Dibawah Gairah Suamiku
Prolog- [ Rencana ]
Diana Victoria (Nenek)
[ Menyeruput teh & menatap tajam seseorang ]
Catrina, suami mu akan pulang besok kan?
Diana Victoria (Nenek)
Kau ingat? ini sudah dua tahun kau menikah, tapi hartanya masih belum berpindah ke tanganku
Catrina Grace
Aku tidak terburu-buru!!
Catrina Grace
Seperempat hartanya sudah ada di tanganmu, Bukan? Apa lagi yang kau inginkan?
Diana Victoria (Nenek)
[ Meletakkan cangkir teh ]
Beraninya kau berbicara soal cukup padaku!!
Diana Victoria (Nenek)
Kau harus punya anak Catrina. Itu satu-satunya cara agar warisan Frederick ada di tanganmu.
Diana Victoria (Nenek)
Tidak ada penolakan kau paham!?
Catrina Grace
[ Mematung dan menatap tajam ]
Aku tidak akan punya anak hanya karena itu.
Diana Victoria (Nenek)
Kau tahu kan? Jika kau menolak, bukan hanya harta yang hilang, ayahmu juga akan menderita!
Diana Victoria (Nenek)
Apa kau tega melihatnya menderita?! Huh?
Catrina Grace
Jangan mengancam ku!!
Catrina Grace
[ Menahan napas, nada lebih berat ]
Kau sudah berjanji tidak akan melukai Ayah ku!!
Diana Victoria (Nenek)
Ya- aku memang berjanji, tapi itu juga tergantung pilihan mu kan?
Catrina Grace
[ Terdiam sesaat ]
Catrina Grace
Namun, kau tidak boleh bertindak semena-mena pada Ayah ku!! kau paham?!
Diana Victoria (Nenek)
[ Smirk ]
Bagus..
Diana Victoria (Nenek)
[ Mengangkat tas belanja ]
Dengar Catrina ini, kau harus tahu, tubuhmu bisa jadi alat. Lingere ini—
Diana Victoria (Nenek)
—bisa jadi cara agar Frederick tetap tunduk padamu.
[ Dia melemparkan tas itu ke meja ]
Catrina Grace
[ Menatap tas itu ]
Jangan anggap aku barang, Diana. Aku tak akan pernah lakukan itu
Diana Victoria (Nenek)
[ Tersenyum licik ]
Jangan terlalu keras kepala, Catrina. Kau menikah dengannya bukan karena cinta, tapi untuk kekuasaan ku. Ingat itu.
Catrina Grace
Kau tahu, kau akan menyesal karena telah membiarkan aku menikah dengan Frederick!!
[ Tegas ]
Diana Victoria (Nenek)
Menjengkelkan, lakukan saja sesukamu tapi jangan lupakan—kau tak akan pernah menang.
Catrina Grace
[ Berjalan pergi ]
Aku akan buktikan siapa yang sebenarnya memegang kendali, Diana Victoria!
Catrina Grace
Tak kan ku biarkan kau menggunakan Ayah ku sebagai senjata!
[ Batin ]
Mansion Pribadi Milik Frederick
Catrina Sedang Melamun Di Jendela Besar Ruang Tamu, Matanya Kosong, Memikirkan Percakapan Dengan Neneknya. Dia Meremas Cangkir Teh Yang Ada Di Tangannya, Tampak Tidak Nyaman.
Sura (Kepala Pelayan]
[ Masuk dengan perlahan ]
Nyonya Catrina,
Sura (Kepala Pelayan]
[ Menunduk ]
Tuan Frederick baru saja tiba, Beliau ada di depan.
Catrina Grace
[ Terpaku sesaat ]
Dia sudah sampai?
Sura (Kepala Pelayan]
[ Angguk ]
Catrina Grace
Baiklah aku akan kesana.
[ Tersenyum Tipis ]
Sura (Kepala Pelayan]
[ Tersenyum ]
Baik Nyonya Catrina..
Catrina Grace
Fuuh! akan ku lakukan rencana menjijikan ini.
