SUAMIKU (BOSKU)
Episode 1
Nayana Leandra
Willona! Kamu dipanggil tuh keruangan bos. Ditunggu 5 menit katanya.
Nayana Leandra
Iyadong,siapa lagi yang namanya willona di kantor ini coba.
Willona Anatta
Kenapa yah mbak kok saya dipanggil?
Nayana Leandra
Mana mbak tau, masuk gih nanti makin parah kalau kamu nggak masuk cepat.
Willona Anatta
Apalagi ini tuhan (batinya).
Willona pun segera melangkah keruangan bosnya,sebelum ia terkena amukan dari bosnya karena terlambat barang semenit pun.
Suara ketukan pintu berbunyi,willona mengetuk pintu ruangan bosnya sebelum di izinkan masuk.
Willona Anatta
Semoga kali ini gue selamat (batinnya).
Willona pun masuk keruangan itu setelah pemilik ruangan mengizinkannya.
Ia melihat sang bos yang duduk di kursi kebesaranya,dengan memegang beberapa kertas serta banyak tumpukan kertas lainnya dimejanya.
Willona Anatta
Maaf pak, ada apa yah bapak manggil saya?
Stev El Bastara
Kamu terlambat selama 5 detik.
Stev El Bastara
Kenapa kamu telat?
Willona Anatta
What, demi apa? (batinnya).
Stev El Bastara
Kamu punya mulut kan untuk bicara, kenapa diam saja hah!?
Stev El Bastara
Kenapa kamu telat hah, saya udah kasih kamu waktu buat kamu berjalan dari ruangan kamu.
Willona Anatta
Wahhh,ngajak gelut nih bos, pikiranya kemana sih. Jarak ruangan gue sama ruangan dia itu jauh,dia ngasih waktu gue cuma 5 menit doang kalau nih gue gak lari mustahil sampai kemari dalam waktu 5 menit. Gila yah (batinya menggerutu).
Willona Anatta
Maaf pak, tadi saya sudah secepatnya kok supaya tepat waktu.
Stev El Bastara
Heh,banyak alasan aja kamu!
Willona Anatta
Wahh fiks nih bos ingin gue jitak rasanya. Kalau bukan karena gue butuh uang gue gak bakalan kerja di kantor yang punya bos tipikal begini. (batinnya).
Stev El Bastara
Kamu anak baru yang diterima bulan lalu kan?
Willona Anatta
Iya pak (mengangguk).
Stev El Bastara
Anak baru tapi sudah telat ck ck (menggelengkan kepalanya).
Stev El Bastara
Seharusnya kamu sebagai anak baru itu harus disiplin waktu.
Stev El Bastara
Masih baru aja sudah telat apalagi nanti kalau sudah kerja lama.
Suasana hati willona saat ini campur aduk,antar kesal,marah dan ingin menangis melihat bos modelan begini.
Stev El Bastara
Kali ini saya maafkan karena kamu baru telat sekali, jika kamu telat lagi jangan harap kamu saya maafkan.
Stev El Bastara
Ini ada kerjaan buat kamu, sebelum jam pulang kantor harus sudah selesai.
Stev menyerahkan sebuah berkas yang akan di kerjakan willona.
Willona Anatta
Omaygat,ini gak salah waktunya cuma sampai jam pulang,mana cukup ngerjain ini berkas dengan waktu sesinggkat itu (batinya).
Fiksss kali ini mungkin willona akan menangis ,gimana tidak ia ingin menangis? Berkas yang di berikan oleh atasanya sangat tebal dan jam pulang akan selesai sebentar lagi. Sungguh ia ingin mengutuk bosnya ini tapi ia tidak bisa.
Stev El Bastara
Kenapa? Kecepatan yah waktunya?
Stev El Bastara
Atau setengah jam lagi berkas itu sudah selesai hm?
Willona Anatta
Ahh tidak pak, cukup kok. Baik pak saya permisi yah. (pamitnya)
Willona keluar dari ruangan itu dan kembali keruangan dengan tumpukan berkas tebal yang ia bawa dan harus ia kerjakan secepatnya.
Willona Anatta
Dasar sialan (umpatnya).
Untuk saat ini biarkan willona mengumpat sepuasnya karena ia adalah tipikal orang yang tidak bisa marah tapi hanya bisa menggerutu di dalam hati saja. Kalau disuruh bertengkar mana berani dia.
