NovelToon NovelToon

Menikah Karena Salah Paham

bab 1. ngekost

"Kamu beneran mau ngekost sendiri aja bang?" tanya bunda Dewi 'adik dari Ayah nya'.

"Iya Bun, gak papa kan?" tanya Faisal dengan nada yang lembut.

Sejak papa nya meninggal, ibu kandung faisal memilih menikah lagi dan pergi begitu saja dari hidup nya. Dan mulai saat itu, Faisal tinggal bersama Tante Dewi dan juga suami nya. Faisal tumbuh menjadi pria yang dingin terhadap perempuan, dia hanya akan menunjukan sikap lembut nya pada sang Tante dan kedua adik sepupu nya.

"Bunda tuh mau nya Abang tetap tinggal di sini. Sama ayah dan bunda juga sama adik-adik" Jawab bunda Dewi sendu.

"Bun, Abang kan sekarang udah gede. Boleh ya Abang belajar mandiri?" ucap Faisal, yang mengusap pelan tangan sang bunda.

"Tapi janji ya sama bunda, kalo ada apa-apa Abang harus segera kasih tau ayah atau bunda. paham kan bang?" ucap bunda Dewi tegas.

Faisal pun menganggukkan kepala dan tersenyum, lalu ia memeluk sang bunda, yang sudah membesar kan nya dengan kasih sayang yang tulus.

"Dih pelukan gak ngajak-ngajak" celetuk adela, anak pertama bunda Dewi yang baru saja memasuki kamar Faisal.

"Sudah selesai semua di packing bang!?" tanya ayah bagas, yang juga baru memasuki kamar nya bersama Kiara.

"Udah semua yah" jawab Radit tersenyum tipis.

"Jaga diri baik-baik, ayah dan bunda ngizinin kamu untuk tinggal sendiri bukan berarti Ayah bakal melepas kamu gitu aja" ujar Ayah Bagas dengan tegas.

"Makasih yah, karna ayah udah menerima aku sebagai anak ayah" Faisal berkata sambil memeluk ayah nya itu.

"Kamu itu anak pertama ayah, Faisal" jawab ayah bagas lirih namun tegas.

Keesokan hari nya, setelah sarapan ayah bagas dan bunda Dewi beserta kedua anak nya itu, mengantar faisal ke tempat kost nya.

"Ini kost khusus laki-laki kan bang?" tanya bunda Dewi, saat memasuki pagar kost tersebut.

"Emang bunda gak liat, papan gede di depan itu tulisan nya apa?" ucap Adela, sambil menunjuk papan yang tergantung di pagar. Yang bertulis kan 'kost khusus pria'

Bunda Dewi melihat ke arah yang di tunjuk oleh sang anak, dan menggeleng kan kepala nya, bahwa ia tak melihat tulisan itu. Dan saat mereka sedang melihat sekeliling, ada bapak-bapak yang menghampiri mereka.

"Permisi.. Ini Faisal ya teman nya andra, yang mau ngekost di sini?" tanya bapak tersebut. "Kenalin saya Jamal, pemilik kostan ini" lanjut nya.

"Iya pak betul, saya Faisal dan ini keluarga saya" jawab Faisal, yang langsung mengenal kan anggota keluarga nya satu persatu.

Faisal memang belum sempat bertemu pemilik kostan, karna semua sudah di urus oleh Andra teman nya yang juga ngekost di situ.

"Mau langsung liat kamar nya nak faisal?" tanya pak Jamal, beliau itu sudah lumayan tua, mungkin umur nya sekitar 60an.

Faisal dan keluarga nya pun langsung mengikuti langkah pak Jamal. Ternyata, kamar yang akan di tempati oleh Faisal berada di lantai 2. Kostan itu memiliki kamar mandi di dalam, walau besar nya hanya 2 petak, tapi kostan ini bersih dan bagus. tempat kerja Faisal pun hanya berjarak 10 menit dari kostan tersebut, bila memakai motor.

