Perkenalan Karakter :
Nesti Patricia Pattinson
" Nesti "
Umur 20 THN
Penerus Pattinson group
( sahabat Ardilla )
Ardila edelweis
" Ardila "
Umur 19 THN
Dosen
( sahabat Nesti )
Yean Oktavian
" Yean "
Umur 21 THN
Aktor & Model
( teman Nesti / jatuh hati pada Nesti )
Muhammad Zean
" Zean "
Umur 23 THN
Manager Artis
( teman Ardila / jatuh hati pada Ardila sekaligus Kaka ipar Ardila )
Zein Zalvicson
" Zein "
Umur 22 THN
CEO Einstein company
( teman Ardila / tunangan Nesti )
Nafisa Orntara
" Nafisa "
Umur 24 THN
Karyawan Pattinson group
( teman Ardila )
Abdul Franklin
" Abdul "
Umur 26 THN
model & Aktor
( kakak Zein / suami Ardila )
Muon Albert
" Muon "
Umur 21 THN
Karyawan Pattinson group
( teman Nesti )
.
.
.
.
.
HAPPY READING 🥰🥰🥰
Nesti POV
Perkenalkan namaku Nesti Patricia Pattinson yang biasa di panggil Nesti,, Aku penerus tunggal Pattinson group yang di kenal banyak pebisnis.
Orang bilang hidup ku begitu bahagia karena kehidupan bagus yang menjamin.
Tapi mereka salah aku hanya wanita yang tidak beruntung dan gagal dalam mempertahankan cinta pertama ku
Ya aku pernah mencintai seorang wanita yang begitu dekat dengan ku sedari kecil,, dia sahabat baikku dan dia adalah zona nyaman ku.
Tapi aku mencoba merelakan nya demi kebahagian nya.
Orang bilang titik terbesar dalam mencintai adalah melepaskan demi kebahagian nya dan itulah yang sudah aku lakukan.
Dan sekarang sudah 2 tahun lebih kami tidak pernah lagi bertemu stelah dia memutuskan untuk menikah dengan lelaki pujaan hatinya.
Sampai saat ini Aku sama sekali tidak mendengar kabar dari dia,, apa dia begitu bahagia sehingga melupakan aku sahabat baiknya?
Entahlah atau mungkin dia sudah sibuk karena sudah memiliki bayi dari hasil cinta dari lelaki pilihannya.
Apa aku senang,,??
Mungkin iya mungkin tidak,,
Kenapa,,??
Karena Sampai saat ini rasa cinta ku masih sama untuk nya, walaupun dia tidak pernah tahu dengan perasaan ku yang sesungguhnya pada nya lebih tepatnya cinta bertepuk sebelah tangan
Sekarang hari hari ku begitu membosankan dengan kesibukan yang sama dengan berangkat pagi pulangnya malam.
Sampai dirumah pun aku hanya mengisi waktu luang ku dengan olahraga boxing untuk melepas kekesalan ku dan sesekali memainkan piano dengan lagu romantis untuk mengenang momen manis ku saat saat bersamanya dulu.
Aku memiliki dua teman yang begitu baik padaku yaitu Nafisa dan juga Muon Mereka tidak pernah memandang ku seperti Pandangan orang lain.
Ya begitulah Nesti yang sekarang Orang yang tidak mengenal ku menyebut ku wanita yang dingin dan cuek tapi kenyataannya tidak.
Senyum dan tawa ku yang selalu lepas saat bersama nya kini sudah hilang Karena Nesti yang sekarang adalah Nesti yang akan berbicara kalau itu penting.
Apa kamu tidak mencoba melupakan nya dengan membuka hati kembali,,??
Ya ku mencoba nya,, tapi tidak untuk melupakan nya Karena dia memiliki tempat khusus dalam hati dan pikiran ku.
Banyak pria dan wanita yang mencoba mendekatiku tapi entah mengapa itu semua membuatku menjadi risih dan ingin menjauh dari mereka.
Begitupun teman ku yang bernama Yean
Dia tidak pernah menyerah untuk mengungkapkan perasaan nya meski aku selalu menolak nya.
