Owl: Sistem Burung Hantu Dan Takdir Baru
Wanita Rubah
Tajunnisa Aisyah(Chelsea) Ferdinand
*Terjatuh sambil memegangi pipinya yang ngilu, pasti merah pikirnya*
Tajunnisa Aisyah(Chelsea) Ferdinand
*Melihat paruh baya di depan nya dengan mata berkaca-kaca*
Tajunnisa Aisyah(Chelsea) Ferdinand
"Ke--kenapa A--yah menamparku?."
Tajunnisa Aisyah(Chelsea) Ferdinand
*Sakit hatinya seperti ada pisau yang menusuk tepat di jantungnya,karena paruh baya yang ada di depan nya yang di sebut ayah selalu memukul nya dengan tega padahal ia anak kandungnya*
paruh baya
"Kenapa kamu bilang!!!,"
paruh baya
*Teriak dengan mata yang hampir keluar karena melotot sambil menarik rambut panjang anak nya dengan sadis*
Tajunnisa Aisyah(Chelsea) Ferdinand
"Awww sakit A--yah lepas sakit,"
Tajunnisa Aisyah(Chelsea) Ferdinand
*Perlahan air bening meluncur deras bagaikan air terjun dari mata indahnya.Ia tidak dapat membendung lagi kesedihan nya selain menangis dengan sesenggukan karena kulit kepalanya hampir lepas dari kepalanya sungguh sakit tapi lebih sakit hatinya karena yang melakukan nya adalah orang yang paling ia sayang*
paruh baya
"Enak saja kamu minta lepas,tidak semudah itu karena kamu,wanitaku jadi terluka!"
paruh baya
"Amarah menguasai nya hingga menampar darah daging nya sendiri hanya karena wanita rubah yang selalu menghasutnya untuk membenci anaknya*
Tajunnisa Aisyah(Chelsea) Ferdinand
"Cukup Ayah,kenapa Ayah selalu percaya apa yang di kata kan oleh wanita rubah itu? dia licik Ayah dia cuman memfitnah aku dan dia juga mau memanfaat kan ayah untuk menguras harta kita dia tidak setulus itu.Ayah harus percaya pada apa yang aku katakan sebelum Ayah menyesal karena sudah percaya pada wanita licik itu dari pada aku yang anak kandung ayah sendiri."*Menghapus air mata yang tidak berhenti-henti mengenai pipi mulusnya,ia harus kuat tidak boleh lemah*(bisa-bisa rubah licik itu kesenangan dan makin bahagia diatas penderitaanku)
Tajunnisa Aisyah(Chelsea) Ferdinand
*Sungguh ia sudah tidak tahan karena Ayah selalu membela orang yang ia anggap sebagai penggangu,semenjak dia ada dirumah ini ia serasa seperti tinggal di neraka bukan rumah hanya karena dia si wanita rubah licik.*
Tajunnisa Aisyah(Chelsea) Ferdinand
*Makanya ia berani berbicara karena sudah tidak kuat,Ia hanya manusia biasa yang kesabarannya pasti akan habis jika setiap hari ia sabar dengan sikap Ayah nya yang semakin hari semakin membenci nya.Ia bukan(Allah) sang pencipta yang memiliki kesabaran yang tak terhingga tampa putus asa dan tidak pernah marah.Tapi ia ini manusia ia bisa lelah,putus asa,dan marah.Karena kesabaran nya sudah habis tak tersisa,cukup ia dulu selalu patuh kepada Ayah nya dengan hanya diam saja seperti patung karena alasan untuk berbakti kepada Ayahnya yang sudah merawatnya*
orang
"Hiks...hiks kenapa kamu ngomong gitu sama tante Nis.Padahal hiks..Tante gak salah apa-apa sama kamu ta--tapi kenapa kamu tega melukai Tante hiks?."
Tajunnisa Aisyah(Chelsea) Ferdinand
"Apa!!."