Pak Jamal membuka pintu kamar, yang berada di urutan ketiga dari tangga. "kamar ini baru kosong 3 hari, karna penghuni sebelum nya pindah kerja ke bandung, tadi nya juga ada yang mau tapi udah keduluan sama nak faisal" ucap pak Jamal tersenyum.

"Silakan di liat-liat dulu pak buk. Saya permisi dulu, nanti kalo butuh apa-apa rumah saya yang ada di depan kostan ini" pamit pak Jamal.

Kamar kost itu masih terlihat kosong, tapi bunda Dewi sudah memesan semua, keperluan yang Faisal butuh kan dan sebentar lagi akan segera di antar ke sini. Dan setelah menunggu hampir 2 jam, akhir nya barang yang di pesan pun datang. Bunda Dewi memesan tempat tidur, lemari, kulkas, TV, AC, dispenser dan juga alat makan. Tadi nya bunda Dewi juga ingin memesan kompor, tapi dia di ingat kan oleh Ayah Bagas bahwa di kostan Faisal tidak boleh memasak. Sebenar nya Faisal sudah menolak semua ini, namun ia malah mendapat ceramah panjang dari sang bunda.

Kini jam sudah menunjukan pukul 12 siang. kamar Faisal pun kini sudah siap untuk di huni. Adela dan Kiara juga sudah merebah kan tubuh nya, di kasur baru milik sang Abang. Sementara bunda Dewi, sedang membantu Faisal memasukan pakaian nya ke dalam lemari. Ayah bagas jangan di tanya, lelaki yang masih terlihat tampan di usia yang sudah tidak muda lagi itu, mendapat tugas dari istri tercinta nya, untuk membeli makanan.

"Nanti solat nya jangan ketinggalan ya bang, makan nya juga di jaga jangan sampe telat. Bunda gak mau loh, kalo Abang lalai sama 2 hal itu" ucap bunda Dewi dengan penuh ketegasan.

"Siap bunda, Abang janji gak akan lalai" jawab Faisal sambil memeluk sang bunda.

"Ngapain kamu peluk-peluk istri ayah?" ujar Ayah Bagas, saat memasuki pintu dengan menenteng plastik berisi nasi Padang.

Faisal pun langsung menjauh kan tubuh nya dari sang bunda dan tersenyum lebar. Ayah bagas memang selalu posesif terhadap bunda Dewi. Bukan cuma Faisal yang akan di tegur saat memeluk bunda nya namun Adela dan Kiara pun sama.

Kini mereka menikmati makan siang dengan di iringi obrolan hangat. faisal memperhatikan wajah kedua orangtua dan adik sepupu nya itu, ia pasti akan merindukan saat-saat seperti ini, walau jarak dari kost ke rumah bunda hanya 1 jam, tapi tetap aja mereka akan jarang bertemu setelah ini.

Setelah selesai makan, ayah bagas dan bunda Dewi beserta kedua adiknya itu pamit untuk pulang. Kini tinggal faisal sendiri di kamar kost tersebut. faisal duduk di pinggir kasur, lalu meraih ponsel nya yang bergetar.

✉️ Andra resto

nanti balik dari resto gue mampir ke kamar lu, gue bawain makan sekalian buat malem.

Oke.

Faisal memejam kan mata, mengistirahat kan tubuh nya yang merasa lelah seharian ini. Faisal pun akhir nya tertidur tanpa sadar, hingga ia mendengar suara ketukan pintu dan Saat ia melihat ke arah jarum jam, ternyata sudah pukul 17.15.

Ceklek

"Baru bangun lu? Gue ketok dari tadi lama banget buka pintu nya" gerutu Andra, yang segera memasuki kamar kost Faisal.

"Ketiduran tadi" jawab Faisal singkat.

"Nih nasi buat makan malem nanti" Andra menyodorkan plastik berisi nasi box.

"Thanks ndra" ucap Radit, tersenyum tipis.

