Cinta Seorang Sahabat
0ne
gresila aindeka
putri dari daddy kio dan mommy syela
anak ke 2 dengan sifat keras
berumur 18 taun dengan paras yang cantik
fatih el farisandya
putra dari ayah dreas dan bunda leisa
anak tunggal dengn sifatnya yang berubah ubah
berumur 19 taun dengan paras yang ganteng
fatih el farisandya
gilaa
*tersenyum dan mengusap rambut gresila
gresila aindeka
iiiihhh ariiiisss
cila? yap itu nama spesial yang di berikan oleh fatih kepada gresila begitpun dengan aris
fatih berlari menghindari amukan cila karna dia tau effort seorang cila untuk mendapat rambut rapi yang paripurna
gresila aindeka
hah hah hah
fatih el farisandya
baru segitu udah ngos ngosan, cemennn
*sambil duduk santai meledek cila
gresila aindeka
ish awas ya lu
fatih el farisandya
ngga takutt wleee😝
tiba tiba guru masuk dan memulai pelajaran
Pelajaran pertama pun berakhir dengan bel sebagai tanda bahwa jam istirahat telah tiba
semua murid berhamburan keluar untuk menuju kantin
fatih el farisandya
kantin yu
*menghampiri bangku cila
gresila aindeka
*memutar bola matanya malas
fatih el farisandya
jangan marah doongg
fatih el farisandya
gw traktir deh
gresila aindeka
yauda ayooo
gresila aindeka
*menarik tangan aris
mereka selalu bersama kemanapun
dengan canda tawa yang menyertai mereka
bahkan seperti tak ada beban yang mereka pikul
nyatanya masalah mereka lebih berat dari apa yang orang orang pikirkan
kio
KAMU? SELALU MENJAWAB KALO DADDY BILANGIN
gresila aindeka
heh? selalu? BARU KALI INI GRES MELAWAN SAMA DADDY
kio menampar gresila sampai wajahnya tertoleh kesamping
namun gresila hanya tersenyum miring dan menatap sinis daddy nya
kio
kamu emang ngga bisa di andelin
kio
kenapa sikap mu bisa bertolak belakang dengan kakakmu
gresila aindeka
KAKAK KAKAK KAKAK
EMANG GRES NGGA PERNAH MENANG LAWAN KAKAK
GRES SELALU KALAH
APA APA DI BANDINGIN SAMA DIA
gresila aindeka
KITA JELAS BEDA dad kita dua orang yang berbedaa
gresila aindeka
kakak selalu jadi anak emas daddy
gresila aindeka
sementara gres?
/menggeleng dan meneteskan airmata
gresila berlari menuju kamarnya tanpa menghiraukan panggilan kio
two
cila masuk ke dalam kamar mandi
ia menatap dirinya di cermin dan menatap nyalang ke arah tamparan kio
gresila aindeka
syailen syailen syailen
semua selalu tentang dia
gresila aindeka
AArrrggghhh
gresila aindeka
(meremas rambutnya)
gresila aindeka
huh huh huh
(terengah)
ia mulai berjalan lunglai ke arah bath up
tanpa melepas pakaiannya ia merendam dirinya didalam bath up
gresila aindeka
cila juga pengen di sayang
gresila aindeka
cila pengen di peluk
ketika makan malam cila turun dan melihat pemandangan yang membuatnya menghela nafas
ia melanjutkan langkahnya dengan lunglai
Syailendra pratama
eh cila?
gresila aindeka
(hanya menatapnya malas)
Syailendra pratama
sini duduk
(menepuk kursi di sebelahnya)
cila hanya diam dan mematung
setelah syailen mengangguk sebagai tanda meyakinkan cila menggeleng lemas
gresila aindeka
cila makan di atas aja
kio
udah di baikin malah kaya gitu
gresila aindeka
(menatap dingin kio)
Syailendra pratama
udahh dadd
Syailendra pratama
udah 2 tahun ini kamu ngga mau duduk bareng kakak?