Apa aku akan tetap seperti ini??
I don't know,, kita lihat saja nanti bagaimana takdir mempertemukan ku dengan belahan jiwa ku yang sesungguhnya
AUTHOR POV
Kirk krik krik
(Suara handphone bergetar)
Suara handphone yang bergetar diatas meja samping tempat tidur membuat tidur seorang wanita menjadi terganggu ya itu adalah Nesti
Nesti meraba-raba sisi meja untuk mengambil handphone genggam nya dengan mata yang masih tertutup
📞(Hallo,,ya aku akan segera datang,,)
Nesti menutup kembali handphonenya dengan wajah yang masih sangat mengantuk
Nesti berusaha membuka mata dan melihat jam dinding yang sudah menunjukan pukul 07.00
Nesti segera bangkit dari tidurnya sembari meregang kan otot-otot nya
"Huaahhhh,,,"
Kuapan Nesti
Nesti mulai turun dari atas tempat tidur king size nya dan berjalan ke arah kamar mandi.
Stelah menghabiskan waktu beberapa menit akhirnya Nesti sudah terlihat rapi dan sedang menikmati sarapan paginya.
Dirasa cukup Nesti segera berdiri untuk berangkat ke kantor seperti biasanya.
"Selamat pagi nona Nesti,!!"
Sapa supir yang sudah berdiri di depan mobil
"Pagi,,"
Sahut Nesti datar
Supir hanya tersenyum sembari membukakan pintu mobil untuk boss nya.
Dirasa cukup Nesti segera di antar menuju kantor.
SKIIP DI PERJALANAN
Stelah melewati perjalanan akhirnya mobil mercy putih yang membawa Nesti sudah berdiri di depan Lobby perusahaan yang bernama PATTINSON GROUP.
Semua karyawan beserta penjaga kantor berdiri di depan lobby untuk menyambut kedatangan boss Mereka.
Nesti segera keluar dengan gaya yang elegan menggunakan stelan hitam putih beserta kaca mata hitam sebagai penunjang kepercayaan diri nya rambut sebahu dengan tatapan tajam dan sangat dingin membuat semua yang berdiri tertunduk dan tidak kepercayaan diri nya rambut sebahu dengan tatapan tajam dan sangat dingin membuat semua yang berdiri tertunduk dan tidak berani menantang tatapan nya.
"Selamat pagi nona boss Patricia,,"
Sambut salah satu karyawan dan diikuti oleh semua karyawan dengan menunduk kepala sebagai tanda hormat Mereka.
Orang- orang di kantor ini memanggil ku dengan bos Patricia hanya orang terdekat yang memanggil ku Nesti
Nesti hanya diam dan Terus berjalan melewati para karyawan dan penjaga perusahan.
Setiba di depan ruangan CEO Nampak dua orang wanita yang sedang menunggu nya.
Wajah Nesti yang awal nya Dingin mendadak berubah menjadi senyuman
"Selamat pagi nona boss Patricia,,"
Senyum salah satu wanita tersebut
Nesti hanya diam dengan wajah malas nya dan berjalan masuk kedalam ruangan dan diikuti oleh dua wanita tersebut
"Sudah berapa kali aku bilang,, kalian berdua jangan pernah memanggil ku dengan panggilan itu,,"
Ketus Nesti yang mulai duduk diatas sofa membuat dua wanita tersebut tertawa cekikikan
"Kami hanya mau profesional Nesti,, ini perusahaan mu dan kami hanya karyawan disini,, meskipun kami teman mu tapi kami juga Harus tahu tempat dengan
menghormati mu sebagai bos kami ,, "
jawab salah satu wanita yang mulai duduk di sofa depan Nesti duduk.
"Iya aku tahu Muon,, oke terserah kalian saja mau memanggil ku apa,, yang jelas aku akan tetap menjadi Nesti teman kalian berdua,,"
Tegas Nesti
"Oiii,, tapi Nesti kami yang dulu tidak seperti ini,," Celetup Muon dengan senyum miring nya
"Apa kau Harus membahas itu sekarang,,???"