Faisal dan Andra memang sudah berteman dari jaman SMA. Andra juga tau banyak, tentang masalalu yang di alami oleh Faisal.

"Gimana kamar nya, oke gak?" tanya Andra, dengan mata yang sedang memindai kamar tersebut.

"lumayan lah!" jawab Faisal, menganggukkan kepala nya.

"Sal lu udah tau belom, kalo di resto ada anak baru yang gantiin mba Tiwi?" tanya Andra, dengan antusias. Dan Faisal hanya menggelengkan kepala nya.

"Makanya baca grub bro, dia baru masuk hari ini" ucap Andra lagi. "cantik sal anak nya, cocok lah kalo bersanding sama gue" lanjut nya lagi, sambil menaik turun kan alis nya.

Sementara Faisal hanya mendengus pelan, teman nya yang satu itu memang terkenal playboy dari jaman mereka sekolah.

"Cewe lu mau di kemanain?" tanya Faisal, tersenyum miring.

"Gampang lah itu mah, baru pacaran ini, belom tentu jodoh juga" Andra mengakhiri ucapan nya dengan kekehan kecil.

Adzan Maghrib sudah berkumandang. Faisal pun langsung mengambil wudhu dan melaksanakan solat. sementara Andra sudah kembali ke kamar nya sendiri, sekitar 15 menit yang lalu.

Setelah solat dan mengaji, Faisal pun membuka nasi box yang di bawa oleh Andra tadi. Ia menikmati makanan itu sambil menonton tv.

Happy reading 💜

bab 2. bertemu anak baru

Pagi pun sudah menyapa, kini Faisal sedang bersiap untuk berangkat bekerja. Hari ini ia memang kedapatan shift pagi, karna habis libur kemarin. Faisal keluar dari kamar kost nya, dan tidak lupa juga mengunci pintu. Faisal sempat menoleh ke arah pintu kamar Andra, ternyata lelaki itu sudah duduk di depan pintu kamar nya sambil menikmati kopi dan juga rokok.

"Rajin amat lu, berangkat jam segini" ujar Andra, yang berjalan menghampiri faisal.

"Mau cari sarapan dulu di luar!" ucap Faisal cuek.

"Gue kira, lu penasaran sama anak baru?!" ledek Andra dan Faisal hanya melirik nya saja tidak menanggapi.

Faisal menepuk bahu Andra pelan, untuk berpamitan "Gue duluan".

Kini Faisal melajukan motor nya, menuju penjual nasi pecel. Tadi sehabis solat subuh, bunda Dewi sempat menelpon nya, mengatakan kalau siang nanti ia akan mengirim stok makanan untuk 3 hari kedepan. Dan Faisal meminta sang bunda untuk menitipkan makanan nya pada Andra.

Faisal menghentikan motor nya, tepat di warung nasi pecel "Bu nasi pecel nya 1, makan di sini".

"Duduk dulu mas, nanti di anter pesanan nya" ujar sang penjual ramah.

Setelah menunggu beberapa saat, nasi pecel pun terhidang di depan Faisal. Ia langsung melahap nya bersama dengan kerupuk. Setelah selesai Faisal langsung membayar makanan nya dan langsung tancap gas menuju ke restoran.

Bagitu sampai di restoran, Faisal langsung memarkir kan motor nya. Lalu ia pun berjalan, ke arah pintu khusus karyawan.

"Widih.. yang baru jadi anak kost" ledek teman-teman nya itu kompak, saat ia membuka pintu.

Saat mereka sedang asik bercanda, terdengar suara pintu yang di buka dengan kencang, dan mereka pun kompak melihat ke arah gadis yang membuka pintu itu.

"Maaf semua nya, Yessi telat!" ujar gadis itu dengan napas yang tersengal.

"Santai yes, kita belum mulai briefing nya ko! Sini kenalan dulu, sama cowo paling kece di resto ini" ujar bang Irgi sang kepala toko sekaligus koki di resto ini.