Satu jam lebih telah berlalu,dan willona selesai dengan kesibukannya mengerjakan tugas dari sang bos.
Setelah selesai ia pun segera mengantarkan berkas tersebut keruangan bosnya,setelah memastikan tidak ada yang salah.
Willona Anatta
Permisi pak!!
Setelah mendapatkan izin willona pun masuk kedalam ruangan stev.
Willona Anatta
Ini berkasnya pak.
Stev El Bastara
Bagus,selesai sesuai dengan waktu yang saya tentukan.
Stev El Bastara
Letakan saja dimeja,besok saya periksa.
Willona Anatta
Apa? Besok katanya? Gue udah mati matian ngetik sampai nih jari rasanya mau patah,dia bilang besok? Kalau begitu kenapa diburu buru ngerjain sekarang coba? Astaga harus sabar willona. (batinya).
Willona Anatta
Iya pak. (meletakkan berkas tersebut di meja).
Stev hanya memasang wajah datar saja menatap jam mahal yang ada di lengannya,ia kemudian berdiri dari kursinya mengambil jas serta tas kerjanya dan berjalan keluar.
Stev El Bastara
Saya tunggu di parkiran,jangan lama. (ucapnya sebelum keluar).
Willona Anatta
Hah? (bingungnya).
Willona pun segera lari menuju ruangannya,mengambil tas serta barang barang nya sebelum pulanh dengan terburu buru.
Nayana Leandra
Kenapa buru buru will?
Willona Anatta
Ahh iya mbak ada urusan soalnya.
Nayana Leandra
Hati-hati dijalan loh.
Willona Anatta
Iya mbak, willona duluan yah mbak!! (pamitnya sambil melambaikan tangan).
Nayana Leandra
Iya (membalas lambaian tangan willona).
Langkah terburu buru dari langkah kaki willona yang harus segera ke parkiran.
Willona Anatta
Maaf mas ,saya lama yah? (ucapnya sambil menunduk).
Yang ditanya tidak menjawab hanya menatap orang yang bertanya dengan datar dan langsung melajukan mobilnya.
Willona Anatta
Kita mau kemana mas? Tumben mas nyuruh saya pulang bareng mas? (tanyanya penasaran).
Stev El Bastara
Kerumah mama.
Willona Anatta
Ngapain mas?
Stev El Bastara
Saya tidak tau.
Stev El Bastara
kamu tanya tumben ke saya? Kamu mau saya di marah mama karena saya tidak bareng kamu pulangnya.
Setelah mengatakan maaf,willona tidak mengatakan apapun lagi. Dan perjalanan mereka sunyi sampai tempat tujuan.
Kedua pintu mobil terbuka dan menunjukan dua manusia di dalamanya.
Stella De Atmaja
Aihhh,mantu mama!!
Stella memeluk orang yang disebut menantu itu.
Stella De Atmaja
Apa kabar sayang? Sehat kan? Suami kamu gak ngapa ngapai kamu kan? (sambil melihat kanan kiri badan orang tersebut).
Willona Anatta
willona baik baik aja kok ma, sehat kok. (tersenyum).
Sebastian El Bastara
Udalah sayang,kasihan loh mereka baru sampai juga.
Sebastian El Bastara
Stev, ajak istri mu masuk kedalam.
Stev El Bastara
(mengangguk).
Stella De Atmaja
Ihh wajahmu ingin mama cakar rasanya, ngajak istri tuh senyum,gandeng tangannya terus ajak masuk kedalam.
Stev tidak mendengarkan omelan sang mama dan tetap masuk di ikuti dengan willona di belakangnya.
Willona Anatta
Willona masuk yah ma.
Stella De Atmaja
Iya sayang masuk lah.
Stella menatap kedua orang itu masuk kedalam rumah.
Stella De Atmaja
Ishhh pa,lihat anakmu itu. (aduhnya).
Sebastian El Bastara
Sudahlah sayang,mereka masih baru kenal. Wajar mereka belum akrab, mereka berdua baru menikah beberapa hari lalu,dan keduanya juga pasti masih tahap pengenalan.
Sebastian El Bastara
Kamu ngerti sendiri kan bagaimana watak anak tunggal mu itu kan.