gresila aindeka
kapan kapan lagi ya kak
gresila aindeka
cila mau mengerjakan tugas
(tersenyum getir)
cila berlalu mengambil makanan dan kembali ke kamarnya
kio
dia begitu keras kepala
Syailendra pratama
jangan gitu dad
Syailendra pratama
aku sama cila ngga ada bedanya
Syailendra pratama
kami sama sama anak daddy
cila makan di balkon sambil memandang ke arah rumah rumah yang berjejer, sesekali ia menghela nafas
selesai makan ia tak bergeming dari posisinya
ia menyandarkan dirinya pada kursi dan memejamkan matanya sebentar
perlahan ia membuka matanya dan menatap bintang
gresila aindeka
cila juga anak daddy
suara parau yang keluar dari mulut cila terdengar jelas oleh syailen
gresila aindeka
cila cape
cila selalu di banding bandingkan
gresila aindeka
cila memang bodoh tapi yang cila butuh dorongan bukan makian
gresila aindeka
cila ngga akan pernah bisa kayak kakak
gresila aindeka
cila ngga akan pernah bisa banggain daddy
perlahan cila memejamkan matanya
syailen yang memperhatikan cila dari balik pintu ia perlahan menampakan dirinya di hadapan cila
lalu atensi nya teralihkan pada pipi cila yang memar
syailen mengusap rambut cila perlahan
tak ada pergerakan dari cila, syailen tau bahwa cila sudah tertidur
ia masuk dan menyelimuti cila
three
saat cila masih bergulung dengan selimutnya tiba tiba kio datang
mendengar teriakan kio membuat cila terperanjat
Syailendra pratama
udah daaadd!
teguran syailen mengikuti
kio
bicara apa kamu sama anak saya sehingga kini syailen bisa menentang saya?!
(suara tegas dan penuh penekanan)
cila yang tak tau apa pun hanya bisa mengkerut kan dahinya sambil menatap pada syailen dan kio secara bergantian
kio
(hendak mendekati cila)
Syailendra pratama
1 jengkal saja daddy mendekati cila syailen akan benar benar benci sama daddy
kio berbalik dan menatap tak percaya pada syailen
kio
syailen, hey anak daddy
kio mendekat dengan suara yang berubah melembut
Syailendra pratama
cila juga anak daddy kalo daddy lupa
tatapan kio yang semula hangat berubah menjadi dingin
kio
kamu sudah terpengaruhi oleh anak sialan itu
kio
kebodohan nya sudah meng hasutmu
teriakan syailen menggema di seluruh ruangan
Syailendra pratama
aku tak terpengaruh oleh siapa pun
Syailendra pratama
jangan banding banding kan aku dengan cila
Syailendra pratama
cila juga anak daddy
Syailendra pratama
sekali lagi aku mendengar perbandingan antara aku dengan cila keluar dari mulut daddy
Syailendra pratama
aku akan membawa cila keluar dari rumah ini
syailen keluar meninggalkan kio dengan cila
kio
anak pembawa sial kamu
kio
gara gara kamu saya pisah sama istri saya
kio
kamu akan memisahkan saya dengan anak saya?
kio pergi dan membanting pintu kamar cila dengan emosi
di meja makan sudah ada 3 orang yang makan dengan lahap dan tenang
dreas mengawali pembicaraan yang membuat atensi fatih dan leisa teralihkan
dreas
ayah dengar akan ada seleksi di sekolah kamu
dreas
(mengangkat alisnya heran)
fatih el farisandya
itu seleksi ke luar negri bun
fatih el farisandya
fatih ngga mau
dreas
kamu satu satu nya anak ayah
penerus perusahaan ayah
leisa
harapan satu satunya fatih
fatih el farisandya
fatih ngga bisa ninggalin cila
fatih berdiri dari tempat duduknya dan hendak meninggalkan meja makan
dreas
hanya karna wanita itu kau membangkang
fatih el farisandya
tolong jangan berucap se olah olah cila adalah orang asih yah!
leisa
kalo kamu mau ayah kamu akan membiayai cila untuk ikut bersama mu
fatih el farisandya
cila juga keluarga mapan kalo bunda tau
fatih el farisandya
ia tak butuh harta namun butuh seseorang selalu ada
fatih pergi meninggalkan dreas yang memijat pangkal hidungnya dengan leisa yang mengelus pundak dreas
fatih menaiki motornya menuju rumah cila
saat sampai di rumah cila terdengar teriakan² dari dalam
fatih berlari ke dalam dan begitu terkejutnya dia saat melihat
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!