Yessi pun berjalan menghampiri bang Irgi, dan di sebelah atasan nya itu, ada cowo tinggi yang baru Yessi liat wajah nya.

"Yessi bang, anak baru bagian kasir" ucap Yessi dengan mengulurkan tangan nya.

"Faisal" Faisal membalas uluran tangan Yessi sekilas dengan ekspresi datar.

Di restoran itu total ada 12 karyawan, 5 cewe sisa nya cowo semua. Dan rata-rata, yang bekerja di situ sudah berkeluarga.

Faisal bekerja di bagian dapur sebagai asisten koki, sebelum nya ia hanya pelayan di restoran itu. Namun saat bang Irgi melihat ke ahlian nya di dapur, bang Irgi pun langsung meminta Faisal untuk menjadi asisten nya. Faisal memang lumayan ahli dalam memasak, karna sering membantu bunda Dewi sewaktu di rumah.

Mereka bergantian makan saat restoran sepi, dan kini hanya tinggal faisal dan Yessi yang belom makan. Jadi bang Irgi, meminta mereka untuk meninggal kan dulu pekerjaan nya.

"Suruh dia duluan aja bang, saya gampang" ujar Faisal, saat bang Irgi meminta nya untuk segera makan.

"Bentar lagi resto rame sal, gue butuh lu di dapur" ujar bang Irgi dengan penuh penekanan.

Jadi mau tak mau, Faisal pun menghampiri Yessi yang sudah berada di meja, yang di sedia kan untuk karyawan.

"Mau makan juga bang?" tanya Yessi basi basi. Dan Faisal pun hanya menjawab nya dengan bergumam.

Kini semua karyawan yang masuk shift pagi, sudah bersiap untuk pulang. Begitu juga dengan Faisal dan Yessi. mereka menuju ke motor nya masing-masing dan ada juga yang di jemput oleh pasangan.

📞 iya pak Yessi bisa naik ojek pulang nya. Waalaikumsalam.

Yessi begitu terkejut saat membalikan tubuh ia menabrak seseorang, ternyata di belakang nya ada Faisal. Lelaki itu hanya memasang wajah datar, saat Yessi meminta maaf karna gak sengaja menabrak nya.

Beberapa saat kemudian, hujan tiba-tiba turun dengan deras nya. Membuat Faisal dan Yessi terjebak di belakang restoran.

duarr

Suara petir begitu menggelegar, membuat Yessi yang sedang melihat ke arah jalanan terlonjak. Dan ia reflek langsung memeluk tubuh Faisal yang berdiri tepat di sebelah nya. Seketika tubuh Faisal pun membeku, karna ini pertama kali nya, ada seorang wanita yang memeluk nya selain bunda dan juga kedua adik nya.

"Maaf bang, Yessi gak sengaja" ucap Yessi lirih, saat sadar kalau ia sedang memeluk tubuh Faisal.

Keadaan pun menjadi hening, setelah insiden tadi. Hingga hujan sudah mulai reda, Faisal pun langsung beranjak untuk pulang.

"Bang Ical" panggil Yessi tiba-tiba. Faisal menoleh dan mengangkat sebelah alis nya mendengar panggilan itu.

"Maaf bang. Yessi boleh gak pinjem hp Abang sebentar, buat pesan ojek online, soal nya hp Yessi kehabisan batrai?" Yessi bicara panjang kali lebar pada Faisal.

"Di mana rumah lu?" tanya Faisal datar.

"Di jalan merpati 4 bang" jawab Yessi dengan ekspresi bingung.

"Ayo, gue anter" ajak faisal dengan muka datar, lalu langsung berjalan menuju ke motor nya.

Yessi hanya bisa melongo mendengar ajakan itu, hingga ia pun terkejut saat motor Faisal sudah berhenti di depan nya.

"Mau gak?" tanya faisal datar.