Sebastian El Bastara
Lagian mereka berdua menikah atas pemintaan mama kan?
Stella De Atmaja
Yah mau gimana lagi pah, stev udah mau kepala 3 masa belum ada pasanganya.
Stella De Atmaja
Anak itu selalu saja kerja,kerja dan kerja. Mama rasa hanya ada kerja di dalam hidupnya.
Stella De Atmaja
Mama kan takut,anak kita itu tidak pernah berhubungan dengan siapa-siapa loh selama ini,kan mama takut dia agak- (menjeda ucapanya).
Sebastian El Bastara
Mama mulutnya!!
Sebastian El Bastara
Nggak boleh berfikiran begitu ma,gak baik.
Stella De Atmaja
Yakan mama takut aja pa.
Stella De Atmaja
Maka dari itu mama ingin dia menikah sama willona pah,mama takut kejadian yang dipikiran mama terjadi.
Stella De Atmaja
Dan willona anak baik yang mama kenal,mama yakin willona biaa mengubah kebiasaan workaholic nya stev yang sudah mendarah daging itu.
Sebastian El Bastara
Tapi biarkan mereka berproses,jangan dipaksa. Anakmu itu terlalu lurus hidupnya, dan kasihan willona juga kan dia harus menerima permintaan mama dengan menikah dengan stev yang notabenya bos di kantornya.
Stella De Atmaja
Iya pa,maafin mama yah.
Sebastian El Bastara
iya,udah kejadian juga,kita tinggal harus mensyukuri saja.
Sebastian El Bastara
Ayo masuk.
Mereka berdua pun akhirnya masuk menyusul willona dan stev.
Yah,willona adalah istri stev. Lalu kenapa ia bekerja dikantor stev? Itu tanyakan langshng saja pada willona.
Episode 2
Malam pin tiba,suasana hening malam dengan bulan dan bintang sebagai teman di waktu malam.
Saat ini semua orang sedang berkumpul di ruang tamu.
Stella De Atmaja
Bagaimana will,hubungan kamu dengan stev? Baik-baik saja kan sayang?
Willona Anatta
Baik-baik saja kok ma. Mama tenang aja.
Stella De Atmaja
Makasih yah sayang, dan juga mama minta maaf yah atas permintaan mama yang terkesan egois buat maksa kamu nikah sama stev (merasa bersalah).
Willona Anatta
Ehh, gak papa ma. Willona baik-baik aja kok sama mas stev. Jangan merasa bersalah begitu jadinya willona juga gak enak sama mama.
Willona Anatta
Kalaupun bukan karena mama,willona mungkin udah kesusahan dari dulu.
Willona Anatta
Seharusnya willona yang makasih sama mama,karena udah bantu biaya berobat nenek walaupun umur nenek sudah gak panjang. (ucapnya sambil tersenyum).
Stella De Atmaja
Makasih yah sayang. Mama minta tolong jaga anak mama yah, dia anak satu satunya yang mama punya (pintanya).
Stella De Atmaja
Dia orangnya kaku dan hidupnya lurus aja. Mama gak tau kenapa dia jadi begitu, dulunya dia tidak begitu tetapi entah mengapa dia mulai bersikap dingin dan datar.
Stella De Atmaja
Kamu bingung yah? Hahaha iya will,dulu suamimu tidak begitu tiba tiba saja dia berubah jadi kaku,suka mengatur dan dingin.
Stella De Atmaja
Mama udah berulang kali bertanya tapi dia tidak pernah menjawabnya. Mama takut will. (ucapnya seraya melihat sang anak yang berbicara serius dengan suaminya).
Willona Anatta
Ada yang aneh (batinya).
Stella De Atmaja
Oke, ini sudah larut kalian jadi kan menginap,lagian juga besok hari libur.
Willona Anatta
willona ikut mas stev aja ma.
Stella De Atmaja
Heiii anak mama yang paling mama cintai sejagat raya. Kamu jadi kan menginap di rumah? (menghampiri sang anak).
Stev El Bastara
(menatap mamanya).
Sebastian El Bastara
Menginaplah, lagian sudah lama kan kamu tidak tidur dirumah ini. Kamu selalu tidur di apartemen kamu setelah kamu lulus kuliah dan mulai bekerja.
