perusahaan aisar menggunakan jasa dita untuk mempromosikan produk dari perusahaannya, dari situlah kedekatan mereka terjalin sampai sekarang.

Sebenarnya satu tahun yang lalu Aisar sudah pernah melamar dan mengajak dita untuk menikah, tapi dita menolaknya karena belum siap karena ia baru merintis dunia tarik suara, dan Aisar menyadari itu dan tak ingin memaksa dita, Aisar terus mensupport karir dita.

Seorang pria masuk dengan terburu buru, ia berjalan cepat ke arah Aisar yang duduk di kursi di tengah ruangan itu.

" Sar..." Dia berhenti di depan Aisar dengan wajah yang nampak gusar.

" Luke...kamu sudah sampai " kata aisar dan ia melihat ke belakang lucky untuk mencari orang yang di tunggunya.

" Mana dila? " tanya aisar dengan mata yang menatap ke arah pintu masuk.

Lucky menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan berat, ia menatap sahabatnya itu dengan pandangan penuh prihatin.

" Dia sudah berangkat ke luar negeri tadi pagi dan ia menitipkan ini pada managernya untuk di berikan padamu, tadi aku ketemu managernya di apartemen saat aku menjemput dila, dia sedang membersihkan barang barang dila" kata lucky dan menyerahkan secarik kertas pada Aisar.

Aisar langsung membuka kertas itu dan membacanya, nampak wajahnya terlihat memerah menahan amarah, ia memegang kertas itu dengan erat dan kemudain ia terduduk di kursinya, matanya nanar menatap ke depan .

" Dude, are you ok " tanya Lucky terlihat khawatir dengan temannya itu.

Aisar masih terdiam dan kemudian ia melihat kotak yang berisi cincin itu, ia meraih nya dan menatap kotak kecil itu.

" Damn it..." teriak Aisar dan melempar kotak itu ke sembarang tempat dan berdiri kemudian melangkahkan kakinya.

" Sar, mau kemana " seru lucky dan mengikuti Aisar dari belakang.

Gilang yang mendengar keributan itu langsung keluar dari dapur dan melihat kedua sahabatnya itu melangkah keluar dari dapur ia berjalan hendak mengejar mereka, tapi ia berhenti saat melihat sebuah kotak tergeletak di lantai, dia mendekatinya dan mengambilnya.

Gilang menghela nafas saat menatap kotak kecil itu " gagal mening...gagal maning...nasib percintaan mu sungguh tragis bro, itulah kenapa aku tak pernah mau berkomitmen tentang suatu perasaan , cinta bagiku suatu kesakitan, bullshit dengan kata cinta "

####

Dukung novel author yang ke 3 ya ...jejaknya jangan lupa

HAPPY READING

salam sehat selalu.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!