"Mau bang mau" Yessi langsung naik ke boncengan motor Faisal.

"Nih pake" Faisal menyodorkan helm milik nya pada Yessi.

"Terus Abang pake helm yang mana, kalau yang ini buat aku?" tanya Yessi pelan.

Faisal tidak menjawab pertanyaan itu, ia langsung tancap gas sebelum hari semakin sore.

"Makasih banyak bang, udah mau nganterin Yessi pulang" ucap Yessi, saat turun dari motor Faisal.

"Sama-sama" jawab Faisal singkat, Faisal pun membunyikan klakson nya sekali, dan langsung meninggal kan pekarangan rumah Yessi.

Yessi memasuki rumah nya, dan langsung menuju ke dapur. Ia melihat sang ibu sedang membuat sesuatu di sana.

"Assalamualaikum ibu nya Yessi yang paling cantik" Yessi memeluk ibu nya dari belakang, membuat ibu nya itu terlonjak kaget.

"Waalaikumsalam... kamu itu dek, ngucap salam tapi ngagetin ibu" gerutu ibu Mira.

"Hehehe.. Maaf Bu, abis nya ibu serius banget, sampe gak denger Yessi buka pintu" ujar Yessi cengengesan.

"Ibu lagi masak apa?" tanya Yessi sambil melihat ke arah kuali.

"Ada mas dan mbak mu, jadi ibu masak gulai ayam kesukaan mbak mu" jawab ibu Mira, dengan wajah yang bahagia.

Yessi mempunyai Abang yang sudah menikah dan memiliki 1 anak perempuan. Mereka tinggal di kawasan Bintaro saat ini. Usia Yessi dan sang Abang terpaut cukup jauh yaitu 8 tahun.

"Ko Yessi gak tau, kalo mas bhama sama mbak shanum dateng?" ujar Yessi, dengan bibir cemberut.

"Ya kamu kan kerja dek, mereka juga langsung Dateng tadi gak ngabarin ibu" jelas ibu Mira pada sang anak.

"Terus, pada kemana sekarang orang nya?" tanya Yessi sambil melongok ke arah ruang tamu, karna sedari tadi ia melihat rumah nya sepi.

"aqeela tadi rewel, maka nya langsung di ajak muter-muter sama ayah bunda nya" jawab ibu Mira. "mandi dulu sana" ujar ibu Mira, dan Yessi pun hanya memajukan bibir nya.

*****

Setelah mengantar Yessi tadi, Faisal langsung pulang ke kostan nya. Dan saat sudah berada di lantai 2, faisal melihat Andra sudah nangkring di depan pintu kamar nya.

"Dari mana aja sih lu sal? Lama banget perasaan pulang nya" ujar Andra sewot.

"Ada urusan" jawab Faisal sambil membuka kunci kamar nya.

Andra masuk ke kamar Faisal dengan tangan yang penuh dengan plastik berisi makanan. lalu ia meletakan semua plastik itu di dekat kulkas. Dan Faisal pun langsung memasukan semua makanan itu ke dalam kulkas, agar bisa di hangat kan besok pagi, menggunakan microwave.

"Sal, gimana sama anak baru?" tanya Andra, yang sudah rebahan di kasur nya.

"Biasa aja" Faisal menjawab dengan ekspresi datar. 'padahal dalem hati udah dag dig dug ser'

"Kaya nya dia cocok deh Ama lu sal" ujar Andra iseng.

Faisal berlalu ke kamar mandi tanpa menggubris omongan Andra. Membuat pria itu mendengus sebal. Dan andra berlalu meninggal kan kamar Faisal, saat pemilik nya itu masih berada di kamar mandi.

Malam ini Faisal tak bisa memejam kan mata nya, sebab setiap ia memejam kan mata, maka wajah Yessi lah yang terbayang.

"astagfirullah, kenapa kepikiran terus sih?" gerutu Faisal yang langsung bangun dari kasur nya.