Ketus Nesti dengan tatapan kesalnya
"Iya maafkan kami,,"
Sela Muon yang berusaha mengontrol suasana
"Oh ya Nafisa,, apa kau sudah mendapat kan kabar darinya,,????"
Nesti
"Hufftt aku juga sangat merindukan nya Nesti,, tapi sampai sekarang aku Belum juga mendapat kan kabar dari nya,, dia menghilang bagaikan di telan bumi,," Keluh Nafisa dengan tatapan lesu nya
"Aku juga bingung kenapa dia menghilang seperti ini dan melupakan kita sebagai teman baiknya,, apa dia sebegitu bahagianya dengan pernikahan nya,,
hufftt Ardila ada apa dengan mu,,?"
Sahut Muon yang tak kalah lesunya
Nesti yang mendengar ucapan Nafisa dan Muon berusaha menyembunyikan kesedihannya dengan senyum paksa di bibirnya
"Sudahlah kita lupakan sejenak tentang dia,, semoga dia bahagia dengan pernikahan nya,,"
Sela Nafisa
"Oh ya Nesti,, kami dengar kau akan melanjutkan pendidikan mu,, apa itu benar,,???"
Sambung Nafisa yang penasaran
"Hmmp ya kau benar,,
Daddy meminta ku untuk menambah pendidikan demi perkembangan perusahaan ini,, tapi entahlah Nafisa,, aku juga masih berpikir dalam hal ini,,"
Keluh Nesti
"Apapun yang kau lakukan kami berdua mendukung mu 100%,,,tidak kah kau tertarik untuk memiliki kekasih?,,kami sudah mengenal mu dari bangku sekolah menengah atas tapi kami sama sekali tidak pernah melihat mu berhubungan spesial dengan siapapun,,???"
Celetup Nafisa
Nesti hanya diam dalam lamunan nya "
"Iya Ness ,, umur mu sudah tidak muda lagi,, apa kau tidak tertarik seperti pernikahan Ardila,, ya Mungkin sekarang dia sibuk mengurus bayi ,, "
Senyum Muon.
"Cekzzzz kau jangan bahas dia lagi Muon,, hati ku sakit bila mengenang dia,, aku yang selalu ada untuk dia merasa tidak di anggap,,dan satu lagi aku sejujurnya juga terkejut dengan pernikahan nya yang serba mendadak itu,,"
Kesal Nafisa
"Apa maksudmu mu Nafisa,,??"
Tanya Nesti penasaran
"Ya karena yang aku tahu Ardila tidak pernah dekat dengan siapapun kecuali kita kita,, tapi ya sudahlah mungkin dia diam-diam sudah menjalani hubungan sepesial dengan seorang aktor di belakang ku,, dan anehnya media tidak pernah menyorot pernikahan mereka,,"
Pikir Nafisa
"Iya kau benar Nafisa,, aku juga berpikir begitu,, aku mencoba mengulik semua media tapi tidak pernah ketemu,, apa Mungkin Karena pernikahan mereka yang privasi,,"
Tebak Muon
Nesti Semakin hanyut dalam lamunan nya tanpa ikut bicara dalam perbincangan ini
"Mungkin ini demi karier nya juga,, kan yang kita tahu Abdul itu aktor BL yang sedang populer yang selalu di ship ship kan dengan lawan mainnya,,"
Sambung Nafisa
"Tapi aku lebih kasihan pada Zean,, karena dia selalu menunjukkan ketertarikan nya pada Ardila,, tapi takdir terlalu kejam dengan menjadikan Ardila sebagai adik ipar nya,,"
Sambung Nafisa
"Tidak kah aneh kalau Zean juga tidak tahu dengan kabar Ardila,,???"
Ucap Nesti yang mulai berbicara dalam diam nya
"Iya aku juga berpikir begitu,, atau Ardila melakukan itu demi menjaga perasaan Zean,,
hufffttt terlalu banyak teka-teki dalam ini semua,," Keluh Muon dengan nafas panjang nya
"Dan kau Nesti,, kau teman dari kecil nya,, tidak kah lebih aneh lagi kalau kau tidak tahu dalam ini semua,??"