Sebastian El Bastara
Sesekali tidak papa menginap disini,lagian sudah malam dan besok juga libur. Kasihan istrimu menginaplah sehari saja yah.
Stev El Bastara
(mengangguk).
Stella De Atmaja
Nahh bagus. Itu jawaban yang mama tunggu.
Stella De Atmaja
Kamu bisa pakai kamar kamu yang lama,bibi selalu membersihkannya kok jadi kamar itu masih bersih.
Stella De Atmaja
Ajak istrimu,ini sudah malam istirahatlah.
Stev hanya berjalan saja dan memberikan gestur supaya willona mengikutinya.
Willona Anatta
Selamat malam papa,mama (izinnya dan mengikuti stev).
Sebastian El Bastara
Selamat malam.
Stella De Atmaja
Selamat malam.
Saat ini kedua orang itu hanya diam saja tanpa berkata apa apa sedikit pun. Sang suami sedang sibuk dengan laptop di tangannya,dan saat ini dia hanya diam melihat sang suami.
Ia bingung apakah hari ini ia harus sekamar dan sekasur dengan suaminya ini? Biasanya mereka akan tidur terpisah.
Stev El Bastara
Ehm (menatap willona).
Willona Anatta
Saya tidur dimana yah? Biasanya kan kita tidur terpisah,saat ini kita tidak mungkin tidur terpisah karena kalau mama tau dia akan marah. (tanyanya sedikit takut).
Beginilah sifat willona berani marah dan memaki orang di dalam hati tetapi dia tidak akan berani berkata seperti itu kepada orangnya langsung, yah bisa di bilang dia berani saat marah dan memaki di dalam hati saja aslinya mana bisa dia begitu.
Willona Anatta
Maksudnya mas? Saya gak ngerti.
Stev El Bastara
Hah, tidurlah, lagian hanya sehari.
Stev mulai membereskan laptop serta dokumen yang ia kerjakan dan mulai bersiap untuk tidur.
Willona Anatta
gak papa nih mas saya tidur disitu?
Stev El Bastara
(menatap datar).
Karena willona takut dengan tatapan itu ia pun langsung terbirit naik ke kasur dan menempati tempat kosong di sebelah suaminya.
Dia tidak berani bertanya lagi setelah melihat tatapan datar yang selalu dilayangkan sang suami.
Willona hanya menatap sang suami yang mulai menutup matanya dan bersiap menuju alam mimpi.
Willona Anatta
Eh nggak mas. (menutup matanya).
Kali ini willona tidak bisa tidur,sungguh saat ini dia tidak berani bergerak kesana kemari karena takut suaminya akan terganggu.
Willona Anatta
gue gak bisa tidur,tolong! (jeritnya dalam hati).
Willona Anatta
Tolong bawa gue pergi saat ini juga ( ucapnya pelan).
Ia hanya bisa melihat suaminya yang mungkin saat ini sudah terlelap. Dia terkagum dengan pemandangan di sebelahnya, kenapa orang disebelahnya ini sangat tampan saat tidur walaupun saat terbangun dia akan menjadi orang yang paling nyebelin sedunia.
Pemandangan langkah yang mungkin hanya hari ini saja willlna dapatkan,karena hanya hari ini saja pertama kalinya dia melihat suaminya dengan jarak sedekat ini,tidur berada disebelahnya.
Willona Anatta
Mas ganteng. Tapi mas juga nyebelin kalau bangun,suka mengatur gak jelas kalau dikantor,suka marah marah gak jelas (ucapnya lirih selirih mungkin sambil menatap orang disebelahnya).
Sang mentari mulai menunjukan cahaya nya dan mulai menyusup ke tirai jendela semua kamar.
Willona Anatta
Ehmm (matanya mulai terbuka).
Willona Anatta
(melihat sekeliling tidak ada orang).
Willona terkejut dan langsung bangun,dirinya merasa bego saat ini dirinya sedang dirumah sang mertua apa kata mertuanya nanti kalau dia bangun siang. Mana suami nya sudah tidak ada di sampingnya sudah dipastikan dirinya sudah bangun.
Dirinya segera bergegas mandi dan memakai baju pemberian sang mertua yang tadi malam setelah malam malam diberikan kepadanya.
Dia segera turun kebawah dan langsung menuju dapur.