Faisal melakukan olahraga ringan, untuk mengalihkan pikiran nya dari wajah Yessi. Setelah 1 jam melakukan nya, ia pun membersihkan diri dan kembali menaiki kasur. dan setelah beberapa saat akhirnya ia pun tertidur.

Happy Reading 💜

bab 3. ketahuan pulang bareng

Pagi ini Andra akan berangkat bersama Faisal, sebab motor pria itu tiba-tiba aja ngadat minta jajan ke bengkel.

"Sal udah belom?" teriak Andra, Mengetuk pintu kamar Faisal.

"Sabar ndra!" ujar Faisal, dengan nada di tekan, membuat Andra cengengesan tak jelas.

"Mana kunci motor nya? Biar gue aja yang bawa" pinta Andra, Faisal pun langsung memberikan kunci motor nya pada Andra.

Kedua nya menaiki motor, dan Andra langsung tancap gas menuju restoran. Saat kedua nya sudah berada di dalam, semua mata tertuju pada mereka. Dan itu membuat Andra heran, karna tak biasa nya ia menjadi pusat perhatian kaya gini.

"Kenapa sih kalian? Gak pernah liat orang ganteng ya?" tanya Andra, dengan menaik turun kan alis nya.

"Dih pede banget lu. Kita tuh lagi liatin Faisal, kemaren dia abis pulang bareng sama anak baru!" ujar pria kurus, bernama Dika.

Andra langsung menoleh ke arah Faisal dengan tatapan menyelidik nya.." Jadi ini yang kata nya ada urusan?"

"Kemaren hujan dia gak di jemput, hp nya juga mati!" Faisal menjelaskan, dengan nada yang terdengar biasa aja, tapi membuat Andra menaikan sebelah alis nya.

"Sejak kapan, temen gue ini peduli sama cewe?" Ujar Andra, dan tersenyum remeh.

Faisal hanya menghela napas, tak berusaha untuk menjelaskan nya lebih panjang lagi. Membuat Andra mendengus, karna kelakuan teman nya itu.

Andra langsung menghampiri Yessi, ketika gadis itu memasuki ruangan khusus karyawan.

"Hai Yessi, gimana kemeren gak ada aa Andra di sini?" Tanya Andra, dengan genit.

"Lancar semua nya a" ujar Yessi dengan tersenyum, sontak yang ada di ruangan itu pun, langsung tertawa terbahak-bahak.

Mereka melakukan briefing, sebelum memulai pekerjaan. Begitu selesai Yessi langsung, duduk di balik kasir, hingga waktu makan siang tiba.

"Yessi makan dulu, itu biar di gantiin sama Dina" ujar bang Irgi, yang berjalan dari arah dapur.

"Iya bang" Dan saat Yessi ke belakang, ternyata di sana sudah ada Faisal dan Andra.

"Gabung sini yes" ujar Andra, ketika melihat Yessi mendekat. Yessi hanya menganggukkan kepala nya dan tersenyum tipis pada Faisal. Tetapi wajah lelaki itu terlihat datar.

"Kemaren gimana perasaan nya, di anter pulang sama Faisal?" tanya Andra tiba-tiba, yang membuat Yessi tersedak, makanan yang masih ada di dalam mulut nya.

Faisal langsung memberikan gelas nya pada Yessi, dalam pengawasan mata Andra. Andra baru kali ini, melihat Faisal pengertian pada wanita. 'biasa nya liat cewe nyungseb di depan mata juga ia bodo amat'.

Keadaan seketika menjadi hening, saat Faisal melebarkan mata nya pada Andra, dan memberi kode untuk tidak bicara lagi.

Dan sekarang jam sudah menunjukan pukul 5 sore. Mereka yang masuk shift pagi langsung bersiap untuk pulang. Kali ini Yessi sudah melihat sang bapak, yang menunggu nya di depan resto. Yessi langsung mencium punggung tangan bapak nya, dan langsung naik ke boncengan motor itu.