Curiga Nafisa
"Aku sungguh tidak tahu Nafisa,, aku juga merasa tidak dianggap padahal dulu kami selalu bersama dalam suka mau pun duka dan saling tahu satu sama lain,, bahkan keluarga kami pun juga berhubungan baik,, tapi entah kenapa aku merasa di bodohi dalam pernikahan nya ini,, terlebih nya lagi nomornya tidak bisa di hubungi semenjak pernikahan nya,,"
Sedih Nesti
"Sudah sudah jangan memikirkan sesuatu"yang dia sendiri tidak memikirkan kita,, ayo kita fokus dan tetap berpegangan meski pernikahan menghampiri kita,," Sahut Nafisa yang mengalihkan topik pembicaraan
"Hhmp kau benar Nafisa,, ayo berjanji untuk selalu bersama dalam suka maupun duka,,"
Senyum Muon dengan menyodorkan punggung tangan nya di atas meja Sofa
"Iya aku juga berjanji akan selalu bersama meski sesibuk apapun,,"
Sahut Nafisa dengan menghimpit punggung tangan Muon dengan telapak tangan nya
"Ya mari tumbuh bersama dalam suka mau duka,," Sambung Nesti dengan menyatu kan telapak tangan diantara Nafisa dan Muon
"BEST FRIEND FOREVER..!!!"
teriak mereka bertiga dengan menghamburkan tangan mereka keatas.
HAPPY READING 🥰🥰🥰
,
,
Disisi lain di sebuah apartemen mewah Nampak seorang wanita yang terlihat berantakan dengan memeluk kedua lututnya di dalam kamar mandi dengan ratapan dan isakan tangis yang sangat pilu.
Bekas memar yang ada di wajah terlihat jelas
"Ayah ibu Ardila sudah tidak sanggup lagi,,
hiks hiks hiks,,"
Isakan Ardila yang meratapi nasibnya
Suara isakan terdengar jelas hingga di luar kamar mandi membuat seorang pria yang baru masuk kedalam ruangan apartemen mendengar isakan Ardila Dan berjalan sempoyongan persis seperti orang yang mabuk berat ke arah kamar mandi
CEKLEK
(suara pintu kamar mandi terbuka)
Pria tersebut memperhatikan Ardila yang terlihat menyedihkan dalam duduknya nya.
Sedang kan Ardila yang melihat kedatangan pria tersebut nampak ketakutan dan berusaha berdiri dari duduknya
"Berisik,,!!!!!!!"
Bentak pria tersebut dengan memukul pintu kamar mandi
Ardila semakin ketakutan dengan menghapus kasar air matanya dan memeluk tubuhnya sendiri.
Seakan terlihat trauma dengan pria yang ada di depannya sendiri
"Maafkan aku Abdul,,"
Ucap Ardila dengan tubuh bergetar menahan tangis
Abdul tidak berbicara dengan menarik paksa Ardila keluar dari kamar mandi dan menyeret nya lalu melempar paksa Ardila di samping tempat tidur
"Tidak Abdul,, aku sungguh minta maaf,, maaf kan aku,,!!!"
Tangis Ardila yang penuh ketakutan sembari menarik tubuh hingga mentok di bawah tempat tidur
"Aishhhh kenapa kau harus merusak hidup ku Ardilaa,,!!!!"
Teriak pria tersebut dengan mengacak-ngacak rambutnya nya dengan expresi seperti orang yang prustasi dengan tubuh sempoyongan kas orang mabuk .
"Kau wanita pembawa sial dalam hidupku,, karena mu aku harus hidup bagaikan burung dalam sangkar tidak bisa terbang bebas kemana pun aku mau,,!!!"
Sambung Abdul sembari berjongkok di depan Ardila
Tubuh Ardila Semakin bergetar hebat menahan rasa takut pada pria yang sudah ada di depannya.
Abdul semakin terlihat depresi dengan memegang dagu Ardila dan mengangkat Nya membuat Ardila menatap mata Abdul dengan air mata yang terus mengalir.