[ Batin ]
Catrina Grace
[ Berjalan pergi, menuju ke kamar ]
Sura (Kepala Pelayan]
[ Melihat kepergian Catrina ]
Nyonya Catrina, saya berharap tidak ada perselisihan lagi diantara anda dengan Tuan.
Sura (Kepala Pelayan]
[ Tersenyum ]
Catrina kembali ke kenyataan—kehidupan yang begitu rumit dan penuh intrik. Hati dan pikirannya terkadang tak bisa dipisahkan antara kepercayaan yang sulit didapat dan permainan kekuasaan yang tak pernah berhenti. Saat Frederick kembali, ia akan melihat Catrina yang berbeda—lebih kuat, lebih penuh tekad. Tetapi, apakah itu cukup untuk menghentikan permainan yang telah dimulai oleh neneknya? Catrina berjanji, ia tidak akan dikuasai oleh siapa pun. Bahkan, jika itu berarti ia harus melawan bencinya terhadap Frederick sekalipun.
"DI BAWAH GAIRAH SUAMIKU"
Catrina bertekad menjadikan ambisi neneknya sebagai kehancurannya. Kebenciannya pada sang suami Frederick kini akan ia rubah menjadi gairah. Gairah untuk menguasai permainan. Dalam dunia yang penuh kekuasaan ini, ia tidak akan tunduk lagi.
"Aku akan menghancurkan segalanya dengan cara yang paling indah."
01. Kepulangan Tuan Frederick
Bodiguard
Semua selesai sesuai rencana, Tuan Frederick. Operasi organisasi telah rampung, dan jaringan gelap kini di bawah kendali Anda.
Bodiguard
Ketua juga berpesan pada anda, meminta Anda untuk beristirahat selama beberapa hari.
Bodiguard
Ia juga menyarankan agar Anda fokus pada Nyonya Catrina Tuan.
Frederick Harrison
[ Melirik sekilas dari kursi belakang. ]
Hm.
Bodiguard
[ Suara tetap tenang ]
Bodiguard
Saya harap Anda bisa menikmati waktu ini, Tuan. Anda layak mendapatkannya.
Mobil berhenti di depan mansion megah. Bodiguard keluar, membuka pintu belakang dengan hormat. Frederick melangkah keluar dengan langkah mantap, jas Abunya rapi, dan aura dominasi terasa kuat.
Sura (Kepala Pelayan]
[ Berbaris rapi, memberi salam serempak ]
Sura (Kepala Pelayan]
Selamat datang kembali, Tuan Frederick.
Frederick Harrison
[ Tersenyum singkat dan masuk ]
Tak lama, suara langkah heels terdengar dari arah tangga.
Catrina turun perlahan, mengenakan dress hitam yang membentuk tubuhnya. Senyumnya tipis namun penuh perhitungan.
Catrina Grace
Selamat datang, Frederick..
Sura (Kepala Pelayan]
[ Berbisik kepada Frederick. ]
Nyonya menunggu Anda sejak tadi, Tuan.
Frederick Harrison
[ Diam. Tatapannya lurus ke arah Catrina, penuh analisis ]
Catrina Grace
Kau terlalu lama.
[ Memeluk tubuh Frederick ]
Frederick Harrison
[ Terkejut, Namun tetap diam hingga ia melepas pelukan Catrina perlahan ]
Frederick Harrison
Kau tidak biasanya seperti ini.
Catrina Grace
[ Tersenyum tipis. ]
Dan kau tidak biasanya pulang dengan luka seperti ini.
Catrina Grace
[ Menyentuh lengan Frederick, menatap luka di bagian lengan ]
Ini luka apa? Apa sakit?
Frederick Harrison
[ Senyum tipis, Mendekat perlahan hingga wajah mereka hampir sejajar ]
Frederick Harrison
Ada apa dengan perhatian ini, Catrina?
Catrina Grace
[ Mengangkat dagu ]
Mungkin aku mulai belajar menjadi istri yang baik?
Frederick Harrison
[ Tertawa kecil ]
Belajar?