"Woy, di liatin mulu anak orang" Faisal langsung terlonjak saat Andra mengagetkan nya.

Faisal pun berdecak kesal pada teman baik nya itu, lantas ia langsung menyala kan mesin motor nya. "Ayo"

Saat sedang melaju kan motor nya, Andra meminta nya untuk mampir ke konter pulsa. Andra bilang, ia tak punya Kouta untuk menelpon pacar nya.

"Mba Ica beli pulsa dong" ucap Andra, dengan nada menggoda. 'gimana gak di godain, orang yang punya konter nya janda'.

"Baru kemaren, udah abis lagi aja ndra Kouta nya, di pake buat nonton film biru terus ya?" ucap mba Ica, dengan nada meledek.

"Astagfirullah.. Aku tuh anak baik-baik loh mba" Andra berujar dengan sedikit sewot. Sementara mba Ica langsung tertawa terbahak-bahak.

Dan Faisal yang berada di atas motor pun, hanya memutar bola mata nya jengah melihat kelakuan teman nya itu.

Kini kedua nya sudah berada di dalam kamar kost, Andra tak langsung masuk ke kamar nya sendiri, Melainkan mengikuti Faisal ke kamar nya.

"Sal lu beneran gak naksir sama Yessi?" tanya Andra, ketika Faisal keluar dari dalam kamar mandi.

"Lu yang di tanyain itu Mulu, perasaan!" jawab Faisal dengan datar.

"Ya abis nya, gue belom dapet jawaban" Andra cengengesan tak jelas.

"Lu tau gue gimana ndra" ujar Faisal dengan penuh penekanan.

"Ya tapi mau sampe kapan bro? Lu gak bisa kaya gini trus!" ujar Andra, yang tiba-tiba emosi.

"Tante Dewi sedih sal, ngeliat lu terus-terusan ngehukum diri sendiri karna kelakuan nyokap lu" lanjut Andra dengan suara lirih.

Faisal benci saat pembahasan, sudah sampai pada cerita mama nya. "Jangan bahas dia lagi"

"Buka hati lu sal, lu berhak bahagia. Dan gak semua perempuan di dunia ini kaya nyokap lu" Andra langsung berjalan meninggal kan kamar Faisal.

Saat adzan Maghrib berkumandang, Faisal segera mengambil wudhu dan solat. Ia ingin menenangkan hati dan juga pikiran nya akibat pembahasan tadi.

Bukan ia membenci seluruh wanita di muka bumi ini, hanya saja di tinggal kan oleh orang yang kita sayang dengan sengaja, meninggalkan luka yang cukup dalam di hati Faisal. Dan itu membuat nya takut, untuk memulai suatu hubungan.

*****

Sementara itu, Yessi sedang berada di dalam kamar nya. sambil menonton drama Korea favorit nya.

"Dek makan dulu" suara ibu mira, terdengar dari balik pintu kamar nya.

"Iya Bu sebentar" Yessi langsung mematikan hp nya, dan keluar dari kamar.

Di meja makan sudah ada bapak dan ibu juga mas dan mba nya. "Hari ini gimana kerja nya dek, lancar?" tanya mas bhama.

"Alhamdulillah lancar mas, temen nya di sana juga asik-asik, gak ada yang rese" jawab Yessi, sambil menerima piring berisi kan nasi dari tangan sang ibu."Makasih Bu"

"Ada yang ganteng gak dek?" tanya mba shanum, yang langsung mengaduh saat pipi nya di cubit sang suami.

"Jangan nanyain cowo lain, kalo gak mau bikin suami cemburu" ujar mas bhama datar. Dan mba shanum hanya tertawa melihat wajah kecut suami nya.

"Ada 1 mba yang lumayan ganteng, tapi datar banget muka nya" jawab Yessi, dengan bibir cemberut.