"Kalau bukan karena perjodohan gila itu,, aku tidak Sudi menikahi wanita yang tidak berguna sepertimu,, kau bagaikan pembawa sial dalam hidupku,, dan kau tentu tahu aku sudah memiliki kekasih yang tidak akan pernah aku lepas kan hanya karena sudah menikah Dengan mu,,!!!!"
Tekan Abdul dengan penuh amarah
"Iya aku tahu Abdul,, aku berjanji akan menutup semua rahasia mu ini,, dan kamu tenang saja,, aku tidak akan memberi tahukan ini semua pada mommy dan Daddy mu terlebih nya lagi Zean adik mu,,aku Mohon kamu tenang lah kamu boleh menganggap ku tidak ada dan menganggap pernikahan kita ini hanya formulir yang tidak ada artinya,,".
Tangis Ardila sembari menyusun kedua telapak tangan nya seakan memohon pada pria yang ada depannya.
"Aku mohon Abdul jangan pukul aku lagi,, aku berjanji padamu,, meski kau sering membawa kekasih mu kesini dan bermesraan tepat di depan mata ku,, aku akan tetap terima dan berpura-pura tidak melihat Nya,,hiks hiks"
Sambung Ardila yang terus merasa ketakutan
"Apa kau yakin dengan janji mu ini,, bahkan jika aku bercinta dengan kekasih ku tepat di depan matamu,, apakau sungguh akan tetap berpura-pura tidak melihatnya,,"
Senyum evil Abdul dengan mengelus rambut Ardila
Ardila hanya diam dengan Isakan yang keluar dari mulutnya
"Jawab aku wanita sialan,,!!!!!!"
Bentak Abdul dengan menarik paksa rambut Ardila ke arah belakang hingga membuat Ardila meringis menahan sakit
"Aaaa ssttt lepas'kan Abdul,, aku Mohon lepaskan aku hiks hiks,,"
Tangis Ardila dengan Menahan tangan Abdul dia atas kepalanya
"Berjanji lah kau akan terus menutup rapat-rapat mulut mu itu,, atau aku akan benar-benar melenyapkan mu sialan,,!!!!"
Ancam Abdul dengan penuh penekanan tanpa menghentikan aksinya
"Hiks hiks ya aku berjanji padamu,,,aku tidak akan memberi tahu siapapun Atas ini semua,,,
Seharusnya kau berpikir Abdul kepada siapa lagi aku akan berbagi cerita,, sedangkan ayah dan ibu sudah pergi meninggalkan aku,, dan teman-teman aku pun sudah tidak ada lagi karena kau sudah menghancurkan handphone ku hingga aku tidak bisa lagi menghubungi mereka,,"
Tangis Ardila menahan sakit
"Iya karena itu hukuman untuk wanita bodoh seperti mu,, karena kau sudah menerima perjodohan toxic ini,,!!!"
Teriak Abdul yang semakin menjadi-jadi
"Itu karena aku merasa berhutang Budi pada Daddy mu,, karena sudah menanggung semua pengobatan ayah ku semasa dia kritis,, sebenarnya aku juga tidak mau Abdul tapi aku terpaksa karena itu permintaan terakhir dari ayah ku,, hiks hiks hiks,,"
Tangis Ardila yang terus berusaha menahan tangan Abdul
"Itu karena kau bodoh miskin dan tidak berguna,, kau tidak lebih dari seorang wanita murahan yang mau di pertaruhkan demi uang,,"
Senyum sinis Abdul membuat Ardila terdiam dan menurunkan tangan nya untuk menahan tangan Abdul dari Atas kepala nya
"Hiks hiks iya kau benar Abdul aku mungkin tidak Lebih dari wanita murahan seperti yang bilang,, tapi kau juga harus tahu semiskin dan serendah nya aku,, aku masih punya harga diri,,!!"
Ucap Ardila dengan nada bergetar yang berusaha tegar dengan tatapan tajam menatap mata Abdul
"Apa kau sedang menantang ku,, dasar wanita bodoh tidak berguna dan pelacur murahan,, aku sangat membenci mu,,!!!!"