Willona Anatta
Maaf ma,willona kesiangan (ucapnya sambil menunduk).
Stella De Atmaja
Ehh nggak papa sayang. Mama juga baru bangun kok, santai saja ini baru jam 07.00.
Stella De Atmaja
Biasanya stev dan papa sarapan jam 07.30 ,jam segini mereka pasti sedang olahraga di taman belakang.
Stella De Atmaja
Iya biasanya papa sama stev memang olahraga setiap hari liburnya. Sudah kebiasaan mereka kok mungkin saat ini lagi melepas rindu karena sudah lama tidak olahraga bareng (jawabnya sambil terkekeh).
Willona Anatta
Ohh iya ma.
Stella De Atmaja
Nanti tolong antar sarapan mereka yah kebelakang, mama mau keluar sebentar nanti.
Willona Anatta
Iya ma,nanti willona antar.
mereka pun mulai menyiapkan sarapan pagi, sarapan mereka cukup simple hanya sandwich,susu,serta buah saja. Mereka tidak biasa makan berat. Berbeda dengan willona yang harus beradaptasi dengan keadaan yang sekarang,karena di desanya dulu dia sarapan dengan nasi dan makanan berat lainnya.
Willona Anatta
Dulu nenek pagi pagi biasanya buat sarapan mie. Udah mie ditambah nasi lagi uhhh enak, jadi kangen nenek deh (membayangkan kenangan dulu dengan sang nenek).
Stella De Atmaja
Nanti bawa jus juga yah sayang. Mas mu biasanya juga minum jus kalau abis olahraga.
Willona Anatta
Ehh iya ma (tersadar dari pikirannya).
Setelah selesai membuat sarapan pagi, mama stella pun pamit keluar dan menyuruh willona menyampaikan kepada suaminya. Dan willona pun hanya menunggu jam untuk mengantarkan sarapan tersebut.
Episode 3
Willona pun melihat ke arah jam, sudah pukul 07.30 dia pun bergegas menuju taman belakang dengan nampan berisi sarapan.
Setelah tiba di taman belakang dia pun melihat kedua sosok lelaki yang saat ini sedang beristirahat.
Dan ketika dia tersadar dia melihat suaminya yang hanya setengah telanjang, yap suaminya saat ini tidak memakai pakaian atasnya.
Willona Anatta
Astaga, mataku ternodai ( dengan semburat merah muncul dipipi).
Willona Anatta
Ehmm,pa,mas. Ini sarapan nya,tadi mama nyuruh antar kemari dan mama izin keluar sebentar tadi.
Sebastian El Bastara
Ohh iya. Letakan saja sarapannya di meja deket stev.
Willona pun meletakan sarapan itu ke meja dekat stev. Dan dia juga sedikit mencuri pandang ke arah suaminya dan tidak di sangka suaminya pun melirik ke arahnya.
Willona Anatta
Mati gue,kenapa sih dia lihat kearah gue. Gue kan malu ke gap ngelihatin dia mana seksi banget lagi (batinya).
Stev El Bastara
Bawakan handuk.
Sebastian El Bastara
Handuk. Mas mu minta kamu ambilin handuk. Tolong ambil kan ya.
Kenapa papa bastian yang jawab karena sang papa tau anak nya ini tidak akan mengulang kata itu untuk kedua kalinya.
Willona Anatta
Ah iya, saya ambil dulu mas. Sebentar yah mas. (masuk untuk mengambil handuk).
Sebastian El Bastara
Stev (panggilnya).
Stev El Bastara
(melihat ke arah papanya).
Sebastian El Bastara
Duduk dulu,papa ingin bicara sama kamu.
Stev El Bastara
(menurut).
Sebastian El Bastara
Gimana kamu sama willona?
Stev El Bastara
yah begitu. (jawab seadanya).
Sebastian El Bastara
Jangan kaku gitu bang, papa tau kamu nggak sedingin itu. Jangan terlalu lurus untuk hidup bang, ada hal lain yang bisa kamu lirik.
Sebastian El Bastara
Papa tau,ini adalah hal yang tidak disangka olehmu. Tapi mama melakukanya untuk kamu juga.
Sebastian El Bastara
Mama khawatir sama kamu.
Stev El Bastara
Nggak ada yang perlu di khawatirkan tentangku pa.