Dan obrolan pun berlanjut di iringi dengan gelak tawa. keluarga Yessi memang bukan orang kaya, tapi bapak dan ibu selalu mengusahakan kebahagian untuk anak nya. kasih sayang dari mereka, menjadikan bhama dan Yessi tumbuh menjadi anak yang saling menyayangi.

*****

Keesokan pagi nya, Faisal kembali berangkat dengan Andra. Mereka memang seperti itu, ketika berantem tak pernah lama, karna kedua nya sudah saling mengerti satu sama lain.

"Nanti balik nya, anterin gue ke bengkel ya sal" ucap Andra saat di motor.

"Udah beres semua?" tanya Faisal yang melihat ke arah spion motor.

"Udah, semalem orang nya nelpon, minta nya sih pagi di ambil nya tapi kan gue gawe" jawab Andra.

Dan ketika sore tiba, mereka langsung menuju ke bengkel yang di maksud Andra. Saat andra sedang melihat motor nya, pandangan Faisal langsung jatuh pada perempuan, yang berdiri di halte sebrang bengkel itu seorang diri.

"Ndra gue cabut duluan" teriak Faisal, dan langsung tancap gas.

Faisal membunyikan klakson motor nya saat sudah berada di depan perempuan tadi. "Ayo gue anter"

"Loh bang Ical, ko bisa ada di sini?" Dan perempuan itu ternyata Yessi.

"Ayo buruan naik" ucap Faisal datar. Dan Yessi pun akhir nya langsung naik ke motor tersebut.

"Kenapa bisa ada di halte itu?" Faisal bertanya, karna halte tersebut berlawanan arah dari rumah Yessi.

"Tadi abis beli titipan ibu bang" dan benar saja, Faisal melihat Yessi memegang kantong plastik hitam, yang entah isi nya apa.

"Abang sendiri abis dari mana?" tanya Yessi, dengan sedikit berteriak karna suara kendaraan yang cukup bising.

"Nganter Andra ngambil motor nya, di bengkel" jawab Faisal, dengan nada datar.

Kini kedua nya sudah sampai di rumah Yessi. Dan pada saat itu, bapak Yessi sedang berdiri di teras rumah dan melihat kedatangan Yessi.

"Di ajak masuk dulu dek teman nya" ujar bapak Yessi, karna Faisal memakai seragam yang sama dengan Yessi.

"Bapak nyuruh masuk dulu bang?!" ucap Yessi pelan.

Akhir nya Faisal pun turun dari motor dan memarkir kan motor nya di halaman rumah Yessi.

Kedua nya berjalan ke arah bapak dan langsung menyalami punggung tangan nya. "Siapa nama nya?" tanya bapak Yessi. Saat bersalaman dengan Faisal.

"Saya Faisal pak, teman kerja nya Yessi" jawab Faisal tersenyum tipis.

"Masuk dulu biar di bikinin minum sama Yessi, sekalian makan malem di sini juga ya?" ajak bapak Yessi, yang langsung masuk ke dalam rumah.

Faisal dan Yessi hanya saling pandang, kemudian Yessi berlalu masuk ke dalam dan di ikuti oleh Faisal juga.

Yessi menghampiri ibu nya yang sedang memasak untuk makan malam mereka nanti. "Bu, ini pesenan nya"

"Taruh di situ aja dek, nanti ibu yang bereskan" ucap Bu Mira menunjuk ke arah meja makan.

Yessi mengambil panci untuk merebus air, ia akan membuat kopi untuk Faisal dan juga bapak nya.

"Ada tamu ya dek?" tanya Bu Mira.

"Temenku Bu. Tadi gak sengaja ketemu di jalan, terus nganterin pulang. Sama bapak di suruh mampir" jelas Yessi pada sang ibu.

Setelah kopi nya jadi, Yessi segera membawa nya ke ruang tamu. Di sana ia melihat bapak dan Faisal sedang tertawa, membuat Yessi terpana karna Faisal terlihat lebih tampan jika tertawa.

Happy Reading 💜

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!