Lain Dunia
Planing Liburan
Sore itu di satu kafe tengah kota. Yuma, Kaito dan Nakayama asyik ngobrol sambil menunggu pesanan mereka.
Yuma
Minggu depan kita kan ada libur seminggu ni, enaknya kita ngapain ya?
Kaito
Emang, ada apa libur?
Yuma
Kamu kemana aja broo...
Nggak lihat, papan pengumuman?
Nakayama
Nggak usah di kasih tau, biar minggu depan, dia di kampus sendirian.
Kaito
Eh.. jahat kau. Entar aku coret dari daftar temanku loh.
Nakayama
Emang siapa aja temen lu, lu cuman punya gue ama Yuma. kalau lu coret kita.
Emang, ada yang mau jadi teman lu ? Ha.. ha.. ha..
Kaito
Lah....Yuma, lu masih teman gue kan?!
Yuma
Udah.. udah, nggak usah pake nangis. Kasihan kalau sampai matamu kehabisan air...
Nakayama
kalau kehabisan air, isi ulang aja pakai air kopi, biar terang benderang matanya.. ha... ha.. ha..
Tak beberapa lama seorang pelayan mengantarkan pesanan mereka.
Pelayan Kafe ( Sarmini)
Permisi mas, ini pesanannya. (tersenyum)
pelayan itu menyuguhkan 3 cangkir kopi dan 1 piring nasi goreng dan 2 piring nasi kebuli kepada mereka.
Nakayama
Yum, pelayanya cantik juga.. (Berbisik pada Yuma yg duduk di sebelahnya)
Yuma
Tau aja, kalau ada yang bening bening (balik berbisik)
namun, bisikannya bisa di dengar oleh pelayan itu.. dan pelayan itu melemparkan senyuman sebelum berlalu dari situ..
Pelayan Kafe ( Sarmini)
Silakan menikmati, kalau ada pesanan lagi bisa panggil saya.
Nakayama
Mbak, Tunggu sebentar!!
Pelayan Kafe ( Sarmini)
(menoleh kemudian berjalan menghampiri mereka) Iya, Apa ada pesanan lagi?
Nakayama
Bisa pesan roti bakar yang isinya, hati kamu nggak?!?
Yuma
Jangan dengarkan mbak, temanku ini rada soak.
Pelayan Kafe ( Sarmini)
Oh. ya tidak apa-apa. Kalau gitu, saya pamit dulu.
kata pelayan itu sambil melemparkan senyum sebelum pergi menjauh dari mereka
Kaito
Gila lu, pelayan lu goda. Mana harga dirimu..
Nakayama
Pelayan juga manusia, punya rasa punya hati, jangan samakan dengan, pisau belati.....
( Lagu J*mrud)
Yuma
Udah-udah nggak usah bercanda terus. Rencana minggu depan, kita kemana? lumayan nih seminggu libur.
Nakayama
Emmm... gmana kalau ke pantai aja, Oke?!?!
Nakayama
Kalau kita ke pantai banyak pemandangan, udah kepantai aja
Kaito
Kalau ke gunung udaranya seger, dan lebih bagus pemandangannya. mending kita ke gunung aja
Nakayama
Nggak bisa, ke pantai saja. Kalau di gunung, adanya cuman daun doang, apanya yang bagus.
Kaito
Mending di gunung. Kalau ke pantai panas. Paling, cuman lihat cewek-cewek doang.
Yuma
Gimana nih? pengenya kita ke mana? ke gunung apa ke pantai...(mulai tak sabar)
Yuma
Oke Deal. Minggu depan kita ke air terjun, tujuh sumber...
Yuma
Udah dari pada kalian berantem, cedera, masuk rumah sakit, hanya gara-gara pantai, gunung, pantai, gunung. Keputusan final kita ke air terjun.
Lonely
Malam itu udara begitu dingin tak seperti malam-malam sebelumnya. Padahal belum masuk musim hujan. Yuma naik keatas ranjang dan menutupi sekujur tubuhnya dengan selimut tebal.
Yuma
Tumben, nih hari dingin banget, padahal jendela udah aku tutup. Lagian ini juga belum masuk musim penghujan.
(bergumam)
Tak berapa lama suara dering telfon genggam berbunyi.
Yuma
Siapa telfon malam-malam gini? ganggu orang tidur aja!
(meraih ponsel)
Kaito
Yum, kamu belum tidur?
Kaito
Kok bisa jawab telfonku?
Yuma
Sudah terganggu dengan dirimu
Kaito
Berarti belum tidur, donk
Kaito
Yum, aku lagi sendirian nih, di rumah
Kaito
Kamu nggak ada niatan, temani aku gitu
Kaito
Tuh kan, lu nggak setia kawan
Yuma
Gue setianya ama Lie doang, gue nggak mau selingkuhin dia
Yuma
Emang, pada kemana penghuni rumah lu?
Kaito
Semuanya pergi ke Cengkareng, kelihatanya malam ini nggak pulang.
Yuma
Ke Cengkareng? Emang, ada acara apa ke sana, kok kamu nggak ikut sekalian.
Kaito
Familiku ada yang meninggal.