Frederick Harrison
Kau tahu aku pandai membaca kebohongan
[ Menatap Mata Catrina ]
Catrina Grace
[ Tersenyum kecil, tidak menghindari kontak mata ]
Dan kau tahu aku pandai menyembunyikan sesuatu, kan?
Frederick Harrison
Kita lihat nanti.
[ Berbalik, mulai melangkah ]
Frederick Harrison
Aku akan ke ruang kerja.
Catrina Grace
[ Tersenyum kecil, melangkah di depannya dengan penuh percaya diri ]
Kau akan menyukai apa yang kulakukan di sana.
Frederick membuka pintu, langkahnya terhenti sejenak saat melihat perubahan di ruangannya. Ruangan itu kini memiliki sofa mewah yang tak pernah ada sebelumnya, dengan dekorasi yang tampak lebih hangat.
Frederick Harrison
[ Mengangkat Sedikit Alisnya ]
Apa ini?!
Catrina Grace
[ Melipat tangan di dada ]
Bukankah bagus?
Catrina Grace
Kau butuh tempat untuk bersantai. Sofa itu... kupikirkan untukmu
[ Bangga ]
Frederick Harrison
[ Mendekati meja kerjanya ]
Untuk siapa sofa itu?
Frederick Harrison
[ Menyentuh permukaannya yang bersih ]
Apa sekarang kau ingin menemaniku di sini juga, Putri?
Catrina Grace
[ Duduk di sofa ]
Tentu saja. Kau terlalu sering mengurung diri di sini.
Catrina Grace
Aku pikir kau butuh sedikit pendamping.
Frederick tersenyum tipis, lalu mendekat. Tangannya bertumpu di sofa di samping Catrina, tubuhnya sedikit membungkuk sehingga wajah mereka sejajar.
Frederick Harrison
Pendamping, ya?
Frederick Harrison
Apa yang kau inginkan, Catrina.
[ Menatap mata Catrina ]
Catrina Grace
Mungkin aku hanya ingin membuat hidupmu lebih mudah?
[ Tersenyum ]
Frederick Harrison
Mudah? Aku tidak suka hal-hal yang terlalu sederhana
[ Mengangkat dagu Catrina ]
Catrina Grace
Aku tahu, itu sebabnya aku seperti ini..
[ Membelai wajah Frederick ]
Frederick Harrison
[ Smirk ]
Ini menarik,
Frederick Harrison
Baiklah mari kita lihat apa arti perubahan mu ini.
[ Menatap Mata Catrina ]
Frederick terdiam, tatapannya masih melekat, tapi ia perlahan menjauh dan berdiri tegak kembali
Frederick Harrison
Ayo makan malam.
[ Berbalik menuju pintu tanpa menunggu jawaban ]
Catrina Grace
Dengan senang hati, Tuan Frederick
[ Berdiri ]
Catrina Grace
Mengikuti Frederick dengan langkah tenang, meski pikirannya sibuk menyusun strategi
2. Lingerie
Catrina menatap tajam peper bag pemberian Diana yang tergeletak di meja, sangat ingat sekali bahwa di dalamnya berisi Lingerie. Ia berjalan perlahan dan membuka satu persatu, ungu, krem, dan hitam.
Catrina Grace
Apa aku harus benar-benar melakukan ini?
[ Mengigit bibirnya ]
Catrina Grace
[ Mengepalkan tangan ]
Aku harus menaklukan Frederick..
Ia memilih Lingerie berwarna Ungu dengan model ketat dengan gerakan gugup. Tubuhnya terlihat indah di cermin namun masih merasa ragu.
Catrina mengatur nafas dan segera mengambil outer panjang untuk menutupi tubuhnya, dengan langkah mantap ia keluar dari kamar dan berpapasan dengan pelayanya.
Pelayan
Selamat malam Nyonya..
[ Menyapa ]
Catrina Grace
[ Tersenyum ]
Tunggu, dimana Frederick?
Pelayan
Tuan ada di ruang kerja Nyonya..
Catrina Grace
Ah, baiklah terimakasih..