Tajunnisa Aisyah(Chelsea) Ferdinand
*syok dengan menatap wanita disamping ayah nya yang di anggap rubah oleh nya dengan tatapan tidak percaya*
Tajunnisa Aisyah(Chelsea) Ferdinand
(Sejak kapan aku melukai dia? orang aku saja malas berurusan dengan ni orang)
Tajunnisa Aisyah(Chelsea) Ferdinand
*Bingung dan berbalik menatap ayahnya yang wajah memerah yang bersiap-siap untuk memukul nya lagi*
Tajunnisa Aisyah(Chelsea) Ferdinand
*Sebelum itu maka ia harus menjelas kan pada ayah nya yang sangat percaya dengan wanita yang tersenyum senang diam-diam ke arah nya*
Tajunnisa Aisyah(Chelsea) Ferdinand
"Ayah aku tidak pernah memukul nya bahkan tidak pernah menyentuhnya seujung kuku ku pun."(karena aku jijik)
paruh baya
"Apa kamu bilang!,tapi ini apa!apa!!kamu masih mau mengelak anak si**an?!!!."*melototi anaknya yang tidak mau jujur padahal menurutnya sudah jelas-jelas sudah melukai pacarnya yang sangat berharga baginya.*
paruh baya
*pekiknya dengan memperlihat kan tangan wanita rubah yang emang terlihat luka tapi cuman tidak parah,seperti baru tersayat oleh pisau karena masih ada sedikit darah segar menempel disana*
Tajunnisa Aisyah(Chelsea) Ferdinand
(Sungguh licik ini rubah melukai tangan nya hanya untuk membuat ayah marah padaku dan memukuliku lagi,huuuf~maka aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena walaupun aku jujur tetap saja tidak di denger oleh ayah karena ayah terlalu cinta padanya hingga membuatnya buta hati dan buta mata hanya berpihak padanya yang asal menuduh tampa adanya bukti,apa Ayah tidak bisa berpikir lagi menggunakan akal nya dan tidak bisa melihat yang mana yang jujur dan mana yang dusta.)
paruh baya
"Kenapa kamu diam hah!!!ngaku juga kamu sekarang,sini kamu biar aku beri pelajaran karena sudah berani menyentuh kesayangan ku!."
paruh baya
*Menyeret dengan kasar kedalam ruangan yang biasa ia gunakan untuk menyiksa anaknya*
Tajunnisa Aisyah(Chelsea) Ferdinand
*Ia yang terseret hanya pasrah sambil menangis dalam diam sambil menggigit bibir bawahnya yang hampir berdarah karena rambutnya di tarik dengan kasar sambil diseret oleh ayahnya*
Tajunnisa Aisyah(Chelsea) Ferdinand
BUKK!
"Aww!."
Tajunnisa Aisyah(Chelsea) Ferdinand
*terhempas di lantai yang dingin,dan kotor berdebu dengan ruangan kosong yang gelap*
MIRIS
paruh baya
*Mengambil tali ikat pinggang yang biasa ia gunakan untuk mencambuk anaknya sendiri*
Suara cambukan,rintihan dan teriakan terdengar menggema di seluruh ruangan yang hanya ada dua orang manusia sedangkan wanita rubah di pintu mengintip sambil tersenyum puas menatap pemandangan yang indah baginya dan membuat ia sangat bahagia melihatnya,berharap anak yang sangat dibencinya cepet mati biar ia yang akan berkuasa di rumah mewah ini tidak peduli itu adalah sebagian hak Tajunnisa yang diberikan oleh mamanya sebelum wafat.
orang
(Kamu sungguh bodoh hehe,hmm menyiksa anakmu hanya karena aku mengucapkan kata yang tidak ada buktinya haha, tapi gak papa begitulah yang harus kamu lakukan tunduk dibawah kakiku maka aku akan gunakan kamu untuk menghabisi anakmu aku akan bermain cantik dan setelah anakmu mati maka kamu yang akan aku bunuh haha)*tertawa jahat sambil membuat rencana untuk menguras harta ayah dan anak itu sambil pergi dari sana dengan hati yang puas*
paruh baya
*Mencambuk darah dagingnya sendiri dengan sekuat tenaga yang ia punya karena ia benar-benar marah karena ada yang sudah berani menyentuh kesayangannya walau itu adalah anak sendiri*
Tajunnisa Aisyah(Chelsea) Ferdinand
"Ahh!!!sa--sakit Yah ber--henti,s--stop ini sungguh sekali hiks sakit hiks!!."
paruh baya
"Berhenti kamu bilang, tidak akan!!."
paruh baya
* pekiknya dan menambah kekuatan nya untuk mencambuk karena anaknya sungguh berisik dia sudah kesal bikin bertambah kesel.Hingga punggung anak nya menganga robek dan mengeluarkan darah kental yang begitu pekat*
Tajunnisa Aisyah(Chelsea) Ferdinand
*Mengepalkan tangannya erat dengan menggigit bibir bawahnya yang hampir keluar darah karena terlalu sakit menahan dengan gemetaran punggung nya yang hampir patah karena ulah ayah nya yang sungguh tidak bisa ia sebut ayah mana ada ayah yang memukul anaknya,malah hewan lebih baik darinya karena tidak akan melukai anaknya sendiri.*
Tajunnisa Aisyah(Chelsea) Ferdinand
(ahh ini sungguh sakit hiks)*air bening meluncur dengan sangat deras dari mata indahnya bak air terjun lebih deras dari sebelumnya,sungguh entah ada setan apa yang merasuki ayahnya kali ini,karena ayahnya mencambuknya 3 kali lipat sakitnya dari biasanya tapi lebih sakit hatinya karena sudah diperlakukan seperti bukan anaknya oleh ayahnya sendiri sungguh miris.