Yuma
Meninggal, wehhh.... awas Kay, mungkin malam ini dia akan pamit sama lu.
Kaito
Yum, jangan gitu dong, Jangan nakut-nakutin, orang yang sudah takut, aku jadi takut beneran nih.
Yuma
Eh, gue nggak nakut-nakutin lu. Biasanya orang yang baru mati itu. sebelum 40 hari masih gentayangan dan pamit pada sanak saudaranya.
Kaito
Yum, bisa diam nggak
Yuma
Eh, gue nggak bercanda Kay
Kaito
Iya aku tau, tapi kamu diam sebentar. aku dengar sesuatu...
Kaito
Aku dengar ada suara pintu di ketuk
Yuma
Mungkin orang tuamu sudah datang Kay.
Kaito
Tapi barusan, Mamaku ngasih kabar, dia masih ada di sana
Kaito
Trus, siapa yang ada di depan pintu?
Yuma
Mungkin tetanggamu, coba kamu lihat!!!
Kaito
Yum, ini sudah jam 11 malam, emang siapa malam-malam mau bertamu?
Yuma
Siapa tau minta termos es
Kaito
Jangan bercanda Yum, bulu kudukku berdiri, nih!
Yuma
Udah cepet lihat! Kalau kamu nggak cek, mana bisa kamu tau!
Kaito
Yum... Aku dengar pintuku dibuka.
Kaito
Bagaimana ini? aku takut
Yuma
Gimana ya, aku juga bingung. coba kamu intip geh!!!
Kaito
Iya.. jangan dimatikan ya! handphone nya.
Kaito
Yum, kamu masih di situ?
Yuma
Lama banget, lu kemana aja? hampir aja gue ketiduran.
Kaito
Perutku sakit Yum, gue boker dulu, tadi.
Yuma
Trus tadi siapa yang buka pintu kamu? apa kamu kenal sama dia?
Kaito
Ehhh... itu, itu tadi...Kakakku, dia balek dulu karena besok, dia aja ujian.
Yuma
Gila lu, aku kira apaan? udah gue mau tidur. Dasar penakut ( mematikan Handphone)
Yuma
(Melemparkan HP ke atas meja)
Yuma
Siapa diluar? ( Jantung mulai berdetak cepet)
Mama Yuma
Yum, kamu masih belum tidur sayang?
Yuma
(lega)
Oh mama, Iya ma aku belum tidur.
Yuma
(Berjalan ke pintu dan membukanya)
Mama Yuma
Nih remot AC kamu. tadi rusak. sekarang udah di benerin ayah. ( menberikan Remot AC)
Mama Yuma
Tadi sore adikmu main remot AC kamu. trus remotnya terjatuh.
Yuma
Pantes dingin banget ( menggaruk kepala)
Main Basket
Siang itu matahari begitu terik, panasnya sanggup membakar kulit, hingga
Yuma, Kaito dan Nakayama akhirnya menyudahi permainan basket mereka.
Yuma
Panas banget hari ini (keluhnya)
Nakayama
Iya...pas, airku abis lagi ( kehausan, mengelap keringat)
Yuma
(ambil air mineral, teguk, cuci muka ) segerrrr...
Yuma
(kasih ke Nakayama) Nih abisin!!
Nakayama
(Meneguk) Leggaaaa....
Kaito
Besok, kalian nginep di rumahku ya!!!?!!!
Yuma
Ada apa? apa kamu, ditinggal lagi ama keluarga lu?
Kaito
Iya... kakakku KKN, trus mama papa lagi ke luar kota
Nakayama
Kasian amat sih lu, Anak terlantar ( tertawa)
Kaito
Siapa yang terlantar, aku sih diajak, tapi aku nggak mau ninggalin pelajaran
Nakayama
Sok rajin.... padahal, lu tidur waktu pelajaran huhhh...
Kaito
Yang penting aku masuk, absensi, nggak pernah bolos. nggak kayak lu, jarang masuk kelas
Nakayama
Eh, meski gue jarang masuk, liat nilai gue, nggak ada yang dapat B, semua dapat A, paling dikit B +
Yuma
Udah-udah kalau kalian berantem terus aku sewain ring tinju, trus aku undang teman teman, buat taruhan
Nakayama
wah... cari keuntungan di dalam kesempitan lu...
Datang Sizuka cewek yang ngebet banget ama Kaito
Dinda
Hai.. sayang ( tersenyum manis semanis nanas madu)
Kaito
(lempar senyum balek) Hai Sizuka, Ada apa kemari?
Dinda
Ya kangen lah... apa lagi?
(tersenyum manja)
Nakayama
Sama aku !?!??!
( menggoda)
Dinda
Ya sama Kay lah ( menempel pada Kaito)
Kaito
(Geser, jatuh) Auuuuwww...
Dinda
sayang kamu baik-baik saja ( bantu bangunin)
Kaito
Enggak, aku nggak apa-apa, aku latihan dulu ya. nanti bicara lagi ( menghindar) .
Kaito
(tarik Yuma dan Nakayama) Ayo latihan lagi.
Nakayama
Baru aja ngasoh ( berbisik)
Yuma
he... eh ( bangkit males)
Dinda
Loh... yang kok aku di tinggal
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!