Frederick duduk di kursinya, dengan aura dingin dan tajam. Tangan kirinya memegang telepon, sedangkan tangan kanannya sibuk menandatangani dokumen. Wajahnya serius.
Frederick Harrison
Mereka punya celah dibagian barat, jangan biarkan mereka lolos apapun caranya!!
[ Tegas ]
Frederick Harrison
[ Menatap kearah pintu dan mendapati Catrina ]
Catrina Grace
[ Balik menatap ]
Ekhem..
*Menarik nafas
Catrina perlahan melepas outernya perlahan, memperlihatkan tubuhnya yang terbungkus lingerie ungu.
Catrina Grace
[ Maju mendekat ]
Frederick Harrison
[ Melirik sekilas, namun langsung mengalihkan pandangan ]
Frederick Harrison
Segera kirim laporan detail ke mejaku esok.
Catrina Grace
[ Terkekeh dengan debaran ]
Dia... tidak Peduli?!
*pikirnya kesal
Frederick Harrison
[ Menutup telepon dan menatap Catrina tajam ]
Frederick Harrison
Apa yang kau lakukan dengan pakaian itu, Putri?
[ Tatapan elang ]
Catrina Grace
[ Mendekat ]
Aku hanya mencoba pakaian..
Frederick Harrison
[ Menyandarkan tubuhnya ke kursi dan menyilangkan tangannya di dada ]
Frederick Harrison
[ Smirk ]
Kau yakin dengan yang kau lakukan, Catrina?
Catrina Grace
Aku sangat yakin, memangnya kenapa?
Frederick melangkah perlahan kearahnya, Tangan besarnya dengan cepat menarik tengkuk Catrina. Menundukanya sedikit sehingga wajah mereka bertatapan dengan dekat.
Frederick Harrison
[ Berbisik dengan nada rendah ]
Kau sedang bermain dengan api Catrina.
Frederick Harrison
[ Tangan kanan menarik pingang Catrina ]
Catrina Grace
Ak-ku tahu soal itu,
[ Suara bergetar, membuang muka ]
Frederick Harrison
[ Mendengus ]
Lihat kau bahkan berkeringat,
Frederick Harrison
Harusnya kau tidak memaksakan dirimu bukan?
[ Smirk ]
Frederick Harrison
[ Melepaskan Catrina dan perlahan kembali ke meja kerjanya ]
Catrina mengigit bibirnya, merasa rencananya berantakan dan malah membuatnya merasa sangat malu.
Catrina Grace
Sebenarnya Frederick, Aku ingin kita tidur bersama!!
Catrina Grace
Kita akan tidur bersama, mulai hari ini.
[ Berdegup ]
Frederick berhenti, menolehkan kepala. Matanya memperhatikan Catrina dengan penuh intensitas. la berjalan pelan ke arahnya lagi, aura dominasi terpancar.
Frederick Harrison
Kau membuat banyak gebrakan hari ini
Frederick Harrison
Apa ini tantangan, Putri Earl?
[ Tajam ]
Frederick mendekat, tangan besarnya kembali meraih pundaknya, membelai perlahan, tapi penuh kendali
Frederick Harrison
Kalau begitu, aku akan memastikan kau tidak menyesal... atau mungkin justru sebaliknya
Frederick Harrison
[ Mengangkat tubuh Catrina dengan 1 tangan dengan tangan satunya membawa outer milik Catrina ]
Catrina Grace
[ Meberontak ]
Frederick! Kau mau membawaku ke mana?
Frederick Harrison
[ Nada rendah ]
Tentu saja mengikuti maumu, Putri. Bukankah itu yang kau inginkan?
Catrina Grace
[ Memberontak ]
Catrina Grace
[ Berbisik panik ]
Bagaimana jika pelayan atau bodyguard melihatku seperti ini?!
Frederick Harrison
Setidaknya kita harus memamerkan baju baru ini, bukan? Jangan terlalu malu, Catrina.
[ Smirk ]
Catrina hanya bisa memerah, wajahnya campur aduk antara kesal dan malu.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!