Stev El Bastara
Semuanya baik-baik aja,apa yang perlu dikhawatirkan.
Sebastian El Bastara
Kamu sedikit berubah bang. Kamu dulu nggak begini tapi sekarang kamu berubah.
Stev El Bastara
Saya memang begini, tidak ada yang berubah.
Sebastian El Bastara
Jangan keras keras sama istri mu yah, walaupun kalian baru kenal tapi istrimu itu baik kok. Papa harap kalian itu bisa akrab dan bisa memulai hidup kalian yang baru.
Sebastian El Bastara
Istrimu itu orangnya baik,cantik dan pintar, dia cocok untuk kamu bang.
Sang papa hanya menghela nafas saja saat melihat anaknya seaakan tidak peduli dengan ucapannya.
Willona Anatta
Ini handuknya (menyerahkan handuk).
Stev El Bastara
(mengambil handuk dari tangan willona).
Sebastian El Bastara
Kamu sudah sarapan will?
Willona Anatta
Ahh sudah kok pa, tadi willona sarapan sama mama.
Sebastian El Bastara
Oh yah bang, ajak istrimu keliling di komplek sini. Dia belum pernah kan jalan jalan keliling daerah sini.
Stev El Bastara
Saya sibuk pa (sambil memakan sandwich nya).
Sebastian El Bastara
Astaga banh, sebentar aja. Palingan juga setengah jam gak sampai. Naik motor yang di garasi aja.
Willona Anatta
Ehh nggak papa pa. Kapan-kapan aja willona kelilingnya, gak mesti hari ini juga kok.
Sebastian El Bastara
Nggak papa, belum tentu kalian akan kemari lagi kan. Suami mu itu akan sibuk dengan kerjaan yang sangat dia cintai itu.
Willona Anatta
Ehh nggak papa pa. Mas stev pasti capek abis olahraga. Kapan-kapan aja pa.
Sebastian El Bastara
Stev.
Stev El Bastara
Ehmm. (masuk kedalam setelah menjawab).
Sebastian El Bastara
Nah suami mu setuju tuh, tunggu saja di ruang tamu.
Willona Anatta
dia setuju? (batinya bertanya).
Sebastian El Bastara
Papa masuk kedalam yah, mau mandi badanya lengket abia olahraga.
Sebastian El Bastara
Kamu tunggu aja stev di ruang tamu,pasti setelah selesai mandi dia akan ngajak kamu keliling.
Sebastian pun masuk kedalam meninggalkan willona dengan seribu pertanyaan.
Willona Anatta
Hah? Maksudnya gimana?
Willona Anatta
Kok gue jadinya nggak ngerti.
Willona pun masuk kedalam dengan nampan berisi piring dan gelas kotor.
Willona pun hanya menuruti apa yang dikatakan oleh ayah mertuanya saja. Dia menunggu stev di ruang tamu entah suaminya itu benar akan mengajaknya keluar atau justru tidak.
Willona Anatta
Huh, sepi. Mama belum pulang dan papa keluar untuk menjemput mama, lah gue ditinggal sendiri sama dia. Udah gue canggung nggak ketolong gimana gak canggung gue nikah sama bos sendiri.
Willona Anatta
Gue jadi kangen rumah yang di desa, siapa yang ngurus itu rumah yah. Mau dijual sayang, itu peninggalan nenek satu-satunya.
Willona Anatta
Gue nggak bisa kesana untuk lihat rumah itu, gue harap baik-baik aja.
Willona sontak terkejut mendengar suara tersebut, siapa yanh tidak terkejut dengan suara yang tiba-tiba itu.
Willona Anatta
Ayo kemana mas?
Stev El Bastara
Kamu lupa?
Willona Anatta
Ahhh maaf mas, willona kira tidak jadi.
Stev hanya diam dan keluar menuju garasi dan yang dilakukan willona adalah mengikuti saja jika tidak maka abis sudah dia akan di tatap datar oleh suaminya itu.
Stev pun mengeluarkan motor lamanya yang sudah lama dia tidak pakai. Terakhir kali ia pakai saat kuliah dan setelah lulus ia tidak pernah lagi menggunakannya.
kemudian dia memanaskan motor tersebut. Dan disitu willona hanya memerhatikan saja.