Teriak Abdul yang semakin gelap mata penuh amarah
PLAKK
PLAKK
PLAKK
(beberapa tamparan mendarat di wajah Ardila)
Ardila hanya diam tanpa perlawanan sembari mengelus pipi nya yang Sudah mengeluarkan darah dari sudut bibirnya.
Ardila terus menatap Abdul seakan sudah kebal terhadap Pukulan Abdul
Abdul kembali berdiri namun tubuh nya tiba-tiba roboh dan terjatuh diatas lantai Ardila yang sudah di perlakukan kasar seperti itu tetap merasa tidak tega melihat Abdul yang tidak sadar kan diri diatas lantai.
Ardila berdiri dengan menghapus kasar air matanya dan bersusah payah membantu Abdul untuk berbaring di atas kasur.
Ardila membantu membuka sepatu Abdul dan menyelimuti Abdul dengan selimut Kemudian memperhatikan Abdul yang sudah tidak sadarkan diri di atas kasur
"Maafkan aku Abdul,, aku tahu kau jauh lebih tersiksa karena perjodohan ini, tapi aku akan Terus bertahan demi menghormati Daddy dan mommy mu,, kamu tenanglah Abdul aku tidak akan bercerita pada siapapun tentang kondisi rumah tangga kita,, aku tahu kau sebenarnya adalah pria yang baik,, hanya saja keadaan lah yang membuat mu menjadi kasar begini,,"
Ardila meninggalkan Abdul yang sudah terlelap di atas kasur dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri.
Di sepanjang mandi Ardila terus memperhatikan tubuhnya melalui cermin kamar mandi yang penuh memar dan bekas cambukkan dan ada bekas luka jahitan di bagian punggung nya.
Ardila mengusap bekas luka dengan tatapan penuh kesedihan dan menatap nanar dirinya yang terlihat sangat menyedihkan.
Setelah menyelesaikan aktivitas mandi kini Ardila sudah terlihat rapi dan berusaha tersenyum di depan meja rias dan tak lupa dia menutup rapat-rapat bekas memar di bagian wajah nya dengan riasan hingga tidak terlihat sedikit pun.
Sebelum berangkat Ardila menulis surat dan di letakan nya di meja sisi samping ranjang.
Abdul:
"Ketika kau membaca surat ini berarti kau sudah bangun dari tidurmu,, kamu tidak perlu merasa bersalah karena ini juga kesalah ku,, lupakan semua yang sudah terjadi dan tetap lah menjadi Abdul yang di kenal baik oleh penggemar mu,, kau boleh melakukan apapun yang kamu inginkan termasuk berhubungan dengan kekasih mu dan menganggap aku tidak ada,, sudah lupakan semua yang sudah terjadi dan aku lagi dan lagi akan memaafkan sikap mu,, maaf aku tidak menemanimu sampai kau bangun karena aku harus ke sekolah untuk mengajar seperti biasa,, Kalau kau sudah selesai membaca surat ini lebih baik kau makan dan mengisi perut mu karena aku sudah menyiapkannya di atas meja makan,,"
Ardila Edelweis ,
Bagaimana tanggapan kalian tentang cerita baru ku ini?
HAPPY READING 🥰🥰🥰
ARDILA POV
Perkenalkan Namaku Ardila Edelweis atau biasa di panggil Ardila.
Aku terlahir dari keluarga yang begitu sederhana ibu ku sudah lama pergi sedang ayah ku sakit-sakitan dan butuh pengobatan Aku kuliah di sebuah fakultas terbaik karena bea siswa yang aku dapat kan.
Meski kehidupan ku tidak sebaik hidup teman-teman ku tapi aku tetap gigih dan giat dalam belajar hingga usaha tidak menghianati hasil.
Aku lulus dengan nilai terbaik namun itu tidak menjamin kebahagiaan ku.
Ya begitu lah hidup,, aku tidak tahu bagaimana takdir mempermainkan ku.
