Dua orang gadis sedang berada di taman kota. Namanya Yumi Nagisa Tatsuya, sering di panggil Yumi, memiliki wajah cantik dan imut. Bulu mata lentik, alis tebal, hidung mancung, bibir pink alami dan pipi gembul. Yumi berumur 17 tahun rambut panjang lurus, badan bak gitar spanyol, kelas XII.
Dan sahabat nya bernama Kirei Nirmala, sering di panggil Kirei, memiliki wajah cantik, rambut panjang bergelombang, hidung mancung, bulu mata lentik, bibir pink alami, Kirei berumur 17 tahun, kelas Xll.
Tiba tiba saja Yumi kebelet ingin ke toilet.
“Kir, gue kebelet nih. Tunggu bentar ya” ujar Yumi
“Mau gue temenin?” Tawar Kirei
“Gak usah Kir, tunggu ya!” Teriak Yumi sambil berlari ke arah toilet umum.
“Haduh, Yumi Yumi ” Kirei geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabat nya itu.
🍒🍒🍒🍒🍒
Beberapa saat kemudian, Yumi telah selesai dengan ritual nya. Saat akan membuka pintu toilet, tiba-tiba..
Brakk…
Seorang laki-laki masuk ke dalam toilet wanita, Yumi terkejut akan apa yang terjadi.
“Aaaaa siap—CUP..hmtf…” Yumi berteriak
Dengan cepat lelaki itu menyumbat bibir Yumi dengan bibir nya.
Deg....
Badan Yumi tiba-tiba membeku, badan nya jadi panas dingin. Jantung Yumi berdetak tak karuan, matanya membulat sempurna karna ada benda kenyal yang menempel di bibir nya.
Lelaki itu tidak hanya menempelkan nya saja tetapi juga melumat nya dengan lembut. Yumi yang terbawa suasana pun membalas ciuman lelaki itu, walau agak kaku karna baru pertama kali.
Cup..Cup..Cup..
Begitulah kira-kira suara permainan mereka. Yumi yang akan kehabisan nafas pun dengan cepat memukul dada bidang lelaki itu lalu mendorong-nya, dan tautan bibir itu terlepas.
"Hahh..hahh..hahh.." Yumi terengah-engah karna sedikit lagi akan kehilangan nyawa, karna kehabisan nafas.
“L-Lo apa-apaan sih? Masuk toilet cewe!” marah Yumi
“Sorry, soalnya gua tadi lagi di kejar sama temen gua, terus masuk sini” ujar lelaki itu
“Terus kenapa lo cium gue, hah?” Bentak Yumi
“Lo teriak, makanya gue cium lo biar diam.” Ketus lelaki itu
“Anjirr, kenapa harus di cium sih? Kan bisa di tutup pake tangan” cerocos Yumi
“Gak kepikiran” enteng lelaki itu
Yumi melotot dan kaget.
“Dih, sana lo keluar. Gue gak mau deket-deket sama cowo mesum kek lo!” Teriak Yumi
“Suttttt.. jangan teriak, ntar di kira ngapa-ngapain!” Ujar lelaki itu
“Sana keluar, SEKARANG!!” Ujar Yumi
“Iya gua keluar” ucap lelaki itu
“Dasar cowo mesum!” Maki Yumi
“Tapi lo suka kan?” Lelaki itu
“Bacot lo, sana buruan keluar!”
Lelaki itu pun membuka pintu toilet, melongokan kepala-nya sedikit melihat kanan kiri. Setelah di rasa aman, lelaki itu pun keluar dari toilet.
Yumi yang melihat lelaki itu sudak keluar pun bernafas lega, karna sudak tidak ada cowok mesum itu.
“Huff, tuh cowok, main cium sembarangan. Tapi kok gue suka ya?” Gumam Yumi sambil senyum-senyum tak jelas.
“Mana cara main-nya lembut banget lagi, manis lagi bikin mau lagi, kok jadi candu sih?” Ujar Yumi sambil mengingat dan membayangkan kejadian tadi.
“Ishh apaan sih Yumi, masa karna di gituin baper si?” Kesal kepada dirinya sendiri.
“Agrhhh! Bisa gila gue kalo kayak gini” frustasi Yumi sambil mengacak-acak rambut nya karna terbayang-bayang kejadian tadi.