Willona Anatta
Huah motornya keren banget, gue gak pernah naik motor sebagus ini. Mentok-mentok gue naik motor yanh biasa aja itu pun pinjam tetangga (batinnya sambil terbengong).
Stev El Bastara
Pakai (menyerakan helm).
Willona Anatta
Hah? (tersadar).
Willona Anatta
(segera memakai helm yang diberikan stev).
setelah keduanya memakai helm, mereka pun menaiki motor itu dan disitulah jantung willona berdetak dikarenakan jarak tempat duduk motor tersebut sangat minim.
ia tidak permah sedekat ini dengan stev, saat di tempat tidur masih ada sedikit jarak tetapi disini bisa dibilang tidak ada jarak sedikitpun. Dia merasa tidak nyaman takut stev akan terganggu.
Stev El Bastara
( tidak mendengarkan dan langsung melajukan motornya).
Willona Anatta
(terkejut dan langsung berpegangan pada baju stev).
Hanya kata itu yang dapat mendeskripsikan suasa jtu sekarang. Tanpa ada percakapan atau hal yang lainnya.
Willona Anatta
Bisa berhenti sebentar?
Tanpa aba-aba stev langsung memberhentikan motornya.
Willona Anatta
Kenapa berhenti mendadak sih,emang nyebelin banget sih. Mau marah tapi gue gak berani. (batinya kesal).
Stev El Bastara
(melihat willona).
Willona Anatta
Ehmm, saya mau ke toilet sebentar,ehm boleh mas?
Tanpa menjawab stev langsung melajukan motornya dan berhenti di toilet umum.
Dan dengan segera ia masuk kedalam toilet untuk menuntaskan apa yang sedari tadi dia tahan.
Willona Anatta
Udah mas (keluar dari toilet).
Stev El Bastara
Sore ini pulang.
Stev El Bastara
Dan besok jangan telat,jika telat gaji pertama mu bulan ini saya potong.
Willona Anatta
Kenapa dia tiba-tiba bilang begitu, kan gue jadi kaget. Apa dia bilang tadi motong gaji pertama gue? (batinnya).
Tanpa ada percakapan apapun mereka segera melanjutkan tur keliling komplek. Dan mereka kembali kerumah setelah 20 menit kemudian.
Stella De Atmaja
Haihhh kalian sudah pulang ternyata. Gimana will kelilingnya?
Willona Anatta
Seru kok ma, luas juga yah komplek ini juga rame banbet tadi.
Stella De Atmaja
Tapi kalian berdua kecepatan pulangnya,seharusnya lama aja nikmati waktu berdua.
Stev El Bastara
Sore, kami pulang ma.
Stella De Atmaja
Ishh ini anak, kayaknya kamu nggak betah yah tinggal di sini lama-lama.
Stev El Bastara
Besok kerja ma.
Stella De Atmaja
Kerja terus pikiran kamu kayak gak ada yang lain aja.
Stev El Bastara
(masuk kedalam kamarnya dan meninggalkan sang mama yang mengomel).
Stella De Atmaja
Hah itu anak. (menggelengkan kepalanya).
Stella De Atmaja
Oh yah will, mama denger kamu masih kerja yah dikantor.
Willona Anatta
Iya ma (mengangguk).
Stella De Atmaja
Kenapa masih kerja sayang, kan bisa duduk tenang dirumah saja daripada bekerja.
Willona Anatta
Ahh willona bosen ma kalau dirumah terus,lagian kan willona baru bekerja bulan lalu.
Stella De Atmaja
Haih lagian itu kantor juga punya suamimu will, kamu anteng dirumah aja nggak masalah. Ehh atau kamu mau pantengi suamimu 24 jam yah, kurang yah kalau cuma dirumah.
Willona Anatta
(malu padahal bukan itu alasanya).
Sebastian El Bastara
Sudahlah ma. Kasian tuh mantu kamu mukanya udah merah gara-gara mama godain.
Stella De Atmaja
hahaha, gak papa pa. Lagian lucu kalau mukanya willona merah.
Willona Anatta
Willona permisi yah ma,pa.
Willona pun masuk kedalam kamar untuk menghindari godaan dari mama stella.
Sebastian El Bastara
Kamu ini ada-ada aja (mencubit kecil hidung stella).
Stella De Atmaja
(menyengir kuda).
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!