Aku memliki 2 teman semenjak bangku sekolah menengah atas namanya Nafisa dan Zean dan satu lagi Zein.
Mereka bertiga dari kalangan berada Nafisa anak dari pemilik cafe yang selalu ramai pengunjung, Zean anak dari pemilik fakultas dimana saya sekolah sedang kan Zein anak dari pemilik perusahaan Einstein company
Zean teman sekaligus orang pertama yang terang terangan mengatakan cinta padaku tapi aku selalu menolaknya karena ingin fokus sekolah demi masa depan ku.
Ya itu lah Ardila yang dulu tidak pernah mau mengenal cinta.
Dan 1 lagi Aku memiliki sahabat dari semasa kecil yang bernama Nesti dan dia selalu ada di saat suka mau pun duka ku.
Dia sahabat terbaik yang pernah aku miliki,, dia terlahir dari keluarga yang serba berada dan pewaris tunggal perusahaan Pattinson group.
Walaupun kami terlahir dari kalangan keluarga yang jauh berbeda namun tidak membuat hubungan persahabatan canggung karena dia senyum dan juga zona nyaman ku dia selalu ada di garda terdepan disaat aku di bully oleh teman yang selalu menjahili ku karena perbedaan status sosial yang siginifikan di banding yang lain nya karena rata-rata yang sekolah di fakultas sana dari kalangan menengah ke atas .
Hubungan keluarga kami cukup baik karena semasa hidup ibuku.
Bekerja sebagai Asisten rumah tangga di kediaman Nesti.
Sedangkan ayah ku supir kepercayaan dari tuan Pattinson.
Waktu berlalu hingga ayah ku kembali down dan harus di rawat inap di rumah sakit.
Beruntung ada tuan Franklin yang berbaik hati menanggung semua pengobatan ayah ku.
Tuan Franklin adalah pemilik fakultas di mana aku belajar lebih tepatnya ayah dari Zean.
Namun takdir berkata lain ayah ku dinyatakan sekarat dan memintaku untuk menikah dengan anak dari tuan Franklin atas kesepakatan beliau berdua Aku pikir aku akan menikah dengan Zean ternyata aku salah.
Aku malah dijodohkan dengan kakak Zean lebih tepatnya Abdul Franklin Aktor beserta model yang sedang naik daun.
Tanpa pikir panjang aku menyanggupi perjodohan itu hingga akhirnya kami menikah bukan karena cinta melainkan paksaan Ayahku sudah pergi dengan tenang .
Dengan menganggap aku sudah bahagia Tapi beliau salah pernikahan ku bagaikan awal penderitaan dan kehancuran ku.
Tidak ada yang tahu dengan masa sulit ku termasuk Nesti sahabat baik ku.
Aku berbohong dengan mengatakan aku akan menikah dengan lelaki pilihanku.
Dia nampak senang dengan pernikahan ku namun entah kenapa hati ku terasa sakit menerima kenyataan ini.
Aku menikah dengan seorang pria homoseksual / gay yang memiliki kekasih seorang pria tanpa sepengetahuannya keluarga nya.
Aku berusaha menerima kenyataan pahit ini dengan menutup mulut untuk menutupi hubungan rahasia mereka.
Setiap dia mabuk dia selalu melampiaskan kemarahannya padaku dengan memukul bahkan hampir membunuhku.
Karena menganggap aku wanita pembawa sial dalam hidupnya.
Namun aku tetap bertahan karena menghormati kedua orang tua nya yang begitu baik pada keluargaku.
Apa dia selalu menyiksamu?
Tidak,, dia memukul ku hanya Ketika dia mabuk berat dan berbicara kasar tanpa berpikir,, namun ketika dia sadar dia kembali lupa dan bersikap seolah-olah tidak terjadi sesuatu tanpa rasa bersalah atau pun meminta maaf lebih tepatnya tempramental.
Tidak ada yang tahu dengan siksaan yang seringkali aku terima termasuk keluarga nya sendiri karena setelah menikah dia membawa ku untuk ikut dengan nya.
Karena setiap bertemu keluarga nya dia berubah 360° sangat manis dan romantis.