Yumi pun membuka pintu toilet
Ceklek...
“Makasih girl, bibir lo manis” ujar lelaki yang mencium Yumi tadi sambil mengedipkan sebelah matanya.
Yumi yang melihat siapa yang berucap, dengan reflek menendang adik kecil lelaki itu.
Bugh..
“Arghh, sakit. Kenapa di tendang?” Ujar lelaki itu.
“Hahah rasain! makanya jangan berani mesum sama gue” tawa Yumi
Setelah menendang adik kecil lelaki itu, Yumi langsung kabur melarikan diri, takut di amuk lelaki itu.
“Awas aja kalo ketemu, gua terkam lo” seringai lelaki itu sambil tersenyum smirk.
🍒🍒🍒
“Isss.. kok lama banget sih Yumi? Hampir setengah jam loh gue nungguin lo” kesal Kirana
“Hehe.. maaf ya Kir, mules banget tadi” ujar Yumi cengengesan
“Mules apa mules?” Tanya Kirei
“Mules Kir…” jawab Yumi
“Ya udah, kita pulang aja yu” ajak Kirei
“Ya udah ayo” Yumi
Mereka pun pulang ke rumah masing-masing.
...🍒🍒🍒🍒🍒...
Setibanya Yumi di rumah..
“Yumi, mama sama papa mau bicara penting sama kamu nanti malam” ucap mama Yumi (Gauri), yang sedang duduk di sofa.
“Kenapa gak sekarang aja ngomong nya, ma?” Tanya Yumi sambil menyalami tangan mama nya.
“Gak papa, nanti malem aja ngomong nya biar enak sambil makan” ujar Gauri sambil tersenyum manis kepada Yumi.
Yumi pun menganggukkan kepala nya. Namun gadis itu merasa aneh dengan senyuman sang mama, seperti ada sesuatu yang di sembunyikan. Yumi lalu menaiki tangga menuju kamar nya.
...🍒🍒🍒...
Kini Yumi sedang berada di kamar nya, ia duduk di kasur. Entah sejak kapan Yumi melamun memikirkan apa yang ingin di bicarakan mama dan papa nya.
“Huh mending gue mandi, dari pada mikirin yang engga-engga” gumam nya
Yumi pun masuk ke kamar mandi melakukan ritual mandi nya.
“Ughhh… seger nya”
Setelah mandi, ia berjalan ke arah meja rias untuk memakai skincare.
“Umm, cantik banget si gue” gumam Yumi, bercermin dengan percaya diri.
Tiba-tiba Yumi di kejutkan dengan notif hp nya
Ting..Ting..
Terdapat dua pesan dari seseorang, Yumi pun buru-buru mengecek nya. Ternyata nomor baru
“Nomer siapa ini? ” gumam nya.
+62831********
📩 Haii..
📩 Ini gua, yang di toilet tadi.
📤 Oh. Jadi lo? Kenapa? Kok chat gue? Terus dapat dari mana nomer gue? Mau apa lo?
Pertanyaan beruntun Yumi ke nomor baru tersebut. Tak lama kemudian, langsung mendapat balasan dari nomor tersebut,
+62831*******
📩 Iya ini gua, ngak papa, terserah gua, mau dari mana itu ngak penting! Gak mau apa-apa, cuman mau bibir lo doang.
📩 Di save ya, nomer gua hehe.
‘What? Gila nih cowok’ batin Yumi
“Dihhh, apaan sih ini cowok” maki Yumi, yang hanya membaca chat tersebut namun tak membalas nya.
...🕢🕢🕢...
Kini waktu sudah menunjukkan pukul 19.30. Saatnya makan malam, Yumi beranjak menuruni anak tangga.
Tap..
Tap..
Tap..
Suara langkah kaki Yumi terdengar, sontak mereka yang di meja makan melirik ke arah tangga.
“Ehh princess abang udah turun, baru aja abang mau nyamperin ke atas” ucap Shiro Tatsuya (Abang Yumi), dengan senyuman melihat sang adik.
“Ehh abang, kapan pulang?” Tanya Yumi girang, karna Shiro sudah 2 bulan tidak pulang, ia di London mengurus perusahaan nya.