Tajunnisa Aisyah(Chelsea) Ferdinand
(Ma ini sungguh sangat sakit hiks.Mama ke--kenapa cepat hiks sekali pergi.Ma lihat,Ayah kita tidak seperti A--Ayahku yang dulu hiks lagi.)
Tajunnisa Aisyah(Chelsea) Ferdinand
(Ma,mama pa--pasti sudah di surga hiks.Aku sudah tidak kuat ak--aku mau nyusul mama kesana hiks,selamat tinggal A--yah.)*Tersenyum manis untuk yang terakhir kalinya dan meninggal dunia oleh pria yang diharapkan menjadi superhero nya yang sebenarnya adalah Ayah nya sendiri.
💞 TANDA BACA💞
📢. ( ) :kata hati atau batin.
📢. * * :apa yang dilakukan dan dirasakan.
📢. " " :apa yang dibicarakan secara langsung.
Kalian Siapa?
Seorang laki-laki tengah duduk di samping dan menatap perempuan yang sedang menutup mata di kasur RS(rumah sakit)menunggu kapan perempuan itu akan membuka matanya.
Bukan malas menunggu tapi karena sudah 30 menit perempuan yang ada didepan nya tidak sadar-sadar dan tentu ia sangat khawatir.Yaps bener apa yang kalian pikirkan perempuan itu tadi marah karena orang tuanya mereka yang mau menjodohkan anak mereka dengan anak sahabat orang tua setelah dia lulus sekolah menengah atas akibat nya dia yang marah membawa mobil dengan ugal-ugalan dan hingga menabrak pohon untung cuman kening yang terluka yang sekarang sudah di perban tapi tidak tau ada luka dalam apa enggak.
girl
"Ehmm."*membuka mata nya dengan perlahan karena begitu lengket dan agak susah tapi ia tetap memaksa untuk melihat apa yang terjadi dengan nya setelah kejadian itu.
Boy
*Mendengar lenguhan perempuan itu ia langsung buru-buru menekan tombol di samping kasur gadis perempuan ini untuk memanggil agar dokter cepat kesini*
suster
"Permisi boleh Dokter izin periksa?."*Karena melihat laki-laki yang ada didalam menghalangi Dokter yang ingin memeriksa gadis yang akan sadar terlihat jari nya yang bergerak pelan.*
Boy
"Eh..boleh kok Sus,silahkan Dok."*baru sadar bahwa Dokter sudah datang karena tadi ia terlalu cemas makanya ia berdoa' sampai tidak melihat sekitanya*
Boy
"Adik saya tidak kenapa-kenapa kan Dok?."*bertanya dengan cemas takut Adik kesayangannya kenapa-kenapa sambil berdoa'dalam hati semoga tidak terjadi hal buruk*
Dokter
*Tengah serius memeriksa apakah ada tanda-tanda amnesia karena tadi pasien nya ini kepala nya terbentur agak keras dengan kemudi mobil*
Dokter
"Gadis ini tidak apa-apa hanya saja..."
Boy
"Hanya apa Dokter?,"*Panik dengan menyuruh Dokter untuk secepatnya memberi tau nya apa yang terjadi*
Dokter
*menghela nafas berat*
"Huuuf~ kemungkinan adik anda akan amnesia walau luka di kening antara kepalanya tidak ada luka serius tapi kita tidak tau gimana didalamnya.Makanya para tim medis akan cek ulang dengan lebih mendetail menggunakan alat medis berat,supaya tidak ada kesalahan disini hanya karena ragu."*
girl
*Sadar dan melihat sekitar yang ternyata bener ini rumah sakit karena tadi ia mencium bau ruangan rumah sakit yang begitu menusuk hidung nya*
girl
"Ka-kalian siapa?,"*Karena melihat seorang laki-laki tampan tapi sangat asing baginya,menurut pendapat ia umurnya sekitar 3 tahun di atas umurnya tengah berbicara serius dengan suster yang pasti ia tidak tau karena jarak nya yang agak jauh.*
Mendengar pertanyaan itu membuat ketiga orang itu menoleh dan buru-buru menghampiri karena melihat pasien/Adik nya sudah sadar.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!