Stelah lebih 2 tahun menjalani rumah tangga aku sama sekali tidak pernah disentuh oleh Billy layaknya pasangan sah lainnya'.
Setiap kali melihat ku dia menatap ku dengan tatapan yang menjijikan namun aku berusaha mengerti.
Pernah satu kali aku hampir di perkosa oleh suamiku sendiri beruntung aku bisa menahan nya karena dia yang begitu mabuk.
Tunggu,,!!
Apa itu bisa dikatakan pemerkosaan,,??
Aku tidak tahu yang jelas hubungan kami hanya sekedar formulir hitam diatas putih tanpa melakukan apapun.
Author POV
Ardila sudah tiba di Sebuah fakultas terbaik di Thailand.
Ardila berjalan memasuki ruangan fakultas dengan senyum di bibir meski hatinya berkata lain.
Ardila mulai mengajar dan menerangkan pelajaran pada mahasiswa dan mahasiswi nya hingga akhirnya Ardila sudah selesai dari tugas mengajar nya.
Ardila berjalan menuju meja nya namun langkahnya tiba-tiba berhenti karena di panggil oleh seseorang pria paruh baya.
"Ardila,, Ardila,, Ardila,,???"
Panggil pria paruh baya
Ardila yang merasa terpanggil segera membalikan tubuhnya kearah suara.
"Daddy,,!!!"
Senyum senang Ardila
"Hallo Ardila,, bagaimana dengan pernikahan mu apa semua berjalan baik,,?"
Senyum hangat tuan Franklin
Ardila berpikir sejenak
"Hmmp sangat baik Daddy,, dia pria yang begitu baik,, aku beruntung karena sudah menikah dengan nya,," Jawab Ardila bohong
"Baguslah nak,, semoga kalian berdua bisa cepat memiliki bayi supaya hubungan Kalian semakin kuat,,"
Uhuk uhuk uhuk (Batuk Ardila)
"Apa kamu baik-baik saja Nak,,??"
Samhung tn.franklin
"Ya aku baik-baik saja Daddy,, terima kasih atas semua nya,, aku dengan tulus sayang pada Daddy layak nya ayah kandung ku sendiri,,"
Tepis Ardila berusaha mengubah topik pembicaraan sembari menggaruk tekuk nya yang tidak gatal
"Daddy juga menyayangi mu nak,, semoga kamu selalu bahagia dengan pernikahan mu,,kalau Abdul membuat mu sedih kamu segera lapor pada Daddy,, Daddy akan selalu memihak mu,, dan memberi hukuman' pada anak itu,,"
Tegas tn.franklin yang membuat raut wajah Ardila seketika berubah
"Hmmp ya Daddy,, tapi tidak ada yang perlu aku lapor kan,, karena Abdul benar-benar menjaga ku dengan baik,,"
Senyum paksa Ardila
"Ya dia sudah jauh berubah stelah menikah dengan mu,, karena itulah Daddy menjodohkan mu dengan nya,, dan mau merubah sifat nya yang keras kepala,, karena dia begitu berbeda dengan Zean adiknya,, karakter mereka sungguh berbeda Zean anak nya periang sedang Abdul lebih pendiam,,Daddy juga terkejut karena dia bisa mendalami peran nya yang bertolak belakang dengan aslinya,,"
Heran tn.franklin
"Bagaimana dia tidak mendalami peran, karena dia melakukan nya dengan kekasihnya sendiri,,"
Celetup Ardila dalam batinnya
"Ya sudah apa kamu sudah makan,,???"
Sambung tn.frenklin
"Belum Daddy,,"
Geleng Ardila
"Hmmp kalau begitu ayo ikut Daddy,,dan makan bersama dengan Daddy,,"
Tn.frenklin
"kalau boleh Ardila tahu ada urusan apa Daddy datang ke fakultas ini,,??"
Tanya Ardila sembari berjalan
"Ada beberapa yayasan yang akan menyalurkan bea siswa untuk mahasiswa dan mahasiswi yang berprestasi seperti kamu dulu,,"
Tn.franklin "
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!