“Tadi sore Yum, kenapa? Kangen hmm?” Tanya Shiro dengan suara khas serak nya.
“Ya iya lah kangen, semenjak abang jauh dari Yumi, Yumi selalu kesepian. Gak ada yang ngajak ribut, terus ngak ada yang manjain Yumi juga” ujar nya dengan ekspresi cemberut
Shiro pun terkekeh geli melihat ekspresi Yumi yang sangat menggemaskan menurut nya. Ingin sekali ia memakan Yumi hidup-hidup.
“Kan ada mama sama papa yang manjain kamu kalo abang gak ada” jawab Shiro sambil memeluk Yumi
“Ya beda lah bang manjain nya, Yumi lebih nyaman di manjain abang” ujar Yumi menatap abang nya yang tinggi itu, Yumi saja hanya sebatas dada bidang nya saja.
“Ekhemm.. berarti papa selama ini buat kamu gak nyaman ya?” Tanya papa Yumi (Kenzo Tatsuya)
“Ehh gak gitu paa…” jawab Yumi merasa bersalah. Seharusnya ia tak bilang begitu di hadapan mama papa nya.
“Udah udah ayo makan, kok malah cemburu cemburuan sih?” lerai mama Gauri.
“Ya udah ayo makan” ucap mereka bertiga serentak
Mama Gauri yang melihat mereka serentak hanya tersenyum.”Ya udah ayo”
Saat sedang makan, Yumi bertanya kepada mama nya. “Ma, tadi mama sama papa mau ngomong apa?”
Sejenak mama Gauri dan papa Kenzo pun saling tatap satu sama lain,
“Kamu papa jodohin, kamu harus mau terima perjodohan ini. Karn—“
Belum selesai melanjutkan ucapan nya, Yumi langsung memotong ucapan sang papa.
“APAH? DI JODOHIN?” Kaget Yumi
“Iya sayang, karna dulu papa kamu udah janji sama sahabat nya bakalan jodohin anak mereka” ucap mama Gauri, menjelaskan.
“Iya Yumi. Pokok nya papa engga terima penolakan, kamu harus setuju.” Tegas papa Kenzo.
“Tapi kan pa ma, Yumi masih kecil, sekolah aja belum lulus” ucap Shiro membela adik kesayangan nya
“Gak ada tapi-tapian! Keputusan papa udah bulat! Kalo soal sekolah, nanti masih bisa sekolah kok” Ucap papa Kenzo.
“Tapi pa ak—“
“Yumi, ini juga demi kebaikan kamu!” Bentak papa Kenzo, yang tersulut emosi karna Yumi tak menuruti kemauan nya.
“Paaa” mama Gauri mencoba menenangkan sang suami.
“Papa marahin aku? Papa bentak aku?” Tanya Yumi, matanya sudah berkaca-kaca.
“Huhff, maafin papa nak, papa gak sadar bentak kamu” lirih nya.
Yumi hanya diam tertunduk, gadis itu berusaha menahan air mata nya agar tidak jatuh. Shiro yang melihat itu pun segera memeluk sang adik, untuk menenangkan nya.
“Harus nya papa gak usah bentak Yumi juga” ucap Shiro dingin, dengan tatapan datar.
Ruangan seketika hening, mama Gauri lalu beranjak dan beralih duduk mendekati putri nya.
“Udah sayang jangan sedih, maafin papa ya? Papa ngak sengaja bentak kamu tadi” ucap mama Gauri, sambil mengusap-usap kepala Yumi.
“hmm, Iya mah” jawab Yumi singkat
“Ya udah bicarain baik-baik, jangan marahan gini, mama ngak suka” ucap mama Gauri lembut
“Jadi kamu mau kan, terima perjodohan ini sayang?” Tanya mama Gauri
“Yumi bingung maa..” jawab Yumi
“Beri Yumi waktu untuk jawab sampai besok.” Sambung nya dengan lirih
“Oke baiklah, udah ya jangan sedih lagi. Masa anak mama yang cantik imut ini sedih sih, nanti cantik nya ilang loh” canda mama Gauri
Yumi pun hanya menanggapi ucapan sang mama dengan senyuman paksa, ia masih merasa syok dengan perjodohan yang di rencanakan orang tua nya tersebut.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!